Page 1 of 5

Personel grup band SLANK, Kaka, Abdi, Bimbim, Rido dan Ivan berada di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Senin (24/3). Mereka datang ke KPK untuk memberikan dukungan kepada KPK dalam usaha pemberantasan korupsi di Indonesia. Slank juga menyumbangkan sebuah album berjudul Anti Korupsi untuk KPK.

Slankers Siap Mati Bela Slank
Niat BK DPR menempuh langkah hukum terhadap Slank, ditanggapi kelompok penggemar grup band tersebut. Para Slankers (julukan fans Slank) siap bergerak membela grup band pujaannya, jika DPR terus mempersoalkan lirik lagu Slank yang dinilai melecehkan wakil rakyat. Tak hanya Slankers, Oi (komunitas penggemar Iwan Fals) dan Baladewa (fans grup band Dewa 19) juga akan berdiri di belakang Slank untuk menghadapi upaya pemberangusan terhadap kreativitas seni. "Apa yang disampaikan DPR sudah berlebihan, wong lirik lagu saja diributkan. Sikap seperti itu jangan-jangan malah menunjukkan bahwa mereka sebenarnya seperti yang disebutkan dalam lirik lagu," ujar Ariska, salah seorang Slankiss (panggilan Slankers Surabaya). Ia menambahkan apa yang disampaikan Slank melalui lagu-lagunya merupakan sebuah bentuk kreativitas seniman. "Indonesia kan negara demokrasi," tegas Ariska, Selasa (8/4). Menurut Ariska, meski saat ini para Slankiss memilih mengamati perkembangan, mereka akan bergerak jika manajemen Slank Surabaya membuat kesepakatan. "Bagi kami Slank itu sudah mendarah daging, lihat saja nanti," tambah Slankiss yang berstatus mahasiswa. Sementara itu, salah satu dedengkot Slank Fans Club Surabaya, Ida, menyatakan para Slankiss memberi dukungan moral penuh krpada Slank. "Sakitnya Slank, sakitnya kami juga," tegas

www.AbgTop.info

Page 2 of 5

Slankers yang disebut sebagai `bunda'-nya Slankiss itu. Meski demikian, ia menegaskan pada dasarnya Slankers tidak pernah tertarik dengan hal berbau politik. Mereka berusaha berdiri di atas semua golongan, berdasarkan falsafah Slankisme yang mereka anut. "Saya yakin Slanker Indo akan datang untuk mendampingi presiden rock n' roll. Jangankan disuruh demo, kalo beliau menyuruh anarkis pasti Slankers mau, tapi moga-moga aja tidak. Hanya Slanker yang tahu jiwa Slank," tambah Ida. Yang dimaksud dengan presiden rock n`roll itu Ialah BimBim, penggebuk drum dan juga pencipta lagu Slank. Dukungan bagi Slank tidak datang hanya dari para Slankers. Beberapa kelompok fans lain seperti Oi dan Baladewa juga memberi apresiasi. "Jalur hukum sebenarnya nggak perlu untuk hal-hal yang sifatnya mengungkapkan pendapat. Kalau tersinggung dengan lagu sebaiknya ngaca diri dulu," ujar Rangga, anggota Oi (Orang Indonesia/fans Iwan Fals) Surabaya. Menurutnya, lagu merupakan ekspresi, ungkapan emosi dan bisa saja mengutarakan kondisi apa adanya. Sebagai pecinta Iwan Fals yang notabene juga dikenal sebagai musisi vokal, anggota Oi dari kawasan Medokan Semampir itu tidak menolak jika nanti harus mendukung langsung Slank atau para Slankers. Bagi Adriano Rachmanda, anggota Baladewa (Fans Dewa 19) Surabaya aksi penuntutan hukum bagi musisi karena karyanya sebenarnya bisa dihindari. Menurutnya mencari solusi secara kekeluargaan sebenarnya bisa menjadi jalan terbaik daripada langsung menempuh langkah hukum. (Warta Kota)

www.AbgTop.info

Page 3 of 5

Kaka (kanan) dan Bimbim, dua personel Slank, ketika menyerahkan album Anti Korupsi di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, 24 Maret lalu.

Slank: Masyarakat Enggak Bodoh
JAKARTA, SENIN - Slank memilih untuk menunggu saja langkah yang akan diambil oleh DPR mengenai lirik lagu grup tersebut yang berjudul Gosip Jalanan, yang berbunyi, "DPR tukang buat UU dan korupsi." "Kami tunggu saja apa yang akan dilakukan oleh DPR," kata Ridho Hafiedz, satu dari dua gitaris Slank, ketika dihubungi pada Selasa ini (8/4). Ridho mengaku heran terhadap langkah DPR mengkaji apakah lirik lagu Gosip Jalanan termasuk menista lembaga tersebut dan patut ditindaklanjuti secara hukum. "Kok DPR jadi kayak panik begitu?" tuturnya. "Namanya saja gosip jalanan," sambungnya. "Lagi pula, lagu itu sudah dirilis tiga tahun lalu. Kenapa baru jadi masalah sekarang?" tuturnya lagi. Lagu Gosip Jalanan memang bukan lagu baru. Tadinya, lagu itu merupakan bagian dari album Slank yang berjudul PLUR (Peace, Love, Unity & Respect) dan telah dirilis pada 2005. Namun, dalam rangka mendukung usaha Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Slank kemudian memasukkan lagu tersebut ke dalam album Anti Korupsi, yang mereka berikan kepada KPK. Menurut Ridho, sebetulnya lirik lagu itu juga tak sekeras apa yang biasa diserukan oleh para pengunjuk rasa di DPR. "Para demonstran malah sampai bilang, 'Bubarkan DPR,' segala. Kami enggak sekeras itu," ujarnya. Ridho juga berterima kasih kepada publik yang mendukung Slank berkait dengan masalah tersebut. "Kami bersyukur, dari orang-orang yang mengirim pesan lewat SMS, menelepon, atau berkomentar lewat media (online), enggak ada yang memprotes Slank. Semua mendukung
www.AbgTop.info

Page 4 of 5

Slank," ucapnya. "Masyarakat enggak bodoh kok. Mereka tahu mana yang benar, mana yang enggak," tandasnya.
   

Kamis, 10 Apr 2008,

DPR Batal Gugat Slank
Mau tau gak mafia di Senayan Kerjanya tukang buat peraturan Bikin UUD ujung-ujungnya duit... Itulah sepenggal syair lagu Gosip Jalanan punya grup band Slank yang menyulut kontroversi. Telinga para anggota DPR yang mendengar lirik lagu itu memerah. Mereka siap menggugat para personel band tersebut ke pengadilan. Namun, tertangkap tangannya anggota DPR Al Amin Nur Nasution oleh KPK membatalkan niat itu. Badan Kehormatan (BK) DPR akhirnya tidak melanjutkan rencana gugatan terhadap lagu Gosip Jalanan yang dinilai melecehkan kehormatan wakil rakyat itu. Keputusan tersebut diambil setelah BK berkonsultasi dengan pimpinan DPR kemarin (9/4). "BK DPR RI cukup merespons sampai pada proses konsultasi dengan pimpinan dewan dan kemudian memberikan saran untuk tidak melanjutkan aduan tersebut," jelas Wakil Ketua BK Gayus Lumbuun. Berikutnya, DPR menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai isi lirik lagu yang sempat dimainkan Slank dalam rangka kampanye antikorupsi bersama di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pembatalan rencana gugatan atas lagu Slank tersebut diputuskan tepat beberapa jam setelah penangkapan anggota Komisi IV DPR Al Amin Nur Nasution oleh KPK. Anggota FPPP tersebut diduga menerima suap dari mitra kerja. Kejadian tersebut terkesan mengonfirmasi isi lirik lagu Gosip Jalanan yang memicu polemik. Meski tidak jadi menggugat, keprihatinan terhadap isi lagu Slank masih diungkapkan oleh Wakil Ketua BK Tiurlan Hutagaol. Dia melihat merosotnya moral seniman dalam mengekspresikan idenya untuk memberikan kritik sosial. "Kenapa harus pakai kata-kata lendir, selangkangan. Bagaimana kalau anak-anak bertanya kepada ibunya soal kata-kata itu?" kata anggota Fraksi Damai Sejahtera itu, geram. BK membantah bahwa pengajuan gugatan atas lagu Gosip Jalanan urung karena desakan sejumlah pimpinan partai politik yang khawatir kehilangan simpati masyarakat menjelang
www.AbgTop.info

Page 5 of 5

Pemilu 2009. "Tidak ada tawar-menawar politik dalam hal ini," tegas Gayus. Menurut dia, sebagai wakil rakyat, sudah semestinya DPR memberikan keputusan akhir kepada masyarakat. Sehari sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir membela kritik yang dilakukan Slank kepada DPR itu. Kritik tersebut, lanjut Soetrisno, merupakan masukan agar segera dilakukan evaluasi dan perbaikan internal lembaga parlemen. Bahkan, sumber di jajaran DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyebutkan, Selasa malam (8/4) telah dilakukan rapat di kantor DPP, Lenteng Agung. Dalam rapat tersebut, Gayus Lumbuun dipanggil agar menjelaskan rencana menggugat Slank itu. Akhirnya, DPP PDIP juga menginstruksikan agar Gayus tidak melanjutkan rencana tersebut. Alasannya, tak sedikit konstituen PDIP yang juga penggemar Slank atau biasa disebut Slanker. (cak/iro/el)

www.AbgTop.info