MAKANAN SEHAT DAN

TUMBUH KEMBANG ANAK

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional
“Makanan Sehat untuk Kecantikan dan Kebugaran”
dan Festival Makanan Tradisional
di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

Oleh:

A. MAPPINCARA
Administrasi Pendidikan FIP UNM

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar
2012

[36]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

MAKANAN SEHAT DAN TUMBUH KEMBANG ANAK
A. Mappincara
Administrasi Pendidikan FIP UNM
Abstrak
Setiap anak mengalami proses tumbuh kembang yang unik dengan kecepatan masingmasing. Banyak faktor penting yang mempengaruhi anak untuk dapat tumbuh menjadi suatu
pribadi yang utuh. Beberapa faktor tersebut diantaranya herediter, kesehatan, nutrisi atau
makanan yang dikonsumsi, dan faktor lingkungan dimana anak hidup, serta pengalamanpengalaman yang dialami anak. Faktor-faktor di atas hendaknya dipandang secara utuh tidak
dikotak-kotakan dan menganggap bahwa faktor tertentu lebih berpengaruh dan penting
dibanding faktor yang lainnya. Sebagai orangtua, tentunya perlu memandang anak sebagai
individu yang utuh dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing yang unik, maka
diharapkan dapat memberikan dukungan dan bantuan kepada si anak untuk dapat tumbuh dan
berkembang secara sehat.Setiap anak untuk hidup dan meningkatkan kualitas hidupannya
memerlukan lima kelompok zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral
dalam jumlah yang cukup. Selain itu manusia memerlukan air dan serat untuk memperlancar
berbagai proses faali dalam tubuh. Pemberian nutrisi perlu memperhatikan kemampuan tubuh
seseorang dalam mencerna makanan, olehnya itu perlu keseimbangan berbagai zat gizi yang
dikonsumsi dan pada kondisi apa zat gizi tersebut diberikan. Banyak anak yang kurang
menyenangi makanan tertentu seperti susu, sayuran, buah-buahan. Ini kadang membuat
orangtua kebingungan, disatu sisi ingin menuruti keinginan anak dan disisi lain pertimbangan
asupan gizi yang diperlukan anak dalam proses tumbuh kembangnya, sehingga saat makan
merupakan momen yang seru bagi anak dan orangtua terutama ibu.
Kata Kunci: Makanan Sehat, Tumbuh kembang
Abstract
Every child has a unique growth process with specipic speed that are influenced by
many factors. Some of these factors include heredity, healthness, nutrition, environmental
factors, and their experiences. All those factors should be considered as a unity, not
separated. Separated assume that a particular factor is more influential and important
than other factors. On the other side, parent need to look at the child as a personal that have
unique needs and abilities. Parent also give support and assistance when their child grows
and develops. Growing and developing children need five groups of nutrients which are
carbohydrates, proteins, fats, vitamins and minerals in sufficient quantities. In addition they
need water and fiber to facilitate a various physiologic processes in the body. Nutrition intake
should consider personal body ability in digesting and absorbing nutrient. Many children are
not like certain foods such as milk, vegetables nor fruits that sometimes makes parents
confuse. On one hand parent want to obey their children wishe, but on the other they should
fulfill children nutrient requirement for growth process. So, it is important to consider meal
time in good moment for children and parents.
Key words: healthy food, growth, develop
Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[37]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

A. Pendahuluan
Setiap anak tumbuh dan berkembang
melalui proses belajar tentang dirinya
sendiri dan dunia sekitarnya. Proses
pembelajaran
ini
berlangsung
dan
berkesinambungan terus selama masa hidup
seseorang, sejak bayi sampai masa dewasa.
Ketika anak bertambah usia, maka dunianya
pun berkembang dari dunia rumah
(orangtua, kakak-adik, dan lingkungan
rumah) ke dunia di luar rumah. Anak mulai
mengisi pengalaman hidupnya dengan
menjelajah, mencari teman seusia baik di
sekitar rumah maupun di sekolah dan
tentunya akan semakin memperkaya
pengalaman anak.
Anak mulai belajar menyesuaikan
dirinya dengan lingkungannya karena
mereka ingin diterima sehingga akan
membentuk identitas pribadi anak. Anak
belajar memahami proses interaksi sosial,
belajar mengenal sifat teman-temannya, dan
mulai membandingkan antara teman yang
satu dengan teman yang lain yang sesuai
dengan
dirinya.
Melalui
proses
pembelajaran tersebut maka akan tumbuh
dan berkembang kemampuan fisik dan
mental anak seperti perkembangan motorik,
kognitif, sosial-emosional. Perkembangan
pada area ini akan berlangsung terus secara
berkesinambungan dan bervariasi di dalam
proses tumbuh kembang seorang individu.
Proses tumbuh kembang anak dapat
dilihat secara kuantitatif maupun kualitatif.
Secara kuantitas, penambahan tinggi dan
berat badan menjadi penanda bahwa seorang
anak mengalami tumbuh kembang. Secara
kualitatif, keterampilan-keterampilan yang
dilalui selama masa tumbuh kembangnya
sebagai penanda bahwa anak itu sehat dan
bertumbuh dengan baik. Aspek-aspek yang
dapat dilihat pada masa tumbuh kembang
anak adalah aspek motorik baik itu motorik

kasar maupun halus, perkembangan pada
aspek kognitif, sosial-emosional, dan
keterampilan berbahasa dan komunikasi.
Untuk
dapat
bertumbuh
dan
berkembang dengan baik, pemenuhan zat
gizi seperti karbohidrat, protein, lemak,
vitamin, dan mineral dengan seimbang. Zatzat gizi tersebut banyak terdapat dalam
lingkungan kita. Karbohidrat misalnya,
bukan hanya dalam bentuk nasi yang
diperoleh dari beras saja, umbi-umbian
banyak tumbuh di lingkungan sekitar kita
yang dapat dijadikan sumber karbohidrat.
Begitu pun dengan protein, bisa didapatkan
dari berbagai sumber baik yang hewani dan
nabati. Ikan misalnya, dari yang berasal dari
laut sampai ikan yang hidup di air tawar.
Yang sengaja dipelihara orang diempang
atau kolam dan persawahan pada waktuwaktu tertentu sampai jenis ikan yang tidak
sengaja dipelihara seperti belut dan ikan
gabus yang berasal dari rawa-rawa yang
sangat kaya akan sumber protein yang
sangat berguna bagi tubuh. Jenis unggasunggasan, binatang herbivora, bahkan
sejenis serangga yang halal dan bermanfaat
jika dikonsumsi. Serat dan mineral yang
tumbuh disekitar kita dalam bentuk sayur
mayur dan buah-buahan yang bisa dipetik di
kebun maupun hutan yang dapat dikonsumsi
sebagai sumber gizi tubuh.
Kadang masyarakat awam berasumsi
makanan bergizi adalah makanan yang
mahal yang tersedia disupermarket yang
tidak mungkin terjangkau oleh golongan
ekonomi lemah. Ada juga anggapan bahwa
jika anak sudah minum susu, apalagi yang
harganya mahal sudah cukup walau tidak
makan. Anggapan-anggapan seperti ini yang
perlu diperbaiki dari masyarakat karena
asupan makanan yang sehat dan seimbang
sangat diperlukan tubuh untuk proses
tumbuh kembang. Makanan bergizi sangat

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[38]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

penting bagi manusia sejak masa janin
(berada di kandungan) sampai usia lanjut.
Pada bayi dan anak-anak peranan
gizi pada tahap ini untuk pertumbuhan ,
kecerdasan, meningkatkan daya tahan tubuh
terhadap penyakit. Bahkan pada ibu-ibu
hamil, pemenuhan makanan sehat dan
seimbang ini sangat diperlukan selain untuk
ibu
sendiri
maupun
janin
yang
dikandungnya. Ibu-ibu yang kekurangan gizi
pada masa kehamilan dapat meningkatkan
pada saat melahirkan, berat badan lahir
rendah, pertumbuhan sel saraf dan otak yang
tidak maksimal yang akan berakibat
kecerdasan rendah, rentan terhadap berbagai
penyakit.
Umumnya ibu hamil dengan kondisi
kesehatan yang baik, dengan sistem
reproduksi yang normal, tidak sering sakit
dan tidak ada gangguan pada masa pra hamil
maupun saat hamil, akan melahirkan bayi
yang lebih besar dan sehat. Kurang gizi
kronis pada masa anak-anak dengan atau
tanpa
sakit
yang
berulang
akan
menyebabkan bentuk tubuh yang lebih
kecil/kerdil pada masa dewasa. Jika hal ini
terjadi pada ibu hamil maka akan memiliki
bayi dengan berat badan lahir rendah,
vitalitas rendah dan kematian tinggi (Fairus
& Prasetyowati, 2011).
B. Konsep Pertumbuhan dan
Perkembangan
Konsep
pertumbuhan
dan
perkembangan tidak dapat dipisahkan satu
dengan yang lainnya. Jika berbicara
mengenai
pertumbuhan
ada
konsep
perkembangan di dalamnya, begitupun
sebaliknya. Mana yang lebih dahulu
pertumbuhan ata perkembangan sulit
dijawab. Konsep pertumbuhan lebih
mengarah pada hal-hal yang sifatnya
kuantitatif dalam bentuk yang dapat diukur
dalam panjang, tinggi, berat, sedangkan

perkembangan lebih mengarah pada hal-hal
yang sifatnya kualitatif (Hurlock, 1994; Ali
& Asrori, 2006). Vanden Daele menyatakan
bahwa perkembangan adalah perubahan
secara
kualitatif,
artinya
bahwa
perkembangan bukan hanya sekedar
penambahan beberapa centimeter pada
tinggi badan seseorang atau peningkatan
kemampuan seseorang, melainkan suatu
proses integrasi dari banyak struktur dan
fungsi yang kompleks (Hurlock, 1994:2).
Selanjutnya Werner (Fatimah, 2006:43)
bahwa “perkembangan berlangsung dari
yang
bersifat
global
dan
kurang
berdeferensiasi, artikulasi, dan integrasi
meningkat”.
Proses tumbuh kembang pada
seorang anak tidak sama walaupun mereka
saudara kandung atau kembar sekalipun.
Irama dan tempo pertumbuhan dan
perkembangan antara anak yang satu dengan
anak yang lain tidak persis sama. Ada anak
yang lambat pada satu aspek tetapi cepat
pada aspek yang lainnya, begitupun
sebaliknya. Proses pertumbuhan dari masa
bayi akan menjadi penandan pertumbuhan
dan perkembangan anak di masa yang akan
datang baik secara kuantitatif maupun
kualitatif.
Secara kuantitatif misalnya, dapat
dilihat pertumbuhan tulang-tulang pada
masa anak-anak.
Hurlock (1994)
menyatakan bahwa ukuran tulang kepala
pada bayi yang baru lahir berkisar 32 sampai
37 cm, pada umur 2 sampai 6 tahun
mencapai ukuran 49 sampai 54 cm. Jika
ukuran lingkar kepala kurang atau melebihi
standar tersebut dapat dijadikan patokan
apakah anak tersebut normal atau
mengalami kelainan. Bisa jadi besarnya
pertumbuhan
tulang
kepala
akibat
penumpukan volume cairan cerebrospinal
dalam sistem ventrikel diotak yang

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[39]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

mendesak keluar tulang tengkorak yang
disebut hidrosephalus. Adapula besarnya
ukuran kepala akibat pembesaran otak yang
disebut megalensephali (Hull & Johnston,
2008). Tidak normalnya ukuran kepala
tersebut dapat mengakibatkan gangguan
mental pada anak.
Ukuran tinggi badan juga dapat
dijadikan patokan normal tidaknya proses
tumbuh kembang anak pada fase berikutnya.
Pada masa remaja misalnya karena
gangguan/keterlambatan proses pubertas
akan mengakibatkan masa pertumbuhan
anak yang melambat, akibatnya perawakan
anak menjadi pendek walaupun secara
ilmiah faktor keturunan juga menjadi faktor
penyebab utama.
C. Prinsip-Prinsip Pertumbuhan dan
Perkembangan
Aswin Hadis (1996:21), menyatakan
ada beberapa prinsip yang berlaku umum
dalam
proses
pertumbuhan
dan
perkembangan, yaitu :”1) Tipe perubahan,
2) pola pertumbuhan fisik, 3) karakteristik
perkembangan,
dan
4)
perbedaan
individual”.
1. Tipe-Tipe Perubahan
Lansdown
mengkategorikan
perubahan yang terjadi pada individu
dikelompokkan dalam empat kategori yang
saling berhubungan (Aswin Hadis, 1996),
yaitu:
a. Perubahan dalam ukuran termasuk
didalamnya adalah perubahan berat
badan,
perubahan
tinggi
badan,
perubahan dalam daya ingat, perubahan
dalam persepsi dan pemahaman, jumlah
perbendaharaan kata yang dimiliki,
keterampilan bahasa.
b. Perubahan dalam proporsi
Dalam masa perkembangan terjadi
perubahan proporsi tubuh. Ukuran kepala

bayi yang baru lahir akan lebih besar dari
ukuran badan dan anggota geraknya.
Dengan bertambahnya umur maka
proporsi ukuran kepala akan mengalami
keseimbangan dengan ukuran tubuhnya.
c. Hilangnya ciri-ciri masa lalu
Dengan bertambahnya usia anak, maka
ciri-ciri fisik tertentu akan hilang karena
sudah tidak diperlukan lagi. Hilangnya
gigi susu diganti dengan gigi tetap. Cara
bicara bayi dengan sendirinya akan
hilang dan digantikan oleh cara baru
sesuai dengan tingkat perkembangan
anak.
d. Diperolehnya ciri baru
Beberapa ciri baru bermunculan sebagai
hasil kematangan dan belajar, seperti ciri
seks sekunder karena tibanya masa
pubertas. Selain itu bertambahnya
pengetahuan dan keterampilan anak
karena hasil belajar.
2. Pola Pertumbuhan
Ada dua hukum yang menyangkut
pertumbuhan fisik manusia, yaitu
a. Hukum cephalocaudal, yang menyatakan
bahwa pertumbuhan fisik dimulai dari
atas ke bawah atau dari kepala ke kaki
b. Hukum
proximodistal,
bahwa
pertumbuhan dan perkembangan mulai
dari tengah menuju bagian luar.
3. Karakteritik Perkembangan
a. Perkembangan itu berlanjut dari yang
bersifat umum ke yang bersifat spesifik.
b. Perkembangan itu berkesinambungan
c. Setiap bagian tubuh itu mempunyai
kecepatan pertumbuhan sendiri-sendiri.
Misal ada anak cepat pandai berbicara,
tetapi lambat berjalan, atau sebaliknya.
d. Selalu ada korelasi antara perkembangan
awal dengan perkembangan selanjutnya.

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[40]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

4. Perbedaan individual
Tidak ada manusia yang sama,
sekalipun kembar identik. Olehnya itu
sebagai orangtua perlumengatahui prinsip
ini agar tidak membandingkan anak yang
satu dengan yang lainnya. Perbedaan
individual dipengaruhi oleh faktor keturunan
(herediter) dan faktor lingkungan dimana
anak itu tinggal.
Selain
itu
Hurlock
(1994)
menuliskan bahwa ada beberapa fakta yang
perlu diperhatikan dalam proses tumbuh
kembang seorang anak dan sifatnya sangat
fundamental dan akan berpengaruh ke masamasa berikutnya. Adapun fakta yang
dikemukakan Hurlock adalah:
a. Dasar-dasar pertumbuhan adalah sikap
kritis
Sikap kritis mulai muncul pada usia
kurang lebih dua tahun sebagaimana yang
dikemukakan oleh White (Hurlock, 1994:6)
bahwa “dasar-dasar yang diletakkan dalam
dua tahun pertama adalah dasar yang paling
kritis”. Jadi pengalaman yang diperoleh
anak pada rentang waktu tersebut lebih
menentukan dikemudian hari dari pada
sebelum atau sesudahnya.
Ada tiga kondisi yang mempengaruhi
perubahan terjadi, yaitu:
 Pertama, perubahan akan terjadi apabila
individu memperoleh bantuan atau
bimbingan untuk membuat perubahan.
 Kedua, perubahan cenderung terjadi
apabila orang-orang yang dihargai
memperlakukan individu dengan cara
yang baru atau dengan cara berbeda.
 Ketiga, apabila ada motivasi yang kuat
dari individu itu sendiri untuk membuat
perubahan.
b. Peran kematangan dan belajar dalam
perkembangan
c. Perkembangan mengikuti pola tertentu
dan dapat diramalkan

d. Semua individu berbeda
e. Setiap tahap perkembangan mempunyai
perilaku karakteristik
D. Aspek Pertumbuhan Dan
Perkembangan Anak
Setiap individu akan mengalami
pertumbuhan dan perkembangan baik aspek
fisik dan nonfisiknyanya yang meliputi
intelek, moral, bahasa, emosi, bakat, serta
sikap. Untuk memperjelas perktumbuhan
dan perkembangan berbagai aspek tersebut
maka akan dijelaskan satu persatu.
1. Pertumbuhan dan Perkembangan
Fisik
Pertumbuhan fisik manusia pada
dasarnya merupakan perubahan fisik dari
kecil atau pendek menjadi besar dan
panjang, yang prosesnya terjadi sebelum
lahir hingga dewasa. Pertumbuhan sebelum
lahir terjadi melalui proses pembuahan
(pertemuan sel telur dan sel sperma) yang
membentuk suatu sel kehidupan, yang
disebut embrio. Pertumbuhan embrio dari
waktu ke waktu mengalami perubahan.
Masa sebelum lahir ini dikatakan sebagai
masa yang kompleks karena masa itu
merupakan awal terbentuknya organ-organ
tubuh dan tersusunnya perkembangan janin
berakhir setelah kelahiran dan merupakan
pertanda kematangan biologis dan jaringan
saraf masing-masing telah mampu berfungsi
secara mandiri.
Pertumbuhan dan perkembangan
fisik setelah lahir merupakan kelanjutan dari
pertumbuhan sebelum lahir. Dalam tahun
pertama pertumbuhannya, ukuran panjang
badan bertambah sekitar sepertiga dari
panjang badan semula, sedangkan berat
badan bertambah tiga kali berat semula.
Pertumbuhan dan perkembangan fungsi
biologis setiap orang memiliki pola urutan
yang teratur. Ahli psikologi mengatakan
“pertumbuhan fsik dan perkembangan

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[41]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

kemampuan fisik anak pada umumnya
memiliki pola yang sama dan menunjukkan
keteraturan”
(Fatimah,
2006:21).
Pertumbuhan fisik akan mempengaruhi
kemampuan anak dalam melakukan
eksplorasi lingkungan, dan juga akan
mempengaruhi cara anak memandang dan
menilai dirinya dan orang lain.
Secara umum, pertumbuhan fisik
anak dapat dibagi menjadi 4 periode, dua
periode ditandai dengan pertumbuhan yang
cepat, dan dua periode lainnya ditandai
dengan pertumbuhan yang lambat. Selama
periode pra lahir dan 6 bulan pertama dan
masa pubertas ditandai dengan pertumbuhan
yang cepat, sedangkan sejak satu tahun
pertama setelah lahir sampai memasuki
masa pubertas adalah periode pertumbuhan
yang lambat.
Pemberian
makanan
bergizi,
terutama pada tahun pertama setelah
kehidupan seseorang juga menentukan
kecepatan
atau
kelambatan
daur
pertumbuhan.
Seorang
anak
yang
memperoleh perawatan memadai biasanya
akan tumbuh dengan cepat.
2. Perkembangan Intelektual
Intelek atau daya pikir seseorang
berkembang sejalan dengan pertumbuhan
syaraf otaknya.pertumbuhan saraf yang telah
matang akan diikuti oleh fungsinya dengan
baik. Oleh sebab itu, individu akan
mencapai
perkembangan
kemampuan
berpikirnya apabila pertumbuhan sel-sel
syaraf di otaknya telah mencapai fase
kematangan. Dalam fase tumbuh kembang
nya seorang anak menurut Piaget (Ali, 2006)
akan melalui beberapa fase perkembangan
inteleknya, yaitu
a. Fase sensorimotor (0,0 – 2,5 tahun)
b. Fase Praoperasional (2,0 – 7,0 tahun)
c. Fase konkret operasional (7,0 – 11,0
tahun)

d. Fase operasi
dewasa)

formal

(11,0

sampai

3. Perkembangan Emosi
Emosi atau perasaan merupakan
salah satu potensi kejiwaan yang khas
dimiliki oleh manusia. Biasanya perasaan
manusia berkaitan dengan pemenuhan
kebutuhan hidup baik itu kebutuhan primer
maupun sekunder. Jika kebutuhan itu tidak
segera terpenuhi, maka orang tersebut akan
kecewa, sebaliknya jika kebutuhan itu dapat
dipenuhi dengan baik maka akan merasa
senang dan puas.
Emosi merupakan perasaan yang disertai
oleh perubahan atau perilaku fisik. Misalnya
perasaan marah ditunjukkan oleh reaksi
teriakan dengan suara keras. Orang yang
sedang gembira akan melonjak-lonjak
sambil tertawa lebar.
4. Perkembangan Sosial
Pada dasarnya manusia adalah
mahluk individual sekaligus mahluk sosial.
Artinya
manusia
dalam
hidupnya
membutuhkan orang lain, dalam hidupnya
manusia selalu berkelompok dan saling
mumbutuhkan serta melengkapi. Ada
beberapa pola perilaku sosial pada anak
menurut Hurlock (1996), yaitu: meniru,
persaingan, kerjasama, simpati, empati,
dukungan sosial, membagi, perilaku akrab.
Selain itu ada beberapa pola perilaku yang
tidak sosial seperti agresif, negativisme,
perilaku berkuasa, memikirkan diri sendiri,
mementingkan diri sendiri, merusak.
5. Perkembangan Bahasa
Fungsi pokok bahasa adalah sebagai
alat komunikasi atau sarana pergaulan
dengan sesama. Perkembangan bahasa dan
bicara anak dimulai dari tangisan. Tangisan
ini dijadikan sarana berkomunikasi dengan
dunia sekitarnya untuk menyampaikan
keinginan
dan
perasaan.
Dengan

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[42]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

bertambahnya usia bahasa yang dimiliki
anak juga akan semakin kompleks. Anak
tidak lagi menangis jika merasa lapar, atau
tidak nyaman dengan lingkungannya.
Mereka mulai tersenyum, mengoceh,
mengucapkan kata-kata, menambah kosa
kata, bahkan berbicara. Keterampilan
berbahasa atau berbicara pada anak
dipengaruhi beberapa faktor, antaranya
intelegensi, jenis disiplin, posisi urutan
kelahiran, besarnya keluarga, status sosial
ekonomi, status ras, berbahasa dua,
penggolongan peran seks (Hurlock, 1994).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Tumbuh Kembang Anak
Ada
beberapa
faktor
yang
mempengaruhi tumbuh kembang anak,
yaitu;
1. Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang
berasal dari dalam diri anak, termasuk di
dalamnya adalah:
a. Sifat-sifat keturunan yang diwariskan
dari orang tua
b. Kematangan
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang berasal
dari luar diri anak, yaitu:
a. Kesehatan
b. Makanan
c. Stimulasi lingkungan.
Makanan seimbang
Kembang Anak

untuk

Tumbuh

Makanan merupakan istilah umum untuk
sesuatu yang biasa dimakan. Di dalam
ehidupan sehari-hari ada beberapa jenis
makanan seperti nasi, sayuran, kue, buahbuahan, dan sebagainya. Sedangkan
hidangan ialah satu atau beberapa jenis
makanan yang disajikan untuk dimakan.
Tak satu pun jenis makanan yang
mengandung semua zat gizi, yang mampu
membuat seseorang untuk hidup sehat,

tumbuh kembang dan produktif. Oleh
karena itu, setiap orang perlu mengkonsumsi
anekaragam makanan; kecuali bayi umur 04 bulan yang cukup mengkonsumsi Air Susu
Ibu (ASI) saja. Bagi bayi 0-4 bulan, ASI
adalah satu-satunya makanan tunggal yang
penting dalam proses tumbuh kembang
dirinya secara wajar dan sehat.
Makan
makanan
yang
beranekaragam sangat bermanfaat bagi
kesehatan. Makanan yang beraneka ragam
yaitu makanan yang mengandung unsurunsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik
kualitas maupun kuantintasnya, dalam
pelajaran ilmu gizi biasa disebut triguna
makanan yaitu, makanan yang mengandung
zat tenaga, pembangun dan zat pengatur.
Apabila
terjadi
kekurangan
atas
kelengkapan salah satu zat gizi tertentu pada
satu jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat
gizi serupa dari makanan yang lain. Jadi
makan makanan yang beraneka ragam akan
menjamin terpenuhinya kecukupan sumber
zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
Pengertian Gizi
Secara etimologi, kata “gizi” berasal
dari bahasa Arab “ghidza”, yang berarti
“makanan”. Menurut dialek Mesir, “ghidza”
dibaca “ghizi”. Gizi adalah proses makhluk
hidup
menggunakan
makanan
yang
dikonsumsi secara normal melalui proses
digesti (penyerapan), absorpsi, transportasi,
penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran
zat-zat yang tidak digunakan (Arya
Ramadhan, 2012). Gizi adalah suatu proses
organisme menggunakan makanan yang
dikonsumsi secara normal melalui proses
digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan,
metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang
tidak digunakan untuk mempertahankan
kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal
dari organ-organ, serta menghasilkan energi
(Ragil Setyabudi, 2011).

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[43]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

Tak satu pun jenis makanan yang
mengandung semua zat gizi, yang mampu
membuat seseorang untuk hidup sehat,
tumbuh kembang dan produktif. Oleh
karena itu, setiap orang perlu mengkonsumsi
anekaragam makanan; kecuali bayi umur 04 bulan yang cukup mengkonsumsi Air Susu
Ibu (ASI) saja. Bagi bayi 0-4 bulan, ASI
adalah satu-satunya makanan tunggal yang
penting dalam proses tumbuh kembang
dirinya secara wajar dan sehat.
Makan
makanan
yang
beranekaragam sangat bermanfaat bagi
kesehatan. Makanan yang beraneka ragam
yaitu makanan yang mengandung unsurunsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik
kualitas maupun kuantintasnya, dalam
pelajaran ilmu gizi biasa disebut triguna
makanan yaitu, makanan yang mengandung
zat tenaga, pembangun dan zat pengatur.
Apabila
terjadi
kekurangan
atas
kelengkapan salah satu zat gizi tertentu pada
satu jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat
gizi serupa dari makanan yang lain. Jadi
makan makanan yang beraneka ragam akan
menjamin terpenuhinya kecukupan sumber
zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
Makanan sumber zat tenaga antara
lain: beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi
jalar, kentang, sagu, roti dan mi. Minyak,
margarin dan santan yang mengandung
lemak juga dapat menghasilkan tenaga.
Makanan sumber zat tenaga menunjang
aktivitas sehari-hari. Makanan sumber zat
pembangun yang berasal dari bahan
makanan nabati adalah kacang-kacangan,
tempe, tahu. Sedangkan yang berasal dari
hewan adalah telur, ikan, ayam, daging, susu
serta hasil olahan, seperti keju. Zat
pembangun berperan sangat penting untuk
pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan
seseorang.

Makanan sumber zat pengatur adalah semua
sayur-sayuran dan buah-buahan. Makanan
ini mengandung berbagai vitamin dan
mineral, yang berperan untuk melancarkan
bekerjanya fungsi organ-organ tubuh.
Fungsi Gizi
Gizi memiliki beberapa fungsi yang
berperan dalam kesehatan tubuh makhluk
hidup, yaitu:
1. Memelihara
proses
tubuh
dalam
pertumbuhan/perkembangan
serta
mengganti jaringan tubuh yang rusak
2. Memperoleh energi guna melakukan
kegiatan sehari-hari
3. Mengatur metabolisme dan mengatur
berbagai keseimbangan air, mineral dan
cairan tubuh yang lain
4. Berperan dalam mekanisme pertahanan
tubuh terhadap berbagai penyakit
(protein)
Komplikasi Kesulitan Makan
Gangguan atau kesulitan makan
yang terjadi pada masa kanak-kanak dapat
berlangsung lama. Komplikasi yang dapat
terjadi adalah gangguan asupan gizi seperti
kekurangan kalori, protein, vitamin, mineral,
bahkan cairan elektrolit yang diperlukan
tubuh. Kekurangan zat gizi seperti protein
misalnya akan mengakibatkan gagal tumbuh
atau gangguan dalam proses pertumbuhan.
Akibat yang tampak adalah gangguan dalam
penambahan berat dan tinggi badan.
Defisiensi zat gizi ini juga akan
memperberat
masalah
gangguan
metabolisme dan gangguan fungsi tubuh
lainnya. Untuk lebih memperjelas akibat
kekurangan zat gizi pada masa tumbuh
kembang anak akan dipaparkan dalam
bentuk tabel sebagai berikut:

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[44]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

No
1

Nama Penyakit

Kekurangan
/Defisiensi
Vitamin A

2

Rabun senja
(seroftalmia)
Beri-beri

3

Ariboflavinasis

Vitamin B2

4

Defisiensi B6

Vitamin B6

5

Defisiensi Niasin

Niasin

6
7

Defisiensi asam folat
Defisiensi B 12

Asam folat
Vitamin B12

8

Defisiensi C

Vitamin C

9

Rakhitis dan
osteomalacia

Vitamin D

10

Defisiensi K

Vitamin K

11
12

anemia
Defisiensi seng

Zat besi
seng

13

Defisiensi tembaga

tembaga

14
15
16

hipokalemi
Defisiensi klor
Defisiensi flour

kalium
klor
flour

17

Defisiensi krom

krom

18
19
20

hipomagnesemi
Defisiensi fosfor
Defisiensi iodium

magnesium
fosfor
iodium

Vitamin B1

Gejala dan Tanda Klinis
Mata kabur atau buta
Badan bengkak, anak sering
rewel, gelisah, pembesaran
jantung kanan
Retak pada sudut mulut, lidah
merah jambu dan licin.
Cengeng, mudah kaget, kejang,
anemia, luka di mulut
Gejala dermatitis, diare, dimensia,
nafsu makan menurun, sakit di
lidah dan mulut, insomnia, rasa
bingung.
Anemia, diare
Anemia, sel darah membesar,
lidah halus dan mengkilap, rasa
mual, muntah, diare, konstipasi
Cengeng, mudah marah, nyeri
tungkai bawah, pseudoparalisis
(lemah) tungkai bawah,
perdarahan kulit
Pembengkakan persendian tulang,
deformitas tulang, pertumbuhan
gigi melambat, hipotoni (tonus
otot lemah/berkurang), anemia
Pendarahan, berak darah,
pendarahan hidung
Pucat, lemah, rewel
Mudah terserang penyakit,
pertumbuhan lambat, nafsu
makan berkurang, dermatitis
Pertumbuhan otak terganggu,
rambut jarang dan mudah patah,
kerusakan pembuluh darah,
kelainan tulang
Lemah otot, gangguan jantung
Rasa lemah, cengeng
Resiko karies dentis (kerusakan
gigi)
Pertumbuhan kurang, sindroma
diabetes militus
Defisiensi hormon paratiroid
Nafsu makan menurun, lemas
Pembesaran kelenjar gondok,
gangguan fungsi mental,
gangguan pertumbuhan fisik.

Sumber (Maulana, 2007,31-32)
Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[45]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

E. Kesimpulan
Masa
kanak-kanak
merupakan
periode yang sangat menentukan di masa
yang akan datang. Olehnya itu stimulasi
lingkungan terutama pemenuhan asupan gizi
perlu diperhatikan pada masa tumbuh
kembang. Kekurangan zat gizi yang
diperlukan tubuh akan mempengaruhi anak
pada periode berikutnya baik dalam hal
fisik, psikologis/mental, maupun personal
anak. Sangat disayangkan jika anak yang
merupakan generasi penerus bangsa ini
terabaikan
pada
periode
tumbuh
kembangnya. Kurang gizi kronis pada masa
anak-anak dengan atau tanpa sakit yang
berulang akan menyebabkan bentuk tubuh
yang lebih kecil/kerdil pada masa dewasa.
Jika hal ini terjadi pada ibu hamil maka akan
memiliki bayi dengan berat badan lahir
rendah, vitalitas rendah dan kematian tinggi.
Pertumbuhan yang tidak normal pada aspek
fisik, mental, dan kepribadian anak ini akan
menjadi masalah besar bagi masyarakat.
Olehnya itu untuk dapat tumbuh
kembang dengan baik dan normal maka
kesadaran masyarakat khususnya orangtua
sangat diperlukan. Pemberian makanan pada
anak harus memenuhi standar gizi yang
diperlukan tubuh dan pemilihan makanan
yang mengandung zat-zat gizi yang
seimbang yaitu mengandung karbohidrat,
protein, lemak, vitamin dan mineral.
F. Daftar Pustaka
Ali; Mohammad & Mohammad Asrori.
2006.
Psikologi
Remaja:
Perkembangan
Peserta
Didik.
Bandung: Bumi Aksara

Azwar. 2004. Kecenderungan Masalah Gizi
Dan Tantangan Di Masa Datang ;
Makalah pada Pertemuan Advokasi
Program Perbaikan Gizi Menuju
Keluarga Sadar Gizi, di Hotel Sahid
Jaya, Jakarta, 27 September 2004
Fairus; Martini & Prasetyawati. 2011. Gizi
dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran.
Fatimah;
Enung.
2006.
Psikologi
Perkembangan:
Perkembangan
Peserta Didik. Bandung: Pustaka
Setia.
Hadis, Fawsia Aswin. 1996. Psikologi
Perkembangan Anak. Jakarta: Proyek
Pendidikan Tenaga Guru. Direktorat
Jenderal
Pendidikan
Tinggi.
Departemen
Pendidikan
dan
Kebudayaan.
Hull; David & Johnston; Derek I. 2008.
Dasar-Dasar
Pediatri.
Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran
Hurlock; Elizabeth B. 1994. Psikologi
Perkembangan: Suatu Pendekatan
Sepanjang
Rentang
Kehidupan.
Jakarta: Erlangga
Maulana; Mirza. 2007. Anak Autis:
Mendidik Anak Autis dan Gangguan
Mental Lain Menuju Anak Cerdas dan
Sehat. Jogjakarta:Katahati
Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI.
1991. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta:
Bagian Ilmu Kesehatan Anak.
Fakultas Kedokteran. Universitas
Indonesia.

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[46]