You are on page 1of 22

FRACTURE TIBIA PLATEAU

DEXTRA

Pembimbing
dr.Agus Saribudaya.Sp.OT
Disusun Oleh:
Doni Nugrahawati S.Ked
Eko Agus Suhariyadi .S.Ked
Didik Suhendro.S.Ked

STATUS PASIEN
 Nama

: Ny. S
 Umur
: 43 thn
 Alamat : Kayurejo, Ngawi
 Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga

nyeri pada kaki kanan (+). bengkak mata kanan (+). . Pasien tidak menggunakan helm saat kejadian. Pasien tidak mengalami penurunan kesadaran. luka robek di bawah mata kanan(+). Keluar darah dari telinga dan hidung (-). kram (+). ingat saat kejadian.Riwayat Penyakit Sekarang  Pasien datang setelah jatuh dari sepeda motor. Pasien jatuh ke arah depan karena menghindari penyeberang jalan.

 Riwayat Penyakit Dahulu  Hipertensi (-)  Diabetes (-)  Riwayat Penyakit Keluarga  Hipertensi (-)  Diabetes (-)  Kebiasaan dan Lingkungan  Baik .

Tanda Tanda Vital  TD : 120/80 mmHg  Nadi : 88 x / menit  RR : 26 x / menit  Suhu : 36.5 oC .

Anamnesis Sistem  Kepala / Leher : A I C D (-)  Vulnus Schissum periorbita dextra  Hematom orbita dextra  Laserasi orbita dextra. infra nasal  Thorax : simetris +/+. Wheezing (-). Murmur (-)  Pulmo : Vesikuler +/+. Gallop (-). retraksi -/ Cor : S1 S2 Tunggal. Ronkhi (-)  Abd : B U (+) N  Ext : Nyeri tekan pada femur dextra .

Pemeriksaan Penunjang  Ro Genue Dextra AP / Lateral  Tampak diskontinuitas pada intercondiler notch os tibia  Tibia plateau fraktur .

yang terdiri dari . baik yg bersifat total maupun partial. dimana fraktur terjadi pada permukaan sendi lateral dan medial. tulang rawan epifisis. tulang rawan sendi.DEFINISI  Fraktur adalah hilangnya kuntinuitas tulang.  Fraktur Tibia Plateau merupakan fraktur tibia intraartikuler.

EPIDEMIOLOGI  Predisposisi fraktur tibia plateau 1% dari keseluruhan fraktur dan 8% pada fraktur usia tua  Trauma bagian Lateral plateau 55%-70%  Bagian medial hanya 10%-25% dari fraktur tibia plateau  10%-30% fraktur tibia adalah bikondilar .

Perokok dan mobilitas tinggi.FAKTOR RESIKO  Usia muda : laki-laki.alcohol. pecandu obat.  Usia tua : Rentan fraktur penurunan kualitas tulang .trauma kecepatan tinggi.

dengan terjadinya hiperekstensi dari lutut maka kekuatan ditimbulkan oleh gerakan kondilus ke tibia plateau .  Aspek anterior dari kondilus femoralis berbentuk baji .MEKANISME TRAUMA  Sebagian besar kejadian fraktur tibia plateau akibat kecelakaan kecepatan dengan tinggi dan jatuh dari ketinggian. Biasanya akibat kompresi. Faktor usia dan kekuatan tulang berpengaruh .

MEKANISME TRAUMA  Pasien yang lebih tua dgn tulang yg osteopeni akan lebih cenderung menjadi tipe frakture depresi karena tulang subkondral nya lebih kaku untuk mengikuti beban.sedangkan usua tua dgn .  Usia muda dengan tulang yg kaku memiliki angka kejadian lebih tinggi untukterjadinya robekan ligamen.

KLASIFIKASI schatzker: .

DIAGNOSIS ANAMNESIS PEMERIKSAAN FISIK PEMERIKSAAN PENUNJANG .

Pada anamnesis didapatkan adanya :  Keluhan nyeri  Bengkak .ANAMNESIS  Anamnesis merupakan langkah pertama yang dilakukan untuk mengevaluasi pasien dengan fraktur.atau  Deformitas  Keluhan yang lain dapat dipaparkan pasien adalah tidak mampu untuk menggerakkan lutut secara .

PEMERIKSAAN FISIK  1. pemendekan/pemanjangan) Bengkak/kebiruan Fungsio laesa ( hilangnya fungsi gerak )  2. lateral.FEEL ( PALPASI) Tenderness(nyeri tekan) pada daerah fraktur Krepitasi . posterior/anterior) diskrepensi (rotasi.LOOK (INSPEKSI) Deformitas : Angulasi(medial.

baik gerakan aktif maupun pasif  Gerakan tidak normal.nyeri lutut dan tidak kuat ..Pemeriksaan trauma ditempat lain.abdomen.kepala.  4.thorak. hemathrosis sering terjadi berupa edema.MOVE (GERAKAN)  Nyeri bila digerakkan .PEMERIKSAAN FISIK  3.traktus urinarius dan pelvic.pada fraktur tibia plateau .gerakan yang terjadi tidak pada sendinya.  5.

 CT-Scan . . Lateral dan dua oblik. mengidentifikasi adanya pergeseran dari fraktur tibial plateau.PEMERIKSAAN PENUNJANG  Foto X-Ray – Anteroposterior (AP) .

TERAPI TIBIA PLATEAU  NON-OPERATIVE Frakture non-displaced dan stabil Hinged cast-brace malindungi pergerakan lutut Latihan pergerakan aktif dari lutut sbg stabilitas Dibolehkan memikul 8-12 .

Depresi pada articular yg dpt ditoleransi adalah 2mm – 1cm 2. 1.fraktuk yg retak lbh tidak stabil dibandingkan fraktur yg hanya kompresi 3.Adanya kerusakan vascular .Instabilitasi >10derajat dari lutut yang diperpanjang dibandingkan dengan sisi sebaliknya.Sindrom kompartemen 5.Fraktur terbuka 4.OPERATIVE Indikasi operasi frakture tibia plateau adalah .

PROGNOSIS  Prognosis pada fraktur tibia plateau : 1.lokasi dari pergeseran dan reduksi 3.Fraktur krn energi tinggi yg diterapi dengan fiksasi eksternal hanya memiliki insidensi sebesar 5% mengenai masalah luka .Insidensi arthritis post trasuma dihubungkan dengan usia pasien.Fraktur tibia plateau dapat menyebabkan kerusakan yg parah 2.

KOMPLIKASI DINI  Sindrom kompartemen  Kerusakan nervous peroneal  Laserasi arteri popliteal Komplikasi lanjut  Kekakuan sendi  Deformitas  osteoartritis .