ASUHAN KEPERAWATAN

PADA Ny S dengan Diagnosa Medis Kardiomegali
Di Ruang Melati 3 RSDM dr Moewardi Surakarta

Disusun oleh :
1. DWI WAHYU PANGESTU

( J 230 145 087 )

PROGRAM PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014

FORM PENGKAJIAN

Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 1

PENGKAJIAN
A. IDENTITAS DIRI
1. Klien
Nama
: Ny S
Tgl Masuk RS : 12/12/2014
Tempat/Tgl lahir
: 31/12/1937
Umur
: 76 Tahun 11 bulan
Jenis Kelamin
: Perempuan
Alamat
: Jln. Malabar Selatan No 35, Jebres Surakarta
Status Perkawinan
: Janda
Agama
: Khatholik
Suku
: Jawa
Pendidikan
: Sekolah Rakyat
Lama Bekerja
: 34 Tahun
Sumber Informasi
: Klien
Tangal Pengkajian
: 15/12/2014
No. CM
:Dx Medis
: DM II, Cardiomegali.
2. Penanggung Jawab
Nama
: Ny S
Umur
: 52 tahun
Alamat
: Jl Srigunting 5 No 15 Manahan, Surakarta
Hub. Dgn Klien : Saudara
B. RIWAYAT PENYAKIT
1. Keluhan Utama : Nyeri pada Ulu hati
P: Saat terlambat makan dan bergerak
Q: Nyeri seperti tertusuk-tusuk dan terasa perih
R: Perut sebelah kanan
S: Skala nyeri 4 dari 0-10
T: Nyeri hilang timbul (intermiten)
2.

Riwayat Pasien Dahulu :
Klien mengatakan sebelumnya sudah sering dirawat dan masuk rumah sakit
karena diabetes dan hipertensinya. Klien mengatakan setiap 2 bulan sekali
sering kontrol di poliklinik penyakit dalam RSDM dr Moewardi. Dalam satu
tahun terakhir dirawat 2 kali dibangsal melati 3 RSDM dr Moewardi. Klien
mengatakan sudah menderita diabetes ini selama 10 tahun. Hipertensi
selama 12 tahun. Pernah melakukan operasi katarak 2tahun yang lau di
RSDM dr Moewardi. Klien sekarang sering dan rutin mengalami
pengobatan. Obat yang saat ini masih digunakan yaitu obat penurun tekanan

Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 2

darah Amlodhipine 10mg/24jam dan obat pengatur kadar glukosa darah
Lodem 30mg.
3. Riwayat Pasien Sekarang :
Klien mengatakan sudah lama menderita diabetes dan sering merasa haus
dan mudah lelah untuk beraktivitas. Klien mengeluh nyeri pada dada sudah
seminggu ini. Satu hari sebelum masuk rumah sakit nyeri dada sudah tidak
dirasakan. Klien melakukan periksa rutin di poliklinik penyakit dalam
RSDM dr Moewardi klien mengeluh nyeri pada ulu hati disertai mual dan
tidak muntah. Saat periksa klien mengeluh nyeri dada, nyeri dada yang
dirasakan klien sering hilang timbul, nyeri tidak menjalar sampai ke
punggung dan leher. Klien juga mengeluh sesak nafas jika beraktivitas dan
berkurang sesak nafasnya jika dilakukan istirahat. Setelah dilakukan
pemeriksaan di poliklinik penyakit dalam RSDM dr Moewardi ditemukan
data Tekanan darah 160/80mmHg. Nadi 102x/mnt RR 20x/mnt suhu 36,5C
Gula darah Puasa 236 mg/dl. Dilakukan foto rongen dan klien di rujuk
untuk dilakukan rawat inap di bangsal melati 3 pada hari jumat 12/12/2014.
Pada saat pengkajian kien terlihat lemah, terpasang oksigenasi nasal kanul
3liter per menit. Terlihat berbaring posisi semiflower dengan pengaturan bed
bagian bawah kepala terangkat 45 derajat. Terpasang infuse Nacl 0,9%
dengan dosis 20tpm. Klien sesekali mengeluh nyeri pada ulu hati terasa
seperti tertusuk-tusuk.
4. Faktor Pencetus :
Kelelahan selama beraktifitas
5. Lama Keluhan
:
Seminggu sebelum masuk rumah sakit
6. Timbul Keluhan : mendadak
7. Faktor yang Memperberat : Diabetes Melitus dan hipertensi
8. Upaya yang dilakukan untuk memembuat rasa sakit itu berkurang : minum
obat yang biasanya klien sering dan rutin minum. Obat penurun tekanan
darah amlodhipine 10mg dan pengendali kadar glukosa darah Lodem 30mg.
9. Riwayat Kasus Kelolaan dan Pemeriksaan penunjang
Hari/Tanggal

Diagnosa

Pemeriksaan

Terapi/tindakan yang

Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 3

Macam : Amlodhipine 10mg dan Lodem 30mg D.O thorax - - dilakukan Lodem 30mg Tablet Amlodhipine 10mg tab/24jam Inf. RIWAYAT KESEHATAN YANG LALU 1. Alergi : operasi katarak Tipe Tidak ada Alergi Reaksi Tidak ada alergi Tindakan Tidak ada alergi 3. Kecelakaan : tidak penah c. 5. Keterolac 30mg C. Imunisasi : Lengkap 4. Lamanya : 12 Tahun obat hipertensi 10 tahun obat pengatur kadar glukosa darah b.% Inj. merokok dan minum kopi. Kebiasaan : klien mengatakan tidak memiliki kebiasaan buruk seperti minum alcohol. Penyakit yang pernah dialami a. GENOGRAM Keterangan Laki – Laki Klien Garis Keluarga Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 4 . Operasi 2. Obat-obatan a.R. Anak-anak : tidak ada b.TD 160/80mm Hg . Nacl 09. Prnh dirawat : Rawat inap Hipertensi dan DM kurang lebih 6bln yang lalu d.12 Des 2014 - Medis DM tipe 2 Hipertensi grade II Chest pain Penunjang EKG GDP 236mg/dl .

Pola nutrisi Keterangan Frekuensi Jenis makanan Alergi makanan Keluhan Sebelum sakit 3x sehari Nasi. a. sayur. Pola Nutrisi / Metabolik Program diit di RS : Diet DM 1500 kkal. Klien sering control dan rutin periksa kesehatannya secara berkala di poliklinik RSDM dr Moewardi. diet rendah garam < 5gr/hari. Ketiga saudaranya juga memiliki penyakit diabetesmellitus namun jarang timbul karena pola makan yang baik sudah diantisipasi sebelumnya untuk mengurangi konsumsi gula. PENGKAJIAN SAAT INI 1. perut terasa begah dan tidak Porsi Habis 1porsi nyaman. 2. lauk Tidak ada Mual. lauk Tidak ada Tidak ada keluhan Selama sakit 3x sehari Nasi. Intake Makan Tabel 2.6 sendok makan BB sebelum sakit : 56kg Ket : Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 5 . nyeri Tidak habis 1porsi.cucunya. sayur. Setiap klien ada keluhan klien akan segera memeriksakan kesehatannya ke puskesmas setempat untuk meminta surat rujukan agar klien dapat periksa di RSDM dr Moewardi.Perempuan Tinggal Serumah Meninggal Diabetes Mellitus Riwayat Penyakit Keluarga : Klien mengatakan dalam keluarganya hampir seluruh anggota keluarga memiliki penyakit Diabetes mellitus yang diturunkan oleh ayah klien. Persepsi dan Pemeliharaan Kesehatan Klien mengatakan peduli akan kesehatan dirinya kaarena klien masih ingin melihat dan membantu membesarkan cucu. E. 5.

0 ( kelebihan berat badan) Masalah Keperawatan : Resiko Nutrisi kurang dari kebutuhan b. Pola Eliminasi Bowel dan Bladder a.tak terhitung Selama sakit Tidak terhitung Kuat ±150 ml Amoniak >12 x Kuat ±150 ml Amoniak Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 6 .3750 ml Air putih dan teh Sering haus 3. Pola minum Keterangan Sebelum sakit Frekuensi 10.BB selama sakit : 58kg TB : 158cm IMT (BB/TB2) : 23.15 gelas Jumlah 2500. Intake Minum Tabel 3. Buang Air Besar (BAB) Tabel 4.15 gelas 2500. Buang Air Kecil (BAK) Tabel 5.3750 ml Jenis Air putih dan teh Keluhan Sering haus Masalah keperawatan : - Selama sakit 10. Pola BAB Keterangan Frekuensi Sebelum sakit (dahulu) 1x sehari Selama sakit Baru 1x selama di RS Konsistensi Bau Warna Keluhan Penggunaan Lunak Khas Coklat Tidak ada Tidak menggunakan sejak tgl 12des 2014 Lunak Coklat Susah BAB Tidak menggunakan obat obat pencahar obat pencahar Masalah Keperawatan : konstipasi pencahar b. Pola BAK Keterangan Frekuensi Pancaran Jumlah Bau Sebelum sakit (dahulu) 10.2 Interpretasi : > 23.

Pola Tidur dan Istirahat Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 7 . Sebelum sakit Kemampuan Perawatan Diri Makan / Minum Mandi Toileting Berpakaian Mobilitas di tempat tidur Berpindah Ambulasi / ROM 0 V V V V 1 2 3 4 2 V V V V 3 4 V V V b. Pola Tidur dan Istirahat Tabel 7. Saat di RS Kemampuan Perawatan Diri Makan / Minum Mandi Toileting Berpakaian Mobilitas di tempat tidur Berpindah Ambulasi / ROM 0 1 V V V Keterangan : 0 : Mandiri 1 : Alat Bantu 2 : Dibantu orang lain 3 : Dibantu orang lain dan Alat 4 : Tergantung Total Masalah Keperawatan : Intoleransi Aktivitas Oksigenasi : Klien terpasang Oksigen nasal kanul dengan terapi 3lt/mnt.Warna Perasaan setelah BAK Keluhan Total produksi urin Kuning Puas Tidak ada >1500 ml Kuning pekat Lega Tidak ada >1800 ml Masalah Keperawatan : 4. Pola Aktivitas dan Latihan a. Sulit untuk bernafas dan terasa sesak di dada terpasang nasal kanul 3ltpm. 5.

Pola keamanan dan Kenyamanan Pengkajian Karakteristik nyeri : klien mengatakan nyeri pada ulu hati S= P : saat terlambat makan dan bila digerakkan Q : rasa seperti tertusuk-tusuk dan perih R : pada perut sebelah kanan S : skala nyeri 5 dari 0-10 T : nyeri hilang timbul ( intermitten ) O = klien terlihat sesekali merintih kesakitan dan mengusap-usap perut klien Masalah Keperawatan : Nyeri Akut 7. b. Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 8 . klien masih dapat mendengarkan tanpa menggunakan alat bantu pendengaran. klien dapat membedakan macam bau-bauan meskipun sudah tidak sepeka dahulu. klien masih mampu merasakan rasa makanan pahit. manis. Pola Perseptual (Sensori. Pengecapan : klien mengatakan tidak ada gangguan pada indra pengecap. Penglihatan : klien mengatakan setelah menjalani operasi katarak 2 tahun yang lalu penglihatan klien sudah mulai membaik meskipun terkadang memakai alat bantu kacamata untuk membaca buku/ tulisan kecil. c. Presepsi dan koqnitif) a. Pendengaran : klien mengatakan pendengaran sudah mulai bekurang pada kedua telingannya. asam maupun asin.Keterangan Jumlah jam tidur siang Jumlah jam tidur malam Pengantar tidur (penggunaan obat tidur) Gangguan tidur Sebelum sakit 1-2 jam Selama sakit 1-2jam 4-5jam 3-4jam Tidak ada Tidak ada Sering terbanagun Sering terbangun Perasaan waktu Lelah bangun Masalah Keperawatan : - Tidak segar 6. d. Penciuman : klien mengatakan tidak ada gangguan pembau.

e. Sistem Nilai dan Keyakinan Klien beragam katolik. selama sakit klien selalu berdoa kepada Tuhan agar segera diberikan kesembuhan dan dapat berkumpul dengan keluarga yang lain disaat natal tiba. Klien merasa cemas akan penyakitnya. anak serta cucu klien di perayaan hari natal. klien mengatakan selalu bermusyawarah dengan anggota keluarga lain jika ada masalah. Pola Manajemen Koping-Stress Klien mengatakan dalam pengambilan suatu keputusan diputuskan sendiri oleh klien dengan meminta berbagai pertimbahan kepada anak.anaknya. Masalah Keperawatan : - 8.masing. Keadaan Umum : Lemas Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 9 . Masalah Keperawatan :12. dingin dan hangat meskipun tidak sepeka dahulu. Pola Seksualitas dan Reproduksi Klien mengatakan sudah mengalami menoupose dan telah memiliki 7 anak yang semuannya telah memiliki momongan masing. Masalah Keperawatan : 10. F. Pola peran – Hubungan Klien mengatakan dalam keluargannya selalu ada komunikasi antara keluarga dengan keluarga yang lain. Klien memiliki 27 cucu dan suami klien sudah meninggal 6 tahun yang lalu. Masalah Keperawatan : 11. Klien pasrah kepada Tuhan dan yakin Tuhan akan menolongnnya. PEMERIKSAAN FISIK 1. Sensasi : klien mengatakan indra dikulitnya sudah mulai menurun. Skor pengkajian kecemasan dengan skala HARS total nilai 18 (skala sedang) Masalah Keperawatan : annsietas 9. masih mampu merasakan sensasi panas. Pola Persepsi Diri Klien mengatakan cemas terhadap penyakitnya karena klien takut jika hari raya natal yang akan datang klien belum sembuh dan tidak dapat berkumpul dengan seluruh keluarga.

lidah bersih. . mukosa bibir lembab. Hidung : Bentuk simetris tidak terdapat sinus. tumbuh merata. 8. jalan nafas paten. vocal premitus kanan dan kiri sama. Kesadaran : Composmentis GCS : E4 M6 V5 = 15 3. Kepala : Bentuk meshochepal. Mulut : Tidak ada lesi didalam mulut. rekasi cahaya positif bentuk mata bulat. tidak ada edema . 5. Leher : Tidak ada kelainan bentuk. tidak ada pembesaran kelenjar tiroid. tidak ada stomatitis. 3-4 cm diatas sudut sternum Distensi Vena Junggularis (DVJ) : Nyeri Dada : Ya . tidak ada kesulitan bicara maupun reflek menelan. terpasang alat bantu pernafasan O2 nasal kanul 3ltpm. pupil isokar. dan tidak nampak lesi pada kepala. bentuk simetris. sklera tidak ikterik. terdapat retraksi dinding dada . 9. Jantung ( sirkulasi) Capillary reffil : kurang dari 2detik Junggularis Vena Pressure (JVP) : Normal.2. konjungtiva tidak anemis. pergerakan dinding dada simetris. Tanda Vital : TD : 190/90mmHg RR : 20x/mnt N : 100x/mnt S : 36. tidak ada odem. rontok dan terlihat bersih tidak berketombe. tidak terdapat trauma kepala. tidak ada cuping hidung. tidak ada penumpukan secret.Palpasi : gerakan dinding dada antara kanan dan kiri sama. 10.Inspeksi : : simetris kanan dan kiri.Auskultasi : suara paru creacles. Paru-paru (pernafasan) Nyeri Dada : nyeri dada tidak menjalar sampai ke puggung dan leher Pola Nafas : Teratur/Reguler Batuk : tidak ada batuk Spuntum : tidak ada spuntum . 6.Inspeksi: ictus cordis tidak nampak. teraba dari intercosta ke4-5 Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 10 .Palpas : ictus cordis teraba kuat angkat. Mata : Ukuran pupil 3mm. terdengar suara ronkie 11.6oC 4. Rambut : Rambut berwarna putih sebagian hitam. 7. simetris kanan dan kiri.Perkusi : suara sonor .

- Perkusi : Redup batas kiri bawah jantung ruang interkostale VI kiri agak ke medial dari linea midklavikularis sinistra.Inspeksi: tidak ada benjolan.Auskultasi: peristaltik usus terengar 8x/mnt . dan agak di atas batas paru-hepar. Inguinal : simetris antara kanan dan kiri 15. tidak ada odema tidak ada luka atau ulkus dm Kekuatan Otot : 5 5 5 5 Keterangan : 5 : dapat melawan tahanan pemeriksa dengan kekuatan penuh 4 : dapat melawan gravitasi tapi tidak dapat menahan tahanan pemeriksa (lemah) 3 : dapat mengadakan gerakan melawan grafitasi tetapi tidak dapat melawan grafitasi 2 : hanya ada pergeseran atau gerakan sendi 1 : tidak ada kontraksi Reflek Odema Integritas Turgor : Patella Normal. Bawah : Normal.Perkusi: suara timpani . Atas : terpasang infuse Nacl 0. Genetalia :9tidak terpasang DC 7 8 16. Dada/ Payudara : . tidak ada lesi. Abdomen: .9% di tangan kanan.Palpasi: tidak teraba adanya masa 13. Tidak ada kelemahan otot. Batas bawah kanan jantung di interkostal II-IV kanan. tidak ada suara tambahan. bentuk simetris dan tidak ada bekas luka . 12.Inspeksi: tidak ada benjolan . tidak ditemukan atropi pada otot kaki dan simetris sama panjang.Palpasi: nyeri tekan pada epigastrium Kuadran 1 2 3 4 5 6 14. Batas atas di interkostal II kanan - linea parasternalis kanan Auskultasi: bunyi jantung s1 dan s2 reguler. : tidak ada : baik tidak ada lesi : baik Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 11 . tidak terlihat masa . tidak ada odema tidak ada luka atau ulkus dm 2. Ekstremitas : 1. di line parasternalis kanan.

9% .78 Fmol/l Nomal 3.Pulmo: tampak penihiler haziness di kedua lapang paru.Inj Furosemid .Akral : Hangat G.Inj Ranitidin .00.06 Fmol/l Free T4 20. Program Terapi .Inf Nacl 0. kiri tertutup perselubungan hemidi aphrogma kanan normal.Inj.8.Sistema tulang baik Kesimpulan: Cardiomegali dengan endema pulmonum dan efusi pleura bilateral.00 10.34.Motodopramide 20tpm 10mg/24jam 30mg/8 jam Jika Nyeri 50mg/12jam 4-4-4 unit/ 8 jam 10mg/8jam 10mg/8jam H.70 Tanggal 13 Des 2014 Laboratorium Darah Pemeriksaan Hasil Satuan Normal GDP 226 mg/al 70-110 Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 12 . Pemeriksaan Penunjang Rongen Thorax Tanggal 12-12-2014 RD0005-Thorax PA Klinis : CHF.Insulin Novorapid .   Tanggal 13 Des 2014 Laboratorium Pathologi Pemeriksaan Hasil Satuan Free T3 4. . Ketorolac . DM Foto Thorax PA Cor : Membesar dengan CTR >50% .Isosorbide dinitrate ISDN .30. kiri tertutup perselubungan tampak perselubungan homogeny di nemithoraks kiri bawah trachea ditengah. sinus costopherenicus kanan tumpul.

50.HBA1K Gluoksa darah 2jam PP Kholesterol total Kholesterol LDR Kholestrerol MDL Trigliserida 7.5.449 Very high: >499  Tanggal 15 Des 2014 Laboratorium urine Pemeriksaan Hasil Sekresi Makroskopis -Warna -Kejernihan yellow clear Satuan Normal Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 13 .4 1.8.146 3.92 <150 Elektrolit Natrium darah Kalium darah Kalsium ion 112 3.5.8 239 258 190 44 117 % mg/dl mg/dl mg/dl mg/dl mg/dl 4.29 uI/ml 0.7.199 Hipertriglycheridemic : 200.29 Serologi Fungsi thyroid TSH 1.1.17.9 80-140 50-200 96-200 33.Kholesterol total Choranary Heart Diseasea Risk Choronary Desirable <200 Bonderline high 200.6 117 mmol/L mmol/L mmol/L 132.189 Very high: >189 - - Cholestrol HDL ATP classification Low < 40 High > 60 Gliserida Non: < 150 High: 150.890  Tanggal 13-12-2014 Pemeriksaan penunjang Laboratorium darah rutin Keterangan: .240 High: 100.

3 /ul /LPB 0. Hasil pemeriksaan mikroskopis tinja tidak ditemukan parasit maupun jamur.0 500 nomal negatif negatif /ul mg/dl /ul mg/dl Mikropis -Eritrosit -Leukosit 13 142.025 4.5.012 5.8.105.Kimia Urine -Berat jenis -PH -Leukosit -Urobilinogen -Eritrosit -Glukosa 1.7 0.26 mU : 1.3 mmol/L -Chlorida darah 105 mmol  Tanggal 15 Des 2014 EKG HR :86 bpm QT : 418 ms AXIS RR : 690 ms QTC : 503 RUS P.148 3.8.  Tanggal 15 Des 2014 Darah rutin Pemeriksaan Hasil Satuan Kimia klinik -Glukosa darah puasa 270 mg/dl -Glukosa 2jam PP 259 mg/dl Elektrolit -Natrium darah 136 mmol/L -Kalium darah 3.R : 226 ms Su1 QRS : 152 ms R+ S  Skala Kecemasan HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) normal 70-100 80-140 132.5.106 : 105 deg : 1.4 98.0 negatif negatif negatif  Pemeriksaan penunjang Tanggal 15 Des 2014 Laboratorium patologi spesimen: feses Warna : coklat Konsistensi : lunak Parasit : negatif Kesimpulan : hasil pemeriksaan mikroskopis tinja dalam batas normal.94 mU Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 14 .1.68 mU :0.7.12 Epitel -Epitel Squamous -Epitel Transisional -Epitel Bulat 1-2 2-3 - /LPB /LPB /LPB negatif negatif negatif 1.

tidak dapat menahan kencing. mengkerutkan dahi atau kening. gelisah. berkurangnya kesenangan pada hoby. takut akan pikiran sendiri. berat badan menurun. ereksi lemah atau impotensi 13 Gejala vegetatif : mulut kering. bulu roma berdiri. jari-jari gemetar. bila tinggal sendiri dan takut pada binatang besar. 12 Gejala urogenital : sering kencing. gemetar. sedih. tonus otot meningkat dan napas pendek dan cepat Total score 0 1 1 2 3 4 V V V V V V V V V V V V V V 18 Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 15 . terhadap orang asing. mudah terganggu dan lesu. 5 Gangguan kecerdasan : penurunan daya ingat. penglihatan kabur.No Kategori Kecemasan Perasaan Cemas firasat buruk. 9 Gejala kardiovaskuler : takikardi. perasaan tidak menyenangkan sepanjang hari 7 Gejala somatik: nyeni path otot-otot dan kaku. gertakan gigi. sering menarik napas panjang dan merasa napas pendek. tidur tidak pulas dan mimpi buruk. mudah tensinggung. 3 Ketakutan : takut terhadap gelap. aminorea. muka tegang. nyeri di dada. 2 Ketegangan merasa tegang. 4 Gangguan tidur sukar memulai tidur. mudah lupa dan sulit konsentrasi 6 Perasaan depresi : hilangnya minat. muka merah dan pucat serta merasa lemah. 14 Perilaku sewaktu wawancara : gelisah. denyut nadi mengeras dan detak jantung hilang sekejap 10 Gejala pemapasan : rasa tertekan di dada. terbangun pada malam hari. 11 Gejala gastrointestinal: sulit menelan. mual dan muntah. obstipasi. nyeri lambung sebelum dan sesudah makan. perasaan tercekik. muka merah. pusing atau sakit kepala. perasaan panas di perut. 8 Gejala sensorik: perasaan ditusuk-tusuk. mudah berkeringat. suara tidak stabil dan kedutan otot.

2 = Sedang/ separuh dari gejala yang ada 3. Analisa data No 1 Data Focus Problem Etiologi Pola Nafas tidak Keletihan Ds : Klien mengeluh sesak nafas jika beraktivitas dan berkurang sesak nafasnya jika dilakukan istirahat Do : Klien terpasang Oksigen nasal kanul dengan terapi efektif 3lt/mnt. Terdapat retraksi dinding dada Ds : klien mengatakan nyeri pada ulu hati P : saat terlambat makan dan bila digerakkan Q : rasa seperti tertusuktusuk dan perih R : pada perut sebelah kanan S : skala nyeri 5 dari 0-10 T : nyeri hilang timbul Nyeri Akut Agen Cidera Biologis ( intermitten ) Do : TD 190/90 mmHg RR : 20x/mnt Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 16 .(Kecemasan sedang) Keterangan Penilaian 0 = tidak ada gejala sama sekali 1. Sulit untuk bernafas dan terasa sesak di dada terpasang nasal kanul 3ltpm. 4 = sangat berat semua gejala ada Skor kurang dari 6 = Skor 7 – 14 = Skor 15 – 27 = Skor lebih dari 27 = I. kecemasan ringan. suara paru creacles. tidak ada kecemasan. kecemasan berat. terdengar 2 suara ronkie. 3 = berat/lebih dari ½ gejala yang ada 4. kecemasan sedang. 1 = Satu dari gejala yang ada 2.

Porsi makan tidak habis dalam satu porsi. BB selama sakit 58 Kg IMT 23.2 ( Kelebihan berat 4 badan beresiko Obesitas) Ds : klien mengatakan badan terasa lemah.Terpasang nasal kanul O2 Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 17 . . segala sesuatu dlakukan ditempat tidur Do : Klien terlihat pola aktivitas Intoleransi ketidakseimbangan aktifitas antara suplai dan kebutuhan oksigen di saat RS dibantu orang lain. Resiko Nutrisi Intake tidak Kurang dari adekuat Kebutuhan makanan.- N : 100x/mnt Klien terlihat sesekali merintih kesakitan dan - mengusap-usap perut. sayur dan lauk diit Dm dan Rendah garam tidak memiliki alergi terhadap keluhan mual. lumbar kanan dan kiri serta pada 3 hipogastric Ds : klien mengatakan nafsu makan selama sakit berkurang. perut terasa begah dan tidak nyaman. badan terasa lemas Do : Pola nutrisi selama sakit Frekuensi makan 3x sehari dengan jenis makanan nasi. makan 5-6 sendok setiap kali makan. Terdapat nyeri tekan pada hipergastric.

Diagnosa Keperawatan 1. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake yang tidak adekuat 4.5 Ds : klien mengatakan cemas terhadap penyakitnya karena takut jika penyakitnya belum sembuh-sembuh menjelang hari Raya Natal. Annsietas berhubungan dengan perubahan dalam status kesehatan Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 18 . J. Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis 3. Pola Nafas tidak efektif berhubungan dengan keletihan 2. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen 5. Do : klien terlihat gelisah dan sering bertanya Annsietas Perubahan dalam status kesehatan mengenai kondisinya dan sering meminta untuk segera pulang jika dirasa klien sudah sembuh.

Kaji rata-rata irama. 7. 5. untuk mengrangi edema 1. semifowler/fowler 6.Q.Dapat meggunakan tindakan meredakan nyeri baik dengan analgesik maupun non analgesic INTERVENSI 1. Dapat membantu mengurangi rasa nyeri 3. mengetahui kapasitas paru 3. Berikan nasal kanul O2 3Ltpm 5. Kaji vital sign dan KU 2. 4. merintih atau menangis . memberikan suplai O2 dalam bernafas 5.skala dan waktu terjadinya nyeri 2.Terlihat tenang.Melaporkan kesejahteraan fisik dan psikologis .Sesak nafas berkurang . 6. tidak gelisah. Kaji karakteristik nyeri (P.Melaporkan nyeri dapat dikendalikan .DX 1 2 TUJUAN DAN KRITERIA HASIL Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x8jam diharapkan pola nafas efektif dengan Kriteria hasil : . Catat gerakan dada. 3. Berikan posisi yang nyaman.T) Manajemen nyeri Ajarkan tekhnik nafas dalam Ajarkan teknik relaksasi. kualitas. 2. Dapat mengurangi rasa nyeri tanpa obat dan membuat klien rileks 5.Nyeri pada skala 2 dgn skala 0-10 . Mengetahui penyebab. mengetahui keadaan klien 2. kedalaman dan usaha untuk bernafas 3. Kolaborasikan dengan tim medis dalam pemberian obat analgesic Inj Ketorolac 30mg/8jam jika nyeri RASIONAL 1. Kolaborasi pemberian obat diuretik 1.R.K. Dapat mengurangi rasa nyeri tanpa obat 4. Dapat mengurangi rasa nyeri (vasodilatasi) 8.S. distraksi atau nafas dalam Ukur tanda-tanda vital Berikan kompres hangat pada bagian nyeri Kendalikan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi respon pasien terhadap ketidaknyamanan 8. mengetahui usaha kompensasi dalam bernafas 4. Untuk mengetahui keadaan umum pasien dalam menentukan intervensi yang tepat 6.Tidak ada retraksi dada Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x8jam diharapkan Nyeri akut dapat berkurang dengan kriteria hasil : . mengembangkan ekspansi paru 6. lihat kesimetrisan.Menunjukkan pola nafas efektif yang tanpa adanya sesak nafas . penggunaan otot bantu dan retraksi dinding dada 4.Suara crecles dapat berkurang . Intervensi Keperawatan No. Lingkungan yang nyaman membuat pasien tenang dan dapat memanajemen nyeri Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 19 .

Mengukur intake dan output klien 9. Observasi adanya mual dan muntah 9. 3. Mengetahui apakah pasien telah melaksanakan program diet 5. Mengetahui kebiasaan makan untuk menegtahui diet yang teratur 2. ketidak mampuan miokardium Evaluasi peningkatan intoleransi aktivitas untuk meningkatkan volume Kolaborasi dalam program rehabilitasi jantung sekuncupselama aktivitaa dapat Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 20 . Kolaborasi pemberian insulin 6. Mengetahui indikasi untuk mentekuan diet 4.Kadar glukosa darah sewaktu dibawah 170mg/dl . Mengurangi nyeri dengan menggunakan farmakologi 1. Memenuhi dan mencukupi kalori sesuai kebutuhan klien agar tidak terjadi kekurangan energi tubuh 8. mengetahui perkembangan Catat respon kardio pulmonal terhadap aktivitas.Tidak ada tanda-tanda kekurangan nutrisi .Tidak ada tanda-tanda hipoglikemia 4 Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x8jam diharapkan menunjukkan toleransi terhadap aktivitas dengan 9. Identifikasi perubahan pola makan 5. Pemberian insulin akan meningkatkan pemasukan glukosa kedalam jaringan 6. Timbang berat badan seminggu sekali 4. Mencegah terjadinya komplikasi hipoglikemia/ hiperglikemia 3. Anjurkan klien untuk mematuhi diet yang telah diprogramkan 3.- Tanda tanda vital TD 120/80mmHg-140/90mmHg 3 Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x8jam diharapkan kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi dengan kriteria hasil : . catat klien takikardi. Anjurkan klien untuk makan sedikit demi sedikit tapi sering 1.disritmia. 1. 4. 2.Mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi sesuai diit yang dianjurkan . Agar asupan makanan pada klien tetap terpenuhi Pantau vital sign sebelum dan setelah aktivitas 1. Anjurkan klien untuk makan makanan yang mengandung tinggi serat berupa sayuran dengan diit DM dan Rendah garam <5mg/hari 7. Makanan yang mengandung serat mencegah terjadinya konstipasi 7.Berat badan tidak bertambah atau stabil . Kaji status nutrisi dan kebiasaan makan 2.berkeringat dan pucat 2.dispnea. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan diit kalori klien perhari 8.

Klien mampu aktivitas minimal makan sendiri . Identifikasi tingkat kecemasan 5. memenuhi kebutuhan ADL klien 6. 8. dapat menunjukkan dekompensasi jantung dari kelebihan aktivitas 4. Gunakan tehnik relaksasi distraksi 4. Gunakan pendekatan dan komunikasi terapeutik 2.Tidak ada keluhan sesak nafas dan lelah setelah aktivitas minimal 5. 7. 6.Mampu mengunakan tekhnik untuk menontrol kecemasan . exspresi wajah releks dan nampak segar 1. Komunikasi terapeutik menjaga hubungan antara klien dan perawat 2.Kemampuan aktivitas meningkat secara bertahap .5 Kriteria Hasil : .Klien mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan gejala cemas . Penjelasan prosedur tindakan dapat mengurangi kecemasan terhadap tidakan yang dilakukan 3. Relaksasi dapat menurunkan tingkat kecemasan 4. Jelaskan semua prsedur tindakan yang dilaksanakan selama tindakan 3. Berikan motivasi kepada keluarga mengenai dukungan dan support terhadap kesembuhan klien meningkatkan kebutuhan oksigen dan kelelahan 3. mengetahui kemampuan ADL klien 1. peningkatan aktivitas bertahap mengurangi kebutuhan oksigen 5. Bantu klien dalam pemenuhan ADL Dekatkan alat-alat yang dibutuhkan klien Kaji kemampuan ADL klien Suport dan motivasi klien dalam melakukan ADL secara mandiri dan bertahap Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x8jam diharapkan kecemasan klien dapat berkurang dengan kriteria hasil : . membantu melatih ADL klien 7.Postur tubuh. Mengkaji tingkat kecemasan 5. Dukungan keluarga dapat membantu klien untuk membangun semangat untuk mempercepat proses kesembuhan klien Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 21 .

dx 5 Implementasi - 15/12/2014 Respon Hasil Mengungunakan pendekatan dan S : klien mengatakan cemas terhadap komuikasi terapeutik penyakitnya.L. Takut nanti jika malam hari raya Paraf Wahyu Natal tiba klien tidak ada dirumah karena semua keluarga besar berecana akan berkumpul semua dirumah klien O: klien nampak gelisah dan sesekali - Memberikan Oksigen melalui nasal Kanul menanyakan kapan klien biasa sembuh. Implementasi Hari/tgl Jam Senin 08:30 No. dengan dosis 3Lt/mnt 09:40 1 S: Klien mengatakan lebih enakan saat dipakaian - oksigen Memposisikan semi flower dengan meninggikan bagian bed di bawah kepala 35 derajat 09:45 1 O: Oksigen terpasang dengan nasal kanul O2 3Lt/mnt S: Klien mengatakan nyaman dengan posisi - Wahyu Menjelaskan prosedur dan tujuan kepala ditinggikan dilakukan injeksi O: Klien terlihat dapat bernafas dengan spontan Wahyu mengunakan nasal kanul O2 3Ltpm 09:55 5 Memberikan obat injeksi  Inj Ketorolac 30mg  Inj Ranitidin 50mg S: klien mengatakan mengerti tujuan dan Wahyu prosedur tindakan injeksi yg diberikan Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 22 .

Tidak - timbul adanya efek saping obat. Tidak terjadi Mengukur tanda-tanda vital phlebitis 10:10 1 S: Klien mengatakan tidak sakit saat dilakukan Wahyu injeksi O: Klien nampak tenang. obat masu melalui iv catetr triway dengan lancar. nyeri unit dengan pen insulin dirasa hilang timbul dan teasa sakit kurang lebih selama 2menit saat nyeri kambuh O : TD : 190/90mmHg - Menganjurkan klien utuk mematuhi diet RR : 20x/mnt yang diberikan ahli gizi rumah sakit N : 100x/mnt T : 36. rasanyeri seperti tertusuk-tusuk diremas-remas pada perut sebelah - Memberikan injeksi isulin Novorapid 4 kanan dengan skala nyeri 4 dari skala 0-10. Tidak terjadi pembengkakakn setelah dilakukan injeksi 10:15 2 - Mengajarkan tehnik relaksasi nafas dalam S: klien mengatakan nyeri pada ulhati saat Wahyu terlambat makan dan bertambah saat digerakkan atau tilah baring posisi.5C Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 23 .10:00 Memberikan obat injeksi  Inj Furosemide 20mg O: klien bersedia untuk di lakukan pemeriksaan 2 S: klien mengatakan tidak sakit saat disuntik Wahyu O: Obat masu melalui IV cateter triways.

tidak Nampak - Mengukur tanda-tanda vital makanan ekstra yang dibeli klien diluar RS di meja klien. Nampak sisa makanan dari RS yang telah dimakan klien dalm kondisi tidak habis.Klien terlihat sesekali merintih kesakitan 10:20 2 S: klien mengatakan nyeri dapat berkurang - Mengambil darah vena untuk pemeriksaan darah rutin Wahyu dengan skala nyeri 3 dari skala 0-10 O : klien nampak terlihat tenang. Tidak terjadi perdarahan. klien dapat melakukan tehnik relaksasi nafas dalam dengan benar 11:00 Mengkaji kemampuan ADL klien 3 S: klien mengatakan tidak sakit saat dilakukan Wahyu injeksi insulin pada lengan tangan kanan nya - Mengajarkan cara melakukan tehnik distraksi guide imageri 11:05 3 - Mengidentifikasi tingkat kecemasan O: obat masuk kedalam sub cutan dengan menggunakan insulin pen ada lengan tangan kanan. S: klien mengataan mau makan makanan yang Wahyu telah disediakan di RS dan tidak membeli makanan dari luar RS O: klien dapat kooperatif. 11:30 3 S: klien mengatakan tidak sakit saat diambil Wahyu darah Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 24 .

O: klien terlihat rileks. darah dapat diambil - Mengecek GDS paa klien dengan alat sebanyak 1. Nyeri sudah - Menganjurkan klien untuk menghabiskan makanan yang disediakan di RS jarang timbul. O: TD : 170/80 mmHg N : 94x/mnt Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 25 .5ml berwarna merah kehitaman Glukosa check 11:45 4 S: klien mengatakan makan minum dan adl - Memberikan motivasi kepada klien dan keluarga untuk mensuport klien agar dapat segera sembuh 13:30 Selasa 15:00 O: Klien terlihat dibantu salah satu keluarganya S: klien mengatakan sedikit tenang Mengatur posisi semi flower dengan O: klien dapat melakukan tehnik distraksi menaikkan bed dibawah kepala 34derajat dengan cara guide imageri dengan benar 5 16/12/2014 belum kuat untuk mandiri disuapi makan dan minum 5 - S: klien mengatakan cemas sudah mulai - Wahyu Menganjurkan klien untuk mematuhi diet RS yang diberikan Wahyu Wahyu berkurang karena kemarin malam di jenguk oleh anaknya yang dating dari semarang dan probolinggo O: klien nampak sedikit ceria - Memberikan injeksi insulin novorapid 4 unit 16:00 2 S: klien mengatakn nyeri pada ulu hati berkurang Wahyu dengan skala 2 dari skala 0-10.

Klien dapat bernafas spontan. O: GDS 353 mg/dl.RR : 24x/mnt - 17:00 3  T : 36. Suara paru creacles S: Klien mengatakan mau dan teratur makan - Mengidentifiasi tingkat kecemasan klien Wahyu makanan yang telah disediakan Rumah sakit O: klien terlihat dibantu saat makan jatah makan Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 26 . Tidak ada retraksi dinding dada. Tidak Wahyu terasa pusing. 17:30 5 - Mengukur tanda-tanda vital S: Klien mengatakan akan semangat untuk cepat Wahyu sembuh karena keluarga besarnya sudah mulai berdatangan menjenguk O: klien nampak sedang bercanda dan mengobrol dengan angota keluarga yang - 17:45 Melepas selang oksigenasi nasal kanul menjenguknya 1 S: klien mengatakan nafas sudah mulai lega dan Wahyu tidak sesag nafas - Menganjurkan klien untuk mematuhi diet yang diberikan rumah sakit dan ahli gizi 18:00 3 O : terpasang nasal kanul dgn oksigen 2Ltpm.5c Mengkaji kemampuan ADL klien Memberikan obat injeksi Inj ranitidin 30mg/12jam Klien terlihat rileks S:klien mengataka tidak mual saat makan.

Tidak terjadi pendarahan pada bekas injeksi 18:09 Mengkaji kemampuan ADL klien 3 S: klien mengatakan mau sedikit-demi sedikit Wahyu menghabiskan porsi makan - O: klien terlihat sedang disuapi oleh salah satu Melakukan aff infuse anggota keluarganya. 18:05 3 S: klien mengatakan tidak sakit saat dilakukan - Mengkaji keadaan umum klien Wahyu injeksi O: obat insulin masuk melalui injeksi subcutan lengan kanan atas. 19:45 4 S: klien mengatakan sudah bisa turun dan Wahyu berjalan terpapah ke kamar mandi - 20:00 2 Mengantarkan klien ambulasi dari bed O: klien terlihat berjalan kekamar mandi dgn tempat tidur ke kursi roda dan menggunakn tongkat tripod didampingi keluarga menghatarkan sampai ke mobil jemputan S: klien mengatakan tidak sakit saat dilakukan Wahyu injeksi O: obat dapat masuk dengan lancer melalui IV cateter triways Rabu 17/12/2014 16:00 2 S: klien mengatakan sudah tidak sakit pada ulu Wahyu hati Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 27 .di rumah sakit.

O: selang oksigen nasal kanul dilepas.O: TD : 160/80mmHg RR : 20x/mnt N : 80x/mnt S: 36. tidak ada retraksi dinding dada. Wahyu Bisa bernafas dengan spontan. Tidak ada suara weezing. suara creacles berkurang. Respirasi rate 22x/mnt 16:30 3 S: Klien mengatakan hari ini sudah Wahyu diperbolehkan pulang oleh dokter penanggung jawab dank lien mengatakan akan melanjutkan diet yang dianjurkan dirumah O: klien nampak sedang menghabiskan makanan yang diberikan dari RS 16:55 5 S: klien mengatakan sudah tidak cemas dan Wahyu sangat senang karena klien sudah sembuh dan dapat merayakan hari raya Natal bersama keluarga besarnya Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 28 . klien tidak mengalami sesag nafas.5c 16:15 1 Klien terlihat rileks S: klien mengatakan sudah tidak sesag nafas.

O: klien nampak senang dan bersemangat 17:00 2 S: klien mengatakan sudah berjalan-jalan dan ke Wahyu kamar mandi berjalan sendiri O: klien nampak dari kamar mandi didampingi salah satu keluarga yang memegangi infuse klien. Bekas IV cateter tertutup plester hepafix 18:30 2 S: klien menagatakan badan sudah segar dan Wahyu bersyukur bisa sembuh cepat O: klien nampak ceria diraut wajahnya dan terlihat segar Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 29 . tidak terjadi phlebitis. Kien terlihat lebih segar 17:14 4 S: klien engatakan sudah berjaan-jalan dan Wahyu melakukan aktivitas secara mandiri O: klien terlihat dari kamar mandi berjalan sendiri tanpa di damping keluarga berjalan menggunakan tongkat tripod 18:00 2 S: klien mengatakan tidak sakit saat dilakukan Wahyu pelepasan IV cateter O: IV cateter terlepas dan tidak terjadi pendarahan pada bekas IV cateter.

klien mengatakan nyaman dengan posisi kepala ditinggikan Paraf Wahyu O: Oksigen terpasang dengan nasal kanul O2 3Lt/mnt.M. Evaluasi Hari/tanggal Jam No DX Senin 15/12/2014 14:00 1 Evaluasi S: Klien mengatakan lebih enakan saat dipakaian oksigen. klien terlihat dapat bernafas dengan spontan mengunakan nasal kanul O2. A: Masalah teratasi sebagian P: Lanjutkan Intervensi 14:05 2 - Posisikan semiflower - Berikan oksigen nasal kanul 2-3ltr/mnt Wahyu Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 30 .

14:20 5 - GDP : 270 mg/dl - Glukosa darah 2 jam PP : 259 mg/dl - Tidak ada muntah Wahyu Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 31 .S: Klien mengatakan nyeri pada ulhati saat terlambat makan dan bertambah saat digerakkan atau tilah baring posisi. Ketorolac 30mg S: Klien mengataan mau makan makanan yang telah disediakan di RS dan tidak 14:15 4 membeli makanan dari luar RS Wahyu O: Klien dapat kooperatif. rasanyeri seperti tertusuk-tusuk diremasremas pada perut sebelah kanan dengan skala nyeri 3 dari skala 0-10. Nampak sisa makanan dari RS yang telah dimakan klien dalam kondisi tidak habis.Klien dapat melakukan tehnik relaksasi nafas dalam degan baik dan benar A: Masalah teratasi sebagian P: Pertahankan intervensi - Kaji tanda-tanda vital - Kolaborasi pemberian analgetik jika nyeri Inj.5C . tidak Nampak makanan ekstr a yang dibeli di luar RS di meja klien. nyeri dirasa hilang timbul dan teasa sakit kurang lebih selama 2menit saat nyeri kambuh O : TD : 190/90mmHg RR : 20x/mnt 14:10 3 N : 100x/mnt Wahyu T : 36.

Klien dapat bernafas spontan. Suara paru creacles A: Masalah teratasi sebagian Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 32 .A: Masalah teratasi sebagian P: Lanjutkan intervensi - Kolaborasi pemberian insulin Novorapid Flexpen 4-4-4 unit - Kolaborasi pemenuhan gizi dengan ahli gizi - Anjurkan klien untuk makan makanan yang disediakan RS S: Klien mengatakan makan minum dan adl belum kuat untuk mandiri O: Klien terlihat dibantu salah satu keluarganya disuapi makan dan minum A: Masalah teratasi sebagian P: Lanjutkan intervensi - Kaji kemmpuan ADL klien - Suport dan dukung klien serta keluarga untuk memenuhi ADL klien S : Klien mengatakan cemas terhadap penyakitnya. A: Masalah belum teratasi P: Lanjutkan Intervensi Selasa 16/12/2014 12:10 1 S: Berikan motivasi kepada klien dan keluarga . Takut nanti jika malam hari Raya Natal tiba klien tidak ada dirumah karena semua keluarga besar berecana akan berkumpul semua dirumah klien O: Klien nampak gelisah dan sesekali menanyakan kapan klien biasa sembuh. Tidak ada retraksi dinding dada.Identifikasi tingkat kecemasan klien Klien mengatakan nafas sudah mulai lega dan tidak sesag nafas Wahyu O: Terpasang nasal kanul dgn oksigen 2Ltpm.

klien mengatakan mau sedikit-demi sedikit menghabiskan porsi makan O: GDS 353 mg/dl. O: TD : 170/80 mmHg Wahyu N : 94x/mnt RR : 24x/mnt T : 36. Ketorolac 30mg - Ajarkan tehnik relaksasi nafas dalam S: Klien mengatakan mau dan teratur makan makanan yang telah disediakan Wahyu Wahyu Rumah sakit . Nyeri sudah jarang timbul. A: Masalah teratasi sebagian 21:15 5 Wahyu P: Lanjutkan Intervensi - Anjurkan klien untuk mematuhi diet yang disediakan Rumah sakit Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 33 .5c 21:05 21:10 - 3 4 Klien terlihat rileks A: Masalah Teratasi Sebagian P: Pertahankan Itervensi - Kaji tanda-tanda vital - Kolaborasi pemberian analgetik jika nyeri Inj.P: Pertahankan Intervensi 21:05 2 S: Berikan posisi semi flower Wahyu klien mengatakn nyeri pada ulu hati berkurang dengan skala 2 dari skala 010. klien terlihat sedang disuapi oleh salah satu anggota keluarganya.

Respirasi rate 22x/mnt. suara creacles berkurang. A: Masalah Teratasi Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 34 . Bisa bernafas dengan spontan. Wahyu O: Selang oksigen nasal kanul dilepas. tidak ada retraksi dinding dada. Tidak ada suara weezing. Klien terlihat senang A: Masalah Teratasi sebagian P: Pertaankan Intervensi Rabu 17/12/2014 19:00 1 Birikan motivasi terhadap klien dan keluarga untuk membantu proses kesembuhan klien S: Klien mengatakan sudah tidak sesag nafas. klien tidak mengalami sesag nafas.dengan kolaborasi ahli gizi S: Klien mengatakan sudah bisa turun dan berjalan terpapah ke kamar mandi O: Klien terlihat berjalan kekamar mandi dgn menggunakn tongkat tripod didampingi keluarga A: Masalah teratasi sebagian P: Pertahankan intervensi - Suport dan motivasi klien dan keluarga untuk pemenuhan adl klien secara mandiri - Bantu klien dalam pemenuhan adl S: Klien mengatakan akan semangat untuk cepat sembuh karena keluarga besarnya sudah mulai berdatangan menjenguk O: Klien nampak sedang bercanda dan mengobrol dengan angota keluarga yang menjenguknya.

klien mengatakan sudah berjalan-jalan dan ke kamar mandi berjalan sendiri.19:05 2 P: Hentikan Intervensi Wahyu S: Klien mengatakan sudah tidak sakit pada ulu hati.5c - Klien terlihat rileks - klien nampak ceria diraut wajahnya dan terlihat segar A: Masalah teratasi 19:15 4 P: Wahyu Hentikan intervensi S: Klien mengatakan hari ini sudah diperbolehkan pulang oleh dokter penanggung jawab dank lien mengatakan akan melanjutkan diet yang dianjurkan dirumah 19:20 5 O: Klien nampak sedang menghabiskan makanan yang diberikan dari RS Wahyu A: Masalah teratasi P: Pertahankan intervensi - Anjurkan klien untuk tetap melanjutkan diit makan dirumah S: Klien engatakan sudah berjaan-jalan dan melakukan aktivitas secara mandiri O: Klien terlihat dari kamar mandi berjalan sendiri tanpa di damping keluarga berjalan menggunakan tongkat tripod A: Masalah Teratasi Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 35 . klien menagatakan badan sudah segar dan bersyukur bisa sembuh cepat O: TD : 160/80mmHg RR : 20x/mnt 19:10 N : 80x/mnt 3 Wahyu S: 36.

P: Pertahankan Intervensi - Suport dan motivasi klien dalam melakukan ADL secara mandiri S: Klien mengatakan sudah tidak cemas dan sangat senang karena klien sudah sembuh dan dapat merayakan hari raya Natal bersama keluarga besarnya O: Klien nampak senang dan bersemangat A: Masalah teratasi P: Hentikan intervensi Asuhan Keperawatan KDM I Program Profesi NERS XIII UMS | 36 .