You are on page 1of 7

D.

Keadaan Apotek di Rumah Sakit Bhayangkara
Apotek pada rumah sakit bhayangkara Makassar mempunyai tugas pada umumnyayang sama dengan
apotek lainnya yaitu :


Tempat pengambilan profesi seorang apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan.
Sarana farmasi yang telah melaksanakan peracikan, perubahan bentuk, pencampuran dan
penyerahan obat.
Sarana penyaluran perbekalan farmasi yang harus menyebarkan informasi obat yang diperlukan
masyarakat secara luas dan merata.

E. Personalia
Dalam rangka penyaluran perbekalan farmasi di rumah sakit bhayangkara mappaoudang maka pada
apoteknya baik apotek ASKES/umum maupun di anggota keluarga POLRI serta di matfaskes/ gudang
beserta dengan kepala instalasi farmasi semuanya berjumlah 18 orang, masing-masing sebagai berikut :
Kepela instalasi Farmasi

=1 orang

Sarjana Farmasi dan Apoteker =3 orang
Sarjana Farmasi

= 4 orang

AMK

=2 orang

Asisten apoteker dan lainya

=8 orang

F. Uraian Penyelenggaran Resep
1. Pelayanagn Resep
a. Menurut ketentuan permenkes No. 26 Menkes/per/II/81 adalah ‘Resep harus ditulis dengan jelas dan
lengkap, apabila tidak dapat dibaca dengan jelas/tidak lengkap, apotek wajib menanyakan kepada
dokterpenulis resep’.
b. Resep adalah permintaan tertulis seorang dokter, dokter gigi, dan dokter hewanyang diberi izin
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku kepada apoteker pengelola apotek untuk
menyediakan dan menyerahkan obat-obatan bagi penderita. Resep disebut juga formula e Mediacae,
terdiri dari :
1. Formula Officinalis yaitu resep yang tercantum dalam buku lainnya dan merupakan standar
2. Formula Magisttttttralis yaitu resep yang ditulis oleh dokter.
Dari pengertian diatasadapat diketahui bahwa yang berhak menulis resep adalah dokter, dokter gigi,
dan dokter hewan .

Pengelolaan Perbekalan Farmasi pada Rumah Sakit Bhayangkara Mappaoudang Pengelolaan perbekalan farmasi : 1) Perencanaan . Pemberian harga 1. Untuk Pasien ASKES Penyelesaian administrasi dilakukan di loket pembayaran. dan solutio bhayangkara 4. nama pasien dan umur pasien. penyerahan obat. oat tersebut di berikan dengan memanggil nama sekaligus memberikan penjelasan mengenai aturan pakaian dosisnya. namun ada obat yang dibuat sendiri oleh rumah sakit contohnya : AP II. mengandung narkotik dan derivatnya . obat yang dimasukkan dalam kapsul dan salep. Untuk Pasien Rawat Inap Penyelesaian administrasi dilakukan setelah pasien keluar 3. Hal ini untuk mengetahui apakah resep tersebut memenuhi syarat atau tidak. 5. apotek. Tahap Penelitian Resep Setiap resep yang masuk harus diteliti terlebih dahulu yang meliputi asli atau tidak. Penyelenggara Tata cara penyelenggaraan resep di apotek yaitu setelah menerima resep.Pada penerimaan resep kita harus membaca secara teliti resep tersebut mulai dari kiri atas sampai kanan bawah. G. B. 2. dan pasien 3. dan apakah yang di minta diresep tersebut tersedia di apotek atau tidak. Peracikan Resep Obat yang diracik di apotek Rumah Sakit Bhayangkara Mappaoudang adalah obat-obat dalam bentuk serbuk. kemudian dimasukkan ke dalam wadah atau sak obat. Akan tetapi lebih banyak di jumpai obat paten yang langsung diambil sesuai dengan jumlah yang tercantum pada resep. menentukan harga peracikan obat . Ambroxol. Untuk Pasien Rawat Jalan Penyelesaian administrasi di loket pembayaran 2. kelengkapan resepnya. Chlorpheniramini Maleat. Penulisan Etiket Penulisan etiket berdasarkan resep dokter untuk obat dalam harus dilengkapi dengan etiket warna putih sedangkan untuk obat luar dilengkapi dengan etiket warna biru. Penyelenggaraan resep di Apotek Rumah Sakit Bhayangkara Mappaoudang melalui beberapa tahap yaitu : A. Penyerahan Obat Obat yang telah dikemas dan siap untuk diserahkan kepada pasien diteliti kembali kebenarannya oleh asisten apoteker setelah semua tepat. Resp-resep yang diterima pada apotek di Rumah Sakit Bhayangkara Mappaoudang berasal dari dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Bhyangkara Mappaouddang yang umumnya kurang lengkap hanya memuat nama dokter. pemberian etiket.

Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam pemeriksaan antara lain : . apabila panitia sudah sesuai dengan surat pesanan baik dalam jumlah maupun kualitas. Ada dua sumber penerimaan barang di Gudang Rumah Sakit Bhayangkara Mappaoudang yaitu: a.Dinas kedokteran dan pusat kesehatan segera mengeluarkan anggaran tersebut sesuai dengan permintaan kemudian oleh instalasi farmasi digunakan untuk menyediakan semua perbekalan farmasi sesuai perencanaan. Rutin atau Non APBN d. Pesanan Detailer Kepala instalasi farmasi memesan barang dari detailer (PBF) setelah barang tiba di RS. b. Penyaluran obat dengan system FIFO ( First In first Out ) 3) Penerimaan Penerimaan perbekalan farmasi dilakukan oleh panitia penerimaan. Bhayangkara barang di ACC terlebih dahulu oleh kepala instalasi farmasi dan disesuaikan dengan faktur barang yang dipesan. Barang kemudian diambillah oleh penanggung jawab gudang. selanjutnya diserahkan kepada bendaharawanm barang yang telah tertuang dalam berita acara penerimaan barang. sebelum barang di masukkan ke gudang harus juga di setujui oleh kepala gudang. Droping/ bantuan dari Jakarta. kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan barang oleh panitia pemeriksaan. Disdokkes dan Puskes Bhayangkara Mappaoudang b. Metode perencanaanyang digunakan antara lain :  Konsumsi  Epidemologi  Kombinasi antara konsumsi dan epidemilogi Pedoman perencanaan adalah : o o o o o o o Daftar obat generic Data catatan medis Anggaran yang tersedia Sisa stock Data pemakaian obat Siklus penyakit Standar terapi rumah sakit 2) Pengadaan Pengadaan perbekalan farmasi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Bhayangkara Mappaoudang : a. Pengadaan sendiri dari DPK c. Pesanan POLRI Pengirimannya ke gudang Rumah Sakit Bhayangkara Mappaoudang dilakukan sekali setahun secara rutin tepatnya bulan juni dengan menggunakan transportasi laut (Kapal Laut).

Laporan tahunan Laporan tahunan wajib dilaporkan setiap tahunnya untuk penggunaan obat-obat golongan narkotika. dan bebas terbatas. OKT. BBPOM (Balai besar pengawas obat dana makanan) 3. Kanwil Depkes Provinsi Sul-Sel b. untuk barang yang dipesan secara langsung menggunakan kartu stock berwarna merah. Sediaan injeksi dan infus g. Kebenaran jenis produk yang di terima 4) Penyimpanan Obat-obatan dan alkes dalam gudang disusun berdasarkan jenis obat dengan prinsip atau siste FIFO dimana syarat penyimpanan dan suhu penyimpanan tetap diperhatikan. Laporan bulanan Laporan bulanan dilaporkan setiap bulan untuk obat tertentu setiap triwulan. Laporan ini dibuat tiga rangkap dengan tembusan antara lain : 1. Obat psikotropika d. tetes mata e. Disdokkes Polda Sul-Sel Kedua jenis laporan tersebut masing –masing berisi antara lain : . salep kulit/mata.a. untuk brang bantuan menggunakan kartu stock berwarna hijau. Alkes.. petugas gudang menyiapkan obat alkes sesuai permintaan kemudian langsung diserahkan kepada pasien UGD dan tempat perawatan lainnya. Obat bebas terbatas c. khusu untuk salep dan tetes mata penyimpanannya dalam ruang tertutup yang terlindung dari cahaya. Kebegnaran jumlah kemasan b. Laporan ini di buat tiga rangkap dengan tembusan antara lain : a. Metode penyimpanan : a. Persediaan perbekalan farmasi di rumah sakit bhayangkara antara lain : a. b. Obat bebas b. Sirup. Ksnwil Depkes Provinsi Sul-Sel 2. Suppositoria f. Dirjen POM c. 5) Pemnyaluran dan Pendistribusian Apotik mengampra obat dan alkes kemudian diserahkan ke gudang. Disdokkes polda Sul-sel b. dll 6) Pencatatan dan Pelaporan Tata cara pelaporan a.

Korditlog Polda Sul-Sel c. Irpoda Sul-Sel c. Laporan penggunan sediaan jenis narkotik b. Laporan penggunaan OKT c. Kabidsdokles Polda Sul-Sel sedangkan untuk pelaporan penerimaan obat dan Alkes habis pakai dilaporkan dengan memberikan kepada : a. Bagian Logdisdokles Bhayangkara b. Kadlog Polda Sul-Sel . Laporan penerimaan dan pemakaian obat dan Alkes habis pakai dalam satu tahun Untuk laporan kebutuhan obat dan Alkes habis pakai dalam satu tahun dilaporkan dengan memberikan kepada: a.a. Kabidmakes Disdokles Bhayangkara b.

Alternatif Pemecahan Masalah 1. karena setahu kami lebih banyak resep masuk di apotek ASKES daripada di apotek umum/ anggota dan keluarga POLRI. 3. Belum berjalannya pembagian pegawai (apotek ASKES dan apotek umum.BAB IV PEMBAHASAN A. sehingga mengakibatkanlambatnya pelayanan yang diberikan 2. Terbatasnya tenaga farmasi/ kesehatan yang ada tidak sebanding dengan banyaknya resep yang masuk. Sempitnya apotek ASKES dapat diatasi apabila diperlebar sedikit dengan cara mengambil daerah apotek umum sebahagian. 2. Sempitnya apotek terutama di apotek ASKES dan apabila banyak resep masuk di apotek ASKES maka pelayanan kepada pasien akan memakan waktu cukup lama. tapi jangan sampai apotek umum/ anggota dan keluarga POLRI menjadi sempit. Dengan berjalannya pembagian pegawai antara apotek ASKES dan apotek umu/ anggota dan keluarga POLRI maka pelayanan resep kepada pasien akan berjalan dengan cepat dan bagus sehingga membuat pasien merasa puas. menurut kami hal ini dapat diatasi dengan merekrut tenaga kerja yang baru. 3. anggota. keluarga POLRI) B. Masalah yang Ditemukan setelah melaksanakan PKL pada apotek Rumah Sakit Bhayangkara Mappaoudang kami menemukan beberapa masalah dalam bantuan pelayanan 1. . Mengenai tenaga yang terbatas.

Ini dapat diketahui dari tingginya etoz kerja dan semangat yang diperlihatkan oleh semua pegawai. pencatatan.kami merasa terpacu untuk lebih meningkatkan lagi kemampuan yang kami miliki. B.. Maka. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan diantaranya: perencanaan. Saran kami yaitu agar kedisiplinan dan tanggung jawab serta keharmonisan dalam bekerja tetap di pertahankan. pendistribusian. dan pengalaman di bidangnya masingmasing.BAB V PENUTUP A. Pelayanan kesehatan diberikan selama ini telah terlaksana dengan baik. tak heran bila rumah sakit bhayangkara tetap menjadi pilihan bagi masyarakat dalam pemberian pelayanan kesehatan. Sehingga hal tersebut harus dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan. 3. penyimpanan. 2. terlatih. Dalam melaksankan kegiatan-kegiatan tersebut pihak rumah sakit bekerja sama dengan instansi terkait seperti. Selain itu. PT ASKES Indo. Pelaporan . Hal ini tentunya memberikan kesan yang tersendiri bagi kami karena dengan begitu. Kesimpulan Pelayanan kesehatan dan farmasidi rumah sakit Bhayangkara Mappaoudang telah berlangsung dengan baik. Agar terjadi efisiensi waktu dalam memberikan pelayanan kepada pasien maka perlu dilakukan penambahan tenaga kerja yang baru. yaitu trent6ang : 1. Saran Saran yang kami mau berikan telah kami sampaikan di BAB sebelumnya. . Tingginya kedisiplinan dan rasa tanggung jawab yang diperlihatkan oleh semua pegawai membuktikan bahwa mereka adalah orang-orang yanhgprofesional. system administrasi dan manajemen di apotek rumah sakit bhaynagkara berjalan dengan baik di tandai dengan adanya pembagian tugtas dan fungsi yang jelas dalam struktur organisasi. tapi kami juga mau tambahi.