INSTRUMENTASI DALAM HIPERKES

DAN K3
Disusun oleh :
1. Angga Wikan Widida
2. Layly Aslinda Saraswati
3. Risti Lestariningsih

Sound level meter
Fungsi :
Sound Level Meter digunakan untuk untuk mengukur kebisingan antara 30-130 dB dalam satuan
dBA dari frekuensi antara 20-20.000Hz.
Cara kerja :
Sebelum menggunakan alat ini, perlu dilakukan pengecekan kalibrasi untuk memastikan akurasi
alat ini dalam pengukuran nanti. Kalibrasi yang ideal adalah 90% ke atas. Tahap selanjutnya
menentukan range dan satuan yang akan digunakan. Pada umumnya, digunakan satuan dB
(decibel). Setelah itu, arahkan microphone kea rah sumber suara yang akan diukur. Selanjutnya
amati angka yang tertera pada layar sound level meter.

Nilai Ambang Batas kebisingan didasarkan pada waktu pemajanan terhadap bising,
sesuai Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor : 51/Men/1999. setiap kenaikan 3
dBA intensitas bising maka akan turun waktu pemajanan ½ nya (waktu paruh)

Catatan

:

Waktu pemajanan
per hari

Tingkat kebisingan
(dBA)

8 jam

85

4 jam

88

2 jam

91

1 jam

94

30 menit

97

15 menit

100

Tidak

boleh

terpajan

lebih

140

dBA,

walaupun

sesaat

Lux Meter
Fungsi :
Untuk mengetahui intensitas cahaya yang ada dalam suatu tempat, baik pada
ruang terbuka maupun ruang tertutup.
Cara kerja :
Nyalakan alat ini, kemudian lakukan terlebih dahulu kalibrasi untuk memastikan
apakah alat ini masih berfungsi dengan baik atau tidak. Kemudian, atur range dan satuan
yang hendak digunakan, satuan yang umum digunakan yaitu cd (candela). Buka sensor
cahaya kemudian biarkan selama beberapa saat untuk mendapatkan nilai intensitas
cahaya yang tetap.

Termo hydro digital
Fungsi :
Untuk mengukur suhu dan kelembaban dalam ruangan
Cara kerja :
1. Alat digantung dalam ruangan, atau diletakkan diatas meja, jangan selalu
dipegang.
2. Untuk mengetahui hasilnya menunggu 15 menit, kemudian dibaca.

Radio meter

Fungsi :
Mengukur tingkat radiasi

Vibration meter
Fungsi :
digunakan pada alat/mesin yang mempunyai getaran pada penggunaannya. Dengan
pengukuran vibration meter ini, akan didapatkan hasil yang akan dibandingkan dengan nilai ambang
batas yang telah ditentukan oleh Keputusan Menteri Tenaga Kerja.
Cara kerja :
1. Periksa Alat
- Sensor Getaran - Kabel Sensor - Power ON/OFF
- Tombol - Battery Componen - Display/LCD
2. Hidupkan Alat dgn menekan tombol Power ON/OFF
3. Tempelkan Sensor ke sumber getaran
4. Catat angka yang muncul di display

Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor : KEP51/MEN/1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di
tempat Kerja, untuk Getaran adalah :
--------------------------------------------------------------------------------Lama Pemaparan
Acceleration ( m/dtk2 )
--------------------------------------------------------------------------------4 - 8 jam
4
2 - 4 Jam
6
1 - 2 Jam
8
< 1 Jam
12

Heat stress monitor

Fungsi :
Mengukur tekanan panas di suatu ruangan dengan oarameter indeks suhu bola basah (ISBB)
Cara kerja :
Alat diletakkan pada titik pengukuran sesuai dengan waktu yang ditentukan, suhu basah alami, suhu
kering, dan suhu bola dibaca pada alat ukur, dan indeks suhu basah dan bola diperhitungkan dengan
rumus.

Berdasarkan Permenkertrans No. PER 13/MEN/X/2011, nilai ambang batas iklim kerja
Indeks Suhu Bola Basah (ISBB) yang diperkenankan, adalah:
Nilai Ambang Batas Iklim Kerja Indeks Suhu Basah Dan Bola (ISBB) Yang Diperkenankan
Pengaturan
waktu kerja
setiap jam

ISBB
Beban kerja
Ringan

Sedang

Berat

75 % - 100%

31,0

28,0

-

50 % - 75 %

31,0

29,0

27,5

25 % - 50 %

32,0

30,0

29,5

0 % - 25 %

32,2

31,1

30,5

(Sumber: Permenkertrans No. PER 13/MEN/X/2011)

Termometer dinding
Fungsi :
mengukur suhu pada sebuah ruangan
Cara kerja :
Tempelkan termometer pada dinding dalam sebuah ruangan

Reaction timer
Fungsi :
Mengukur tingkat kelelahan seseorang
Cara kerja :
1.
Hubungkan alat dengan sumber tenaga (listrik/baterry)
2.
Hidupkan alat dengan menekan tombol on/off pada on (hidup)
3.
Reset angka penampilan sehingga menunjukkan angka “0,000” dengan menekan tombol “Nol”
4.
Pilih rangsang suara atau cahaya yang dikehendaki dengan menekan tombol “suara atau cahaya”
5.
Subyek yang akan diperiksa diminta menekan tombol subyek “kabel hitam” dan diminta secepatnya
menekan tombol setelah melihat cahaya atau mendengar bunyi dari sumber rangsang.
6.
Untuk memberikan rangsang ,pemeriksa menekan tombol pemeriksa
7.
Setelah diberi rangsang ,subyek menekan tombol maka pada layar kecil akan menunjukkan angka waktu
reaksi dengan “satuan milli detik”
8.
Pemeriksaan diulangi sampai 20 kali baik rangsang cahaya maupun suara
9.
Data yang dianalisa (diambil rata-rata)yaitu skor hasil 10kali pengukuran ditengah yaitu pengukuran ke 6
sampai pengukuran ke 15
10.
Catat keseluruhan hasil pada formulir
11.
Setelah selesai pemeriksaan matikan alat dengan menekan tombol “on/off” pada off dan lepaskan alat dari
sumber tenaga

Alat pelindung diri