PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP PERMINTAAN KREDIT MULTI GUNA PADA PT BANK SUMUT PUSAT

LAPORAN TUGAS AKHIR

Ditulis untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Program Diploma III oleh: Metania Ulfah NIM 052307066

PROGRAM STUDI PERBANKAN DAN KEUANGAN JURUSAN AKUNTANSI POLITEKNIK NEGERI MEDAN MEDAN 2008

LEMBAR PERSETUJUAN
Yang bertanda tangan di bawah ini, dosen pembimbing penulisan Laporan Tugas Akhir, dan Kepala Program Studi menyatakan bahwa Laporan Tugas Akhir dari: Metania Ulfah NIM 05207066 dengan judul “PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP PERMINTAAN KREDIT MULTI GUNA PADA PT BANK SUMUT PUSAT” telah diperiksa dan dinyatakan selesai, serta dapat diajukan dalam sidang pertanggung jawaban Laporan Tugas akhir. Medan, 23 Agustus 2008 Disetujui oleh: Pembimbing Utama, Pembimbing Pendamping,

Sabarita tarigan, S.E. NIP 132 006 287

Raina Rosanti, Dra. NIP 132 064 907

Program Studi Perbankan & Keuangan Kepala

Supaino, S.E. NIP 132 055 653

LEMBAR PENGESAHAN
Yang bertanda tangan di bawah ini tim penguji, ketua sidang, dan Ketua Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Medan menyatakan bahwa Laporan Tugas Akhir dari: Metania Ulfah NIM 052307066 dengan judul “ PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP PERMINTAAN KREDIT MULTI GUNA PADA PT BANK SUMUT PUSAT” telah selesai diujikan dalam sidang pada 23 Agustus 2008 oleh penguji: Tim Penguji: TANDA TANGAN

NO 1

NAMA Supaino, S.E.

NIP 132 055 653

JABATAN Anggota penguji

2

Cut Nizma, S.E.

131 885 493

Anggota penguji

Disahkan oleh: Ketua Jurusan Ketua Sidang

Amran Harun, S.E. Ak. NIP 132 055 651

Raina Rosanti, Dra. NIP 132 064 987

Pelajarilah

ilmu

pengetahuan,

sesungguhnya SWT, nya adalah dan

mempelajari ilmu adalah tanda takut akan menuntunnya orang tidak adalah ibadah, mengingat adalah

tasbih, membahas nya adalah jihat mengajarkan kepada mengetahui sedekah menyebarkannya adalah pengorbanan”. (H.R. Tharmizi) “…Sesungguhnya disebut nama dan apabila orang-orang beriman apabila

maka gemetarlah hati mereka dibacakan ayat-ayat nya maka

bertambahlah iman mereka dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal”. (Q.S. Al-Anfal:22)

“Ilmu itu …Teman kental dalam kesendirian Sahabat dalam keterasingan Petunjuk ke arah yang benar Penolong dimasa sulit dan Simpanan setelah kematian Kupersembahkan Tugas Akhir ini untuk orang-orang yang kusayangi Orangtua Saudara ku : : Ayahanda Drs. Darmuji Ibunda Rindang Hidayati Mokhammad Septian Albar Fahrobi Abdul Zikri Alif Rahman Hakim ABSTRAK

Suku bunga adalah harga yang harus dibayar peminjam (debitur) kepada pihak yang meminjamkan (kreditur) untuk pemakaian sumber dana selama jangka waktu tertentu. Tingkat suku bunga kredit yang diberikan oleh sebuah bank akan berpengaruh besar terhadap besarnya jumlah nasabah yang akan menabung pada bank tersebut. Jika tingkat suku bunga kredit yang diberikan oleh bank rendah maka jumlah nasabah akan meningkat. Begitu pula sebaliknya bila tingkat suku bunga kredit yang diberikan oleh bank tinggi maka jumlah nasabah akan menurun. Hal yang lain mempengaruhi tingkat suku bunga misalnya: tingkat pelayanan, agunan yang diminta sebagai jaminan kredit, dan lain-lain. Dalam penulisan tugas akhir ini difokuskan kepada tingkat suku bunga kredit Multi Guna Pada PT Bank SUMUT Pusat yang mengalami perubahan dari setiap periode yaitu dari bulan Agustus 2006 sampai dengan Mei 2007. Hal ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dan berapa besar pengaruh yang ditimbulkan. Ternyata ada pengaruh yang ditimbulkan oleh tingkat suku bunga yaitu penurunan tingkat suku bunga kredit menyebabkan meningkatnya jumlah permintaan kredit Multi Guna. Dari penelitian yang dilakukan pada tugas akhir ini menunjukkan bahwa hubungan antara tingkat bunga dengan jumlah realisasi dana bersifat negatif yang artinya semakin rendah tingkat bunga maka semakin tinggi jumlah realisasi dana yang dikeluarkan oleh PT Bank SUMUT Pusat untuk kredit dan sebaliknya semakin tinggi tingkat bunga maka semakin rendah dana yang dikeluarkan oleh PT Bank SUMUT Pusat untuk kredit.

DAFTAR ISI

Lembar Persetujuan Lembar Pengesahan Lembar Persembahan Abstrak Kata Pengantar………………………………………………………….……………. Daftar Isi……………………………………………………………………...………. BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemilihan Judul…………………………………………… B. Perumusan Masalah…………………………………………………..…… C. Tujuan Pembahasan……………………………………………………….. D. Manfaat Penelitian………………………………………………………… E. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data………………………….…… F. Jadwal Kegiatan dan Penulisan Laporan………………………………….. BAB II. TINJAUAN UMUM MENGENAI PERUSAHAAN A. Sejarah Singkat Perusahaan……………………………………………….. B. Ruang Lingkup Kegiatan Perusahaan…………………………………….. 5 6 1 2 2 3 3 4 i iii

C. Keunggulan Perusahaan…………………………………………………… 12 D. Struktur Organisasi Perusahaan…………………………………………… 14 BAB III. TINJAUAN KEPUSTAKAAN A. Pengertian Kredit………………………………………………………….. B. Tujuan dan Fungsi Kredit…………………………………………………. C. Prinsip Pemberian Kredit…………………………………………………. D. Jenis-jenis Kredit…………………………………………………………. E. Unsur-unsur Kredit……………………………………………………….. F. Bunga Pinjaman…………………………………………………………… G. Komponen yang Mempengaruhi Penentuan Tingkat Suku Bunga Kredit… 15 15 17 19 20 21 22

BAB IV. HASIL PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

A. Pengumpulan Data……………………………………………………….. B. Pengolahan Data…………………………………………………………. BAB V. PEMBAHASAN

24 27

Pembahasan………………………………………………………………. BAB VI. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan………………………………………………………………….. B. Saran……………………………………………………………………… DAFTAR PUSATAKA LAMPIRAN 39 40

26

BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemilihan Judul Salah satu alasan pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan di bidang moneter adalah untuk menciptakan stabilitas ekonomi yang sehat di berbagai bidang khususnya perbankan. Melihat perkembangan dunia usaha pada umumnya dan kegiatan perbankan pada khususnya dirasakan adanya persaingan yang ketat diantara bank-bank milik pemerintah, bank-bank milik swasta maupun lembaga keuangan lainnya dalam menarik nasabah agar mau menanamkan sejumlah dananya pada bank-bank yang menawarkan jasa perbankan. Bank-bank tersebut juga bersaing dalam penyaluran kreditnya, karena Namun dalam pendapatan bank terbesar bersumber dari penyaluran kreditnya. kegiatannya bank banyak dipengaruhi oleh situasi perekonomian. Berbicara mengenai perekonomian dapat dilihat begitu banyak masyarakat yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan primer dan sekunder. Karena tidak semua masyarakat di Indonesia memiliki pendapatan yang mencukupi seluruh kebutuhannya dengan cepat. Kondisi perekonomian yang tidak stabil sangat berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat. Dengan jumlah pendapatan yang tidak maksimal menyebabkan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menghadapi kesulitan. Dalam keadaan ini sulit bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak ataupun kebutuhan sekunder. Melihat kondisi ini pihak perusahaan menggunakan metode baru. Metode ini

memberikan fasilitas dalam bentuk kredit untuk mempermudah masyarakat memenuhi keperluan konsumtif seperti biaya sekolah, berobat di rumah sakit, berlibur ke luar negeri, biaya resepsi pernikahan, renovasi rumah, membeli perlengkapan rumah dan lain-lain. Dengan adanya metode ini masyarakat dapat terbantu untuk memenuhi kebutuhan konsumtif yang mendesak dengan cara kredit, dimana pembayarannya dapat dilakukan dengan angsuran. Oleh karena itu pihak perusahaan PT Bank SUMUT menawarkan solusi dalam bentuk pemberian Kredit Multi Guna.

Kredit multi guna yang ditawarkan bank akan dikenakan tingkat bunga dimana besarnya tingkat bunga kredit ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, oleh karena itu bank perlu mengambil kebijaksanaan tepat dalam menentukan tingkat bunga kredit agar tidak menimbulkan efek negatif terhadap bank. Dengan adanya kebijakan tingkat bunga yang tepat kemungkinan nasabah kredit multi guna akan bertambah dan tujuan bank untuk memperoleh keuntungan dapat tercapai. Atau kemungkinan tingkat bunga tidak begitu berpengaruh tehadap jumlah permintaan kredit multi guna, karena jumlah pemintaan kredit multi guna hanya dipengaruhi faktor lain seperti kebutuhan masyarakat akan kebutuhan yang mendesak atau keinginan untuk liburan saja dengan adanya kemudahan melalui fasilitas kredit yang ditawarkan pihak bank. Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik memilih judul “Pengaruh Tingkat Suku Bunga terhadap Permintaan Kredit Multi Guna pada PT Bank SUMUT Pusat”. B. Perumusan Masalah Dalam penulisan Tugas Akhir ini, masalah yang akan dibahas oleh penulis adalah mengenai tingkat suku bunga terhadap permintaan kredit multi guna pada PT Bank SUMUT Pusat. Adapun masalah yang diangkat adalah sebagai berikut : 1. Bagaimanakah Perkembangan jumlah kredit dari perubahan tingkat suku bunga. 2. Berapa besar pengaruh yang ditimbulkan dari perubahan tingkat suku bunga terhadap jumlah kredit pada PT Bank SUMUT Pusat. C. Tujuan Pembahasan Adapun tujuan kegiatan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap jumlah permintaan kredit pada PT Bank SUMUT Pusat. 2. Untuk mengetahui besarnya persentase pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap jumlah kredit pada PT Bank SUMUT Pusat. 3. Untuk mengetahui tingkat perkembangan kredit.

D. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Sebagai pengetahuan dan wawasan dalam melakukan penilaian terhadap tingkat suku bunga dan pengaruh yang ditimbulkan dari perubahan tingkat suku bunga terhadap kredit. 2. Sebagai masukan atau sebagai perbandingan kepada mahasiswa Politeknik Negeri Medan yang ingin mengkaji masalah yang sama. E. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data Ada beberapa metode untuk mengumpulkan data: 1. Library research Adalah penelitian yang dilakukan dengan jalan mengumpulkan data yang bersifat data sekunder yaitu dengan membaca dan mempelajari literature, buku-buku yang berkaitan dengan judul penelitian. 2. Field research Adalah penelitian langsung yang dilakukan dengan jalan mendatangi objek penelitian yaitu PT Bank SUMUT Pusat. Dalam pengolahan data untuk mengetahui pengaruh tingkat suku bunga terhadap permintaan kredit multi guna, maka penulis menggunakan: 1. Analisis Koefisien Korelasi Koefisien Korelasi merupakan alat untuk mengetahui apakah variabel X dan variabel Y mempunyai suatu hubungan atau tidak. Persamaan Koefisien Korelasi:
r= n∑xy − ∑x ∑ y
2

n

(∑x ) − ( ∑x )
2

n

(∑y ) − (∑y )
2

2

a. Jika r = Mendekati 0, maka hubungan antara kedua variabel ada tetapi sangat lemah dan jika 0 tidak terdapat hubungan sama sekali. b. Jika r = Mendekati 1, maka hubungan antara kedua variabel dikatakan positif dan jika +1 maka hubungan antara kedua variabel sangat kuat sekali.

c. Jika r = -1 atau mendekati -1 maka hubungan antara variabel “X” dan variabel “Y” ada tetapi bersifat negatif. 2. Koefisien Determinasi Dengan rumus : D = r 2 x 100% (Teguh, Muhammad, 1999,207) F. Jadwal Kegiatan dan Penulisan Laporan Tugas akhir ini diperkirakan membutuhkan waktu selama tiga bulan dengan alokasi waktu sebagai berikut: No Kegiatan Juni 1 1 2 3 4 5 6 7 Persiapan Pengumpulan Data Tabulasi dan Analisis Data Menyusun Konsep Laporan Sidang Tugas Akhir Perbaikan Tugas Akhir Penggandaan Laporan 2 Juli 3 4 5 6 Agustus 7 8 9 10 September 11 12

BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI PERUSAHAAN A. Sejarah Singkat Perusahaan Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (BPDSU) didirikan pada tanggal 4 November 1961 dengan Akte Notaris Rusli No. 22 dalam bentuk Perseroan Terbatas. Berdasarkan Undang- Undang Nomor 13 Tahun 1962 tentang Ketentuan Pokok Bank Pembangunan Daerah, bentuk usaha diubah menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sesuai dengan peraturan Daerah Tingkat I Sumatera Utara Nomor 5 tahun 1965, dengan modal sebesar Rp 100.000.000,- dan saham dimiliki oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Sumatera Utara dan Pemerintah Daerah Tingkat II Sumatera Utara. Dalam perkembangan selanjutnya, sesuai dengan kebutuhan, terjadi beberapa kali perubahan peraturan daerah untuk meningkatkan modal disetor. Pada tanggal 16 April 1999 bentuk Badan Hukum diubah kembali menjadi Perseroan Terbatas sesuai dengan akte pendirian Perseroan Terbatas Nomor 38 Tahun 1999 Notaris Alina Nasution, S.H. yang telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor C-8224 HT.01.01 Tahun 1999, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 54 tanggal 6 Juli 1999, dengan Modal Dasar Rp 400.000.000.000,-. Dasar perubahan bentuk hukum dan modal dasar sebelumnya telah dituangkan dalam Peraturan Daerah Tingkat I Sumatera Utara Nomor 2 tahun 1999. Sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan selanjutnya dengan Akte Nomor 31 Tanggal 15 Desember 1999 modal dasar ditingkatkan menjadi Rp 500.000.000.000,-. Dalam pelaksanaan operasionalnya, nama Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (BPDSU) yang disingkat menjadi PT Bank SUMUT pada tanggal 16 April 1999 tercatat pernah menempati kantor di Jl. Palang Merah Medan, kemudian dipindahkan ke Jl. Imam Bonjol Nomor 7 Medan. Pada tanggal 20 April 1989, Rudini sebagai Menteri Dalam Negeri yang menjabat pada saat itu berkenan meresmikan pemakaian gedung kantor baru yang cukup megah yang terletak di jantung bisnis kota Medan tepatnya di Jl. Imam Bonjol Nomor 18 Medan yang ditempati hingga saat ini. Seiring dengan perkembangan dunia perbankan yang semakin pesat, maka kini PT Bank SUMUT telah memiliki unit kerja yang berjumlah 23 Kantor Cabang yang terdiri dari 20

Kantor Cabang Konvensional dan 3 Kantor Cabang Syariah, 60 Kantor Cabang Pembantu, 2 Payment point yang berfungsi untuk melayani pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), 16 Kas Mobil, 61 Mesin ATM. B. Ruang Lingkup Kegiatan Perusahaan PT Bank SUMUT bertujuan melakukan tugas dan sasaran usaha di bidang perbankan dalam arti kata yang seluas-luasnya untuk menunjang pelaksanaan pembangunan daerah dalam membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah disegala bidang serta sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat. Guna mencapai tujuan tersebut Bank SUMUT menyelenggarakan usaha penghimpun dana masyarakat, memberikan kredit, serta kegiatan lainnya. Ruang lingkup kegiatan perusahaan dapat dilihat dari produk dan jasa yang ditawarkan oleh PT Bank SUMUT. Berikut ini adalah sebagian produk dana dan jasa yang tersedia pada Bank SUMUT yang diantaranya: 1. Produk Penghimpun Dana Bank SUMUT a. Simpanan Giro Bank SUMUT Simpanan Giro Bank SUMUT adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dan penarikannya hanya dapat dilakukan dengan menggunakan sarana Cek / Bilyet Giro, atau sarana lainnya yang dipersamakan dengan itu (Kwitansi). b. Deposito Bank SUMUT Deposito Bank SUMUT adalah simpanan dana masyarakat dan pemerintah yang penarikannya dibatasi oleh jangka waktu simpanan. c. Sertifikat Deposito Bank SUMUT Sertifikat Deposito Bank SUMUT merupakan warkat berharga atas unjuk yang diterbitkan oleh Bank SUMUT sebagai bukti simpanan dan dapat diperjual belikan atau dipindahtangankan. d. Tabungan Bank SUMUT dan Tabungan Bank SUMUT Syariah : 1) Simpeda (Simpanan Pembangunan Daerah) Syarat-syarat umum pembukaan rekening a) Foto copy kartu identitas diri berupa KTP/SIM/PASPOR

b) Mengisi dan menandatangani formulir permohonan pembukuan rekening c) Setoran awal Rp. 10.000,2) Martabe (Mari Tingkatkan Aktivitas Berhemat) Tabungan dengan fasilitas perlindungan asuransi jiwa berlaku untuk penabung dengan usia maksimum 65 tahun pada saat pembukaan rekening dan perlindungan asuransi jiwa berakhir pada saat usia penabung mencapai 70 tahun, bebas biaya premi asuransi, kartu ATM, berhadiah dan diundi dua kali setahun. Syarat – syarat umum pembukaan rekening : a) b) c) Foto copy kartu identitas diri berupa KTP/SIM/PASPOR Mengisi dan menandatangani formulir permohonan

pembukuan rekening Setoran awal Rp. 50.000,3) Makbul (Maksud Terkabul) Tabungan haji yang terkoneksi langsung dengan siskohat khusus untuk nasabah yang berniat menunaikan haji. Syarat-syarat umum pembukaan rekening : a) Foto copy kartu identitas diri berupa KTP/SIM/PASPOR b) Mengisi dan menandatangani formulir permohonan pembukaan rekening c) Setoran awal Rp. 10.000,4) Tabungan Marhamah ( Martabe Bagi Hasil Mudharabah) Tabungan Marhamah berdasarkan fatwa Majelis Ulama Nomor 02/DSN MUI/IV/2000 tanggal 26 Dzulhijah 1420 H/ 1 April 2000 M. Tabungan Marhamah berdasarkan prisip Mudharabah mutlaqah yaitu investasi yang dilakukan oleh nasabah sebagai pemilik dana (shohibul maal) dan Bank sebagai pengelola dana (Mhudarib). 5) Tabungan Marwah (Martabe Wadiah) Bank SUMUT Syariah mempunyai produk Tabungan Marwah yang berprinsip Wadi’ah Yad Dhamanah (Titipan Dana) yang berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 02/DSN MUI/IV/2000 tanggal 26 Dzulhijah 1420/ 1 April 2000 M. Bank Tidak Mengurangi Saldo tabungan milik Nasabah kecuali dengan persetujuan penabung untuk tujuan tertentu.

Selain itu Tabungan Marwah ini juga bebas biaya Administrasi bulanan. Penyetoran dan Penarikan tabungan dapat dilakukan setiap saat di seluruh Kantor Bank SUMUT secara on line. Bank tidak memberikan bagi hasil kepada penabung. Saldo tabungan dapat dijadikan sebagai jaminan pembiayaan. 6) Simpanan Giro Wadiah Bank SUMUT Syariah mempunyai produk Giro Wadiah yang berprinsip Wadi’ah Yad ad Dhamanah (Titipan Murni) yang berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 01/DSN MUI/IV/2000 tanggal 26 Dzulhijah 1420/ 1 April 2000 M. Pada produk Giro wadiah ini, Anda menitipkan dana pada Bank SUMUT Syariah dimana dimana Bank SUMUT Syariah akan mempergunakan dana tersebut sesuai dengan prinsip Syariah dan menjamin akan mengembalikan titipan tersebut secara utuh bila sewaktu-waktu anda membutuhkannya. Saldo Giro Wadiah dapat dijadikan jaminan pembiayaan. Nasabah dapat menarik dananya setiap saat dengan menggunakan Cek atau Bilyet Giro diseluruh unit Kantor Bank SUMUT secara on line 7) Deposito Ibadah (Deposito Investasi Mudharabah) Deposito Ibadah berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 03/DSN MUI/IV/2000 tanggal 26 Dzulhijah 1420/ 1 April 2000 M. Dengan prinsip Mudharabah Muthlaqah, Deposito Ibadah akan mengelolah dana investasi Anda sebagai investasi berjangka yang akan terus tumbuh dengan aman, berkah, tentram dan menguntungkan. 8) Gadai Emas Syariah Gadai Emas Syariah adalah fasilitas pinjaman dana tanpa imbal jasa yang diberikan Bank SUMUT Syariah kepada nasabah dengan jaminan berupa emas yang berprinsip gadai syariah. 2. Produk Penyaluran Dana Bank SUMUT a. Mudharabah (Sistem Bagi Hasil) Pembiayaan Mudharabah adalah Akad kerjasama antara Bank sebagai pemilik dana (Shahibul maal) dengan nasabah sebagai pengelolah dana (mudharib).

b. Musyarakah (Sistem Bagi Hasil) Pembiayaan Musyarakah adalah penanaman dana dari pemilik dana/modal untuk mencampurkan dana/modal kepada pada suatu usaha tertentu, dengan pembagian keuntungan berdasarkan Nisbah yang telah disepakati antara nasabah dan bank sedangkan kerugian ditanggung semua oleh pemilik dana/modal berdasarkan bagian dana/modal masing-masing. c. Murabahah (Akad Jual Beli) Pembiayaan Murabahah adalah akad jual beli atas suatu barang dengan harga yang disepakati diawal pada akad tanpa dapat dirubah yang mana Bank menyebutkan harga beli dan margin keuntungan Bank. d. Pemberian Fasilitas Kredit Kepada Pegawai Bank SUMUT Pegawai adalah Pegawai tetap PT Bank SUMUT yang diangkat dan ditetapkan sebagai pegawai berdasarkan surat keputusan Direksi PT Bank SUMUT. Penghasilan Dasar Kredit (PDK) Pegawai adalah penghasilan bulanan yang terdiri dari gaji (gaji pokok, tunjangan istri, tunjangan anak) ditambah tunjangan pangan (tunjangan pangan pegawai, tunjangan pangan istri, tunjangan pangan anak) tidak termasuk tunjangan kerja. e. Kredit Multi Guna (KMG) Kredit Multi Guna adalah yang diberikan secara perseorangan kepada pegawai yang sumber pengembaliannya dari penghasilan tetap dan pemberiannya melalui Dinas/Instansi/Koperasi pegawai/lembaga/Perusahaan tempat pegawai yang bersangkutan bekerja, dengan tujuan untuk membiayai keperluan yang bersifat konsumtif, investasi dan modal kerja. f. Kredit Angsuran Lainnya (KAL) Kredit Angsuran Lainnya (KAL) adalah kredit angsuran yang diberikan kepada perorangan atau badan usaha yang bertujuan untuk membiayai : 1) Membangun/membeli/merehab rumah tempat tinggal. 2) Membangun/membeli/merehab tempat usaha. 3) Membeli tanah tapak perumahan. 4) Membeli kenderaan. 5) Membeli peralatan/perlengkapan usaha 6) Membiayai pendidikan anak.

7) Dan lain-lain usaha yang layak dibiayai. g. Kredit Pensiun Kredit Pensiun adalah kredit yang diberikan secara perseorangan kepada penerima pensiun. h. Kredit Pemilikan Rumah(KPR) Kredit Pemilikan Rumah adalah kredit yang diberikan kepada perorangan untuk kebutuhan pembeliaan rumah baru atau rumah lama baik berupa Rumah Tinggal, Apartemen, Rumah Toko(Ruko) maupun Rumah Kantor(Rukan) yang dijual melalui pengembang atau bukan pengembang dilokasi-lokasi yang telah ditentukan Bank. i. Kredit Usaha Mikro (KUM) Kredit Usaha Mikro adalah merupakan kredit yang diberikan kepada perusahaan kecil untuk menambah modal kerja dan atau untuk memenuhi kebutuhan investasi. j. Kredit Umum Kredit Umum adalah kredit dengan sistem rekening koran yang diberikan kepada perorangan atau badan usaha untuk menambah modal kerja usaha yang layak dibiayai oleh Bank. Sektor usaha yang dapat dibiayai antara lain : 1) Perdagangan, restoran dan Hotel 2) Pertanian 3) Industri 4) Pengangkutan, pergudangan, dan komunikasi 5) Jasa-jasa sosial masyarakat seperti hiburan dan kebudayaan, kesehatan, pendidikan, dll. 6) Jasa-jasa dunia usaha. 3. Produk Jasa Bank SUMUT a. Inkasso Inkasso adalah proses penagihan dokumen berharga oleh Bank atas perintah atau permintaan Nasabah dengan maksud untuk mendapatkan pembayaran dari Bank lain yang berada diluar wilayah kliring kantor Bank Penerima Inkasso.

b. Safe Deposit Box Safe Deposit Box adalah wahana yang tahan api yang dimiliki Bank sebagai tempat penyimpanan surat-surat berharga dan atau barang-barang berharga untuk disewakan kepada Nasabah dengan jangka waktu 1 tahun. c. Transaksi Antar Kantor (Realtime On line) Setoran Antar Kantor adalah setoran tunai/pemindahbukuan oleh Nasabah/Bukan Nasabah dari salah satu unit kantor Bank SUMUT kerekening Nasabah di unit kantor Bank SUMUT lainnya secara Realtme On line. d. Layanan ATM Layanan ATM adalah mesin dengan sistem komputer yang diaktifkan dengan kartu magnetik Bank dan berkode/sandi yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi penarikan uang tunai, melakukan transfer dana antar rekening, melaksanakan pembayaran tagihan pihak yang mempunyai kerjasama dengan Bank dan transaksi rutin lain yang tersedia fasilitasnya. e. Layanan Pajak Online (MPN-Prima) Modul Penerimaan Negara (MPN) adalah modul yang memuat serangkaian prosedur mulai dari penerimaan, pencatatan sampai dengan pelaporan yang mengintegrasikan 2 sistem penerimaan MP3 (Monitoring Pelaporan Pembayaran Pajak) dan SISPEN (Sistem Penerimaan Negara) yang selama ini berjalan. f. Layanan Rekening Telepon (TELKOM) Layanan Rekening Telepon adalah layanan penerimaan tagihan rekening jasa telekomonikasi yang menggunakan provider PT. TELKOM melalui Teller dan Autodebet. g. Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) BI-RTGS adalah sarana sistem transfer dana elektronik antar Bank peserta BIRTGS dalam mata uang Rupiah yang penyelesaiannya dilakukan secara seketika per transaksi. h. Layanan Rekening Air (PDAM) Layanan Rekening Air adalah penerimaan setoran tagihan rekening air PDAM (Tirta Kualo) secara online pada seluruh unit kantor Bank SUMUT dengan cara setoran tunai di Teller atau Autodebet rekening.

4. Pengertian Kredit Multi Guna Kredit Multi Guna Bank SUMUT adalah fasilitas kredit yang diberikan secara perorangan kepada pegawai yang sumber pengembaliannya dari penghasilan tetap dan pemberiannya melalui Dinas/ Instansi/ Koperasi Pegawai/ Lembaga/ Perusahaan tempat pegawai yang bersangkutan bekerja, dengan tujuan untuk membiayai keperluan yang bersifat konsumtif, investasi dan modal kerja. 5. Tujuan dan Sasaran Kredit Multi Guna a. Tujuan Kredit Multi Guna 1) Membantu menyediakan kebutuhan dana bagi pegawai dalam rangka menunjang kegiatan profesi dan atau usahanya untuk lebih meningkatkan pengabdian kepada masyarakat dan kesejahteraan pegawai serta keluarganya. 2) Meningkatkan fungsi PT Bank SUMUT sebagai lembaga intermediasi dengan menyalurkan kredit kepada pegawai yang mempunyai penghasilan tetap. b. Sasaran Kredit Multi Guna Masyarakat yang memiliki profesi sebagai pegawai tetap di dinas/ instansi/ koperasi/ pegawai/ lembaga/ perusahaan, sehingga pengembalian kredit dapat terjamin dari penghasilan yang diterima pegawai tersebut setiap bulannya. 6. Pengunaan Kredit Multi Guna a. Kredit yang digunakan untuk membiayai keperluan yang bersifat konsumtif disebut Kredit Multi Guna Bank SUMUT Konsumtif. b. Kredit yang digunakan untuk membiayai penyediaan modal kerja seperti pembelian barang dagangan, pembelian bahan baku, piutang dan lain-lain dalam rangka pengembangan usaha berskala mikro dan kecil untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidupnya disebut Kredit Multi Guna Bank SUMUT Modal Kerja. c. Kredit yang digunakan untuk membangun/ membeli/ merehap tempat usaha, membeli peralatan/ perlengkapan usaha dan lain-lain dalam rangka pengembangan usaha berskala mikro dan kecil untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidupnya disebut Kredit Multi Guna Bank SUMUT Investasi.

7. Penerima Kredit Multi Guna Pegawai yang masih aktif tidak termasuk pegawai PT Bank SUMUT, dari Dinas/ Instansi/ Koperasi Pegawai/ Lembaga/ Perusahaan yang telah melakukan perjanjian kerjasama dengan PT Bank SUMUT. 8. Jangka Waktu Kredit Multi Guna a. Jika pembayaran gaji dilakukan melalui PT Bank SUMUT maka jangka waktu maksimum 7 (tujuh) tahun, dengan catatan pada saat jatuh tempo umur tidak melewati batas usia pensiun yang telah ditentukan. b. Jika pembayaran gaji dilakukan tidak melalui PT Bank SUMUT maka jangka waktu maksimum 5 (lima) tahun, dengan catatan pada saat jatuh tempo tidak melewati batas usia pensiun yang telah ditentukan. 9. Maksimum Kredit a. Kredit Multi Guna-Konsumtif 1) Pegawai Negeri Sipil dan pegawai BUMN/BUMD maksimum sebesar 40% (empat puluh persen) dari jumlah penghasilan sebulan menurut daftar gaji dikali dengan jangka waktu Kredit Multi Guna. 2) Non Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai BUMN/BUMD maksimum 40% (empat puluh persen) dari jumlah penghasilan sebulan menurut daftar gaji dikali dengan jangka waktu Kredit Multi Guna atau maksimum kredit sebesar Rp. 75.000.000,- (tujuh puluh lima juta rupiah) b. Kredit Multi Guna-Modal Kerja dan Investasi 1) Pegawai Negeri Sipil dan pegawai BUMN/BUMD maksimum sebesar 50% (empat puluh persen) dari jumlah penghasilan sebulan menurut daftar gaji dikali dengan jangka waktu Kredit Multi Guna. 2) Non Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai BUMN/BUMD maksimum 50% (empat puluh persen) dari jumlah penghasilan sebulan menurut daftar gaji dengan jangka waktu Kredit Multi Guna atau maksimum kredit sebesar Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah).

10. Denda a. Sanksi denda berlaku apabila debitur melakukan pembayaran angsuran paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah pembayaran gaji diterima. b. Besarnya denda atas tunggakan pokok dan bunga ditetapkan 3% perbulan dihitung secara proporsional setiap bulannya, dihitung sejak tanggal jatuh tempo pembayaran angsuran. c. Cara perhitungan hari dan jumlah denda dapat dilihat pada contoh di bawah ini : Jatuh tempo pembayaran angsuran pada tanggal 5 setiap bulan Pada tanggal 5 Agustus 200X debitur terlambat membayar angsurannya dan dibayar pada tanggal 15 Agustus 200X, maka perhitungan denda adalah sebagai berikut: Hari denda = 15-5 =10 hari Denda = 10/31 x Tunggakan pokok dan bunga x 3%

11. Jaminan Kredit a. Gaji beserta hak lainnya yang dinyatakan dalam Surat Pernyataan/ Kuasa yang ditandatangani debitur beserta suami/ istri dan diketahui Kepala Dinas/ Instansi/ Koperasi pegawai/ Lembaga/ Perusahaan terlampir. b. Asli Kartu Pegawai (Karpeg) atau Kartu Register Induk Pegawai atau Surat Keputusan Kenaikan Golongan/ Ruang Pegawai terakhir dan atau yang dipersamakan dengan itu (bagi pegawai yang pembayaran gajinya tidak melalui PT bank SUMUT). c. Penyimpanan dokumen asli Jaminan Kredit.

C. Keunggulan Perusahaan 1. Arti Logo PT Bank SUMUT

Bentuk Logo menggambarkan dua elemen dalam bentuk huruf ”U” yang saling berkait ber-sinergy membentuk huruf ”S” yang merupakan kata awal ”SUMUT” . Sebuah penggambaran bentuk kerjasama yang sangat erat antara Bank SUMUT ”Menjadi bank andalan bagi membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah disegala bidang serta sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat”. Warna orange sebagai simbol suatu hasrat untuk terus maju yang dilakukan dengan energik yang dipadu dengan warna biru yang sportif dan profesional sebagaimana misi Bank SUMUT ”Mengelola dana pemerintah dan masyarakat secara profesional yang didasarkan pada prinsif-prinsif ”Compliance”. Warna putih sebagai ungkapan ketulusan hati untuk melayani sebagaimana statemen Bank SUMUT ”Memberikan Pelayanan Terbaik”. Jenis huruf ”Platino Bold” sederhana dan mudah dibaca. Penulisan Bank dengan huruf kecil dan SUMUT dengan huruf kapital guna lebih mengedepankan Sumatera Utara, sebagai gambaran keinginan dan dukungan untuk membangun dan membesarkan Sumatera Utara.

2. Visi dan Misi PT Bank SUMUT PT Bank SUMUT mempunyai visi dan misi yang telah menjadi pedoman untuk setiap gerak langkah organisasi, dimana visi dan misi tersebut adalah sebagai berikut: VISI Menjadi Bank andalan bagi membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah di segala bidang serta sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat. MISI Mengelolah dana pemerintah dan masyarakat secara profesional yang didasarkan pada prinsif-prinsif Compliance. STATEMEN BUDAYA PERUSAHAAN Memberikan pelayanan terbaik. 3. Moto Pelayanan PT Bank SUMUT Memberikan Pelayanan TERBAIK: Berusaha untuk selalu T erpercaya E nerjik didalam melakukan setiap kegiatan Senantiasa bersikap R amah Membina hubungan secara B ersahabat Menciptakan suasana A man dan nyaman Memiliki I ntegritas tinggi K omitmen penuh untuk memberikan yang terbaik

D. Struktur Organisasi PT Bank SUMUT Pusat

BAB III TINJAUAN KEPUSTAKAAN A. Pengertian Kredit Kredit berasal dari bahasa Yunani yaitu “Credere” yang berarti “kepercayaan” atau dalam bahasa Latin “Creditum” yang berarti “kepercayaan akan kebenaran” (Thomas, 1987: 9). Menurut UU No. 10 Tahun 1998, kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu dengan pemberian bunga. Sedangkan Bank menurut UU Perbankan No. 10 Tahun 1998, ialah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dari uraian di atas, terkandung pengertian bahwa bank selaku kreditur percaya meminjamkan sejumlah uang kepada nasabah debitur karena debitur dipercaya mampu untuk membayar lunas pinjamannya setelah jangka waktu yang telah ditetapkan. Maka dapat disimpulkan bahwa kepercayaan pada hakikatnya bersifat timbal balik, tidak saja pemberi kredit (kreditur) yang menaruh kepercayaan terhadap penerima kredit (debitur) bahwa penerima kredit akan melunasi hutangnya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, tetapi pihak penerima juga harus mampu untuk meyakinkan pihak pemberi kredit bahwa pada jangka waktu yang telah ditetapkan akan melunasi hutangnya. B. Tujuan dan Fungsi Kredit Adapun tujuan pemberian kredit adalah sebagai berikut: 1. Profitability, yaitu tujuan untuk memperoleh hasil dari kredit berupa keuntungan yang diteguk dari pemungutan bunga. 2. Safety, yaitu keamanan dari prestasi atau fasilitas yang diberikan harus benar-benar terjamin tanpa hambatan-hambatan yang berarti (Muchdarsyah, 1995: 14).

Selain memiliki tujuan, pemberian kredit juga memiliki fungsi, yaitu : 1. Kredit dapat meningkatkan utility (daya guna) dari modal / uang Para penabung menyimpan uangnya di bank dalam bentuk tabungan, deposito, maupun giro. Bank menggunakan uang tersebut dalam persentase tertentu guna suatu usaha peningkatan produktifitas. Selanjutnya para pengusaha menikmati kredit dari bank untuk memperluas atau memperbesar usahanya baik untuk peningkatan produksi, perdagangan, maupun untuk memulai suatu usaha baru. Dana yang mengendap di bank tidaklah bersifat diam (idle) tetapi disalurkan untuk usaha-usaha yang bermanfaat bagi pengusaha ataupun masyarakat. 2. Kredit dapat meningkatkan utility (daya guna) dari suatu barang Dengan bantuan kredit dari bank, produsen dapat memproduksi bahan mentah menjadi bahan jadi sehingga kegunaan bahan tersebut dapat meningkat. Misalnya kelapa menjadi kopra dan selanjutnya diolah menjadi minyak goreng. Selain itu bantuan kredit dari bank juga dapat memindahkan barang dari suatu tempat yang kegunaanya kurang ke tempat yang lebih bermanfaat. 3. Kredit dapat meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang Melalui kredit, peredaran uang kartal dan uang giral akan lebih berkembang oleh karena kredit menciptakan suatu kegairahan berusaha sehingga penggunaan uang akan bertambah baik secara kualitatif apalagi secara kuantitatif. 4. Kredit dapat menimbulkan kegairahan berusaha masyarakat Manusia adalah makhluk yang selalu ingin memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itulah seorang pengusaha memerlukan kredit dari bank untuk membantu permodalan usahanya. Bila dari usaha yang mereka lakukan diiringi dengan banyaknya permintaan dari masyarakat maka pengusaha akan memperbesar produktifitasnya. Sehingga hal ini dapat menimbulkan kegairahan bagi pengusaha untuk meningkatkan usaha mereka. 5. Kredit sebagai alat stabilitas ekonomi Kredit yang diberikan oleh bank haruslah benar-benar diseleksi agar kredit sampai pada masyarakat yang memang membutuhkan untuk menutupi kemungkinankemungkinan usaha yang bersifat spekulatif. Simpanan masyarakat dihimpun dalam

bentuk tabungan, deposito, dan giro, sedangkan dana yang tertanam ini akan disalurkan kepada usaha-usaha yang produktif. 6. Kredit sebagai jembatan untuk peningkatan pendapatan nasional Para pengusaha yang memperoleh kredit tentu saja akan berusaha untuk meningkatkan usahanya. Dari usaha ini perusahaan dapat meningkatkan pendapatan. Contohnya apabila seorang pengusaha ingin membuat suatu usaha maka dari usaha ini akan membutuhkan banyak tenaga kerja untuk menjalankan usaha mereka. Sehingga secara otomatis akan meningkatkan pendapatan nasional. 7. Kredit sebagai alat hubungan ekonomi internasional. Bank sebagai lembaga kredit tidak saja bergerak dalam negeri tetapi juga diluar negeri. Negara yang kuat perekonomiannya akan membantu negara yang berkembang demi membangun persahabatan antara Negara. Melalui bantuan inilah hubungan antara Negara akan bertambah erat terutama menyangkut hubungan perekonomian dan perdagangan (Muchdarsyah, 1995 : 5-9). C. Prinsip Pemberian Kredit Sebelum memberikan fasilitas kredit pada nasabah, maka bank harus merasa yakin terlebih dahulu akan pengembalian kredit sampai jangka waktu yang telah ditetapkan. Keyakinan ini diperoleh dari hasil penilaian kredit sebelum kredit tersebut dapat disalurkan. Ada beberapa prinsip dalam penilaian kredit, yaitu antara lain: 1. Prinsip 5C, yang terdiri dari : a. Character, yaitu mengetahui watak atau sifat calon nasabahnya agar kredit yang diberikan terjamin. Hal ini dapat dilihat dari latar belakang pekerjaan maupun yang bersifat pribadi, seperti cara hidup, hobi, perilaku, kepribadian dan sebagainya. b. Capasity, yaitu melihat kemampuan calon nasabah dalam membayar kredit, menjalankan usaha, dan memperoleh laba agar bank merasa terjamin akan pengembalian kredit. c. Capital, yaitu melihat berapa modal yang dimiliki oleh calon nasabah itu karena biasanya bank tidak memberikan kredit 100% dari usaha yang akan dibiayai.

d.

Collateral, yaitu jaminan yang diberikan nasabah kepada bank nilainya

harus lebih besar dari jumlah kredit yang diajukan. Jaminan ini juga akan diteliti keabsahannya sehinggga tidak dapat menimbulkan resiko yang mungkin muncul. e. Condition of Economic, yaitu melihat kondisi ekonomi saat itu ataupun masa yang akan datang. Dalam keadaan ekonomi yang kurang stabil sebaiknya pemberian kredit untuk sektor tertentu jangan diberikan dan kalaupun diberikan haruslah melihat prospek usaha dimasa yang akan datang. 2. Prinsip 7P, yang tediri dari : a. Personality, yaitu menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya sehari-hari ataupun masa lalunya. Personality juga mencakup sikap, emosi, tingkah laku dan tindakan nasabah dalam mengatasi suatu masalah. b. Party, yaitu mengklasifikasikan nasabah kedalam klasifikasi tertentu atau golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas serta karakternya. Sehingga nasabah dapat digolongkan ke dalam golongan tertentu dan akan mendapatkan fasilitas kredit yang berbeda dari bank. Kredit untuk pengusaha lemah sangat berbeda dengan kredit untuk pengusaha yang kuat modalnya, baik dari segi jumlah, bunga dan akan persyaratan lainnya. c. Purpose, yaitu untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit, termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah. Tujuan pengambilan kredit dapat bermacam-macam apakah untuk tujuan konsumtif, tujuan produktif atau tujuan perdagangan. d. Prospect, yaitu menilai usaha nasabah dimasa yang akan datang apakah menguntungkan atau tidak, atau dengan kata lain mempunyai prospek atau tidak. Hal ini penting mengingat jika suatu fasilitas kredit yang dibiayai tanpa mempunyai prospek, bukan hanya bank yang rugi tetapi juga nasabah. e. Payment, yaitu ukuran bagaimana cara nasabah dalam mengembalikan kredit yang sudah diambil untuk pengembalian kredit ke sumber dananya. f.Profitability, yaitu menganalisis kemampuan nasabah dalam mencari laba. Profitability diukur dari periode ke periode apakah akan tetap sama atau semakin meningkat. g. Protection, yaitu untuk menjaga kredit yang diberikan bank namun melalui suatu perlindungan. Perlindungan dapat berupa jaminan orang atau jaminan barang. 3. Prinsip 3R yang terdiri dari :

a. Risk bearing ability, yaitu menilai apa saja resiko yang mungkin timbul kemudian hari atas kredit yang akan diberikan kepada nasabah debitur. b. Repayment, yaitu bagaimana cara pembayaran kembali hutang nasabah debitur kepada bank. c. Return, yaitu menilai pengembalian seluruh hutang nasabah debitur apakah telah sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan sebelumnya (Kasmir, 2003 : 92-94). D. Jenis – jenis Kredit Dalam dunia perbankan, ada beberapa jenis kredit yang diberikan kepada calon nasabah debitur. Jenis-jenis kredit tersebut adalah : 1. Menurut sifat penggunaannya, antara lain : a. Kredit konsumtif, yaitu kredit yang diberikan dengan tujuan untuk memperoleh/membeli barang dan kebutuhan lainnya yang bersifat konsumtif. Misalnya, Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), Kredit Kepemilikan Mobil (KPM), dan Kredit Bendaharawan. b. Kredit Produktif, yaitu kredit yang diberikan dengan tujuan untuk memperlancar jalannya proses produksi. Misalnya, Kredit Modal kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI). 2. Menurut jangka waktu kredit, antara lain: a. Kredit jangka pendek, yaitu kredit yang jangka waktunya sampai 1 tahun. Misalnya Kredit Modal Kerja (KMK). b. Kredit jangka menengah, yaitu kredit yang jangka waktunya antara 1 sampai 3 tahun. Misalnya Kredit Bendaharawan, kredit Profesi, dan Kredit Investasi kecil. c. Kredit jangka panjang, yaitu kredit yang jangka waktunya lebih dari 3 tahun. Misalnya Kredit Investasi (KI) dan Kredit kepemilikan Rumah (KPR). 3. Menurut keperluannya, antara lain : a. Kredit Produksi, yaitu kredit yang digunakan untuk suatu usaha yang nantinya akan menghasilkan keuntungan. Misalnya Kredit Modal Kerja (KMK), dan Kredit Investasi (KI). b. Kredit Investasi, yaitu kredit yang digunakan untuk investasi jangka panjang seperti untuk membeli tanah, mendirikan bangunan, dan sebagainya yang nantinya masih dapat digunakan kembali.

c. Kredit perdagangan, yaitu kredit yang digunakan untuk membeli barang dan menjualnya kembali. 4. Menurut sektor ekonomi, yang dibiayai antara lain : a. Pertanian, misalnya Kredit Usaha Tani (KUT). b. Perdagangan, misalnya Kredit Ekspor-Impor. c. Industri, misalnya Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja. d. Konstruksi, misalnya pembangunan pasar, jalan raya dan jembatan, pelabuhan, listrik. e. Perhotelan dan pariwisata, misalnya pembangunan hotel dan perbaikan tempattempat pariwisata yang kurang diminati agar kelak dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pendapatan. 5. Menurut kolektibilitasnya, antara lain : a. Kredit lancar, yaitu kredit yang cara pembayarannya masih dalam kategori lancar dan tidak ada gangguan. b. Kredit dalam perhatian khusus yaitu kredit yang cara pembayarannya mengalami sedikit masalah sehingga perlu perhatian yang khusus agar tidak ada pihak yang rugi nantinya. c. Kredit kurang lancar, yaitu kredit yang cara pembayarannya sudah mulai terganggu dan tidak selancar saat pertama menerima kredit. d. Kredit diragukan, yaitu kredit yang pembayarannya sudah sangat diragukan oleh pihak bank karena tidak dibayar oleh nasabah debitur tersebut. e. Kredit macet, yaitu kredit yang pembayarannya sudah tidak lagi dilakukan oleh nasabah debitur tersebut. 6. Menurut jaminan, antara lain : a. Kredit dengan jaminan (Secured Loan),yaitu kredit yang memerlukan sesuatu untuk dijadikan sebagai jaminan agar sampai jangka waktu yang telah ditetapkan nantinya bank tidak dirugikan jika nasabah melakukan wanprestasi. b. Kredit tanpa jaminan (Unsecured Loan), yaitu kredit yang tidak memerlukan sesuatu untuk dijadikan sebagai jaminan. 7. Menurut sumber dana a. Kredit dari dana simpanan masyarakat, yaitu kredit yang berasal dari seluruh dana yang dihimpun oleh bank yaitu Tabungan, Deposito, dan Giro.

b. Kredit dari Bank Sentral, yaitu kredit yang berasal dari pinjaman kepada bank Sentral (Kredit Likuiditas Bank Indonesia / KLBI).

E. Unsur –unsur Kredit Ada beberapa unsur yang diperhitungkan dalam melakukan kegiatan perkreditan bank. Adapun unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut : 1. Kepercayaan Dengan adanya suatu penyerahan uang / tagihan atau barang kepada pihak lain harus dilandasi dengan rasa saling percaya antara kedua belah pihak bahwa pada saat telah ditetapkan nasabah debitur akan melunasi hutangnya. 2. Resiko Dalam setiap pemberian kredit pasti mengandung suatu tingkat resiko. Resiko tersebut adalah resiko pada saat yang akan datang yaitu saat proses pengembalian/ pembayaran utang kepada bank. Resiko timbul bagi pihak bank karena uang (prestasi) tersebut telah dilepaskan kepada nasabah debitur. 3. Jangka waktu Perbedaan antara pada saat kredit diterima dengan saat pengembalian kredit disebut dengan jangka waktu kredit. Jangka waktu kredit dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a. Kredit jangka pendek c. Kredit jangka panjang 4. : Masa pelunasan paling lama 1 tahun : Masa pelunasan lebih dari 3 tahun b. Kredit jangka menengah : Masa pelunasan antara 1 sampai 3 tahun Prestasi / Kontra prestasi Prestasi dapat berupa penyerahan uang/ tagihan (prestasi) dimana pihak kreditur akan memperoleh suatu tambahan atas prestasi yang diberikan pada debitur yaitu dalam bentuk kredit (kontra prestasi) sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan. 5. Kreditur Yaitu adanya pihak baik perorangan maupun badan yang memiliki uang, barang atau jasa dan bersedia meminjam kepada orang lain. 6. Debitur

Yaitu adanya pihak baik perorangan maupun badan yang memerlukan uang, barang atau jasa.

F. Bunga Pinjaman Dalam kegiatan sehari-hari, ada 2 (dua) macam bunga yang diberikan kepada nasabah, Bunga tersebut dapat berupa bunga simpanan dan bunga pinjaman. Bunga simpanan adalah bunga yang diberikan sebagai rangsangan / balas jasa dari nasabah yang menyimpan uangnya di bank. Contohnya jasa giro, bunga tabungan, dan bunga deposito. Sedangkan bunga pinjaman adalah bunga yang diberikan kepada para peminjam atau harga yang harus dibiayai oleh nasabah peminjam kepada bank seperti bunga kredit dan harga ini bagi bank merupakan harga jual (Kasmir, 2003 : 37). Ada beberapa alasan mengapa bank membebankan sejumlah bunga sebagai harga yang harus dibayar oleh nasabah, antara lain : 1. Dana yang akan dipinjamkan tersebut mengandung biaya yaitu biaya untuk menutupi dana yang terhimpun pada bank baik dalam bentuk tabungan, deposito, maupun giro. 2. Faktor nasabah itu sendiri karena nasabah debitur mempunyai hak untuk memilih harga jasa yang diterimanya (bunga kredit) sesuai dengan tingkat yang paling baik bagi nasabah tersebut. 3. Bank pesaing karena setiap bank pasti berusaha untuk menarik nasabah sebanyak banyaknya yaitu dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah dari bank lainnya. 4. Target laba yang diinginkan oleh bank. Jika bank ingin mendapat laba yang besar maka bank tersebut akan menaikkan bunga pinjaman dan demikian sebaliknya, untuk menghadapi pesaingan maka bank akan menurunkan bunga pinjaman seminimal mungkin. 5. Kebijakan pemerintah dalam menetapkan batas maksimal dan batas minimal dari suatu pinjaman yang bertujuan agar setiap bank dapat bersaing dengan sehat. G. Komponen yang Mempengaruhi Penentuan Tingkat Suku Bunga Kredit

Dalam menentukan besar kecilnya suku bunga kredit yang akan diberikan kepada calon nasabah debitur terdapat beberapa komponen yang perlu memperoleh perhatian. Adapun komponen yang perlu diperhatikan dalam penetapan suku bunga bank: 1. Biaya dana itu sendiri baik dalam pengertian sebagai cost of fund, cost of money, cost of loanable fund ataupun sebagai cost of borrowing fund. 2. Faktor nasabah, didalam kondisi pasar yang bersaing harga akan terjadi pada titik kesepakatan antara pembeli dengan penjual. Hal ini mungkin terjadi karena pembeli adalah mempunyai hak sepenuhnya untuk memilih harga dari jasa bank (suku bunga kredit) yang akan dibelinya dengan tingkat yang paling baik baginya. 3. Bank pesaing. Untuk merebut nasabah sebanyak mungkin sesuai dengan masingmasing target, harga atau dalam hal ini tingkat suku bunga kredit akan merupakan faktor yang menentukan pula. Jadi penetapan suku bunga kredit ini perlu dipertimbangkan pula. 4. Mutu pelayanan, para pengusaha dalam melaksanakan kegiatannya selalu berharap akan memperoleh kepastian, ia berani membayar lebih mahal untuk memperoleh kepastian tersebut. Hingga tidak jarang seorang nasabah bersedia membayar suku bunga kredit yang lebih tinggi apabila keputusan permohonan kreditnya dapat diterima saat itu juga. 5. Risiko usaha, hampir pada setiap jenis usaha mengandung risiko, baik risiko yang besar atau kecil sifatnya. Adapun risiko-risiko yang akan dihadapi para pengusaha ini perlu diperhitungkan pula oleh bank dalam penetapan suku bunga kreditnya. Semakin rendah risiko tentu suku bunganya lebih murah dan sebaliknya pada risiko usaha yang tinggi, suku bunga kreditnya pun juga lebih tinggi (Teguh,2001 : 108-109).

BAB IV HASIL PENGUMPULAN DATA DAN PENGOLAHAN DATA A. Hasil Pengumpulan Data Dalam memperoleh data yang diperlukan metode yang digunakan adalah: 1. Library research (Penelitian Kepustakaan) Adalah penelitian yang dilakukan dengan jalan mengumpulkan data yang bersifat data sekunder yaitu dengan membaca dan mempelajari literature, buku-buku yang berkaitan dengan judul penelitian. 2. Field research (Penelitian Lapangan) Adalah penelitian langsung yang dilakukan dengan jalan mendatangi objek penelitian yaitu PT Bank SUMUT Pusat, yang meliputi kegiatan wawancara dan observasi. Didalam melakukan wawancara, penulis memberikan pertanyaan lisan (dialog) kepada Pemimpin Divisi Kredit, yang beerhubungan dengan penelitian penulis. Data yang diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut : DATA PERKEMBANGAN DEBITUR KREDIT MULTI GUNA (KMG) BANK SUMUT Tahun Bulan Suku Bunga Jmlh Debitur (Permintaan) 84.563 84.982 85.474 85.918 86.422 86.525 87.324 88.526 90.397 91.894 Jmlh Kredit (Rp.000) 1.852.061.485 1.903.280.790 1.934.183.918 1.961.463.449 1.987.708.959 1.989.522.881 2.048.967.852 2.163.570.085 2.295.369.439 2.411.421.986

Agustus 13,8% September 13,8% Oktober 13,8% Nopember 13,8% Desember 13,8% Januari 12% Februari 12% Maret 12% April 12% Mei 12% Sumber: PT Bank SUMUT Pusat 2007 2006

1. Pengertian Kredit Multi Guna Kredit Multi Guna Bank SUMUT adalah fasilitas kredit yang diberikan secara perorangan kepada pegawai yang sumber pengembaliannya dari penghasilan tetap dan pemberiannya melalui Dinas/ Instansi/ Koperasi Pegawai/ Lembaga/ Perusahaan tempat pegawai yang bersangkutan bekerja, dengan tujuan untuk membiayai keperluan yang bersifat konsumtif, investasi dan modal kerja. 2. Tujuan dan Sasaran Kredit Multi Guna a. Tujuan Kredit Multi Guna 1) Membantu menyediakan kebutuhan dana bagi pegawai dalam rangka menunjang kegiatan profesi dan atau usahanya untuk lebih meningkatkan pengabdian kepada masyarakat dan kesejahteraan pegawai serta keluarganya. 2) Meningkatkan fungsi PT Bank SUMUT sebagai lembaga intermediasi dengan menyalurkan kredit kepada pegawai yang mempunyai penghasilan tetap. b. Sasaran Kredit Multi Guna Masyarakat yang memiliki profesi sebagai pegawai tetap di dinas/ instansi/ koperasi/ pegawai/ lembaga/ perusahaan, sehingga pengembalian kredit dapat terjamin dari penghasilan yang diterima pegawai tersebut setiap bulannya. 3. Pengunaan Kredit Multi Guna a. Kredit yang digunakan untuk membiayai keperluan yang bersifat konsumtif disebut Kredit Multi Guna Bank SUMUT Konsumtif. b. Kredit yang digunakan untuk membiayai penyediaan modal kerja seperti pembelian barang dagangan, pembelian bahan baku, piutang dan lain-lain dalam rangka pengembangan usaha berskala mikro dan kecil untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidupnya disebut Kredit Multi Guna Bank SUMUT Modal Kerja. c. Kredit yang digunakan untuk membangun/ membeli/ merehap tempat usaha, membeli peralatan/ perlengkapan usaha dan lain-lain dalam rangka pengembangan usaha berskala mikro dan kecil untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidupnya disebut Kredit Multi Guna Bank SUMUT Investasi.

4. Penerima Kredit Multi Guna Pegawai yang masih aktif tidak termasuk pegawai PT Bank SUMUT, dari Dinas/ Instansi/ Koperasi Pegawai/ Lembaga/ Perusahaan yang telah melakukan perjanjian kerjasama dengan PT Bank SUMUT. 5. Jangka Waktu Kredit Multi Guna a. Jika pembayaran gaji dilakukan melalui PT Bank SUMUT maka jangka waktu maksimum 7 (tujuh) tahun, dengan catatan pada saat jatuh tempo umur tidak melewati batas usia pensiun yang telah ditentukan. b. Jika pembayaran gaji dilakukan tidak melalui PT Bank SUMUT maka jangka waktu maksimum 5 (lima) tahun, dengan catatan pada saat jatuh tempo tidak melewati batas usia pensiun yang telah ditentukan. 6. Maksimum Kredit a. Kredit Multi Guna-Konsumtif 1) Pegawai Negeri Sipil dan pegawai BUMN/BUMD maksimum sebesar 40% (empat puluh persen) dari jumlah penghasilan sebulan menurut daftar gaji dikali dengan jangka waktu Kredit Multi Guna. 2) Non Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai BUMN/BUMD maksimum 40% (empat puluh persen) dari jumlah penghasilan sebulan menurut daftar gaji dikali dengan jangka waktu Kredit Multi Guna atau maksimum kredit sebesar Rp. 75.000.000,- (tujuh puluh lima juta rupiah) b. Kredit Multi Guna-Modal Kerja dan Investasi 1) Pegawai Negeri Sipil dan pegawai BUMN/BUMD maksimum sebesar 50% (empat puluh persen) dari jumlah penghasilan sebulan menurut daftar gaji dikali dengan jangka waktu Kredit Multi Guna. 2) Non Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai BUMN/BUMD maksimum 50% (empat puluh persen) dari jumlah penghasilan sebulan menurut daftar gaji dengan jangka waktu Kredit Multi Guna atau maksimum kredit sebesar Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah). 7. Denda

a. Sanksi denda berlaku apabila debitur melakukan pembayaran angsuran paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah pembayaran gaji diterima. b. Besarnya denda atas tunggakan pokok dan bunga ditetapkan 3% perbulan dihitung secara proporsional setiap bulannya, dihitung sejak tanggal jatuh tempo pembayaran angsuran. c. Cara perhitungan hari dan jumlah denda dapat dilihat pada contoh di bawah ini : Jatuh tempo pembayaran angsuran pada tanggal 5 setiap bulan Pada tanggal 5 Agustus 200X debitur terlambat membayar angsurannya dan dibayar pada tanggal 15 Agustus 200X, maka perhitungan denda adalah sebagai berikut: Hari denda = 15-5 =10 hari Denda = 10/31 x Tunggakan pokok dan bunga x 3%

8. Jaminan Kredit a. Gaji beserta hak lainnya yang dinyatakan dalam Surat Pernyataan/ Kuasa yang ditandatangani debitur beserta suami/ istri dan diketahui Kepala Dinas/ Instansi/ Koperasi pegawai/ Lembaga/ Perusahaan terlampir. b. Asli Kartu Pegawai (Karpeg) atau Kartu Register Induk Pegawai atau Surat Keputusan Kenaikan Golongan/ Ruang Pegawai terakhir dan atau yang dipersamakan dengan itu (bagi pegawai yang pembayaran gajinya tidak melalui PT bank SUMUT). c. Penyimpanan dokumen asli Jaminan Kredit. B. Hasil Pengumpulan Data Dalam melakukan pengolahan data yang diperoleh untuk mengetahui pengaruh tingkat suku bunga terhadap jumlah permintaan kredit maka penulis menggunakan beberapa metode yaitu: 1. Analisis Koefisien Korelasi Koefisien Korelasi merupakan alat untuk mengetahui apakah variabel X dan variable Y mempunyai suatu hubungan atau tidak. Persamaan Koefisien Korelasi:

r=

n

(∑x ) − ( ∑x )
2

n∑xy − ∑x ∑ y
2

n

(∑y ) − (∑y )
2

2

a. Jika r = Mendekati 0, maka hubungan antara kedua variabel ada tetapi sangat lemah dan jika 0 tidak terdapat hubungan sama sekali. b. Jika r = Mendekati 1, maka hubungan antara kedua variabel dikatakan positif dan jika +1 maka hubungan antara kedua variabel sangat kuat sekali c. Jika r = -1 atau mendekati -1 maka hubunga antara variabel “X” dan variabel “Y” ada tetapi bersifat negatif. 2. Koefisien Determinasi atau Koefisien Penentu Dengan rumus : D = r 2 x 100% (Teguh, Muhammad, 1999,207)

BAB V PEMBAHASAN 1. Perkembangan Permintaan Kredit Multi Guna Pada PT Bank SUMUT Pusat. TABEL 1 PERKEMBANGAN PERMINTAAN KREDIT BULAN AGUSTUS (2006) – MEI (2007) PERMINTAAN TAHUN BULAN KREDIT (JUMLAH REALISASI DANA) Agustus September 2006 Oktober November Desember Januari Februari 2007 Maret April Mei Sumber: PT Bank SUMUT Pusat Rp.1.852.061.485 Rp.1.903.280.790 Rp.1.934.183.918 Rp1.961.463.449 Rp.1.987.708.959 Rp.1.989.522.881 Rp.2.048.967.852 Rp.2.163.570.085 Rp.2.295.369.439 Rp.2.411.421.986 Rp 51.219.305 30.903.128 27.279.531 26.245.510 1.813.922 59.444.971 114.602.233 131.799.354 116.052.547 % 2,77 1,62 1,41 1,34 0,09 2,99 5,59 6,09 5,05 KENAIKAN/ PENURUNAN

Agustus 2006 jumlah permintaan kredit sebesar Rp. 1.852.061.485,Persentase kenaikan permintaan kredit setiap bulan dari Agustus 2006 sampai dengan Mei 2007 adalah sebagai berikut: September 2006 = Jumlah realisasi September 2006 – Jumlah realisasi Agustus 2006 Jumlah realisasi Agustus 2006 = Rp.1.903.280.790 – Rp1.852.061.485 x 100% x 100%

Rp.1.852.061.485 = 2,77% Oktober 2006 = Jumlah realisasi Oktober 2006 – Jumlah realisasi September 2006 Jumlah realisasi September 2006 = Rp.1.934.183.918 – Rp.1.903.280.790 Rp.1.903.280.790 =1,62% November 2006 = Jumlah realisasi November 2006 – Jumlah realisasi Oktober 2006 Jumlah realisasi Oktober 2006 = Rp.1.961.463.449 – Rp.1.934.183.918 Rp.1.934.183.918 = 1,41% Desember 2006 = Jumlah realisasi Desember 2006 – Jumlah realisasi November 2006 Jumlah realisasi November 2006 = Rp. 1.987.708.959 – Rp.1.961.463.449 Rp.1.961.463.449 = 1,34% Januari 2007 = Jumlah realisasi Januari 2007 – Jumlah realisasi Desember 2006 Jumlah realisasi Desember 2006 = Rp. 1.989.522.881 – Rp. 1.987.708.959 Rp. 1.987.708.959 = 0,09% Februari 2007 = Jumlah realisasi Februari 2007– Jumlah realisasi Januari 2007 Jumlah realisasi Januari 2007 = Rp.2.048.967.852 – Rp. 1.989.522.881 Rp. 1.989.522.881 = 2.99% Maret 2006 x 100% x 100% x 100% x 100% x 100% x 100% x 100% x 100% x 100% x 100%

= Jumlah realisasi Maret 2007 – Jumlah realisasi Februari 2007 Jumlah realisasi Februari 2007 = Rp. 2.163.570.085 – Rp. 2.048.967.852 Rp. 2.048.967.852 = Rp. 5,59% April 2006 = Jumlah realisasi April 2007 – Jumlah realisasi Maret 2007 Jumlah realisasi Maret 2007 = Rp.2.295.369.439 – Rp. 2.163.570.085 Rp. 2.163.570.085 = 6,09% Mei 2006 = Jumlah realisasi Mei 2007 – Jumlah realisasi April 2007 Jumlah realisasi April 2007 = Rp. 2.411.421.986 – Rp. 2.295.369.439 Rp. 2.295.369.439 = 5,05% x 100% x 100% x 100%

x 100%

x 100%

x 100%

Pada bulan Agustus 2006, jumlah realisasi adalah Rp.1.852.061.485. September 2006 jumlah realisasi meningkat sebesar Rp.51.219.305

Pada bulan

atau mengalami

peningkatan 2,77% dari bulan Agustus 2006. Pada bulan Oktober 2006, jumlah realisasi meningkat sebesar Rp.30.903.128 atau mengalami peningkatan 1,62% dari bulan September. Pada bulan November 2006, jumlah realisasi meningkat sebesar Rp.27.279.531 atau mengalami peningkatan 1,41% dari bulan Oktober. Pada bulan Desember 2006, jumlah realisasi meningkat sebesar Rp.26.245.510 atau mengalami peningkatan 1,34% dari bulan November. Pada bulan Januari 2007, jumlah realisasi meningkat sebesar Rp.1.813.922 atau mengalami peningkatan 0,09% dari bulan Desember. Pada bulan Februari 2007, jumlah realisasi meningkat sebesar Rp.59.444.971 atau mengalami peningkatan 2.99% dari bulan Januari . Pada bulan Maret 2007, jumlah realisasi meningkat sebesar Rp.114.602.233 atau mengalami peningkatan 5,59% dari bulan Februari. Pada bulan April 2007, jumlah realisasi meningkat sebesar Rp.131.799.354 atau mengalami peningkatan 6,09% dari bulan Maret. Pada bulan Mei 2007, jumlah realisasi meningkat sebesar Rp.116.052.547 atau mengalami peningkatan 5,05% dari bulan April.

2. Perkembangan Jumlah Nasabah Debitur Kredit Multi Guna Pada PT Bank SUMUT TABEL 2 PERKEMBANGAN JUMLAH NASABAH DEBITUR BULAN AGUSTUS (2006) – MEI (2007) TAHUN BULAN JUMLAH NASABAH DEBITUR 84.563 84.982 85.474 85.918 86.422 86.525 87.324 88.526 90.397 91.894 KENAIKAN/PENURUNAN ORANG 419 492 444 504 103 799 1202 1871 1497 % 0,50 0,58 0,52 0,58 0,12 0,92 1,38 2,11 1,66

Agustus September 2006 Oktober November Desember Januari Februari 2007 Maret April Mei Sumber : PT Bank SUMUT Pusat

Bulan Agustus 2006 nasabah debitur berjumlah 84.563 orang. Persentase kenaikan jumlah nasabah debitur setiap bulan mulai dari bulan Agustus 2006 sampai dengan Mei 2007 adalah sebagai berikut: September 2006 = Nasabah debitur September 2006 – Nasabah debitur Agustus 2006 Nasabah debitur Agustus 2006 = 84.982 – 84.563 x 84.563 = 0,50% 100% x 100%

Oktober 2006

= Nasabah debitur Oktober 2006 – Nasabah debitur September 2006 x 100% Nasabah debitur September 2006 = 85.474 – 84.982 x 84.982 = 0,58% November 2006 = Nasabah debitur November 2006 – Nasabah debitur Oktober 2006 x 100% Nasabah debitur Oktober 2006 = 85.918 – 85.474 x 85.474 = 0,52% Desember 2006 = Nasabah debitur Desember 2006 – Nasabah debitur November 2006 x 100% Nasabah debitur November 2006 = 86.422 – 85.918 x 85.918 = 0,58% Januari 2007 = Nasabah debitur Januari 2007 – Nasabah debitur Desember 2006 Nasabah debitur Desember 2006 = 86.525 – 86.422 x 86.422 = 0,12% Februari 2007 = Nasabah debitur Februari 2007 – Nasabah debitur Januari 2007 x 100% Nasabah debitur Januari 2007 = 87.324 – 86.525 x 86.525 = 0,92% Maret 2007 = Nasabah debitur Maret 2007 – Nasabah debitur Februari 2007 x 100% Nasabah debitur Februari 2007 = 88.526 – 87.324 x 100% 100% 100% x 100% 100% 100% 100%

87.324 = 1,38% April 2007 = Nasabah debitur April 2007 – Nasabah debitur Maret 2007 Nasabah debitur Maret 2007 = 90.397 – 87.324 x 100% 87.324 = 2,11% Mei 2007 = Nasabah debitur Mei 2007 – Nasabah debitur April 2007 x 100% Nasabah debitur April 2007 = 91.894 – 91.894 x 100% 91.894 = 1,66% Pada bulan Agustus 2006, jumlah nasabah debitur adalah 84.563. Pada bulan September 2006 jumlah nasabah debitur meningkat sebesar 419 atau mengalami peningkatan 0,50% dari bulan Agustus 2006. Pada bulan Oktober 2006, jumlah nasabah debitur meningkat sebesar 492 atau mengalami peningkatan 0,58% dari bulan September 2006. Pada bulan November 2006 jumlah nasabah debitur meningkat sebesar 444 atau mengalami peningkatan 0,52% dari bulan Oktober 2006. Pada bulan Desember 2006, jumlah nasabah debitur meningkat sebesar 504 atau mengalami peningkatan 0,58% dari bulan November 2006. Pada bulan Januari 2007, jumlah nasabah debitur meningkat sebesar 103 atau mengalami peningkatan 0,12% dari bulan Desember 2006. Pada bulan Februari 2007, jumlah nasabah debitur meningkat sebesar 799 atau mengalami peningkatan 0,92% dari bulan Januari. Pada bulan Maret 2007, jumlah nasabah debitur meningkat sebesar 1202 atau mengalami peningkatan 1,38% dari bulan Februari 2006. Pada bulan April 2007, jumlah nasabah debitur meningkat sebesar 1871 atau mengalami peningkatan 2,11% dari bulan Maret 2007. Pada bulan Mei 2007, jumlah nasabah debitur meningkat sebesar 1497 atau mengalami peningkatan 1,66% dari bulan April 2007. x 100%

3. Pengaruh Tingkat Suku Bunga Terhadap Permintaan Kredit Multi Guna Pada PT Bank SUMUT Pusat TABEL 3 PERHITUNGAN KOEFISIEN KORELASI TINGKAT BUNGA DAN JUMLAH NASABAH DEBITUR PERIODE AGUSTUS (2006) – MEI (2007) SUKU BUNGA TAHUN BULAN PER BULAN (%) Agustus 13% September 13% 2006 Oktober 13% November 13% Desember 13% Januari 12,5% Februari 12,5% 2007 Maret 12,5% April 12,5% Mei 12,5% JUMLAH 129 Sumber: PT Bank SUMUT Pusat
n∑xy − ∑x ∑ y
2

JUMLAH DEBITUR PER BULAN (ORANG) Y 84,5 84,9 85,4 85,9 86,4 86,5 87,3 88,5 90,3 91,8 871,5 1.166,1 1.171,62 1.178,52 1.185,42 1.192,32 1.038 1.047,6 1.062 1.083,6. 1.101,6 11.226,78 190,44 190,44 190,44 190,44 190,44 144 144 144 144 144 1672 1.140,25 7.208,01 7.293,16 7.378,81 7.464,96 7.482,25 7.621,29 7.832,25 8.154,09 8.427,24 76.002,31 XY X² Y²

r=

n

(∑x ) − ( ∑x )
2

n

(∑y ) − (∑y )
2

2

r=

10 ( ∑1672 2 ) − ( ∑129 ) − 10 ( 76 .002 ,31) − ( 871 ,5)
2

10 x11 .226 ,78 −129 x871 ,5

2

r=
r=

{16 .720
79

−16 .641 }

112 .267 ,8 −112 .423 ,5

{760 .023 ,1 − 759 .512 ,25 }

−155 ,7 510 ,85

r=

−155 ,7 200 ,89

r = − ,77 0

Dari hasil di atas dapat kita lihat bahwa hasil korelasi bernilai negatif yaitu sebesar – 0,77 yang menunjukkan bahwa tingkat bunga dan permintaan kredit yang ditinjau dari jumlah nasabah debitur memiliki hubungan yang bersifat negatif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat suku bunga maka semakin banyak jumlah nasabah yang mengajukan kredit pada Bank SUMUT yang mengakibatkan semakin banyak jumlah dana yang dikeluarkan untuk kredit dan sebaliknya semakin tinggi tingkat suku bunga maka semakin sedikit jumlah nasabah yang mengajukan kredit pada Bank SUMUT yang mengakibatkan semakin sedikit jumlah dana yang dikeluarkan untuk kredit. Selanjutnya koefisien penentunya dapat dihitung sebagai berikut : D = r 2 x 100% D = ( − 0.77 ) 2 x 100% D = 0,5929 x 100% D = 59,29% Artinya bahwa 59,29% dari jumlah nasabah yang mengajukan Kredit Multi Guna pada Bank SUMUT dipengaruhi oleh tingkat bunga, dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain misalnya : tingkat pelayanan, agunan yang diminta sebagai jaminan kredit,dan lain-lain.

4. Pengaruh Tingkat Suku Bunga Terhadap Permintaan Kredit Multi Guna Pada PT Bank SUMUT Pusat TABEL 4 PERHITUNGAN KOEFISIEN KORELASI TINGKAT BUNGA DAN JUMLAH REALISASI DANA PERIODE BULAN AGUSTUS (2006)- MEI (2007)

SUKU BUNGA TAHUN BULAN PER BULAN (%) Agustus 13% September 13% 2006 Oktober 13% November 13% Desember 13% Januari 12,5% Februari 12,5% 2007 Maret 12,5% April 12,5% Mei 12,5% JUMLAH 129 Sumber: PT Bank SUMUT Pusat
r=

JUMLAH REALISASI DANA PER BULAN (Rp. 000.000) Y 1.852 1.903 1.934 1.961 1.987 1.989 2.048 2.163 2.295 2.411 20.534 25.557,6 26.261,4 26.689,2 27.061,8 27.420,6 23.868 24.576 25.956 27.540 28.932 263.862,6 190,44 190,44 190,44 190,44 190,44 144 144 144 144 144 1672 3.429.904 3.621.409 3.740.356 3.845.521 3.948.169 3.956.121 4.194.304 4.678.569 5.267.025 5.812.921 42.494.299 XY X² Y²

n

(∑x ) − ( ∑x )
2

n∑xy − ∑x ∑ y
2

n

(∑y ) − (∑y )
2

2

r=

10 ( ∑1672

2

) − ( ∑129 )

10 x 263 .862 ,6 −129 x 20 .543
2

− 10 ( 42 .494 .299 ) − ( 20 .543 )
− 422 .014 .849 }

2

r=

{16 .720

−16 .641 }

2.638 .626 − 2.650 .047

{424 .942 .990

r=
r =

−11 .421 79 2.928 .141
−11 .421 15 .209 ,31

r = − ,75 0

Dari hasil di atas dapat kita lihat bahwa hasil korelasi bernilai negatif yaitu sebesar -0.75 yang menunjukkan bahwa tingkat bunga dan permintaan kredit yang ditinjau dari jumlah realisasi danas memiliki hubungan yang bersifat negatif. artinya bahwa antara tingkat bunga dan jumlah realisasi dana memiliki hubungan yang bersifat negatif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat suku bunga maka semakin banyak jumlah nasabah yang mengajukan kredit pada Bank SUMUT yang mengakibatkan semakin banyak jumlah dana yang dikeluarkan untuk kredit dan sebaliknya semakin tinggi tingkat

suku bunga maka semakin sedikit jumlah nasabah yang mengajukan kredit pada Bank SUMUT yang mengakibatkan semakin sedikit jumlah dana yang dikeluarkan untuk kredit. Selanju Koefisien penentunya dapat dihitung sebagai berikut : D = r 2 x 100% D = ( − 0.75 ) 2 x 100% D = 0,5625 D = 56,25% Artinya bahwa 56,25% dari jumlah realisasi dana yang dikeluarkan oleh Bank SUMUT dipengaruhi oleh tingkat bunga, dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain misalnya : tingkat pelayanan, agunan yang diminta sebagai jaminan kredit,dan lain-lain.

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan 1. Pada tahun 2006 hingga tahun 2007 tingkat suku bunga KMG pada PT Bank SUMUT Pusat mengalami perubahan dimana pada tahun 2006 tingkat suku bunga sebesar 13% dan tahun 2007 tingkat suku bunga 12,5%. 2. Permintaan KMG pada PT Bank SUMUT Pusat mengalami peningkatan dari bulan Agustus 2006 sampai Mei 2007, dimana permintaan KMG pada bulan Agustus 2006 sebesar Rp.1.852.061.485,- kemudian mengalami peningkatan pada bulan September 2006 sebesar Rp.51.219.305,- pada bulan Oktober 2006 sebesar Rp.30.903.128,pada bulan November 2006 sebesar Rp.27.279.531 ,- pada bulan Desember 2006 sebesar Rp.26.245.510,- pada bulan Januari 2007 sebesar Rp.1.813.922,- pada bulan

Februari 2007 sebesar

Rp.59.444.971,- pada bulan Maret 2007 sebesar

Rp.114.602.233,- pada bulan April 2007 sebesar Rp.131.799.354,- pada bulan Mei 2007 sebesar Rp. 116.052.547 ,3. Dari analisis yang dilakukan antara tingkat bunga dan jumlah nasabah debitur dengan metode koefisien korelasi sederhana (Tabel 3), diperoleh hasil yang negatif yaitu sebesar – 0,77. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara tingkat bunga dan jumlah nasabah debitur bersifat negatif yang artinya semakin rendah tingkat bunga maka semakin banyak jumlah nasabah yang mengajukan Kredit Multi Guna pada PT Bank SUMUT Pusat dan sebaliknya semakin tinggi tingkat bunga maka semakin sedikit jumlah nasabah yang mengajukan kredit pada PT Bank SUMUT. 4. Nilai Koefisien Determinasi dari tabel 3 diperoleh sebesar 59,29%. Artinya dari jumlah nasabah yang mengajukan kredit pada PT Bank SUMUT Pusat dipengaruhi oleh faktor lain, misalnya tingkat pelayanan, agunan yang diminta sebagai jaminan, dan lain-lain . 5. Dari analisis yang dilakukan antara tingkat bunga dan jumlah realisasi dana dengan metode koefisien korelasi sederhana (Tabel 4), diperoleh hasil yang negatif yaitu sebesar -0,75. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara tingkat bunga dengan jumlah realisasi dana bersifat negatif yang artinya semakin rendah tingkat bunga maka semakin tinggi jumlah realisasi dana yang dikeluarkan oleh PT Bank SUMUT Pusat untuk kredit dan sebaliknya semakin tinggi tingkat bunga maka semakin rendah dana yang dikeluarkan oleh PT Bank SUMUT Pusat untuk kredit. 6. Nilai koefisien Determinasi dari tabel 4 diperoleh sebesar 56,25%. Artinya dari jumlah realisasi dana atau jumlah dana yang dikeluarkan oleh PT Bank SUMUT Pusat untuk kredit dipengaruhi oleh tingkat bunga dan sebaliknya dipengaruhhi oleh faktor lain misalnya : mutu pelayanan, agunan yang diminta sebagai jaminan dan lain-lain. B. Saran 1. Sebaiknya dalam menetapkan tingkat bunga kredit, pimpinan PT Bank SUMUT Pusat memperhatikan permintaan kredit. kebijaksanaan yang telah ditetapkan sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan dimana semakin rendah kredit akan meningkatkan

2. Agar PT Bank SUMUT terus meningkatkan pelayanannya kepada nasabah maupun mayarakat agar dapat berkembang pesat sesuai dengan tujuannya. 3. PT Bank SUMUT Pusat harus dapat mengambil tindakan tegas kepada nasabah yang beritikad kurang baik, untuk menekan sekecil mugkin kerugian yang dialami bank akibat kredit macet.

DAFTAR PUSTAKA Kasmir, S.E. 2002. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: PT Raja GrafindoPersada. Kasmir, S.E. 2002. Manajemen Perbankan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Muljono, Pudjo, Teguh. 2001. Manajemen Perkreditan bagi Bank Komersil. Yogyakarta: BPFE-Yogya. Sinungan, Muchdarsyah, Drs. 1995. Dasar-dasar dan Teknik Manajemen Kredit. Jakarta: PT Bina Aksara. Teguh, Muhammad. 1999. Metodologi Penelitian Ekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful