3.1.

Definisi
Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya
Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama
masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan
masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan
kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.

3.2. Sejarah perkembangan
Pos pelayanan keluarga berencana - kesehatan terpadu (posyandu) merupakan
fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat yang didirikan di desa-desa kecil yang tidak
terjangkau oleh rumah sakit atau klinik. Posyandu dimulai terutama untuk melayani balita
(imunisasi, timbang berat badan) dan orang lanjut usia (posyandu lansia). Fasilitas pelayanan
ini lahir melalui suatu Surat Keputusan Bersama antara Menteri Dalam Negeri (Mendagri)
RI, Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional
(BKKBN) dan Ketua Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan
dicanangkan pada tahun 1986.
Legitimasi keberadaan Posyandu ini diperkuat kembali melalui Surat Keputusan
Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah tertanggal 13 Juni 2001 yang antara lain
berisikan “Pedoman Umum Revitalisasi Posyandu” yang antara lain diaktifkannya kembali
Kelompok Kerja Operasional (POKJANAL) Posyandu di semua tingkatan administrasi
pemerintahan. Penerbitan Surat Edaran ini dilatarbelakangi oleh perubahan lingkungan
strategis yang terjadi demikian cepat berbarengan dengan krisis moneter yang
berkepanjangan.
Berdasarkan Pedoman Umum Revitalisasi Posyandu melalui surat edaran Menteri
Dalam Negeri dan Otonomi Daerah nomor 411.3/1116/SJ tanggal 13 Juni 2001 ini,
diharapkan menjadi acuan bersama dalam upaya pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar dan
peningkatan status gizi masyarakat melalui Posyandu di masa mendatang dengan semangat
kebersamaan dan keterpaduan sesuai dengan fungsi masing-masing. Revitalisasi Posyandu
ini dititikberatkan pada starategi pendekatan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat
yang didasarkan atas nilai-nilai tradisi gotong royong yang telah mengakar di dalam
kehidupan masyarakat menuju kemandirian dan keswadayaan masyarakat . Ada 6 poin dalam
surat edaran tersebut untuk meningkatkan kegiatan Posyandu dan juga dapat disesuaikan
dengan situasi dan kondisi daerah, yaitu :
1

4. Membudayakan NKKBS. Pedoman ini dapat dipergunakan sebagai bahan acuan dalam melaksanakan revitalisasi Posyandu yang secara teknis masing-masing daerah dapat menyesuaikan. 3.3.3. Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera. terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB 3. Pengelola dan Program Pokok 2 . Berfungsi sebagai Wahana Gerakan Reproduksi Keluarga Sejahtera. 2. lembaga/negara donor dll). Pemerintah Daerah untuk mensosialisasikan dan mengkoordinasikan pelaksanaannya dengan melibatkan peran masyarakat (LSM. Posyandu mampu berperan sebagai wadah pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat 3. ormas. sektor swasta. 5. Meningkatkan peran masyarakat dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar. Posyandu merupakan upaya pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar dan peningkatan status gizi masyarakat 2. 3. Pelaksanaan Posyandu perlu dihimpun seluruh kekuatan masyarakat agar berperan serta secara aktif sesuai dengan kemampuannya 4.3. 6. Tujuan 3. Posyandu perlu dilanjutkan sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia yang dilaksanakan secara merata 5. terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.1. yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB 4.2 Tujuan Khusus 1. 6. Meningkatnya peran lintas sector dalam penyelenggaraan Posyandu. Meningkatkan cakupan dan jangkauan pelayanan kesehatan dasar. 3.1 Tujuan Umum Menunjang percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia melalui upaya pemberdayaan masyarakat. Gerakan Ketahanan Keluarga dan Gerakan Ekonomi Kelurga Sejahtera.

c. Imunisasi 4. Kriteria pembentukan Posyandu Pembentukan Posyandu sebaiknya tidak terlalu dekat dengan Puskesmas agar pendekatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat lebih tercapai dan tiap Posyandu melayani 100 balita. Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan serta petugas kesehatan dari Puskesmas. sarana dan prasarana posyandu. biaya Posyandu - Pemilihan kader Posyandu - Pelatihan kader Posyandu - Pembinaan b. dilakukan pelayanan masyarakat dengan sistem 5 meja yaitu : 3 . KB 3. Gizi 5. Penanggulangan diare Pembentukan Posyandu a. Kriteria kader 1) Dapat membaca dan menulis 2) Berjiwa sosial dan mau bekerja sama secara relawan 3) Mengetahui adat istiadat serta kebiasaan masyarakat 4) Mempunyai waktu yang cukup 5) Bertempat tinggal di wilayah Posyandu 6) Berpenampilan ramah dan simpatik 7) Diterima masyarakat setempat d. Pelaksanaan kegiatan Posyandu Posyandu dilaksanakan sebulan sekali yang ditentukan oleh kader. Langkah-langkah pembentukan - Pertemuan lintas program dan lintas sektoral tingkat kecamatan - Survei mawas diri yang dilaksanakan oleh kader PKK di bawah bimbingan teknis unsur kesehatan dan KB - Musyawarah masyarakat desa membicarakan hasil survei mawas diri. KIA 2.Ada 5 kegiatan pokok posyandu : 1.

pembagian Pil KB dan Kondom 3. sehingga antrian tidak terlalu panjang atau menumpuuk di satu meja. 3. perawat dan petugas KB). 2. Penyuluahan kesehatan lingkungan dan penyuluhan pribadi sesuai permasalahan dilaksanakan oleh kader PKK melalui meja IV dengan materi dasar dari KMS balita dan ibu hamil. ibu hamil dan ibu menyusui serta Wanita Usia Subur (WUS) dan Pasangan Usia Subur (PUS) pada daerah tersebut. Peserta Posyandu mendapat pelayanan meliputi : 1. Kesehatan ibu dan anak 2. Penimbangan juga dilayani di meja ini karena terbatasnya tempat dan untuk memudahkan kerja kader.5. Keluarga berencana. Pelayanan Meja I dan II Layanan meja I merupakan layanan pendaftaran. Petunjuk ini memudahkan ibu dan balita saat datang. Pelayanan Meja III 4 .Meja I : Pendaftaran Meja II : Penimbangan Meja III : Pengisian KMS Meja IV : Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS Meja V : Pelayanan KB dan Kesehatan - Imunisasi - Pemberian vitamin A dosis tinggi berupa obat tetes ke mulut tiap bulan Februari dan Agustus - Pembagian pil atau kondom - Pengobatan ringan - Konsultasi KB-Kesehatan Petugas pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh kader PKK sedangkan Meja V merupakan meja pelayanan paramedis (Bindes. Pemberian Oralit dan pengobatan 4. Alur pelayanan posyandu menjadi terarah dan jelas dengan adanya petunjuk di meja pelayanan. Sasaran dan Kegiatan Sasaran Posyandu adalah bayi dan balita. Pelayanan Posyandu 1.

3. 4. Pelayanan Meja V Pemberian makanan tambahan pada bayi dan balita yang datang ke Posyandu dilayani di meja V.Kader melakukan pencatatan pada buku KIA setelah Ibu dan balita mendaftar dan ditimbang. baik yang sudah ikut 5 . Penyuluhan diberikan pada semua ibu dan balita yang datang. sayur dan buah-buahan yang akan dibagikan sebelum pelaksanaan Posyandu. Pertumbuhan dan perkembangan bayi maupun balita dapat dipantau setiap bulan melalui catatan dalam buku KMS. Pendanaan Dana pelaksanaan Posyandu berasal dari swadaya masyarakat melalui gotong royong dengan kegiatan jimpitan beras dan hasil potensi desa lainnya serta sumbangan dari donatur yang tidak mengikat yang dihimpun melalui kegiatan Dana Sehat. Tugas ini dapat dilakukan oleh kader. kebiasaan hidup bersih. Pemberian makanan tambahan bertujuan mengingatkan ibu untuk selalu memberikan makanan bergizi kepada bayi dan balitanya. Kader melaporkan hasil kunjungan dan memberikan rujukan langsung ke bidan jika ada masalah serius. Petugas Puskesmas dan kader diminta secara rutin memberikan informasi lisan isi buku KMS kepada orang tua. Kader senantiasa mencatat dan mengisi hasil pertumbuhan bayi dan balita yang datang ke Posyandu di buku KMS milik bayi maupun balita. Masalah gizi buruk dapat terdeteksi sedini mungkin dengan adanya buku KMS. Kunjungan rumah dilaksanakan jika ibu tidak memungkinkan membawa bayi ke Posyandu. Bidan melakukan kunjungan rumah jika ada waktu luang. Kader menyiapkan nasi.6. lauk. 3. makanan bergizi dan masalah kesehatan umum yang dialami bayi maupun balita saat itu. 3. Keberhasilan Program Keberhasilan program Posyandu tergambar melalui cakupan SKDN S : semua balita di wilayah kerja Posyandu. Pengetahuan orang tua tentang cara merawat bayi dan balita juga dapat diperoleh dengan membaca buku KMS. Pencatatan dengan mengisikan berat badan balita ke dalam skala yang disesuaikan dengan umur balita.7. Pelayanan Meja IV Layanan meja IV memberikan layanan penyuluhan bagi ibu dan balita yang datang ke Posyandu. Penyuluhan pemberian ASI eksklusif.

pembinaan akan lebih terarah apabila didasarkan pada informasi yang lengkap. dan aktual. Pencatatan register anak balita dalam wilayah kerja Posyandu Januari-Desember e. Pencatatan kematian bayi. Kader Kesehatan 6 . Dengan kata lain pembinaan merupakan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi karena didasarkan pada informasi yang tepat.9.penimbangan ataupun yang belum melaksanakan penimbangan K : semua balita yang memiliki KMS D : balita yang ditimbang N : balita yang naik berat badannya Penilaian dilakukan berdasarkan : D/S : baik/kurangnya peran serta masyarakat N/D : berhasil tidaknya program Posyandu 3. Oleh sebab itu. Mekanisme Operasional SIP : Pemerintah Desa/Kelurahan bertanggung jawab atas tersedianya data dan informasi Posyandu Pengumpul data dan informasi adalah Tim Penggerak PKK dengan menggunakan instrumen : a. kelahiran dan kematian bayi. petugas Posyandu. anak balita. melahirkan. 3. Konkritnya. kematian ibu hamil.8. Pencatatan WUS-PUS dalam wilayah kerja Posyandu Januari-Desember f. baik dalam lingkup terbatas maupun lingkup yang lebih luas. Pencatatan register bayi (6-11 bulan) dalam wilayah kerja Poyandu Januari-Desember d. akurat. nifas dan menyusui. Sistem Informasi Posyandu Sistem informasi Posyandu adalah rangkaian kegiatan untuk menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan secara tepat guna dan tepat waktu bagi pengelolaan Posyandu. Sistem Informasi Posyandu merupakan bagian penting dari pembinaan Posyandu secara keseluruhan. Pencatatan register ibu hamil dalam wilayah kerja Posyandu Januari-Desember g Pengisian data pengunjung. b. melahirkan dan nifas Pencatatan register bayi (0-5 bulan) dalam wilayah kerja Posyandu Januari- Desember c. ibu hamil.

Pola pikir yang semacam ini merupakan penjabaran dari karsa pertama yang berbunyi. A. khusus dibidang kesehatan.Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa kegiatan di Posyandu. Dalam upaya untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat harus pula diperhatikan keadaan sosial budaya masyarakat.10. Secara umum istilah kader kesehatan yaitu kader yang dipilih oleh masyarakat tadi menjadi penyelenggara Posyandu. Dengan terbentuknya kader kesehatan. dipilih oleh masyarakat itu sendiri dan bekerjasama secara sukarela. Sehingga untuk mengikutsertakan masyarakat dalam upaya pembangunan khususnya dalam bidang kesehatan. tidak akan membawa hasil yang baik bila prosesnya melalui pendekatan dengan edukatif yaitu. Banyak para ahli mengemukakan mengenai pengertian tentang kader kesehatan antara lain : L. Direktorat Bina Peran Serta Masyarakat Depkes RI memberikan batasan kader: “Kader adalah warga masyarakat setempat yang dipilih dan ditinjau oleh masyarakat dan dapat bekerja secara sukarela”. Keikutsertaan masyarakat dalam meningkatkan efisiensi pelayanan adalah atas dasar terbatasnya daya dan adaya dalam operasional pelayanan kesehatan masyarakat akan memanfaatkan sumber daya yang ada di masyarakat seoptimal mungkin. pelayanan kesehatan yang selama ini dikerjakan oleh petugas kesehatan saja dapat dibantu oleh masyarakat. Selanjutnya dengan adanya kader. bentuk pelayanan kesehatan diarahkan pada prinsip bahwa masyarakat bukanlah sebagai objek akan tetapi merupakan subjek dari pembangunan itu sendiri. dimana anggotanya berasal dari masyarakat. Dengan demikian masyarakat bukan hanya merupakan objek pembangunan. berusaha menimbulkan kesadaran untuk dapat memecahkan permasalahan dengan memperhitungkan sosial budaya setempat. Gunawan memberikan batasan tentang kader kesehatan: “kader kesehatan dinamakan juga promotor kesehatan desa (prokes) adalah tenaga sukarela yang dipilih oleh dari masyarakat dan bertugas mengembangkan masyarakat”. meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya dalam bidang kesehatan. Tujuan pembentukan kader Dalam rangka mensukseskan pembangunan nasional. Pada hakikatnya kesehatan dipolakan mengikutsertakan masyarakat secara aktif dan bertanggung jawab. maka pesan-pesan yang disampaikan dapat 7 . tetapai juga merupakan mitra pembangunan itu sendiri. 3. Perilaku kesehatan tidak terlepas dari pada kebudayaan masyarakat.

Kegiatan yang dapat dilakukan kader di Posyandu adalah :  Melaksanakan pendaftaran. - Menyediakan sarana jamban keluarga. Gizi dan penanggulangan diare. Kegiatan yang dapat dilakukan kader di luar Posyandu KB-kesehatan adalah :  Bersifat yang menunjang pelayanan KB.diterima dengan sempurna berkat adanya kader. Imunisasi. - Pembersihan sarang nyamuk. mengingat bahwa pada umumnya kader bukanlah tenaga profesional melainkan hanya membantu dalam pelayanan kesehatan.11. - Pemberantasan penyakit menular. - Pembuatan sarana pembuangan air limbah. - Pembuangan sampah.  Mengajak ibu-ibu untuk datang pada hari kegiatan Posyandu. jelaslah bahwa pembentukan kader adalah perwujudan pembangunan dalam bidang kesehatan. baik menyangkut jumlah maupun jenis pelayanan.  Melaksanakan penimbangan bayi dan balita. Dalam hal ini perlu adanya pembatasan tugas yang diemban.  Melaksanakan pencatatan hasil penimbangan.  Memberikan penyuluhan. - Pemberian pertolongan pertama pada penyakit. - P3K 8 . Adapun kegiatan pokok yang perlu diketahui oleh dokter kader dan semua pihak dalam rangka melaksanakan kegiatan-kegiatan baik yang menyangkut di dalam maupun di luar Posyandu antara lain : 1. Tugas Kader Tugas kader akan ditentukan. KIA.  Memberi dan membantu pelayanan. - Penyehatan rumah. - Penyediaan sarana air bersih. 2. 3.  Kegiatan yang menunjang upanya kesehatan lainnya yang sesuai dengan permasalahan yang ada.

Secara disadari bahwa memilih kader yang merupakan pilihan masyarakat dan memdapat dukungan dari kepala desa setempat kadang-kadang tidak gampang. Dapat baca. Peranan kader di luar Posyandu KB-kesehatan :  Merencanakan kegiatan. - Kegiatan pengembangan lainnya yang berkaitan dengan kesehatan. memberikan informasi dan mengadakan kesepakatan kegiatan apa yang akan dilaksanakan dan lain-lain. Persyaratan Menjadi Kader Bahwa pembangunan dibidang kesehatan dapat dipengaruhi dari keaktifan masyarakat dan pemuka-pemukanya termasuk kader.  Melakukan pertemuan kelompok.  Melakukan kunjungan rumah kepada masyarakat terutama keluarga binaan. antara lain: menyiapkan dan melaksanakan survei mawas diri. tulis dengan bahasa Indonesia Secara fisik dapat melaksanakan tugas-tugas sebagai kader 9 . membahas pembagian tugas menurut jadwal kerja. menyajikan dalam MMD. 3. sudah barang tentu para pamong desa harus juga mendukung. membahas hasil survei. 3.12.- Dana sehat.  Melakukan komunikasi. informasi dan motivasi wawan muka (kunjungan).  Keluarga pembinaan yang untuk masing-masing untuk berjumlah 10-20 KK atau diserahkan dengan kader setempat hal ini dilakukan dengan memberikan informasi tentang upaya kesehatan dilaksanakan. Di bawah ini salah satu persyaratan umum yang dapat dipertimbangkan untuk pemilihan calon kader. Namun bagaimanapun proses pemilihan kader ini hendaknya melalui musyawarah dengan masyarakat.  Menggerakkan masyarakat: mendorong masyarakat untuk gotong-royong.  Melakukan pembinaan mengenai lima program keterpaduan KB-kesehatan dan upaya kesehatan lainnya. alat peraga dan percontohan. maka pemilihan calon kader yang akan dilatih perlu mendapat perhatian. menentukan kegiatan penanggulangan masalah kesehatan bersama masyarakat. menentukan masalah dan kebutuhan kesehatan masyarakat desa.

Laporan Tahunan Puskesmas Seberang Padang Tahun 2013 2. Jakarta: Bina Kesehatan Masyarakat. 4.usu. 10 . SA. Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah. Jakarta. sanggup bekerja secara sukarela. 2001. pandai baca tulis.ac.Mempunyai penghasilan sendiri dan tinggal tetap di desa yang bersangkutan. sanggup membina masayrakat sekitarnya. http://library.pdf Diakses dari : diakses tanggal 4 oktober 2009 3. 2006. Kader kesehatan mempunyai peran yang besar dalam upanya meningkatkan kemampuan masyarakat menolong dirinya untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Selain itu peran kader ikut membina masyarakat dalam bidang kesehatan dengan melalui kegiatan yang dilakukan baik di Posyandu. Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu. Pedoman Umum Revitalisasi Posyandu. mempunyai penghasilan tetap. Suparmanto.id/download/fkm/fkm-zulkifli1. DAFTAR PUSTAKA 1. Posyandu dan Kader Kesehatan. memiliki jiwa pengabdian yang tinggi. Aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial maupun pembangunan desanya Dikenal masyarakat dan dapat bekerjasama dengan masyarakat calon kader lainnya dan berwibawa Sanggup membina paling sedikit 10 KK untuk meningkatkan keadaan kesehatan lingkungan Diutamakan telah mengikuti KPD atau mempunyai keterampilan Dari persyaratan-persyaratan yang diutamakan oleh beberapa ahli di atas dapatlah disimpulkan bahwa kriteria pemilihan kader kesehatan antara lain. mendapat kepercayaan dari masyarakat serta mempunya kredibilitas yang baik dimana perilakunya menjadi panutan masyarakat. Zulkifli.

Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 11 . Dinas Kesehatan Kota Padang. 2005. Padang: Dinas Kesehatan. Departemen Kesehatan.5. 6. Direktorat Jendral Pembinaan Kesehatan Masyarakat. 1996. Panduan penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) bagi petugas kesehatan. Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU): Pedoman Kader.

Related Interests