BARONGKO LABU KUNING

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional
“Makanan Sehat untuk Kecantikan dan Kebugaran”
dan Festival Makanan Tradisional
di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

Oleh:

Dra. SUKARSIH AP, M.Pd.

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar
2012

[195]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012

BARONGKO LABU KUNING
Sukarsih AP.
Abstrak
Labu kuning merupakan jenis tanaman menjalar yang biasa dikenal dengan waluh. Waluh
diberi nama labu kuning karena daging buahnya yag berwarna kuning. Labu kuning termasuk
salah satu jenis tanaman yang memiiki kandungan gizi cukup lengkap.Selain kaya karbohidrat
labu kuning juga kaya terotenoid yang diketahui memunyai sifat fungsional sebagai anti oksidan
yang dapat mencegah penyakit-penyakit degenerative seperti enuaan, diabetes, katarak dan
kanker.
Pada umumnya labu kuning hanya diolah menjadi penganan-penganan biasa seperti
kolak, dodol agar bisa bertahan lama. Karena semakin berkembangnya imu tata boga,
pengolahan labu kuning jadi semakin bervariasi seperti pembuatan tepung labu kuning yang
dapat diolah menjadi bolu gulung. Selain itu pengolahan labu kuning menjadi tepung labu
kuning dapat memperlama penyimpanan karena tepung adalah produk awetan kering.
Di Indonesia terdapat bebrapa jenis labu kuning dan varietas labu kuning antara lain
varietas local seperti jenis bokor,jenis kelenting, dan jenis blar, serta yang termasuk varietas
introduksi yaitu jenis labu kuning Taiwan, jenis labu kuningthai je pi, jenis labu kuning Australi
dan Jepang, jenis labu kuning Amerika, Jenis Zapello dari Denmark.Dalam memilih labu kuning
untuk mendapatkan hasil olahan yang baik dan enak hindari buah yang cacat bahkan kulitnya
yang bercak-bercak, terluka atau memar untuk mencegah terjadinya pembusukan apabila hendak
disimpan.
Kata kunci: labu kuning, tepung labu kuning, karetonoid
Abstract
Pumpkin is one type of plant that has complete nutrients. It is not only rich in
carbohydrates but also rich carotenoid which has functional properties as anti-oxidants that can
prevent degenerative diseases such as diabetes, cataracts and cancer. Basicly, pumpkin
processing is still limited in ordinary confectionary. Due to the growing cookery sector,
processing pumpkin became more varied such as manufacturing flour pumpkin that can be
processed into rolls. In addition to processing pumpkin powder can prolong the storage. In
Indonesia there are various kind of pumpkin including local varieties such as the type of bowl,
klenting type, and type of blare, as well as the introduction of varieties which include the type of
Taiwan yellow squash, Thai pumpkin, Australia pumpkin and Japan pumpkin, American
pumpkin and Denmark pumpkin. Choose good pumpkin that do not shown defects, skin patches,
injured or bruised, to
prevent decay if about to be saved.
Key words: pumpkin, flour pumpkin, carotenoid

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[196]

Disampaikan pada Seminar dan Workshop Nasional “Makanan Sehat untuk Kecantikan dan
Kebugaran” dan Festival Makanan Tradisional di Trans Studio Makassar, 5 Mei 2012
BARONGKO LABU KUNING
Bahan:
7 butir telur ayam
300gr gula pasir
250 gr labu kuning
½ sdt vanili
½ garam
500cc santan kental
4 lipat daun pisang tua dan muda
1 buah kelapa muda dikeruk
Cara membuat:
1. Buat lipatan daun berbentuk barongko
2. Labu kuning dibersihkan lalu diserut
3. Telur dan gula dikocok lepas
4. Masukkan semua bahan lalu aduk rata.
5. Bungkus dengan daun pisang yang sudah
dicetak
6. Kukus selama 15 menit
7. Hidangkan.

Pusat Penelitian Makanan Tradisional, Gizi dan Kesehatan
Lembaga Penelitian
Universitas Negeri Makassar

[197]