You are on page 1of 5

Konflik Perusahaan Dengan Karyawan

(Tugas Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia)

Oleh

Anwika Utami

1114051006

Fitra Prayoga A

11140510. .

Putri Eka W

1114051042

Yudha Aditya M

1114051067

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2014

Konflik buruh dengan perusahaan di PT Adistama Gemilang

Ratusan tenaga kontrak PT Adistama Gemilang yang bekerja pada PT Central
Java Wood Industri di Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Jawa
Tengah, Rabu (24/8), mogok kerja menuntut THR satu bulan gaji. Para pekerja
yang seharusnya memulai aktivitas pukul 07.00 WIB hanya duduk bergerombol di
halaman pabrik pengolahan kayu tersebut. Koordinator aksi, Ambarwati,
mengatakan selain menuntut pemberian tunjangan hari raya (THR) sebesar satu
bulan gaji, mereka juga minta pembayaran upah lembur, uang makan, dan
transportasi.
Menurut perjanjian, katanya, selepas masa uji coba enam bulan karyawan berhak
mendapatkan masa kontrak minimal satu tahun. Perusahaan juga harus
mengutamakan

kesejahteraan

karyawan

dengan

memberikan

peralatan

keselamatan kerja yang memadai, yakni masker dan kaus tangan minimal diganti
seminggu sekali. Ambarwati mengatakan, pekerja saat ini hanya diberi THR
sekitar 50% dari gaji.
Mogok kerja yang dijaga petugas Polres Temanggung tersebut kemudian
dilanjutkan dengan pertemuan antara pihak PT Adistama Gemilang, perwakilan
pekerja, dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Temanggung.
Hasil pertemuan menyatakan perusahaan hanya mampu memberi THR sebesar
50%. Manajer PT Adistama Gemilang Boimin mengatakan perusahaan hanya
mampu memberi THR paling tinggi 50% dari gaji karyawan. "Tuntutan pekerja
agar THR dibayar penuh satu bulan gaji tidak bisa kami penuhi tahun ini,
mungkin pada Lebaran tahun depan," katanya. (Ant/OL-01)

Analisis kasus :
Karyawan memang merupakan salah satu aset terpenting dari sebuah perusahaan
yang harus dijaga dan disejahterakan agar dalam melakukan pekerjaannya mereka
dapat lebih tenang dan produktif dalam menghasilkan produk. Dari permasalahan
diatas jelas bahwa sebenarnya perusahaan sudah memberikan salah satu dari
program kesejahteraan yaitu dengan memberikan THR (Tunjangan Hari Raya)
walapun belum bisa 1 gaji penuh. Pemberian THR tidak harus selalu berwujud
uang tetapi bisa juga dengan barang-barang/kebutuhan pokok lainnya. Karyawan
tidak bisa semena-mena meminta kesejahteraan yang melampaui batas
kemampuan perusahaan. Dalam hal ini karyawan juga harus melihat bagaimana
kondisi keuangan perusahaan. Seharusnya yang lebih bisa mengerti adalah
karyawannya. Apabila mereka sudah bekerja dengan baik, produktif, penjualan
meningkat, tanpa meminta pun seharusnya perusahaan sudah memikirkan akan
memberikan insentif bagi karyawannya.
Jika dikatakan diatas bahwa karyawan meminta upah lembur, uang makan dan
transportasi itu memang betul jika hal tersebut memang belum diberikan oleh
perusahaan. Seharusnya perusahaan akan membayar lebih untuk setiap karyawan
yang memang setiap hari atau setiap minggu sudah lembur dalam bekerja.tidak
seharusnya perusahaan hanya memeras keringat karyawannya tanpa memberikan
upah yang lebih atas jerih payahnya. Karyawan lembur dikarenakan tuntutan
ekonomi keluarga yang tinggi sehingga mereka mau untuk bekerja lembur. Hal
itulah yang memberi motivasi karyawan untuk bekerja lebih keras. Perusahaan
juga harus mengetahui hal tersebutApabila memang perusahaan tidak bisa
memberikan itu semua setidaknya ada sebagian yang harus diberikan. Karena
memang kesejahteraan karyawan sangatah penting. Satu ccontoh diatas masalah
penggantin masker dan kaus tangan seminggu sekali. Perusahaan harusnya lebih
mementingkan keselamatan kerja karyawannya. Apabila karyawan sampai sakit
yang rugi adalah perusahaan itu sendiri, harus membayar upah sedangkan
produktivitas akan berkurang. Memang inti dari masalah diatas adalah tentang
karyawan yang meminta kesejahteraan mereka diperhatikan. Hal itu tidaklah
salah. Harusnya ada koordinasi dan komunikasi yang baik antar keduanya yaitu
perusahaan dan karyawan. Sehingga akan terjadi kerjasama yang saling

menguntungkan dan tidak merugikansatu dengan yang lain. Apabila ada masalah
yang mungkin memang krusial dan perlu diselesaikan maka perundingan antar
kedua belah pihak adalah jalan yang terbaik.
Solusi yang diberikan yaitu berasal dari pihak perusahaan, buruh, dan pemerintah.
Dimana dari sudut pandang pemerintah haru lebih mengawasi hal-hal dibawah ini
:
1. Kenaikan Gaji
Pemerintah harus bisa lebih jeli dalam melakukan kenaikan gaji, karena bisa
memicu kenaikan inflasi. Dengan adanya inflasi berarti sama saja tidak
bermanfaat bagi karyawan itu sendiri karena harga barang-barang juga akan naik.
2. Memperbaiki sistem pengupahan
Pemerintah harus memerhatikan penghasilan para pekerja. pekerja haruslah
mendapatkan penghasilan yang layak. Pemerintah sudah menetapkan upah
minimum regional (UMR). Dan dalam menetapkan upah minimum tersebut
pemerintah juga harus secara adil dan bijak.
Sedangkan dari sudut pandang perusahaan itu sendiri yaitu para pengusaha harus
berlaku adil dan bijaksana dan tidak semena-mena memperlakukan para buruh
yang telah bekerja untuk memenuhi kebutuhan perusahaan perusahaan harus lebih
memberikan kesejahteraan para karyawannya. Dengan karyawan yang sehat,
senang, tidak tertekan akan membuat priduktivitas yang tinggi sehingga akan
lebih menguntungkan perusahaan, tatapi kembali lagi bahwa kesejahteraan
karyawan itu penting. Dengan memberikan sarana prasarana yang memadai,
insebtif yang cukup, akan membuat karyawan merasa nyaman saat bekerja.
Lalu darai sudut pandang buruh/karyawan itu sendiri adalah buruh memiliki hakhak yang seharusnya mereka dapatkan. Apabila hak tersebut tidak meraka
dapatkan pasti akan menimbulkan dampak yang buruk bagi perusahaan. Meraka
akan melakukan aksi-aksi yang justru akan memberikna kerugian bagi perusahaan
itu sendiri seperti demo dan mogok kerja. Baiknya memang setiap permasalahan
diselesaikan dengan cara perundingan antar kedua belah pihak. Mencari solusi
yang tepat untuk setiap maslah, sehingga tidak ada yang saling dirugikan satu
sama lain. Oleh karena itu perusahaan sebaiknya mengatahui apa yang menjadi

hak dan kewajibannya begitu juga para pekerja dengan begitu maka akan terjadi
kerja sama yang kondusif, sebaiknya para pekerja dan perusahaan saling
berkontribusi.