KHASIAT DAUN SIRIH MERAH SEBAGAI

MAKANAN KESEHATAN DAN KECANTIKAN

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional
“Makanan Sehat untuk Kecantikan dan Kebugaran”
dan Festival Makanan Tradisional
di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

Erli Mutiara
Dosen Program Studi Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik
Universitas Negeri Medan

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar
2012

[63]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

KHASIAT DAUN SIRIH MERAH SEBAGAI MAKANAN
KESEHATAN DAN KECANTIKAN
Erli Mutiara
(Dosen Program Studi Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik
Universitas Negeri Medan. E-mail : erli_mutiara@yahoo.co.id)
Abstrak
Khasiat daun sirih merah telah dikenal untuk mengobati berbagai macam jenis
penyakit. Indonesia memang kaya dengan berbagai tanaman herbal yang sangat bermanfaat
baik untuk pengobatan, kecantikan dan berbagai macam kegunaan lainya. Manfaat sirih
merah telah banyak digunakan oleh dunia medis untuk mengatasi berbagai masalah yang
berkaitan dengan bau badan, bau mulut sampai pengobatan ambien. Dalam daun sirih merah
terkandung senyawa fito-kimia yakni alkoloid, saponin, tanin dan flavonoid. Secara empiris
sirih merah dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti diabetes militus, hepatitis,
batu ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, kanker, hipertensi, radang
liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi dan memperhalus
kulit.
Kata Kunci : Daun sirih, Makanan, Kesehatan, Kecantikan
Abstract
Efficacy of red betel leaves have been known to treat various types of diseases.
Indonesia is rich with a variety of herbs that are beneficial both for treatment, beauty and
other various uses. Benefits of red betel have been widely used by the medical world to
address various issues related to body odor, bad breath until the ambient treatment. This
leaves contained chemical compound such as alkaloid, saponins, tannins and flavonoids.
Empirically red betel can cure many diseases such as diabetes mellitus, hepatitis, kidney
stones, lower cholesterol, prevent stroke, gout, cancer, hypertension, inflammation of the
liver, inflammation of the prostate, eye inflammation, vaginal discharge, ulcers, fatigue, joint
pain and refine skin.
Keywords: Betel leaves, Food, Health, Beauty
I.

PENDAHULUAN
Dalam kehidupan modern saat ini
manusia semakin menyadari arti pentingnya
penampilan diri dalam setiap aktivitas
geraknya. Upaya untuk membangun
penampilan diri yang baik secara
keseluruhan dilakukan dengan berbagai
cara, diantaranya meliputi perawatan
kecantikan, dengan diikuti pemeliharaan dan
kesegaran
jasmani.
Seiring
dengan
berubahnya kehidupan sosial, banyak wanita

yang memburu symbol untuk memasuki
strata sosial baru. Hal ini merupakan suatu
fenomena dimana kalangan wanita masa
kini sedang berlangsung suatu gaya hidup
yang lain, dalam usaha mencari jati diri
yang lebih baik. Makin banyak dan
ramainya salon / fasilitas kecantikan, fitness
center dan studio pelangsing yang
dikunjungi selain untuk penampilan yang
menarik juga dalam usaha untuk
mendapatkan kedudukan yang sama dengan

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[64]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

kelompok tertentu (http://www.scribd.com
/doc/4806075/sirih-merah-sebagai-tanamanobat-multi-fungsi).
Bagi setiap wanita, baik
yang
berkarir aktif di kegiatan sosial, maupun ibu
rumah tangga, perawatan tubuh dan
kecantikan sangat penting artinya. Karena
tubuh yang sehat dan penampilan yang
menarik mencerminkan kepribadian selain
memberikan kepercayaan diri. Perawatan
kecantikan harus senantiasa diperhatikan,
tidak hanya kecantikan wajah tetapi juga
tubuh. Keindahan tubuh dapat diperhatikan
dengan rajin berolahraga, makan makanan
yang sehat, cukup istirahat dan melakukan
perawatan yang teratur untuk tubuhnya
(Manoi, 2007).
Indonesia memang kaya dengan
tanaman herbal yang sangat bermanfaat.
Salah satunya, Daun Sirih Merah (Piper
Crocatum) yang sering ditanam atau
dipelihara sebagai tanaman hias. Tanaman
yang masuk dalam keluarga piperaceae ini
menarik dipandang mata. Tapi kegunaannya
tak sebatas menarik mata dan memperindah
halaman atau taman. Sirih merah juga punya
manfaat yang besar bagi kaum perempuan,
baik terhadap kesehatan maupun kecantikan
(http://www.scribd.com/doc/4806075/sirihmerah-sebagai-tanaman-obat-multi-fungsi).
II. PEMBAHASAN
Sudah sejak dulu, sirih merah
digunakan oleh para leluhur kita untuk
menyembuhkan berbagai penyakit. Di Jawa,
misalnya, sirih merah digunakan untuk
menyembuhkan ambeien, keputihan, dan
menghilangkan bau mulut. Kandungan
alkaloid dianggap berfungsi sebagai
antimikroba. Di China, sirih digunakan
untuk meluruhkan kentut, menghentikan
batuk, mengurangi peradangan, dan
menghilangkan gatal (Manoi, 2007).

Dalam daun sirih merah terkandung
senyawa fito-kimia yakni alkoloid, saponin,
tanin dan flavonoid. Secara empiris sirih
merah dapat menyembuhkan berbagai jenis
penyakit seperti diabetes militus, hepatitis,
batu
ginjal,
menurunkan
kolesterol,
mencegah stroke, asam urat, kanker,
hipertensi, radang liver, radang prostat,
radang mata, keputihan, maag, kelelahan,
nyeri sendi dan memperhalus kulit (Manoi,
2007).
Hasil uji praklinis pada tikus dengan
pemberian ekstrak hingga dosis 20 g/kg
berat badan, aman dikonsumsi dan tidak
bersifat toksik. Meskipun begitu untuk
mendapatkan hasil optimal, maka sebaiknya
sirih merah dikombinasikan dengan herba
lainnya. Kandungan kimia lainnya yang
terdapat di dalam daun sirih merah adalah
minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol,
kavibetol,
allylprokatekol,
karvakrol,
eugenol, pcymene, cineole, caryofelen,
kadimen estragol, terpenena, dan fenil
propada. Karvakrol bersifat desinfektan,
antijamur, sehingga bisa digunakan sebagai
obat antiseptik untuk menghilangkan bau
mulut dan keputihan. Eugenol bisa
mengurangi rasa sakit, dan tanin mengatasi
sakit perut (Manoi, 2007).
Sirih merah banyak digunakan di
Klinik Herbal Center sebagai ramuan atau
terapi bagi penderita yang tidak dapat
disembuhkan dengan obat kimia. Secara
umum jika kita menggunakan sirih merah
dengan benar, sesuai dengan aturannya
maka tidak menyebabkan efek negatif ke
organ reproduksi wanita. Di pengobatan
herbal, daun sirih merah ini digunakan untuk
mengurangi keputihan dan menjaga organ
kewanitaan karena salah satu khasiat dari
sirih merah adalah sebagai antiseptik, yaitu
dengan merebus 7-10 lembar daun sirih
merah, lalu menggunakan air rebusan

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[65]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

tersebut untuk membilas organ kewanitaan
(http://www.daun sirih merah/manfaat-daunsirih-merah.html).
Khasiat daun sirih merah telah
dikenal untuk mengobati berbagai macam
jenis penyakit. Indonesia memang kaya
dengan berbagai tanaman herbal yang sangat
bermanfaat
baik
untuk
pengobatan,
kecantikan dan berbagai macam kegunaan
lainya. Manfaat sirih merah telah banyak
digunakan oleh dunia medis untuk
mengatasi berbagai masalah yang berkaitan
dengan bau badan, bau mulut sampai
pengobatan ambien (http://www.Khasiat
Daun Sirih Merah Bagi Kesehatan dan
Kecantikan.html).
Sirih merah adalah tumbuhan yang
merambat dan hampir mirip dengan tanaman
sirih biasa, yang membedakanya hanyalah
pada warna daunya. Sirih merah banyak
ditanam sebagai tanaman hias maupun untuk
digunakan sebagai tanaman obat. Tanaman
sirih merah masih memiliki kerabat dengan
tanaman lada. Sirih merah adalah tanaman
yang berasal dari Sulawesi. Nama latin dari
tanaman ini adalah Piper Ornatum (Hs.
2011. http://www.khasiat daun sirih
merah.html).
Tanaman
sirih
merah
(Piper
crocatum)
termasuk
dalam
famili
Piperaceae, tumbuh merambat dengan
bentuk daun menyerupai hati dan
bertangkai, yang tumbuh berselang-seling
dari batangnya serta penampakan daun yang
berwarna merah keperakan dan mengkilap.
Dalam daun sirih merah terkandung
senyawa fito-kimia yakni alkoloid, saponin,
ta-nindan flavonoid. Sirih merah sejak dulu
telah digunakan oleh masyarakat yang
berada di Pulau Jawa sebagai obat untuk
meyembuhkan berbagai jenis penyakit dan
merupakan bagian dari acara adat.
Penggunaan sirih merah dapat digunakan

dalam bentuk segar, simplisia maupun
ekstrak kapsul (http://www.khasiat daun
sirih
merah
bagi
kesehatan
dan
kecantikan.html).
Tanaman sirih mempunyai banyak
spesies dan memiliki jenis yang beragam,
seperti sirih gading, sirih hijau, sirih hitam,
sirih kuning dan sirih merah. Semua jenis
tanaman sirih memiliki ciri yang hampir
sama yaitu tanamannya merambat dengan
bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai
yang tumbuh berselang seling dari
batangnya. Sirih merah (Piper crocatum)
adalah salah satu tanaman obat potensial
yang sejak lama telah di-ketahui memiliki
berbagai khasiat obat untuk menyembuhkan
berbagai jenis penyakit, disamping itu juga
memiliki nilai-nilai spritual yang tinggi.
Sirih merah termasuk dalam satu elemen
penting yang harus disediakan dalam setiap
upacara adat khususnya di Jogyakarta
(http://www.khasiat daun sirih merah bagi
kesehatan dan kecantikan.html).
Ramuan sirih merah telah lama
dimanfaatkan oleh lingkungan kraton
Jogyakarta sebagai tanaman obat yang
beguna untuk ngadi saliro. Pada tahun 1990an sirih merah difungsikan sebagai tanaman
hias oleh para hobis, karena penampilannya
yang menarik. Permukaan daunnya merah
keperakan dan mengkilap. Pada tahun-tahun
terakhir ini ramai dibicarakan dan
dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Dari
beberapa pengalaman, diketahui sirih merah
memiliki khasiat obat untuk berbagai
penyakit. Dengan ramuan sirih merah telah
banyak masyarakat yang tersembuhkan dari
berbagai penyakit. Oleh karena itu banyak
orang yang ingin membudidayakannya.
Aspek budidaya Sirih merah dapat
diperbanyak secara vegetatif dengan
penyetekan atau pencangkokan karena
tanaman ini tidak berbunga. Penyetekan

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[66]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

dapat dilakukan dengan menggunakan sulur
dengan panjang 20 - 30 cm. Sirih merah
dapat beradaptasi dengan baik di setiap jenis
tanah dan tidak terlalu sulit dalam
pemeliharaannya (http://www.khasiat daun
sirih
merah
bagi
kesehatan
dan
kecantikan.html).
Penggunaan sirih merah dapat
dilakukan selain dalam bentuk simplisia
juga dalam bentuk teh, serbuk, dan ekstrak
kapsul. Pembuatan serbuk sirih merah yaitu
diambil dari simplisia yang telah kering
kemudian digiling dengan menggunakan
grinder mencapai ukuran 40 mesh.
Pengemasan dilakukan pada kantong plastik
transparan dan diberi label. Sedang-kan
ekstrak kapsul dibuat dari hasil serbuk yang
di ekstrak dengan menggunakan etanol 70%.
Ekstrak kental yang didapat ditambahkan
bahan pengisi tepung beras 50% dan
dikeringkan dengan menggunakan oven
pada suhu 400C, setelah kering dimasukkan
ke dalam kapsul. Kandungan kimiaTanaman
memproduksi berbagai macam bahan kimia
untuk tujuan tertentu, yang disebut dengan
meabolit sekunder (http://www.kesehatan
123.com/2273/manfaat-daun-sirih/).
Metabolit
sekunder
tanaman
merupakan bahan yang tidak esensial untuk
kepentingan hidup tanaman tersebut, tetapi
mempunyai fungsi untuk berkompetisi
dengan makhluk hidup lainnya. Metabolit
sekunder
yang
diproduksi
tanaman
bermacam-macam
seperti
alkaloid,
terpenoid,
isoprenoid,
fla-vonoid,
cyanogenic, glucoside, glu-cosinolate dan
non protein amino acid. Alkaloid merupakan
metabolit sekunder yangpaling banyak di
produksi tanaman. Alkaloid adalah bahan
organik yang mengandung nitrogen sebagai
bagian darisistim heterosiklik. Nenek
moyang kita telah memanfaatkan alkaloid
dari tanaman sebagai obat. Sampai saat ini

semakin banyak alkaloid yang ditemukan
dan diisolasi untuk obat moderen. Para ahli
pengobatan tradisional telah banyak
menggunakan tanaman sirih merah oleh
karena mempunyai kandungan kimia yang
penting untuk menyembuhkan berbagai
penyakit (http://www.khasiat daun sirih
merah bagi kesehatan dan kecantikan.html).
Dalam daun sirih merah terkandung
senyawa fitokimia yakni alkoloid, saponin,
tanin dan flavonoid. Dari buku ”A
review of natural product and plants as
potensial antidiabetic” dilaporkan
bahwa senyawaalko-koloid dan flavonoid
memiliki ak-tivitas hipoglikemik atau
penurun kadar glukosa darah. Kandungan
kimia lainnya yang terdapat di daun sirih
merah adalah minyak atsiri, hidroksikavicol,
kavi-col, kavibetol, allylprokatekol, karvakrol,eugenol,
p-cymene,
cineole,
caryofelen, kadimen estragol, ter-penena,
dan fenil propada. Karena banyaknya
kandunganzat/senyawa kimia bermanfaat
inilah, daun sirih merah memiliki manfaat
yang sangat luas sebagai bahan obat.
Karvakrol bersifat desinfektan, anti jamur,
sehingga bisa digunakan untuk obat
antiseptik pada bau mulut dan keputihan.
Eugenoldapat digunakan untuk mengurangi
rasa sakit, sedangkan tanin dapat digunakan
untuk mengobati sakit perut. Sirih merah
sebagai tanaman obat multi fungsi
(http://www.kesehatan123.com/2273/manfa
at-daun-sirih/).
Sejak jaman nenek moyang kita
dahulu tanaman sirih merah telah diketahui
memiliki berbagai khasiat obat untuk
menyembuhkan berbagai jenis penyakit, di
samping itu sirih merah memiliki nilai-nilai
spiritual yang tinggi. Sirih merah
dipergunakan sebagai salah satu bagian
penting yang harus disediakan dalam setiap
upacara adat. Air rebusannya yang

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[67]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

mengandung antiseptik digunakan untuk
menjaga kesehatan rongga mulut dan
menyembuhkan penyakit keputihan serta
bau tak sedap. Penelitian terhadap tanaman
sirih merah sampai saat ini masih sangat
kurang terutama dalam pengembangan
sebagai bahan baku untuk bio-farmaka.
Selama ini pemanfaatan sirih merah di
masyarakat hanya berdasarkan pengalaman
yang dilakukan secara turun temurun dari
orang tua kepada anak atau saudara terdekat secara lisan (http://www.khasiat daun
sirih
merah
bagi
kesehatan
dan
kecantikan.htm).
Di Jawa, ter-utama di Kraton
Jogyakarta, tanaman sirih merah telah
dikonsumsi
sejak
dahulu
untuk
menyembuhkan berbagai jenis penyakit.
Bedasarkan pengalaman suku Jawa tanaman
sirih
merah
mempunyai
manfaat
menyembukan penyakit ambeien, keputihan
dan obat kumur, alkaloid di dalam sirih
merah inilah yang berfungsi sebagai anti
mikroba. Selain bersifat antiseptik sirih
merah juga bisa dipakai mengobati penyakit
diabetes, dengan meminum air rebusan sirih
merah setiap hari akan menurunkan kadar
gula darah sampai pada tingkat yang normal.
Kanker merupakan penyakit yang cukup
banyak diderita orang dan sangat
mematikan, dapat disembuhkan dengan
menggunakan serbuk atau rebusan dari daun
sirih merah (http://blogbintang.com/manfaa
t-daun-sirih-merah).
Beberapa pengalaman di masyarakat
menunjukkan bahwa sirih merah dapat
menurunkan penyakit darah tinggi, selain itu
juga dapat menyembuhkan penyakit
hepatitis. Sirih merah dalam bentuk teh
herbal bisa mengobati asam urat, kencing
manis, maag dan kelelahan, ini telah
dilakukan oleh klinik herbal senter yang ada
di Jogyakarta, di mana pasiennya yang

berobat sembuh dari diabetes karena
mengkonsumsi teh herbal sirih merah. Sirih
merah juga sebagai obat luar dapat
memperhalus kulit. Secara empiris diketahui
tanaman sirih merah dapat menyembuhkan
penyakit batu ginjal, kolesterol, asam urat,
serangan jantung, stroke, radang prostat,
radang mata, masuk angin dan nyeri sendi
(http://indonesiaindonesia.com/f/6147-daunsirih-memiliki-khasiat-serba-guna/).
III. SIMPULAN
Tanaman sirih merah mempunyai
banyak
manfaat
dalam
pengobatan
tradisional,
mempunyai
potensi
menyembukan berbagai jenis penyakit.
Banyak pengalaman bahwa menggunakan
sirih merah dalam bentuk segar, simplisia
maupun
ekstrak
kapsul
dapat
menyembuhkan penyakit diabetes militus,
hepatitis,
batu
ginjal,
menurunkan
kolesterol, men-cegah stroke, asam urat,
hipertensi, radang liver, radang prostat,
radang mata, keputihan, maag, kelelahan,
nyeri sendi dan memperhalus kulit.
Tanaman sirih merah dapat dapat
beradaptasi dengan baik di setiap jenis tanah
sehingga mudah dikembangkan dalam skala
besar.
IV. DAFTAR PUSTAKA
Manoi F. 2007. Sirih Merah Sebagai
Tanaman Obat Multi Fungsi. Warta
Puslitbangbun Vol.13 No. 2.
http://www.scribd.com/doc/4806075/sirihmerah-sebagai-tanaman-obat-multifungsi. Diakses 27 April 2012.
http://www.daun sirih merah/manfaat-daunsirih-merah.htm. Diakses 28 April
2012

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[68]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

Hs. 2011. http://www.khasiat daun `sirih
merah.htm. Diakses 28 April 2012.

http://blogbintang.com/manfaat-daun-sirihmerah. Diakses 29 April 2012.

http://www.khasiat daun sirih merah bagi
kesehatan
dan
kecantikan.htm.
Diakses 28 April 2012.

http://indonesiaindonesia.com/f/6147-daunsirih-memiliki-khasiat-serba-guna/.
Diakses 29 April 2012.

http://www.kesehatan123.com/2273/manfaa
t-daun-sirih/. Diakses 29 April 2012.

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[69]