PEMBELAJARAN GIZI BERBASIS KEARIFAN

LOKAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR
DI KOTA MAKASSAR

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional
“Makanan Sehat untuk Kecantikan dan Kebugaran”
dan Festival Makanan Tradisional
di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

Oleh:

Halimah Husain
Dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Makassar

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar
2012

[80]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

PEMBELAJARAN GIZI BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA SISWA SEKOLAH
DASAR DI KOTA MAKASSAR
Halimah Husain
(Dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Makassar)
Abstrak
Pendidikan gizi melalui sekolah sangat penting dan berpengaruh signifikan terhadap
tingkah laku dan prestasi siswa karena beberapa alasan yaitu: 1) Pada usia sekolah dasar
anak-anak sudah dapat memilih sendiri makanannya, 2) Dalam memberikan konsep atau
penguatan, guru sangat berpengaruh dibanding orang tua, 3) Anak usia sekolah merupakan
target pendidikan gizi yang paling utama dan memerlukan input dan pengetahuan gizi yang
cukup, 4) Kebiasaan makan pada masa anak-anak dapat mempengaruhi preferensi dan
konsumsi pangan pada kehidupan yang akan dating, 5) Jumlah siswa SD cukup besar yaitu
15% dari total populasi, 6) siswa SD dapat sebagai agen perubahan bagi pembentukan
perilaku gizi/kesehatan bagi diri dan keluarganya. Pendidikan gizi tersebut dilakukan dengan
berbagai metode dan pendekatan agar betul-betul dapat membiasakan anak yang pada
gilirannya anak-anak dapat memilih makanan sehat, membentuk sikap dan perilaku yang
diinginkan oleh sekolah dengan memperhatikan perkembangan psikologi dan umur anak.
Penelitian ini diawali dengan 1) Survei terhadap jajanan disekolah dasar yang ada sekarang.
2) Identifikasi jajanan tersebut dari segi kecukupan gizi dan makanan tambahan. 3)
Mengidentifikasi makanan jajanan yang disukai anak-anak SD. 4) Menginventarisasi buahbuahan lokal yang kaya vitamin dan mineral. 5) Identifikasi pola kebiasaan anak-anak dalam
memilih dan mengkonsumsi makanan di sekolah dan di rumah.
Kata Kunci : Pendidikan gizi, siswa sekolah dasar.
A. PENDAHULUAN
Masalah gizi merupakan salah satu
faktor penting bahkan merupakan penentu
keberhasilan upaya pembangunan manusia
Indonesia. Kondisi kesehatan yang baik dan
optimal akan memungkinkan seseorang
untuk memiliki kesempatan dan kemampuan
yang lebih besar dalam memenuhi
kebutuhan hidup seperti pendidikan,
ekonomi, rekreasi dsb (Armaja, 2011).
Sampai
saat
ini
Indoensia
masih
diperhadapkan pada beban ganda bahwa
masih banyak terjadi kasus gizi buruk dan
kurang, pada saat bersamaan mulai terlihat
kecenderungan
anak-anak
menjadi
kelebihan berat badan (obesity).
Upaya
perbaikan kesehatan merupakan tema pokok
pembangunan baik secara nasional maupun

international, dan beberapa penelitian
melaporkan bahwa pendekataan lingkungan
melalui, sekolah, tempat kerja, dan rumah
sumah sakit memberikan pengaruh yang
sangat baik terhadap perbaikan kesehatan
masyarakat
Carmen Pe’rez-Rodrigoand
dan Javier Arance , 2001
Gizi
kurang
pada
umunya
dihubungkan dengan penyakit infeksi,
sedangkan gizi lebih diketahui sebagai
sinyal pertama munculnya kelompok
penyakit non infeksi yang tidak hanya
terjadi pada negara maju tetapi juga melanda
masyarakat di negara berkembang seperti
yang terjadi di Philipina, Taiwan,Kenya dan
Indonesia (Wei Lin et al, 2007). Masalah
gizi ini tidak hanya disebabkan karena
ketidakmampuan ekonomi, namun lebih

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[81]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

disebabkan karena kurangnya pengetahuan
masyarakat tentang gizi khususnya tentang
sumber gizi, memilih makanan yang tepat
baik, kebiasaan dan pengaruh budaya serta
pengolahan makanan. Isobel et al 2001.
Penelitian
tentang
pentingnya
pendidikan gizi dimulai dari anak anak
sampai orang tua telah di bahas sangat jelas
dan mendalam secara ilmiah oleh Isobel,
2001, Corman Perez-Rodrigo, 2001,
Madanijah
et al, 2010 dari beberapa
penelitian yang telah dilakukan. Dari
penelitian tersebut
dapat
disimpulkan
bahwa pendidikan gizi melalui sekolah
sangat penting dan berpengaruh signifikan
terhadap tingkah laku, prestasi dan sikap
siswa karena beberapa alasan yaitu : 1)
Pada usia sekolah dasar anak-anak sudah
dapat memilih sendiri makanannya, 2)
Dalam memberikan konsep atau penguatan
guru sangat berpengaruh dibanding orang
tua , 3) Anak usia sekolah merupakan target
pendidikan gizi yang paling utama dan
memerlukan input dan pengetahutahuan gizi
yang cukup, 4) Kebiasaan makan pada masa
anak-anak dapat mempengaruhi preverensi
dan konsumsi pangan pada kehidupan yang
akan datang. 5) jumlah siswa SD cukup
besar yaitu 15 % dari total populasi 6) siswa
SD dapat sebagai agen perubahan bagi
pembentukan perilaku gizi/kesehatan bagi
diri dan keluarganya.
Karena pentingnya dan efektifnya
pendidikan gizi melalui sekolah, maka
Seminar “Satelit Meeting” dalam rangka Pra
Widya karya Nasional Pangan dan Gizi
tahun 2008 merekomendasikan beberapa hal
berikut : 1) Pentingnya pendidikan gizi sejak
dini melalui sekolah 2). Pemahaman gizi
seimbang, 3). Perbaikan perilaku
dan
tingkat kesehatan pada siswa sekolah dasar
sangat penting. Pada Negara-negara maju,
kesadaran akan pentingnya pendidikan gizi

dan pembiasaan untuk mengkonsumsi
makanan sehat dimulai dari kecil, dan
secara
formal
diajarkan
melalui
pembiasaaan sejak taman kanak-kanak,
seperti memperkenalkan buah dan sayur,
tidak
mengkonsumsi
makanan-makan
pemicu alergi, memilih makanan yang
bergizi dan sehat dsb.
Di Negara kita, wacana dan
pelaksanaan pendidikan gizi sejak dini
telah dilkasanakan namun belum terlaksana
dengan baik. Seperti telah didirikannya
kantin sehat dan kantin jujur di berbagai
sekolah.Ada beberapa sekolah di Makassar
yang patut diberikan penghargaan dengan
adanya kantin jujur dan kantin sehat yang
dimiliki seperti SD IKIP, SD Labuang Baji,
SD Negeri Sudirman.Disisi lain
ada
beberapa sekolah yang memerlukan
perhatian dari pemerintah, LSM dan
masyarakat
setempat
dalam
upaya
perbaikan makanan /jajanan anak-anak
seperti SD Caringin, SD Perumnas, dan SD
Parangtambung dan beberapa sekolah
lainnya yang tidak memperhatikan tempat
jajan anak-anak, aspek kesehatan serta nilai
gizi jajanan anak sekolah dasar. Dari
beberapa pengamatan yang kami lakukan
kebanyakan
anak-anak
menyukai
mengkonsumsi bakwan, jalangkote, bakso,
somay, sosis yang semua kaya dengan
tepung tanpa penambahan sayur dan sumber
protein lain seperti ikan. Jika pemerintah,
pengelolah sekolah serta masyarakat
memperhatikan
masalah
ini,
maka
sebenarnya kota Makassar mempunyai
sumber protein seperti ikan yang dapat
dikembangkan menjadi makanan sehat dan
bergizi serta menarik bagi siswa sekolah
dasar. Hal-hal ini lah yang selalu
didengungkan oleh pemerintah untuk
meningkatkan dan mempertahankan budaya
khususnya makanan-makanan tradisional

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[82]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

yang kaya dengan gizi berasal dari sumber
daya alam setempat namun dapat memenuhi
atau mengikuti perkembangan kuliner
sekarang yang sangat maju.
Dengan demikian pertanyaan yang
kemudian yang ingin dijawab dalam
makalah
ini adalah bagaimana model
pembelajaran pendidikan gizi sesuai dengan
tingkat umur anak-anak sekolah dasar
sehingga dapat membentuk sikap seperti
pembiasaan makan yang baik, pembiasan
memilih makanan yang kaya akan gizi
sesuai dengan potensi lokal seperti
membiasakan
mengkonsumsi
ikan,
membiasakan mengkonsumsi sayur dan
buah, menghindari makanan-makanan yang
banyak mengandung senyawa tambahan.
Hal ini berlandaskan pada pendapat bahwa,
pembiasaan makan dan pemilihan makanan
yang
tepat
telah
terbukti
dapat
mempengaruhi emosi dan perilaku serta
prestasi anak ( Carol Byrd-Bredbenner,
Twyla Shear, 1982, Allison Lowry, Allison
Lowry, 2005, wei Lin et al, 2007, Susan R
Levy et al, 1980, Isobel R Contento, 2002).
Makalah ini merupakan bagian awal
dari penelitian yang kami lakukan dengan
tujuan untuk mengembangkan model
pembelajaran gizi pada sekolah dasar di kota
Makassar dengan memperhatikan sumber
daya alam yang ada. Pada makalah ini
bahasan kami fokuskan pada bentuk
kearifan lokal yaitu memanfaatkan sumber
daya alam yang ada dengan tujuan untuk
mengembangkan
makanan-makanan
tradisional yang ada dan disukai anak-anak
menjadi makanan yang bergizi, sehat serta
mempunyai nilai organoleptik yang tinggi.
Penelitian yang telah dilakukan yaitu
: 1) inventarisasi makanan tradisional
/jajanan yang kaya gizi 2). Makanan di
sekolah/ jajan yang tidak sehat yang disukai
anak-anak 3). Bentuk pengembangan

makanan /jajanan anak-anak dengan
memanfaatkan sember alam melimpah
seperti ikan, pisang dan singkong/ubi jalar
menjadi makanan sehat bergizi, kaya serat
serta memiliki nilai organoleprik yang tinggi
4).Buah lokal yang dapat disajikan di kantin
sekolah.
B. PEMBAHASAN
1. Kearifan Lokal
Dalam
pengertian
kamus,
kearifanlokal (local wisdom) terdiri dari dua
kata: kearifan (wisdom) dan lokal (local).
Dalam Kamus Inggris Indonesia John M.
Echols dan Hassan Syadily, local berarti
setempat, sedangkan wisdom (kearifan)
sama dengan kebijaksanaan. Secara umum
maka local wisdom (kearifan setempat)
dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan
setempat (local)yang bersifat bijaksana,
penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam
dan diikutioleh anggota masyarakatnya.
Dalam disiplin antropologi dikelan
istilah local genius. Local genius istilah
yang mula pertama dikenalkan oleh
Quaritch Wales yang diartikan sebagai
cultural identity, yaitu identitas /kepribadian
budaya bangsa yang menyebabkan bangsa
tersebut mampu menyerap dan mengolah
kebudayaan asing sesuai watak dan
kemampuan sendiI Ketut Gobyah dalam
“Berpijak pada Kearifan Lokal” dalam
http://www.balipos.co.id,
mengatakan
bahwa kearifan lokal (local genius) adalah
kebenaran yang telah mentradisi dalam
suatu daerah.Kearifan lokal terbentuk
sebagai keunggulan budayamasyarakat
setempat maupun kondisi geografis dalam
arti luas. Kearifan local merupakan produk
budaya masa lalu yang patut secara terusmenerus
dijadikanpegangan
hidup.
Meskipun bernilai lokal tetapi nilai yang

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[83]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

terkandung didalamnya dianggap sangat
universal.
Dari hasil survey yang kami lakukan
disekolah maka, jajanan anak-anak di
sekolah
yang meruapakan makanan
tradisional disukai dan mempunyai nilai gizi
serta mengenyangkan anak-anak adalah nasi
kuning dan songkolo, ubi goreng,
bakwan.Sedangkan makanan tradisonal
lainnya yang terbuat dari umbi-umbian tidak
lagi terdapat di jajanan anak sekolah.
2. Hasil survey Jajanan anak sekolah
dasar di Kota Makassar
Dari hasil survey terhadap jajanan
anak-anak di sekolah dasar dengan
mengambil lokasi di Kecamatan Mariso,
Rappocini, Tamalate,
Mamajang, Tallo
serta kelurahan Parangtambung dan
Perumnas masing masing 3 Sekolah dasar.
Dari hasil survey yang kami lakukan
diketahui bahwa hamper setiap anak
membawa uang jajan ke sekolah, walaupun
mereka sarapan. Makanan dan minuman
pavorit anak-anak yang memprihatinkan
adalah: bakso, siomay, bakwan, sosis
goreng, empek-empek. Makanan ini
termasuk favorit anak-anak karena dimakan
dengan saos dan kecap yang harganya
termasuk murah karena dengan uang saku
Rp 1000 sudah terjangkau. Sedangkan
minuman paling favorit adalah pop ice dan
mounte (Tabel 1).

sumber perikanan kaya protein tinggi.
Disamping pantai danau, sungai serta
tambak juga menghasilkan ikan kaya gizi
seperti belut dan ikan gabus. Kedua ikan ini
menghasilkan omega-3 yang telah terbukti
secara ilmiah sebagai antioksidan alami
yang dapat mencegah beberapa penyakit dan
meningkatkan konsentrasi anak dalam
belajar (Nurfuji, Fajar, april 2012).
Selain ikan buah-buah lokal lainnya
seperti pepaya, nenas, advokat, pisang,
manga, manggis, rambutan, jeruk, semangka
dan melon merupakan sumber vitamin yang
kaya serat yang harus diperkenalkan sejak
dini kepada anak. Buah-buah ini kaya akan
gizi yang (Tabel 2) yang tidak kalah
dibanding
dengan
buah
import.
Permasalahan inilah yang sangat menarik
untuk diteliti sekaligus ingin menjawab
pertanyaan bahwa kecukupan gizi tidak
selamanya dapat dijawab dengan harga yang
mahal
tetapi
bagaimana
anak-anak
dibiasakan
dengan
apa
yang
ada
dilingkungan sekitar sehingga dapat
dioptimalkan dengan baik.
a. Ikan dalam Jajanan anak sekolah
b. Pengelolahan buah seperti buah pisang
dan papaya, nenas yang kaya energy,
vitamin dan serat.
c. Pengelolalan Ubi jalar dan singkong

3. Potensi sumberdaya alam lokal yang
kaya akan gizi
Dalam pembiasaan mengkonsumsi
dan memilih makanan sehat disadari bahwa
kekayaan alam Sulawesi-Selatan sangat
melimpah. Kota Makassar di kenal sebagai
kota pesisir pantai yang menghasilkan

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[84]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

Tabel 1. Jenis-jenis jajanan sekolah dasar di Kota Makassar
dikembangkan

1
2

Jenis jajanan/Makanan
Suka
Agak suka
Donat
Tempe goreng
Panada
Tahu isi

3

Siomay

4

Bakso

5

Nasi Kuning

6

batagor

No

7
8
9
10

Kentang
goreng
Indomie rebus
Berbagai
snack
Indomie
kering

11

Sosis goreng

12

keripik

13

Empek-empek

14
15

Berbagai jenis
roti
Ubi dan sukun
goreng

yang disukai dan perlu

Minuman
Suka
Agak Suka
susu
milo
pepsi

Burger

Coca-cola

Ket.

Jajanan
kaki lima
Jajanan
kaki lima

friuty
Songkolo

Nutri teh

Nasi goreng

Pop ice

Martabak
Ayam crispi dan
nasi

nutrisari

Kantin
sehat
Kantin
sehat
Kantin
sehaat
Semua
sekolah

Good day
Susu yes
Okkykoko
drink
mountea

Bubur ayam

Es cendol
Es kemasan

manisan

Pentol

Es lilin

Jus buah

16

Pisang goreng

Cimol

Es mambo

17

Crepes

Apang

Sirup
berwarna

18
19

Bakpia
Bakwan

Bolu Mangkok
Onde-onde jawa

Kantin
sehat
Semua
sekolah

Semua
sekolah

Sumber : Sekolah Dasar dari Kecamatan Tamalate, Rappocini, Mariso, Tallo

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[85]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

Tabel 2.Kandungan Gizi buah lokal dan Apel Dalam 100gr
Kandungan
Energi yang dikandung
Air
Serat
Lemak
Protein

Apel #
42
84 %
2,3 g
0g
0,4 g

Mineral (K,Mg,Ca,Fe
Gula
Vitamin A
Vitamin C
Vitamin B1
Vitamin B2
Vitamin B6
Vitamin E

11,8 g
2 mg
15 mg
0,02 mg
0,01 mg
0,05 mg
0,5 mg

Pepaya
46
86,7
11.3 g
0
0.5
23, 12 mg
11.5
365 SI
78 mg
0.05 mg

Pisang
89
2,6 g
0.13 g
2.3 g
358 mg,
0.26 mg
22,84
45 mg
8,7
0.031

Nenas
57
85.5 g

16, 11
13,5
24 mg
0.06 mg

0.5 mg

Catatan : Masih Perlu dilengkapi

C. PENUTUP

2. Saran

1. Kesimpulan

a. Diperlukan kerjasama yang baik antara
pemerintah, dinas terkait, guru dan orang
tua sebagai komite sekolah untuk
memperhatikan jajanan anak-anak dari
segi kecukupan gizi, kebersihan dan
keamanan pangan.
b. Perlu dilakukan inventarisasi makanan
tradisional yang kaya gizi kemudian
dikembangkan menjadi jajanan anakanak yang kaya gizi, dan mempunyai
nilai organoleptik tinggi sehingga tingkat
penerimaannya baik untuk anak-anak
sekolah dasar.

Dari survey terhadap makanan
jajanan anak-anak di sekolah dasar dapat
disimpulkan bahwa :
a. Hampir semua anak-anak sekolah dasar
jajan di sekolah (90 %) dengan variasi
uang jajan Rp 1.000 s/d 10.000,- bahkan
lebih dari Rp.10.000,b. Makanan Favorit anak-anak yang perlu
dipertahankan adalah : Nasi kuning,
songkolo, bakwan (mengenyangkan dan
bergizi), bakso,
sosis goreng, dan
beberapa gorengan seperti pisang, tahu
dan tempe, ubi perlu dikembangkan
dengan memperhatikan nilai gizi dan
keamanan pangan.
c. Buah lokal seperti pisang, nenas, manga
perlu dipertimbangkan untuk mengisi
kantin sekolah khususnya kantin sehat
dan kantin kejujuran untuk mengimbangi
dan alternative pengganti pop ice dan
mountea sebagai minuman pavorit anak
SD.

D. DAFTAR PUSTAKA
Atmaja AA. 2010. Penguasaan Materi Gizi
Seimbang Pada Guru Sekolah Dasar
Di Kota Bogor [Skripsi]. Bogor:
Departemen
Gizi
Masyarakat,
Fakultas Ekologi Manusia, , Institut
Pertanian Bogor.

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[86]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

Carmen

Pe’rez-Rodrigo
and
Javier
Aranceta, 2001. School- based
nutrition education:lessons learned
and new perspectives. Public
Health Nutrition: 4 (1A), 131 –
139.

Isobel R. Contento, Jill S.Randell, Charles
E.Basch. 2002. Review and
Analysis of Evaluation Measures
Used in Nutrition Education
Intervention Research. Special
article. Society for Nutriton
Education JNEB 34:2-25.
Siti Madanijah, Dodik Briawan, Harsi D.K.
2010.
Pengembangan
Model
Pendidikan Makanan Jajanan Sehat
Berbasis Sekolah untuk Tingkat
Sekolah Dasar. [Laporan Penelitian].
Bogor : Southeast Asian Food and
Agricultural Science and Technology
(SEAFAST) Center-IPB
Sudargo T. 2010. Indonesia Hadapi Masalah
Gizi Ganda. http://akperkaltara.ac.id
. [28 Februari 2011]

Sungkowo. 2009. Intervensi Pengayaan
Pengetahuan Pangan dan Gizi pada
Muatan Lokal untuk Sekolah
Menengah Pertama di Kabupaten
Lampung Barat. [Skripsi]. Bogor :
Program
Studi
Manajemen
Ketahanan
Pangan,
Sekolah
Pascasarjana,
Institut
Pertanian
Bogor.
Syarief H. 2008. Makalah Seminar Satelit
Widyakarya Nasional Pangan dan
Gizi IX “Upaya Peningkatan
Pemahaman dan Perilaku Gizi
Seimbang Anak Sekolah”. Jakarta:
Direktorat
Jenderal
Pendidikan
Tinggi, Departemen Pendidikan
Nasional.
Wei Lin, Hsiao-Chio Yang, Chi-Ming Hang,
and Wen-Harn Pan, 2007. Nutrition
knowledge, attitude, and behaviour
of Taiwanese elementary school
children. Asia Pac J Clin Nutr:
16(S2): 534-546.

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[87]