You are on page 1of 30

DEMOKRA SI

PANCASILA

NAMA : AMRIZAL TANJUNG


JURUSAN : MIF
KELAS : X-42
NPM : 09402045
MATA KULIAH : PENDIDIKAN PANCASILA
DAFTAR ISI

Daftar isi..................................................................... 2
Kata Pengantar.......................................................... 3
BAB. I pendahuluan.................................................. 4
BAB. II pengertian Demokrasi Pancasila................ 9
A. Pengertian menurut Etimologis....................... 9
B. Pengertian menurut Terminology................... 10
C. Demokrasi sebagai bentuk pemerintahan...... 12
D. Demokrasi sebagai sistem politik..................... 14
E. Demokrasi sebagai sikap hidup....................... 15
F. Demokratisasi.................................................... 15
G. Demokrasi di Indonesia.................................... 18
H. Sistem Politik Demokrasi................................. 20
I. Pendidikan Demokrasi...................................... 22
J. Fungsi Demokrasi Pancasila`........................... 24
K. Rumusan Demokrasi Pancasila....................... 25
BAB.III Kesimpulan.................................................. 28
BAB.IV Daftar Pustaka............................................. 30

2
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan Bumi dan

Langit beserta isinya. Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada Baginda

Besar Nabi Muhammad SAW yang telah membawa agama Islam menjadi agam yang

diridoi oleh Allah SWT dan agama yang diteima di sisi – Nya. Dalam rangka

menghadapi UAS semester ganjil , penulis mendapatkan tugas ilmiah sebagai salah

satu syarat UAS dengan mata kuliah “ Pendidikan Pancasila “ dengan tema “

Demokrasi Pancasila “. Dalam pengerjaan dan penyusunan tulisan ini , penulis

mengambil sumber dari berbagai buku dan internet. Apabila ada kesalahan penulisan

ataupun pendapat , menulis mohon maaf mengingat penulis masih dalam tahap

pembelajaran. Saran , kritikan dan masukan sangat penulis harapkan dari pembaca

dan dosen untuk perkembangan dan kemajuan akademik penulis.

Terima Kasih

Penulis

Amrizal Tanjung

3
BAB.I. PENDAHULUAN

Semua negara mengakui bahwa demokrasi sebagai alat ukur dari keabsahan

politik. Kehendak rakyat adalah dasar utama kewenangan pemerintahan menjadi

basis tegaknya sistem politik demokrasi. Demokrasi meletakkan rakyat pada posisi

penting, hal ini karena masih memegang teguh rakyat selaku pemegang kedaulatan.

Negara yang tidak memegang demokrasi disebut negara otoriter. Negara otoriter pun

masih mengaku dirinya sebagai negara demokrasi. Ini menunjukkan bahwa

demokrasi itu penting dalam kehidupan bernegara dan pemerintahan. Sejak merdeka,

perjalanan kehidupan demokrasi di Indonesia telah mengalami pasang surut. Dari

Demokrasi Parlementer/ Liberal (1950–1959) , Demokrasi Terpimpin (1959–1966)

dan Demokrasi Pancasila (1967–1998). Tiga model demokrasi ini telah memberi

kekayaan pengalaman bangsa Indonesia dalam menerapkan kehidupan demokrasi.

Setelah reformasi demokrasi yang diterapkan di Indonesia semakin diakui oleh dunia

luar. Reformasi telah melahirkan empat orang presiden. Mulai dari BJ Habibie,

Abdurrahman Wahid, Megawati hingga Susilo Bambang Yudhoyono. Demokrasi

yang diterapkan saat ini masih belum jelas setelah pada masa Presiden Soeharto

dikenal dengan Demokrasi Pancasila. Ir Soekarno dalam buku Di Bawah Bendera

Revolusi (1965) pernah mengungkapkan pendapatnya tentang demokrasi bagi bangsa

Indonesia. “Apakah demokrasi itu? Demokrasi adalah ’pemerintahan rakjat’. Tjara

pemerintahan ini memberi hak kepada semua

4
rakyat untuk ikut memerintah. Tjara pemerintahan ini sekarang menjadi tjita-tjita

semua partai nasionalis Indonesia. Tetapi dalam mentjita-tjitakan faham dan tjara-

pemerintahan demokrasi itu, kaum Marhaen toch harus berhati-hati. Artinya:

djangan meniru sahaja ’demokrasi demokrasi’ yang kini dipraktekkan di dunia

luaran….”

Bung Karno mempunyai pandangan sendiri mengenai demokrasi bagi

Indonesia. Demokrasi khas Eropa dianggap tidak sesuai untuk diterapkan di

Indonesia. Dalam tulisannya, demokrasi yang begitu hanyalah demokrasi parlemen

saja, hanya demokrasi politik saja, sementara demokrasi ekonomi tak ada. Demokrasi

politik saja belum menyelamatkan rakyat. Kaum nasionalisme Indonesia tidak boleh

mengeramatkan demokrasi seperti itu. Nasionalisme kita haruslah nasionalisme yang

tidak mencari gebyarnya atau kilaunya negeri keluar saja, tetapi ia harus mencari

selamatnya semua manusia. Pencarian bentuk demokrasi bagi Indonesia nampaknya

masih terus berlangsung. Oleh beberapa kalangan, kondisi saat ini dianggap ideal

untuk tumbuhnya demokrasi di Indonesia. Namun demokrasi yang sedang tumbuh

ini, oleh beberapa kalangan juga dianggap terlalu bebas. Kecenderungan untuk

tumbuhnya demokrasi di Indonesia saat ini sudah dapat dirasakan. Media massa atau

pers menikmati kebebasannya. Masyarakat bebas berpendapat dan berorganisasi dan

rakyat juga memilih langsung atau memilih sendiri pemimpinnya. Komisi negara

dibentuk oleh negara. Diperbolehkannya jalur independen atau calon perseorangan di

luar jalur politik mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) turut

meramaikan kehidupan demokrasi di Indonesia. Perkembangan demokrasi turut

5
meningkatkan partisipasi politik masyarakat. Masyarakat boleh mengorganisasikan

diri untuk ikut serta dalam proses pengambilan keputusan. Masyarakat atau rakyat

kembali merasakan kebebasan sipil dan politiknya.

Rakyat menikmati kebebasan berpendapat serta rakyat menikmati kebebasan

berorganisasi. Kebebasan sipil bisa dinikmati meskipun di sisi lain hak sekelompok

masyarakat bisa dihilangkan oleh kelompok masyarakat lain. Dalam kondisi seperti

ini, beberapa kalangan menilai penerapan demokrasi di Indonesia harus dijiwai

dengan ideologi atau dasar negara RI yaitu Pancasila. Pancasila sebagai dasar atau

ideologi negara harus diterapkan dalam kehidupan berdemokrasi.

Pancasila sebagai konsep diungkapkan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945

saat menyampaikan pidatonya yang berisikan konsepsi usul tentang dasar falsafah

negara yang diberi nama dengan Pancasila. Konsepsi usul ini berisi:

1. Kebangsaan Indonesia atau Nasionalisme.

2. Perikemanusiaan atau Internasionalisme.

3. Mufakat atau Demokrasi.

4. Kesejahteraan Sosial.

5. Ketuhanan yang Maha Esa.

Selanjutnya pada tanggal 22 Juni 1945, sidang Badan Penyelidik Usaha-

Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mencapai konsensus nasional

dan gentlemen agreement tentang dasar negara Republik Indonesia. Konsensus

nasional yang mendasari dan menjiwai Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 itu

dituangkan dalam suatu naskah yang oleh Mr Muhammad Yamin disebut Piagam

6
Jakarta. Piagam Jakarta merupakan hasil kompromi tentang dasar negara Indonesia

yang dirumuskan oleh Panitia Sembilan, panitia kecil yang dibentuk oleh BPUPKI,

antara umat Islam dan kaum kebangsaan (nasionalis). Di dalam Piagam Jakarta

terdapat lima butir yang kelak menjadi Pancasila dari lima butir, sebagai berikut :

1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-

pemeluknya.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan

perwakilan

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Naskah Piagam Jakarta ditulis dengan menggunakan ejaan Republik dan

ditandatangani oleh Ir. Soekarno , Mohammad Hatta , A.A. Maramis , Abikoesno

Tjokrosoejoso , Abdulkahar Muzakir , H.A. Salim, Achmad Subardjo , Wahid

Hasjim, dan Muhammad Yamin. Pada saat penyusunan UUD pada Sidang Kedua

BPUPKI, Piagam Jakarta dijadikan Muqaddimah (preambule). Selanjutnya, saat

pengesahan UUD ‘45 18 Agustus 1945 oleh PPKI, istilah Muqaddimah diubah

menjadi Pembukaan UUD setelah butir pertama diganti menjadi Ketuhanan Yang

Maha Esa. Perubahan butir pertama dilakukan oleh Drs. M. Hatta atas usul A.A.

Maramis setelah berkonsultasi dengan Teuku Muhammad Hassan, Kasman

Singodimedjo dan Ki Bagus Hadikusumo. Membaca sejarah pergerakan nasional di

Indonesia, perubahan ini nampak bukan suatu proses dari saat disahkannya Piagam

7
Jakarta hingga menjadi Pembukaan UUD 1945. Para wakil rakyat Indonesia ketika

itu terbagi atas dua kelompok aliran pemikiran. Di satu pihak mereka yang

mengajukan agar negara itu berdasarkan kebangsaan tanpa kaitan khas pada ideologi

keagamaan. Di pihak lainnya , mereka yang mengajukan Islam sebagai dasar negara.

Mengingat Indonesia adalah bangsa yang majemuk , maka kata – kata “ menjalankan

syariat Islam bagi pemeluk – pemeluknya “ di ganti dengan kalimat “ Ketuhanan

Yang Maha Esa “. Hal ini terjadi karena setelah ada protes dari perwakilan Indonesia

bagian timur yang mayoritas adalah non muslim. Hal ini membuktikan bahwa bangsa

Indonesia adalah bangsa yang memiliki rasa tenggang rasa yang besar dan saling

menghormati satu sama lain dan mengutamakan kepentingan bersama/umum

daripada kepentingan pribadi/golongan. Maka itulah yang dinamakan Demokrasi

Pancasila.

8
BAB.II PENGERTIAN DEMOKRASI PANCASILA

A. MENURUT ETIMOLOGIS / BAHASA

Demokrasi pengertian etimologis mengandung makna pengertian universal.

Abraham Lincoln ( 1873 ) memberikan pengertian demokrasi “ government of the

people, by the people, and for the people”. Menurut etimologi/bahasa, demokrasi

berasal dari bahasa yunani yaitu dari demos = rakyat dan cratos atau cratein =

pemerintahan atau kekuasaan. Demokrasi berarti pemerintahan rakyat atau kekuasaan

rakyat. Oleh karena itu dalam sistem demokrasi rakyat mendapat kedudukan penting

didasarkan adanya rakyat memegang kedaulatan. Pelaksanaan demokrasi ini ada dua

cara yaitu demokrasi langsung dan tidak langsung. Demokrasi langsung, rakyat

seluruhnya dikutsertakan dalam permusyawaratan untuk menentukan kebijakan dan

mengambil keputusan. Hal ini terjadi pada zaman yunani kuno (abad ke 4 SM – abad

ke 6 SM). Pada masa itu Yunani berupa negara kota ( polis ). Akan tetapi pada masa

itu ada pembatasan ikut dalam pemerintahan adalah anak , wanita dan budak. Akibat

perkembangan penduduk maka sistem demokrasi. Akibat perkembangan penduduk

maka demokrasi langsung sudah tidak memungkin lagi sehingga timbul cara kedua

yaitu demokrasi tidak langsung. Sedangkan demokrasi tidak langsung dilaksanakan

melalui sistem perwakilan. Biasanya dilaksanakan dengan cara pemilihan umum.

9
B. SECARA TERMINOLOGY

Demokrasi dari segi terminology mengandung makna demokrasi konseptual

yang memiliki beberapa pendapat yaitu:

1. Tradisi pemikiran Aristotelian , demokrasi merupakan salah satu bentuk

pemerintahan.

2. Tradisi Medieval Theory , menerapkan roman law dan konsep popular

souvregnty.

3. Contemporary Doctrine , dengan konsep republik dipandang sebagai bentuk

pemerintahan rakyat yang murni.

4. Harris Soche, Demokrasi adalah pemerintahan rakyat karena itu kekuasaan

melekat pada rakyat.

5. Henry B. Mayo, sistem politik demokratis adalah menunjukkan kebijakan umum

ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh

rakyat, dan didasarkan atas kesamaan politik dalam suasana terjaminnya

kebebasan politik.

6. International Commision for Jurist , Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan

untuk membuat keputusan politik diselenggarakan oleh wakil - wakil yang dipilih

dan bertanggung jawab kepada mereka melalui pemilihan yang bebas.

7. C.F. Strong , Suatu sistem pemerintahan pada mayoritas anggota dewasa dari

masyarakat politik ikut serta atas dasar sistem perwakilan yang menjamin bahwa

pemerintah akhirnya mempertanggung jawabkan tindakan kepada mayoritas.

10
8. Samuel Huntington , sistem politik sebagai demokratis sejauh para pembuat

keputusan kolektif yang paling kuat dalam system itu dipilih melalui pemilihan

umum yang adil, jujur, dan semua orang dewasa mempunyai hak yang sama

memberikan suara.

Demokrasi secara kontekstual dilihat dari fakta kenyataan pemerintahan yang

pernah dan sedang terjadi. Indonesia pada zaman pemerintahan Soekarno masa orde

lama dengan konstitusi RIS dan UUDS ‘50 dikenal demokrasi liberal , setelah

kembali ke UUD 45 dikenal demokrasi terpimpin. Era Soeharto ( orde baru ) dikenal

demokrasi Pancasila , dan era reformasi sejak 1998 hingga sekarang masih dikenal

demokrasi Pancasila. Demokrasi dilihat dari segi pemikiran politik terbagi menjadi

tiga tradisi pemikiran politik yaitu Classical Aristotelian theory , medieval theory dan

contemporary doctrine yang mana pengertiannya dengan yang telah disebutkan.

Torres melihat demokrasi dari segi formal dan substantive. Formal menunjuk pada

demokrasi dalam arti sistem pemerintahan. Substantive menunjuk pada demokrasi

dalam 4 bentuk :

1. menitik beratkan pada perlindungan terhadap tirani.

2. titik berat pada manusia mengembangkan kekuasaan dan kemampuan.

3. melihat keseimbangan partisipasi masyarakat terhadap beban yang berat dan

tuntutan yang tidak dapat dipenuhi.

4. bahwa tidak dapat mencapai partisipasi yang demokratis tanpa perubahan lebih

dulu dalam keseimbangan social dan kesadaran social. Perubahan social dan

11
partisipasi demokratis perlu dikembangkan secara bersamaan karena satu sama

lain saling ketergantungan.

C. DEMOKRASI SEBAGAI BENTUK PEMERINTAHAN

Demokrasi pernah dipahami sebagai bentuk pemerintahan , akan tetapi

perkembangannya dipahami dalam pengertian luas, sebagai bentuk pemerintahan dan

politik. Pada awalnya Plato mengemukakan 5 macam bentuk negara sesuai dengan

sifat tertentu dari jiwa manusia , yaitu :

1. Aristokrasi , pemerintahan dipegang oleh sekelompok kecil para cerdik pandai

berdasarkan keadilan. Kemerosotan dari aristokrasi ini menjadi Timokrasi.

2. Timokrasi , Pemerintahan dijalankan untuk menda-patkan kekayaan untuk

kepentingan sendiri. Oleh karena kekayaan untuk kepentingan sendiri lalu jatuh

dan dipegang olah kelopmpok hartawan. Sehingga yang berhak memerintah

adalah orang yang kaya saja sehingga muncul oligarchi.

3. Oligarchi , pemerintahan dijalankan oleh sekelompok orang yang memegang

kekayaan untuk kepentingan pribadi.. Negatif dari sistem ini adalah timbul

kemelaratan umum , banyak orang miskin. Akibat tekanan penguasa semakin

berat , banyak rakyat semakin sengsara. Akhirnya rakyar sadar dan bersatu

memegang pemerintahan dan timbullah Demokrasi.

4. Demokras , Pemerintahan secara demokrasi diutamakan kemerdekaan dan

kebebasan. Oleh karena kebebasan dan kemerdekaan ini terlalu diutamakan

12
timbul kesewenang - wenangan. Kemerdekaan dan kebebasan menjadi tidak

terbatas lalu timbullah prinsip Anarki.

5. Anarchi, pemerintahan anarki seseorang dapat berbuat sesuka hatinya. Rakyat

tidak mau lagi diatur , karena ingin mengatur dan memerintah sendiri. Negara

menjadi kacau. Untuk itu perlu pemimpin yang keras dan kuat. Akhirnya

timbullah Tirany.

6. Tirany , pemerintahan dipegang oleh seorang saja dan tidak suka terdapat

persaingan. Semua orang yang menjadi saingan disingkirkan dan diasingkan,.

Pemerintahan ini tambah jauh dari keadilan.

Plato juga dalam perkembangan ajarannya tentang bentuk pemerintahan

mengemukakan lagi :

A. Bentuk negara Ideal form (bentuk cita), yaitu negara dalam bentuk kesempurnaan :

1. Monarki. Bentuk pemerintahan dipegang oleh seorang sebagai pemimpin tertinggi

dijalankan untuk kepen-tingan orang banyak biasanya pada kerajaan.

2. Aristokrasi, Pemerintahan dipegang oleh orang yang pandai.

3. Demokrasi, Pemerintahan dipegang oleh rakyat.

B. The Corruption form (bentuk pemerosotan) :

1. Bentuk Tirani, bentuk pemerosotan dari monarchi

2. Oligarchi, bentuk pemerosotan dari Arostokrasi

3. Mobokrasi, pemerosotan dari demokrasi. Pemerintahan dipegang oleh rakyat

yang tidak tahu dan tidak menguasai pemerintahan, tidak terdidik. (the rule of the

mob).

13
D. DEMOKRASI SEBAGAI SISTEM POLITIK

Demokrasi dari sistem politik lebih luas dari bentuk pemerintahan. Beberapa

ahli telah mendefinisikan demokrasi sebagai sistem politik , yaitu :

1. Henry B Mayo , demokrasi merupakan suatu sistem politik yang menunjukkan

bahwa kebijakan umum ditentukan atas dasar – dasar mayoritas oleh wakil –

wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan berkala yang

didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana

terjaminnya kebebasab politik.

2. Samuel Huntington , sistem politik sebagai demokratis sejauh para pembuat

keputusan kolektif yang paling kuat dalam sistem itu dipilih melalui pemilihan

umum yang adil , jujur dan berkala dan dalam sistem itu para calon bebas

bersaing untuk memperoleh suara dan hampir semua penduduk dewasa berhak

memberikan suara.

Sistem politik dapat dibedakan dari sistem politik demokrasi dan non

demokrasi. Sistem politik demokrasi , sistem pemerintahan dalam suatu negara yang

menjalankan prinsip demokrasi yaitu tidak sewenang – wenang , kekuasaan tidak tak

terbatas. Dan mengutamakan kepentingan umum dan keadilan. (contoh lihat

penjelasan umum UUD 45 sebelum amandemen, ada disebutkan 7 prinsip

pemerintahan yang baik). Sistem politik non demokrasi, politik otoriter, totaliter,

dictator, rezim militer, rezim satu partai, monarki absolut, dan sistem komunis.

Negara berbentuk kerajaan ataupun republik dapat saja merupakan negara demokrasi

14
atau negara kediktatoran , tergantung dari prinsip – prinsip yang dijalankan dalam

penyelenggaraan negara. Dengan demikian , ada negara kerajaan yang demokratis

dan negara kerajaan yang bersifat otoriter. Demikian pula ada negara republik yang

demokratis dan ada negara republik yang otoriter.

E. DEMOKRASI SEBAGAI SIKAP HIDUP

Demokrasi ini dipahami sebagai sikap hidup dan pandangan hidup yang

demokratis. Pemerintahan dan sistem politik tumbuh dan berkembang tidak datang

dengan sendirinya. Demokrasi membutuhkan usaha nyata dan perilaku demokratis

untuk mendukung pemerintahan dan sistem politik demokrasi. Perilaku didasarkan

nilai-nilai demokrasi dan membentuk budaya/kultur demokrasi baik dari warganegara

maupun dari pejabat negara/pemerintah yang membuatnya performed ( eksis dan

tegak ).

F. DEMOKRATISASI

Demokratisasi merupakan penerapan kaidah-kaidah atau prinsip demikrasi

pada keguatan sistem politik kenegaraan. Tujuasn untuk membentuk kehidupan

politik bercirikan demokrasi. Demokratisasi merujuk pada proses perubahan menuju

system pemerintahan yang lebih demokratis.

Tahapan demokrasi:

1. pergantian dari penguasa non demokratis ke penguasa demokrasi

15
2. pembentikan lembaga dan tertib politik demokrasi;

3. konsolidasi demokrasi

4. praktik demokrasi sebagai budaya politik bernegara.

Ciri-ciri demokrasi :

1. berlangsung secara evolusioner;

2. perubahan secara persuasive bukan koersif; (musyawarah bukan paksaan atau

kekerasan);

3. proses demokrasi tidak pernah selesai.

Demokrasi suatu yang ideal tidak pernah tercapai. Negara yang benar-benar

demokrasi tidak ada. Bahkan negara yang menyatakan negaranya demokrasi dapat

jatuh menjadi otoriter. Dalam segi budaya , demokrasi dibedakan menjadi tiga :

1. Demokrasi Liberal

Demokrasi liberal adalah suatu corak demokrasi yg mendasarkan diri pada paham

liberalisme (kebebasan). Dalam sistem ini kekuasaan penguasa dibatasi secara ketat,

sementara kepada setiap individu diberikan kebebasan secara istimewa, bahkan

kadang2 sampai di atas kepentingan umum. Di dalam sistem pemerintahan, berlaku

gagasan bahwa negara & pemerintahan hendaknya tidak ikut campur tangan dalam

urusan warga negaranya, kecuali dalam hal yang menyangkut kepentingan umum

seperti bencana alam, hubungan luar negeri, pertahanan keamanan, dll. Sedangkan

dalam bidang ekonomi berlaku dalil Laissez faire laissez aller (jika manusia dibiarkan

mengurus kepentingan ekonominya masing2 maka dgn sendirinya keadaan ekonomi

seluruh negara akan sehat).

16
2. Demokrasi Komunis

Demokrasi komunis adalah suatu corak demokrasi yg mendasarkan diri pada ajaran

Karl Marx atau komunisme yg disebut ajaran Historis Materialisme. Dalam bidang

ekonomi dianut sistem yg pada prinsipnya tidak mengakui hak milik perseorangan

atas segala alat produksi, karena alat produksi harus menjadi hak milik masyarakat

atau negara. Jadi, hak perseorangan harus dikalahkan & dijadikan hak

kolektif/umum. Sistem ini juga menghendaki pengaturan masyarakat secara

keseluruhan atas dasar tertentu dgn kelompok kecil penguasa yg memonopoli

kekuasaan.

3. Demokrasi Pancasila

Demokrasi Pancasila adalah adalah paham demokrasi yg bersumber pada

kepribadian & filsafat hidup bangsa Indonesia, & sumber ajarannya adalah

Pancasila. Setiap hak2 & kewajiban warga negara pelaksanaan hak asasinya bersifat

horizontal maupun vertikal. Sistem ini menjaga keseimbangan antar konflik &

konsensus, mendasari pembentukan identitas bersama. Hal ini menyebebkan

berbagai bentuk pelaksanaan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,

& bernegara harus berdasarkan Pancasila.

17
Tabel perbedaan sistem politik :

No Aspek Aspek Pancasila Liberal Komunis


1 Paham Kerakyatan Individualisme Kerakyatan

2 Sifat Sosial/komunal Individual Komunal


3 Negara Sosialis religius Sekuler Sosialis
4 Ruang lingkup Politik, ekonomi, sosial Politik, ekonomi Politik & sosial
5 Pengakuan hak Hak milik diakui dgn Hak milik diakui Hak milik tidak

individu fungsi sosial secara mutlak diakui

sekuler
6 Pandangan Manusia sejak lahir Manusia sejak Manusia tidak

merupakan makluk lahir dalam mempunyai arti

individu sekaligus keadaan bebas & sebelum

makhluk sosial merdeka bersama2 dgn

manusia lain

G. Demokrasi di Indonesia

Bangsa Indonesia sejak dulu sudah mempraktekkan ide tentang demokrasi

walau bukan tingkat kenegaraan , masih tingkat desa yang disebut demokrasi desa.

Contoh pelaksanaan demokrasi desa pemilihan kepala desa dan rembug desa. Inilah

demokrasi asli. Demokrasi desa mempunyai 5 ciri yakni rapat , mufakat , gotong

royong , hak mengadakan protes bersama dan hak menyingkir dari kekuasaan raja

absolut mempergunakan pendekatan kontekstual. Demokrasi di Indonesia adalah

18
demokrasi Pancasila yang menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara , pandangan

hidup bangsa Indonesia , dasar negara Indonesia dan sebagai identitas nasional

Indonesia. Sebagai ideologi nasional , Pancasila sebagai cita - cita masyarakat dan

sebagai pedoman membuat keputusan politik. Sebagai pemersatu masyarakat yang

menjadi prosedur penyelesaian konflik. Nilai-nilai demokrasi yang terjabar dari nilai -

nilai Pancasila adalah :

1. Kedaulatan rakyat;

2. Republik

3. Negara berdasar atas hukum

4. Pemerintahan yang konstitusional

5. Sistem perwakilan

6. Prinsip musyawarah

7. Prinsip ketuhanan

Demokrasi Pancasila dapat diartikan secara luas dan sempit. Secara luas,

demokrasi Pancasila berarti kedaulatan rakyat yang didasarkan pada nilai-nilai

Pancasila dalam bidang politik, ekonomi dan sosial. Secara sempit, demokrasi

Pancasila berarti kedaulatan rakyat yang dilaksanakan menurut hikmat kebi-

jaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. Sehubungan dengan demokrasi

Pancasila , di Indonesia mengenal juga istilah “masyarakat Madani” (civil society).

Welzer dengan rumusan konseptual , civil society adalah jaringan yang kompleks dari

LSM diluar pemerintahan negara (NGO) yang bekerja secara merdeka atau bersama-

19
sama pemerintah yang diatur oleh hukum. Ia merupakan ranah publik yang

beranggotakan perorangan.

Masyarakat madani Indonesia tidak sepenuhnya sama dengan civil society

menurut konsep liberalisme/komunitarianisme Barat. Masyarakat madani Indonesia

mempunyai ciri khas, tetap agamis/religius dan adanya fasilitasi lebih nyata dari

negara dalam hal memberikan jaminan hukum dan dukungan politik bagi kehadiran

masyarakat madani, suasana kulturtal dan ideologis dan menyediakan infrastruktur

sosial yang diperlukan. Keterkaitan Demokrasi Pancasila dengan civil society /

masyarakat madani Indonesia, secara kualitatif ditandai oleh keimanan dan

ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, jaminan hak asasi manusia, penegakan

prinsip rule of law, partisipasi yang luas dari warganegara dalam mengam bil

keputusan publik diberbagai tingkatan, pelaksanaan Pendidikan Kewarganegaraan

untuk mengembangkan warganegara Indonesia yang cerdas dan baik, berakhlak baik

serta berbudi luhur.

H. SISTEM POLITIK DEMOKRASI

Menurut Samuel Huntington1 sistem politik demokrasi dapat dibedakan dari

sistem politik demokrasi dan non demokrasi. Sistem politik demokrasi didasarkan

pada nilai, prinsip, prosedur dan kelembagaan yang demokratis. Sistem ini mampu

menjamin hak kebebasan warganegara, membatasi kekuasaan pemerintah dan mem-

berikan keadilan. Indonesia sejak awal berdiri sudah menjadikan demokrasi sebagai
1
http://yanel.wetpaint.com/page/Demokrasi

20
pilihan sistem politik. Negara Indonesia sebagai negara demokrasi terdapat pada

pembukaan UUD 45 alinea ke 4 dan Ps 1 ayat (2) UUD 45 (sebelum di amandemen) ,

“kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Majelis

Permusyawaratan Rakyat (MPR)” , Ps 1 ayat (2) setelah diamandemen berubah

menjadi “kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD”.

Perubahan ini menghi-langkan kata “dilaksanakan sepenuhnya” menjadi dilaksanakan

menurut UUD. Apapun perubahannya ini membuktikan sejak berdirinya negara

Indonesia telah menganut demokrasi. Sendi-Sendi Pokok Sistem Politik Demokrasi

Di Indonesia Berdasarkan UUD 45 :

1. Berbentuk republik (Ps 1 ayat (1)

2. Ide kedaulatan rakyat (Ps 1 ayat (2))

3. Negara berdasar atas hukum (Ps 1 ayat (3))

4. Pemerintahan berdasarkan konstitusi.

5. Pemerintahan yang bertanggung jawab. Masalah pertanggung jawaban

pemerintah dalam hal ini Presiden kepada siapa dan bagaimana serta waktu

penyampaian pertanggung jawaban tidak diatur dalam UUD 45, baik sebelum dan

sesudah di amandemen.

6. Sistem perwakilan. Sistem ini jelas dalam UUD 45 dengan adanya Pemilihan

Umum, untuk memilih wakil rakyat di DPR/D dan DPD.

7. Sistem pemerintahan Presidensiil. Hal ini jelas pada makna negara berbentuk

republik, dan Presiden memegang kekua-saan pemerintahan menurut UUD.

21
Presiden dibantu oleh wakil Presiden. Selain itu Presiden dibantu oleh menteri-

menteri.

I. PENDIDIKAN DEMOKRASI

Perilaku dan kultur demokrasi menunjuk pada nilai-nilai demokrasi di

masyarakat. Masyarakat yang demokratis adalah masyarakat yang dilandasi oleh

nilai-nilai demokrasi. Menurut Henry B. Mayo nilai-nilai demokrasi meliputi damai,

sejahtera, adil, jujur, menghargai perbedaan, menghormati kebebasan. Membangun

kultur demokrasi berarti tindakan mensosialisasikan, mengenalkan dan menegakkan

nilai demokrasi pada masyarakat. Membangun kultur demokrasi lebih sulit dari

membangun struktur demokrasi. Tidak tegaknya kultur demokrasi menyebabkan

masya rakat sulit diatur, terjadi kekerasan, terror, brutal, masyarakat tidak aman.

Contohnya : Sampai sekarang masih ada usaha RMS yang ditandai dengan ulang

tahun RMS, Gerakan Papua Merdeka yang ditandai dengan ulang tahun setiap tahun.

Perang antar suku yang bermotifkan SARA. Indonesia sudah ada institusi demokrasi,

masyarakat belum menikmati demokrasi, baik dikalangan pemerintahan, jasa usaha.

Dari segi pemerintahan masyarakat banyak merasa tertindas. Pada jasa usaha terjadi

penindasan terhadap pekerja. Nampaknya demok rasi masih merupakan usaha, dan

masih terbatas pada kaum elit. Disini terlihat institusi tidak didukung oleh perilaku

demokratis. Tercapainya demokrasi sampai menyentuh kehidupan rakyat cukup lama

dan sulit, sehingga masih sangat mutlak diperlukan.

22
Ada 3 hal pengetahuan dan kesadaran demokrasi :

1. demokrasi adalah pola kehidupan menjamin hak warganegara;

2. demokrasi merupakan the long learning process

3. kelangsungan demokrasi tergantung kepada proses pendidikan demokrasi pada

masyarakat secara luas.

Pendidikan demokrasi ini dapat diterapkan pola pemasyarakatkan moral

pancasila dengan P4 yang berlaku seluruh lapisan masyarakat, mulai dari SD hingga

Perguruan Tinggi, pegawai rendah hingga Presiden, petani, pedagang, hingga

pengusaha.

Pendidikan nilai-nilai demokrasi lebih baik dari sosialisasi. Pendidikan

demokrasi dalam arti melakukan pendidikan nilai-nilai demokrasi itu terhadap semua

warganegara tanpa kecuali rakyat atau birokrat. Pendidikan nilai-nilai demokrasi ini

merupakan ba-gian dari pendidikan politik terhadap warganegara. Selama ini sa-

lahnya pada kegiatan sosialisasi nilai-nilai, seharusnya pendidikan nilai-nilai

demokrasi. Secara analogi pada waktu penataran P4 yang diajarkan adalah nilai-nilai

Pancasila, mengapa tidak diajar-kan nilai-nilai demokrasi dalam pendidikan

demokrasi. Nilai-nilai demokrasi itu dapat digali dalam makna demokrasi itu sendiri

yang telah dijabarkan dalam UUD dan kehidupan bernegara. Paling tidak nilai-nilai

demokrasi itu mencakup :

1. masalah kedaulatan

2. makna negara berbentuk republik

3. negara berdasar atas hukum

23
4. pemerintahan yang konstitusionil

5. sistem perwakilan

6. prinsip musyawarah

7. prinsip ketuhanan

Pola demokrasi dapat mengembangkan unsur demokrasi desa yang terdiri dari

rapat, mufakat, gotong royong, hak mengadakan protes bersama dan menyingkir dari

kekuasaan absolut. Nilai-nilai demokrasi langsung dijabarkan dalam demokrasi dibi-

dang politik, dibidang ekonomi dan dibidang sosial.

J. Fungsi Demokrasi Pancasila

Adapun fungsi demokrasi Pancasila adalah sebagai berikut :

1. Menjamin adanya keikutsertaan rakyat dalam kehidupan bernegara , seperti :

1) Ikut menyukseskan Pemilu;

2) Ikut menyukseskan Pembangunan;

3) Ikut duduk dalam badan perwakilan/permusyawaratan.

2. Menjamin tetap tegaknya negara RI,

3. Menjamin tetap tegaknya negara kesatuan RI yang mempergunakan sistem

konstitusional,

4. Menjamin tetap tegaknya hukum yang bersumber pada Pancasila,

5. Menjamin adanya hubungan yang selaras, serasi dan seimbang antara lembaga

negara,

24
6. Menjamin adanya pemerintahan yang bertanggung jawab, contohnya:

a. Presiden adalah Mandataris MPR,

b. Presiden bertanggung jawab kepada MPR.

K. Beberapa Perumusan Mengenai Demokrasi Pancasila

Dalam bukunya Dasar-dasar Ilmu Politik, Prof. Miriam Budiardjo

mengemukakan beberapa perumusan mengenai Demokrasi Pancasila yaitu :

1. Bidang Politik dan Konstitusional

1) Demokrasi Pancasila seperti yang dimaksud dalam Undang-Undang

Dasar1945,yang berarti menegakkan kembali azas negara-negara hukum

dimana kepastian hukum dirasakan oleh segenap warga negara, dimana hak-

hak azasi manusia baik dalam aspek kolektif, maupun dalam aspek

perseorangan dijamin, dan dimana penyalahgunaan kekuasaan, dapat

dihindarkan secara institusionil. Dalam rangka ini harus diupayakan supaya

lembaga-lembaga negara dan tata kerja orde baru dilepaskan dari ikatan

pribadi dan lebih diperlembagakan (depersonalization, institusionalization ).

2) Sosialisme Indonesia yang berarti masyarakat adil dan makmur.

3) Clan revolusioner untuk menyelesaikan revolusi , yang cukup kuat untuk

mendorong Indonesia ke arah kemajuan sosial dan ekonomi sesuai dengan

tuntutan-tuntutan abad ke-20.

2. Bidang Ekonomi

25
Demokrasi ekonomi sesuai dengan azas - azas yang menjiwai ketentuan-

ketentuan mengenai ekonomi dalam Undang-undang Dasar 1945 yang pada

hakekatnya, berarti kehidupan yang layak bagi semua warga negara, yang antara lain

mencakup :

1) Pengawasan oleh rakyat terhadap penggunaan kekayaan dan keuangan negara

2) Koperasi

3) Pengakuan atas hak milik perorangan dan kepastian hukum dalam

penggunaannya

4) Peranan pemerintah yang bersifat pembina, penunjuk jalan serta pelindung.

Azas negara hukum Pancasila mengandung prinsip:

1) Pengakuan dan perlindungan hak azasi yang mengandung persamaan dalam

bidang politik, hukum, sosial, ekonomi, kultural dan pendidikan.

2) Peradilan yang bebas dan tidak memihak, tidak terpengaruh oleh sesuatu

kekuasaan/kekuatan lain apapun.

3) Jaminan kepastian hukum dalam semua persoalan. Yang dimaksudkan

kepastian hukum yaitu jaminan bahwa ketentuan hukumnya dapat dipahami,

dapat dilaksanakan dan aman dalam melaksanakannya.

Demokrasi Pancasila, dalam arti demokrasi yang bentuk-bentuk penerapannya

sesuai dengan kenyataan-kenyataan dan cita-cita yang terdapat dalam masyarakat

kita, setelah sebagai akibat rezim Nasakom sangat menderita dan menjadi kabur,

lebih memerlukan pembinaan daripada pembatasan sehingga menjadi suatu political

culturea yang penuh vitalitas. Berhubung dengan keharusan kita di tahun-tahun

26
mendatang untuk mengembangkan a rapidly expanding economy, maka diperlukan

juga secara mutlak pembebasan dinamika yang terdapat dalam masyarakat dari

kekuatan-kekuatan yang mendukung Pancasila. Oleh karena itu diperlukan kebebasan

berpolitik sebesar mungkin. Persoalan hak-hak azasi manusia dalam kehidupan

kepartaian untuk tahun-tahun mendatang harus ditinjau dalam rangka keharusan kita

untuk mencapai keseimbangan yang wajar di antara 3 hal, yaitu:

1. Adanya pemerintah yang mempunyai cukup kekuasaan dan kewibawaan.

2. Adanya kebebasan yang sebesar-besarnya.

3. Perlunya untuk membina suatu rapidly expanding economy.

BAB.III. KESIMPULAN

Negara Indonesia adalah negara yang merdeka dan berdaulat yang menganut

sistem Demokrasi Pancasila. Sebelum menganut Demokrasi Pancasila , Indonesia

telah menganut sistem Demokrasi Liberal/Parlementer , Demikrasi Terpimpin dan

terakhir sistem Demokrasi Pancasila hingga sekarang. Demokrasi Pancasila masih

27
kita anut karena nilai – nilai dan makna yang terkandung di dalamnya sesuai dengan

jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia. Hal itu telah digambarkan dalam prinsip

pokok Demokrasi Pancasila yaitu :

1. Pemerintahan berdasarkan hukum , dalam penjelasan UUD 1945 dikatakan bahwa

Indonesia ialah negara berdasarkan hukum (rechtstaat) dan tidak berdasarkan

kekuasaan belaka (machtstaat), pemerintah berdasar atas sistem konstitusi

(hukum dasar) tidak bersifat absolutisme (kekuasaan tidak terbatas), dan

kekuasaan yang tertinggi berada di tangan MPR.

2. Perlindungan terhadap hak asasi manusia.

3. Pengambilan keputusan atas dasar musyawarah.

4. Peradilan yang merdeka berarti badan peradilan (kehakiman) merupakan badan

yang merdeka, artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah dan

kekuasaan lain contoh Presiden, BPK, DPR atau lainnya.

5. Adanya partai politik dan organisasi sosial politik karena berfungsi “Untuk

menyalurkan aspirasi rakyat”.

6. Pelaksanaan Pemilihan Umum.

7. Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR (pasal 1

ayat 2 UUD 1945).

8. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.

9. Pelaksanaan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepada Tuhan

YME, diri sendiri, masyarakat, dan negara ataupun orang lain,

10. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita Nasional.

28
Tujuan Demokrasi Pancasila adalah untuk menetapkan bagaimana bangsa

Indonesia mengatur hidup dan sikap berdemokrasi seharusnya. Dan menjadikan

semua teratur tanpa terjadi hal – hal yang melewati batas norma kesopanan. Jadi jelas

bahwa pendidikan Pancasila selalu diajarkan di setiap tingkat pendidikan mulai dari

SD , SMP , SMA/SMK agar kita menjadi manusia yang demokrasi yang selalu

menghargai pemdapat orang lain , tenggang rasa dan bertanggung jawab dalam

menjadi warga negara yang baik.

BAB.IV. DAFTAR PUSTAKA

1. http://yanel.wetpaint.com/page/Demokrasi

2. Budiardjo, Miriam. 2002. Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta : PT Gramedia

Pustaka Utama.

29
3. Israil, Idris. 2005. Pendidikan Pembelajaran dan Penyebaran

Kewarganegaraan. Malang : Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.

4. Sharma, P. 2004. Sistem Demokrasi Yang Hakiki. Jakarta : Yayasan

Menara Ilmu.

5. http://www.e-dukasi.net/modul_online/MO_21/ppkn203_07.htm

6. http://www.wikipedia.org

7. www.perpustakaan-online.blogspot.com/2008/04/demokrasi-

pancasila.html

8. www.google.com

9. www.majalahteras.com/2009/06/demokrasi-dalam-bingkai-pancasila/

10. www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=21&fname=ppkn203_07.htm

11. Soekarno, 1962 ,’Di Bawah Bendera Revolusi”,

30