VEGETABLE BANANA CHIKEN

(CAMME BURAK)

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional
“Makanan Sehat untuk Kecantikan dan Kebugaran”
dan Festival Makanan Tradisional
di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

Oleh:

Hilda Karim
Dosen Biologi FMIPA UNM

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar
2012

[186]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

VEGETABLE BANANA CHIKEN (CAMME BURAK)
Hilda Karim
(Dosen Biologi FMIPA UNM)
A. Pendahuluan
Pisang merupakan tumbuhan yang tidak memiliki batang sejati. Batang pohonnya
terbentuk dari perkembangan dan pertumbuhan pelepah pelepah yang mengelilingi poros
lunak panjang, Batang pisang yang sebenarnya terdapat pada bonggol yang tersembunyi di
dalam tanah. Menurut Made Astawan (2006), pohon pisang selalu melakukan regenerasi
sebelum berbuah dan mati, yaitu melalui tunas-tunas yang tumbuh pada bonggolnya. Dengan
cara itulah pohon pisang mempertahankan eksistensinya untuk memberikan manfaat kepada
manusia. Iklim tropis yang sesuai serta kondisi tanah yang banyak mengandung humus
memungkinkan tanaman pisang tersebar luas di Indonesia.
Tanaman pisang telah lama akrab dengan masyarakat Indonesia, terbukti dari
seringnya pohon pisang digunakan sebagai perlambang dalam berbagai upacara adat.
Buahnya dapat dimakan langsung atau diolah terlebih dahulu. Selain buahnya, tanaman
pisang juga dapat dimanfaatkan dari bagian bonggol hingga daunnya. Bunga pisang (dikenal
sebagai jantung pisang) dapat digunakan untuk sayur, manisan, acar, maupun lalapan.
Daunnya dapat memberikan rasa harum spesifik pada nasi yang dibungkus dalam keadaan
panas. Mengenai kandungannya, getah batang pisang mengandung tanin dan asam galat,
sedangkan buahnya mengandung noradrenalin, 5-hidroksi triptamin, depamin, vitamin A, B
kompleks, C dan E, serta seratonin, pektin, dan tanin. (Anonim , 2006).
Batang pisang dapat digunakan sebagai pakan ternak atau pupuk kompos. Ekstrak
batang pisang batu sebagai sampo tradisional untuk mengatasi kerontokan rambut.
Sedangkan batang pisang yang dikeringkan kini sering dimanfaatkan sebagai bahan baku
aneka kerajinan, mulai dari tikar, pakaian, sampai tas tangan yang indah.
Manfaat lain dari batang pisang dapat dibuat sayur, yang merupakan makanan
tradisional Kabupaten Enrekang yaitu came burak. Came burak adalah salah satu makanan
tradisional yang berasal dari Kabupaten Enrekang yang terletak ± 300 km dari kota Makassar.
Letak geografis Kabupaten Enrekang bergunung-gunung sehingga untuk mendapatkan lauk
berupa ikan harus mendatangkan dari daerah lain. Pada waktu transportasi belum selancar
sekarang, masyarakat hanya mengkomsumsi daging kerbau, daging sapi dan daging ayam,
maka lahirlah berbagai makanan tradisional yang dapat tahan lama dan bisa dikonsumsi
selama satu minggu.
Makanan tradisional yang berasal dari daging kerbau dan daging sapi yaitu, nasu
cemba, pikja, dangke dan came burak. Nasu cemba dan pikja adalah makanan yang berasal
dari daging tulang kerbau dan tulang sapi dimasak dengan menggunakan daun asam, kelapa
sangrai, bawang merah, sere, lengkuas. Sedangkan pikja (dendeng) adalah daging yang diiris
tipis, garam sebagai pengawet dan asam. Dangke terbuat dari susu daging kerbau dan sapi
yang dipadatkan dengan menggunakan getah daun papaya dan
diawetkan dengan
menggunakan garam. Sedangkan makanan tradisional yang menggunakan daging ayam
adalah came burak.
Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[187]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

Asal kata came burak adalah, came = sayur; burak = batang pisang batu atau pisang
kepok muda yang diiris halus kemudian dicampur dengan ayam buras (ayam kampung), lauk
ini biasanya disajikan pada pesta hajatan. Batang pisang merupakan limbah yang dapat
dibuat pupuk organik (kompos) karena kandungan pospor yang tinggi atau makanan ternak,
ternyata batang pisang juga dapat dibuat lauk yang rasanya sangat enak kalau sudah perna
merasakan pasti rindu untuk memakan kembali, karena mempunyai rasa khas dengan
penyedap daging ayam.
B. Tujuan
Memperkenalkan makanan tradisional yang berasal dari Kabupaten Enrekang, untuk
memperkaya keanekaragaman makanan tradisional Indonesia.
C. Resep Vegetable Banana Chiken (Camme Burak)
a. Bahan :
1 kg Batang pisang batu atau pisang kepok
250 gr Kelapa sangrai
200 gr Kelapa muda
½ kg Ayam buras
15 siung Bawang merah
batang pisang
10 siung Bawang putih
1 ruas jari Jahe
1 ruas jari Lengkuas
2 batang Serei
1 st Merica bubuk
1 ruas jari Kunyit
Garam secukupnya.
bumbu
b. Langkah Kerja
1. Batang pisang bagian tengah dipotong tipis-tipis,
kemudian diremas-remas, tambahkan tomat dan garam
2. Bawang merah, bawang putih dan merica, kunyit
ditumbuk halus, kemudian dicampur Ke ayam
3. Serei, jahe dan lengkuas dimemarkan.
4. Semua bahan dicampur dengan kelapa sangrai dan kelapa
muda.
kelapa parut dan sangrai
5. kemudian ditambahkan air secukupnya lalu di masak.

batang pisang diiris tipis
Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[188]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

Gambar: Camme burak yang telah masak

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[189]