You are on page 1of 6

RANCANG BANGUN PROTOTIPE BUKA TUTUP GERBANG

MENGGUNAKAN PENGOLAHAN DATA SERIAL IR BERBASIS
MIKROKONTROLER ARDUINO
1

Dicky Pratama Rosadi, 2Dadan Nurdin Bagenda,S.T.,M.T.
Program Studi Teknik Informatika STMIK LPKIA
Jln. Soekarno Hatta No. 456 Bandung 40266, Telp. +62 22 75642823, Fax. +62 22 7564282
Email : dicky.pratama.r@gmail.com
Abstrak
Pada saat ini semakin banyak yang memberikan kemudahan bagi manusia. Dimana banyak diterapkan ilmu
pengetahuan dan teknologi baik mesin ataupun elektronik, sehingga pekerjaan manusia dapat dikerjakan dengan
mudah tanpa harus membuang tenaga dan mempersingkat waktu. Melihat kemungkinan dan kenyataan yang ada,
maka dibuatlah suatu alat yang dapat digunakan untuk menggantikan kegiatan atau pekerjaan manusia untuk
membuka dan menutup pintu gerbang dari jarak jauh.
Tugas Akhir ini menggunakan metode Object Oriented. Hardware yang digunakan yaitu IR Transmitter dan IR
Receiver sebagai input, Module Relay sebagai pengatur arah gerakan, Motor DC 12V sebagai output. Software
yang di gunakan yaitu Arduino IDE sebagai software untuk compiler data kedalam Arduino dan bahasa
pemograman yang di gunakan pada Arduino adalah bahasa pemograman C.
Berdasarkan hal tersebut, dibuatlah simulasi pintu pagar dengan remote control berbasis mikrokontroler arduino
yang diharapkan dapat diaplikasikan untuk membuka dan menutup pintu gerbang secara otomatis dan dapat
melengkapi kebutuhan manusia akan fasilitas kenyamanan dan kemudahan dalam mengoperasikan pintu pagar.
Kata kunci : Pintu Pagar, Infra Red, Arduino
1. Pendahuluan
Banyak otomatisasi atau komputerisasi suatu
pekerjaan tertentu sudah dirasa tidak asing lagi,
sebagai contoh pintu di mall atau pertokoan yang
secara otomatis terbuka bagi siapa saja yang akan
melewati pintu tersebut dan menutup kembali jika
tidak ada yang akan melewati pintu tersebut. Hal
tersebut merupakan salah satu kemudahan yang
diberikan teknologi yang terotomatisasi dalam
pelaksanaan kerjanya sehingga tidak ditunggui dan
dibuka-tutup oleh manusia. Di pemukiman elite
sudah diaplikasikan otomatisasi teknologi untuk
mempermudah manusia dalam berkegiatan, seperti
misalnya smart-home, yang menonjolkan sisi
‘pintar’ dari rumah tersebut dengan cara melakukan
beberapa pekerjaan rumah seperti membuka pintu
secara otomatis ketika pemilik rumah hendak
masuk, lampu menyala dan mati secara otomatis
dengan instruksi suara manusia, dan sebagainya,
tentunya dengan menggunakan sebuah alat yang di
rancang sedemikian rupa sehingga alat tersebut
dapat bekerja secara otomatis melalui pengaturan
tertentu tanpa harus selalu digerakan oleh manusia
secara manual.

dimasukan kedalam garasi akan sangat terbantu jika
gerbang atau pintu garasi tersebut dapat membuka
dan menutup secara otomatis tanpa harus diberikan
bantuan tenaga manusia untuk mendorong dalam
buka-tutup pintu pagar.
1.1. Landasan Teori
Mikrokontroller merupakan sebuah processor yang
digunakan untuk kepentingan kontrol. Meskipun
mempunyai bentuk yang jauh lebih kecil dari suatu
komputer
pribadi
dan
computerainframe,
mikrokontroller dibangun dari elemen – elemen
dasar yang sama. Seperti umumnya komputer,
mikrokontroller adalah alat yang mengerjakan
instruksi

instruksi
yang
diberikan
kepadanya.Artinya, bagian terpenting dan utama
dari suatu sistem terkomputerisasi adalah program
itu
sendiri
yang
dibuat
oleh
seorang
programmer.Program
ini
menginstruksikan
komputer untuk melakukan tugas yang lebih
kompleks yang diinginkan oleh programmer.
2. Dasar Teori
Pada bab ini akan dijelaskan beberapa dasar teori
yang berkaitan dengan permasalahan dan
metodologi pengembangan yang digunakan dalam
penyusunan laporan ini.

Modifikasi alat-alat kerja menjadi alat yang lebih
praktis bukan hanya sekedar mempermudah kerja
manusia, namun juga dapat menghemat tenaga dan
waktu yang dimiliki manusia, sehingga dapat
digunakan untuk kegiatan bermanfaat lainnya. Halhal dalam keseharian manusia seperti penghuni
rumah yang membawa mobilnya yang akan

2.1 Teori Tentang Permasalahan
Pada sub bab ini penulis akan menjelaskan tentang
landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan

1

Program ini menginstruksikan Gambar 1 Use Case Diagram Tabel 1 Use Case Skenario IR transmitter Use Case skenario IR transmitter Nama use case IR Transmitter. mikrokontroller adalah alat yang mengerjakan instruksi – instruksi yang diberikan kepadanya. Sistem pengendalian terdiri dari dua jenis. Diagram tersebut digunakan untuk memodelkan aliran kerja dengan menggunakan Diagram Pemodelan perilaku sistem dengan menggunakan State Chart Diagram (SCD).4 Pengertian Motor DC Motor listrik merupakan perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. misalnya memutar impeller pompa. . 2. dan dimodelkan dengan menggunakan Use Case. fan angin) dan di industri. Namanya berarti "bawah merah" (dari bahasa Latin infra.3 Pengertian Inframerah Inframerah adalah radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang lebih panjang dari cahayatampak. Use Case Scenario. Energi mekanik ini digunakan untuk. komputer untuk melakukan tugas yang lebih kompleks yang diinginkan oleh programmer. mengangkat bahan. 2. yaitu pengendalian loop tertutup dan pengendalian loop terbuka. Seperti umumnya komputer.1 Aliran proses Aliran proses digunakan untuk mengambarkan aliran proses kerja dalam sistem yang dirancang berdasarkan kegiatan-kegiatan.1. Motor listrik kadangkala disebut “kuda kerja” nya industri sebab diperkirakan bahwa motor-motor menggunakan sekitar 70% beban listrik total di industri.5 Mikrokontroler Atmega328 Mikrokontroller merupakan sebuah processor yang digunakan untuk kepentingan kontrol. perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio.1 Use Case Diagram Use case diagram merupakan model diagram UML yang digunakan untuk menggambarkan requirement fungsional yang diharapkan dari sebuah sistem. dll) tergantung compiler yang digunakan.1.2 Perangkat lunak digunakan ArduinoIDE Sebuah mikrokontroler tidak akan bekerja bila tidak diberikan program untuk diisikan ke dalam mikrokontroler tersebut.1. merah merupakan warna dari cahaya tampak dengan gelombang terpanjang. mikrokontroller dibangun dari elemen – elemen dasar yang sama. Meskipun mempunyai bentuk yang jauh lebih kecil dari suatu komputer pribadi dan computerainframe. Class Diagram dan Sequence Diagram 2.Artinya. dll. 3. Pengguna. Analisis dan Perancangan Perangkat Lunak Bab ini membahas semua kebutuhan pemakai dan menjelaskan proses perancangan perangkat lunak. termasuk menyangkut mengkonfigurasikan dari komponenkomponen perangkat keras dan perangkat lunak dari suatu sistem.2 Pengertian Pengendalian Sistem pengendali (Control System) merupakan sistem yang mengendalikan suatu proses. serta menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk yang dapat berupa penggambaran. 2. bagian terpenting dan utama dari suatu sistem terkomputerisasi adalah program itu sendiri yang dibuat oleh seorang programmer. 3. serta perancangan algoritma setiap program yang akan dijabarkan dengan pseudocode. Uraian dalam bab ini meliputi gambaran perangkat lunak secara umum. menggerakan kompresor.1. Pascal. JAVA.1. dalam tugas akhir ini akan digunakan perangkat lunak Arduino IDE sebagai media penghubung antara program yang akan diisikan ke mikrokontroler ATmega328 yang menggunakan bahasa C.yang dihadapi serta metodologi pengembangan yang digunakan sebagai tolak ukur mengenai simulasi yang akan di rancang. "bawah"). 2.1 Rancang Bangun Bangun (desain) adalah tahap dari setelah analisis dari siklus pengembangan sistem yang merupakan pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional. Motor listrik digunakan juga di rumah (mixer. Hasil dari analisis dan perancangan yang dilakukan digambarkan dalam bentuk diagram.1. bor listrik. baik secara manual ataupun otomatis. 2. Oleh karena itu. fan atau blower. Basic. Deskripsi Aktor 2 Mengirimkan sinyal inframerah. Pemrograman mikrokontroler AVR dapat menggunakan low level language (assembly) dan high level language (C. 3.

3.2 Pemodelan data (Class Diagram) Diagram kelas merupakan kumpulan kelas-kelas objek atau satu set objek yang memiliki atribut dan operasi yang menggambarkan perilaku suatu kelas.1. motor bergerak buka atau tutup. Telah menerima sinyal inframerah dari transmitter. perintahkan relay. Gambar 3 Sequence Diagram 3. Skenario Aksi aktor Reaksi sistem 1. Menerima sinyal yang dikirim dari remot. Deskripsi Menerima sesuai instruksi untuk membuka atau menutup pintu gerbang. Kondisi akhir Menggerakan Motor DC. Rancangan antarmuka ini mempertimbangkan berbagai kemudahan dan fungsionalitas dari perangkat lunak itu sendiri. Menerima sinyal dari inframerah pengirim. Merespon 2. Motor DC instruksi yang di menjadi bergerak. Membaca 2. Kondisi akhir Skenario Aksi aktor 1. Tabel 2 Use Case Skenario IR receiver Use Case skenario IR Receiver Deskripsi Aktor Kondisi awal Kondisi akhir Skenario Aksi aktor Reaksi sistem 2. remot. Kondisi awal Sinyal dari receiver telah di terima. Aktor Pengguna. Gambar 2 Class Diagram Reaksi sistem 1. 3. Memberi sinyal dari transmitter. Nama use case Buka atau tutup pintu pagar. Tekan tombol pada Menekan tombol pada remot. Memberikan perintah kepada alat. 3 . Aktor Pengguna.3 Sequence Diagram Diagram interaksi atau sequance adalah diagram interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan dalam waktu tertentu. Merespon sinyal yang akan di teruskan pada relay. instruksi kepada relay.Kondisi awal Kondisi akhir Skenario Aksi aktor 1. Deskripsi Mengaktifkan relay setelah diberikan perintah atau instruksi. State Chart Diagram merupakan suatu alat pemodelan yang menggambarkan sifat dan perilaku system berdasarkan waktu maupun respon dari suatu kondisi yang diterima oleh sistem. Tabel 4 Use Case Skenario buka tutup gerbang Use Case skenario buka tutup gerbang Nama use case Buka tutup gerbang. Inframerah receiver atau penerima akan menerima sinyal. Reaksi sistem 2.4 Pemodelan perilaku sistem Pemodelan perilaku system menggambarkan perilaku dari system secara spesifik berdasarkan respon suatu kondisi yang diterima oleh suatu objek dalam sistem.1. Inframerah receiver atau penerima. Tabel 3 Use Case Skenario Relay Aktif Use Case skenario untuk Relay aktif Nama use case Relay aktif. Pengguna.1. Kondisi awal Relay telah aktif.

1 Analisa rangkaian Pada sistem pintu pagar berbasis mikrokontroler arduino ini.3. perintah itu tidak langsung mengaktifkan motor (output) namun melewati optokopler terlebih dahulu agar 4 . pengiriman data kapan saja serta pengiriman data yang mudah menjadikan Inframerah digunakan sebagai sensor yang digunakan dalam miniatur pintu pagar ini. Gambar 4 State Char Diagram 4.2 Mikrokontroler Atmega328 Dibawah ini adalah gambar skema sistem minimum dengan mikrokontroler ATmega328 yang dipakai dalam sistem minum Arduino. Untuk latihan membuat pemograman arduino kita bisa menggunakan ISIS simulator sebagai board pengujian rangkaian pemograman arduino. maka akan aktif pada semua kontrol sistem yang ada di dalam Arduino. 4. 4.3. harus sangat dipahami terlebih dahulu fungsi utama dari simulasi pintu pagar berbasis mikrokontroler yaitu membuka dan menutup pintu pagar secara semi otomatis yakni menggunakan remote inframerah. Analisis dan Perancangan Perangkat Keras Sub bab ini menjabarkan tentang analisis dan perancangan perangkat keras. tegangan sumber 7-12V atau Usb dari laptop adalah sebagai sumber tegangan untuk menghidupkan ataupun menjalankan Arduino Uno. Selain itu Arduino ini bekerja apabila diberi sumber 7-12V dan 12V pada optokopler. 4.1 Modul relay sebagai kontak penghubung output Setelah pengeluaran sinyal dari mikrokontroler yang berbentuk perintah.4. Harganya yang relatif tejangkau. Pada saat remote ditekan.4 Subsistem perangkat output Pada sub bab ini menjelaskan mengenai sub dari sistem perangkat output yang terdapat pada alat. 4.3 Arduino sebagai pengontrol rangkaian Arduino ialah suatu rangkaian sistem minimum AVR yang ditanamkan bootloader ke IC berisi program downloader sehingga software yang khusus untuk pemograman arduino board bisa juga dipakai untuk sistem minimum biasa yang bisa kita buat sendiri. Pengaktifan tersebut akan memberikan perintah kepada optokopler untuk diolah sehingga mengaktifkan relay untuk menghasilkan tegangan yang memberi sumber tegangan untuk motor DC 12V menggerakan pintu pagar. semua sistem bekerja apabila Arduino yang sudah di program bekerja. hal tersebut akan mengaktifkan rangkaian pogram pada arduino. 4. Pembahasan meliputi perangkat keras yang di gunakan dalam pembuatan perancangan alat. Gambar 5 Blok Diagram Perencanaan Pada perancangan ini. Kemudian ketika arduino diaktifkan.1 Blok diagram sistem Gambar dibawah ini merupakan gambar blok diagram dari rancang bangun pintu pagar secara keseluruhan.3 Subsistem perangkat input Pada sub bab ini menjelaskan mengenai sub dari sistem perangkat input yang terdapat pada alat.2 Inframerah sebagai saklar Penggunaan Inframerah sebagai saklar dikarenakan rangkaian Inframerah begitu sederhana sehingga mudah untuk digunakannya terlebih lagi Inframerah sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Setelah input Arduino dipasang inframerah . sedangkan output arduino dipasangkan ke optokopler yang kemudian akan menjalankan relay 12V dan dilanjutkan ke motor 12V.Gambar 6 Rangkaian Keseluruhan Simulasi Setelah seluruh perancangan alat selesai dirampngkan. dimulai dengan receiver inframerah sebagai penerima sinyal inframerah yang dipancarkan oleh remote inframerah sampai ke relay dan beban motor DC 12V. 4. 4.3. 4.

4. dengan tujuan untuk mengetahui kinerja sistem secara keseluruhan. pengujian subsistem perangkat input. Pengujian dilakukan dengan pemberian arus 12V DC kepada driver relay untuk mengecek apakah berfungsi atau tidak. hingga modul program yang dimasukan pada sistem minimum Arduino Uno. Pengujian limit switch ini dilakukan pada saat pintu gerbang sedang berjalan kemudian di tekan limit switch. No. Pengujian kepekaan sensor inframerah 2. perangkat output. pengujian subsistem perangkat output. 5 Keterangan 5.2 Pengujian subsistem perangkat input 1 Peka terhadap objek 5. 1 meter 6 5. salah satunya driver relay. apa bila limit switch ini berfungsi dengan baik maka pintu akan berhenti ketika limit limit switch di tekan.2 Pengujian Limit switch Limit switch berfungsi untuk memutuskan sambungan pada rangkaian yang sedang berjalan.3 Pengujian Motor DC Pengujian Motor DC dilakukan agar mengetahui apakah Motor DC berfungsi dengan baik atau tidak. 5. pengujian subsistem dan integrasi sistem serta hasil hasil pengujian secara keseluruhan. Relay diuji dengan diberi arus listrik dan diukur oleh avometer. 5. Fungsi Relay disini adalah sebagai saklar. yang dimulai dari perangkat input. Relay ketika diberi tegangan akan bekerja (on) namun jika tidak diberikan tegangan maka relay tidak akan bekerja (Off). Loncatan tegangan tersebut diakibatkan karena adanya pertemuan antara arus AC dan arus DC.2. Pengujian ini merupakan pengujian tahap akhir.4 Hasil pengujian Dalam melakukan implementasi dan pengujian dari sistem. 4. Program dibuat dengan menggunakan bahasa C berekstensi *. Motor DC menyala ke kiri menutup dengan hasil ukuran 12V DC Sub bab ini menjelaskan mengenai pengujian pada perangkat input yang digunakan.3 Integrasi sistem Integrasi sistem merupakan pengujian yang dilakukan dengan menggabungkan seluruh sistem rangakaian perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software). 5 . 2 1.5 meter Peka terhadap objek 3 2 meter Peka terhadap objek 4 2.1 Pengujian Inframerah Pengujian Inframerah dilakukan dengan cara inframerah transmitter di arahkan pada inframerah receiver kemudian receiver akan merespon terhadap sinyal yang diberikan oleh inframerah receiver. 1. Kemudian. Jarak 3 meter objek 5. kemudian driver relay tersebut meneruskannya dengan memberikan arahan Motor DC apakah bergerak ke arah kanan atau bergerak ke arah kanan. hal ini dapat merusak mikrokontroler.1 Compiling program Compiling program merupakan tahapan akhir dalam proses pembuatan program.3 Pengujian Driver Motor Sebelum pengujian program.2. Implementasi dan Pengujian Bab ini berisi uraian mengenai tahapan untuk membangun/mewujudkan rancangan sistem baru secara nyata. 5. Tabel 5 Pengujian sensor inframerah Pengujian Sensor Inframerah Peka terhadap objek 3. akan tetapi bahasa C merupakan bahasa yang tidak bisa diterima secara langsung oleh mikrokontroler.2.5 meter Peka terhadap objek Peka terhadap objek 7 4 meter Peka terhadap objek 8 4. maka switch yang ada di dalam relay akan bekerja. Kegitan yang dibahas meliputicompiling program.5 meter 5. setelah melalui optokopler tersebut dilanjut kepada relay yang berfungsi sebagai pengontak hasil dari peng-couple-an tegangan menuju output.c. Jadi Motor DC disini adalah sebagai output terakhir yang berfungsi untuk menggerakan pintu pagar. tentunya pemeriksaan komponen dilakukan terlebih dahulu.2.5 meter Peka terhadap objek 9 5 meter Peka terhadap objek 10 5.5 meter Peka terhadap objek 11 6 meter Peka terhadap objek 12 6.5 meter Tidak peka terhadap Motor DC menyala ke kanan membuka dengan hasil ukuran 12V DC 5.mikrokontroler tetap aman apabila terjadi loncatan tegangan. perlu dilakukan pengujian terhadap kinerja hardware.2 Motor DC sebagai penggerak Motor DC sebagai penggerak disini yaitu setelah driver relay memberikan perintah yang telah dikirimkan. Hal ini berpacu pada fungsi relay sebagi saklar otomatis apabila dibei tegangan.

namun pada jarak yang cukup jauh (4. MENGGUNAKAN UML. DAFTAR PUSTAKA 1. 2011 4. membuka dan menutup pintu pagar menjadi lebih cepat. Untuk pengembangan kedepannya. Untuk sensor yang digunakan. oleh karena itu terdapat beberapa saran untuk keseluruhan alat yaitu sebagai berikut : 1. Panduan Praktis Mempelajari Aplikasi Mikrokontroler dan Pemrogramannya Menggunakan Arduino. pada jarak dekat (1 – 4meter) remote inframerah dapat direspon oleh receiver dari berbagai sisi. Apress 6. Tabel 6 Pengujian kinerja hardware Secara keseluruhan setelah pengujian di lakukan Hardware bekerja sesuai dengan fungsinya. Hardware yang tidak berhasil dalam tahap pengujian akan diperbaiki atau diganti agar dapat digunakan kembali sesuai fungsinya. 5. lebih baik di tambahkan komponen door lock sehingga apabila pintu pagar telah menyentuh ujungnya pada saat menutup akan langsung mengunci dan sebaliknya apabila pintu di tekan untuk membuka maka secara otomatis akan langsung unlock pada kuncinya. 6. “Beginning Arduino”. Yogyakarta. “Pengenalan Arduino”. Dengan menggunakan mikrokontroler menjadi lebih praktis dan tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk membuka dan menutup pintunya. 4. Muhammad Syawil. Brian Evans. 6. 2011.C. Prabowo Pudjo Widodo Herlawati. 3. tidak harus memikirkan jarak karena dikendalikan dari jarak jauh atau wireless untuk membuka dan menutup pintu pagarnya. 3. Kesimpulan dan Saran Bab ini memuat elaborasi kesimpulan yang dituliskan pada abstrak.2 Saran Dari hasil penelitian yang telah dilakukan untuk saran kedepannya agar alat tersebut agar menjadi lebih baik. Kedepannya lebih baik di tambahnkan sensor gerak pada pintu.V ANDI OFFSET. Bandung. baiknya untuk pengendali jarak jauh untuk menggunakan radio frekuensi agar jangkauannya lebih luas lg tidak seperti infra merah yang cakupannya tidak seperti radio frekuensi. 2013. C. Panduan Mudah Simulasi dan Praktek Mikrokontroler . Apress. Untuk kedepannya.”Beginning Arduino Programming”. sehingga apabila pintu pagar dalam keadaan kosong tidak ada gerakan maka secara otomatis pintu akan menutup kembali dan apabila pintu pagar sedang dalam proses menutup dan terdeteksi ada gerakan maka secara otomatis pintu akan berhenti secara mendadak.Di bawah ini merupakan hasil pengujian dari semua komponen yang terdapat pada rancang bangun pintu pagar yang telah dilakukan. 6. Yogyakarta. Setelah alat diaplikasikan dengan menggunakan mikrokontroler. Saran untuk kajian lanjutan serta practical implication dari kerja mahasiswa dapat dituliskan pada bab ini. arduino dapat berjalan dengan baik dan bisa diaplikasikan kedalam dunia nyata. Feri Djuandi. Michael McRobert.Elexmedia Dari hasil pengujian.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan terhadap keseluruhan alat sebagai berikut : 1.2011. 2013.V ANDI OFFSET. 2 Edition. 2. karena untuk membuka dan menutupnya hanya dengan menekan sebuah tombol yang telah di program dengan mikrokontroler. INFORMATIKA. dapat disimpulkan bahwa simulasi pintu pagar berbasis mikrokontroler 6 .5 – 6 meter) kepekaannya masih bagus tetapi harus dilakukan secara tegak lurus dengan receiver. 2. 2. alangkah baiknya untuk dirancang agar sensor dapat diketahui secara fleksibel dan dilakukan dari banyak sisi untuk lebih mempermudah pengguna. Abdul Kadir. 2013.