You are on page 1of 8

RINGKASAN

Makanan merupakan sumber energi yang dibutuhkan oleh manusia.


Manusia mengandalkan supplai energinya dari karbohidrat. Masyarakat Indonesia
sendiri kebanyakan menjadikan beras sebagai makanan pokok utama mereka,
selain itu ada juga alternatif bahan pokok lainnya yaitu ubi kayu. Ubi kayu atau
yang lebih dikenal singkong ini produksinya menempati urutan kedua di
Indonesia setelah padi. Dalam pemanfaatannya, dewasa ini singkong banyak
dimanfaatkan untuk pembuatan tepung mocaf maupun tepung tapioka. Dari proses
pengolahan singkong ini tentunya akan menghasilkan suatu limbah yaitu kulit
singkong. Kulit singkong biasanya hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak
maupun bahan baku pembuatan brriket. Padahal didalam kulit singkong ini
terdapat kandungan karbohidrat yang cukup tinggi yang bisa dijadikan alternatif
bahan pangan bagi manusia. Oleh karena itu maka muncullah ide untuk membuat
panganan
yang
berbahan
dasar
kulit
singkong
ini.
Skinkong merupakan produk olahan yang berbahan dasar kulit singkong (manilot
esculenta L. skin) yang dibuat dengan cara sederhana, mulai dari proses
pengupasan, pencucian, pemotongan, perebusan, pengeringan dan penggorengan.
Dari hasil implementasi produk ini diharapkan nantinya dapat meningkatkan nilai
dari kulit singkong itu sendiri serta mampu menciptakan lapangan usaha baru.
Produk ini nantinya akan dipasarkan dengan menggunakan sistem kemitraan atau
reseller maupun penjualan secara online untuk memudahkan pelanggan dalam
mendapatkan produk ini.
Sebagai ajang pemberdayaan masyarakat, nantinya selain melakukan penjualan
produk, penulis juga akan mengajarkan dan mengajak masyarakat yang ada di
daerah penghasil singkong untuk turut serta melakukan kegiatan produksi guna
meningkatkan perekonomian mereka.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah.
Di Indonesia ketela pohon atau yang lebih popular dengan nama singkong
merupakan bahan makanan pokok ketiga setelah padi dan jagung. Selain itu
Singkong merupakan produksi pertanian terbesar kedua yaitu setelah padi.
Berdasarkan fieldtrip yang penulis lakukan di Desa Bendrong, Kec. Tumpang,
Kab. Malang, Jawa Timur ditemukan bahwa singkong merupakan produksi desa
terbesar ke dua setelah ternak sapi perah. Hampir 20% masyarakat desa tersebut
berprofesi sebagai petani singkong. Di desa ini harga singkong per kwintalnya
adalah Rp. 150.000, maka untuk meningkatkan nilai jual dari singkong itu sendri
dibuatlah berbagai macam produk mulai dari keripik singkong hingga tepung
mocaf. Namun, dalam pelaksanaan produksinya masih terdapat limbah yang
dihasilkan yang berupa kulit singkong. Biasanya kulit singkong hanya di jual
dengan

harga

yang

murah

sebagai

bahan

pakan

ternak.

Berdasarkan dari observasi dan keinginan warga sekitar untuk menaikkan nilai
dari kulit singkong tersebut maka muncullah ide untuk membuat penganan dari
kulit singkong ini.
sendiri dibuat dengan cara memotong-motong kulit singkong kecil-kecil
seperti batang korek api yang kemudian di rebus dan direndam. Kemudian hasil
rendaman tersebut dikeringkan dan di goreng dengan menambhakan gula merah
dalam proses penggorengannya, lalu dibentuk menjadi bulat-bulat kecil selagi
hangat.
Dengan adanya produk ini, diharapkan mampu mengangkat nilai jual dari
kulit singkong itu sendiri yang sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi
para pengangguran dan mampu meminimalisir limbah yang dihasilkan dari
produksi keripik singkong maupun tepung mocaf.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarakan rumusan masalah diatas maka dapat disimpulkan pkok
permasalahannya adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana mengeksplorasi kulit singkong menjadi produk carang
mas ?
2. Bagaimana strategi pemasaran yang akan digunakan untuk menjual
produk carang mas kulit singkong ini?
1.3 Tujuan
1. Memberitahukan cara pembuatan dan proses pengolahan kulit
singkong menjadi carang mas.
2. Mengetahui strategi pemasaran produk yang tepat.
1.4 Luaran yang diharapkan
1. Mampu mengeksplorasi kulit singkong sebagai bahan dasar carang
mas sehingga meningkatkan nilai jualnya.
2. Membudayakan

sikap,

semangat,

perilaku

dan

kemampuan

berwirausaha di kalangan masyarakat.


3. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui wirausaha mandiri.
1.5 Kegunaan Usaha
1. Bagi Masyarakat.
Dengan terwujudnya program ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi positif bagi masyarakat berupa peningkatan nilai jual dari
kulit singkong serta mampu meminimalisir adanya limbah dari
pembuatan tepung mocaf maupun keripik singkong.
2. Bagi Pelaksana Program.
Dengan terlaksananya program ini diharapkan pelaksana program
dapat meningkatkan kreativitasnya guna menjadi bekal pengembangan
ilmu pengetahuan praktis yang didapat selama ini.

BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
2.1 Kondisi umum lingkungan.
Konsumsi masyarakat pada saat ini lebih memilih pada makananmakanan

cepat

saji

yang

notabene

memiliki

dampak

buruk

bagi

kesehatan. Terutama di daerah malang dan sekitarnya banyak membuka


toko-toko cepat saji seperti mc donald dan KFC sebagai contoh. Dampak
kesehatan yang timbul akibat mengonsumsi makanan cepat saji yaitu
kolesterol tinggi, tumor dan kanker. Meskipun dalam prosesnya penyakit
tersebut

lambat

untuk

dideteksi,

akan

tetapi

pada

akhirnya

akan

membahayakan bagi pengonsumsi.


Indonesia memiliki makanan tradisional yang menyehatkan dan patut
untuk

dilestarikan

bernama......

yang

seperti
dibuat

produk
dari

yang

limbah

akan

kulit

dibuat.

singkong.

Produk
Limbah

ini
kulit

singkong memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, tidak kalah


dengan kandungan dari singkong itu sendiri. Selain itu juga terdapat
kandungan nutrisi lainnya, yaitu..........
2.2 Potensi sumberdaya.
Kulit singkong yang menjadi bahan utama produk ini berasal dari
limbah kulit singkong yang tidak terpakai pada industri pengolahan kripik
singkong

dan

tepung

mocaf

yang

berada

di

desa

Bendrong,

Kec.

Tumpang, Kab.Malang. Seperti diketahui bahwa kulit singkong masih


memiliki

kandungan

nutrisi

yang

baik

bagi

kesehatan

manusia,

seperti........
2.3 Target Pasar.
Target pasar dari produk ini adalah kalangan masyarakat luas berbagai
tingkatan, karena pada dasanya produk ini aman dikonsumsi untuk anak-anak dari
usia 6 tahun hingga orang tua.
2.4 Strategi Pemasaran.
Pemasaran yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Mulut ke mulut

Pemasaran melalui mulut ke mulut merupakan teknik pemasaran dalam skala


lingkup kecil sehingga pemasaran terfokus pada area malang.
2. Pameran kewirausahaan.
Melalui

pameran

kewirausahaan

maka

akan

lebih

mudah

untuk

mempublikasikan kepada khalayak umum sehingga mampu mendobrak pasar


belum mengetahui produk ini
3. Pamflet
Penggunaan pamflet bertujuan untuk publikasi produk yang dijual, hal ini
bertujuan untuk mengenalkan konsumen secara regional.
4. Social media.
Media publikasi yang mudah dan dapat digunakan selalu adalah media
internet. Pemasaran dapat dilakukan secara online (online shop) ataupun
hanya sekedar publikasi. Media yang dapat digunakan sebagai pasar yaitu
facebbok, twitter, blckberry mesenger, blog dan sebagainya.

BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.1 Metode Pembuatan.
Metode pembuatan ..... ini dibuat dengan beberapa tahapan sebagai
berikut :
1. Pengumpulan.
Dalam pembuatan produk ini penulis menggunakan sisa limbah
dari industri rumah tangga pembuatan keripik singkong dan tepung
mocaf.
2. Pemisahan kulit.
Tahapan selanjutnya adalah melakukan pemisahan antara kulit ari
singkong dengan kulit singkong bagian dalam. Untuk pembuatan
produk ini hanya dibutuhkan kulit singkong bagian dalam yang
biasanya berwarna putih.
3. Pencucian.

Kulit singkong yang sudah terpisah dari kulit arinya kemudian di


cuci hingga bersih menggunakan air mengalir, hal ini bertujuan
untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang masih melekat pada
kulit singkong.
4. Pemotongan.
Kulit

singkong

menggunakan

yang

pisau

sudah

dengan

bersih

bentuk

kemudian

kecil

panjang

dipotong
menyerupai

batang korek api.


5. Perebusan.
Tahapan

berikutnya

adalah

merebus

kulit

singkong yang

telah

dipotong-potong dengan cara memasukkan kulit singkong pada air


yang

telah

menidih,

kemudian

direbus

hingga

berwarna

agak

cokelat.
6. Perendaman.
Proses perendaman kulit singkong yang telah direbus ini memiliki
tujuan untuk menghilangkan kandungan asam sianida pada kulit
singkong.

Perendaman

ini

dilakukan

selama

hari

dengan

mengganti air rendaman setiap hari.


7. Pengeringan.
Tahapan

selanjutnya

pengeringan

ini

adalah

bertujuan

untuk

proses

pengeringan,

mengurangi

kadar

proses
air

yang

terkandung pada kulit singkong.


8. Penggorengan
Penggorengan dilkaukan dengan menggunakan minyak yang sudah
panas, kemudian kulit singkong dimasukkan dan digoreng hingga
kering dan renyah. Kemudian masukkan irisan gula merah dan
aduk-aduk hingga gula merah mencair dan melekat pada kulit
singkong. Kemudian angkat dan bentuk menjadi bulat-bulat kecil.
9. Pengemasan.

BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN