You are on page 1of 2

Tulang merupakan bentuk khusus jaringan ikat yang terdiri dari sel, serat dan matriks

ekstraseluler (Eroschenko, 2008). Secara garis besar, tulang dibagi menjadi tulang panjang,
tulang pendek dan tulang pipih. Yang termasuk tulang panjang misalnya femur, tibia, fibula, ulna
dan humerus, dimana daerah batas disebut diafisis dan daerah yang berdekatan dengan garis
epifisis disebut metafisis. Contoh dari tulang pedek antara lain tulang vertebra dan tulang karpal.
Sedangkan tulang iga, tulang scapula dan tulang pelvis termasuk jenis tulang pipih (Rasjad,
2009).
Secara makroskopik tulang dibagi menjadi dua jenis, yaitu tulang kompak dan tulang
spongiosa/kanselosa. Pada tulang panjang, bagian silindris luar adalah tulang kompak padat.
Permukaan dalam tulang kompak di dekat rongga sumsum (cavitas medullaris) adalah tulang
spongiosa. Pada tulang kompak, serat kolagen tersusun dalam lapisan-lapisan tulang yang tipis
disebut lamela yang saling sejajar di bagian tepi tulang, atau tersusun konsentris mengelilingi
suatu pembuluh darah. Di tulang panjang, lamela sirkumferensial luar terletak di bagian dalam
periosteum. Lamela sirkumferensial dalam mengelilingi rongga sumsum tulang. Lamela
konsentrik mengelilingi saluran-saluran dengan pembuluh darah, saraf dan jaringan ikat longgar
yang disebut osteon. Ruang di osteon yang mengandung pembuluh darah dan saraf disebut
kanalis sentralis.
Berdasarkan histologinya, maka dikenal tulang imatur (non-lamellar bone, woven bone) dan
tulang matur (lamellar bone). Perbedaannya terutama dalam jumlah sel, jaringan kolagen dan
mukopolisakarida. Tulang matur ditandai dengan sistem Haversian atau osteon yang
memberikan kemudahan sirkulasi darah melalui korteks yang tebal. Tulang imatur mengandung
jaringan kolagen dan substansi semen dan mineral yang lebih sedikit dibanding dengan tulang
matur.
Ada beberapa jenis sel tulang, yaitu osteoblas, osteosit dan osteoklas. Osteoblas merupakan salah
satu jenis sel hasil diferensiasi sel masenkim yang sangat penting dalam proses osteogenesis atau
osifikasi. Osteoblas dapat memproduksi substansi organik intraseluler atau matriks, dimana
kalsifikasi terjadi di kemudian hari. Jaringan yang tidak mengandung kalsium disebut osteoid
dan apabila kalsifikasi terjadi pada matriks maka jaringan disebut tulang. Osteoblas yang
dikelilingi oleh substansi organik intraseluler di dalam lacuna disebut osteosit. Sedangkan

Sendi memberikan adanya segmentasi pada rangka manusia dan memberikan kemungkinan variasi pergerakan diantara segmen-segmen serta kemungkinan variasi pertumbuhan. Sendi adalah pertemuan dua tulang atau lebih. tidak ditutupi oleh permukaan tulang dengan sifat dan fungsi resorpsi sel. .osteoklas adalah sel yang bersifat multinukleus.