You are on page 1of 7

Pembekalaaan ke I Blok I: Tauhid Dalam Ilmu Kedokteran

Oleh :Drs. M. Danusiri, M.Ag


Assalamu alaikum wr.wb
Sasaran Belajar
- Mahasiswa diharapkan memiliki pengetahuan bahwa ilmu kedokteran
merupakan bagian dari tauhid. Untuk itu, diperlukan memiliki pengetahuan
tentang:
arti tauhid baik secara generik maupun secara praktis
ungkapan atau rumusan tauhid
arti keesaan Allah
Implikasi tauhid
Essensi tauhid
Penyimpangan tauhid
Lingkup agama
1. Pengertian Tauhid
Kara tauhid berasal dari bahasa Arab. Kata ini berasal dari kata dasar wahada
yang berarti menyatu. Dari kata wahada dapat dibentuk menjadi kata
wahhada (dobel h) yang berarti berbuat menyatukan . dari kata wahhada dapat
dibentuk kata benda (masdar) tauhid yang berarti penyatuan atau pengesaan.
2. Pengertian secara praktis
Tauhid berarti menyatakan bahwa Tuhan itu hanya Satu. Pernyataan merupakan
ungkapan dari keyakinan batin bahwa Tuhan itu hanya Satu. Keyakinan yang telah
dinyatakan ini diteruskan ke dalam perbuatan apa saja atas nama Allah Swt. sebagai
konsekuensinya.
3. Rumusan Ungkapan Tauhid
- Tahlil: La> ila>ha illalla>h (Tidak ada Tuhan selain Allah). Rumusan
ini dikenal nafi isbat. Nafi berarti peniadaan, bahwa di seluruh alam
semesta ini sama sekali tidak ada Tuhan. Isbat berarti penetapan,
yaitu menetapkan bahwa hanya ada satu Tuhan yaitu Allah swt.
- Pengertian praktis tidak ada Tuhan kecuali Allah mencakup: Tidak
ada yang benar-benar maujud (ada) kecuali Allah (rumusan oleh
para filosof), Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah
(rumusan oleh para sufi), dan tidak ada yang kekal kecuali Allah
(rumusan oleh kaum teolog)

-Syahadad (persaksian): Asyahdu an la> ila>ha illalla>h. Rumusan


ini biasa dikenal syahadad tauhid. Syahadad tauhid selalu disertai
syahadad
Rasul:
Wa
asyhadu
anna
Muh}amnmadan
Rasu<>lulla>h. Arti kedua syahadad itu adalah: Aku bersaksi
bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan Aku bersaksi bahwa
Muhammad Saw itu adalah utusan Allah. Arti persaksian adalah
kesadaran penuh akan akibatnya, yaitu kesanggupan mentaati
kepada yang dipersaksikannya.
- Kerid}aan: Rad}i>tu billa>hi Rabba: aku rela bahwa Allah adalah
Rab-ku pencipta,pemelihara, pendidik, perencana, pengasuh,
pengajar.
4. Pengertian mengesakan Allah adalah pernyataan bahwa Allah itu
Esa. Keesaan Allah adalah Esa yang semurni-murninya. Semua yang
bersifat individual adalah esa, tetapi tidak murni. Demikian
perbandingannya:
Keesaan Allah
Keesaan selain Allah
-tempat bergantung segala sesuatu
-bergantung kepada
sesuatu
-tidak diperanakkan
-diperanakkan
-tidak menganakkan
-menganakkan
-tidak dibagi-bagi
-dapat dibagi-bagi
Tidak terdiri atas unsur-unsur
-terdiri atas unsur-unsur
Ada dengan sendirinya
-ada karena faktor di
luar dirinya
Ada tanpa awal dan akhir
-ada yang berawal dan
berakhir
Antara substansi dan sifat identik
-substansi tidak identik
dengan sifat.
7. Jangkauan Agama (kopi paste ya, , cari volder keterkaitan )
-Bagian kehidupan dunia adalah dunia akademik
-Bagian dunia akademik adalah dunia ilmu
-Bagian dunia ilmu adalah dunia ilmu kedokteran
-Kesimpulannya, Ilmu kedokteran adalah bagian dari agama Islam
itu sendiri, dan inti agama Islam adalah Tauhid. Ilmu kedokteran
adalah bagian dari tauhid itu sendiri. Segera terbayang bahwa ilmu
kedokteran ada dua macam : ilmu kedokteran Islam dan ilmu
kedokteran sekuler-ateis.

Ilmu kedokteran yang hendak dikembangkan pada fakultas Ilmu


Kedokteran Unimus adalah Ilmu kedokteran Islam berpola
Muhammadiyah
8. Karakter Muhammadiyah sebagai paham keagamaan
-murni dalam beraqidah dan bertauhid, yaitu terbebas dari penyakit
TBC (tahayyul, bidah, dan Khurafat) plus S (syirik).
-agresif dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi
-moderat dalam paham berpolitik dan bermasyarakat
-berpegang teguh kepada Alquran dan as-Sunnah ash-Shah}ih}ah
-santun dalam bermuasyarah bainannas.
-selalu memperbaharui pada bidang-bidang ijtihadiyah untuk
mengatasi kemajuan zaman. Muhammadiyah adalah aorganisasi
pembaharuan.
-amar maruf nahi mungkar.
6. Inti Agama Allah adalah Tauhid
Inti agama ayang dibawa sejak Nabi Adam AS hingga Rasul
terakhir adalah tauhid (mengesakan Allah QS. al-Baqarah/2 : 285;
al-Fatih}ah/1 : 5; al-Ikhlash/112 : 1-4; an-Nisa>/4 : 48) dan
berimplikasi lebih lanjut selain tauhid adalah syirik (musyrik).
-Secara praktis musyrik adalah bertuhan selain Allah Swt, atau
bertuhan kepada Allah swt, tetapi juga bertuhan kepada selain
Allah, meyakini ada dua atau lebih Tuhan yang kesemuanya diabdi,
dimintai sesuatu, umpama meminta berkah kepada orang yang
telah meninggal (wali sanga, Syeikh Abdul Qadir jailani, Nabi
Muhammad sekalipun). Para peziarah makam para wali jika ditanya
dalam berdoa pasti menjawab berdoa kepada Allah, tetapi pasti
berwasilah kepada para ruh wali, atau bahkan secara eksplisit
meminta sesuatu kepada ruh ini, umpama mohon restu).
-Alquran menyebut Tuhan selain Allah, adalah
Taghut (QS.alBaqarah/2 : 256-257; atau al-Jibt (QS. an-Nisa>/4 : 51).
-Bentuk-bentuk Mempertuhan taghut
* mengabdi kepada syaitan (QS.al-Araf/7 : 30): sihir, permohonan
pesugihan, santet, guna-guna dan sejenisnya. Kegiatan ini biasanya
untuk memperoleh kekuatan magik, kekebalan, pelarisan,
pengasihan, dll yang sejenis.
* mempertuhan kepada manusia (QS. at-Taubah/9 : 31)

* mempertuhan malaikat atau Nabi (QS. Ali Imran/3 : 80): umpama


aneka macam hizib. wifiq, azimah, wirid yang memohon bantuan
kepada para Nabi dan Malaikat
* mempertuhan hawa nafsu (QS. al-Furqan/25 : 43; al-Jasyiyah/45 :
23)
* perluasan mempertuhan hawa nafsu bisa kepada kesenangan
atau dambaan kepada apa saja yang melebihi ketaatannya kepada
Allah dan Rasulullah, umpama mempertuhan ilmu pengetahuan dan
teknologi, mempertuhan jabatan, mempertuhan harta kekayaan,
mempertuhan wanita (bagi laki-laki) atau mempertuhan laki-laki
(bagi wanita, dll).
5. Implikasi Tauhid
Yang dimaksud implikasi tauhid adalah efek dari pernyataan dan
persaksian mengesakan Allah. Implikasi itu, sebagaimana disebut
dalam Alquran antara lain:
-Allah sebagai satu-satunya pencipta alam semesta (QS.alBaqarah/2 : 21-22)
-Allah sebagai satu-satrunya pemberi rezeki (QS. al-Fathir/35 : 3)
-Allah sebagai satu-satunya pemelihara alam semesta (QS.
Yunus/10 : 3)
-Allah sebagai satu-satunya pencipta hukum (yang paling asasi(QS.
al-Anam/6 : 57)
-Allah sebagai satu-satunya pelindung (QS. al-Baqarah/2 : 257)
-Allah sebagai satu-satunya tumpuan harapan 9QS. al-Insyirah/94 :
8)
-Allah sebagai satu-satunya yang berhak disembah dan dimintai
pertolongan (QS. an-Nah}l/16 : 36; al-Fatihah/1 : 5).
Referensi:
Al-Qura>n al-Kari>m
Tim Dosen Pendidikan Agama Islam Universitas gadjah mada,
Pendidikan Agama Islam, Yogyakarta: Badan Penerbitan Fakultas
Filsafat UGM, 2006.
Masri Shohabiya & Imron Rosyadi, Sudi Islam I. Surakarta: Lembaga
Studi Islam UMS, 2004.
Penutup
Semoga Allah memberikan taufiqq,hidayah, dan maunah kepada
kita semua

Wassalamu aslaiku wr.wb.


Pembekalan ke 2 Blok 1
Filsafat Ilmu Kedokteran Islam
Oleh: Drs. M. Danusiri, M.Ag
1. Sasaran Belajar
Mahasiswa diharapkan memiliki pengetahuan tentang posisi ilmu
kedokteran Islam dalam Ilmu Islam secara mantab dan
komrehendsif. Untuk itu mahasiswa perlu dibekali pula pengetahuan
tentang:
- pengertian filsafat
- cara berpikir kefilsafatan
- pengertian tentang filsafat ilmu
- pengetahuan
tentang
epistemologi
ilmu
kedokteran
sebagaimana dijabarkan dari Alquran: falsafah dasar iqra
2. Pengertian filsafat (kopi pada pembelajaran FKM)
3. Cara Berpikir kefilsafatan (kopi idem)
4. Pengertian filsafat ilmu
-Ilmu sebagai objek pemikiran kefilsafatan
- Filsafat ilmu juga dapat diartikan cabang filsafat yang membahas
secara sistematis tentang watak ilmu, khususnya metode, konsep,
presuposisi, dan posisinya dalam skema intelektual-keilmuan.
-Filsafat ilmu kedokteran
membahas tentang konsep, teori,
presuposisi, dan posisinya dalam skema keilmuan dalam ilmu Islam.
4. Asumsi
Asumsi adalah pra anggapan yang dijadikan titik tolak untuk
melakukan perenungan kefilsafatan. Dalam Islam asumsi diubah
menjadi iman.Denotasi iman dalam hal ini adalah segala yang
tercipta di dunia ini (segala sesuatu) ada manfaatnya (QS. Ali
Imran/3 : 191). Salah satu dari seseatu adalah ilmu kedokteran
Islam, dengan demikian pasti juga ada manfaatnya.
5. Sistem paradigma
-Paradigma adalah model dalam teori suatu ilmu.

-Paradigma juga dapat diartikan suatu model yang para ilmuwan


dalam suatu cabang ilmu tertentu menjadikannya sebagai suatu
acuan.
-Sistem paradigma berarti seperangkat paradigma yang satu sama
lainb saling melengkapi untuk acuan dalam pembangunan suatu
ilmu.
6. Paradigma dalam Ilmu Kedokteran Islam adalah:
* termasuk dalam cakupan penciptaan rahmat bagi alam semesta
(QS. al-Anbiya/21 : 107)
* termasuk dalam cakupan kesempurnaan Islam (Qs. al-Maidah/5 :
3)
* termasuk sesuatu yang tetap diperhatikan dalam Islam (QS. anNah}l/16 : 89)
* termasuk yang tidak dinegasikan dalam Islam (QS. al-Anam/6 :
38).
7. . Falsafah Dasar Iqra

Referensi
Al-Qura>n al-Kari>m
Dagobert De Runes, Dictionary of Philosophy, Totowa-New Jersey:
Littlefield-Adams Co., 1976
Danusiri, Modul Agama Islam dan Kemuhammadiyahan Untuk
Program Studi Ilmu Keperawatan. Semarang: LSIK [ Lembaga Studi
Islam dan Kemuhammadiyaahn], 2008.
Muslim A. Kadir, Ilmu Islam Terapan. Yogyakarta: Pustaka PelajarSTIN Kudus Press, 200\3
M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Quran. Bandung: Mizan, 1992.
Harun Nasution, Akal dan Wahyu Dalam Islam. Jakarta: UI Press,
1986.
Penutup.
Semoga kita memperoleh pemahaman yang klir, hidayah dan
maunah dari Allah Swt; amin.
Wassala>mu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.