You are on page 1of 4

Kebijakan Fiskal di Indonesia

Kebijakan pemerintah dalam bidang fiskal merupakan kebijakan pemerintah dalam bidang anggaran
dan belanja negara dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian. Dapat dikatakan
kebijakan fiskal meliputi kebijakan pemerintah dalam mengumpulkan dana dan kebijkan dalam
penggunaan dana tersebut untuk malaksanakan pembangunan. Melalui kebijakan fiskal pemerintah
dapat mewujudkan pemerataan pendapatan nasionanal, penyediaan barang publik, pemenuhan
kesempatan kerja dan kestabilan harga-harga barang di masyarakt. Dari pengertian di atas dapat
disimpulkan bahwa kebijakan fiskal tercermin dalam postur APBN.
Subsidi BBM
Permasalahan
Pembengkakan Subsidi BBM dalam Struktur APBN
Besarnya subsidi BBM akan menjadi masalah yang tak kunjunga henti bagi pemerintah bila tidak segera
diatasi. Jika dirata-rata dalam periode 2010-2013 subsidi BBM mencapai 54,7% dari belanja subsidi
pemerintah. Membengkaknya pengeluaran subsidi BBM ini akan menambah defisit fiskal dan bila terus
berlanjut akan memperburuk keseimbangan perekonomian. Pada akhirnya pemerintah akan terpaksa
memotong pos anggaran lain atau melakukan penambahan defisit anggaran dengan berhutang akibat
pembengkakan subsidi BBM. Penambahan utang artinya akan memperbesar beban bunga dan pinjaman
yang harus ditanggung oleh generasi di masa depan.
Pemerintah kemungkinan besar akan memotong pos belanja modal karena pos belanja ini tergolong
bukan belanja wajib atau menambah pinjaman/utang lagi. Pemotongan anggaran belanja modal berarti
mengurangi pembangunan infrastruktur padahal terhambatnya pembangunan infrastruktur sudah
merupakan penggangu utama iklim bisnis Indonesia saat ini. Sedangkan disisi lain belanja subsidi
tersebut cenderung meningkatkan konsumsi masyarakat bukan meningkatkan produktifitas.
Selanjutnya tingginya konsumsi masyarakat akan BBM juga membuat pemerintah menjadi lebih
tergantung terhadap impor minyak. Hal tersebut akan mengganggu keseimbangan neraca pembayaran.
Kondisi ini menjadi kian mengkhawatirkan di tengah harga minyak dunia yang tinggi sedangkan disisi lain
lifting minyak yang bisa dihasilkan oleh kilang-kilang minyak Indonesia terus mengalami penurunan.
Uncontrollable Expenditure

Memvonis gagal bagi pemerintah gara-gara menaikkan harga BBM tidaklah tepat. Sebab, pos beban
subsidi dalam APBN merupakan uncontrollable expenditure, yaitu beban yang tidak bisa sepenuhnya
dikendalikan pemerintah.
Mengapa? Singkatnya, besaran beban subsidi dalam APBN dihitung berdasar harga pasar minyak
internasional dikurangi harga pasar BBM dalam negeri. Dengan demikian, setiap kenaikan harga di pasar
internasional yang tidak ditransmisikan ke dalam harga BBM dalam negeri berarti menjadi tambahan
beban subsidi dalam APBN.
Dalam manajemen bisnis, kinerja seorang manajer akan dinilai berdasar berbagai variabel ukuran
keberhasilan. Ukuran yang sangat umum dalam suatu bisnis adalah laba atau value perusahaan. Apa pun

yang sampai saat ini hanya berkisar 792. penurunan harga minyak mentah juga memberikan efek positif bagi sisi pengeluaran (belanja) negara (APBN). dengan target produksi minyak 818. pelemahan pertumbuhan permintaan (oil demand). khususnya dari OPEC. Rendahnya harga minyak tentunya akan menurunkan proyeksi penerimaan APBN dari sisi migas. rendahnya harga minyak mentah seharusnya dapat menyebabkan tekanan terhadap belanja subsidi BBM menjadi berkurang. belanja subsidi BBM diperkirakan akan mencapai Rp350. faktor minyak dalam APBN kita masih berpotensi mengalami penurunan surplus atau bahkan berpotensi defisit. dan peningkatan produksi yang tidak diharapkan dari Libya dan Arab Saudi yang merupakan indikasi bahwa upaya pengurangan produksi minyak mentah.000 barel per hari (bph).9 per barel (September 2014). Namun yang terjadi saat ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat saat ini akan hal tersebut dimana masih banyak kendaraan-kendaraan mewah . Dengan kata lain. Ini mengingat. harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) juga mengalami penurunan. saya selalu berpendapat bahwa semestinya perkembangan harga minyak tidak diposisikan sebagai faktor yang mempengaruhi eksitensi subsidi BBM. Terlebih. faktor penurunan harga. ukuran keberhasilannya tetap laba atau value perusahaan tersebut. apapun jenisnya. angka penurunan defisit dari faktor minyak ini tidak signifikan bila dibanding dengan besarnya subsidi BBM. Sebagai negara net oil importer. masih belum cukup untuk menolong APBN kita dari himpitan besarnya subsidi BBM. Seperti diketahui pada APBN-P 2014. Kenaikan Harga BBM saat Harga Minyak Dunia Turun Menurut WoodMackenzei.kondisi eksternal yang terjadi. yang dituntut dari seorang manajer adalah bagaimana dia melakukan langkah reaktif dan antisipatif untuk mengamankan target perusahaan. ini akan mengancam turunnya pendapatan negara di sektor hulu migas. Namun. penurunan harga minyak mentah yang saat ini terjadi belum menjadi faktor yang dapat menolong defisit APBN kita. risiko masih berlanjutnya penurunan produksi minyak juga masih terjadi.3 triliun. akan gagal.seperti harga dan kompetitor baru tersebut. Dengan asumsi ICP sebesar $105 per barel. Seiring dengan penurunan harga minyak mentah dunia tersebut. sejak Juni 2014 tren ICP cenderung turun dari $109 per barel (Juni 2014) menjadi $94.000 bph. penurunan harga minyak mentah dunia ini terutama dipengaruhi oleh tiga hal: proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih rendah. Sehingga secara netto. Subsidi. ditujukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat yang tidak mampu. pada realisasinya produksi (lifting) minyak ternyata lebih rendah dibanding target. Jika ICP terkoreksi jauh di bawah $90 bph. setiap ada kenaikan ICP sebesar $1 per barel di atas asumsi ($105 per barel). defisit APBN akan meningkat sekitar Rp70-Rp159 miliar. Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Tim Harga Minyak Kementerian ESDM. misalnya kenaikan harga-harga atau munculnya kompetitor baru. asumsi ICP yang dipakai untuk memproyeksikan sisi penerimaan APBN adalah $105 per barel. Berdasarkan analisis sensitivitas yang dipergunakan dalam menghitung APBN-P 2014. Di sisi lain. Terhadap perubahan faktor eksternal -yang dia tidak bisa mengontrol sepenuhnya. Apalagi kondisi ini diperparah dengan belum membaiknya produksi minyak.

pengalihan subsidi BBM ini harus dimonitor secara ketat untuk menjamin efektivitas penggunaanny PPH Final terhadap UMKM Definisi Pajak Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang.yang tanpa malu ikut mengantri BBM. 3. dan belanja infrastruktur. 4. Rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM bersubsidi sebenarnya masih tetap relevan untuk dilakukan. Fungsi pajak yang pertama adalah sebagai fungsi anggaran atau penerimaan (budgetair): pajak merupakan salah satu sumber dana yang digunakan pemerintah dan bermanfaat untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran. seperti dengan memperbesar secara signifikan belanja subsidi pertanian. Dan tentunya. karena subsidi BBM selama ini sasaran penerimanya tidak tepat. Fungsi pajak yang kedua adalah sebagai fungsi mengatur (regulerend) : pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi. dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. kesehatan. Dengan kata lain. Sepanjang tentunya. Penerimaan negara dari sektor perpajakan dimasukkan ke dalam komponen penerimaan dalam negeri pada APBN. . Fungsi pajak yang keempat adalah fungsi redistribusi pendapatan : penerimaan negara dari pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran umum dan pembangunan nasional sehingga dapat membuka kesempatan kerja dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. subsidi BBM tetap harus dikurangi dan sepenuhnya dialihkan untuk membiayai pos-pos APBN yang lebih membutuhkan. Asas Pemungutan Pajak 1. pendidikan. perumahan. maka semestinya apakah harga minyak mentah mengalami penurunan atau bahkan mengalami peningkatan. Asas pemungutan pajak yang pertama adalah equality atau asas keseimbangan dengan kemampuan atau asas keadilan dimana negara tidak boleh diskriminatif terhadap wajib pajak. Fungsi Pajak: 1. 2. Contohnya adalah pengenaan pajak yang lebih tinggi kepada barang mewah dan minuman keras. Fungsi pajak yang ketiga adalah sebagai fungsi stabilitas : pajak sebagai penerimaan negara dapat digunakan untuk menjalankan kebijakan-kebijakan pemerintah. Asas pemungutan pajak menurut Adam Smith (The Four Maxims of Taxation) : 2. realokasi subsidi BBM tersebut betul-betul dialihkan ke pos-pos APBN yang lebih dibutuhkan secara signifikan terutama untuk investasi yang produktif sehingga pengeluaran subsidi dapat diimbangi dengan peningkatan pendapatan. Contohnya adalah kebijakan stabilitas harga dengan tujuan untuk menekan inflasi dengan cara mengatur peredaran uang di masyarakat lewat pemungutan dan penggunaan pajak yang lebih efisien dan efektif.

Asas yang ketiga adalah convenience of payments atau asas pemungutan pajak yang tepat waktu. Penerapan Pajak UMKM . 4.3. Pemungutan pajak oleh negara dilakukan sesuai dengan Undang-Undang sehingga bagi wajib pajak yang melanggar dapat dikenakan sanksi hukum. Asas yang keempat adalah efficiency atau asas ekonomis dimana biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pemungutan pajak tidak boleh lebih besar dari pajak yang dipungut atau manfaat pajak yang diterima. Asas yang kedua adalah certainty atau kepastian hukum. 5.