You are on page 1of 12

Pendiri

BERLIN SIAHAAN

Surat Kabar Umum

Pemimpin Redaksi
JENRI, SH

EDISI: 037/THN II/SENIN 3 - 16 SEPTEMBER 2012

HARGA: @Rp 3.500,Luar Jawa + Ongkos Kirim

Informasi Aspirasi Rakyat

E-mail: metropolitanpos@yahoo.com

 EDISI 047 THN II SENIN 11 - 24 FEBRUARI 2013

Hotline
Pasang KANTOR
Iklan dan
Pengaduan:
0813
1533
8511
HOTLINE PASANG IKLAN
DAN PENGADUAN
REDAKSI
021-3190 2301
/ 0813
1533
8511

Langgar SK Gubernur No 41 Tahun 2001 tentang SIPPT

Anggaran 2012 Tidak Dikerjakan

PT. Sumber Mesin Raya Jarah lahan Fasos Fasum Milik Pemda DKI Jakarta

Proyek Pemeliharaan Gedung Laboratorium Tidak Dilelang

Jakarta, METROPOLITAN POS, Diduga langgar SK Gubernur No 41 Tahun 2001 tentang


SIPPT, PT. Sumber Mesin Raya jarah lahan Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum)

milik Pemerintah daerah DKI Jakarta, dan layak


di periksa Kejaksaan.
Kepala Bagian Tata Ruang dan Lingkungan
Bersambung Hal 10 ..........PT.Sumber Mesin

Bandung, METROPOLITAN POS, Proyek


Pemeliharaan Gedung Laboratorium di Balai
Diklat PU Wilayah II Bandung Anggaran tahun 2012, belum juga dikerjakan. Masyarakat
banyak bertanya, mengapa Balai Diklat PU

Wilayah II Bandung justru mengerjakan


Proyek Anggaran tahun 2013?
Ada dugaan banyak proyek tumpang tindih
alias ganda? Contohnya Proyek Pemeliharaan
Bersambung Hal 10 .....Proyek Pemeliharaan

KPK Percepat Tiket Anas Gantung di Monas?

Celoteh

SBY Isyaratkan Anas


Mundur dari Demokrat
Bila Perlu,
Benggali Jadi Bupati

AKARTA, METROPOLITAN POS Rakyat mendesak Ketua Komisi


Pemberantasan Korupsi, Abraham
Samad, percepat Anas Urbaningrum
digantung di Monas? Hal ini dilontarkan LSM Investigasi Fakta Hukum,
Berlin, di Monas saat tinjau lokasi
Monas.

ORE ini Jamordong menjadi nara sumber


utama di seminar yang diadakan oleh
salah satu LSM yang bertajuk Mencari
Pemimpin Yang Amanah.
Seminar yang dihadiri oleh tokoh-tokoh
masyarakat dari utusan marga-marga, Pers,
juga para kandidat yang akan bertarung memperebutkan kursi nomor 1 di Kabupaten, sedikit agak tegang. Situasi memanas manakala
Bersambung Hal 11 ........Bila Perlu, Benggali

Pernyataan Ketua Dewan Pembina Partai


Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, yang
menonaktikan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, dinilai sebagai
Presiden RI
Susilo Bambang Yudhoyono

Ketua Umum Partai Demokrat


Anas Urbaningrum

Ketua KPK
Abraham Samad

Mantan Bendahara Umum


Partai Demokrat M.Nazaruddin

Kegiatan Bupati Kab. Bandung Barat H Abu Bakar

Dirjend Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum

Infrastruktur Jalan
Desa Dibangun Cepat
Supaya Ekonomi Desa
Meningkat

Pembangunan Jalan di Sumut


di Alokasikan Anggaran Rp1,9 T

Bandung, METROPOLITAN POS, Kegiatan Bupati


Kab. Bandung Barat, H Abu
Bakar telah memperhatikan
masyarakat desa khususnya, Infrastruktur Jalan
Desa dibangun cepat supaya
Ekonomi desa meningkat
cepat.
Bersambung Hal 11 ........Infastruktur

Bupati Kab.Bandung
Barat, H Abu Bakar

Meminimalisir Kemacetan Lalulintas Para


Buruh Saat Pulang Pergi Kerja

Pemkab Karawang Bersama


Jamsostek Kaji Pembangunan
Rusunawa Buruh

Jakarta, METROPOLITAN POS, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian


Pekerjaan Umum mengalokasikan dana
sebesar Rp1,9 trilun untuk membangun sejumlah ruas jalan, jalan tol, atau pun lyover
di sejumlah daerah di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Dana tersebut sudah masuk
alokasi anggaran tahun 2013. Penyiapan
anggaran sebesar Rp1,9 trilun itu, merupakan urutan terbesar keempat dibanding
provinsi-provinsi lain di Indonesia. Alokasi
terbesar untuk Provinsi Papua dengan Rp3
triliun, disusul Kalimantan Timur Rp2,2
triliun, dan Jawa Barat Rp2 triliun.
Dibanding provinsi tetangga, Sumbar mendapat alokasi Rp1,2 triliun, Aceh
Rp805,4 miliar, Riau Rp942 miliar. Direktur Bina Pelaksana Wilayah I Sumut-NAD,

Ditjen Bina Marga, Subagyo, menjelaskan,


anggaran untuk jalan di Sumut itu nantinya
untuk sejumlah proyek yang menyebar di
sejumlah kawasan. Disebutkan, untuk jalan
di kawasan Metropolitan Medan, antara
lain Medan Barat dianggarkan Rp33 miliar,
Medan Timur Rp184,5 miliar, dan Medan
Selatan Rp30 miliar.
Subagyo menjelaskan, untuk Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumut dianggarkan dana Rp516,2 miliar. Untuk wilayah
satu ini antara lain untuk proyek jalan di
Tanjung Pura Rp4,156 miliar, Tebing Tinggi
Rp53,724 miliar, Kisaran Rp55,816 miliar,
Rantau Prapat Rp39,991 miliar, Kabanjahe
Rp113,088 miliar, Kabanjahe lagi yang
Bersambung Hal 11.........Pembangunan Jalan

Rp 17 M Pengadaan Pakaian Dinas Satpol PP

Belum Terungkap Korupsi Pejabat


Satpol PP DKI Jakarta di KPK?

Karawang, METROPOLITAN POS


Setelah Pemerintah Kabupaten Karawang
mendapatkan penghargaan Prestasi Juara II Pembinaan tenaga kerja Level Kota/Kabupaten

Jakarta, METROPOLITAN POS, Banjir


melanda Jakarta, banjir juga pengadaan
perahu karet, bocor anggaran pemeliharaannya tiap tahunpun disantep pejabat rame rame. lolos lobi dengan penyidik
Polri? Amrin Suit, Rizal Aqudli, Kasubag
Umum, Ismail dan Nurul Wakhidah, mereka dibawah kewenangan Kabag Tata Usaha
Satpol PP, Ceppy Supriadi. Sementara yang
sangat pedihnya bantuan honor tanggap
darurat bencana banjir juga disunat oleh
pejabat papan atas sudah diingatkan oleh
BPK jangan ada yang potong honor bencana banjir bagi staff, ternyata dipotong

Bersambung Hal 11........Pemkab Karawang Bersama

Bersambung Hal 11 ......Belum Terungkap

Bersambung Hal 10........SBY Isyaratkan

Langkanya Solar Akibat


di Tunggangi Para
Pemilik Gudang Minyak
Batam, METROPOLITAN POS
Bahan bakar solar saat ini sangatlah di butuhkan masyarakat, khususnya para pemilik
kendaraan umum, pribadi maupun kendaraan
angkutan barang. Namun apa yg terjadi di lapangan justru solar sulit di dapatkan. Yang menjadi
pertanyaan dari kita Kemanakah sesungguhnya solar tersebut sehingga begitu langka dan
susahnya kita dapatkan?
Pantauan Metropolitan Pos, hampir di seluruh SPBU kota Batam sering terjadi antrian panjang para pengendara mobil menunggu pengisian solar,yang mengakibatkan kemacetan di
beberapa ruas jalan. Suasana tersebut dapat kita
lihat di beberapa SPBU yg ada di Batu Aji, bahkan sebelum SPBU di buka para pemilik mobil
sudah antri karena takut tidak kebagian bahan
Bersambung Hal 11 ........Langkanya Solar Akibat

Artis Batak Samosir Populer di Indonesia,


William Satar Naibaho SH

Rindu Semalam Bersantai


di Danau Toba Menuju
Festival Danau Toba
JATUH bangun hal yang
biasa, tapi berkarya menciph menyeta lagu tidak pernah
rah, ini hal luar biasa
dan dikagumi semua
orang Batak, maupun
suku lainnya.
William Satar
Naibaho SH, lahir
di Pangururan Samosir dan asli
Bersambung Hal 10 .............
Rindu Semalam

William Satar Naibaho,SH

REDAKSI


EDISI 047
THNII/SENIN
II SENIN
24 Februari 2013
EDISI:
037/THN
3 -11
16- SEPTEMBER
2012

Diterbitkan Oleh
PT Sukses Parna Sejahtera

Menggoreng Burung Terbang di Langit

SK MENHUM & HAM RI :


Nomor : AHU-0016178.AH.01.09. Tahun 2011
SIUP Nomor 03821-05/PM/1.824.271
Nomor TDP 09.04.146.35180

Penasehat Hukum
Drs. Jatenangan Manalu SE MM H.Hum,
Hotman Sitorus SH MH, Paulus Subandi
SH MH, Poltak Siringoringo SH MH., Sabar
Siahaan SH. Ferdinan Montorori SH.MH.,
Abang Nur Yasin SH,
Pendiri
Jenri SH, Berlin Siahaan, Robert N
Pemimpin Umum
Parel N SE.MM.
Pemimpin Redaksi
Jenri SH
Redaktur Executive
Peris
Redaktur Pelaksana
Hotdiman
Redaktur
Laris Naibaho
Manager Pemasaran
Hasudungan Siregar
Sekretaris Redaksi
Hotdiman S.SE.
Bagian Keuangan
Rinaldi Josua N
Dewan Redaksi
Jenri SH, Peris, Parel N,
Laris Naibaho, Tumbur Limbong, Pabona,
Andar Sitanggang, Posman Sijabat.
Staf Redaksi
Jhonni T. Tampubolon, Husein Irawan,
Bambang Sutaji, Bhenry Natal, Agung
Mangaristua, Dewi K Putriani, Ekson H,
Halomoan Hutapea, Hermawan S,
Sungkunan S, Lasma S, Tongam Sinambela.
Litbang
Onasis, Marlon N SE.,
Tony N SE., Anton. S, Hotman Pardede
STAF AHLI
Amistan P, SE.S.Si.MM. (Ekonomi, Sosial & Politik)
William Satar, SH (Budaya, Pariwisata & HAKI)
Layout
Tatema Marunduri, Ibnu
Bagian Sirkulasi
Mulatua, Rinaldi Josua
Penasehat
Andar Situmorang SH ML, Jack Monang
Napitupulu, Perdi Sitanggang, Kol. (Pur)
Drs. Lauasa M. Hutagalung, H. Sitanggang
Alamat Redaksi : Jl. Kramat Raya No 1 Blok B
Gedung Paseban, Jakarta Pusat 10450
Telp. 021-51393635, 31902301 Fax. 021- 31902301
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com

REKENING BANK :
BANK BCA REK NO : 0948118320
BANK BRI REK NO 086201003057507
A.N: JENRI SITANGGANG

TARIF IKLAN
Iklan Kuping Ukuran Standart
Iklan Warna Ukuran 3R
Iklan Warna Ukuran 4R Photo
Iklan Kolom Ukuran Standart
Iklan 1 Halaman Penuh Warna
Iklan 3/4 Halaman Warna
Iklan1/2 Halaman Warna
Iklan 1/4 Halaman Warna

=
=
=
=
=
=
=
=

RP 500.000,RP 1.000.000,RP 2.000.000,RP 50.000,RP 24.000.000,RP 12.000.000,RP 6.000.000,RP 3.000.000,-

DIBUTUHKAN PERWAKILAN,
BIRO DAN WARTAWAN :
1. Depok
2. Ciamis
3. Tasikmalaya
4. Banjar
5. Sumedang
6. Majalengka
7. Cianjur
8. Subang
9. Provinsi Jabar
10. Provinsi Jawa Timur

11. Denpasar
12. Nusa Tenggara
13. Kalimantan Timur
14. Kalimantan Selatan
15. Sumatera Utara
16. Sumatera Barat
17. Sumatera Selatan
18. Lampung
19. Sulawesi

Bagi anda yang berminat


Hubungi Kantor Redaksi
JURISMAN SITANGGANG : 081315338511

(Manombur Lali Habang)


Oleh : Laris Naibaho
Demi harga diri, ujar Sang
Isteri.
Maksudmu? kejar sang suami.
Kau harus mencalonkan diri
jadi anggota DPR tahun 2014 ini,
agar keluarga kita tidak anggap
remeh terhadapmu, dan juga
supaya mereka melek, papa itu
orang pintar, cerdas, dan pantas
masuk Senayan..., lanjut sang
Isteri.
Ah, kau ini, seperti tidak
tahu saja betapa sulitnya hendak menjadi calon legislative
(Caleg). Kau tahu, hanya untuk
mendapat nomor saja dari partai, harus bayar dulu administrasi yang jumlahnya, sangat
tidak mungkin kita penuhi. Juga,
taruhlah lolos dari partai dan
menjadi calon, apa kamu tidak
sadar, biaya kampanye untuk
mendulang suara itu tidaklah
kecil? Sangat besar! Sangat be-

sar! Padahal, makan sehari-hari


kita saja tidak nyaman. Lebih
sering terancam,jawab sang
suami lembut, mencoba memberi pengertian ke isterinya.
Saya tahu itu. Nanti pergi
pun aku ke Eda, Ito, Nantulang,
dan teman-temanku serta seluruh keluarga besarku untuk
mendapat pinjaman. Nanti kalau papa sudah di Senayan,
pinjaman-pinjaman itu, khan
bisa kita kembalikan! Malah
jumlahnya bisa kita kembalikan
lebih besar daripada pinjaman.
Hitung-hitung bunga uang mereka di banklah selama kita pakai
, tangkis sang isteri.
Kalau kalah?
Itulah kau. Semangatmu
kerdil. Jangan berpikir kalah,
dong! Berpikir menanglah. Karena di usiamu yang sudah di
atas 50 tahun, satu-satunya cara
mengubah kehidupan kita, ada-

lah dengan dirimu menjadi anggota DPR. Karena di sana, selain


gaji regular selama 5 tahun ditambah tunjangan ini dan itu, juga
banyak hal yang bisa diproyekkan untuk mendapat komisi.
Kehidupan kita akan mentereng.
Maka keluarga yang tadinya apatis ke kita akan berubah, dan
rumah kita akan ramai dengan
orang-orang yang minta sumbangan, pun kita akan menjadi
penentu segala hal di keluarga
besar ini.
Aku tidak mengerti maksudmu. Sungguh mati, saya tidak
mengerti maksudmu, Mama!
Papa teramat cerdas. Tapi
kalau saya yang mengajak diskusi, pikiranmu menjadi bias.
Tak fokus dan selalu pesimis
. Cobalah buka otakmu! Realitanya, dengan keadaan kita
sekarang, rumah masih ngontrak dan hampir rubuh, mobil

tak punya, maka, hanya dengan menjadi anggota depeer


lah papa, semua itu bisa kita
miliki .
Kalau tidak menang atau
tidak dipilih oleh pemilih, dan
gagal jadi anggota depeer? Kejar sang suami.
Itu mudah. Harga Baygon
paling juga 200 ribu. Dan itu
bisa kita peroleh dengan mengagunkan meja makan kita itu,
dan segera menghuni istana
kita yang indah di Sandio Hills,
kata sang isteri dengan nada
datar.
Sang suami diam. Dahinya
mengkerut, lalu tertunduk
lesu, serta dalam hati berdoa,
Bawalah aku Tuhan sesuai
rancangan-Mu, sebelum aku
kau kirim ke dunia iniBoanma au Tuhan, songon na dirancanganmu hian, andorang so
ditongos-Ho au tu Portibion.

Infrastruktur Rusak Parah Di Pangururan

Samosir Gelar Festival Danau Toba Internasional


Samosir,
METROPOLITAN
POS, Pesta Danau Toba 2012 ini
seperti kegiatan merayakan suatu
pesta tahunan, makan-makan, tarian tortor, kata sambutan, hiburan
untuk masyarakat dan para pengunjung, serta sebutan host `tuan
rumah` pada penyelenggara kegiatan tersebut,
Samosir . Pemerintah Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, akan
menggelar Festival Danau Toba tingkat Nasional dan bertaraf Internasional, 29 Juni hingga 13 Juli 2013,
yang dipusatkan di Pantai Wisata
Batu Hoda Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanindo.
Festival Danau Toba (FDT) 2013
ini adalah paradigma baru bagi
kegiatan kepariwisataan di kawasan Danau Toba sebagai pengganti Pesta Danau Toba (PDT) yang
terakhir Desember 2012.
Dengan
penggantian
nama
tersebut, juga merupakan hasil rapat koordinasi Bupati/Wali Kota
se- Kawasan Danau Toba, tokoh
masyarakat, perantau dan budayawan di ruangan kerja Wakil
Menteri Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Safta Nirwandar.
Penggantian nama menjadi
FDT itu, juga mendapat dukungan
penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan
Pemeritah Kabupaten dan Kota seKawasan Daerah Danau Toba.
Tentunya dengan perobahan
nama tersebut, terjadi pula nuansa
baru pada kegiatan FDT 2013.Ketika
kegiatan PDT 2012, panitia mengundang beberapa daerah untuk ikut

terlibat pada pesta tersebut.


FDT 2013 ini, peserta dari berbagai daerah diwajibkan ikut serta
melaksanakan berbagai kegiatan
lomba menari tortor, kreatif, seni
budaya, mandiri dan pameran
kepariwisataan dan lainnya.
FDT 2013 ini harus kelihatan
tampil beda, dengan sebutan host
adalah `tuan dan nyonya rumah
Kabupaten Samosir.
Pemkab berharap sebelum acara pelaksanaan FDT Tahun 2013
dilaksanakan, panitia pada bulan
Maret mengadakan lomba lagulagu Batak dan kegiatan babak penyisihan dilaksanakan di Jakarta.
Festival ini terbuka untuk umum,
dan bisa juga warga asing yang

mengetahui lagu batak, dan kegiatan ini bekerjasama dengan musisi


batak Vicky Sianipar.
Menurut informasi, kegiatan semi
inal nantinya sebanyak 10 orang
musisi akan dilaksanakan di Samosir
dan bertepatan pada FDT 2013.
Festival kepariwisataan yang bertaraf internasional Kabupaten Samosir memiliki luas wilayah 1.444,25
kilometer persegi, dengan jumlah
penduduk 130.078 jiwa.
Wilayah administrasinya ada sembilan kecamatan, yakni Kecamatan
Pangururan, Sianjur, Mulamula, Simanindo, Nainggolan, Onan Runggu,
Palipi, Ajibata, dan Sitio-tio.
Sementara, pembangunan infrastruktur jalan, saluran begitu

juga kebersihan Danau Toba, di


sekitar Kabupaten Samosir kurang
memadai,
seperti
perbaikan
jalan protokol Pasar Pangururan,
Jalan Onan Baru dan jalan lintas
propinsi, Jalan Keliling Samosir,
Jalan Onan Runggu, Jalan Ronggur Nihuta, Tanjung Bunga, Tele,
saluran, kebersihan danau, dan
perbaikan jalan dari desa ke desa
termasuk jalan Kota Pangururan
ke jalan Standuk dan Siantar antar
dan sekitarnya belum di aspal dengan baik sehingga terbengkalai dan
rusak parah,anggarannya kemana?
Perlu diaudit BPK dan diperiksa
penyidik Kejaksaan, Polisi bahkan
KPK . (Jenri / P. Naibaho /H. Simbolon / Sudianto / Dolly).

Departemen Perhubungan: Manarsar DH Sibuea Koordinator Liputan Polda Metro Jaya: Mulyawan, Yasir Hans Korlip Departemen Hukum& HAM: Mabes Polri: Mangampu S, A. Hasiholan, Binsar SG Biro Jakarta Pusat: Mulyawan, Susmito Pengadilan
Jakarta Pusat: Lambok Gurning, SH, DPRD DKI Jakarta: Nur Mochammad Biro Jakarta Barat: Juli Ostar H, SH, Malino Sianipar, Khaeruddin. Biro Jakarta Selatan: Oslen Sinurat Biro Jakarta Utara: Eka Purnama Biro Jakarta Timur: Maruli S Perwakilan Bekasi: Nikson S (Kepala) Biro Depok: Sudarmo (Kepala),
Janrifandy L Perwakilan Banten: Mangiring Sijabat Biro Kabupaten Tangerang: Tumbur Limbong (Kepala), G. Harry Simbolon, Alden Robertus Simbolon, Nara N. Biro Kotamadya
Tangerang: Erwin Sinaga (Koordinator). Biro Kotamadya Tangerang Selatan: Pabona Marbun (Kepala), Biro Bogor: Jhon Stg Biro Karawang: Novi Andre Putra Perwakilan Sumatera Utara: Mei Naibaho (Kepala) Biro Samosir: Sahat Sitanggang, Polmen Naibaho, Hamonangan Simbolon, Sudianto Situmorang, Dolly Naibaho. Biro Pekanbaru: Biro Batam:
Junael Marbun, Robinson Lbn Batu Biro Karimun: Rahotan Siahaan Perwakilan Jawa Barat: TM. Harianja SH. (Kepala), M. Saragih. Biro Bandung : Biro Bandung Barat : S. Sitanggang
(Kepala). Biro Bandung Cimahi : . Perwakilan Kalimantan Barat: PERCETAKAN : CV. Bina Kreasida (Isi di luar tanggungjawab percetakan).

METROPOLITAN

EDISI:
EDISI 037/THN
047 THNII/SENIN
II SENIN
24 Februari 2013

3 -11
16-SEPTEMBER
2012

Rakyat Menilai Hakim Daming Dipecat

LINTAS BERITA

MA Pasang Badan, KY Tetap Bersikukuh


Hakim Daming Harus Dipecat
Jakarta, METROPOLITAN POS - Rakyat menilai Hakim
Daming dipecat, karena tidak membela keadilan demi
hukum yang benar, untuk itu Mahkamah Agung (MA)
pasang badan terkait rekomendasi pemecatan hakim
Daming Sunusi. Sementara itu, Komisi Yudisial (KY)
tetap berpendirian agar Daming segera diberhentikan
sebagai hakim karena pernyataan pemerkosa dan korban sama-sama menikmati di DPR.
Hasil sidang pleno mengatakan, KY tetap pada posisi semula
yaitu merekomendasikan pemecatan, ujar juru bicara KY, Asep
Rahmat Fajar, kepada wartawan,
Rabu (6/2/2013).
Asep mengatakan, rekomendasi pemecatan Daming dalam
sidang etik Majelis Kehormatan
Hakim (MKH) harus dilaksanakan MA. Hal itu berdasarkan
Pasal 22 UU KYdan peraturan
bersama MA-KY. Dengan demikian, MA tidak bisa menolak
pengajuan MKH terhadap hakim
Daming.
Maka MA atau KY tidak bisa
menolak pembentukan MKH, kecuali lembaga yang merekomendasikan menarik kembali rekomendasinya, sambung Asep.
Asep menjelaskan, pihaknya
juga tidak bisa menerima pertimbangan MA yang tidak setuju atas
rekomendasi MKH. Pertimbangan

MA tersebut yaitu hakim Daming sudah minta maaf dan telah


berkarir selama 35 tahun dan
tidak pernah melakukan indisipliner.
Hal tersebut tidak menghilangkan pelanggaran kode etik yang
terjadi, tegas Asep.
Meski demikian, Asep menambahkan pertimbangan Daming
bisa jadi masukan majelis MKH
dalam pemberian sanksi. Dia meminta agar MA menghormati pengajuan MKH oleh KY.
Namun bisa saja hal tersebut
menjadi unsur-unsur yang dapat dipertimbangkan oleh majelis
MKH, pungkas Asep.
Seperti diketahui, pertanyaan
serius mengenai kejahatan pemerkosaan diajukan oleh anggota Komisi III dari Fraksi PAN,
Andi Azhar, kepada Daming Sunusi yang menanyakan pendapat
Daming mengenai hukuman mati

Ketua Komisi Yudisial


Prof. Dr. H. Eman Suparman, S.H., M.H

Ketua Mahkamah Agung RI


Dr. M. Hatta Ali, SH.MH

bagi pemerkosa. Pertanyaan terlontar dalam fit and proper test


calon hakim agung di DPR.
Yang diperkosa dengan yang
memperkosa ini sama-sama menikmati. Jadi harus pikir-pikir terhadap hukuman mati, kata Daming.
Daming telah menyatakan penyesalan dan permintaan maaf
kepada seluruh rakyat Indonesia.
Dia mengakui lepas kontrol gara-

gara tegang mengikuti uji kepatutan dan kelayakan calon hakim


agung.
Saya menyadari kata-kata itu
tidak pantas diucapkan oleh siapa
pun, termasuk calon hakim agung.
Saya sungguh sangat menyesal.
Saya sampaikan permintaan maaf,
kepada masyarakat, media massa,
Komnas PA, YLBHI dan pemerhati hukum, ujar Daming. (Jenri/
Hotdiman).

Mengapa Jaksa Tak Kunjung Menembak Mati


Gembong Narkoba?
Jakarta, METROPOLITAN POS
- Puluhan terpidana mati para
gembong narkoba tak kunjung
ditembak mati kejaksaan. Hal ini
membuat Mahkamah Agung (MA)
dan Komisi Yudisial (KY) geram.
Mengapa jaksa terkesan mengulur-ulur waktu menembak mati
gembong narkoba?
Saya tidak bisa memahami
apa alasan Kejaksaan Agung (Kejagung) menunda-nunda. Apakah
ada permintaan khusus dari
pihak tertentu karena sedang
diurus Peninjauan Kembali (PK)
atau grasinya yang akan mengubah putusan hukuman mati
menjadi jangka waktu tertentu
seperti yang sudah-sudah? kata
Ketua Umum DPP Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat),
Henry Yosodiningrat, kepada
wartawan,Rabu (6/1).
Dugaan tersebut bukannya tanpa alasan. Sebab Henry bersama
seluruh jajaran DPP Granat sudah
menyampaikan permintaan tersebut ke Kejagung pada awal 2012.
Namun setelah ditunggu setahun
lamanya, Kejagung tak ada tindakan menyiapkan regu tembak
sama sekali.
Dalam pertemuan itu, DPP
Granat ditemui Jaksa Agung didampingi Wakil Jaksa Agung dan
seluruh Jaksa Agung Muda. Kedatangan DPP Granat mendesak Kejagung agar pelaksanaan eksekusi
terhadap narapidana yang dijatuhi
hukuman mati dan putusannya telah berkekuatan hukum tetap.
Dan untuk itu saya menyerahkan daftar yang memuat sederet
nama, paling tidak 11 orang yang
secara hukum harus dieksekusi,
ucap Henry.

Gedung Kejaksaan Agung RI

Tapi apa daya, Jaksa Agung


menjawab bak politikus. Dengan
alasan HAM, dia enggan menembak para terpidana tersebut.
Saya menolak alasan Jaksa
Agung yg mengatakan pelaksanaan hukuman mati tertunda-tunda
kerana sorotan dunia internasional
terkit masalah HAM, tegas Henry.
Sebelumnya Wakil Jaksa Agung
Darmono beralasan, pihaknya
memberikan seluruh hak terpidana
sebelum benar-benar menembak
mati para terdakwa. Hak terpidana
maksud Darmono adalah upaya hukum seperti kasasi dan PK.
Karena kita memang memberikan kesempatan upaya hu-

kum sampai tahapan terakhir.


Jadi upaya hukum yang dimiliki
seorang terpidana itu benar-benar dipenuhi dipenuhi dulu, dari
banding,kasasi, grasi dan PK, ujar
Darmono di Medan, Sumatera
Utara, Selasa (5/1) kemarin.
Atas alasan itu, MA pun berang.
Melalui Kepala Biro Hukum dan
Humas MA, Ridwan Mansyur, MA
menilai alasan Kejagung dibuatbuat.
Tidak bisa alasan seperti itu,
kalau begitu mana buktinya? yang
putusan kita tahun 2001 apa sudah ada yang ditembak mati? Apa
mungkin kalau putusnya tahun
2001, salinannya belum diterima?

Jadi segeralah lakukan eksekusi


hukuman mati, kata Ridwan dengan nada keras.
Hal senada juga diungkapkan
KY yang ikut mengeluhkan lambatnya terpidana tersebut didor
regu tembak.
Saya menilai hal ini menandakan kriminal justice system kita
yang tidak jelas dan ini melemahkan penegakan hukum. Tentunya KY bagian dari komitmen
penegakan hukum meminta agar
Kejagung memberi respon cepat
dari MA jika ada terpidana hukuman mati untuk dieksekusi, kata
komisioner KY Suparman Marzuki. (Jenri).

Terbukti Korupsi
Proyek SHS, Jacob Dihukum
9 Tahun dan
Kosasih 4 Tahun
Jakarta, METROPOLITAN POS - Majelis
Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
memvonis bersalah Jacob Purwono dan Kosasih Abbas, mantan pejabat di Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam proyek pengadaan dan pemasangan solar
home system (SHS). Jacob dihukum 9 tahun
penjara, sedangkan Kosasih dihukum 4 tahun
penjara.
Menyatakan terdakwa I Jacob Purwono dan
terdakwa II Kosasih Abbas telah terbukti secara
sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak
pidana korupsi secara bersama-sama sebagai
perbuatan berlanjut, kata hakim ketua, Sujatmiko membaca amar putusan dalam sidang di
Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jaksel,
Rabu (6/2/).
Majelis hakim menyatakan Jacob (mantan
Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi) dan Kosasih (Kepala Sub Direktorat Usaha Energi Baru
dan Terbarukan) terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan subsidair
yakni Pasal 3 jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Keduanya menguntungkan
diri sendiri, orang lain dan korporasi dengan
menyalahgunakan kewenangan pada jabatan
yang dimiliki.
Jacob sebagai kuasa pengguna anggaran terbukti mengatur rekanan yang akan menjadi
pelaksana kegiatan dan mengumpulkan dana
dari rekanan atas pengadaan dan pemasangan
SHS pada tahun 2007 dan 2008.
Terdakwa I memperoleh dana untuk melancarkan proses pembahasan RUU tentang ketenagalistrikan di DPR, di samping pula untuk kepentingan pribadi terdakwa sendiri. Hal ini
bertentangan dengan kewajiban terdakwa I
sebagai kuasa pengguna anggaran, ujar hakim
anggota I Made Hendra.
Sementara Kosasih sebagai pejabat pembuat
komitmen dalam proyek tersebut terbukti mengarahkan panitia pengadaan agar perusahaan
titipan Jacob menjadi pelaksana pengadaan dan
pemasangan SHS.
Terdakwa II selaku PPK telah mempergunakan kewenangan secara salah yaitu memerintahkan panitia pengadaan agar perusahaan-perusahaan tertentu menjadi pemenang dengan cara
mengubah hasil evaluasi teknis, sebut Made
Hendra.
Dengan perintah Kosasih, panitia pengadaan
memanggil perusahaan titipan Jacob agar memperbaiki spesiikasi. Dari pengadaan pekerjaan,
terdakwa II (Kosasih) menerima uang dari rekanan, ujar Made Hendra.
Total kerugian keuangan negara dalam proyek
SHS tahun 2007 dan 2008 mencapai Rp 80,002
miliar. Kerugian ini berasal dari selisih harga riil
proyek dengan harga yang ditetapkan panitia
pengadaan.
Dari pengadaan dan pemasangan SHS, terdakwa I (Jacob) memperoleh keuntungan Rp
1,030 miliar, sedangkan terdakwa II (Kosasi)
memperoleh keuntungan Rp 550 juta, sebut
Made Hendra
Selain dihukum pidana penjara, keduanya
juga diwajibkan membayar denda yakni Jacob
Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan. Denda
terhadap Kosasih yakni Rp 150 juta subsider 3
bulan kurungan.
Jacob dan Kosasih juga dikenai pidana tambahan yakni uang pengganti masing-masing Rp
1,030 miliar dan Rp 550 juta. Apabila tidak dapat membayar uang pengganti, hukuman Jacob
ditambah 2 tahun penjara, sedangkan Kosasih 1
tahun penjara.
Atas putusan ini, Jacob dan Kosasih menyatakan pikir-pikir mengajukan banding. Kami
juga pikir-pikir yang mulia, kata Jaksa Penuntut Umum Risma Ansyari menanggapi putusan.
( Jenri).

METROPOLITAN


3 -11
16-SEPTEMBER
2012
EDISI:
EDISI 037/THN
047 THNII/SENIN
II SENIN
24 Februari 2013

LINTAS BERITA

Jokowi Harus Tindak


Tegas Bangunan
Bermasalah

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo

JAKARTA, METROPOLITAN POS - DPRD DKI


Jakarta mendesak Gubernur DKI Jakarta bertindak tegas menangani persoalan Izin Mendirikan
Bangunan. Ini penting sebab banyak bangunan
tidak sesuai dengan pemakaiannya.
Cukup banyak. Sangat-sangat mendukung instruksi gubernur, namun harus benar, tidak pandang bulu, tidak tebang pilih dan harus segera
mulai. Mengelola Jakarta harus tegas sebab
semua aturan bisa dikonversi. Audit kebijakan
yang baik dan strategis, kata Wakil Ketua DPRD,
Inggard Joshua di Gedung DPRD DKI Jakarta,
Senin (28/1).
Inggard menjelaskan Pemprov DKI harus secepatnya melakukan audit setiap bangunan di
Jakarta yang melanggar aturan. Sebab, merubah
peruntukkan bangunan termasuk perbuatan
yang melanggar hukum.
Buat apa nunggu-nunggu setelah banjir reda.
Harus segera ditindak lanjuti. Tidak ada tawarmenawar apalagi merubah peruntukan itu melanggar misal garis sempadan kali, badan jalan,
terangnya.
Politikus Golkar ini mengaku pembangunan
tanpa IMB seperti bantaran kali akan mengganggu lalu lintas air dan melubangi sheet pile.
Untuk itu pelakunya harus diberikan sanksi.
Selama ini tebang pilih. Kelurahan, kecamatan, maupun wali kota harus melakukan kontrol
yang baik, stop atau segel jika tidak memenuhi
syarat apalagi di daerah terlarang penghijauan,
bantaran kali, atau tidak sesuai advice planning
atau tata kota, pungkasnya. (Hotdiman)

Rapat dengan KPK, FPKS Sindir


Penangkapan Lutfhi Hasan
Jakarta, METROPOLITAN POS - Rapat antara
KPK dengan Komisi III DPR, tidak luput dari isu
penangkapan terhadap Luthi Hasan. Fraksi PKS
menyindir KPK yang mengaku kekurangan penyidik, namun masih sempat mengusut kasus dugaan
suap impor daging yang menjadikan mantan presidennya sebagai salah seorang tersangka.
Katanya penyidik KPK sangat terbatas. Katanya
cuma 50 orang, tapi pada waktu yang sama banyak yang terambil (penangkapan). Artinya kan nggak (tidak kekurangan penyidik), sindir anggota
Komisi III DPR dari FPKS, Aboe Bakar Alhabsy.
Jadi ini kadang-kadang atau apa? Kalau menang
ada dua alat bukti, cokol saja, lanjutnya dalam rapat dengar pendapat di ruang rapat Komisi III di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2/2013).
Aboe mengatakan, kasus dugaan suap impor
sapi yang menjerat mantan presiden PKS sebagai
kejadian mengagetkan dan menakutkan. Proses
hukum yang berlangsung justru pada saat parpol
sedang bersiap menghadapi Pemilu 2014, membuat was-was para ketum partai lain yang diduga
terlibat kasus korupsi.
Namun demikian, tak urung dia bersyukur Luthi Hasan ditangkap sebelum masa kampanye berlangsung.
PKS bersyukur KPK memberikan kejadian
sekarang dis aat waktu masih panjang. Coba kalau
besok pas kampanye? Kita akan kerepotan, kata
dia. (Jenri)

Sindikat Penjualan Bayi Jaringan


Internasional Ditangkap Polres JakBar
Jakarta, METROPOLITAN POS,
Berawal dari laporan masyarakat ada penjualan bayi di
wilayah Jakarta Barat, kemudian Kepolisian Resor Metro
Jakarta Barat membentuk team khusus melibatkan Polwan, Unit PPA, dan Jatanras dari jajaran Kasat Reskrim
Jakarta Barat yang dipimpin lansung AKBP Hengi Haryadi SIK.MH.
Pada hari Rabu, tanggal 9 Januari 2013 jam 17.00 Wib dilakukan
penangkapan terhadap LD alias T
(48 th ibu rumah tangga) di Pesing Koneng Rt10/Rw08 Kedoya
Utara Kec. Kebon Jeruk Jakarta
Barat, berdasarkan keterangan
tersangka mendapatkan bayi dari
tersangka A (52 th ) dan M (57 th)
adalah perantara penjualan bayi,
berhasil ditanggkap di Kebon Jahe
Kel. Kapuk Cengkareng Jakarta
Barat. Bayi yang diperdagangkan
A dan M kepada LD alias T seharga Rp.7.500.000,- (tujuh juta lima
ratus ribu rupiah) hasil uang perdagangan bayi tersebut kemudian
dibagi-bagi, A menerima komisi
Rp. 1.600.000,- menerima komisi
Rp.600.000,- orang tua bayi menerima Rp. 1.400.000,-sisanya untuk pelunasan biaya persalinan di
Bidan YP di Kapuk Jakarta Barat.
Kemudian bayi tersebut diantar
kerumah LD alias T pada 2 januari di Pesing Koneng Rt10/Rw08
Kedoya Jakarta Barat.
Setelah dikembangkan lebih
lanjut ternyata LD alias T menjual
kembali bayi tersebut kepada tersangka HS alias L (62 th mantan
bidan salah satu RS Pemerintah
daerah Sunter Jakarta Utara)pada
tanggal 3 Januari. Bayi tersebut
menginap di rumah HS alias L
selama 2 hari untuk dirawat kesehatannya dan selanjutnya dira-

wat oleh tersangka E (40 th ibu


rumah tangga).Kerjasama Jual
beli bayi antara LD dengan Mantan bidan HS alias L ini sejak tahun 2010 dan sudah lebih dari 5
bayi yang dilakukan transaksi jual
bali bayi dengan mantan bidan ini
rata- rata harga yang dijual LD
alias T per bayi Rp.10 juta s/d
21 juta tergantung dari kondisi
bayi perempuan/laki-laki,putih/
hitam cakap atau tidak. Dan selanjutnya mantan bidan HS alias
L menjual bayi tersebut kepada
jaringannya di Singapura, ratarata dijual seharga Rp 30 juta
sampai 80 juta tergantung pada
kondisi bayi perempuan/ laki.
Mantan Bidan HS alias L ini telah
melakukan kegiatan perdangan
bayi Internsional dari sejak Tahun
1992. Mantan bidan ini melakukan hubungan dengan beberapa
orang ibu-ibu rumah tangga,
klinik dan dukun beranak perantaranya (calo) dalam negeri R (51
tahun dukun beranak),E (40 th
ibu rumah tangga),LSN, dan AN,
Ls (35 th ibu rumah tangga). Jumlah tersangka yang ditahan Polres
Jakarta Barat baru 7 orang, kemungkinan akan dikembangkan
lagi ( menurut Kasat Reskrim Resor Metro Jakarta Barat). Mantan
bidan HS alias L di bulan Desember 2012 telah melakukan transaksi jual beli bayi ke Singapura

Kasat Reskrim Resort Metro Jakarta Barat AKBP Hengki Haryadi SIK.MH.Dan Kabag humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Titien Wirantina.

sudah lebih dari 12 bayi yang terjual. Setelah ditelusuri Kepolisian


mengamankan 2 bayi perempuan
dan laki sekarang dititipkan di Rs
yang bekerja sama dengan Kepolisian Resor Jakarta Barat.
Desember 2012 tersangka HS
alias L akan berangkat ke Singapura bersama bayi TL dengan
tersangka LS untuk menjual bayi
dan berhasil digagalkan kepolisian Resor Jakarta Barat. Tersangka LS menggunakan Kartu
Keluarga yang keterangannya di
duga palsu untuk membantu tersangka HS alias L melancarkan
urusan pembuatan paspor dan
Akte kelahiran bayi TL yang di

dalam KK dari LS tersebut nama


Bayi TL tercantum adalah anak
kandungnya. Faktanya bayi TL
bukan anak kandung LS. Ternyata mantan bidan HS alian L yang
terlah diduga memalsukan datadata bayi tersebut. Terbukti dari
hasil sitaan Kepolisian Polres
Jakarta Barat berupa Akte Kelahiran , Paspor dan Kartu Keluarganya bahwa Dokumen tersebut
dipalsukan, dan dibuktikan pula
telah menerima uang muka dari
jaringannya di Singapura sebesar
500 Dollar Singapura untuk biaya
bayi TL selama 2 bulan mempersiapkan keberangkatan bayi TL.
(Juliostar )

Sanksi Hukum Jika Tidak Memiliki Izin


Mendirikan Bangunan
BERDASARKAN ketentuan
UU No. 28 Tahun 2002 tentang
Bangunan
Gedung(UUBG),
rumah tinggal tunggal, rumah
tinggal deret, rumah susun, dan
rumah tinggal sementara untuk
hunian termasuk dalam kategori bangunan gedung.
Setiap bangunan gedung
harus memenuhi persyaratan
administratif dan persyaratan
teknis sesuai dengan fungsi
bangunan gedung (Pasal 7 ayat
[1] UUBG). Persyaratan administratif bangunan gedung meliputi persyaratan status hak atas
tanah, status kepemilikan bangunan gedung, dan izin mendirikan bangunan (Pasal 7 ayat
[2] UUBG).
Pembangunan suatu gedung
(rumah) dapat dilaksanakan
setelah rencana teknis bangunan gedung disetujui oleh
Pemerintah Daerah dalam
bentuk izin mendirikan bangunan (Pasal 35 ayat [4] UUBG).
Memiliki IMB merupakan kewajiban dari pemilik bangunan

gedung (Pasal 40 ayat [2] huruf


b UUBG).
Pengaturan mengenai IMB
diatur lebih lanjut dalam PP No.
36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 28
Tahun 2002 tentang Bangunan
Gedung (PP 36/2005). Setiap
orang yang ingin mendirikan
bangunan gedung harus memiliki Izin Mendirikan Bangunan
yang diberikan oleh pemerintah
daerah (Pemda) melalui proses
permohonan izin (Pasal 14 ayat
[1] dan [2] PP 36/2005). Permohonan IMB kepada harus dilengkapi dengan (Pasal 15 ayat
[1] PP 36/2005):
tanda bukti status kepemilikan hak atas tanah atau tanda
bukti perjanjian pemanfaatan
tanah, data pemilik bangunan
gedung, rencana teknis bangunan gedung, hasil analisis
mengenai dampak lingkungan
bagi bangunan gedung yang
menimbulkan dampak penting
terhadap lingkungan.
Untuk wilayah DKI Jakar-

ta, mengenai IMB diatur dalam Pergub DKI Jakarta No.


85 Tahun 2006 tentang Pelayanan Penerbitan Perizinan
Bangunan(Pergub 85/2006).
Berdasarkan Pasal 3 ayat (2)
Pergub 85/2006, pemberian
IMB diterbitkan berdasarkan
Permohonan Izin Mendirikan
Bangunan-Penggunaan Bangunan yang disampaikan melalui
Seksi Dinas Kecamatan atau
Suku Dinas. Selanjutnya, IMB
diterbitkan oleh Seksi Dinas Kecamatan atau Suku Dinas atau
Dinas (Pasal 3 ayat [3] Pergub
85/2006). Dinas yang dimaksud adalah Dinas Penataan dan
Pengawasan Bangunan Provinsi
DKI Jakarta.
Bagaimana jika pemilik rumah tidak memenuhi kewajiban
persyaratan pembangunan rumah termasuk memiliki IMB?
Pemilik rumah dalam hal ini dapat dikenai sanksi administratif
dikenakan sanksi penghentian
sementara sampai dengan
diperolehnya izin mendirikan

bangunan gedung (Pasal 115


ayat [1] PP 36/2005). Pemilik
bangunan gedung yang tidak
memiliki izin mendirikan bangunan gedung dikenakan sanksi
perintah pembongkaran (Pasal
115 ayat [2] PP 36/2005). Selain sanksi administratif, pemilik bangunan juga dapat dikenakan sanksi berupa denda
paling banyak 10% dari nilai
bangunan yang sedang atau telah dibangun (Pasal 45 ayat [2]
UUBG).
Kemudian, bagaimana jika
bangunan tersebut sudah terlanjur berdiri tetapi belum
memiliki IMB? Berdasarkan
Pasal 48 ayat (3) UUBG disebutkan bahwa:
Bangunan gedung yang telah
berdiri, tetapi belum memiliki
izin mendirikan bangunan pada
saat undang-undang ini diberlakukan, untuk memperoleh
izin mendirikan bangunan harus mendapatkan sertiikat laik
fungsi berdasarkan ketentuan
undang-undang ini. (Jenri)

POLITIK & HUKUM

EDISI:
EDISI 037/THN
047 THNII/SENIN
II SENIN
24 Februari 2013

3 - 11
16 -SEPTEMBER
2012

Fuad: Usut Kebocoran Pajak


SBY, Jangan Asal Tuding
JAKARTA, METROPOLITAN POS - Dari Jeddah, Presiden
SBY menuding Fuad Bawazier dan kawan-kawan sebagai
pelapor dugaan penggelapan pajak keluarga Presiden.
Tudingan pun berbantah.
Karena juga (Presiden) sedang di luar negeri, mungkin informasinya kurang lengkap. KW-4
lah, kata Fuad Bawazier, Kamis
(7/2/2013) petang. Fuad membantah dia melaporkan kasus
pajak keluarga Presiden, tidak
juga Adhie Massardi dan kawankawannya yang lain.
Kalau memang ada laporan ke
KPK, imbuh Fuad, pasti bisa dilacak. Karena mekanisme di KPK
mensyaratkan laporan tercatat
dan ada tanda terimanya. Menurut Fuad, yang terjadi adalah para
aktivis ini duduk-duduk di tangga
KPK, mengulas berita pajak yang
sudah dimuat di sebuah media
massa.
Lagi pula ngapain lapor ke
KPK? Pajak itu domainnya Ditjen
Pajak, bukan KPK, ujar Fuad. Belum lagi faktanya persoalan itu
sudah bocor ke media massa.Apa
perlunya pula ada laporan ke
KPK?.
Bagi Fuad, seharusnya sekarang

fokus Presiden dan para pembantunya adalahmengusut sumber


kebocoran data pajak. Sekarang
yang penting adalah mencegah
agar laporan pajak jangan sampai
bocor. Kebocoran SPt Pajak SBY
ini harus diusut tuntas agar ketahuan siapa biangnya, jangan asal
tuding, kat kata dia.
Presiden SBY sebut Fuad dkk
dalangnya
Presiden SBY mengaku prihatin dituduh tidak membayar
pajak. Saya telah memenuhi
kewajiban saya dengan sebenarbenarnya untuk bayar pajak, ujar
SBY di Jeddah, Arab Saudi, Senin
(4/2/2013) malam.
Saya prihatin, dengan harta
yang jumlahnya tidak spektakuler, dianggap tidak taat pajak. Ada
yang triliunan, ratusan miliar,
tidak beres bayar pajak kadangkadang luput dari perhatian. Ini
ketidakadilan, papar SBY.
SBY mengaku sudah mend-

Presiden SBY

engar ada yang melapor ke KPK


terkait dugaan tak taat bayar pajak yang dituduhkan kepadanya.
Disebut ada Fuad Bawazier,
Adhie Massardi, Ratna Sarumpaet, kata SBY.
Di dalam jumpa pers itu, secara
khusus, Presiden SBY menyoroti
Fuad Bawazier. Ia menyebutkan
sejak enam tahun lalu dia sempat

Fuad Bawazier

akan mengangkat Fuad sebagai


menteri.
Tapi, di saat terakhir, saya dapat data dari KPK kalau diangkat
nanti akan jadi masalah besar.
Jadi, saya menyelamatkan beliau.
Berhentilah dalam menuduh dan
curiga. Pandai-pandailah berintrospeksi. Junjunglah kebenaran,
ungkap SBY. (Jenri/Hotdiman)

Ditinggal Nining, 1.680 Tenaga Ahli & Aspri


DPR RI Belum Gajian

Gedung DPR RI

Jakarta,
METROPOLITAN
POS - Pertama kali terjadi, sistem
penggajian di DPR RI tiba-tiba
tidak berjalan. Hingga tanggal 6
(hari ini, red), 1.680 Pegawai di
DPR RI yang terdiri atas Tenaga
Ahli (TA) dan Aspri anggota DPR,
sama sekali belum menerima gaji
yang seharusnya sudah diterima
tanggal 1. Mandegnya sistem
penggajian ini diduga disebabkan
oleh pergantian pejabat di lingkungan Sekretariat DPR RI yang
berlangsung belum lama ini.
Seperti diketahui, per tanggal 23 Januari 2013, Nining Indra Saleh tidak lagi menyandang
jabatan Sekjen DPR RI karena
yang bersangkutan akan menjadi
Caleg (Calon Legislatif) dari Partai Nasdem. Ketua DPR RI Marzuki Alie pun sudah menunjuk Plt
pengganti Nining, yakni Winan-

tuningtyastiti Suwasanani untuk


menjalankan fungsi Kesekjenan.
Teman-teman sudah mendatangi Kesekjenan, dan mendapati
kenyataan pahit. Hingga hari ini
belum ada gaji masuk ke rekening masing-masing TA/Aspri. Ketika dikonirmasi, petugas bagian
keuangan tidak bisa memberikan
kepastian. Namun informasi yang
kami terima, kemungkinan uang
gaji baru masuk ke rekening sekitar tanggal 10 atau bahkan bisa
pada tengah bulan pada tanggal
15 Februari mendatang, ujar
Saputra, salah satu Tenaga Ahli
DPR RI kepada detikcom, Rabu
(6/2/2013).
Saputra menambahkan, pembayaran gaji ini tentu sangat urgen
karena hampir dua bulan belakngan, tidak ada gaji yang masuk ke
rekening mereka.

Ada yang aneh pada Bulan


Desember 2012 silam, dimana
gaji bulan Januari ternyata sudah diberikan pada pertengahan
Desember. Sehingga kalau dihitung, rekan-rekan Tenaga Ahli
dan Aspri sudah 2 bulan bekerja
tapi belum ada gaji masuk hingga
hari ini,ujarnya.
Kami belum pernah melihat
kejadian macem ini. Saya menduga, ini terkait dengan ketidaksiapan Plt pengganti Ibu Nining
yang sekarang sudah di Nasdem.
Akibat administrasi yang amburadul, gaji kami semua terlantar!
ujar Saputra geram.
Pendapat senada disampaikan Tenaga Ahli yang sehari-hari
mendampingi anggota di Komisi
BUMN. Mestinya ini tidak boleh
terjadi. Tenaga Ahli dan Aspri itu
sudah memiliki cash

low yang teratur dan memiliki


rutinitas pembelanjaan. Apabila
terlambat dan dikabarkan hingga
15 hari keterlambatan, ini akan
menjadi preseden buruk bagi
Kesekjenan, ujar Mustofa.
Menurutnya, sebagian TA dan
Aspri selama dua hari terakhir
sudah mengadakan pertemuan,
dan akan mengadakan aksi ke
Kesekjenan dalam waktu dekat
apabila gaji tidak segera turun.
Ya. Akan ada aksi satu dua
hari ini. Saya dengar mereka sudah berkumpul di lantai 20 dan
saya juga mendapatkan undangan
untuk berangkat ke kantor Sekjen
DPR, mungkin Kamis ini, tambahnya.
Salahsatu Tenaga Ahli dari Partai besar yang meminta namanya
disembunyikan mengaku, di MPR
RI keterlambatan gaji ternyata
bukan kali ini saja terjadi. Pernah
gaji baru diterima pada tanggal
10 per bulannya, sehingga sempat
menimbulkan gejolak.
Seharusnya Kesekjenan menghormati Tenaga Ahli terutama dalam hal sistem penggajian. Gaji
harus disampaikan tepat waktu,
karena pekerjaan mereka tidak
kalah beratnya dari anggota DPR.
Mereka kan minimal S2, dan banyak yang sudah Doktor. Hanya
saja mereka bukan anggota saja.
Berat pekerjaannya kadang melebihi anggota,ujarnya.
Yang menyedihkan, selain gajinya terlantar seperti sekarang,
semua Tenaga Ahli maupun Aspri
di DPR RI tersebut sama sekali
tidak pernah mendapatkan tunjangan Hari Raya atau yang sering
disebut Gaji ke 13.
Ya kenyataannya seperti itu.
Saya berharap, kejadian seperti
ini tidak terulang. Sehingga kami
bekerja tidak dihantui ketidakpastian, tambahnya. (Peris)

LINTAS BERITA

SBY Yakin Anas Bakal


Tersangka
JAKARTA, METROPOLITAN POS - Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina
Partai Demokrat meminta Ketua Umum DPP Partai
Demokrat Anas Urbaningrum untuk fokus pada kasus
dugaan hukum yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pernyataan Yudhoyono ini
seolah mendahului proses hukum di KPK. Pasalnya,
lembaga antikorupsi itu belum menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka.
Lantas, mengapa Yudyohono nekat mengatakan
demikian? Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai, Yudhoyono
berani menyatakan demikian karena dia memiliki
keyakinan kalau Anas bakal menjadi tersangka KPK
dalam waktu dekat.
SBY begitu pede melakukan take over (mengambil alih), memimpin penyelamatan Demokrat, karena
dia yakin Anas sebentar lagi menjadi masalah, kata
Burhanuddin, Sabtu (9/2/2013). Pernyataan Yudhoyono yang meminta Anas fokus pada proses hukum
di KPK tersebut, menurut Burhanuddin, sekaligus
menunjukkan kalau kewenangan Anas sudah diambil
alih sepenuhnya oleh Yudhoyono.
Anas, kata Burhanuddin, tidak lagi menjadi Ketua
Umum Partai Demokrat secara de facto. SBY sudah
menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrat secara
de facto meskipun secara de jure tetap Anas Urbaningrum, ujar dia.
Burhanuddin juga memperkirakan pengambilalihan wewenang Ketua Umum oleh Yudhoyono ini,
belum tentu berdampak baik bagi soliditas internal
Partai Demokrat ke depan. Menurut dia, bisa saja
kubu Anas melakukan perlawanan yang dampaknya
justru akan menciptakan drama politik lebih panas di
internal partai.
Kalau kubu Anas melakukan perlawanan terbuka, bisa jadi perang Baratayudha. Kita tunggu, lihat
saja dulu reaksinya. Kalu misalnya langkah itu diterima tanpa perlawanan (kubu Anas), tentu internal
Demokrat akan lebih kondusif, ungkap Burhanuddin.
Seperti diberitakan sebelumnya, rapat Majelis
Tinggi Partai Demokrat yang digelar di Puri Cikeas
Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/2/2013) malam memutuskan delapan poin penyelamatan Partai Demokrat.
Salah satunya, Yudhoyono mengambil alih seluruh
kendali Partai Demokrat. Dia pun meminta Anas
fokus menghadapi kasus dugaan hukum yang ditangani KPK.
Ketua Umum Partai Demokrat Saudara Anas Urbaningrum tetap menjadi Ketua Umum dan Wakil
Ketua Majelis Tinggi. Sementara saya memimpin
penataan, pembersihan, dan penertiban. Saya beri
kesempatan untuk memfokuskan diri pada masalah
dugaan hukum yang sedang ditangani KPK, dengan
harapan keadilan benar-benar tegak dan tim hukum
Partai Demokrat siap memberi bantuan hukum, tutur Yudoyono. Sebelumnya, Yudhoyono juga menyinggung KPK agar segera memperjelas status hukum
kader Demokrat, termasuk Anas. (Jenri)

Anas Urbaningrum:
Tidak Ada Penonaktifan
Jakarta, METROPOLITAN POS Setelah
sempat bungkam di hadapan media, Ketua
Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum akhirnya berbicara soal polemik di tubuh partainya.
Menurut Anas, tak tepat kata nonaktif digunakan untuk menggambarkan kondisinya saat ini.
Bukan dinonaktikan sebagai ketua umum,
tidak ada penonaktifan, ujar Anas kepada wartawan saat ditemui hendak keluar dari kediamannya di Jalan Teluk Langsa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (9/2/2013) pagi.
Anas mengatakan, mekanisme yang dilaksanakan Partai Demokrat kali ini telah sesuai
dengan hierarki dan konstitusi partai. Oleh sebab itu, Anas menganggap sah-sah saja Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat mengambil alih
kepemimpinan partai tersebut.
Sesuai dengan hierarki dan konstitusi partai. Jadi pegangannya adalah konstitusi partai,
ujarnya.
Kepada wartawan, Anas tidak bicara banyak
tentang masa depannya di partai bentukan SBY
tersebut. Setelah wawancara singkat dari dalam
mobil Nissan Elgrand bernomor polisi B 1683
NKP, Anas menutup kaca mobil dan melaju pergi. Sudah ya, saya jalan dulu. Hari ini saya mau
ke Banten, ada kegiatan di DPC Lebak, Banten,
katanya.
Pada Jumat (8/2/2013) malam, Ketua Majelis
Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono
menyatakan mengambil alih kepemimpinan partai
tersebut. SBY juga meminta agar Anas fokus pada
kasus hukum yang saat ini tengah ditangani Komisi
Pemberantasan Korupsi.(Hotdiman)

PENDIDIKAN & IPTEK

 EDISI:
EDISI 037/THN
047 THNII/SENIN
II SENIN
24 Februari 2013
3 -11
16-SEPTEMBER
2012

LINTAS BERITA

UI Gratiskan Uang
Pangkal Mahasiswa S-1

Sugianto, Kepsek SMP Negeri 1 Bukit Senang Karimun

Guru Profesional
Tingkatkan Mutu Pendidikan
Karimun, METROPOLITAN POS,
Sugianto, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bukit Senang
Karimun akan mendorong guru profesional guna meningkatkan mutu pendidikan siswa siswi. Pendidikan
yang bermutu sangat membutuhkan tenaga pengajar
khususnya guru yang profesional, tenaga pengajar yang
mempunyai peran yang sangat strategis dalam bentuk
pengetahuan, keterampilan dan karakter peserta didik.
Oleh karena itu tenaga kependidikan yang profesional
akan melaksanakan tugasnya secara profesional, sehingga menghasilkan tamatan yang bermutu.

Universitas Indonesia

Depok, METROPOLITAN POS, Universitas


Indonesia membebaskan uang pangkal bagi
para mahasiswa baru S-1 reguler tahun akademik 2013/2014. Untuk itu, pada 2013, seluruh
mahasiswa baru program S-1 reguler tanpa
terkecuali hanya akan dikenai uang kuliah
atau biaya operasional pendidikan berkeadilan
(BOP-B).
Ketut Surajaya, Sekretaris UI, dalam siaran
persnya, Minggu (3/2/2013), menjelaskan,
BOP-B di UI ditetapkan sebesar Rp 100.000
sampai dengan maksimal Rp 5 juta per semester untuk jurusan ilmu pengetahuan sosial
(IPS). Adapun jurisan ilmu pengetahuan alam
(IPA) ditetapkan Rp 100.000 sampai dengan
maksimal Rp 7,5 juta per semester.
Menurut Ketut, rentang biaya BOP-B tersebut disesuaikan dengan kemampuan dan tanggungan inansial orangtua/wali mahasiswa.
Pembebasan uang pangkal bagi mahasiswa S-1
reguler dimungkinkan karena kebijakan UI untuk mengalokasikan beban biaya uang pangkal
dari anggaran bantuan operasional perguruan
tinggi negeri (BOPTN) yang diperoleh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ujar
Ketut.
Dengan demikian, uang pangkal program S-1
reguler tidak lagi dibebankan kepada orangtua/wali mahasiswa. Ketut menambahkan,
kebijakan tersebut sebagai salah satu bentuk
komitmen dan upaya UI dalam pemerataan kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa
dari berbagai lapisan masyarakat untuk dapat
berkuliah di UI dengan kemampuan akademik
(bukan kemampuan ekonomi).
Program pendidikan S-1 reguler UI terbuka
bagi lulusan SMA/sederajat tahun kelulusan
2013, 2012, dan 2011. S-1 reguler UI menawarkan 56 pilihan program studi (prodi)
yang terdiri atas 25 prodi IPA dan 31 prodi IPS
yang dapat ditempuh melalui tiga seleksi, yaitu
seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri
(SNMPTN), seleksi bersama masuk perguruan
tinggi negeri (SBMPTN), dan seleksi masuk UI
(simak UI).
BOPTN merupakan bantuan operasional
dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
bagi perguruan tinggi negeri untuk mendorong
peningkatan kualitas perguruan tinggi.
Anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk pelaksanaan penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat, biaya pemeliharaan pengadaaan, penambahan bahan praktikum/kuliah, pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan,
pembiayaan langganan daya dan jasa, honor
dosen nonpegawai negeri sipil, serta kegiatan
lain yang menjadi prioritas perguruan tinggi
masing-masing. (Yasir).

Menjadi tenaga pengajar yang


profesional tidak akan terwujud
begitu saja, tanpa adanya upaya
untuk meningkatkannya. Salah
satu cara untuk mewujudkan
pengembangan profesionalisme
ini membutuhkan dukungan dari
pihak yang mempunyai peran
penting dalam hal ini Kepala
Sekolah, orang tua murid dan
komite sekolah. Kepala Sekolah pemimpin pendidikan yang
sangat penting karena Kepala
Sekolah berhubungan langsung
dengan pelaksana program pendidikan disekolah. Mutu pendidikan tercapai apabila masukan,
proses, keluaran, sarana prasarana serta biaya, apabila seluruh
komponen tersebut memenuhi

syarat tertentu. Namun dari beberapa komponen tersebut yang


lebih banyak berperan adalah
tenaga kependidikan yang bermutu yaitu mampu menjawab
tantangan-tantangan dengan cepat dan bertanggung jawab.
Tenaga kependidikan pada
masa depan akan semakin kompleks, sehingga menuntut tenaga
kependidikan untuk senantiasa
melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian penguasaan
kompetensi. Sejalan dengan tantangan kehidupan global, pendidikan merupakan hal yang sangat
penting karena pendidikan salah
satu penentu mutu sumber Daya
Manusia(SDM). Dewasa ini keunggulan satu bangsa tidak lagi

ditandai melimpahnya kekayaan


alam, melainkan pada keunggulan Sumber Daya Manusianya.
Mutu Sumber Daya Manusia
berkolerasi positif dengan mutu
pendidikan sering di indikasikan
dengan kondisi yang baik. Upaya
perbaikan mutu pendidikan terus
ditingkatkan oleh Kepala Sekolah
SMP Negari 1 Karimun. Sugianto,
Kepala Sekolah SMP Negeri 1
Karimun, mengakui, untuk membantu guru dan murid, sebagai
Kepala sekolah, saya harus dapat
memahami, mengatasi dan memperbaiki kekurangan-kekurangan
yang terjadi dilingkungan sekolah. Terkait hal ini, Sugianto,
Kepala sekolah di SMP Negeri 1
Karimun, sejak sekolah tersebut
dipimpinnya, sekarang sekolah
ini banyak sekali peningkatannya,
baik segi mutu dan kwalitas pendidikan, ketertiban dan peningkatan sarana prasarana, seperti penambahan ruangan kelas, ungkap
sumber, disekolah tersebut.
Menurut, Kepala sekolah SMP
Negeri 1 Karimun, kepada Metropolitan Pos, diruang kerjanya
mengatakan, untuk meningkatkan
kwalitas profesionalisme guru,
harus berusaha agar nasehat, saran berbagai pihak sangat diper-

lukan dan jika perlu perintahnya


di ikuti oleh guru-guru. Dengan
hal tersebut sekolah mengadakan
perubahan-perubahan dalam cara
berikir, sikap, tingkah laku yang
dipimpinnya, agar guru-guru dapat berkembang menjadi yang profesional. Kepala sekolah selama
ini, melakukan pengelolaan dan
pembinaan sekolah melalui kegiatan, menajemen, administrasi,
kepemimpinan, secara maksimal,
dalam mewujudkan hubungan
manusiawi (human relationship).
Hubungan yang harmonis
dalam rangka membina dan
mengembangkan
kerjasama
antara personal, agar secara
serempak bergerak kearah pencapaian tujan melalui kesediaan
melaksanakan tugas masingmasing secara epesien dan
efektif. Segala penyelenggaraan
pendidikan yang terjadi disekolah ini semua mengarah kepada
usaha meningkatkan mutu pendidikan yang sangat dipengaruhi oleh guru dalam melaksanakan tugasnya secara profesional.
untuk itu saya terus melakukan
supervisi sekolah yang memungkinkan kegiatan operasional itu
berlangsung dengan baik.ungkap
Sugianto. (Rahotan).

Tak Mau Terlambat, Kemdikbud Urus Tunjangan Guru


Jakarta, METROPOLITAN
POS, Mulai tahun ini sebanyak
Rp 7,6 triliun tunjangan guru
sepenuhnya disalurkan melalui pemerintah pusat. Pada tahun lalu, sebanyak Rp 5,7 triliun tunjangan guru disalurkan
melalui dekonsentrasi.
Tunjangan itu meliputi tunjangan fungsional nonpns,
tunjangan profesi, tunjangan
khusus bagi guru di daerah
terpencil dan tertinggal, dan

tunjangan kualiikasi bagi guru


yang melanjutkan ke DIV atau
S1.
Hal tersebut disampaikan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh di Kemdikbud Kamis
(6/2). Alasan ditariknya anggaran fungsional ke pusat supaya
efektif. Tahun lalu penyalurannya sering terlambat. Oleh karena itu, (sekarang) dikelola ke
pusat supaya lebih efektif, kata

Nuh.
Nuh mengatakan anggaran tersebut dialokasikan bagi
629.044 guru dan jumlahnya
semakin meningkat dibandingkan dengan tahun lalu yakni
610.685 guru. Dari anggaran
tersebut, sebagian anggaran digunakan untuk tunjangan fungsional guru nonpns daerah atau
guru swasta dan yang belum
mendapatkan tunjangan profesi
karena belum sertiikasi, jelas

Nuh.
Nuh menyebutkan pada
tahun ini sebanyak 321 ribu
guru akan menerima tunjangan fungsional tersebut.
Jumlah ini berkurang dari
tahun lalu sebanyak 339.573
guru. Penurunan jumlah
penerima tunjangan ini karena sebagian guru swasta telah mendapatkan tunjangan
sertifikasi, ujar Nuh. (Yasir/
Hotdiman)

Gelar Pejabat Kebanyakan Layak Diperiksa

Laporkan Penjual dan Pembeli Ijazah Palsu


Jakarta, METROPOLITAN
POS, Gelar Pejabat Negara kebanyakan layak diperiksa dan
di uji dari mana ijasah tersebut
di beli tanpa di uji kemampuannya. Tidak ada toleransi bagi
penyedia jasa pembuatan dan
pembeli ijazah palsu. Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan
Mohammad Nuh menegaskan,
sanksi pidana berat dan denda
mengancam keduanya karena
telah memalsukan dokumen
negara. Masyarakat diminta
bekerja sama untuk melaporkan jika menemui tindak pemalsuan ijazah.
Kalau memang menemukan hal semacam itu, laporkan
ke pihak berwajib atau bisa

juga ke Kemdikbud, kata Nuh


saat dijumpai seusai rapat kerja dengan DPR RI di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Jakarta,
Kamis (7/2).
Dua-duanya kena pokoknya,
dan harus diberi hukuman paling berat. Ini sudah tidak benar, ungkap Nuh.
Kasus ijazah palsu ini sebenarnya bukan barang baru lagi.
Namun, gaungnya perlahan tak
terdengar. Siapa sangka jika diam-diam perusahaan yang menawarkan ijazah palsu masih
terus mencari pelanggan dan
mengobral jasanya seperti
yang dilakukan PT Mitra Consultant melalui dunia maya.
Sulitnya mendapat kerja

atau kemalasan menempuh


pendidikan tinggi melalui jalur
yang seharusnya membuat
orang menghalalkan pemalsuan ijazah kelulusan dari universitas ternama dengan indeks prestasi kumulatif (IPK)
yang memuaskan.
Ini kan sebenarnya bukan
yang pertama. Sempat ada
perdebatan panjang mengenai
hukuman bagi pembuat dan
pengguna ijazah palsu ini, tutur Nuh.
Tapi melihat efek yang ditimbulkan dari ijazah palsu
tersebut sangat buruk, hukumannya tidak cukup hanya
denda, tapi harus dihukum pidana, ia menegaskan.

Seperti diketahui, PT Mitra


Consultant yang memiliki situs ptmitraonlineijazah.com
terang-terangan menawarkan
jasa pembuatan ijazah dari
berbagai perguruan tinggi
(Baca: Terang-terangan Jual
Ijazah Palsu di Internet (1)).
Tidak hanya dari berbagai universitas, perusahaan ini juga
bersedia membuat ijazah dari
semua jenjang, baik D-3 hingga
S-3. Tak tanggung-tanggung,
mereka juga melayani pelanggan yang ingin memiliki ijazah
tidak dari jurusannya, misalnya lulusan jurusan keperawatan berpindah menjadi lulusan
jurusan kedokteran.
(Hotdiman).

POLITIK & HUKUM


EDISI 047
THNII/SENIN
II SENIN
24 Februari 2013
EDISI:
037/THN
3 -11
16- SEPTEMBER
2012

Efek Jera Hukum Koruptor Tidak Jelas

LINTAS BERITA

Belum Ada Hakim Vonis Pecat


Pejabat Publik Koruptor

BNN: Masyarakat Tanam


Khat Akan Dipidana

Jakarta, METROPOLITAN POS, Mahkamah Agung mengakui belum ada Hakim yang menjatuhkan vonis tambahan dengan pemecatan Pejabat Publik yang melakukan korupsi. Hal ini dikatakan Kepala Biro Hukum dan
Humas Mahkamah Agung (MA), Ridwan Mansyur di Jakarta, Senin (4/2/).
Ada kalanya terdakwa korupsi
masih bebas menduduki jabatan
publik yang diembannya. Secara
hukum Kitab Undang-Undang
Hukum Pidana memberikan peluang agar Hakim melengserkan pejabat negara yang korup
tersebut bila sudah divonis bersalah.
Selama ini Hakim hanya membuat hukuman tambahan dengan
ketentuan menyita aset kekayaan terdakwa. Penyitaan aset
ini dilarang melebihi nilai kerugian negara. Hukuman tambahan
ini diakui oleh pasal 10 huruf b
Kitab Undang-Undang Hukum
Pidana.
Hakim hanya membuat hukuman tambahan berupa perampasan aset karena ada kerugian

negara. Di luar itu belum ada, papar Ridwan.


Mahkamah Agung menilai Hakim tidak perlu takut membuat
terobosan hukum. Hakim harus
berani menjatuhkan hukuman
sesuai rasa keadilan sepanjang
dimungkinkan oleh peraturan
yang ada.
Kalau memang ada Hakim
yang mau melakukan terobosan
seperti itu bisa saja. Silakan saja.
Nanti kan akan diuji oleh Pengadilan Tinggi atau Mahkamah Agung
apakah putusan itu merupakan
terobosan hukum yang tepat atau
tindakan unprofesional, jelas
mantan Ketua Pengadilan Negeri
(KPN) Batam ini.
Selama ini, proses pelengseran
pejabat pasca divonis hakim koru-

Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA), Ridwan Mansyur

psi tergantung prosedur yang diatur oleh Undang-Undang terkait.


Seperti kepala daerah diatur oleh
Undang-Undang Pemerintahan
Daerah dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil yang korupsi diatur oleh Undang-Undang
Kepegawaian.
Tapi kalau ada Hakim yang

membuat terobosan dalam putusannya, yaitu terdakwa langsung


diberhentikan seketika usai putusan berkekuatan hukum tetap,
tentu akan kita pelajari, apakah
putusan itu terobosan hukum
yang tepat atau tidak, ujar Hakim
yang pernah bertugas Pengadilan
Tinggi DKI Jakarta. (Jenri).

Hakim Nakal Harus Dipecat dan Dipidana

Pemecatan Hakim Puji Menunggu Hasil Sidang Pidana Selesai


Jakarta,
METROPOLITAN
POS, Hakim Nakal harus dipecat
dan dipidana karena tidak jujur,
hal inilah, sikap Komisi Yudisial
(KY) melunak terkait usulan pemecatan hakim Puji Wijayanto
yang tertangkap pesta narkotika di Hayam Wuruk, Jakarta.
KY menarik rekomendasi sidang
etik Majelis Kehormatan Hakim
(MKH) hakim Pengadilan Negeri
(PN) Bekasi.
Hal itu diungkapkan juru bicara KY, Asep Rahmat Fajar dalam pesan singkatnya kepada

wartawan, Rabu (6/2/2013). KY


menerima pertimbangan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan hakim Puji akan otomatis
dipecat usai vonis pengadilan.
KY memahami alasan MA
bahwa hakim Puji tidak perlu
di MKH karena otomatis akan
diberhentikan tetap apabila telah ada putusan pidana yang
berkekuatan hukum tetap. Dengan demikian KY akan menarik
kembali rekomendasi tersebut,
kata Asep.
Namun, apabila hakim Puji

lolos dari jeratan hukuman pi-

Hakim PN BEKASI Puji Wijayanto

dana, KY tetap akan mengusulkan sidang MKH terhadap hakim


Puji.
Namun apabila di kemudian
hari hakim Puji tidak dipidana,
maka rekomendasi sanksi dari
KY bisa kembali di usulkan, ungkapnya.
Dengan kata lain, lanjut Asep,
maka sanksi hakim Puji akan
diserahkan penuh kepada pihak
pengadilan negeri. KY Berharap
agar hakim Puji dihukum sesuai
UU yang berlaku. (Jenri)

Dubes Saudi Arabia Beri Bantuan

Rp750.000.000,-Untuk Penyelesaian
Pembangunan Masjid Nurul Amal
Karawang, METROPOLITAN POS,
Sejak dibangun 3 (tiga) tahun
yang lalu akhirnya masjid Nurul Amal
yang beralamat di Desa kutajaya kecamatan kutawaluya kab. Karawang,
mendapat bantuan dari Duta besar
(Dubes), Saudi Arabia, His Excellency
Mr. Musthafa Bin Ibrahim Al.Mubarak
dan Atase Agama Kedubes Saudi
di Jakarta Syeihkh Dr. Ibrahim S.
Al.Nughaimsih secara langsung kepada ketua panitia H.Mamun. Jumat
(8/2).
Dalam sambutannya Ketua panitia H. Mamun, mengatakan bahwa
pembangunan masjid Nurul Amal
dibangun sejak tahun 2010 hingga
saat ini, semoga dengan kedatangan
rombongan dari Dubes Saudi Arabia
ini dapat membantu dalam penyelesaian masjid Nurul Amal, kami selaku
panitia sudah mengajukan proposal
permohonan bantuan dana untuk penyelesaian dan saya sampaikan juga
sebagai panitia pembangunan masjid
Nurul Amal sudah menghabiskan
dana sebesar Rp.600.000.000,- hasil

dari sewadaya masyarakat sekitar.

Arabia yang telah membantu dalam

pungkasnya
Camat Kutawaluya Baim Suherman dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Dubes Saudi

penyelesaian pembangunan masjid


Nurul Amal ini, semoga amal baik
babak-bapak diterima oleh ALLAH
SWT. Ucapnya

Dubes Saudi Arabia His Excellency


Mr. Musthafa Bin Ibrahim Al.Mubarak
mengatakan sebagaimana yang disampaikan oleh panitia masjid Nurul
Amal melalui proposal yang dikirimkan kepada kami, maka itu kami datang kesini untuk menindaklanjuti
permintaan panitia untuk penyelesaian pembangunan masjid Nurul Amal,
dengan memberikan bantuan sebesar Rp.750.000.000,- semoga uang
ini dapat membantu menyelesaikan
masjid Nurul Amal, ruang kelas belajar dan kamar mandi. Namun kami
tidak hanya datang hari ini saja, nanti
6 Habulan kedepan kami akan datang
kembali untuk melihat hasil pembangunan masjid Nurul Amal, bilamana
sesuai dengan anggaran yang diberikan maka kami akan memberikan lagi
bantuan untuk kelanjutan pembangunan yang lainnya, saya harapkan
kepada panitia masjid Nurul Amal
harus bersungguh-sungguh dalam
memanfaatkan bantuan ini dan selalu
berkoordinasi dengan pihak-pihak
kami. Pungkasnya.(Andri)

Irjen Pol Benny Josua Mamoto

Bogor , METROPOLITAN POS - Deputi Pemberantasan BNN, Benny Josua Mamoto, menegaskan bahwa masyarakat yang masih menanam khat akan dipidana, karena tanaman yang
dilarang itu mengandung zat adiktif (candu)
yang membahayakan.
Terhitung sejak dimusnahkan, tanaman
ini dilarang untuk ditanam, dibudidayakan
ataupun diperjualbelikan. Jika masih ada yang
menanam akan dipidana, katanya di sela-sela
pemusnahan tanaman Khat oleh BNN bersama
Pemerintah Kabupaten Bogor dan warga pemilik Tanaman Khat di Cibereum, Cisarua, Kabupaten Bogor, Kamis.
Benny mengatakan, pidana bagi mereka yang
kedapatan menanam serta memperbanyak dan
memperjualbelikan tanaman tersebut adalah
penjara maksimal lima tahun.
Oleh karena itu, lanjut Benny, masyarakat diimbau untuk tidak lagi menanam tanaman Khat
yang secara laboratorium teruji mengandung
Cathinone yakni narkoba golongan I.
Untuk menghindari adanya penanaman ilegal
secara tersembunyi, pihaknya akan menunjuk
perwakilan warga untuk menjadi pengawas di
kawasan bekas tanaman Khat dibudidayakan.
Kita juga berkoordinasi dengan Pemda, kepolisian setempat dalam hal pengawasan tersebut, ujarnya.
Benny mengatakan, secara uji laboratorium
tanaman Khat yang banyak ditanam oleh warga
Cisarua terbukti mengandung unsur Cathinone.
Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun
2009 tentang Narkotika, lembaran 1 nomor 35,
isi zat cathinone, golongan I.
Siapapun yang menanamnya akan dikenai
Pasal 111, ancaman hukuman 4-5 tahun penjara, katanya.
Benny menambahkan, tanaman serupa juga
ditemukan di daerah Banyumas, Jawa Tengah,
karena itu pihaknya akan segera melakukan pemusnahan dan sosialisasi larangan penanaman
tersebut.
Pihaknya juga akan menelusuri apakah ada
pemasok yang sengaja menanam di Indonesia.
Sementara itu, salah satu warga yang memiliki kebun Khat, Nanang mengaku bersedia untuk memusnahkan tanaman Khat miliknya dan
berjanji tidak akan menanam kembali.
Awalnya kita tidak tahu kalau tanaman ini
dilarang. Tahunya setelah kasus Rafi itu, baru
kami kaget, katanya.
Nanang sudah sejak 2005 menanam tanaman Khat di belakang rumahnya. Menurutnya,
tanaman tersebut banyak dibeli oleh turis-turis
Timur Tengah yang banyak berwisata di Puncak.
Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman
yang didampingi Sekretaris Daerah Nurhayanti
mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten
Bogor akan menyosialisasikan larangan penanaman Khat tersebut kepada masyarakat di seluruh wilayahnya.
Ke depan jangan ada lagi penduduk atau
warga yang menanam tanaman ini, karena
jika kedapatan akan ditindak pidana, katanya.
(Jenri/Hotdiman)

INVESTIGASI

EDISI:
EDISI 037/THN
047 THNII/SENIN
II SENIN
24 Februari 2013
3 -11
16-SEPTEMBER
2012

LINTAS BERITA

Kepsek MPN 3
Kab. Bogor Pungli
Siswa Perlu Diperiksa
Polisi
Bogor, METROPOLITAN POS, Kepsek
MPN 3 Kab. Bogor Pungli Siswa Perlu Diperiksa Polisi, korupsi dan penyelewengan oleh
oknum Kepsek dan wakil kepsek SMP Negeri
3 Ciangsana Kec. Gunug Putri , Kab. Bogor.
Kepsek dan Wakil Kepsek, t elah mengkorup uang DAK untuk bangunan sekolah,
uang BOS dan uang Koperasi. Pungli terhadap siswa kelas satu dan tiga. Bendahara
dan Staff TU Keluarga mereka, sgh SMPN 3
seperti sekolah swasta (yayasan ). Guru dan
siswa sering diancam oleh Kepsek. Guru-guru SMPN 3 Caingsana kepada ibu Aryuningsi, ibu Ani Yulia Astuti , pak Dadi Aryadi, ibu
Ketut Dia, Pak Sawal, Ibu Endang, Ibu Herni
dan walimurid kelas 1, yang dimintai pungutan liar terus selama semester ini.
Siswa baru lewat jalur belakang sebesar
Rp3,5 juta sampai Rp5 juta tidak jelas pertanggungjawabannya, pungutan liar awal tahun sebesar Rp 1,5 juta, juga tidak jelas pertanggungjawabannya, Uang seragam loker
habis, padahal loker yang direncanakan 24
rombel, realisasi hanya 8 rombel 10.ada 3
bangunan baru yang gelap, panas dan ada
bau gorengan karena dibelakangnya ada
kantin sgh banyak asap yang menggangu kenyamanan belajar dan mengajar 11. Kepala
sekolah otoriter, sering mangancam guru
dan sombong tidak mauu mendengarkan aspirasi guru dan siswa. 12. Masih banyak kecurangan dan korupsi yang dilakukan oleh
oknum kepala sekolah dan wakilnya. Ketika
dikonirmasi Kepsek SMPN 3 Ciangsana
Kec. Gunug Putri , Kab. Bogor, belum bisa
meberikan penjelasan. (Hotdiman).

Proyek Abal-Abal Dinas


Pendidikan
Kab. Majalengka
Harus Diusut
Majalengka, METROPOLITAN POS,
Proyek abal -abal Dinas Pendidikan Kab.
Majalengka harus di usut penyidik. Hal ini
banyak dipertanyakan berbagai LSM dan
masyarakat, mengenai proyek rehan dan
RKB di berbagai sekolah SMPN di kabupaten
Majalengka.
Beberapa proyek rehab seperti di SMPN
2 Palasa, SMPN 3 Jatiwangi, SMPN 3 Lemah
Sugih dan SMPN 2 Majalengka. Sedangkan
RKB di SMPN 6 Majalengka, SMPN 4 Jatiwangi, SMPN 4 Sumberjaya, SMPN 1 Palasa.
Dan Lab IPA, ada di SMPN 2 Jatitujuh, SMPN
1-11 Kadipaten, serta perpustakaan ada di
SMPN 3 Kasokandel Kab, Majalengka.
Menurut beberapa Kepala Sekolah, yang
tidak mau disebut namanya, sebut saja
Jomblo, mengatakan bahwa untuk mendapatkan proyek rehab atau RKB serta Lab IPA
dan gedung perpustakaan diminta Kabid
sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah).
Sementara itu di ruang kerjanya Ade Sukardi sebagai Kabid Dinas Pendidikan Kab.
Majalengka membenarkan adanya proyek
tersebut. Menurutnya bahwa proyek tersebut anggarannya dari APBN-Perubahan
2012. Sekitar tangggal 24 Desember 2012,
dikerjakan pada tahun 2013, bulan Februari
2013 sudah selesai.*** Nantikan edisi selanjutnya Membuka Tabir Siapa yang Terlibat
(Harianja)

Diduga Tipu Miliaran Dari Ratusan Nasabah

KSU Rizky Abadi Bandung Harus


Diperiksa Mabes Polri Diduga
Tipu Nasabah Koperasi

Kuasa Hukum Koperasi Rizky Abadi Iqbal (tengah) dan Karyawan Koperasi
Rizky Abadi Heri (marketing).

BANDUNG, Metropolitan Pos,


KSU Rizky Abadi Bandung harus diseret Mabes Polri di
duga tipu ratusan nasabah koperasi miliaran rupiah.
Kapolri, Timur Pradopo segera
mengusut tuntas Dirut KSU Rizky
Abadi, Venny istri Harry Heryawan
pejabat PT Pos Kanwil V Bandung,
Jawa Barat bersama ribuan nasabahnya. Koperasi Serba Usaha (KSU)
Rizky Abadi yang berdomisili di
Bandung, KSU Rizky Abadi salah satu
penyalur pinjaman kepada pensiunan
bagi anggota PNS di Bandung dengan
jaminan SK Pensiun.
Adanya Perjanjian Kerjasama
antara PT Pos Indonesia (Persero)
Kantor Wilayah Usaha Pos V Jawa
Barat dengan KSU RA tentang pemotongan uang pensiun untuk angsuran
kredit, di duga telah melakukan kejahatan perbankan yang sangat luar
biasa dan telah menggurita, pasalnya
pemotongan pinjaman yang dilakukan oleh KSU Rizky Abadi sangat luar
biasa,
Para pensiunan yang maelakukan
pinjaman kredit ke KSU RA dilakukan pemotongan biaya provisi, biaya
asuransi, biaya materai.
Salah satu contoh, bila pinjaman diajukan sebesar Rp5.000.000
(lima juta rupiah),maka dikenakan
pemotongan biaya provisi sebesar
Rp250.000,-,biaya asuransi sebesar
Rp375.000,- dan biaya materai sebesar Rp36.000 untuk 6 materai yang
harus ditandatangani. jadi untuk
pinjaman Rp5 juta dikenakan potongan sebesar Rp671.000,-, dan cicilan
perbulan sebesar dipotong dari peminjam sebesar Rp348.000,- cicilan di
kalikan selama 24 bulan sesuai lamanya perjanjian. Menurut informasi
Metropolitan Pos, ternyata potongan
tersebut hanyalah untuk memperkaya KSU Rizky Abadi, pemotongan

biaya asuransi disinyalir digelapkan


oleh KSU Rizky Abadi.
KSU Rizky Abadi, terbukti pemotongan asuransi tanpa disertai polis
asuransi anggota dan anggota tidak
pernah mendapat bukti diasuransikan sesuai pungutan tersebut.
Selain itu biaya materai sebesar
Rp36.000,- untuk enam buah materai
dipungut dari nasabah, terbukti hanya menggunakan satu buah materai,
hal ini terjadi penggelapan lima buah
materai.
Hal inilah yang dilakukan KSU Rizky Abadi, kepada ribuan anggota nasabah KSU Rizky Abadi, yang melakukan peminjaman kredit untuk bagi
pensiun dengan menjaminkan SK
pensiun tersebut khususnya wilayah
Jawa Barat dan Sumatera Utara.
KSU Rizky Abadi, milik Venny istri Harry Heryawan, dapat diancam
pasal 378 tentang penipuan, atau
kecurangan, hukuman 4 tahun penjara. Ribuan nasabah di tipu dan dibohongi.
KSU Rizky Abadi, di duga melakukan penipuan dan penggelapan terhadap nasabah anggota pensiun.
Hal ini telah melanggar UU RI
NO.25/1992 tentang Perkoperasian
seperti yang tercantum pada bab
IX.sisa hasil usaha pasal 45. (1) sisa
hasil usaha koperasi merupakan
pendapatan koperasi yang diperoleh
dalam satu tahun buku dikurangi
dengan biaya, penyusutan,dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam buku yang bersangkutan.(2)sisa
hasil usaha setelah dikurangi dana
cadangan,dibagikan kepada anggota
sebanding dengan jasa usaha yang
dilakukan oleh masing-masing ang-

Kendaraan Milik Koperasi Rizky Abadi.


gota dengan koperasi,serta dipergunakan untuk keperluan pendidikan
perkopersian dan keperluan lain dari
koperasi,sesuai dengan keputusan rapat anggota.(3)besarnya pemupukan
dana cadangan ditetapkan dalam rapat anggota.
Sementara KSU Rizky Abadi tidak
memiliki anggota dan sisa hasil usaha
masuk ke kantong oknum tertentu.
Harry Heryawan, pejabat PT Pos
Indonesia kanwil V Bandung, Jawa
Barat, istri Venny, pengelola KSU Rizky Abadi berkedok Koperasi, mirip
rentenir, karena dimiliki perorangan.
KSU RA diduga tidak sesuai
dengan
UU NO.2/1992 tentang
perasuransian,pasal (9)setiap pihak
yang melakukan usaha perasuransian
wajib mendapatkan izin usaha dari
menteri, kecuali bagi perusahaan
yang menyelenggarakan program
asuransi sosial.
Pasal (16)ayat 3 setiap perusahaan asuransi kerugian, perusahaan
asuransi kerugian, perusahaan asuransi jiwa,dst.
wajib mengumumkan neraca

dan perhitungan laba rugi perusahan dalam surat kabar harian indonesia yang memiliki peredaran
luas.pasal (21)barang siapa yang
menjalankan atau menyuruh menjalankan usaha perasuransian tanpa
izin usaha sebagaimana yang dimaksud dalam pasal (9), diancam
dengan pidana penjara paling lama
15 tahun dan denda paling banyak
Rp2.500.000.000,Surat konirmasi Metropolitan
Pos, No.05.10/konirmasi/KSU/MP/
II/2012, melaui Iqbal yang didampingi Hery, tidak pernah mengenakan
pemotongan pinjaman sebesar yang
dimuat dalam isi pemberitaan tersebut. Bahwa asuransi kredit bagi debitur KSU Risky Abadi dikelolah oleh
pihak ketiga, yang dalam hal ini perusahaan asuransi yang terdaftar dan
memiliki Izin usaha asuransi sesuai
ketentuan perundang undangan yang
berlaku di Indonesia.Praktek perjanjian asuransi kredit di Indonesia, setiap debitur tidak memperoleh polis
asuransi secara perorangan. (Saragi/
Jenri/ Hotdiman/ Peris).

Kadis Kota Bandung Mandul

Oknum SMPN 25 Peras Orang Tua Murid Rp400.000,Bandung, METROPOLITAN POS,


Orang tua murid SMPN 25 Kota
Bandung mengeluh dan meminta kepada aparat Dinas Pendidikan Kota
Bandung lebih tegas dan memanggil
Kepsek yang meminta uang untuk
membayar pemantapan sebesar Rp.
400.000,- pada saat ditemui orang
tua murid SMPN 25 berinisial US
mengatakan bahwa saya kecolongan,
awalnya anak saya minta kepada saya
uang sebesar Rp. 400.000,- untuk
bayar pemantapan, Saya tidak kasih.
Kemudian minta ke ibunya, karena

takut, Ujar US.


Tutur US semua orang tua kecewa, kenapa sekolalh SMPN 25 Kota
Bandung harus minta uang sebanyak
itu kepada orang, lebih baik sepanduk
yang bertuliskan sekolah SMPN 25
Gratis, tidak dipungut dicabut saja.
Kepala Dinas Kota Bandung Drs.
Oji Mahroji pada saat ditemui diruang kerjanya mengatakan bahwa
tidak dibenarkan sekolah memungut biaya apapun kepara orang tua
murid, bila ada dan terbukti. Saya
yang akan berhentikan dari jaba-

tannya sebagai kepala sekolah dan


harus dikembalikan pungutannya
tersebut kepada orang tua.
Ditempat
terpisah
Humar
Dani,SE.,SH.,MM.,MH mengatakan bahwa jika sekolah SMPN 25 memungut
dan meminta uang dalih biaya pemantapan sebesar Rp. 400.000,- itu salah
besar, dan sudah sepantasnya kepada
Dinas yang bertanggung jawab untuk
memanggil oknum kepala sekolah.
Ungkap Humar Dani, jika kepala
sekolah tidak sanggup mengembalikan uang orang tua, jangan terlalu

memaksa, jika orang tua hanya bisa


memberi sumbangan Rp. 5.000,- harus diterima.
Jika tidak dikembalikan orang
tua bisa lapor ke aparat penegak hukum, tutur Humar. Apabila itu benar
dilakukan pihak sekolah walaupun
dalih komite sekolah saya akan panggil kepala sekolah, tutur Humar Dani.
Sementara itu pada saat dikonirmasi
kepala sekolah selalu tidak ada di
tempat.*** Nantikan edisi selanjutnya Membuka Tabir Oknum SMPN 25,
(Harianja).

DAERAH

EDISI:
EDISI037/THN
047 THNII/SENIN
II SENIN
24 Februari 2013

3 - 11
16 -SEPTEMBER
2012

Bupati Kab.Karawang, H. Ade Swara

LINTAS BERITA

Resmi Buka Diklatim Tingkat IV


Angkatan I Tahun 2013

Karawang, METROPOLITAN POS


Bupati Kabupaten Karawang, H. Ade Swara, Rabu (6/2),
membuka secara resmi Pendidikan dan Pelatihan
Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV di Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Karawang, yang diselenggarakan di Kampus Diklat Kabupaten Karawang. Turut hadir
Kepala Badan Diklat Daerah Propinsi Jawa Barat dan
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Karawang.
Diklatpim Tingkat IV ini diselenggarakan untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan, dan
sikap Pejabat Struktural Eselon
IV secara professional, dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS
sesuai dengan kebutuhan instansi,
serta menciptakan kesamaan visi
dan dinamika pola pikir dalam
melaksanakan tugas pemerintahan
umum dan pembangunan, demi
terwujudnya kepemerintahan yang
baik.
Di awal sambutannya, Bupati
Karawang mengucapkan selamat

kepada peserta yang telah terpilih untuk mengikuti Diklatpim IV.


Kegiatan ini memiliki arti penting
bagi pengembangan karir Saudara
kedepannya, namun yang terpenting adalah, Saudara harus menyadari bahwa kegiatan ini merupakan
upaya pembinaan SDM aparatur di
Kabupaten Karawang untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih
dan berwibawa sehingga dapat
melaksanakan tugas dan pelayanan optimal kepada masyarakat,
ujarnya.
Selanjutnya, Bupati berharap

agar seluruh peserta untuk dapat


mengikuti proses pembelajaran
dengan sebaik-baiknya. Setelah
selesai nanti, Saudara bukan hanya
membawa pulang selembar sertiikat, tapi lebih dari itu, Saudara
harus membawa perubahan sikap
dan perilaku sebagai PNS yang siap
untuk mengantisipasi segala persoalan pemerintahan, pembangunan,
pemberdayaan mayarakat, serta
berbagai tuntutan yang membentang dihadapan kita semua, tegasnya.
Kepala Badan Diklat Daerah
Propinsi Jawa Barat, Drs. H. Daud
Ahmad, dalam sambutannya menyampaikan bahwa fokus utama
dalam diklat ini adalah perubahan
sikap dan perilaku dari peserta,
karena 60% dari penilaian adalah
sikap dan perilaku, dan hanya 40%
teori.
Lebih lanjut Pejabat Eselon IV
adalah pemimpin dan kedudukan
Bapak/Ibu di organisasi juga sebagai publik igur yang menjadi so-

rotan masyarakat, oleh karena itu


seorang pemimpin harus memiliki
etika, sikap, perilaku, dan tutur kata
yang baik, karena pribadi Bapak/
Ibu akan dikritisi oleh masyarakat
tuturnya.
Kepala BKD Kabupaten Karawang Drs. H. Haryanto, MM, menyampaikan bahwa Diklatpim Tingkat IV Angkatan I Tahun 2013 ini
diikuti oleh 40 orang peserta yang
berasal dari Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Karawang yang seluruhnya
sudah menduduki jabataan struktural eselon IV, yang dilaksanakan
dari 5 Februari hingga 19 Maret
2013. Disamping mengutamakan
perubahan sikap, perilaku, dan
teori, Kepala BKD Kabupaten Karawang juga menekankan agar seluruh peserta Diklatpim untuk bisa
menguasai teknologi, terutama
pengaplikasian program komputer,
karena saat ini banyak pejabat yang
tidak bisa mengoperasikannya. ungkap Haryanto (Andri)

Hakim dan Jaksa Harus Diawasi

Bawa 2 Kg Sabu,
WN Turki Divonis
17 Tahun Penjara
Jakarta, METROPOLITAN POS, Hakim dan
Jaksa harus diawasi oleh masyarakat bila perlu
harus diteriakin bila ketahuan memperjualbelikan hukum. Selama ini Hakim dan Jaksa selalu
bermain mata, kita lihat setiap dipersidangan,
Pengadilan Negeri Jakpus, pengadilan Negeri
Jaksel, Pengadilan Negri Jakbar dan dipengadilan lainnya di seluruh Indonesia. Warga negara
(WN) Turki, Kazim Yakin dijatuhi hukuman 17
tahun penjara karena membawa 2 kg narkotika
jenis sabu. Vonis ini tidak berubah dari pengadilan tingkat pertama hingga kasasi.
Kasasi terdakwa ditolak, tulis panitera MA
seperti dilansir website MA, Rabu (6/2).
Putusan itu diketuk pada 6 Desember 2012
dengan ketua majelis kasasi Timur Manurung.
Duduk sebagai hakim anggota yaitu hakim agung
Salman Luthan dan Andi Samsan Nganro.
Pria berusia 37 tahun itu ditangkap pada
11 November 2011 oleh petugas Bea Cukai di
terminal 2D bandara Internasional SoekarnoHatta. Kazim mendarat di Indonesia menggunakan pesawat Singapore Airlines (SQ-950) rute
Singapura-Jakarta. Dari penangkapan tersebut,
petugas menyita barang bukti sabu seberat
2.065,1 gram.
Oleh Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Kazim dihukum penjara 17 tahun dengan denda
Rp 1 miliar. Apabila tidak mau membayar denda
maka diganti dengan penjara selama 6 bulan
penjara.
Putusan ini diperkuat oleh Pengadilan Tinggi
(PT) Banten. Kazim masih mencoba mencari
keringanan hukuman dengan mengajukan kasasi tetapi kandas. Terdakwa terbukti secara sah
dan meyakinkan melakukan dakwaan subsidair
yaitu pasal 113 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU No
35/2009 tentang Narkotika. (Jenri / Peris).

MA Keluarkan Perma
Perampasan Rekening
Tak Bertuan
Jakarta, METROPOLITAN POS - Mahkamah
Agung (MA) akan mengeluarkan Peraturan MA
(Perma) terkait perampasan aset berupa rekening bank yang tidak bertuan.
Kami sudah siapkan Perma Perampasan
Aset, dimana yakni Perma Nomor 1 Tahun 2013
tentang Tata Cara Penyelesaian Perampasan
Harta Kekayaan Dalam Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Lain, kata Kepala
Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur, di
Jakarta, Kamis.
Menurut Ridwan, Perma ini merupakan kerja
sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menghindari
adanya potensi penggunaan uang dalam praktik
tindak pidana khususnya pencucian uang.
Pada saat ini banyak rekening yang tak bertuan dan dananya terus meningkat, namun secara UU belum ada sehingga dibuat Perma untuk mengisi kekosongan ini, kata Ridwan.
Dengan Perma itu, kata Ridwan, PPATK dapat
melakukan perampasan dengan terlebih dulu
meminta kepada Pengadilan Negeri mengumumkan keberadaan rekening tak bertuan itu.
Pengumuman itu dimaksudkan agar para
pihak yang merasa memiliki mau mengakui rekening yang dimaksud.
Setelah ada pihak yang mengaku dan dia merasa keberatan jika rekeningnya disita, maka pengadilan menangani perkara itu untuk membuktikan
kebenaran kepemilikan rekening dengan menunjuk majelis hakim tunggal, kata Ridwan.
Dalam sidang ini, lanjutnya, akan membuktikan bahwa rekening itu merupakan rekening
miliknya dan diperoleh serta dipergunakan
dengan benar.
Jika tidak bisa membuktikan itu semua maka
akan tetap disita oleh negara, kata Ridwan.
Ridwan menerangkan, perma ini dibuat karena PPATK mengaku menemukan banyak sekali
rekening tak bertuan.
Perma ini baru dikeluarkan sekarang karena
melihat intensitas rekening tak bertuan yang
semakin banyak dan dana yang masuk kebanyakan dari luar negeri, katanya. (Jenri)

10

SAMBUNGAN

EDISI:
3 -11
16-SEPTEMBER
2012
EDISI 037/THN
047 THNII/SENIN
II SENIN
24 Februari 2013

Dari halaman 1................................................................................................................................................Rindu Semalam Bersantai


orang Batak dari Pangururan
yang mampu bersaing menjual
tarik suara ke seluruh Indonesia.
Masyarakat Samosir, gemar
mendengar lagu Batak lewat
lagu ciptaan William sendiri,
dan kasetnya sudah hampir semua memiliki, Cinta Hian.
Rindu semalam bersantai di
Danau Toba menuju Festival Danau Toba yang akan di gelar di
Samosir, William Satar Naibaho
akan tampil untuk Festival Da-

nau Toba pada tanggal 29 Juni


2013 sampai 13 Juli 2013 sebagi
tuan rumah Kabupaten Samosir,
Pangururan. Rindu Semalam di
Samosir khususnya di tepi pantai Danau Toba dengan suasana
sejuk menatap gunung Pucuk
Buhit yang mengeluarkan air
panas secara alami mengalir ke
Danau Toba itulah ke ajaiban
alam Samosir.
Dia peduli membangun kampung halaman dalam arti Mar-

tabe Marsipature Hutana Be dia


membangun dengan bakat dia
miliki, itu satu satunya. William
Satar nama panggilan di Pangururan Satar tapi setelah di Ibukota nama panggilan berubah
William untuk merubah orang
Batak kehilangan nama, nama
sempat tersentak ketika mendengar nama panggilan William,
orang kampung tidak nyangka
nama itu berubah, sangat misterius nama ini ketika menjadi

pencipta lagu, yang membawa


lagu ciptaan Cinta Hian yang
digemari semua orang, baik remaja maupun orang tua di seluruh
Indonesia apalagi di pesta pesta
orang Batak di Jakarta maupun
di kota lainnya.
William Satar Naibaho, si
ganteng dari Pangururan Samosir, kata, orang Betawi, Jokowinandar, kepada Metropolitan
Pos, yang gemar mendengar
lagu Karya Cipta William Sa-

tar Naibaho, di tempat tempat


hiburan Batak, apalagi kalau
lagu yang dia ciptakan, Cinta
Hian, maksudnya lagu ini, tidak
selingkuh lagi, tidak kawin lagi
bila sudah punya istri, istri cukup satu, cinta hati tulus yang
sedalam dalamnya, peduli istri,
bukan lagi jaman artis sekarang, sudah punya istri kawin
lagi, selingkuh, gampang cerai,
sehingga rumah tangga hancur
hancuran, anak terlantar, ini-

lah ke lebihan lagu tersandung


tersebut, Cinta Hian yang dinyanyikan, Toni Simarmata yang
juga Artis Batak di ibukota dari
Pangururan Samosir.
Kalau
lagu ini di nikmati cukup berharga demi Istri, pacar yang di
sayang sayang. Bang William
orangnya ramah, sopan, ganteng, pintar nyanyi, suka bercanda ketawa ketiwi pemalu
cetus, joko ditempat Pub Batak
di Jakarta. (Hotdiman ).

Dari halaman 1....................................................................................................................................................PT. Sumber Mesin Raya

Kantor PT. Sumber Mesin Raya, Jl. Gajah Mada No. 176-177, Jakarta Barat.

Hidup Kota Administrasi Jakarta Selatan, Shita Damayanti, SS mengakui sampai saat ini
(7/2), PT. Sumber Mesin Raya
belum menyerahkan lahan fasos & fasum ke Pemda DKI Jakarta, untuk masalah fasos dan
fasum PT. Sumber Mesin Raya
kami tidak tahu, tanya Lurah,
Camat atau BPN, kata Shita.
hal ini juga diakui Ratih P, Staff
Kepala Sub Bagian Tata Ruang
dan Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Selatan Yosep,
Ratih P mengatakan jangankan
serah terima lahan fasos - fasum, mereka ngasih berkas saja
belum, terakhir kami minta
bulan April tahun 2012 lalu,
namun PT. Sumber Mesin Raya
sampai sekarang (7/2) belum
ada jawaban, hal ini dikatakan
Shita Damayanti, SS dan Ratih P
Saat dikonirmasi Metropolitan
Pos kamis (7/2),
Dugaan penjarahan lahan
fasilitas umum dan fasilitas
sosial terjadi di Jl. T B Simatu-

pang, Kecamatan Pasar Minggu,


Kel. Cilandak, Jakarta Selatan.
penjarahan ini merupakan kegiatan maia pertanahan yang
melibatkan pejabat, sehingga
mengorbankan lingkungan seperti taman, saluran, dan trotoar.
PT. Sumber Mesin Raya diduga
melanggar SK Gubernur No 41
tahun 2001, tentang cara penerimaan kewajiban dari para pemegang Surat Izin Pemanfaatan dan
Penggunaan Tanah (SIPPT) pada
Pemerintah Daerah Khusus Ibukota DKI Jakarta.
Pada hal jelas SK Gubernur
No 41 tahun 2001, tentang
SIPPT yang menegaskan, setiap
pengembang harus menyerahkan lahan fasos-fasum bila membangun di atas seluas 5.000 m2.
Saat di konirmasi Metropolitan Pos ke Direktur Utama
PT Sumber Mesin Raya, Parta
Chandra, jalan Gajah Mada,
No 176/177, Kel. Keagungan,
Kec. Taman Sari, Jakarta Barat,
pemohon, hanya mengarah-

kan ke pihak Kuasa Hukum Perusahaan, Rizal Siregar, belum


bersedia memberikan jawaban
tentang ijin yang sudah di miliki untuk bangunan tersebut.
Sementara, Aurel tidak bisa
memberikan jawaban apa-apa,
dan setiap dikonirmasi selalu
bilang Parta Chandra dan Darta
Chandra tidak ada di tempat,
sampai saat ini Surat konirmasi dan klariikasi SKU Metropolitan Pos mengenai IMB
dan masalah penggunaan lahan
Fasos dan Fasum, tidak pernah
dijawab oleh Aurel dan PT. Sumber Mesin Raya.
The Manhattan Square
di koridor Simatupang, Jakarta Selatan. Ini merupakan
pengembangan terintegrasi
yang memadukan 3 menara,
Perkantoran, gedung hotel
dan ruang ritel belum memiliki ijin mendirikan bangunan
(IMB), yang jelas sesuai Perda
No 7 tahun 1999 tentang IMB.
(Hotdiman/ Jenri/ Peris).

Dari halaman 1.........................................................................................................................................Proyek Pemeliharaan Gedung


Gedung Laboratorium yang
diajukan anggaran di Kementrian Pekerjaan Umum berada
dilokasi Cikadut Kelurahan
Mandalajati Kota Bandung.
Sedangkan proyek tersebut
berada Kelurahan Cicaheum
Kota Bandung.
Ketika ditemui Humar
Dani,SE.,SH.,MM.,MH Komisi E Dewan Propinsi menegaskan bahwa setiap institusi apa ia sebagai PPK,
atau panitia lelang harus
jelas dan transparan jangan
ada disembunyikan atau ditutupi ungkap Humar Dani,
bahwa proyek yang akan

dikerjakan harus mengikuti


aturan yang ada, seperti
papan proyek baik dikerjakan suakelola atau rekaan
harua ada dan berikut pagu
anggaran serta lamanya
pekerjaan tersebut.
Menurut Humar Dani
harus seperti itu, agar
masyarakat luas dappat
mengetahui
pekerjaan
tersebut. Jika ada dugaan
penyimpangan akan kami
panggil ujar Humar Dani.
Sementara itu pada saat
ditemui Eman sebagai PPK
Proyek Pemeliharaan Gedung
Laboratorium (Cikadut) ang-

garan tahun 2012, mengatakan pendaftaran lelang 18


April 25 April 2012, diakui
olehnya pekerjaan tersebut
yang tidak ada papan proyek,
karena hingga tahun 2013
ini belum dilakukan pekerjaannya.
Lanjut Eman bahwa yang
harus didahulukan pengerjaan proyek rehab gedung
asrama dan gedung aula,
walaupun ini anggaran tahun 2013. Papan Eman
proyek ini tidak dilelang
tapi dikerjakan suakelola,
memang agar lebih transparan. Papan proyek sangat

perlu dipasang, ini kesalahan kita.


LSM Sangkurian H. Prabu
dikediamannya
mengatakan bahwa se]orang PPK,
seharusnya lebih teliti dan
transparan proyek tersebut terbuka gunakan sesuai aturan. Papan proyek,
penggunaan anggaran tahun berapa, berapap hari
pengerjaannya. Kalaupun
tidak benar, tugas aparat
penegak hukum lah harus
selidiki dan usut tuntas.
Nantikan edisi selanjutnya
Membuka Tabir Siapa yang
Terlibat (Harianja)

Eman sebagai PPK Proyek Pemeliharaan Gedung Laboratorium


Cikadut.

Dari halaman 1.........................................................................................................................................................SBY Isyaratkan Anas


upaya untuk melengserkan
Anas. Pernyataan nonaktif itu dinilai hanya ungkapan halus untuk meminta
Anas mundur dari jajaran
partai.
Sikap SBY jelas menginginkan Anas lengser.
Permintaannya agar Anas
fokus pada masalah korupsi yang sedang dihadapi
merupakan sinyal bahwa
ia menginginkan Anas
mundur. Dengan demikian,
secara otomatis Anas akan
berhenti dari posisi Ketua

Umum, ujar pengamat


politik dari Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), Toto
Sugiarto, saat dihubungi
pada Sabtu (9/2).
Dalam pidatonya di
Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/2) malam,
SBY mengatakan memberi
kesempatan kepada Anas
untuk memfokuskan diri
menghadapi masalah dugaan hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi. Partai
Demokrat siap memberi
bantuan hukum kepada

Anas.
Anas telah lama dikabarkan terlibat kasus dugaan
korupsi proyek Hambalang.
Dugaan keterlibatan Anas
muncul dari mulut mantan
Bendahara Umum Partai
Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Belakangan nama
Anas kembali disebut-sebut
telah ditetapkan tersangka
oleh KPK dalam kasus penerimaan gratiikasi saat dia
masih menjabat anggota
Dewan Perwakilan Rakyat.
Anas digantung di Monas

bila sudah tersangka korupsi hambalang.


Toto menilai pernyataan
SBY yang menonaktikan
Anas dianggap aneh sebab
KPK sendiri belum mengumumkan pada publik soal
status Anas. Menurut Toto,
SBY hanya ingin mengembalikan kepercayaan publik
yang sudah mengecap Anas
terlibat kasus korupsi. SBY
tak ingin Demokrat dinilai
sebagai partai korup karena Anas masih menduduki
jabatan Ketua Umum. SBY

yang juga Ketua Majelis


Tinggi Partai Demokrat
itu meyakini mundurnya
Anas dapat meningkatkan
elektabilitas partai yang
sedang terpuruk.
SBY
yakin
bahwa
jika Anas tetap dibiarkan duduk manis di kursi
Ketua Umum, partai akan
semakin terpuruk. Publik akan melihat partai ini
dipenuhi dan dipimpin tokoh yang terkait kasus korupsi, kata Toto.
Berdasarkan beberapa

hasil survei menjelang


Pemilu 2014, elektabilitas
Partai Demokrat memang
terus merosot setelah sejumlah politikus di dalamnya tersandung kasus
korupsi. Selain Nazaruddin, Angelina Sondakh dan
Hartati Murdaya juga telah
divonis karena kasus korupsi. Adapun Andi Alian
Mallarangeng masih menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.
(Jenri/Hotdiman).

SAMBUNGAN

EDISI:
EDISI 037/THN
047 THNII/SENIN
II SENIN
24 Februari 2013

3 -11
16 -SEPTEMBER
2012

11

Dari halaman 1...................................................................................Bila Perlu, Benggali Dari halaman 1...........Infrastruktur Jalan


Jamordong mulai mengaitkan kepemimpinan dengan marga yang sangat dominan pada masa yang lampau,
tetapi secara faktual tidak
mampu memimpin dan melaksanakan apa yang dilontarkan
pada saat kampanye.
Bukan marga yang tidak
kompeten. Anda keliru, Jamordong! Jangan marga kami yang
disalahkan, tapi oknumnyalah
yang tidak becus. Anda tahu,
kami pun sangat kecewa dengan kinerjanya. Tarik ucapan Anda, atau anda kami
laporkan ke Polisi sebagai
telah melakukan perbuatan
tidak menyenangkan Lontaran anda sangat jelas telah
menghina marga, ujar Jahormat, yang menjadi juru bicara
sebuah marga yang ikut dalam
seminar itu.
He, ini Seminar Lae. Bukan
Lapo tuak .Saya sedang menjelaskan, bahwa pada waktu
yang lalu, saya memilih Bupati yang sekarang menjabat,
ini bukan berdasarkan ratio.
Saya tahu kapasitas dan juga
track recordnya sebelumnya,
minus. Tapi karena pardijabu (
isteriku) semarga dengan dia,

pun marga mereka merupakan Bonaniari marga kami,


yang tentu secara adat kami
harus patuh, maka saya dan
seluruh keluarga besar kami,
memilih dia waktu itu. Begitu
faktanya, sambut Jamordong
berapi api.
Kalau begitu, apa solusinya? kejar Jahormat. Anda
jangan hanya melontarkan
sesuatu, tanpa bisa memberi
jalan ke luar, agar kelak kita
bisa mendapat pemimpin yang
amanah. Artinya apa yang ke
luar dari bibirnya begitu juga
di hatinya, dan dilaksanakan
sepenuhnya. Tidak seperti
sekarang ini, Pembangunan
terlantar, bahkan sayup-sayup
saya dengar, penebangan hutan bukan malah stop, tapi
makin menggila, belum lagi
pencemaran danau yang katanya akibat adanya perusahaan perikanan asing yang lahannya ada di danau yang kita
cintai ini,tambah Jahormat
dengan suara lantang. Tak kalah lantang dari Jamordong.
Mauliate, Lae. Berarti sebenarnya kita memiliki keprihatinan yang sama dan sebangun.
Di usia kita yang mulai senja,

seharusnya kita merapatkan


barisan, agar kita berpikir
dan bertindak hal yang sama,
sehingga kita bisa memilih pemimpin yang benar. Yang
Amanah. Yang kelak bisa membawa daerah kita ini maju, lestari hutannya, lestari tanahnya,
lestari danaunya, dan sejahtera
rakyatnya. Maka dari sekarang
sudah kita buatkan kriteria
yang diharuskan dimiliki oleh
calon pemimpin sebelum bertarung di Pemilihan.
Tolong perjelas maksudnya. Jangan ngambang, saya
belum melihat inti dari yang
barusan anda sebutkan, kejar
Jahormat.
Makanya Lae, kalau diskusi, selain mendengar, perhatikan juga apa yang tersirat apa
yang disampaikan oleh dari
lawan bicara. Seminar yang
hanya beberapa jam ini, tidak
cukup waktu untuk menjelaskan semuanya.
Okelah. Teruskan!
Jadi, seperti yang saya
uraikan sejak awal, ke depan,
kita tidak lagi harus persoalkan marga apa yang harus
memimpin daerah ini. Sekali
lagi, bukan soal marga. Ini

harus kita sampaikan kepada


seluruh masyarakat, agar mulailah menggunakan rasio
akal pikiran yang sehat dalam
memilih pemimpinnya. Nadae
do dohonon, bila perlu Bunggali i ma binaen gabe Bupati,
asalma tingkos jala jujur mangulahon. Unang be nian dohot
mangarampok hutaonCuma
sungkan untuk mengatakan,
bila perlu, Benggali itu kita
pilih jadi pemimpin, asalkan
benar dan jujur melakukan
tugasnya, serta tidak pula
merampok daerah ini untuk
kepentingan diri sendiri.
Artinya, kita harus mengajak rakyat memilih bukan berdasarkan marga, kerabat atau
karena hubungan-hubungan
kekerabatan lainnya? Tapi
yang sungguh-sungguh mengabdikan dirinya membangun
daerah ini tanpa pamrih?
Lanjut Jahormat.
Mula-hulak pertanyaanmu. Na-kopi-on do ho manang
naung
male?Bolak-balik
pertanyaanmu. Jangan-jangan
kau kebanyakan minum kopi
atau karena sudah lapar?
(Laris NaibahoCEO
KEDAI KOPI KAMU)

Dari halaman 1....................................................................Pemkab Karawang Bersama


di Jamsostek Jabar Award
2012 di akhir Tahun kemarin,
PT Jamsostek mengajak kerjasama ke pemerintah untuk
kebutuhan tanah, membangun
Rusunawa yang akan dibangun dan di kelola oleh PT Jamsostek, untuk para tenaga kerja
yang ada di Kabupaten Karawang, untuk menindaklanjuti
peningkatan kecelakaan tenaga kerja di luar lokasi kerja,
karena 50 % kecelakaan kerja
terjadi di luar yaitu di jalan
raya penyebabnya lalulintas.
Maka dari itu perlu dibangunnya Rusunawa yang dibangun
di sekitar kawasan Industri.
Kajian paparan ini terjadi di
hadapan sekda Ir H. Iman Sumantri di ruang rapat Sekda
Senin (4/2).
Sekda Iman Sumantri men-

gatakan, untuk rencana pembangunan Rusunawa ini kami


dari pemda akan dukung
penuh, untuk opsi persiapan
tanah yang di akan dibangun,
dan kami akan temui pihak
konsorsium kawasan industry
yang ada di Kabupaten Karawang, kamipun mengharapkan pihak tersebut dengan
mudah memberikan tanah,
agar rencana ini cepat terlaksana, menurut keterangan dari
Dinas Cipta Karya juga sudah
ada disediakan 10% dari luas
kawasan Industri untuk perumahan, bila terjadi realiasasi
pembangunan Rusunawa ini
bisa meminimalisir kejadian
kemacetan saat pergi dan pulang kerja dan kecelakaan lalulintas para buruh. Tutur Sekda
Di sisi lain Kabag Pertana-

han Setda menjelaskan untuk


kebutuhan pengadaan Tanah
di Pemkab sendiri sudah tidak
dilakukan, karena sesuai Permendagri bahwa pengelolaan
Tanah Negara itu hak Gubernur, jadi Kabupaten melalui
Bupati menunggu pelimpahan
dari Provinsi begitu sifatnya,
bila kami Pemda lakukan pengadaan sendiri itu terbentur
regulasi begitu jelasnya.
Menurut paparan dari Dani
perwakilan Jamsostek pusat,
tujuan kami membangun
Rusunawa semua alami Non
Proit, harga sewa yang terjangkau namun fasilitas sudah
semi apartemen, dari harga
sewa yang minim itu kami akan
olah untuk membangun lagi
Rusunawa di daerah lain, seiring berjalan waktu di semua

daerah di Indonesia memiliki


Rusunawa Jamsostek, Rusunawa sendiri di kelola oleh
kami untuk menjaga kualitas
pelayanan menjamin tenaga
kerja, namun dari kami mengharapkan kerjasama pengadaan tanah kepada Pemda
setempat, minimal di butuhkan 3 Hektar untuk Kabupaten
Karawang akan di bangun 3
Twin. 1 Twin untuk 100 Kamar, jadi bisa berjumlah sekitar 300 Kamar, kami harapkan
paling cepat di Triwulan 1 Tahun ini sudah ada kepastian
Tanah mana dari aset Pemda
yang akan di bangun, karena
kami memiliki target akhir TAhun 2013 ini sudah di bangun
50 % lebih dari rencana keseluruhan 3 Twin. ungkapnya.
(Andri)

Program ini telah dilaksanakan mulai sekarang dengan


tujuan membangun republik
dengan meningkatkan daerah
tertinggal.
Bupati Kab. Bandung Barat,
H. Abu Bakar, syukuran bersama masyarakat Rukun warga (RW) 11, RW 17, RW 14,
RW 15 sekaligus meresmikan
jalan desa Jaya Giri Kecamatan
Lembang, Sabtu (2/2). Selain
itu, Bupati Kab. Samosir, H Abu
Bakar bersama DPRD provinsi
Jawa Barat, dari Daerah pilih 2,
Hj.Melina Kartika Kadir SSos
Msi juga meresmikan pondok
pesantren TAZKYA di desa
Asih Kp. Bongkok, Cisarua.
Ust. Muchsin Al Fikri selaku
pimpinan ponpes mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak Pemda dan DPRD
Provinsi Jawa Barat dan acara
tersebut merupakan kunjungan kerja DPRD Provinsi.
Masyarakat Rw 5 desa Jambu Dipa Kec. Cisarua pun tak
kalah ketinggalan atas di resmikannya jalan desa Rw.5.

Ketua Rw. 5 Umuy, kepada


Metropolitan Pos, mengatakan
bahwa peresmian jalan ini atas
kerjasama antara masyarakat
dengan tokoh setempat, dan
jalan ini diresmikan supaya
perjalanan ekonomi di desa ini
bisa semakin meningkat secara tepat dan cepat.
Bupati Kab. Bandung Barat,
H Abu Bakar, berkunjung ke
Rw 5 Desa Jambu Dipa, sekaligus meresmikan jalan Desa,
Rees Cek Sunda Mah . yang
artinya aman, damai, tentram
melihat masyarakat Rw 5.
Begitu juga sebaliknya,
masyarakat
dan
tokoh
masyarakat sangat antusias
dengan kedatangan Bupati
Kab Samosir, dan mendukung
H. Abu Bakar.
Kasubag pemberitaan Humas Kabupaten Bandung Barat, Pepen Supendi, kepada
Metropolitan Pos, mengatakan, sangat senang dan setia
untuk mendampingi kegiatan
Bupati Kab. Bandung, Barat, H.
Abu Bakar. (Sahat S )

Dari halaman 1........Pembangunan Jalan


ditangani
PPK05
sebesar
Rp117,954 miliar, dan Tanjung
Dolok sebesar Rp130,178 miliar.
Sedangkan untuk Jalan Nasional Wilayah II Sumatera
Utara dianggarkan Rp395 miliar. Antara lain jalan di Sipirok
Rp79,620 miliar, Padangsidimpuan Rp36,071 miliar, Barus
Rp44,2 miliar, Sibolga Rp50
miliar, Batu Mundom Rp43,6

miliar, Natal Rp84,8 miliar, dan


Nias Rp55 miliar.
Khusus untuk pembangunan jalan bebas hambatan
Medan-Kualanamu,
tahun
2013 ini disiapkan anggaran
Rp252,656 miliar. Rinciannya,
Rp12,656 miliar dari APBN,
yang Rp240 miliar dari pinjaman luar negeri. (Jenri / Mei
Naibaho )

Dari halaman 1...............Langkanya Solar


bakar yang sudah di anggap
barang langka itu
Dari informasi yg di dapat
dari seorang pengantri sebut
saja Yudi nama samaran, antrian ini sudah lama terjadi di
beberapa SPBU untuk mendapatkan minyak dan terkadang
pada saat kita mengantri, tiba
tiba SPBU kehabisan bahan
bakar solar, tuturnya dengan
nada kecewa.
Berdasarkan
keterangan
yang kita himpun dari beberapa sumber yang sering mengantri di SPBU ternyata minyak tsb ada yg di pakai sendiri
dan ada juga yang menyalah
gunakan dengan cara men-

jualnya kembali kepada agenagen pemilik gudang. Hal ini


kita ketahui dengan adanya
salah satu gudang minyak
yang di sinyalir sudah lama
beroperasi yang berinisial HS
yg terletak di Tanjung Uncang.
Maka team Metropolitan Pos
segera mendatangi gudang tsb,
namun sayang pemilik gudang
tidak dapat kita jumpai untuk
meminta keterangan, bahkan
penjaga gudang tersebut tidak
mau membuka pintu pagar
gudang milik juragannya.
Hingga berita ini di turunkan pemilik gudang belum berhasil dikonirmasi Metropolitan Pos. ( Robinson LB)

Dari halaman 1................................................................................................................................................Belum Terungkap Korupsi


juga, sebut sumber kepada Metropolitan Pos.
Ibukota Jakarta terendam,
pejabat Tata Usaha (TU) Satpol
PP DKI Jakarta dan jajarannya
peesiran ke Bali untuk habiskan
uang korupsi alias sisa anggaran,
sementara warga disibukkan
mengungsi karena pemukiman
mereka terendam, keterlaluan.
Analisa politik dalam negeri
ungkapkan ajumundur Satpol PP
DKI Jakarta, penegak Perda dan
tibum itu ditentukan oleh Kabag
Tata Usaha, Ceppy Supriadi, dan
tiga Kepala seksi. Ternyata Efendi Anas memimpin satpol PP sehancur hancurnya ulah pejabat
tsb. Terbukti saat banjir pekan
lalu kinerja satpol PP dinilai 2.
Pantaskah pejabat tsb dipertahankan kepemimpinannya?
Satpol PP sebagai ujung
tombak Pemda perlu Sumber

Daya Manusia rasional. Pejabat


satpol PP di wilayah mengeluh
ketika banjir, karena banyak
perahukaret bocor tidak dapat
mengevakuasi korban seperti
di Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara. Pembelian dan
pemeliharaan perahu Karet setiap tahun dianggarkan sangat
tinggi dan harus diusut Komisi
Pemberantasan Korupsi, APBD
tahun 2012 bersama BPK dan
BPKP, meskipun ada unit pengawas diduga sudah dapat bagian
alias uang jalan. Pelesiran pejabat Satpol PP DKI Jakarta ke Bali
perlu perhatian petinggi DKI Jakarta, Jokowi bersama Ahok selaku Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, pejabat terkait
ada bukti foto di facebook dari
staff yang ikut nikmati anggaran, ungkap sumber kepada
Metropolitan Pos melalui sms.

Belum tersangka korupsi pejabat Satpol PP DKI Jakarta, terkait


korupsi pengadaan pakaian Dinas Satuan Polisi Pamong Praja
(Satpol PP) DKI Jakarta, sebesar
Rp17 miliar, dalam APBD tahun
2011, Ketua KPK, Abraham Samad segera periksa Kepala Dinas
Satpol PP DKI Jakarta, Effendi
Anas bersama Ketua lelang, Nurul Wakhidah dan PPK Satpol
PP DKI Jakarta, Amrin Suit, Rizal
Aquadli Kasubag Umum, Ismail,
Kabag Tata Usaha Satpol PP
Ceppy Supriadi, pasalnya pejabat
tersebut diduga merekayasa dan
memanipulasi laporan pertanggungjawaban dengan menagih
tagihan seratus persen dengan
membuat laporan seolah olah dilaksanakan seratus persen.
Hal ini perlu diperiksa KPK,
volume dan kualitas barang
sesuai rincian anggaran biaya

(RAB) yang sudah ditentukan.


Selain itu anggaran tersebut
diduga di mark-up dengan merekayasa laporan tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun Metropolitan Pos, bahwa PT Viola Inovasi Berkarya,
menyesalkan keputusan Panitia
Pengadaan Barang dan Jasa Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta yang telah memenangkan
PT. Andhikagatra Nararya dalam tender pengadaan pakaian
dinas lapangan, ungkap Ketua
Umum LSM Investigasi Fakta
Hukum, Berlin S kepada Metropolitan Pos.
Aneh. Kok yang menang tender justru yang penawarannya
tertinggi. Seharusnya dalam
mekanisme sistem gugur kan
dia sudah tidak ikut lagi,kata
LSM di Kantor PTUN Jakarta.
Menurut Berlin Siahaan, PT

Viola Inovasi Berkarya yang semestinya menang, karena harga


tender yang ditawarkan kliennya
tergolong paling rendah dibandingkan peserta lelang lainnya.
Tender pengadaan pakaian
dinas lapangan dilaksanakan
tanggal 2 Mei 2011 yang diikuti
oleh 9 perusahaan terkait.
Sementara penawaran terendah yang diajukan perusahaan
adalah Rp 13 miliar, sedangkan
perusahaan pemenang menawarkan harga lebih tinggi
sebesar Rp 15 miliar. Sementara
HPS yang ditetapkan panitia Rp
17 miliar, tegas, Berlin Siahaan.
Pengumuman pemenang lelang tanggal 15 juni 2011 lalu,
PT Andhikagatra Nararya diputuskan sebagai pemenangnya.
Selanjutnya pada 12 September
2011 lalu telah digugat ke PTUN
oleh PT Viola.

Ketika ditanya alasan kenapa kliennya kalah? Panitia


bilang alasan ijin gangguan dan
spesiikasi. Seharusnya penilaian yang deskriminatif dalam
penentuan persyaratan sesuai
dengan dokumen pengadaan.
PT Viola Inovasi Berkarya
pernah meminta untuk menggugurkan keputusan tersebut
untuk pemenang lelang karena
diduga ada praktik korupsi di
dalamnya,kata Berlin Siahaan.
Sementara, Metropolitan Pos,
ketika menkonirmasi PPK Satpol PP DKI Jakarta, Amrin Suit di
lokasi PTUN selalu menghindar.
Demikian juga Ketua lelang
Dinas PPBJ Satpol PP DKI Jakarta, Nurul Wakhidah, belum bisa
dihubungi, hingga saat ini pada
hal surat Metropolitan Pos sudah di layangkan. (Jenri / Hotdiman / Peris).

12

EDISI: 037/THN II/SENIN 3 - 16 SEPTEMBER 2012

Informasi Aspirasi Rakyat


HAL 12

SENIN 11 - 24 Februari 2013

Kemas Danau Toba Tujuan Wisatawan


Mancanegara Seperti Negara Swiss

Menteri BUMN Berjanji


Bangun Bandara
Silangit Taput Menjadi
Bandara Internasional

Terkait Proyek Gerakan Reboisasi Hutan Rp5M Fiktif

Bupati Kab. Samosir,


Ir Mangindar Simbolon Ngaku
Belum Pernah Diperiksa KPK
Ir Hotmauli Sianturi dan Kelompok Tani Target Saksi Harus di Boyong KPK
Bupati Kabupaten Samosir, Ir Mangindar Simbolon tersandung korupsi?
Jakarta, METROPOLITAN POS - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK), Abraham Samad, segera percepat pemeriksaan Bupati Kabupaten Samosir, Ir Mangindar Simbolon, bersama Ir Hotmauli Sianturi,
mantan Pimpinan proyek (Pimpro) Dinas Kehutanan Kabupaten Tobasa. Masyarakat Kabupaten Samosir berharap agar KPK fokus usut
tuntas korupsi anggaran bantuan proyek Gerakan Nasional Reboisasi
Hutan dan Lahan (GNRHL) pada tahun 2002/2003 sebesar Rp 5 miliar
fiktif. Ini soalnya menyangkut Hutan di Kabupaten Samosir.
Bupati Kabupaten Samosir, Ir Mangindar Simbolon, kepada Metropolitan
Pos, mengakui adanya anggaran bantuan proyek Gerakan Nasional Reboisasi
Hutan dan Lahan (GNRHL) pada tahun
2002/2003 sebesar Rp 5 miliar, hal ini di
sampaikan kepada Metropolitan Pos, saat
dikonirmasi di gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta, lantai 17, Rabu, (30/1).
Bupati Kab. Samosir Ir Mangindar Simbolon ketika ditanya sudah pernah diperiksa KPK terkait anggaran bantuan proyek
Gerakan Nasional Reboisasi Hutan dan
Lahan (GNRHL) pada tahun 2002/2003
sebesar Rp 5 miliar yang di indikasikan
iktif ? jawabnya, hingga saat ini saya (Ir
Mangindar Simbolon red) belum pernah
diperiksa KPK maupun dari penyidik Kepolisian atau Kejaksaan, terkait hal tersebut, tegas, Mangindar.
Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon
membantah bantuan anggaran proyek Gerakan Nasional Reboisasi Hutan dan Lahan
(GNRHL) pada tahun 2002/2003 sebesar Rp
5 miliar iktif. Mangindar Simbolon mengatakan itu sudah pasti berita bohong, sudah
berapa kali Ir Hotmauli Sianturi Kepala Pimpro Dinas Kehutanan Kabupaten Tobasa diperiksa Pihak Kepolisian dan Kejaksaan, tapi
tidak terbukti, tidak ada apa-apa, ungkap, Ir
Mangindar Simbolon. Ir Hotmauli Sianturi
saat itu sebagai Pimpinan Proyek (Pimpro)
dan Mangindar Simbolon menjabat Sebagai
Kepala Dinas Kehutanan Kab. Toba Samosir
2002 sampai 2004, sebelum pemekaran Kabupaten Samosir dengan Tobasa.
Bupati Kab. Samosir, Ir Mangindar
Simbolon, dengan tegas mengatakan
anggaran itu ada, ketika ditanya lagi
Mangindar Simbolon, apakah anggaran
bantuan GNRHL sebesar Rp5M itu dilaksanakan untuk pemeliharaan hutan saja

sebagaimana Berita Acara Pemeriksaan


(BAP) yang ditandatangani Ir Hotmauli
Sianturi ? Bupati Kab. Samosir, menjawab,
program GNRHL sebesar Rp5M itu untuk ada pembibitan, ada penanaman dan
ada pemeliharaan, ternyata Berita Acara
Pemeriksaan hanya pemeliharaan, hal
ini membuktikan adanya rekayasa dan
manipulasi laporan pertanggungjawaban
dan proyek dapat ditagih seratus persen,
yang seolah olah pekerjaan tersebut sudah beres dikerjakan.
Bupati Samosir, Ir Mangindar Simbolon terancam pidana berat terkait dugaan korupsi atas pengaduan pihak Badan
Pemerhati Pembangunan Samosir (BPPS)
ke KPK di Jakarta, baru-baru ini.
Ketua Umum BPPS, Letkol (Purn) HR
Sitanggang bersama Sekum, Drs TP Malau
dalam jumpa pers di Wisma Benteng
Medan, mengatakan, pihaknya juga menembuskan pengaduan tersebut kepada
Jaksa Agung, Kapolri, Kejatisu, Kapoldasu
dan Menteri Dalam Negeri, sekarang akan
diambil alih KPK penyidik super pawer
yang layak dipercaya masyarakat Kabupaten Samosir.
Sementara, dikatakan HR sebutan akrab
Hot Raja Sitanggang, korupsi itu terjadi sejak Ir Mangindar Simbolon menjabat Kepala
Dinas Kehutanan Toba Samosir 2002/2003
sampai 2004, sebelum Samosir terbentuk
menjadi kabupaten sendiri.
Sebagai Kadis Kehutanan, Ir Mangindar mendapat bantuan anggaran proyek
Gerakan Nasional Reboisasi Hutan dan
Lahan (GNRHL) pada tahun 2002/2003
sebesar Rp5 miliar.
Anggaran sebesar itu diperuntukkan
bagi penanaman pohon di atas lahan seluas 2.115 hektar yang tersebar di Toba
Samosir, mencakup juga Samosir tetapi

Abraham Samad
tidak terlaksana, melainkan hanya dalam
bentuk Berita Acara dengan cara iktif.
Dinyatakan iktif, karena sesuai dengan fakta tertulis sebagaimana dalam BAP
Proyek kesemuanya dibuat mengatasnamakan beberapa kelompok tani, dimana sebagian besar kelompok tani yang dimaksud
sama sekali tidak pernah mengetahuinya,
bahkan mengaku tidak pernah tandatangan
adanya pembibitan hutan tersebut.
Rekayasa dan Manipulasi
Dengan demikian, dipastikan Berita
Acara yang dilampirkan dalam laporan ke
KPK diduga juga rekayasa alias palsu.
Meski penanaman pohon di lahan seluas 2.115 hektar itu tidak terjadi, tetapi
dalam surat ditandatangani Ir Hotmauli
Sianturi telah terjadi pemeliharaan atas
hutan dimaksud,ungkapnya.
Demikian juga hingga 2006, bahkan
dalam suratnya menyatakan, dengan
pemisahan Samosir dengan Tobasa disarankan juga untuk mengusulan biaya pemeliharaan tahun anggaran 2007.
Kemanakah anggaran pemeliharaan
proyek pada 2004/2005 sampai 2006?
Kurang jelas,bebernya lagi, sudah saatnya
KPK masuk periksa Bupati Kab. Samosir.
Hal senada dikatakan Sekum BPPS,
Drs TP Malau. Menurutnya, tindakan korupsi ini berlanjut dari Tobasa hingga Samosir saat ini.
Menurut sumber Metropolitan Pos,
yang dihimpun dari Tobasa, bahwa Ir
Hotmauli Sianturi, mantan Pimpro Dinas
Kehutanan Kab. Tobasa, harus di periksa
KPK dulu, yang sudah dipindah tugaskan
ke Pemkab Simalungun untuk menghindari kasus pemeriksaan kasus tersebut.

Ir Mangindar Simbolon
Selain itu, dugaan penyelewengan
anggaran Dinas Pendidikan Samosir pada
2006 yang mendapat dana alokasi khusus
dari Pemerintah Pusat sebesar Rp7,7 miliar sebagai bantuan pembelian buku dan
perbaikan 35 Sekolah Dasar dengan anggaran masing-masing Rp 220 juta setiap
SD, dari beberapa sumber kami mengatakan pelaksanaannya hanya diberikan
Rp120 juta setiap SD. Dengan demikian
kerugian Negara sebesar Rp3,5 miliar dari
pagu anggaran.
Ketika Bupati Samosir Ir. Mangindar
Simbolon ditanya terkait dana tersebut,
dia tidak bersedia menjawab dan hanya
mengatakan kalau masalah itu tanya
Kepala Dinas Pendidikan Kab. Samosir
saja, ungkapnya.
Adapun kedatangan Bupati Samosir
Ir. Mangindar Simbolon di Kementerian
Parawisata Dan Ekonomi Kreatif adalah
untuk koordinasi dalam rangka pelaksanaan Pesta Danau Toba, yang rencananya
akan di selenggarakan tanggal 29 Juni
2013 dan Kota Pangururan salah satu
tuan rumah pesta Danau Toba tersebut.
Berdasarkan berbagai fakta, Dinas Pendidikan Kab. Samosir pada 2006 mendapat
dana alokasi khusus dari Pemerintah Pusat
sebesar Rp7,7 miliar sebagai bantuan pembelian buku dan perbaikan 35 SD dengan anggaran masing-masing Rp220 juta setiap SD.
Ternyata
pelaksanaannya
hanya
diberikan Rp120 juta setiap SD. Dengan
demikian sebesar Rp3,5 miliar dari pagu
anggaran praktis tidak tahu kemana menguap, hal ini terjadi penyelewengan uang
Negara. (P. Naibaho / H.Simbolon /Sudianto/ Dolly/ Hotdiman).

Jakarta, METROPOLITAN POS, Kemas Danau


Toba tujuan wisatawan mancanegara seperti Negara
Swiss.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan berjanji kepada masyarakat Batak, Sumatera
Utara (Sumut), akan membawa plat merah dibawah
naungan BUMN untuk membangun Bandara Silangit
Tapanuli Utara (Taput) menjadi Bandara Internasional, hal ini sangat ditunggu masyarakat Batak, karena
sudah lama tidak ada pembangunan di Sumut.
Sejumkah warga Batak yang tergabung dalam Perhimpunan Batak Peduli Pembangunan Sumatera Utara
(PERBAPPSU) menemui Menteri BUMN di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta. Pekan lalu. Warga Batak
yang sebagian berdomisili di Jakarta ini mengeluhkan
lambannya sejumlah proyek infrastruktur di Sumut.
Dahlan Iskan, Menteri BUMN, dengan sabar mendengarkan keluhan orang Batak, dengan delegasi yang
dipimpin Gandi Parapat itu. Tidak sia-sia, Dahlan Iskan merespon secara baik pengaduan ini. Mantan
Dirut PLN ini berjanji akan segera memerintahkan perusahaan plat merah di bawah naungan BUMN untuk
segera menggarap untuk membangun jalan tol Medan-Tebing Tinggi dan peningkatan Bandara Silangit,
Tapanuli Utara, agar menjadi bandara internasional.
Silangit akan menjadi Bandara Internasional paling lambat Desember 2013. PLN saja mampu membangun Bandara Silangit, apalagi BUMN. Kalau BUMN
yang bangun, tender langsung jadi, kata Dahlan yang
disambut tepuk tangan hadirin orang Batak.
Pertemuan dihadiri 16 warga Batak, antara lain
Bendahara Pekan Raya Sumut Eddy Sijabat, Ketua
Umum Forum Pribumi Indonesia Bersatu Sumut Ray
Sinambela, mantan anggota DPRD Sumut Burhanuddin Rajagukguk, serta aktivis LSM Pendidikan dan
Kesehatan Jakarta Hikmat Siregar.
Selain masalah tol Medan-Tebingtinggi dan Bandara Silangit, leletnya penyelesaian Bandara Kualanumu juga disampaikan ke Dahlan. Begitu pun soal Danau Toba, Dahlan begitu antusias menanggapinya. Dia
mengatakan, jika tidak segera dikembangkan Bandara
Silangit, maka Danau Toba tetap saja seperti sekarang
ini.
Penerbangan dari Malaysia atau Singapura ke Medan hanya satu jam. Dan, dari Jakarta ke Medan hanya
dua jam. Dari Medan ke Toba tujuh jam, mana mau
orang ke Toba. Untuk mengangkat Toba ini harus ada
tol Medan-Tebing, kata Dahlan.
Keindahan Danau Toba, kata Dahlan, seperti Swiss.
Dahlan berjanji cepat menggarap Bandara Silangit.
Yang bisa angkat itu dalam waktu cepat membangun
Bandara Silangit menjadi bandara internasional, karena biayanya tidak banyak untuk menambah landasan
pacu sepanjang 300 meter dan ketebalan 5 hingga 10
cm, dan membangun refueling atau tanki bahan bakar, papar dia.
Soal Bandara Kualanamu, Dahlan mengatakan, dirinya sudah menyampaikan ke Presiden SBY bahwa
jalan pendukung Bandara Kualanamu belum ada karena pinjaman untuk pembangunan jalan tersebut belum cair. Untuk mengatasinya, kata Dahlan, nanti perusahaan BUMN yang keroyokan untuk membangun
jalan itu.
Uang untuk itu bisa dicari, yang penting mau enggak, ujar dia. Pada akhir pertemuan, mantan Sekretaris Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia
(Gamki) Sumut Gandi Parapat meminta kesediaan
Dahlan agar berkenan menerima marga Batak karena Dahlan memiliki karakter dan keberanian seperti
orang Batak. Dahlan menyambut baik dan akan menerimanya kalau sudah memenuhi janjinya membangun bandara dan tol di Sumut.
Nanti kalau pekerjaan kita ini sudah selesai,
saya terima. Kalau sekarang, nanti dikira karena sudah diberi marga baru berbuat untuk Sumut, ujar
Dahlan. Pertemuannya sendiri berlangsung hangat.
Para delegasi disambut langsung oleh Dahlan di ruang kerjanya. Bahkan Dahlan menyodorkan sendiri
botol air mineral ke para tamunya, satu per satu. Infrastruktur Kabupaten Samosir hingga sekarang tidak
ada perubahan sejak Kabupaten Samosir terbentuk,
sekarang masyarakat Samosir yang ada diperantauan
sudah peduli membangun kampung halamannya, bila
Bupati tidak mampu lebih baik mundur saja, dan kita
tidak main main lagi membawa persoalan Kabupaten
Samosir ke nara hukum bila ada pelaku indikasi korupsi, tegas, warga Samosir. (Jenri / Mei Naibaho).