1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Ibadah secara bahasa berarti perendahan diri, ketundukan dan
kepatuhan dalam menyembah atau penghambaan kepada Allah SWT.
Penghambaan seorang manusia kepada Allah untuk mendekatkan diri kepadaNya sebagai realisasi dari pelaksanaan tugas hidup selaku makhluk yang
diciptakan Allah. Menilik pada maknanya pengertian secara umum dapat
diterjemahkan bahwa Ibadah sebagai ritual kita sebagai hamba, ibadah
mengatur hubungan langsung dengan Allah SWT. Ibadah sebagai media
untuk kita berkholwat dengan sang Maha Pencipta, atas bentuk rasa syukur,
pengakuan kita diciptakan sebagai khalifah dan sebagai hamba, pengakuan
bahwa Allah SWT sebagai Tuhan yang menciptakan kita, dan segalanya.
Manusia diciptakan sebagai khalifah dan berstatus sebagai hamba
merupakan perpaduan tugas dan tanggung jawab yang melahirkan dinamika
hidup yang sarat dengan kreatif dan amaliyah yang selalu berpihak pada nilainilai kebenaran. Karena itu hidup seorang muslim akan dipenuhi dengan
amaliah, dan kerja keras tiada henti. Kedudukan manusia sebagai khalifah dan
hamba bukan dua hal yang bertentangan, melainkan suatu kesatuan yang
padu.
Ibadah merupakan sesuatu hal yang penting karena setiap manusia
wajib melaksanakan segala yang diperintahkan dan menjauhi segala yang
dilarang oleh Allah SWT. Ibadah menjadi suatu ritual dimana kita mengakui
kita sebagai hamba dan Allah SWT sebagai tuhan yang menciptakan kita.
Ibadah adalah suatu kewajiban yang harus kita tunaikan karena itu adalah

2

bekal untuk kehidupan yang kekal, yaitu kehidupan akhirat. Ibadah menjadi
amal yang akan kita bawa untuk menentukan siapa kita dihadapan Allah
SWT.
Pada zaman yang semakin senja ini, banyak sekali fenomena yang
dapat kita lihat tentang menyembah selain Allah SWT, mempercayai selain
Allah SWT sebagai pemberi petunjuk, dan fenomena „Islam KTP‟ atau lebih
jelasnya seseorang yang terlahir dari keluarga Islam namun kurang begitu
paham dan mengerti tentang agamanya, karena memang tidak mengetahuinya
atau tidak berusaha untuk mencari tau lebih dalam. Pengetahuan tentang
ibadah dan agama Islam sangatlah penting karena itu yang menjadi pedoman,
petunjuk kita sebagai manusia dalam melaksanakan segala tugas, kewajiban,
hidup di dunia semata-mata untuk mencari akhirat tempat yang sebenarbenarnya, tempat asal, tempat kembali, dan disanalah kita hidup dengan kekal.
Minimnya pengetahuan ibadah membuat sebagian umat muslim hanya
beribadah seadanya, padahal ibadah merupakan bekal utama manusia untuk
kehidupan setelah mati.
Jadi sangat erat kaitanya antara ibadah dan amalan yang akan kita
bawa mati untuk kehidupan setelah mati, kualitas amalan kita sangat
dipengaruhi oleh proses beribadah kita di dunia, khususnya dalam ibadah
yang berhubungan langsung dengan Allah SWT. Melihat fenomena masa kini,
demi perkembangan pengetahuan ibadah secara teori dari berbagai sumber
dan AL-Quran sebagai sumber dari segala sumber pedoman hidup manusia,
banyak yang harus diperhatikan,dipahami, dan diterapkan oleh kita sebagai
manusia yang kelak akan dan pasti mati. Salah satunya Ibadah dan makna
Ibadah, fungsi ibadah, tujuan ibadah, dan macam-macam ibadah itu sendiri
agar tercipta pelaksanaan ibadah sebagai jalan kita bersyukur, memperbanyak
amalan baik untuk bekal kehidupan akhirat dan mengakui keagungan Allah
SWT yang telah menciptakan kita.

3

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam Ibadah sebagai ritual dalam Islam adalah
sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan ibadah?
2. Apa makna ibadah?
3. Apa macam-macam ibadah?
4. Apa kewajiban ibadah?
5. Apa fungsi ibadah?
6. Apa bentuk-bentuk ibadah?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari pembuatan makalah ini sebagai berikut :
1. Memenuhi tugas Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam
2. Meningkatkan kualitas keimanan
3. Meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT
4. Meningkatkan kualitas kehidupan kita di dunia dalam bermasyarakat
5. Meningkatkan pengetahuan tentang agama Islam
6. Meningkatkan kecintaan kita terhadap Allah SWT dan Nabi Muhammad
SAW

D. Manfaat Penulisan
Diharapkan dengan adanya makalah ini dapat menghasilkan banyak
manfaat, diantaranya :
1. Dapat mengetahui dan memahami arti dari Ibadah
2. Dapat mengetahui dan memahami makna dari Ibadah
3. Dapat mengetahui dan memahami macam-macam Ibadah
4. Dapat mengetahui dan memahami kewajiban manusia dalam beribadah
5. Dapat mengetahui dan memahami fungsi serta tujuan Ibadah
6. Dapat mengetahui dan memahami bentuk-bentuk dari Ibadah

4

7. Dapat mengamalkan Ibadah yang telah diketahui dengan cara yang telah
ditentukan oleh Allah SWT.

E. Sistematika Penulisan
Makalah ini berjudul “IBADAH SEBAGAI RITUAL DALAM
ISLAM”. Yang memiliki sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN, berisi : Latar Belakang Masalah, Rumusan
Masalah, Tujuan Penulisan, Manfaat Penulisan, Sistematika Penulisan.
BAB II PEMBAHASAN, berisi : Definisi Ibadah, Makna Ibadah, MacamMacam Ibadah, Kewajiban Ibadah, Fungsi Ibadah, Bentuk-Bentuk Ibadah.
BAB III PENUTUP, berisi : Kesimpulan.

diantaranya : 1. Definisi secara terminologi Penghambaan seorang manusia kepada Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya sebagai realisasi dari pelaksanaan tugas hidup selaku makhluk yang diciptakan Allah. terminologi dan syar‟I. Menyembah atau penghambaan. Adapun definisi-definisi ibadah secara etimologi. 2. ketundukan dan kepatuhan.5 BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Ibadah Ibadat atau Ibadah adalah sebuah kata yang diambil dari bahasa Arab. . Dalam terminologi bahasa Indonesia sebagaimana yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ini meimiliki arti: 1. Definisi secara etimologi Ibadah secara bahasa berarti perendahan diri. 3. 2. perbuatan atau penyataan bakti terhadap Allah atau Tuhan yang didasari oleh peraturan agama. upacara yang berhubungan dengan agama. segala usaha lahir dan batin yang sesuai perintah agama yang harus dituruti pemeluknya.

mengharapkan rahmat (kasih sayang)-Nya. atau sering disebut dengan istilah „ubudiyah menurut Nurcholis Madjid. bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya. Maka shalat. takut kepada Allah. berbuat baik kepada orang atau hewan yang dijadikan sebagai pekerja. ibnu sabil (orang yang kehabisan bekal di perjalanan). zakat. berdzikir. memurnikan agama (amal ketaatan) hanya untuk-Nya. membaca Al Qur‟an dan lain sebagainya adalah termasuk bagian dari ibadah.” B. . puasa. dan kemerdekaan-Nya dalam berbuat. haji. berbuat baik kepada tetangga. tawakal kepada-Nya. inabah (kembali taat) kepada-Nya. merasa takut dari siksa-Nya dan lain sebagainya itu semua juga termasuk bagian dari ibadah kepada Allah. melarang dari yang munkar. orang miskin. baik berupa perkataan maupun perbuatan. bersabar terhadap keputusan (takdir)-Nya. berjihad melawan orang-orang kafir dan munafiq. rububiyah.6 3. menyambung tali kekerabatan. merasa ridha terhadap qadha/takdirNya. menepati janji. Amal perbuatan khusus yang bersifat tertentu yang secara khas bersifat keagamaan. menunaikan amanah. memanjatkan do‟a. berbicara jujur. Beliau rahimahullah mengatakan. “Ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya. memerintahkan yang ma‟ruf. Makna Ibadah Ja‟far Subhani ketika membahas batasan esensi ibadah mengemukakan bahwa ibadah ialah tunduk meyakini uluhiyah (Ketuhanan) yang disembah. berbakti kepada kedua orang tua. Definisi secara istilah syar’i Definisi terbaik dan terlengkap adalah apa yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. anak yatim. Begitu pula rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. yang tersembunyi (batin) maupun yang nampak (lahir).

Dalam masdar „wahhada‟ „yuwahhidu‟ arab bahasa yang berarti „Tauhid‟. yaitu ar-Rabb. Semuanya menunjukkan bahwa hanya Allah yang memiliki sifat rububiyah. Allah telah menjadikan banyak perkara pada makhluk-Nya yang seandainya direnungkan. az-Zumar: 62) 2) “Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. Huud: 6) . yang maknanya adalah Yang Mencipta. mengatur. fitrah maupun akal. a. Dan sungguh. baik dari al-Quran. as-Sunnah. menguasai. Mengatur dan Menguasai alam semesta ini. memiliki dan memperbaiki. Dalil-dalil Tauhid Rububiyah Dalil tentang Tauhid Rububiyah banyak sekali dan beraneka ragam. memelihara. Dan berikut ini beberapa contoh dari dalil-dalil tersebut: Dalil dari al-Quran di antaranya adalah firman Allah yang artinya: 1) “Allah lah yang menciptakan dan memelihara segala sesuatu. adalah mengesakan sesuatu.7 1. Dan Rububiyah adalah salah satu sifat Allah yang diambil dari nama-Nya. Adapun meyakini secara dengan istilah Tauhid Rububiyah maknanya sungguh-sungguh bahwa hanya Allah adalah yang menciptakan. dan mengatur alam semesta ini. Rububiyah Secara bahasa Tauhid Rububiyah berasal dari dua kata. niscaya akan menunjukkan bahwa ada Allah yang menciptakan dan mengatur alam raya ini.” (QS.” (QS. Sedangkan Rububiyah adalah masdar „Rabba‟ „Yurabbi‟ yang berarti adalah memimpin. „Tauhid‟ dan „Rububiyah‟.

8 3) “Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati. Muslim 7064) .” (HR. Dan Engkau memberi rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas). Berikanlah kami kemampuan untuk melunasi hutang dan bebaskanlah kami dari kefakiran. tidak ada sesuatu pun setelah-Mu. Engkau adalah al-Awwal. 2) Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan makhluk yang Engkau pegang ubun-ubunnya.” (QS. Rabb yang memiliki tujuh lapis langit. tidak ada sesuatu pun sebelum-Mu. al„Imran: 26-27) Dalil dari as-Sunnah. Engkau adalah al-Bathin. tidak ada sesuatu pun di atas-Mu. Engkau adalah al-Akhir. dan yang mati dari yang hidup. Pemilik „Arsy yang agung. Rabb segala sesuatu. Yang menurunkan Taurat. Di tangan-Mu lah segala kebajikan. tidak ada sesuatu pun di bawah-Mu. Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. di antaranya adalah doa sebelum tidur yang diucapkan oleh Nabi shallallahu „alaihi wa sallam: 1) “Ya Allah. Engkau adalah azh-Zhahir. Injil dan alFurqan (al-Quran). Yang menciptakan biji-bijian dan benih tanaman. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan siang ke dalam malam. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki.

Allah telah menciptakan makhluk-Nya dengan keyakinan terhadap kerububiyahan-Nya. yang paling terkenal ada dua: 1) Metode yang dikenal dengan istilah „dalalatul anfus‟. atau mengubah nuthfah itu menjadi gumpalan darah. Allah berfirman: “Dan (juga) pada dirimu sendiri (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah). yaitu dengan memperhatikan dan memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah. kemudian mengubah gumpalan darah itu menjadi gumpalan daging dan seterusnya dari proses penciptaan manusia.9 Dalil dari fitrah. Tidak ada satu makhluk pun yang mampu menolak keyakinan ini. yaitu dengan memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah yang terdapat pada penciptaan manusia. nashrani. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. Karena seseorang mengetahui bahwa ia tidak mampu menciptakan nuthfah yang merupakan asal dirinya. Bukhari 1319) Dalil dari akal.” (HR. 2) Metode yang dikenal dengan „dalalatul afaaq‟. yaitu dengan memperhatikan dan memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah dalam penciptaan alam semesta ini. atau pun majusi. Metode dalam perkara ini bermacammacam. Allah berfirman yang artinya: . niscaya itu akan membimbingnya kepada satu keyakinan bahwa ia diciptakan oleh Dzat Yang Maha Agung dan Maha Bijaksana. karena ia adalah perkara yang sudah tertanam di dalam diri setiap manusia. Nabi shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: “Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. adz-Dzariyaat: 20) Jika seseorang memperhatikan ciptaan Allah yang terdapat pada dirinya. Maka padanya terdapat tanda yang menunjukkan keesaan Allah dalam sifat rububiyah. kemudian orang tuanya lah yang menjadikannya yahudi.

niscaya mereka menjawab: “Allah”…” (QS. azZukhruf: 87) “Katakanlah: “Siapakah Pemilik langit yang tujuh dan „Arsy yang besar?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah”…” (QS. Pemberi rezeki dan Pemelihara alam semesta ini. Pengatur. pemberi rezeki atau pemelihara alam ini. pengatur. Fushilat: 53) b.10 “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri. al-„Ankabut: 61) “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka. meyakini bahwa Allah adalah Sang Pencipta. Mereka yakin bahwa yang memiliki sifat-sifat ini hanyalah Allah. Allah berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”…” (QS. dan bukan pencipta. alMu‟minuun: 86-87) Dan kaum musyrikin Arab zaman dahulu mengerti bahwa berhala-berhala itu adalah makhluk ciptaan Allah. Orang-orang Musyrik di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Meyakini Tauhid Rububiyah Banyak sekali ayat-ayat di dalam al-Quran yang menunjukan bahwa orang-orang Rasulullahshallallahu musyrik „alaihi yang wa sallam diperangi oleh mengikrarkan Tauhid Rububiyah. Namun mereka . hingga jelas bagi mereka bahwa al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (QS.

tidaklah memasukkan seseorang ke dalam Islam dan menyelamatkannya dari azab Allah. . Pengatur dan Pemelihara alam ini. Namun hal tersebut tidak memasukkan mereka ke dalam Islam. Tidak sah keimanan seseorang kepada Allah jika ia tidak mengimani kerububiyahan-Nya. Allah berfirman yang artinya: “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Namun perlu diketahui bahwa Tauhid Rububiyah bukanlah alasan diutusnya para Rasul dan diturunkannya kitab-kitab. c. bukan sekedar mengikrarkan bahwa Allah Sang Pencipta. Ia bukanlah puncak ketauhidan yang dengannya ketauhidan seseorang menjadi sempurna. namun tidak mentauhidkan Allah dalam peribadatan. Pemberi rezeki. azZumar: 3) Jadi jelas bahwa kaum musyrikin Arab meyakini Tauhid Rububiyah. Hal ini karena beberapa alasan: 1) Allah memerintahkan manusia dan jin untuk beribadah kepadaNya. Dengan demikian jelaslah bahwa sekedar mentauhidkan Allah dalam kerububiyahan-Nya. Allah tetap menghukumi mereka sebagai orang-orang musyrik dan kafir.” (QS.11 menjadikan berhala-berhala itu sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tauhid Rububiyah bukanlah puncak ketauhidan seseorang Tauhid Rububiyah adalah kebenaran dan perkaranya amat penting. serta mengancam akan memasukkan mereka ke dalam neraka selama-lamanya.

d. 3) Tauhid Rububiyah adalah perkara yang sudah tertanam pada diri manusia. 2) Mengingkari dan menentang sebagian sifat kerububiyahan Allah dan makna yang terkandung di dalamnya. dan tetap diperangi oleh Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. namun hal ini tidak serta merta memasukkan mereka ke dalam Islam. atau mengingkari kemampuan Allah memberi manfaat atau menolak mudarat dari seseorang. . atau yang semisal dengan itu. tetap saja terjadi penyimpangan pada sebagian orang dalam masalah ini.12 2) Orang-orang musyrik di zaman Rasul shallallahu „alaihi wa sallam juga meyakini Tauhid Rububiyah. Seperti yang diyakini oleh orang-orang ateis atau komunis. Bentuk-bentuk penyimpangan itu dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Mengingkari keberadaan Allah dan menentang secara total sifat kerububiyahan-Nya. Seperti meyakini bahwa seorang „pawang hujan‟ bisa mencegah atau menurunkan hujan di satu tempat. Seperti orang yang mengingkari kemampuan Allah untuk mematikan dan menghidupkan kembali orang yang sudah mati. 3) Memberikan sedikit saja dari sifat rububiyah itu kepada selain Allah. Bentuk-Bentuk Penyimpangan Yang Berkaitan dengan tauhid Rububiyah Meskipun Tauhid Rububiyah adalah perkara yang sudah tertanam pada fitrah manusia dan memiliki begitu banyak dalil. dan yang semisal dengan mereka.

Selain itu. mencintai sesuatu sepenuh hati. Dan ibadah itu dilakukan untuk tujuan mendekatkan diri kepada-Nya. ibadah yang dilakukan kepada Allah hanya dengan cara yang disyariatkan oleh Allah saja. dan seterusnya. berdo‟a. Artinya. Jadi. bermonoloyalitas. Allah adalah ma-luuuh. yang kepada-Nya kita bermonoloyalitas. diantaranya : a. bernadzar. menghambakan diri kepadanya. . yang disyari‟atkan. tidak dengan cara yang dikehendai oleh si hamba sendiri. Contoh dari ibadah yang mendekatkan diri dengan cara yang disyariatkan itu. mendedikasikan diri kepada. Dalam arti kita meyakini bahwa Allah itu Maha Esa atau Maha Tunggal. Uluhiyah Tauhid artinya adalah mengesakan atau menunggalkan.13 2. Tauhid uluhiyah adalah mengesakan Allah melalui perbuatan para hamba berdasarkan niat taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah. yang terhadap-Nya kita menghambakan diri. Laa ilaaha illallah bukan sekadar berarti TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH. Tauhid Uluhiyyah adalah penunggalan dan pengesaan Allah dalam hal uluhiyyah. b. atau orang yang melakukan uluuh. Uluhiyyah sendiri diambil dari akar kata aliha-ya lahu. arti kata aliha yaitu bertujuan. yang kita tunggalkan ketaatan secara mutlak kepada-Nya. Dalam arti yang dicintai sepenuh hati. Secara bahasa. Dan itulah makna sejati dari Laa Ilaaha Illalah. proses penerapan Tauhid Uluhiyyah adalah melalui perbuatan seorang hamba yang mengesakan Allah dalam ibadah. yang kita menghambakan diri dan mengabdi kepadanya. Artinya. kita harus meyakini bahwa adalah satusatunya yang kita cintai sepenuh hati. Ia hanya beribadah kepada Allah saja tidak kepada selain-Nya. ilaahan atau uluuhan. kita adalah aalih.

berkurban. al-Anbiyaa: 25) . g. melalui Nabi-Nya. f. dan metode yang digunakan pun bermacam-macam. Seperti firman Allah yang artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. e. ampunan dan Surga-Nya). hingga nabi Muhammad SAW. Seperti firman Allah yang artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Tauhid Uluhiyyah inilah yang menjadi intisari dakwah para nabi dan rasul sejak awal. adz-Dzariyaat: 56) 3) Kadang dengan menerangkan tujuan diutusnya para Rasul. dan Neraka-Nya). dan berbagai jenis ibadah lahir maupun batin yang disyariatkan dan dijelaskan tata caranya oleh Allah.” (QS. d. Diantaranya ialah sebagai berikut: 1) Kadang dalam bentuk perintah secara langsung. Seperti firman Allah yang artinya: “Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Sembahan (yang hak) melainkan Aku. a.” (QS an-Nisaa: 36) 2) Kadang dengan menjelaskan alasan diciptakannya jin dan manusia.” (QS. Dalil-Dalil Tauhid Uluhiyah Banyak sekali dalil dari al-Quran yang menunjukkan kewajiban mentauhidkan Allah dalam peribadatan. Muhammad SAW. adzab Allah.14 c. mengharapkan rahmat. tawakkal. khauf (takut terhadap kemarahan. raja‟ (Mengharapkan Keridhaan Allah. maka sembahlah Aku.

mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. yaitu: “Peringatkanlah olehmu sekalian. Seperti firman Allah yang artinya: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah.” (QS. maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku. al-An‟aam: 82) 7) Kadang dengan mengancam akan menghukum orang yang meninggalkannya. dan tempat kembalinya ialah neraka.” (QS. Seperti firman Allah yang artinya: “Dan janganlah kamu mengadakan sembahan lain selain Allah. al-Maa‟idah: 72) 6) Kadang dengan menyebutkan pahala didunia dan akhirat bagi yang merealisasikannya. tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah).” (QS. Seperti firman Allah yang artinya: “Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. an-Nahl: 2) 5) Kadang dengan memberi peringatan kepada orang yang menyelisihinya. bahwasanya tidak ada Sembahan (yang hak) melainkan Aku. al-Israa: 39) . maka Allah mengharamkan surga baginya.15 4) Kadang dengan menerangkan tujuan diturunkannya kitab-kitab.” (QS. Seperti firman Allah yang artinya : “Orangorang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik).

Hal ini karena bebarapa alasan.” (HR. Keutamaan dan Pentingnya Tauhid Uluhiyah Dengan melihat dali-dalil di atas dan selainnya yang berkenaan denngan Tauhid Uluhiyah.” (HR. maka ia akan masuk surga.” Nabi bersabda: “Hak Allah yang harus ditunaikan oleh hamba-hamba-Nya ialah disembah dan tidak disekutukan dengan apapun. tidak ada keraguan lagi bahwaTauhid Uluhiyah adalah pokok yang paling penting dan utama untuk kemaslahatan hidup manusia. Muslim 280) Dan masih banyak lagi ayat Quran dan hadits Nabi shallallahu „alaihi wa sallam dalam masalah ini. Dan barangsiapa berjumpa dengan Allah dalam keadaan berbuat syirik. al-Bukhari 6938) 2) Sabda Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam: “Barangsiapa mati dalam keadaan beribadah kepada selain Allah. apakah engkau mengetahui apa hak Allah yang harus ditunaikan oleh hamba-hamba-Nya?” Mu‟adz menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. b. Diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Sabda Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam kepada Mu‟adz: “Ya Mu‟adz.16 Adapun dalil dari as-Sunnah. ia masuk neraka. ia juga menggunakan metode yang bermacam-macam. Bukhari 4227) 3) Sabda Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam: “Barangsiapa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak berbuat syirik. maka ia akan masuk neraka. di antaranya: .” (HR.

mentauhidkan Allah dalam peribadatan. Inti Dakwah Para Rasul Adalah Tauhid Uluhiyah Telah kita Nabi Shallallahu bahas bahwa „alaihi musyrikin wa Arab di zaman sallam mengakui Tauhid Rububiyah namun hal itu tidak menjadikan mereka masuk ke dalam Islam. Tauhid Uluhiyah. maka sembahlah Aku. 6) Tauhid Uluhiyah membebaskan orang dari penghambaan kepada sesama makhluk. Al-Anbiyaa: 25) . 4) Tauhid Uluhiyah adalah hak Allah azza wa jalla.” (QS. yaitu mengesakan Allah dalam peribadatan. Inilah sesungguhnya inti dakwah para rasul. Yaitu. 3) Tauhid Uluhiyah adalah alasan ditetapkannya syariat. Allah berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja). dan jauhilah thaghut itu. 5) Tauhid Uluhiyah merupakan sebab orang masuk surga. Allah tetap menghukumi mereka sebagai orang musyrik dan kafir ketika mereka tidak mau merealisasikan konsekuensi Tauhid Rububiyah. 2) Tauhid Uluhiyah adalah alasan diutusnya para Rasul.” (QS. c. An-Nahl: 36) “Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada sembahan (yang hak) melainkan Aku. dari yang pertama sampai yang terakhir.17 1) Tauhid Uluhiyah adalah tujuan diciptakannya jin dan manusia.

” (HR. 85) “Dan (ingatlah) Ibrahim.” (QS. dan Nasr!” (QS. 73. sekali-kali tak ada sesembahan (yang hak) bagimu selain-Nya. Bukhari 25) d. az-Zumar: 11) Beliau Shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi „laa Ilaaha Illallah‟ (sesungguhnya tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah) dan „Muhammad Rasulullah‟ (sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah). bahkan mayoritas kaum para Rasul menolak seruan ini.” (QS.” (QS. Ya‟uq. Dan dengan sebab inilah terjadi perseteruan antara para Rasul dan kaum-kaum mereka. Suwa‟. Yaghuts. Sebagaimana perkataan Nuh. ketika ia berkata kepada kaumnya: “Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya. 65. Shaleh. Hud. Allah Subhaanahu wa ta‟ala berfirman tentang kaum Nabi Nuh „alaihi salaam yang artinya: “Dan mereka berkata: “Jangan kalian meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kalian dan jangan pula kalian meninggalkan (penyembahan) Wadd. Al-A‟raaf: 59. al„Ankabuut: 16) Dengan perkara ini pula Allah memerintahkan Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi wa sallam. Nuh: 23) Tentang kaum kafir Quraisy: “Mengapa ia menjadikan sembahan-sembahan itu hanya satu sembahan saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat .18 Oleh karena itu mereka menjadikan Tauhid Uluhiyah sebagai seruan pertama mereka kepada manusia. Bentuk-Bentuk Penyimpangan Pada Tauhid Uluhiyah Banyak sekali orang yang menentang Tauhid Uluhiyah. dan Syu‟aib „alaihimushalatu wa salaam kepada kaumnya: “Wahai kaumku sembahlah Allah. Allah berfirman yang artinya: “Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.

” (QS. perkara ini (mengesakan Allah).” Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata): “Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu. Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir. 2) Beribadah kepada Allah dengan tata cara yang diada-adakan. Tetapi dalam makna yang lebih khusus Ubudiyah dapat dipahami sebagai ”Pengabdian”. ‘ubudiyah Menilik pada maknanya pengertian Ubudiyah secara umum dapat diterjemahkan sebagai Ibadah(ritual) / yang mengatur hubungan langsung dengan Allah SWT. sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki. . Perbuatan ini merupakan cacat dan mengurangi pahala Tauhid Uluhiyah pada seseorang. 3. Shaad: 4-7) Masih banyak lagi ayat Quran yang menunjukkan hal ini. bangsa. Bentuk-bentuk penyimpangan terhadap Tauhid Uluhiyah bermacam-macam. 3) Melakukan perbuatan kedurhakaan kepada Allah. Perbuatan ini akan menghilangkan Tauhid Uluhiyah pada seseorang secara total. namun secara umum dapat disimpulkan menjadi tiga: 1) Mempersembahkan peribadatan kepada selain Allah. yang tidak hanya ditujukan kepada Allah SWT semata tetapi juga harus mampu diterjemahkan lebih lanjut kedalam bentuk pengabdian kepada Islam. dunia serta umat manusia dan kemanusiaan. Perbuatan ini menghilangkan kesempurnaan yang wajib dalam Tauhid Uluhiyah.19 mengherankan. tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan.

puasa. 1718 ) Jadi harus dan perlu dasar dalam ibadah jenis ini. dan shalat-shalat lain yang tak ada asalnya dari Nabi Muhammad SAW. shalat raghaib.20 C. Demikian juga shalat yang tak ada asalnya dari Islam. Sehingga ada kaedah dalam ibadah : “Al Ashlu fil „ibaadah butlaanun hatta yaquumuddaliilu‟alal amri” . semisal puasa nisfu sya‟ban. Contoh : Shalat. Contohnya seperti shalat yang diubah dan tatacaranya ditambahkan. ngebleng. ” Artinya : “ Barang siapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (agama / ibadah) yang tidak ada asalnya (tidak Rosululloh lakukan / perintahkan). misalnya shalat 100 rakaat dimalam nisfu sya‟ban.. Begitu juga dengan mengamalkan puasa-puasa yang bukan dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam. jelas hal ini adalah amalan yang sia-sia. pati geni. yakni beribadah kepada Allaah subhanahu wa ta‟ala. jadi semata-mata tujuannya untuk cari pahala. shalawat. Macam-Macam Ibadah 1. Begitu juga dengan shalawat-shalawat yang tidak berasal dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Nabi shallallahu „alaihi wa sallam bersabda : ” Man ahdasa fii amrinaa hadzaa maa laesa minhu fahua roddun. burdah. maka perkara tersebut tertolak. 20 dan Muslim no. dll. shalat hadiyah. dll. misalnya penambahan pelafalan niat. Para ulama menjelaskan bahwa ibadah mahdhoh jika dikerjakan tanpa tuntunan. Bukhari no. semisal nariyah. Ibadah Mahdhah Ibadah mahdhoh adalah ibadah yang murni ibadah. dll. mutih. hajjiyah. ” ( HR.

Menafkahkan harta di jalan Allah e. Ziarah kubur boleh kapan saja. karena Allah memang memerintahkan agar menafkahi keluarga. misalnya dikhususkan dengan cara dan dikerjakan pada waktu tertentu.21 Artinya : Asalnya urusan Ibadah adalah batal/tidak sah kecuali ada dalil yang memerintahkannya 2. bahkan sampai dianggap memiliki keutamaan didalamnya. Ibadah Ghoiru Mahdhah Ibadah ghoiru mahdhoh adalah ibadah yang tidak murni ibadah. Namun perlu diperhatikan bahwa ibadah ghoiru mahdhoh ini jika dijadikan sebagai ibadah murni. Tersenyum dengan orang lain c. jembatan. maka hal ini bernilai bid‟ah. atau sekedar mengumpulkan harta. madrasah. Contohnya : a. Tolong menolong sesame d. Jadi amalan ini asalnya mubah. maka bisa terjatuh dalam perkara yang mengada-ada dalam agama (baca : bid‟ah). ini baru jadi ibadah dan berpahala jika diniatkan untuk ibadah. Namun jika diniatkan hanya untuk cari kerja saja karena untuk sekedar memenuhi kebutuhan. dan bisa tidak bernilai ibadah jika hanya berniat untuk dunia. misalnya mencari nafkah untuk menghidupi keluarga diniatkan karena Allah. Contoh . Bekerja untuk mencari nafkah b. dll Sedangkan ibadah ghoiru mahdhoh. Namun jika dikhususkan pada waktu tertentu semacam ini. Jika diniatkan karena Allah baru bernilai pahala. Membangun sekolah. Satu sisi ibadah ini bisa bernilai ibadah (ada pahalanya) jika diniatkan karena Allah. Contonya ziarah kubur sebelum masuk ramadhan. maka ini tidak bernilai pahala.

senda gurau. Jabat tangannya asalnya boleh kapan saja. D. dan dimana pun. mengesakan-NYA. istirahat di rumah. Allah SWT telah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-NYA. baik saat bekerja di kantor. bermain dan tertawa. Dia menciptakan mereka untuk suatu perkara yang besar. kegiatan ibadah ini tidak saja dilakukan oleh manusia saai ini (setelah Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam). apalagi pengkhususan tersebut sampai dianggapnya mempunyai keutamaan. melainkan sebelum beliau ada. bukan selainnya.22 lainnya ketika jabat tangan setelah shalat. yakni menyembah-NYA. Namun jika jabat tangan dikhususkan ketika selesai shalat. Aku tidak menciptakan jin dan manusia. Setiap gerak dan langkah manusia adalah ibadah. bahkan dianggap sebagai sunnah. Jadi tidak bisa dikatakan mubah. bahkan jabat tangan dapat menggugurkan dosa. manusia hidup untuk ibadah. membesarkan-NYA dengan melakukan segala perintah-NYA dan menjauhi semua larangan-NYA. menuntut ilmu di sekolah. Oleh karena itu. . Kewajiban Ibadah Allah Subahan Wata'ala berfirman: "Dan. Bahkan. mengagungkan-NYA. minum. Dia juga tidak menciptakan mereka untuk makan. melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku" (QS Adz-Dzaariyaat[51]:(56)) Allah SWT tidak menciptakan jin dan manusia sebagai sesuatu yang sia-sia dan tidak berguna. maka ini yang mengada-ada.

ibadah adalah tugas manusia yang perlu dihayati dan diamalkan tanpa terkecuali. Fungsi Ibadah Manusia berfungsi sebagai khalifah dan berstatus sebagai hamba merupakan perpaduan tugas dan tanggung jawab yang melahirkan dinamika hidup yang sarat dengan kreatif dan amaliyah yang selalu berpihak pada nilainilai kebenaran. Akan tetapi. yang telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik peciptaan-NYA terhadap penduduk langit dan bumi adalah mereka menyembah-NYA dan tidak menyekutukanNYA dengan sesuatu pun. dan kerja keras tiada henti. melainkan suatu kesatuan yang padu . zakat. hingganjenis ibadah lainnya. Dengan adanya rasa syukur itulah. yang didasarkan pada rasa keagungan-NYA di alam semesta. Ibadah merupakan kewajiban manusia terhadap Allah Subahana Wata'ala. mulai dari shalat.23 Dengan demikian. dan rendah hati terhadap-NYA. implementasinya mengacu pada tatanan atau konsep ibadah-ibadah tertentu yang sudah diperintahkan oleh-NYA dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad Salallhu Alaihi Wasallam. E. baik beruoa ucapan maupun perbuatan lahir dan bathin. secara spesifik. Ibadah meliputi segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh-NYA. keikhlasan. Kedudukan manusia sebagai khalifah dan hamba bukan dua hal yang bertentangan. puasa. dengan cara mendekatkan diri kepada-NYA. melakukan perintah-NYA. Hal ini sudah menjadi hak Allah. kita termotivasi untuk mengabdi hanya kepada-NYA. shadaqah. dan menjauhi larangan-NYA. Karena itu hidup seorang muslim akan dipenuhi dengan amaliah. Dengan demikian. kita harus senantiasa melaksanakan ibadah yang telah diperintahkan oleh-NYA dan rasul-NYA dengan penuh kesadaran. Sebagai hamba-NYA. semangat ibadah yang benar merupakan perwujudan dari rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh-NYA.

Dua sisi tugas dan tanggung jawab ini tertata dalam diri setiap muslim sedemikian rupa. Dan menurut Q.S Ali Imran ayat 112 dapat dipahami bahwa kualitas kemanusiaan itu sangat bergantung pada kualitas komunikasi manusia dengan Allah SWT melalui Ibadah dan kualitas interaksi sosialnya dengan sesama manusia. Adapun fungsi dari Ibadah antara lain : 1. Tanda Syukur atas segala nikmatnya yang tak terhingga 3.24 dan tak terpisahkan. al-Tin:4-5) Dari ayat diatas dapat dipahami jika tinggi atau rendahnya derajat seseorang bukan karena sosok tubuh atau fisiknya saja namun bagaimana keimanan dan amal perbuatan yang ia lakukan. sebagaimana firman Allah SWT : Artinya : “Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia itu dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Ketidaksetimbangan diantara keduanya akan melahirkan sifat-sifat yang menyebabkan derajat manusia meluncur ketingkat yang paling rendah.S. Kewajiban manusia dibumi hanya untuk beribadah kepada Allah SWT 2. Kemudian kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya. Kekhalifahan adalah realisasi dari pengabdian seseorang kepada Allah SWT. kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh”(Q. Wajib beribadah karena merupakan konsekuensi dari janjinya saat berada didalam rahim 4. Syarat dari memperoleh rahmat Allah .

Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. yaitu Al-Kitab (AlQur'an) dan dirikanlah shalat. Menurut syariat Islam.25 5. Umat muslim diperintahkan untuk mendirikan salat. sebagai figur pengejawantah perintahAllah. karena menurut Surah Al-'Ankabut dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar: Artinya : “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu. F. Dan sesungguhnya.29:45) a. salat bermakna serangkaian kegiatan ibadah khusus atau tertentu yang dimulai dengan takbiratul . Karena ialah yang paling tepat untuk di sembah. doa. menurut istilah." – (QS. praktik salat harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara Nabi Muhammad. Beribadah kepada Allah merupakan tugas para rasul yang diajarkan kepada manusia 6. ص الة‬transliterasi: Sholat). merujuk kepada ritual ibadah pemeluk agama Islam. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Pengertian Shalat Secara bahasa salat berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti. Bentuk-Bentuk Ibadah 1. mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Sedangkan. Shalat (Sendi dan Induk Ibadah) Salat (bahasa Arab: ‫ .

shalat berarti perbuatan khusus seorang muslim yang berisi bacaanbacaan dan gerakan-gerakan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam dengan memenuhi syarat-syarat tertentu. Fir'aun. Hukum Shalat Dalam banyak hadis. Akan tetapi bila tidak ada orang yang mengerjakannya maka kita wajib mengerjakannya dan menjadi berdosa bila tidak dikerjakan.26 ihram dan diakhiri dengan salam. b) Fardu kifayah adalah kewajiban yang diwajibkan kepada mukallaf tidak langsung berkaitan dengan dirinya. Hukum salat dapat dikategorisasikan sebagai berikut: 1) Fardu. seperti Qarun. dansalat Jumat (fardhu 'ain untuk pria). Haman dan Ubay bin Khalaf. Nabi Muhammad telah memberikan peringatan keras kepada orang yang suka meninggalkan salat wajib. Salat fardhu terbagi lagi menjadi dua. mereka akan dihukumi menjadi kafir dan mereka yang meninggalkan salat maka pada hari kiamat akan disandingkan bersama dengan orangorang. seperti salat jenazah. seperti salat lima waktu. b. yaitu: a) Fardu ain adalah kewajiban yang diwajibkan kepada mukallaf langsung berkaitan dengan dirinya dan tidak boleh ditinggalkan ataupun dilaksanakan oleh orang lain. Kewajiban itu menjadi sunnah setelah ada sebagian orang yang mengerjakannya. Sedangkan menurut istilah syara‟. . Salat fardhu ialah salat yang diwajibkan untuk mengerjakannya.

yaitu: a. d. Membaca salam yang pertama. Tertib melakukan rukun secara berurutan. salat sunah witir dan salat sunah thawaf. Salat nafilah terbagi lagi menjadi dua.27 2) Salat sunah (salat nafilah) adalah salat-salat yang dianjurkan atau disunnahkan akan tetapi tidak diwajibkan. Rukuk dan tuma‟ninah. Nafil muakkad adalah salat sunah yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat (hampir mendekati wajib). 9. Duduk dan membaca tasyahud akhir. 3. b. 4. c. seperti salat kusuf/khusuf hanya dikerjakan ketika terjadi gerhana). Rukun Shalat 1. Berdiri bagi yang mampu. 5. Nafil ghairu muakkad adalah salat sunah yang dianjurkan tanpa penekanan yang kuat. Membaca surat Al Fatihah pada tiap rakaat. Takbiratul ihram. Fungsi Shalat Dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 103 Allah Swt berfirman yang artinya : " Shalat merupakan suatu kewajiban bagi orang-orang beriman yang sudah ditentukan waktunya ". seperti salat sunah Rawatib dan salat sunah yang sifatnya insidentil (tergantung waktu dan keadaan. 10. Sujud dua kali dengan tuma'ninah. 2. maka shalat tidak cukup dikerjakan sekaligus. Sebagai kewajiban yang bersifat sentral. Duduk antara dua sujud dengan tuma'ninah. Membaca salawat nabi pada tasyahud akhir. 7. seperti salat dua hari raya. 6. 8. akan . Iktidal setelah rukuk dan tuma'ninah. 11.

Adapun fungsi-fungsi shalat tersebut adalah : 1. dimana shalat ini merupakan suatu bentuk permintaan seorang hamba kepada sang khaliq agar diberikan kemampuan atau petunjuk tentang suatu pilihan yang sulit untuk diputuskan oleh seorang hamba. dapat berupa permintaan ( do'a ). Ini tergambar pada teks do'a Shalat Istikharah sebagaimana yang diajarkan Rasulullah Saw. tetapi mendirikan ( iqaam al-shalaat ). yang maha kuasa untuk memberi petunjuk terhadap suatu pilihan. ( baca do'a Shalat Istilharah ). maka yang tertinggal hanyalah bentuk ritual shalat yang tidak relevan dengan fungsinya. pengaduan. Jika shalat dikerjakan tanpa mengikuti sistemnya. membuat seorang hamba untuk bergantung pada petunjuk yang diberikan oleh Allah Swt. Tentang jawaban dari do'a istikharah ini dapat diketahui melalui isyarat-isyarat. permohonan dan bahkan bisa juga sebagai pelepas kerinduan. Oleh karena itu perintah shalat bukan untuk mengerjakan. yaitu mengerjakan dengan mengikuti sistemnya atau dengan kata lain dikerjakan menurut kaidah-kaidah tata cara yang telah ditentukan dalam syari'at islam. Sikap percaya seorang hamba kepada Allah Swt yang maha mengetahui tentang baik dan buruknya suatu perkara. Shalat Istikharah misalnya. konsultasi.28 tetapi dikerjakan secara bersistem sepanjang hidup manusia. Karena apabila tidak demkian. maka shalat itu tidak akan pernah memiliki fungsi sebagaimana maksud atau tujuan diperintahkannya shalat oleh Allah Swt. Shalat Sebagai Media Komunikasi Seorang Hamba Dengan Sang Khaliq Komunikasi antara seorang hamba dengan sang Khaliq. melalui nasihat atau saran dari para tokoh atau orang banyak yang bisa masuk . yaitu : nawmiyah ( isyarat mimpi ).

mudah terpengaruh oleh bisikan-bisikan yang silih berganti. melalui isyarat ketajaman nurani atau mata bathin kita dimana hati kita menjadi sangat yakin atas pilihan kita walaupun banyak orang yang menentangnya. selanjutnya jika seorang hamba ingin bermesraan dan melepas kerinduan. Itulah sebabnya waktu-waktu antara shalat yang satu dengan shalat yang lainnya sudah ditentukan. antara waktu . maka dapat kita lakukan shalat tahajjud karena didalamnya adanafilah-nafilah ( nilai plus ) dari Allah terhadap yang tetap menegakkannya. semoga Allah mengangkat derajatmu ketempat yang terpuji " 2. mudah tergoda. maka ada shalat-shalat tertentu yang memiliki fadhilahfadhilah yang luar biasa dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah Saw seperti antara waktu Isya dan subuh ada shalat tahajjud. dan ketika jarak antara waktu shalat yang satu dengan yang lainnya cukup lama.29 akal dan menyejukkan. atau ingin taqarrub kepada Allah. Mengapa shalat diwajibkan lima kali sehari ? ini nampaknya sangat relevan dengan tabi. Dengan demikian maka shalat secara fungsional memang dimaksudkan agar manusia selalu ingat kepada Allah Swt ( wa aqim-i 'l-shalaata li zikri ) dirikan shalat untuk mengingat Ku. maka kita dianjurkan untuk melaksakan shalat hajat. Jika seorang hamba mempunyai permintaan khusus kepada Allah. Shalat Sebagai Zikir Didalam Al-Qur'an surat Thaaha secara tagas Allah Swt sebutkan bahwa tujuan shalat adalah agar manusia selalu ingat kepada Allah Swt.at manusia yang suka lupa. sebagaimana Allah menjelaskan dalam firmannya pada Surat Al-Isra yang artinya : " Dan pada sebahagian malam bertahajjudlah kalian sebagai tambahan.

Shalat Sebagai Pembentuk Tingkah Laku Dari segi jadwal. Selanjutnya tentang bacaan shalat yang diajarkan oleh Rasulullah Saw pada umumnya merupakan zikir kepada Allah Swt baik dalam bentuk pujian maupun do'a.30 subuh dan zhuhur ada shalat d. rukuk. bagaimana kita harus berprilaku secara sopan dan rendah hati sebenarnya sudah terpola dalam setiap gerakan shalat yang telah diajarkan kepada kita. dan selanjutnya bagi orang-orang yang termasuk katagori arifin ( arif billah ) yang pusat perhatian dan hidupnya adalah shalat dan senantiasa menunggu tibanya waktu shalat berikutnya. sujud duduk dan lain sebagainya. sehingga tak sedikitpun ada waktu yang terlewatkan untuk mengingat Allah Swt. apalagi jika ditampah dengan memperbanyak shalatshalat sunnat yang mengiringinya ( shalat rawatib ). bagaimana menyangkut kebersihan diri kita baik dari na'jis ataupun kotorankotoran lainnya. bagi orang alim dan arif. Bagi orang-orang awam. 3). maka padanya akan terpola aktifitas hidup kita selama sehari semalam ( 24 jam ). shalat lima waktu berfungsi sebagai rangkaian waktu untuk memelihara keakraban hubungannya dengan Allah. bagaimana kita berdiri. sekurang-kurangnya dalam lima waktu setiap harinya menyebut nama Allah. bagaimana tutur kata kita. . ini terkait dengan hati manusia yang selalu berubah-ubah. Selanjutnya didalam shalat berjama'ah juga telah terpola etika berjama'ah yang menjadi acuan dalam kehidupan bermasyarakat. bagaimana menutup aurat. Kalimat zikir mengandung arti mengingat dan menyebut. dari sejak kita bangun tidur hingga kita kembali ketempat tidur. jika seorang mukmin disiplin dalam mengerjakan kewajiban shalat.

Puasa-puasa sunnah adalah sebagai berikut: . bagaimana hak makmum jika imam ( pemimpin ) melakukan kekeliruan semuanya sudah diatur. 2) Puasa karena nadzar. Puasa (Ibadah yang melibatkan Hawa Nafsu) Saum (bahasa Arab: ‫ صوم‬. bagaimana keharusan sebagai makmum untuk mematuhi pemimpin yang disepakati. kemudian jika tidak dikerjakan akan mendapatkan dosa. 3) Puasa kifarat atau denda. dengan syarat tertentu. mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Berikut penjelasan lebih rincinya: Puasa wajib Puasa yang hukumnya wajib adalah puasa yang harus dikerjakan dan akan mendapatkan pahala. Puasa sunnah Puasa yang hukumnya sunnah adalah puasa yang jika dikerjakan mendapatkan pahala dan jika tidak dikerjakan tidak mendapatkan dosa.31 seperti bagaimana memilih seorang imam ( pemimpin ). wajib dan sunnah (dianjurkan). untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Puasa-puasa wajib adalah sebagai berikut: 1) Puasa Ramadan. Saum secara bahasa artinya menahan atau mencegah. 2. a. Jenis-Jenis Puasa Puasa dibagi menjadi dua hukum. Berpuasa (saum) merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. transliterasi: Shuwam) adalah menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa.

Muharram dan Rajab. sehari tidak). 3) Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijah bagi orang-orang yang tidak menunaikan ibadah haji. bertujuan untuk meneladani puasanya Nabi Daud. Syarat dan Rukun Puasa Dalam menjalankan saum ini ada beberapa syarat wajib dan syarat syah yang harus diperhatikan menurut syariat Islam. dilakukan pada tanggal 10. 4) Puasa Senin dan Kamis.32 1) Puasa 6 hari di bulan Syawal selain hari raya Idul Fitri. 2) Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah bagi orang-orang yang tidak menunaikan ibadah haji. dan 15. 9) Puasa bulan Haram (Asyhurul Hurum) yaitu bulan Dzulkaidah. 5) Puasa Daud (sehari puasa. 14. Dzulhijjah. 8) Puasa Sya'ban (Nisfu Sya'ban) pada awal pertengahan bulan Sya'ban. 2) Mummayiz (dapat membedakan yang baik dan yang buruk). Syarat wajib puasa 1) Beragama Islam. tanggal 13. Syarat sah puasa 1) Islam (tidak murtad). b. 3) Suci dari haid dan nifas (khusus bagi wanita). 6) Puasa 'Asyura (pada bulan muharram). 2) Berakal sehat. 3) Baligh (sudah cukup umur). . 4) Mampu melaksanakannya. 7) Puasa 3 hari pada pertengahan bulan (menurut kalender islam)(Yaumul Bidh).

2. 3) Hari-hari tasyrik. 12. Bersetubuh. yaitu pada (10 Zulhijjah).33 4) Mengetahui waktu diterimanya puasa. dan 13 Zulhijjah. 4) Hari syak. 5) Puasa selamanya. Hal-Hal yang membatalkan Puasa Puasa akan batal jika. air. Keluar mani (istimna' ) dengan disengaja. c. 1. 2) Niat. 2) Hari raya Idul Adha. 3) Meninggalkan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. asap rokok dan sebagainya) ke dalam rongga badan dengan disengaja. 6) Wanita saat sedang haid atau nifas. yaitu pada 11. d. Muntah dengan disengaja. . Rukun puasa 1) Islam. yaitu pada (1 Syawal). yaitu pada 30 Syaban. Haram dan Makruh Berpuasa Umat Islam diharamkan berpuasa pada waktu-waktu berikut ini:[1][2] 1) Hari raya Idul Fitri. 3. 7) Puasa sunnah bagi wanita tanpa izin suaminya. Masuknya benda (seperti nasi. Kemudian waktu makruh untuk berpuasa adalah ketika puasa dikhususkan pada hari Jumat. tanpa diselingi puasa sebelumnya atau sesudahnya. 4.

yaitu memberi makan . b) Orang yang bepergian jauh (musafir) sedikitnya 89 km dari tempat tinggalnya. 7. tetapi wajib membayar fidyah. c) Orang yang hamil. Dari kesemua pembatal puasa ada pengecualiannya. e. tetapi wajib mengganti puasanya di hari lain (qada). yang khawatir akan keadaannya atau anaknya. 6. a) Orang yang sakit. e) Orang yang sedang haid (datang bulan). f) Orang yang batal puasanya dengan suatu hal yang membatalkannya selain bersetubuh. minum dan bersetubuhnya orang yang sedang berpuasa tidak akan batal ketika seseorang itu lupa bahwa ia sedang berpuasa. Hal-Hal yang membatalkan Puasa Berikut ini adalah orang yang boleh membatalkan puasa wajib (puasa Ramadhan): 1) Wajib mengqadha Orang-orang yang tersebut di bawah ini. yang khawatir akan keadaannya atau bayi yang dikandungnya. Hilang akal (gila atau pingsan). Haid (datang bulan) dan Nifas (melahirkan anak).34 5. d) Orang yang sedang menyusui anak. yang ada harapan untuk sembuh. boleh tidak berpuasa. melahirkan anak dan nifas. Murtad (keluar dari agama Islam). 2) Wajib mengqadha dan wajib fidyah Orang-orang di bawah ini tidak wajib qada (menggantikan puasa di hari lain). yaitu makan. sebanyak hari yang ditinggalkan.

35 orang miskin setiap hari yang ia tidak berpuasa. berupa bahan makanan pokok sebanyak 1 mud (576 gram). 3) Wajib mengqadha dan kifarat Orang yang membatalkan puasa wajibnya dengan bersetubuh. (Al-Baqarah 2:183)” Keutamaan puasa menurut syariat Islam adalah. Fungi/Keutamaan. dan Hikmah Puasa Keutamaan Ibadah puasa Ramadhan yang diwajibkan Allah kepada setiap mukmin adalah ibadah yang ditujukan untuk menghamba kepada Allah seperti yang tertera dalam sebuah surah dalam alQur'an. a) Orang yang sakit yang tidak ada harapan akan sembuhnya. Jika tidak ada hamba sahaya yang mukmin maka wajib berpuasa dua bulan berturut-turut (selain qadha' menggantikan hari yang ditinggalkan). diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. yang berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman. wajib melakukan kifarat dan qadha. Kifarat ialah memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. orang-orang yg berpuasa akan melewati sebuah pintu surga yang bernama Rayyan. b) Orang tua yang sangat lemah dan tidak kuat lagi berpuasa. jika tidak bisa. sejauh 70 tahun perjalanan. wajib memberi makan 60 orang miskin. f. . masing-masing sebanyak 1 mud (576 gram) berupa bahan makanan pokok. dan keutamaan lainnya adalah Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka.

Di antara hikmah dan faedah puasa selain untuk menjadi orang yang bertakwa adalah sebagai berikut: Pendidikan/latihan rohani. Kesehatan Ibadah puasa Ramadhan akan membawa faedah bagi kesehatan rohani dan jasmani jika pelaksanaannya sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan. Sayid Sabiq mengartikan zakat . 3) Mendidik jiwa untuk dapat memegang amanat dengan sebaikbaiknya. Zakat (Wujud Ibadah Sosial) a. Dengan demikian akan timbul rasa suka menolong kepada orang-orang yang menderita. malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia saja. 2) Mendidik nafsu agar tidak senantiasa dimanjakan dan dituruti. jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa. “Hai anak Adam.” (Al-A'Raaf 7:31) 3. 1) Mendidik jiwa agar dapat menguasai diri. Pengertian Zakat Zakat secara bahasa berasal dari kata “zaka” yang berarti mensucikan. 4) Mendidik kesabaran dan ketabahan. pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid. dan janganlah berlebihlebihan. Maksud dari sabar yang tertera dalam al-Quran adalah gigih dan ulet seperti yang dimaksud dalam Ali „Imran/3: 146. Secara istilah syara‟.36 Hikmah Hikmah dari ibadah shaum itu sendiri adalah melatih manusia untuk sabar dalam menjalani hidup. Perbaikan pergaulan Orang yang berpuasa akan merasakan segala kesusahan fakir miskin yang banyak menderita kelaparan dan kekurangan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. makan dan minumlah.

Bagi muzakki zakat berarti mendidik jiwa untuk suka berkorban dan membersihkan jiwa . serta merupakan wujud kepedulian sosial dari orang yang mapu kepada orang yang lemah. Jadi zakat ialah sebagian kekayaan yang diambil dari milik seseorang yang punya dan diberikan kepada orang yang berhak menerimanya sesuai dengan ketentuan. zakat yaitu kadar harta tertentu yang diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan beberapa syarat. baik bagi muzakki.37 sebagai nama atau sebutan dari sesuatu hak Allah yang dikeluarkan seseorang kepada fakir miskin. zakat memiliki fungsi sebagai wujud dari ketaatan atas perintah Allah dan sekaligus merupakan cara pembersihan dan pensucian harta yang dimilikinya. b. Bagi orang yang mengeluarkan zakat (muzakki). mustahiq maupun bagi masyarakat muslim pada umumnya. Sedangkan menurut Sulaiman Rasyid. Zakat lebih diarahkan pada panyantunan kaum dhu‟afa yang secara langsung diberikan dalam bentuk bahan konsumtif atau dengan cara diarahkan pada kegiatan produktif guna peningkatan kemampuan golongan ekonomi lemah sehingga mereka dapat keluar dari kemiskinan. Fungsi Zakat Zakat memiliki fungsi yang besar. Zakat dapat dikatakan sebagai usaha mensucikan diri dari kemungkinan pemiliknya cinta yang berlebih-lebihan kepada harta dan dari kemungkinan memiliki harta kotor yang disebabkan bercampurnya harta yang bersih dengan harta yang menjadi hak orang lain dengan jalan memberikan sebagian hartanya kepada orang yang berhak menerimanya.

seperti ternak dan hasil panen sawah dan ladang menurut ukuran yang telah diketahui oleh kaum muslimin yang hasilnya dapat menutupi hajat orang-orang fakir miskin serta kepentingan umum dan tidak akan mencekik leher orang-orang yang mempunyai harta benda tersebut. melalui zakat akan terdapat pemerataan pendapatan dan pemilikan harta di kalangan umat islam.38 dari sifat kikir. . jurang pemisah antara orang kaya dan orang miskin dapat dihilangkan. Dengan demikian. Bagi masyarakat muslim. dengki dan suudzan terhadap orang-orang kaya. sombong dan angkuh yang biasanya menyertai pemilikan harta yang banyak dan berlebihan. menghilangkan kesenjangan sosial antara yang kaya dan yang miskin. yaitu pemberian yang bersifat konsumtif mendorong kebersamaan umat dalam menandai dari raya dengan kegembiraan bersama. Zakat itu hukumnya wajib atas orang kaya yang mempunyai harta lebih daripada apa yang dihajatkannya serta hajat kaum keluarga yang wajib dibiayainya. melainkan sistem ekonomi yang menekankan kepada mekanisme kerja sama dan tolong menolong. Dalam tata masyarakat muslim tidak terjadi monopoli. Zakat merupakan ibadah materi atau harta benda yang harus dikeluarkan oleh orang kaya untuk dapat memberikan pertolongan kepada orang miskin sehingga mereka dapat memnuhi kebutuhannya atau memberikan bantuan guna kepentingan umum di tengah masyarakat. diambilkan dari harta bendanya yang berupa uang atau nilai barang-barang perniagaannya. zakat memberikan harapan adanya perubahan nasib dan sekaligus menghilangkan sifat iri. Bagi mustahiq. Sedangkan zakat fitrah lebih bermakna praktis.

khususnya dari yang mampu kepada yang tidak mampu. yang menyebabkan harta-harta itu tertumpuk pada beberapa gelintir manusia saja pada suatu bangsa. Ibadah zakat juga merupakan peraturan agama yang akan memelihara kemerdekaan dan kebebasan bagi perseorangan dalam bekerja. Dengan kata lain zakat merupakan pemindahan harta kekayaan umat dari suatu tangan (yaitu tangan yang diberi tugas oleh Allah untuk memelihara. zakat menampakkan prinsip islam yang umum yaitu memikulkan kepada perseorangan sebagian dari hak-hak masyarakat dan sebaliknya memikulkan kepada masyarakat sebagian dari hak-hak perseorangan. Zakat merupakan ibadah yang bersifat materi dari umat untuk umat. Demikian pula ibadat zakat ini akan memelihara kaum muslimin daripada kejahatan anarkisme yang licik yang dapat membawa terhadap keruntuhan masyarakat yang dapat menghilangkan kegiatan-kegiatan pribadi dan tertimbunnya harta kekayaan dalam tangan yang memerintah atas nama masyarakat. yang hasil usahanya tidak dapat mencukupi hajatnya sendiri atau bahkan sama sekali tiada kuasa untuk berusaha dan rezekinya . yaitu orang-orang kaya) kepada tangan-tangan yang lain (yaitu orang-orang fakir miskin yang hidupnya menderita. berusaha dan menjaga hak masyarakat atas perseorangan di dalam bentuk pertolongan dan gotong royong. sementara bagian terbesar dari bangsa itu tidak mempunyai apa-apa. memperkembangkan dan mempergunakannya secara leluasa. Dengan demikian. karena zakat merupakan pembelanjaan sebagian harta orang-orang kaya kepada fakir miskin.39 Dengan ibadah zakat ini islam telah berdiri dalam menghadapi kemusykilan persoalan harta benda bagi kaum muslimin pada suatu batas pertengahan yang akan memelihara mereka daripada kesewenang-wenangan harta benda yang merusak.

orang-orang Arab pun berdatangan mengunjungi Baitullah yang telah dibina oleh Nabi . dan barangbarang mewah. badan dan hartanya yang berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya. antara pejabat dan rakyat biasa. 4. Nabi Ibrahim a.s kemudian melaksanakan perintah Allah SWT dan membangun Baitullah. Dalam ibadah haji. Sedangkan secara istilah syara‟ yang dimaksud haji itu ialah menyengaja mengunjungi ka‟bah untuk melakukan beberapa amal ibadah dengan syarat-syarat yang tertentu. Haji ini wajib dikerjakan oleh orang muslim yang sanggup melakukannya di masa-masa tertentu dan tempat-tempat yang tertentu pula. Makna dan Tujuan Haji secara bahasa artinya menyengaja sesuatu.40 dijadikan Allah tergantung kepada dan dari harta orang-orang kaya tadi). Sejak itu. tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin . Haji merupakan suatu ibadah yang sudah dikenal sejak zaman sebelum Nabi Muhammad SAW yang menuntut dari orang yang melaksanakannya supaya dikerjakan dengan hati. dilakukan dengan penuh keikhlasan dengan tanpa memakai pakaian yang berjahit. dan mengajak manusia untuk melakukan haji ke sana dan disuruhnya pula anak cucunya untuk bertempat tinggal di tempat itu. Dan ibadah haji itu dimulai dengan niat haji karena Allah. Ibadah haji pertama kali dilakukan oleh Nabi Ibrahim a.s yang disuruh membangun Baitullah di Mekkah agar supaya orang-orang thawaf di sekelilingnya dan menyebut nama Allah sewaktu mengerjakannya . Haji (Puncak Ibadah dan Pengorbanan Lahir Batin) a. yang harus dilakukan atas dasar karena Allah dan semata-mata mengharap ridha Allah.

seperti berdandan. melepaskan diri dari kemewahan-kemewahan jasmani dan kesenangan-kesenangan duniawi. wuquf. Allah SWT dalam salah satu firman-Nya menjelaskan : “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah. Seruan ini merupakan .41 Ibrahim a. yang berupa seruan keras dengan mengucapkan “Labbaik Allahumma labbaik”. dan mencukur rambut dan meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah. sa‟i. dan tahallul.S 3:97) b. Tata Cara Haji Ibadah haji dilakukan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang dikerjakan secara fisik berupa ihram. yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” (Q. thawaf. Penjelasan dari masing-masing tindakan ibadah haji tersebut adalah sebagai berikut: 1) Ihram (Berniat melakukan haji atau umrah) Niat haji dilakukan bersamaan dengan mengenakan pakaian ihram. Ibadah haji ini selanjutnya diwajibkan kepada setiap orang muslim yang mempunyai kemampuan satu kali seumur hidup . Seruan ini disebut dengan “Talbiyah”. bersolek dengan harum-haruman.s itu untuk melakukan ibadah haji. melempar jumrah. sebagai sambutan atas panggilan Allah.S Albaqarah:179) Kedua. sebagai simbol kehidupan yang mempunyai dua makna sebagai berikut: Pertama. sebagaimana dijelaskan dalam firmanNya: “Tidak boleh melakukan jima‟. mabit. yaitu pakaian tanpa berjahit. menyembah Allah menurut apa yang telah ditentukannya. perbuatan jahat dan pula tidak boleh berbantah-bantahan di waktu haji” (Q.

2) Thawaf Yaitu bentuk ibadah yang berupa tindakan mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali putaran. sebagai miqat bagi jemaah haji yang datang dari arah timur-laut Mekah. d) Qarnul-Manazil. Ada lima tempat untuk mulai melakukan ihram. sebagai miqat bagi jemaah haji yang datang dari arah selatan mekah. Ihram dilakukan pada tempat-tempat tertentu yang telah ditetapkan oleh Nabi SAW yang disebut dengan “miqat makani”. b) Juhfah. a) Dzul-Hulaifah. senantiasa bersegera untuk menunaikan perintah-perintah tersebut.42 lambang pengakuan bahwa yang berhaji mendengar dan siap menuruti perintah Allah SWT. yaitu: . bergerak berlawan dengan arah jarum jam. Dimulai dari sudut Kabah tempat beradanya Hajar Aswad. disyukuri nikmatnya dan ditunaikan perintah-perintahNya kecuali Dia. e) Yalamlam. Ada tiga jenis thawaf dalam ibadah haji. sebagai miqat bagi jemaah haji yang datang dari arah Madinah. dan bahwasannya Allah SWT adalah Tuhan yang menguasai segala yang ada serta penegasan bahwa tidak ada sesuatu pun yang berhak dipuji. sebagai miqat bagi jemaah haji yang datang dari arah Siria c) Dzatu „irqin. sebagai miqat bagi jemaah haji yang datang dari arah timur Mekah.

3) Sa’i antara Shafa dan Marwah Sa‟i artinya berjalan cepat. baik dalam keadaan duduk maupun berbaring. Ismail alaihissalam. yang dilakukan setelah thawaf qudum di dalam Sa‟i tersebut. Sa‟i sebagai tindakan ibadah haji adalah berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah. sebanyak tujuh balikan. yang merupakan penghormatan terhadapnya dan sebagai ganti shalat tahiyyatul-masjid. b) Thawaf Ifadhah. yakni thawaf selamat datang yang dilaksanakan begitu masuk ke Mesjid Haram. Wuquf di Arafah berguna untuk mengingat kejadian sejarah masa lampau dan berdzikir memuji Tuhan. yang dilakukan oleh jemaah haji tatkala akan meninggalkan kota suci Mekkah. mengingat kembali perjuangan Siti Hajar tatkala mencari air untuk minum bagi diri dan anaknya. Dilakukan mulai tengah malam tanggal 10 Dzulhijjah. Wuquf dapat dipandang sah dengan berada di sana pada suatu waktu di antara hari yang ke sembilan itu. yaitu suatu dataran yang luas tanpa penduduk di luar kota Mekah. Sa‟i juga merupakan ibadah napak tilas. 4) Wuquf di Arafah Yang dimaksud wuquf adalah hadir di padang Arafah. Tindakan Sa‟i ini termasuk ke dalam wajib haji. c) Thawaf wada‟.43 a) Thawaf qudum. sejak dari waktu dzuhur hingga terbit fajar pada hari ke sepuluh. yakni thawaf yang merupakan rukun haji. yang dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwah. yakni thawaf selama tinggal. Memperpanjang waktu wuquf hingga mencapai . pada tanggal 9 Dzulhijjah. seorang haji meminta ampunan dari permohonan maaf kepada Allah.

Wuquf di Arafah ini adalah merupakan upacara ibadah haji yang terpenting hingga Rasulullah pernah bersabda: “Haji itu adalah wuquf di Arafah”. Jumrah Wustha. ia hanya melakukan . sebelum sampai di Mina. 5) Mabit di Muzdalifah Mabit artinya bermalam atau lewat malam. 7) Melontar Jumrah Di Mina yang berhaji melakukan lontaran pada Jumrah sebagai simbol yang menyatakan ketetapan hatinya untuk meninggalkan dorongan-dorongan jiwa syaitoniah yang jahat. kecuali pada hari pertama. Masing-masing lontaran dilakukan dengan tujuh buah batu. yang berhaji berangkat menuju Muzdalifah. seorang haji melontar ketiga Jumrah tersebut setiap hari.44 sebagian malam adalah lebih utama dan lebih sempurna. yang disebut dengan Jamarat. Di sini ia melewatkan malam tanggal 10 Dzulhijjah. tempat seorang haji melakukan lontaran. Selama di Mina. dan Jumrah Ula. 6) Mabit di Mina Pada pagi hari tanggal 10 itu haji berada di Mina untuk melaksanakan mabit selama dua malam atau tiga malam. Ia mengulang-ulang perbuatan itu guna menguatkan ketetapan tersebut. Ada tiga jumrah. Setelah selesai melakukan wuquf di Arafah. yaitu Jumrah Aqabah. Selama di Mina yang berhaji melakukan tindakan melontar jumrah dan pada hari nahar (pengorbanan) melakukan penyembelihan hewan qurban.

Apabila seorang haji telah menyelesaikan pekerjaan hajinya dan dia telah melakukan thawaf ifadhah. yaitu thawaf selamat tinggal. yaitu: tahallul pertama. dimulai dari Jumrah Ula. . ia melakukan lontaran pada ketiga Jumrah setiap harinya. selain yang dibolehkan. sebelum thawaf ifadhah. maka dia pun diharuskan melakukan thawaf sekali lagi. 8) Tahallul (Melepaskan diri dari Ihram) Tahallul artinya melepaskan diri dari keadaan ihram. Ada dua jenis tahallul dalam haji. Sedangkan pada hari-hari selanjutnya. yang disebut thawaf wada‟. Tahallul dilakukan dengan cara bercukur rambut kepada atau memotong sebagian daripadanya dan kemudian melepaskan pakaian ihramnya. kemudian Jumrah Wustha dan diakhiri dengan Jumrah Aqabah. kemudian dia sudah akan berangkat pulang ke negerinya. yaitu tahallul setelah melakukan lontar Jumrah Aqabah pertama pada hari 10 Dzulhijjah. Tahallul kedua. yaitu kondisi mengharamkan segala kegiatan sehari-hari di luar ibadah haji.45 lontaran pada Jumrah Aqabah saja. yaitu tahallul yang dilakukan setelah melakukan thawaf ifadhah.

meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa hanya Allah yang menciptakan. menguasai. dan bisa tidak bernilai ibadah jika hanya berniat untuk dunia. Satu sisi ibadah ini bisa bernilai ibadah (ada pahalanya) jika diniatkan karena Allah. Kesimpulan Ibadah secara bahasa berarti perendahan diri. Manusia berfungsi sebagai khalifah dan berstatus sebagai hamba merupakan perpaduan tugas dan tanggung jawab yang melahirkan dinamika .46 BAB III PENUTUP A. jadi semata-mata tujuannya untuk cari pahala. dan mengatur alam semesta ini (rububiyah). Dan yang kedua adalah Ibadah Ghoiru Mahdhah yaitu ibadah yang tidak murni ibadah. Ibadah adalah tugas manusia yang perlu dihayati dan diamalkan tanpa terkecuali. yakni beribadah kepada Allaah subhanahu wa ta‟ala. Batasan esensi ibadah ialah tunduk meyakini uluhiyah (Ketuhanan) yang disembah. yang merupakan kewajiban dari umat muslim sebagai hamba Allah SWT. Amal perbuatan khusus yang bersifat tertentu yang secara khas bersifat keagamaan. atau sering disebut dengan istilah „ubudiyah Macam-Macam Ibadah terbagi atas 2 bagian yaitu Ibadah Mahdhah yang artinya ibadah yang murni ibadah. ketundukan dan kepatuhan. Penghambaan seorang manusia kepada Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya sebagai realisasi dari pelaksanaan tugas hidup selaku makhluk yang diciptakan Allah. Menyembah atau penghambaan. Karena Allah SWT tidak semata-mata menciptakan manusia melainkan supaya mengabdi dan beribadah kepada-Nya.

dan haji sebagi puncak ibadah dan pengorbanan lahir & batin. Karena itu hidup seorang muslim akan dipenuhi dengan amaliah. dan kerja keras tiada henti. Puasa sebagai ibadah yang melatih hawa nafsu. Kedudukan manusia sebagai khalifah dan hamba bukan dua hal yang bertentangan. Kekhalifahan adalah realisasi dari pengabdian seseorang kepada Allah SWT. zakat sebagi Ibadah yang berwujud sosial.47 hidup yang sarat dengan kreatif dan amaliyah yang selalu berpihak pada nilainilai kebenaran. melainkan suatu kesatuan yang padu dan tak terpisahkan. Bentuk-bentuk ibadah antara lain adalah Shalat sebagai sendi dan induk dari ibadah. .

2010.blogspot.blogspot. Hamba Allah. Kewajiban Ibadah.html.wordpress. http://tausiyahhidup. Titing Rohayati. Pengertian shaum. 2013.com/2010/01/kewajiban-beribadah.com/2014/02/contoh-penulisan-daftarpustaka-yang.html Wikipedia. 2013. Yefri.http://udayefri.com/2013/06/fungsi-sholat-dalam-al-quran. Jenuri. Contoh Penulisan Daftar Pustaka. Edi. http://mazinubersahabat.com/2013/10/08/ibadah-madhoh-danghoiru-mahdhoh/ Mazinu.48 DAFTAR PUSTAKA Fauz. 2014.wikipedia. http://id. http://kangfauz. 2014. Macam-macam ibadah.html.org/wiki/Saum Rohendi. Fungsi Shalat. Rizki Press .blogspot. 2014.