ANALISIS PEDIGREE MAPPAKKA DI SULAWESI

SELATAN INDONESIA

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional
“Makanan Sehat untuk Kecantikan dan Kebugaran”
dan Festival Makanan Tradisional
di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

Oleh:

Andi Faridah Arsal
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Makassar

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar
2012

[26]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

ANALISIS PEDIGREE MAPPAKKA DI SULAWESI SELATAN INDONESIA
Andi Faridah Arsal
Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Makassar
Abstrak
Telah dilakukan penelitian Analisis Pedigree terhadap sifat Mappakka, yaitu bentuk
telapak tangan yang membelah dan bentuk serta jumlah jari berbeda daripada manusia
umumnya. Dijumpai baik pada orang tua juga pada anak-anak. Sifat mappakka dari sampelsampel yang ditemui tidak menyebabkan suatu keterbatasan, mereka beraktivitas normal
untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sebagai nelayan. Penelitian dilaksanakan pada
bulan Februari hingga april 2012 di Propinsi Sulawesi Selatan tempat sampel berdomisili.
Sebanyak enam generasi dapat diperoleh dalam sebuah keluarga besar yang selanjutnya
dibuatkan suatu pedigree (diagram silsilah). Melalui pedigree yang telah dibuat dianalisa
untuk menentukan sifat mappakka disebabkan oleh pengaruh herediter dan menentukan pola
pewarisan mappakka. Dalam menentukan pola, dibuat suatu asumsi “karakter A diturunkan
menurut pola b”. Pola-pola pewarisan sifat yang digunakan adalah yang umum ditemukan
pada manusia. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Mappakka disebabkan oleh faktor
keturunan dan diturunkan menurut pola resesif autosomal.
Kata kunci: analisis, pedigree, mappakka, Sulawesi Selatan
Abstract
Has done research on the trait of Mappakka Pedigree Analysis, which forms the
dividing palms, forms and the number of fingers different from the humans generally. Its
found both in the elderly as well in children. The trait of Mappakka by the samples are found
not to a limitation, their normal activities to fulfil the needs of daily living as a fisherman.
The experiment was conducted in February until April 2012 in Sulawesi Selatan province
where samples are located. A total of six generations can be obtained in a large family who
subsequently made a pedigree (family tree diagram). Through a pedigree that has made
mappakka analyzed to determine the nature caused by hereditary influence and determine the
inheritance pattern mappakka. In determining the pattern, made an assumption "A character
is derived according to the pattern of b". Inheritance patterns used are commonly found in
humans. The results obtained show that Mappakka caused by heredity and inherited by an
autosomal recessive pattern.
Key words: analysis, pedigree, Mappakka, Sulawesi Selatan

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[27]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

PENDAHULUAN
Mempelajari atau mengetahui sifat
herediter pada manusia tidak semudah pada
hewan dan tumbuhan. Tidak memungkinkan
bagi peneliti untuk membuat perkawinan
sesuai sifat yang sedang ditinjau. Selain itu
membutuhkan waktu amat panjang untuk
mengamati keturunan dari hasil perkawinan
tersebut dan umur peneliti terbatas untuk
menunggu. Sehingga cara satu-satunya yang
memungkinkan mempelajari sifat herediter
pada manusia yaitu melalui silsilah keluarga
atau analisis pedigree.
Suatu sifat pada manusia dapat
dipastikan herediter sekaligus dapat
ditentukan pola pewarisannya melalui
analisis pedigree, termasuk sifat mappakka.
Sifat mappakka ditemukan pada suatu
kelurga yang menunjukkan ciri bentuk
telapak hingga jari tangan dan kaki yang
tidak sama dengan bentuk jari pada manusia
umumnya. Sifat ini tidak menyebabkan
suatu keterbatasan aktivitas pada orangorang dengan sifat tersebut, mereka berbaur
dalam kehidupan sosial. Pemenuhan
kehidupan sehari-hari dengan berprofesi
sebagai nelayan secara turun menurun.
Berdasarkan latar belakang tersebut
tujuan penelitian ini adalah untuk
menentukan sifat mappakka ditentukan oleh
keturunan/herediter dan untuk menentukan
pola pewarisannya.
METODE PENELITIAN
Sebelum penelitian ini dilakukan,
telah banyak media yang meliput keunikan
sifat mappakka. Oleh media sifat ini diberi
julukan “manusia Kepiting”. Namun istilah
ini tak disukai oleh orang-orang Mappakka.
Sehingga istilah ini diambil berdasarkan
mereka menyebut untuk diri mereka sendiri.
Sifat mappakka turun temurun mengalami
kelainan pada jari tangan dan kakinya.
Mulai dari yang tertua hingga usia balita

memiliki jari-jari mirip Kepiting dengan tiga
ruas jari yang hanya berjumlah dua yang
popular disebut Kepiting. Ada ataupun
berjumlah tiga, namun tidak semua anak
atau cucu mereka memiliki jari seperti
demikian, namun ada juga yang normal
(tribuntimur 21/5/2011).
Mereka menganggap hal demikian
sebagai takdir Tuhan. Mereka menjadi tidak
pernah malu dengan warga kampung
lainnya. Meski mereka terkadang menjadi
pusat perhatian. Mereka mampu melakukan
aktifitas seperti makan, mencuci, bermain
dan hal lainnya (Sinjai, Kompas.com).
Telah diketahui dengan jelas bahwa
tak dapat dilakukan eksperimen genetika
pada manusia seperti yang dilakukan pada
hewan dan tumbuhan. Tidak dapat pula
diikuti seluruh seluruh kriteria yang dipakai
oleh mendel dalam eksperimennya yang
menggunakan kacang polong, misalnya
tidak dapat dikontrol dan dirancang suatu
perkawinan atau melakukan test cross
dengan menggunakan individu yang telah
diketahui dengan pasti genotipnya untuk
mempermudah
analisa
tentang sifat
menurun tertentu. Hal itu bertentangan
dengan hukum-hukum agama, moral dan
kode etik.
Sebuah pedigree merupakan diagram
yang
mengandungsemua
hubungan
kekerabatan yang diketahui, baik dari
generasi
sekarang
maupun
generasi
terdahulu dan memuat data-data tentang
sifat atau keadaan yang akan dipelajari.
Individu
yang mempunyai
kelainan
herediter menjadi sumber informasi bagi
penyusunan sebuah pedigree disebut
probandus atau propositus.( Russel dan
Suryo)

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[28]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

Gambar 1. Anak laki-laki dengan sifat mappakka (data primer,2012 karya Indah
Arnailis)

Gambar 2. Anak perempuan Mappakka (data primer, 2012 karya Indah Arnailis)

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[29]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

HASIL DAN PEMBAHASAN

KESIMPULAN

Pengambilan sampel dilaksanakan
dengan mendatangi keluarga yang telah
diketahui anggota keluarganya mengalami
mappakka untuk mendapatkan data. Datadata
dikumpulkan melalui hasil dari
kuestioner. Data dari hasil kuestioner
selanjutnya dibuatkan suatu pedigree dan
kemudian dianalisa untuk menentukan pola
pewarisan sifat Mappakka.
Dalam menentukan pola yang
digunakan
untuk
mewariskan
atau
meneruskan suatu karakter, dibuat suatu
asumsi misalnya “karakter A diturunkan
menurut pola b”. Kemudian melalui pola
fenotip yang ada ditentukan apakah asumsi
tersebut sesuai atau tidak.
Beberapa pola pewarisan sifat yang
ditentukan oleh gen dan umum ditemukan
pada manusia adalah sebagai berikut:
1. Y- linkage
2. X- linkage dominan
3. X- linkage resesif
4. Dominan autosomal
5. Ressif autosomal
6. Karakter yang ekspresinya terbatas pada
jenis kelamin tertentu
7. Karakter yang ekspresinya dipengaruhi
oleh jenis kelamin.

1. Sifat Mappakka disebabkan oleh faktor
keturunan.
2. Pola pewarisan gen mappakka adalah
secara resesif autosomal
DAFTAR PUSTAKA
Anonima.Keluarga di Bone Berjari kepiting

(online)
.makassar
.tribunnews
.com.diakses 6 oktober 2011.

Anonimb
Manusia berjari Kepiting
(online).makassartribunnews.com.
Diakses 6 oktober 2011.
Arsal A.F. 2012. Buku ajar Genetika
Jurusan Biologi FMIPA UNM.
Makassar
Arsal, A.F. 1995. Analisis Pedigree Cadel,
Laporan
kuliah
kerja
lapang.UNHAS.
Russel, P.J. 1986, Genetics, Little Brown
and Company, USA.
Suryo,

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

1986, Genetika, Gadjah Mada
University Press, Yogyakarta

[30]