Master Plan Kawasan Industri Takalar

BAB 3
3.1

Kebijakan dan Gambaran Umum

Kebijakan Pusat

3.1.1 Kebijakan Struktur Ruang Nasional dan Provinsi untuk
Kabupaten Takalar
Kebijakan struktur ruang wilayah nasional yang berlaku untuk Kabupaten
Takalar adalah pada RTRW Kabupaten Takalar Tahun 2010-2030 adalah:
1. Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Metropolitan Mamminasata :
kawasan perkotaan di Takalar;
2. Jalan Nasional : Jaringan jalan nasional kolektor primer meliputi Jalan Lintas
Selatan dan Timur Sulawesi Selatan: Makassar – Sungguminasa – Takalar Jeneponto – Bantaeng – Bulukumba – Sinjai – Watampone – Sengkang –
Tarumpakkae.

3.1.2 Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi
Indonesia
Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2011
tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia,
diberikan gambaran mengenai rencana pengembangan wilayah – wilayah di
Indonesia. Takalar berada pada lingkup koridor Sulawesi.
Tema Pembangunan adalah pusat produksi dan pengolahan hasil pertanian,
perkebunan, perikanan, migas dan pertambangan nasional. Terdiri dari 6 pusat
kegiatan ekonomi meliputi:
Makasar;

Laporan Akhir

III - 1

Master Plan Kawasan Industri Takalar

Kendari;
Mamuju;
Palu;
Gorontalo;
Manado.
Dengan kegiatan ekonomi utama adalah : Pertanian Pangan (Padi, jagung,
kedelai dan ubi kayu); Kakao; Perikanan; Nikel; Minyak dan gas bumi (Migas).
Selain itu, kegiatan ekonomi utama minyak dan gas bumi potensial untuk dapat
dikembangkan menjadi mesin pertumbuhan di koridor ini.

Gambar 3.1 Rencana Pengembangan Koridor Sulawesi dalam MP3EI

Laporan Akhir

III - 2

Master Plan Kawasan Industri Takalar

Koridor Sulawesi diharapan menjadi garis depan ekonomi nasional terhadap
pasar Asia Timur, Australia, dan Amerika. Koridor Ekonomi Sulawesi memiliki
potensi tinggi di bidang ekonomi dan sosial dengan kegiatan–kegiatan unggulannya.
Meskipun demikian, secara umum terdapat beberapa hal yang harus dibenahi di
koridor Ekonomi Sulawesi, yaitu :
1. Rendahnya nilai PDRB per kapita di Sulawesi dibandingkan dengan pulau lain di
Indonesia;
2. Kegiatan ekonoi utama pertanian, sebagai kontributor PDRB terbesar (30%),
tumbuh dengan lambat, padahal kegiatan ekonomi utama tersebut menyerap
sekitar 50% tenaga kerja;
3. Investasi di Sulawesi berasal dari dalam dan luar negeri relatif tertinggal
dibandingkan daerah lain;
4. Infrastruktur perekonomian dan sosial seperti jalan, listrik, air, dan kesehatan
kurnag tersedia dan belum memadai.

3.1.3 Kebijakan RTR Pulau Sulawesi
3.1.3.1 Tujuan
Tujuan dari RTR Pulau Sulawesi adalah:
Mencapai keseimbangan pemanfaatan ruang makro antara kawasan berfungsi
lindung dan budidaya, antara kawasan perkotaan dan perdesaan, antar wilayah
dan antar sektor, dalam satu ekosistem pulau dan perairannya;
Meningkatkan

kesatuan

pengembangan

kegiatan

ekonomi,

sosial

dan

pengembangan prasarana wilayah pada kawasan perkotaan dan perdesaan
dengan memperhatikan kemampuan daya dukung lingkungan;
Menjamin efisiensi pelaksanaan pembangunan lintas sektor dan lintas provinsi;
Memulihkan daya dukung lingkungan untuk mencegah terjadinya bencana yang
lebih besar dan menjamin keberlanjutan pembangunan.
Fungsi

RTR

Pulau

Sulawesi

adalah

memberikan

dasar

pencapaian

keterpaduan, keserasian dan keterkaitan spasial antar wilayah dan antar sektor
di dalam suatu kesatuan pulau dalam rangka optimasi pemanfaatan ruang.
3.1.3.2 Struktur Ruang Wilayah Pulau Sulawesi
Struktur ruang wilayah Pulau Sulawesi disusun berdasarkan arahan pola
pengelolaan sistem pusat permukiman dan arahan pola pengelolaan sistem jaringan
prasarana wilayah yang meliputi arahan pola pengelolaan sistem jaringan prasarana

Laporan Akhir

III - 3

sistem jaringan prasarana energi. maupun Pusat Kegiatan Lokal (PKL) yang lingkup pelayanannya kabupaten di wilayah Provinsi Sulsel. Sengkang.1 Rencana Pengembangan Sistem Perkotaan Hirarki sistem perkotaan ditentukan dengan menetapkan pusat kegiatan nasional. Enrekang.4 . berdaya dorong pertumbuhan wilayah sekitarnya. pusat pengolahan dan atau pengumpul barang secara nasional khususnya KTI. Soroako. Rantepao. Pusat Kegiatan Nasional Metropolitan Mamminasata yang terdiri dari Kota Makassar. berupa Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Hirarki perkotaan meliputi Kota PKN.1. Malili. dan menjadi pintu gerbang internasional terutama jalur udara dan laut. Tabel 3. Pinrang. Berdasarkan PP No 26 Tahun 2008 tentang RTRW Nasional sistem perkotaan di wilayah Sulawesi Selatan ditentukan sebagai berikut: 1. Kota Sungguminasa dan Kota Takalar ditetapkan sebagai PKN dan relatif terletak di pantai barat Sulsel.4 Kebijakan RTRW Sulawesi Selatan 3.1 Arahan Sistem Pusat Permukiman di Provinsi Sulawesi Selatan Menurut RTR Pulau Sulawesi PKN Kota Metropolitan Makasar Sungguminasa – Maros – Takalar PKW Luwu. Bantaeng. Laporan Akhir III . Sidenreng Rappang. Wotu.1. pusat kegiatan wilayah dan pusat kegiatan lokal. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) yang lingkup pelayanannya provinsi. Benteng. Sumber: RTR Pulau Sulawesi 3. Watansoppeng. Bulukumba. Mamminasata berfungsi sebagai pusat jasa pelayanan perbankan yang cakupan pelayanannya berskala nasional. Pola pengelolaan sistem pusat permukiman di Pulau Sulawesi diarahkan pada terbentuknya fungsi dan hirarki perkotaan sesuai dengan RTRWN. Jeneponto PKL Masamba. Barru. Parepare.4. Makale. Sinjai. Palopo. Pangkajene. PKW. Daerah Perkotaan di wilayah Sulsel mempunyai beberapa fungsi baik fungsi utama maupun pendukung.Master Plan Kawasan Industri Takalar transportasi. pusat jasa publik lainnya seperti pendidikan tinggi dan kesehatan yang skup pelayanannya nasional khususnya KTI. dan PKL sebagai satu kesatuan sistem. sistem jaringan prasarana sumber daya air. Pusat kegiatan perkotaan dalam hirarki dan lingkup pelayanannya. menjadi simpul transportasi udara maupun laut skup pelayanan nasional. Kota Maros. Watampone. dan sistem jaringan prasarana perkotaan.

Selain dari pada itu. sebagai jasa pemerintahan kabupaten.Master Plan Kawasan Industri Takalar 2. Pangkajene yang terletak di pantai Barat Sulsel. menetapkan Kabupaten Selayar sebagai pusat distribusi kebutuhan bahan pokok KTI. serta sebagai pusat pelayanan publik lainnya untuk kabupaten dan beberapa kecamatan kabupaten tetangga. Pangkajene.IV. PKL di wilayah Sulsel adalah Malili. Barru. Kota-kota yang ditetapkan sebagai sebagai PKW adalah Kota Palopo dan. serta Jeneponto dan Bulukumba yang terletak di pantai Selatan. Soppeng. Enrekang. jaringan informasi dan telekomunikasi. Watampone yang terletak di pantai Timur Sulsel. dan Bantaeng. Berbagai pusat-pusat kegiatan tersebut diarahkan mempunyai interkoneksi yang sinergis dengan sifat simbiosis mutualistis dengan dukungan prasarana wilayah baik berupa jalan dan jembatan. Sub Pusat Kegiatan Lokal. bandara. yang pada jangka panjang dimungkinkan berkembang menjadi PKN. Sub pusat kegiatan lokal dan atau yang lebih mikro lagi dapat terletak pada ibukota kecamatan atau di desa-desa sebagai pusat-pusat agrobisnis dan agroindustri tempat tumbuh berkembangnya komunitas dengan jatidiri nilai kearifan lokal dan secara ekonomis dapat mempunyai ciri produk komoditas unggulan masing-masing. oleh pemerintah melalui Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinator Industri dan Perdagangan (S268/D. Sinjai. sebagai simpul transportasi yang melayani kabupaten dan beberapa kecamatan kabupaten tetangga. Pusat Kegiatan Lokal Ibukota-ibukota kabupaten yang tidak termasuk sebagai PKW atau dalam PKN Mamminasata menjadi PKL yang berfungsi sebagai pusat pengolahan dan atau pengumpulan barang yang melayani kabupaten dan beberapa kecamatan kabupaten tetangga.5 . Pusat Kegiatan Wilayah. jaringan air bersih. Makale. jaringan irigasi. Oleh karena itu RTRWP Sulsel mengarahkan Selayar dikembangkan menjadi PKW. kemudian Parepare. 3. Masamba. Sub-sub pusat kegiatan yang berupa wilayah mikro ini diarahkan menjadi desa mandiri pangan dan energi. jaringan listrik. Sungguminasa.M. pelabuhan. Sengkang. fasilitas ibadah. pasar dan sebagainya yang mendukung keadilan dan kualitas pelayanan publik dan pemerataan kesejahteraan yang proporsional sehingga kualitas hidup dan Laporan Akhir III . fasilitas kesehatan. Selain daripada itu fasilitas sosial seperti fasilitas pendidikan. fasilitas rekreasi dan olahraga. terminal dan setasiun kerata api. 4.EKON/12/2007). Rantepao.

Sub-sub PKL di Sulsel adalah (Mandai. Bambalu. dan Maroangin) di Kabupaten Enrekang. Bungeng. Larompong. Baebunta. Lihat Peta Arahan Rencana Struktur Ruang Provinsi Tahun 2008-2027. (Bilajeng. Siwa di Kabupaten Wajo. Bojo. Baraka. (Bojo Kajuara. (Rappang. Palawa. dan Ponrang) di Kabupaten Luwu. Tanru Tedong.6 . Amparita. Rampi dan Limbong) di Kabupaten Luwu Utara. Wara Timur) di Palopo. kota kecil maupun desa relatif sama. Seko. Malimpung dan Marabombang) di Kabupaten Pinrang. Cakke. Bontobahari di Kabupaten Bulukumba. (PekkaE. Alakuang.Master Plan Kawasan Industri Takalar berpenghidupan di semua tempat baik metropolitan. (Kete’Kesu. Labbakkang. dan Rindingallo) di Kabupaten Tana Toraja. dan Allu) di Kabupaten Jeneponto. (Untia dan Paotere) di Makassar. (Segeri. Bone-bone. Kajuanging. (Pamatata. Bupon. Kajuadi. Polongbangkeng Utara. Marusu. dan (Suppa. (Latuppa. Mangarabombang) di Kabupaten Takalar. (Galesong. (Bua. Paotere) di Kabupaten Maros. Illambatu. Bungoro) di Kabupaten Pangkep. Awerange. Walenrang. (Bikeru dan Manipi) di Kabupaten Sinjai. Malino) di Kabupaten Gowa. (Patalassang. Sesean. Saddan. dan Bonerate) di Selayar. Makulla. (Lapadde dan LumpuE) di Parepare. (Pa’biringa. Ponranae. Rantetayo. (Sorowako dan Wotu) di Kabupaten Luwu Timur. (Sabbang. Ralla. Pucak. SamataBontomarannu. kota sedang. Laporan Akhir III . Pompanua dan Leppangeng) di Bone. (Cabenge dan Batubatu) di Kabupaten Soppeng. dan Massepe) di Kabupaten Sidrap. Ujung Lero. Kadai. Lamasi. Pada hakekatnya secara umum sistem perkotaan direncanakan sinergis dengan sistem perdesaan terutama dengan sentra produksi komoditas lokalnya tempat berkembangnya komunitas-komunitas lokal yang mempunyai kualitas jati diri dan kemandirian yang tumbuh berkembang dalam tatanan yang semakin kondusif. Watan Bulu. dan Palanro) di Kabupaten Barru.

7 .Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.1 Rencana Struktur Ruang Provinsi Sulawesi Selatan Laporan Akhir III .

jalur hijau di sempadan pantai. Dalam skala lingkungan mikro terutama di daerah perdesaan diarahkan tumbuh berkembangnya tatanan desa mandiri pangan dan energi yang didukung alam yang asri dan lestari.1. (ii) konservasi berupa hutan suaka alam. Dalam kawasan budi daya juga diusahakan sebisa mungkin menumbuhkembangkan dan melestarikan kawasan lindung setempat baik ruang darat. yang juga merupakan mata rantai sistem ekologi wilayah. sempadan sungai. serta kawasan perlindungan laut di tempat aglomerasi terumbu karang.1 Rencana Pola Ruang Rencana Pola Ruang wilayah Provinsi Sulsel meliputi rencana kawasan lindung dan kawasan budidaya yang mempunyai nilai strategis provinsi dan atau lintas kabupaten dan atau kota. taman margasatwa.Master Plan Kawasan Industri Takalar 3. maupun hutan lindung Mangrove di pantai. Kebijakan pengembangan pola ruang ditujukan untuk mewujudkan pola penggunaan ruang yang seimbang antara daya lindung kawasan lindung dengan kapasitas produksi dan pemanfaatan kawasan budidaya secara asri dan lestari. Selain daripada itu dalam untuk kepentingan pelestarian warisan sejarah dan budaya dapat ditetapkan suatu kawasan konservasi seperti cagar budaya bangunan buatan manusia yang ditetapkan sebagai benda purbakala. Laporan Akhir III . taman nasional. sempadan danau. Lihat Peta Pola Ruang Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Kawasan lindung yang baik yang bersifat: (i) preservasi berupa hutan lindung baik di daerah ketinggian pedalaman yang merupakan daerah hulu (upstream) Daerah Aliran Sungai (DAS).8 .4. baik berupa hutan kota. Pola pemanfaatan daerah perkotaan diarahkan juga dapat terwujud tatanan lingkungan yang swatata dalam memproduksi dan mengolah daya penentralisiran limbah. sempadan jalan luar kota dan atau sempadan jalan bebas hambatan. laut maupun udara untuk menjaga keasrian dan kelestarian ragam hayati. seperti ruang terbuka hijau.

9 .Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.2 Rencana Pola Ruang Sulawesi Selatan Laporan Akhir III .

Di samping keempat tujuan di atas. yang menjamin tersedianya kesempatan kerja dan pelayanan sosial yang memadai.Master Plan Kawasan Industri Takalar 3. Kreatif (Creative) dan Terkoordinasi (Coordinated) (yang disingkat CCC atau 3C) akan menjadi sebuah gambaran umum yang dipegang oleh semua pihak terkait. Menciptakan sebuah wilayah metropolitan yang dinamis dan harmonis yang sejalan dengan pelestarian lingkungan dan peningkatan amenitas di seluruh wilayah Mamminasata. Bersih dan Terkoordinasi. ditetapkan pula sebuah semboyan untuk RTRW Mamminasata. Meningkatkan taraf hidup penduduk Mamminasata. dan Berfungsi sebagai model bagi pengembangan masa depan untuk wilayah metropolitan di Indonesia. Tujuan Pengembangan Metropolitan Mamminasata Menetapkan target bersama dan gambaran umum untuk masa depan Mamminasata (2020) demi kepentingan seluruh masyarakat dan pihak-pihak terkait di Mamminasata. RTRW Mamminasata juga akan dirumuskan dan diimplementasikan dengan mengikuti dan mewujudkan semboyan Kawasan Metropolitan yang Kreatif. yaitu: “Metropolitan Mamminasata yang Bersih. Kreatif dan Terkoordinasi”. menggiatkan kegiatan perekonomian dan mengurangi tingkat resiko.1 Tinjauan RTRW Mamminasata.1. Dalam pengembangannya ada beberapa strategi pengembangan tata ruang yang perlu dilakukan. yaitu: Mamminasata sebagai Pusat Logistik dan Perdagangan di Kawasan Timur Indonesia Mamminasata sebagai Pelopor Seluruh Pembangunan di Sulawesi Pengurangan Zat Pencemar dan Beban Lingkungan Pengurangan Zat Pencemar dan Beban Lingkungan Peningkatan Nilai Tambah Lokal Penyediaan Layanan yang Berorientasi Kebutuhan Pendekatan Partisipatoris dalam Rencana Tata Ruang dan Implementasinya Kemungkinan Penerapan Rencana Tata Ruang Laporan Akhir III .10 . Bersih (Clean).

Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.11 .3 Rencana Struktur Ruang Mamminasata Laporan Akhir III .

Mengandung pengertian bahwa pelayanan yang memuaskan dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan. 5. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia.2 Kebijakan Daerah 3. Beriman dan Bertaqwa. maka harus dibingkai dengan nilai-nilai budaya lokal yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Takalar. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Beriman dan Bertakwa.12 . 3. Meningkatkan penghayatan nilai keagamaan. Sektor tersebut Laporan Akhir III . Untuk menjaga konsistensi visi dan misi terutama di dalam menjabarkannya ke dalam kebijakan. Sektor pertanian memiliki kontribusi terbesar terhadap PDRB Tahun 2006. Membaiknya kondisi perekonomian Kabupaten Takalar terutama didorong oleh sektor-sektor ekonomi yang memiliki andil cukup besar bagi perekonomian daerah. Memiliki pengertian sebagai se buah pemerintahan yang mampu memberi jaminan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat. 3.2. yaitu 54. 2.” 1. bebas dari rasa tertekan dan terpenuhi kebutuhan dasar masyarakat. maka pemerintahan akan melaksanakan lima Misi yaitu: 1. 4. Meningkatkan kesejahteraan rakyat. 4.2.71% dari seluruh konstruksi ekonomi daerah. program dan kegiatan pembangunan daerah selama lima tahun ke depan. 2. Berkeadilan. nyaman. Untuk mewujudkan Visi tersebut.2 RPJMD Kabupaten Takalar 2008-2013 Perkembangan ekonomi di Kabupaten Takalar dari Tahun ke Tahun menunjukan arah positif. Kesejahteraan masyarakat yang dimaksud adalah mereka merasa aman. sehat. Berkeadilan. Masyarakat Sejahtera. moral dan etika. Mewujudkan pemerintahan yang bersih.Master Plan Kawasan Industri Takalar 3. Terdepan dalam Pelayanan. Dimaksudkan untuk memberikan pegangan bahwa landasan pembangunan senantiasa berdasarkan nilai-nilai agama. 3.1 Visi Misi Visi Pemerintahan Kabupaten Takalar 2013-2017 adalah “Takalar Terdepan dalam Pelayanan Menuju Masyarakat Sejahtera.

ditetapkan sebagai pusat pengembangan agribisnis perikanan dan rumput laut. perikanan dan kehutanan. sedangkan tanaman perkebunan selain kedua jenis tanaman di atas mempunyai produksi yang relatif kecil. peternakan. Produksi ternak besar dan kecil pada Tahun 2002-2006 memperlihatkan adanya fluktuasi.Master Plan Kawasan Industri Takalar dianggap mampu mnyerap banyak tenaga kerja dan menggerakkan perkembangan sektor-sektor yang lain. Menurunnya produksi tanaman padi berkaitan dengan menurunnya luas panen. Tanaman perkebunan Produksi tanaman perkebunan di Kabupaten Takalar yang terbesar adalah tanaman tebu dan kelapa. Jenis ternak yang mengalami kecenderungan menurun adalah ternak kambing dan itik. Pada Tahun 2006 produksi rumput laut mencapai 9. Program dalam bidang pertanian adalah “Revitalisasi bidang Laporan Akhir III .13 . Kabupaten Takalar sesuai potensinya yang ditunjang oleh empat kecamatan daerah pesisir dengan panjang garis pantai sekitar 73 km. Produksi tanaman padi palawija yang memperlihatkan tren yang menaik selama periode 2002 hingga 2006 adalah tanaman jagung. Besarnya produksi tanaman tebu berkaitan dengan adanya Pabrik Gula di Kabupaten Takalar.71 ton menjadi 4. Tanaman padi dan palawija Produksi tanaman padi selama 2002-2006 memperlihatkan keadaan yang fluktuatif.721 ton dengan luas areal sekitar 3.025 sehingga Kabupaten Takalar memiliki potensi sumber daya laut terutama ikan terbang dan rumput laut. Tahun 2006 jumlah rumah tangga perikanan sekitar 5. Peternakan Produksi Peternakan subsektor ini tidak begitu menonjol bila dibandingkan dengan subsektor lainnya didalam sektor pertanian. namun produksi perhektar ha relatif stabil. Pada Tahun 2002 produksi padi perhektar 4. dengan produksi perkektarnya rata-rata sebesar 3. Produksi pertanian Kabupaten Takalar meliputi tanaman padi-palawija.58 ton pada Tahun 2006.707 dan petani rumput laut sekitar 3. sedangkan tanaman selain itu memperlihat tren yang lebih berfluktuatif.33 ton. Tanaman jagung memperlihatkan produksi yang meningkat selama Tahun 2002-2006 dikarenakan bertambahnya luas panen tanaman jagung. Terdapat beberapa program dan kegiatan indikatif pembangunan daerah Kabupaten Takalar.343 rumah tangga. perkebunan.

Peningkatan akses petani dan nelayan kepada sumber daya produktif seperti teknologi. perikanan dan kelautan dan Peningkatan daya saing produk unggulan daerah. pengolahan dan permodalan. penataan dan pengembangan industri pengolahan produk pertanian dan perikanan untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah. Kedua prioritas pembangunan di atas menyangkut bidang pertanian dan kelautan. Pengamanan ketahanan pangan. pengembangan hutan tanaman serta hasil hutan non kayu. Bidang Pertanian mempunyai program indikatif sebagai berikut. Peningkatan efisiensi sistem distribusi. Perbaikan iklim usaha dalam rangka meningkatkan diversifikasi usaha dan memperluas kesempatan berusaha.” Kebijakan yang dipakai pada pelaksanaan prioritas ini adalah : Peningkatan kemampuan petani dan nelayan serta penguatan lembaga pendukungnya. Kebijakan yang dipakai pada pelaksanaan prioritas peningkatan daya saing produk unggulan daerah adalah: Menjaga proses produksi dan pasca produksi yang mengacu pada standar produk berkualitas di pasaran.14 . Peningkatan kemampuan manajemen dan kompetensi kewirausahaan di kalangan pelaku usaha bidang pertanian dan perikanan. koleksi dan jaringan pemasaran produk untuk perluasan pemasaran. informasi pemasaran. Memiliki potensi ekspor. Mendorong peningkatan standar mutu komoditas.Master Plan Kawasan Industri Takalar pertanian. Memenuhi kebutuhan lokal kabupaten. perkebunan. untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup. dan Peningkatan pemanfaatan sumber daya perikanan dan optimasi pemanfaatan hutan alam. Program pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan lapangan Program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak Program Peningkatan Kesejahteraan Petani Program Peningkatan Ketahanan Pangan pertanian/perkebunan Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan Program peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan Laporan Akhir III .

bahkan mungkin dibatasi.3 RTRW Kabupaten Takalar 3. kebijakan penataan ruang nasional dan provinsi yang menempatkan kawasan perkotaan Pattalasang Takalar (PKN dan PKL). produktif dan berkelanjutan. Untuk sistem pusat perkotaan Kabupaten Takalar.1 Rencana Sistem Perkotaan Secara garis besar rencana sistem perkotaan wilayah Kabupaten Takalar dirumuskan berdasarkan beberapa pertimbangan yaitu : Tujuan dasar penataan ruang adalah agar tercipta sistem ruang yang aman.2.15 . Hal ini juga berkenaan dengan penciptaan sistem pusat-pusat kota yang berjenjang sehingga terbangun suatu sistem perkotaan yang efektif dan efisien. efisien. Bila dijabarkan lebih lanjut pengertian produktif dan bekerlanjutan dalam konteks struktur ruang dimaknai sebagai suatu sistem dan hubungan fungsional antar pusat perkotaan yang efektif. terdapat pusat-pusat permukiman yang perlu didorong pertumbuhannya dan ada pula yang hanya cukup dikendalikan sesuai potensinya.Master Plan Kawasan Industri Takalar Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan Program peningkatan penerapan teknologi peternakan Program peningkatan produksi hasil peternakan Program peningkatan produksi pertanian/perkebunan 3. Kondisi objektif hirarki pusat-pusat permukiman eksisting dan RUTR Kabupaten Takalar tahun 2006.3. Oleh karena itu. Polombangkeng Utara (kawasan perkotaan Palleko sekitarnya) dan Mangarabombang (kawasan perkotaan Mangadu sekitarnya) dengan kegiatan utama untuk masing-masing PPK adalah : Laporan Akhir III . mendorong peningkatan potensi masing-masing pusat (kawasan) secara berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan alam. Salah satu peranan rencana penataan ruang adalah untuk menciptakan keseimbangan pembangunan antar wilayah (kecamatan) dan sekaligus mengantisipasi pertumbuhan pembangunan yang terkonsentrasi pada pusat kota (ibukota kabupaten) atau pada kawasan tertentu saja. nyaman.2. pusat-pusat perkotaan yang perlu didorong atapun dikendalikan pertumbuhannya adalah : Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) : adalah Galesong (kawasan perkotaan Galesong kota sekitarnya).

Untuk mendukung kegiatan pariwisata. Kawasan perkotaan Metropolitan Mamminasata 2. Pendidikan & penelitian maritime III . perdagangan dan jasa serta maritime. Bulukunyi. perkebunan dan kehutanan serta komoditas unggulan lainnya perlu dilakukan percepatan pembangunan prasarana transportasi darat dan laut. pusat koleksi dan distribusi pertanian hortikultura. mitigasi bencana. Pattalasang/PATTALASANG PPN/PKL 2. maka wilayah pesisir pantai Barat (terutama Mappakasunggu dan Mangarabombang) perlu dikendalikan peruntukannya karena terkait abrasi pantai dan cagar alam laut. Untuk mendukung kebijakan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar sebagai kabupaten konservasi dan mitigasi bencana. pertanian. kawasan industri Takalar. pertanian lahan kering dan basah. Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL): Cilallang. Berdasarkan pertimbangan di atas. Pusat pemerintahan kabupaten 3.2 Rencana Sistem Perkotaan Kabupaten Takalar Tahun 2030 No Ibukota Kecamatan / Kabupaten Hirarki Fungsi 1. Sanrobone. Bontolebang. Mangudu: pusat pengembangan industri rakyat hasil-hasil pertanian dan perikanan. Pusat pelayanan sosial dan ekonomi 4. Tabel 3. Pembangunan jaringan jalan juga dibatasi sedemikian rupa tanpa mengurangi aksesibilitas antar pusat-pusat permukiman demi menjaga kualitas dan kelestarian keberlanjutan pertanian tanaman pangan lahan basah dan kering.16 . Sedangkan di bagian Timur – Utara (Polombangkeng Utara dan Polombangkeng Selatan) perkembangannnya dikendalikan sedemikian rupa sehingga mampu mendukung fungsi dan kelestarian hutan produksi dan Taman Buru dan Suaka Margasatwa Ko’mara. maka rencana sistem perkotaan di wilayah Kabupaten Takalar adalah sebagaimana yang terlihat pada tabel di bawah ini. perikanan laut. Palleko: pusat pengembangan kegiatan pertanian dan perkebunan.Master Plan Kawasan Industri Takalar Galesong Kota: pusat pendidikan maritim. jasa kepariwisataan. mobilisasi hasil produksi laut. Bontokassi yang berfungsi sebagai pusat permukiman yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala antar desa. Galesong Kota/GALESONG PPK Laporan Akhir Fungsi Utama 1.

Pertanian tanaman pangan 28. Bulukunyi/POLOBANGKENG SELATAN Fungsi Utama PPL 7. Mangadu/MANGARABOMBANG PPK 5. Bontolebang/GALESONG UTARA PPL 9. Hasil-hasil pertanian dan perikanan. Koleksi & distribusi hortikultura 14. 6. Pusat pengembangan industry rakyat 17. Holtikultura dan perkebunan 20. 6. Penunjang kegiatan perikanan Sumber: RTRW Kabupaten Takalar 2010-2030 Laporan Akhir III . 8. Penunjang kegiatan perikanan 24. Perikanan dan hasil-hasil laut 19. Perkebunan dan kehutanan 11.17 . Perikanan dan hasil-hasil laut 22. 9. 7. Kawasan industry Takalar 25. Kawasan KTM Bahari Punaga 16. Bontokassi/GALESONG SELATAN PPL Pelabuhan dan pergudangan laut Perikanan dan hasil-hasil laut Perdagangan dan jasa kawasan Agropolitan Malolo Wisata Alam Taman Buru dan SM 10. Perikanan dan hasil-hasil laut 27. Kawasan PPI Be’ba 26. Peternakan 21. Ekonowisata Pulau Tanakeke 18. Wisata budaya Maudu Lompoa 13. Cilallang/MAPPAKKASUNGGU PPL 3. Sanrobone/SANROBONE PPL 8. Perdagangan dan jasa 23. Palleko/POLOMBANGKENG UTARA PPK 4. Peternakan 12.Master Plan Kawasan Industri Takalar No Ibukota Kecamatan / Kabupaten Hirarki Fungsi 5. Industry kecil rakyat 15.

4 Rencana Struktur Ruang Kabupaten Takalar Laporan Akhir III .18 .Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.

kondisi objektif wilayah. daya tampung dan kebutuhan ruang untuk masa mendatang. Sungai Pappa (Sungai Pamukkulu) Kabupaten Takalar sebagai salah satu sungai yang masuk WAS Jenebarang.624 Km2.2.052 ha. Fakta lapangan menggambarkan bahwa sebagian kawasan ini berada dalam kondisi dengan bukaan vegetasi yang cukup luas dengan tanaman kopi.743 ha dan DI Pamukkulu seluas 5. Artinya sebagian besar kebutuhan air baku. jambu mete. Rencana Pola Kawasan Lindung Kawasan Hutan Lindung Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor : 890/KPTSII/1999 tentang Penunjukan Kawasan Hutan di Wilayah Provinsi Sulsel. maka dapat dirumuskan rencana pola ruang untuk Kabupaten Takalar sebagaimana diuraikan di bawah ini : 1. Kawasan Perlindungan Setempat Kabupaten Takalar merupakan wilayah aliran sungai (WAS) Jeneberang dengan luas 9. luas Hutan Lindung di Kabupaten Takalar adalah 2. kebijakan pola ruang nasional dan provinsi. kakao. Kawasan yang Memberikan Perlindungan terhadap Kawasan Bawahannya Hutan Lindung dan kawasan dengan kelas lereng di atas 40% merupakan kawasan resapan air yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya. Kawasan dengan kelerengan di atas 40% di luar dua kawasan berada di Kecamatan Polombangkeng Utara. 26 Tahun 2008 bahwa lebar sempadan adalah sebagai berikut: Sempadan pantai ditetapkan dengan kriteria : Laporan Akhir III . Mengacu pada ketetapan sempadan yang sudah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. DI Jenemarung (kewenangan Provinsi Sulsel) dengan luas pelayanan mencapai 1.Master Plan Kawasan Industri Takalar 3.368 Ha yang berada di Kecamatan Polombangkeng Selatan dan Kecamatan Mangarabombang.2 Rencana Pola Ruang Kabupaten Takalar Dengan memperhatikan ketentuan penyusunan pola ruang. Hasil superimpose peta kelas lereng di atas 40% dengan peta rawan longsor menunjukkan bahwa sebagian dari kawasan terebut dapat menimbulkan bahaya longsor. Selain itu daerah irigasi yang perlu dipertahankan sebagai sumber pasokan air persawahan dan air baku adalah DI Kampili/Bissua (kewenangan pusat) dengan luas pelayanan mencapai 9.204 ha. kebijakan pembangunan daerah.3.19 .

Daratan sepanjang tepian anak sungai tidak bertanggul di luar kawasan permukiman dengan lebar paling sedikit 50 (lima puluh) meter dari tepi sungai. terutama sungai-sungai besar (Sungai Pappa dan Sungai Gamanti) selebar 50-100 meter. maka kawasan lindung setempat meliputi : Sempadan pantai (100 meter) sepanjang 74 Km diukur dari Kecamatan Galesong Utara hingga Kecamatan Mangarabombang. Daratan sepanjang tepian laut yang bentuk dan kondisi fisik pantainya curam atau terjal dengan jarak proporsional terhadap bentuk dan kondisi fisik pantai.862. Kawasan Rawan Bencana Kawasan Rawan Bencana Longsor. Daratan sepanjang tepian sungai besar tidak bertanggul di luar kawasan permukiman dengan lebar paling sedikit 100 (seratus) meter dari tepi sungai. Kawasan Suaka Alam Kawasan suaka alam meliputi suaka alam. Di Kabupaten Takalar terdapat dua kawasan lindung nasional berupa suaka alam. Sempadan sungai ditetapkan dengan kriteria : Daratan sepanjang tepian sungai bertanggul dengan lebar paling sedikit 5 (lima) meter dari kaki tanggul sebelah luar. Sempadan mata air Ruang terbuka hijau kota terutama pada pusat-pusat permukiman atau ibukota kecamatan. yaitu Suaka Alam Margasatwa dan Taman Buru Ko. tanah. Tanah longsor adalah suatu jenis gerakan tanah. atau material yang bergerak ke bawah atau keluar lereng. Gayagaya gravitasi dan rembesan (seepage) merupakan penyebab utama Laporan Akhir III . pelestarian alam dan cagar budaya. Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan. Sempadan sungai. umumnya gerakan tanah yang terjadi adalah longsor bahan rombakan (debris avalanches) dan nendatan (slumps/rotational slides).20 .147/KPTS-Menhut/1987 tanggal 19 Februari 1987.21 ha) berdasarkan SK Menhut No.mara (5. bahan rombakan.Master Plan Kawasan Industri Takalar Daratan sepanjang tepian laut dengan jarak paling sedikit 100 (seratus) meter dari titik pasang air laut tertinggi ke arah darat. Berdasarkan ketentuan tersebut.

Master Plan Kawasan Industri Takalar ketidakstabilan (instability) pada lereng alami maupun lereng yang di bentuk dengan cara penggalian atau penimbunan. namun secara garis besar dapat dibedakan sebagai faktor alami dan manusia. Iklim : curah hujan yang tinggi. vegetasi penutup dan penggunaan lahan pada lereng tersebut.21 . Tingkat kemiringan sungai yang relatif curam ini dapat dikatakan sebagai faktor “bakat” atau bawaan. Munculnya mata air baru secara tiba-tiba. struktur geologi. misalnya tanah kritis. struktur sesar dan kekar. Biasanya terjadi setelah hujan. Faktor penyebab terjadinya gerakan pada lereng juga tergantung pada kondisi batuan dan tanah penyusun lereng. Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan. Laporan Akhir III . Sedangkan curah hujan adalah salah satu faktor pemicu. Kemampuan/daya tampung sistem pengaliran air berkurang akibat sedimentasi. maupun penyempitan sungai akibat fenomena alam dan manusia. Keadaan tata air : kondisi drainase yang tersumbat. sehingga sistim pengaliran air yang terdiri dari sungai dan anak sungai alamiah serta sistem saluran drainase dan kanal penampung banjir buatan tidak mampu menampung akumulasi air hujan sehingga meluap. gempa bumi. akumulasi massa air. pada umumnya banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan di atas normal. sisipan lapisan batu lempung. Keadaan topografi : lereng yang curam (25%-40% dan > 40%). Tutupan lahan yang mengurangi tahan geser. pelarutan dan tekanan hidrostatika. maka potensi terjadinya banjir bandang relatif tinggi. Kawasan Rawan Banjir. Kecamatan di wilayah ini yang memungkinkan terjadi bencana longsor berdasarkan kriteria di atas adalah Kecamatan Polombangkeng Utara dan Polombangkeng Selatan. Secara alamiah. Kondisi alam yang menjadi faktor utama terjadinya longsor antara lain : Kondisi geologi : batuan lapuk. stratigrafi dan gunung api. Gejala umum terjadinya tanah longsor : Munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing. kemiringan lapisan. Secara umum pada sebuah sistem aliran sungai yang memiliki tingkat kemiringan (gradien) sungai yang relatif tinggi (lebih dari 30%) apabila di bagian hulunya terjadi hujan yang cukup lebat. erosi dalam. curah hujan.

Akibatnya. Meskipun demikian untuk kawasan banjir di Pattalasang sekitarnya dan Polobangkeng Selatan sekitarnya juga disebabkan karena daerah cekungan yang cukup luas. Kawasan Rawan Bencana Tsunami. Terkait erat dengan kejadian gempabumi.22 . Perilaku manusia yang menimbulkan bencana banjir diantaranya kegiatanproyek-proyek pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Disamping itu berkurangnya daerah resapan air juga berkontribusi atas meningkatnya debit banjir. sehingga pada saat musim hujan juga terjadi genangan (banjir) yang luas.Master Plan Kawasan Industri Takalar Penggundulan hutan di daerah tangkapan air hujan (catchment area) juga menyebabkan peningkatan debit banjir karena debit/pasokan air yang masuk ke dalam sistem pengaliran air menjadi tinggi sehingga melampaui kapasitas pengaliran dan menjadi pemicu terjadinya erosi pada lahan curam yang menyebabkan terjadinya sedimentasi di sistem pengaliran air dan wadah air lainnya. sehingga di musim hujan sering menimbulkan banjir dan kekeringan di musim kemarau. Laporan Akhir III . beberapa DAS di Kabupaten Takalar kondisinya semakin kritis. Zona Kerawanan menengah yaitu daerah sepanjang pantai dengan kontur ketinggian 10 – 15 m dpl. jika terjadi hujan dengan curah hujan yang tinggi sebagian besar air akan menjadi aliran permukaan yang langsung masuk kedalam sistem pengaliran air sehingga kapasitasnya terlampaui dan mengakibatkan banjir. perkebunan skala besar yang tidak direncanakan dengan baik telah menyebabkan terjadinya banjir. Kendati demikian luasan kawasan banjir di Kabupaten Takalar tidaklah terlalu besar. Klasifikasi zona rawan bencana tsunami : Zona Kerawanan tinggi. Pada daerah permukiman dimana telah padat dengan bangunan sehingga tingkat resapan air kedalam tanah berkurang. dengan kemiringan lereng cukup terjal. sehingga terjadi surface run off (limpasan) yang tinggi sehingga badan sungai tidak mampu menampung limpasan dan menggenang pada wilayah cekungan/datar. wilayah dengan jarak garis pantai 50 m. sepanjang pantai dengan ketinggian kontur kurang dari 10 m dpl. Penyebab utama dari banjir pada kawasan tersebut adalah karena kerusakan kawasan tangkapan air. maka di wilayah Kabupaten Takalar juga berpotensi terjadi tsunami apabila gempa diikuti oleh perpindahan material di bawah laut akibat longsoran ataupun akibat goncangan (shaking) gempa sendiri.

Oktober 2008) dengan jumlah DI sebanyak 11 (DI Jene’tallasa seluas 481 ha. Rencana Pola Kawasan Budidaya Kawasan Hutan Produksi Terbatas Kabupaten Takalar mempunyai HPT seluas 2.00 ha dan padi ladang 562. Data luas potensi lahan daerah irigasi pertanian padi sawah berdasarkan kewenangan Kabupaten Takalar adalah 2. Sebagian besar kawasan rawan bencana tsunami tersebar di semua wilayah pesisir psisir Kabupaten Takalar (RTRW Provinsi Sulsel.962 ha dengan DI sebanyak 2 (DI Jeneberang/Kampili dan DI Pamukkulu).544. Sedangkan bila mengacu pada data BPS (Kabupaten Takalar Dalam Angka 2009) luas kawasan pertanian padi sawah di wilayah ini adalah 23.674.236.1 Ha yang saat ini tidak seluruhnya produktif dan sebagian mengalami kerusakan. DI Batanglappo seluas 325 ha. terutama desa tepi pantai mulai dari Kecamatan Galesong Utara. 2009).5 ton/ha). Sanrobone.852 Ha atau 5. dengan morfologi curam dan relief tinggi atau berbukit. Oleh karena itu direncanakan dilakukan pemulihan dan pemanfaatan HPT melalui program hutan tanaman yaitu Hutan Tanaman Rakyat yang dikembangkan di Kecamatan Polombangkeng Utara. Namun tidak semua daerah irigasi berada dalam kondisi yang baik. Hampir semua desa yang berada di kawasan pesisir potensial terkena bencana tsunami. Galesong. DI Palilangi seluas 200 ha. DI Ngai-Ngai seluas 45 ha). Kemudian kewenangan provinsi seluas 1.961.31 ha dengan total produksi 133. dan daerah ini dapat dimanfaatkan untuk evakuasi dan lokasi pengungsian.03 persen dari luas wilayah kabupaten (PSDA Provinsi Sulsel. DI Lembang Loe seluas 200 ha. DI Jene’maeja seluas 400 ha. DI Kampong Bugisi seluas 190 ha. Kawasan Pertanian Pertanian Lahan Basah. DI Bontorea seluas 266 ha. DI Kato’nokang seluas 161.99 ton (rata-rata produksi 5. Laporan Akhir III .23 .Master Plan Kawasan Industri Takalar Zona kerawanan rendah yaitu wilayah sepanjang pantai dengan ketinggian 15 – 30m dpl. Galesong Selatan. Dua kecamatan terakhir setiap tahun mengalami abrasi pantai. Mappakasunggu dan Kecamatan Mangarabombang. DI Baruhaya seluas 214 ha.31 ha atau total luas 24. sehingga tidak seluruhnya produktif.052 ha dengan jumlah DI sebanyak 1 (DI Jenemarung). DI Batangtanaya seluas 370 ha. 2. Sedangkan potensi lahan irigasi yang merupakan kewenangan pusat seluas 15.

labu siam. ubi jalar. Jenis pertanian lahan kering ini dikembangkan pada lahan yang bersesuaian. Pattalasang.112 Ha (9.815. kelapa hibrida. dan memberikan konstribusi yang relatif besar terhadap Laporan Akhir III .314 KK) pada tahun 2030 adalah 50. kubis. Kegiatan ini diarahkan untuk diintensifkan di Kecamatan Polombangkeng Utara. kacang kedelai. baik berdasarkan peta kesesuaian lahan maupun fakta lapangan seluas 29. Pertanian Lahan Kering. Mengingat karakteristik wilayah dan penduduk serta kesesuaian lahan yang ada. Pertanian Hortikultura. Dengan demikian luas lahan pertanian sawah yang ada belum memadai sehingga ke depan perlu dilakukan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan persawahan. juga dapat berupa tanaman musiman seperti jagung. Pattalasang.24 .33 ton). kacang hijau dan kacang tanah. seperti sayur-sayuran.5 Kg/KK/tahun dan konversi produksi padi (gabah kering) ke beras adalah 63. Kawasan Perkebunan Sektor perkebunan merupakan salah satu kegiatan usaha yang dikembangkan oleh masyarakat. buncis dan cabe.25 persen).Master Plan Kawasan Industri Takalar Dengan asumsi bahwa setiap keluarga mengkonsumsi beras 139. maka ke empat kawasan ini diarahkan sebagai kawasan pengembangan pertanian hortkultura dengan pusat pengembangan di Polombangkeng Utara.571 penduduk (65. Polombangkeng di di Kecamatan Selatan. Sebagian besar Polombangkeng jenis komoditas ini dikembangkan Utara. kemiri. kakao dan Jambu Mete merupakan jenis tanaman perkebunan yang terluas arealnya 1. maka kebutuhan lahan untuk padi sawah di Kabupaten Takalar bagi 326. Litbang Deptan. kelapa. Mangarabombang. kapas. Sedangkan kecamatan lain relatif kurang sesuai. bawang daun. Polombangkeng Selatan.790 ha atau 32. 2006). menghindari alih fungsi lahan tersebut dan melakukan impor beras. wortel. Komoditas pertanian hortikultura yang terdapat di Kabupaten Takalar adalah kembang kol.95 ha. ubi kayu. kopi.111. sawi.2% (Anjak. kentang. jambu mete. ciri khas dari pertanian hortikultura ini adalah tanaman lahan kering yang bernilai ekonomi tinggi. Mangarabombang. secara eksisting jenis tanaman pertanian lahan kering yang dibudidayakan di Kabupaten Takalar adalah selain jenis tanaman perkebunan (kapok.

Tanaman perkebunan karet dan coklat sesuai pada sistem lahan kipas aluvial vulkanik melereng landai (KNJ) dan dataran sedimen tufa pada daerah kering (BDG) dengan luas areal sebesar 9. Data tahun 2007 tercatat jumlah produksi untuk tanaman tebu mencapai 41. kuda dan kambing.249 Ton. cengkeh.578. Dari jumlah populasi ternak yang dikembangkan. kemudian disusul oleh ternak kambing sebanyak 20. Wilayah Kecamatan Polombangkeng Utara merupakan kawasan yang sesuai untuk pengembangan tanaman perkebunan ini dan sebagian di Kecamatan Polombangkeng Selatan pada bagian Utara.45 ha.118.65 Ton. hanya ada lima jenis yang mempunyai kesesuaian tumbuh pada sistem lahan yang luasnya relatif sempit.631 ekor. dengan jumlah produksi kurang lebih 44.483. tercatat seluas 5. Jumlah produksi yang memberikan kontribusi cukup besar dan mengalami pertumbuhan yang terus meningkat adalah komoditi tebu dan kelapa. kerbau.555. cengkeh dan tembakau sesuai pada sistem lahan dataran sedimen tufa pada daerah kering (BDG) dengan luas areal sebesar 8.Master Plan Kawasan Industri Takalar PDRB di Kabupaten Takalar. sedangkan ternak unggas terdiri atas ayam kampung. kemudian disusul oleh kecamatan Polombangkeng Selatan dengan jumlah populasi sebanyak 11. kuda dan kambing.32%). Sebanyak 10 jenis tanaman perkebunan diuji kesesuaian lahannya pada wilayah kawasan budidaya di Kabupaten Takalar.36%).32 ha.638 ekor (39.25 . Kawasan Peternakan Jenis ternak yang dikembangkan di Kabupaten Takalar digolongkan atas ternak besar dan kecil serta ternak unggas.604 ekor (50. Selama periode lima tahun terjadi pada ternak sapi. coklat.28 ha.341 Ton dan kelapa sekitar 2. sedangkan gula sesuai pada sistem lahan kipas aluvial vulkanik melereng landai (KNJ) dan kipas alluvial vulkanik melereng landai pada daerah kering (TBO) dengan luas areal sebesar 1. dan itik. Luas areal tanam pada tahun 2008 untuk tanaman perkebunan. Kelima jenis tersebut adalah karet. gula dan tembakau.71 Ha. Usaha peternakan yang dikembangkan di Kabupaten Takalar mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Dari ke 10 jenis tersebut. Ternak besar dan kecil terdiri dari sapi. Sebaran lokasi pengembangan ternak yang diusahakan oleh masyarakat untuk ternak sapi lebih besar populasinya di Kecamatan Polombangkeng Utara yaitu sekitar 21. ayam ras (petelur). Sedangkan ternak kambing lebih dominan Laporan Akhir diusahakan di Kecamatan Mangarabombang dan III .300.187 ekor. terlihat bahwa ternak sapi merupakan populasi terbesar dan trennya terus meningkat yaitu 27.

Sesuai dengan undang-undang tersebut maka batas wilayah laut termasuk kawasan perikanan tangkap yang pengelolaannya menjadi wewenang provinsi adalah sejauh 12 mil. ayam ras sebanyak 360.403.630 ekaor.051 ekor dan kuda sekitar 1.71%) dan itik 121.Master Plan Kawasan Industri Takalar Polombangkeng Utara. terdiri atas wilayah darat dan wilayah laut sejauh 12 mil laut yang diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan atau ke arah perairan kepulauan.200 ekor (65. Pengembangan sentra peternakan ternak kecil (kambing & domba) di Polombangkeng Utara dan Mangarabombang. terlihat pertumbuhan yang sangat tinggi jumlah populasi ayam kampung 929. perahu < 10 GT penekanan pada kegiatan penangkapan udang. Kawasan Perikanan Perikanan Tangkap.300 ekor. Berdasarkan perkembangan jumlah populasi. Tingkat sebaran masing-masing ternak unggas hampir merata pada setiap kecamatan. Berdasarkan data populasi dan rencana program pengembangan sentra peternakan Pemerintah Kabupaten Takalar. pengembangan sentra peternakan akan dikembangkan sebagai berikut : Pengembangan sentra peternakan ternak besar (sapi dan kerbau) di Kecamatan Polombangkeng Utara dan Kecamatan Polombangkeng Selatan.181 ekor yang terdiri dari ayam kampung sebanyak 921.281 ekor (8. Perairan pesisir untuk kegiatan perikanan tangkap dengan bagan. Pengusahaan ternak unggas oleh masyarakat dengan tingkat populasi mencapai 1. Undang-Undang Republik Indonesia No. Demikian halnya terhadap jenis unggas ayam ras dan itik mengalami peningkatan yang cukup signifikan. ikan pelagis dan ikan laut lainnya skala kecil pada jalur penangkapan 0 – 4 mil dari garis pantai.700 ekor (25.26 .65%). 22 Tahun 1999 pasal 3. Pengembangan sentra peternakan unggas di wilayah kecamatan Mangarabombang dan Galesong Utara. sebagaimana yang dimaksud pasal 2 ayat 1.64%). Perairan pesisir untuk kegiatan perikanan tangkap komersil untuk perahu/kapal ikan 10 – 30 GT penekanan pada kegiatan penangkapan udang. bahwa wilayah provinsi. Jenis ternak kuda dan kerbau memperlihatkan nilai produksi yang relatif kecil dengan jumlah populasi masing-masing untuk kerbau yang dikembangkan sekitar 4. ikan pelagis dan ikan Laporan Akhir III .

pembangunan KTM Bahari Punaga. Kualitas air baik (memenuhi kriteria kualitas air untuk budidaya perikanan). Menghindari terjadinya kerusakan pada kegiatan atau usaha budidaya yang berasal dari gelombang dan arus yang besar. Kriteria untuk kawasan pengembangan budidaya laut adalah Terlindung dari gelombang dan angin. Perikanan budidaya dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga). baik pencemaran domestik maupun industri. mampu berkembang dan mandiri serta mampu mendorong lapangan kerja baru. Kriteria untuk kawasan pengembangan budidaya air tawar dan tambak adalah sebagai berikut : Kelerengan lahan < 8 % Persediaan air cukup Jauh dari sumber pencemaran.27 . Mangarabombang. Sebaran kawasan untuk perikanan tangkap terdapat di perairan Selat Makassar yang mencakup Kecamatan Mappakasunggu. budidaya tambak dan budidaya air tawar. pengembangan kawasan pelabuhan dan pergudangan Galesong merupakan prasarana dan sarana utama pendukung pengembangan sektor perikanan dan laut di wilayah ini. pengembangan pusat pendidikan dan penelitian maritim di Galesong. Budidaya Perikanan. dan Galesong Selatan. Upaya-upaya yang ditempuh. pengembangan PPI Be’ba. Pengembangan sistem informasi dan promosi hasil-hasil industri. Dukungan pembangunan infrasruktur penunjang budidaya perikanan terpadu yang diarahkan untuk menjadikan Kabupaten Takalar sebagai kabupaten dengan potensi aktivitas perikanan potensil di Provinsi Sulawesi Selatan. yaitu budidaya laut.Master Plan Kawasan Industri Takalar laut lainnya skala komersil pada jalur pantai dengan sentra pelabuhan ikan di Galesong Selatan dan pengembangan PPI di Be’ba. antara lain: Pengembangan industri kecil dan kerajinan rakyat khususnya perikanan darat dan laut menuju usaha yang semakin efisien. Pembinaan dan bimbingan pengembangan usaha kerajinan rakyat untuk kemudahan dan interaksi yang saling menguntungkan dengan dunia usaha dan lembaga perbankan dan keuangan hubungannya dalam peningkatan modal usaha. Pembangunan KITA Takalar di Galesong Utara. Galesong Utara. Laporan Akhir III .

28 . Kualitas air baik. Biolocal Oxygen Demand (BOD). Mengingat potensi perikanan tangkap/budidaya yang sangat besar Laporan Akhir III . Kondisi ini menjadi kompleksi karena daerah muara sungai secara oseanografi sangat dipengaruhi oleh air laut. parameter kimia : Disolved Oxygen (DO). Muara sungai juga sangat mempengaruhi budidaya laut dengan adanya proses sedimentasi akibat aktifitas di daerah atas ( Up-land ) seperti penebangan hutan. permukiman dan industri yang dekat bantaran sungai. Dengan demikian kegiatan budidaya laut tidak mungkin dilakukan di daerah ini. kondisi perairan. sungai. pengolahan ikan atau industri perikanan (added value) terhadap hasil tangkapan/budidaya ikan telah berkembang di Kabupaten Takalar. Jauh dari muara sungai. Parameter Fisika . Chemical Oxygen Demand (COD). Potensi pengembangan perikanan di Kabupaten Takalar sangat besar sebagai wilayah pesisir yang berada di perairan Selat Makassar.Master Plan Kawasan Industri Takalar Jauh dari permukiman dan industri.961 Ton. kimia dan biologi. udang 551 Ton dan ikan lainnya 577 Ton. Jenis komotiti yang dihasilkan terdiri atas ikan bandeng tercatat 1. rawa.318 Ha. Akibatnya. mangrove dan padang lamun. dengan total produksi mencapai 6.180 Ton. pertanian. kandungan organic (organic matter). Limbah atau pencemaran yang berasal dari rumah tangga dan industri dapat mengakibatkan kerusakan perairan dan kegagalan usaha budidaya. kolam dan perairan laut. biota dan ekosistemnya memiliki karakteristik yang khas. Kualitas ini mengidikasikan kelayakan kondisi perairan yang dapat dijadikan lokasi budidaya laut. dan produksi 6.914 ha. Kecerahan. Pusat pengembangan budidaya perikanan di Kecamatan Mappakasunggu dan Mangarabombang untuk budidaya perikanan tambak. yang kaya akan sumberdaya ikan dan hasil-hasil laut. Jenis budidaya perikanan yang diusahakan di Kabupaten Takalar adalah budidaya tambak. Kawasan Pengolahan Ikan. Kelayakan kondisi perairan ini dapat diukur dari parameter fisika. Sektor perikanan budidaya (darat) di Kabupaten Takalar hingga tahun 2008 memanfaatkan lahan sekitar 4. Tingkat produksi perikanan budidaya didominasi oleh pengelolaan tambak dengan luas lahan sekitar 4. seperti terumbu karang.180 Ton. kandungan klorofil dan parameter biologi : plankton. Jauh dari kawasan ekosistem penting laut.

Kawasan Industri Sektor industri memiliki peranan relatif rendah dibandingkan dengan sektor pertanian. destinasi Laporan Akhir III . Galesong Utara. Rencana pembangunan KITA Takalar (ramah lingkungan dan non polutan) di Galesong Utara. Hal demikian ditempuh karena pembangunan industri diharapkan dapat membawa perubahan yang mendasar dalam struktur ekonomi daerah. kegiatan industri di Kabupaten Takalar seyogyanya memanfaatkan potensi lokal seperti penyerapan tenaga kerja dan bahan baku dari dalam wilayah Kabupaten Takalar.29 . sedangkan usaha lainnya tergolong industri kecil dan industri rumah tangga. pengembangan kawasan pelabuhan dan pergudangan Galesong merupakan terobosan maju pemerintah daerah terhadap pembangunan industri yang menyerap banyak tenaga kerja. Galesong Selatan. pembangunana KTM Bahari Punaga. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Mangarabombang dan Mappakasunggu dapat dijadikan sentra pengolahan ikan laut dengan pusat pengolahan di Mappakasunggu. Jumlah usaha kegiatan industri Kabupaten Takalar tercatat sekitar 2. pembangunan kepariwisataan dilakukan melalui pengembangan industri pariwisata. Guna meningkatkan pendapatan masyarakat maka. serta perlunya transformasi struktur ekonomi masyarakat yang berbasis non lahan. Meskipun perkembangan sektor industri relatif rendah.Master Plan Kawasan Industri Takalar (terutama laut). maka usaha pengolahan ikan merupakan salah satu tumpuan peningkatan perekonomian masyarakat terutama di kawasan pesisir. tetapi pembangunan industri di daerah ini selalu mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah dengan memberikan kemudahan dan dorongan kepada para investor untuk menanamkan modalnya. Usaha yang tergolong industri besar di Kabupaten Takalar adalah pabrik gula pasir (Pabrik Gula Takalar) yang terdapat di Kecamatan Polombangkeng Utara. pembangunan kawasan agropolitan Malolo. Kawasan Pariwisata Menurut UU No.990 unit usaha yang menyerap tenaga kerja sekitar 7. diperlukan beberapa motivasi seperti peningkatan kualitas dan keterampilan tenaga kerja. serta aspek pengelolaannya perlu ditunjang oleh sistem pengolahan dan prasarana produksi yang memadai.220 orang yang tersebar pada setiap kecamatan dan terus mengalami peningkatan. Untuk lebih meningkatkan produksi dan pemasaran dari semua hasil produksi di wilayah Kabupaten Takalar yang akan datang.

3 Sebaran Obyek Wisata Menurut Lokasi dan Jenis Kegiatan di Kabupaten Takalar No Nama Obyek Wisata 1. dsb.Master Plan Kawasan Industri Takalar pariwisata. Daerah tujuan pariwisata yang selanjutnya disebut Destinasi Pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang didalamnya terdapat daya tarik wisata. 4. 21. yaitu berupa obyek wisata alam. pemasaran dan kelembagaan pariwisata. 16. 9. serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan. 3. Upaya pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Takalar ini juga tetap dikaitkan dengan daerah tujuan wisata (destinasi) nasional. 10. 13. 20. 6. Secara umum Kabupaten Takalar memiliki kawasan wisata yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. fasilitas pariwisata. Topejawa Laguruda Laikang Takalara Punaga Bontoloe Bontosunggu Cakura Ko’mara Barugaya Maccini Baji Galesong Mattiro Baji Bonto Lebang Boddia Lantang Takalar Kota Takalar Kota Lagaruda Cikoang Takalar Kota Jenis Kegiatan Pantai/Alam Pantai/Alam Pantai/Alam Pantai/Alam Pantai/Alam Pantai/Alam Pantai/Alam Gunung/Alam Gunung/Alam Gunung/Alam Pulau/Bahari Pulau/Bahari Pulau/Bahari Budaya Budaya Budaya Budaya Budaya Budaya Keagamaan Keagamaan III . 8. 15. bahari. 7. Pada tabel berikut akan diuraikan mengenai obyek-obyek wisata dan jenis kegiatan yang terdapat di Kabupaten Takalar. Provinsi Sulsel dan kabupaten sebagai satu kesatuan destinasi wisata sekaligus untuk menarik minat pengunjung. Pantai Lamangkia Pantai Galumbaya Pantai Putondo Pantai Paria Laut Pantai Punaga Pantai Boe Pantai Gusunga Gunung Buakang Ko’mara Perburuan Rusa Tanakeke Sanrobengi Dayang Dayangan Assosso Pa’rasanganta Pesta Nelayan Pesta Lammang Akkio Bunting Angngaru Je’ne Sappara Maudu Lompoa Quran Barakka Laporan Akhir Lokasi Kecamatan Mangarabombang Mappakkasunggu Mangarabombang Mappakkasunggu Mangarabombang Galesong Selatan Galesong Utara Polombangkeng Selatan Polombangkeng Utara Polombangkeng Utara Mappakkasunggu Galesong Selatan Mappakkasunggu Galesong Utara Galesong Selatan Polombangkeng Selatan Mappakkasunggu Mappakkasunggu Mappakkasunggu Mangarabombang Mappakkasunggu Desa/Kel. ditujukan terhadap wisatawan nusantara maupun mancanegara. aksesibilitas. 12. 11. 18. 5. 17. fasilitas umum. 19.30 . Obyek wisata yang ada pun bervariasi jenisnya. 14. budaya. Tabel 3. 2.

Memperhatikan kondisi faktual lapangan pola pembangunan permukiman di Kabupaten Takalar umumnya membentuk pola pita (ribbon) memanjang mengikuti pola perkembangan pembangunan jalan. MCK di luar rumah dan sebagian besar menggunakan sumur (air tanah) sebagai sumber air minum dan belum mendapat aliran listrik. Ciri permukiman bersifat mengelompok dan tersebar secara sporadis. Galesong kota sebagai kawasan perkotaan pesisir dengan fungsi utama kegiatan berbasis laut. adat istiadat dan pesisir pantai yang dapat diandalkan. Hal ini mudah terlihat di kawasan Barat dari arah Makassar sepanjang sisi jalan kolektor sekunder Bontokassi (Galesong Utara). perdagangan dan jasa. Kawasan Permukiman Permukiman Perkotaan. Sanrobone hingga Pattalasang. umumnya berkondisi semi permanen. kesehatan dan budaya.Master Plan Kawasan Industri Takalar Berdasarkan hasil identifikasi potensi wisata di wilayah Kabupaten Takalar memiliki beberapa kawasan pariwisata pegunungan. efisien Laporan Akhir III .31 . pertumbuhan kawasan perkotaan di Kabupaten Takalar maka kawasan perkotaan Pattalasang dan kawasan perkotaan Galesong Kota akan mempunyai ciri kawasan permukiman perkotaan. mencermati perkembangan kawasan dan kebijakan penataan ruang nasional dan Provinsi Sulsel. Selanjutnya pola pembangunan permukiman dikembangkan sedemikian rupa sehingga aman. Galesong Kota (Galesong). Kawasan perkotaan Pattalasang sebagai salah satu kawasan perkotaan di kawasan Metropolitan Mamminasata dan Galesong Kota sebagai kawasan perkotaan maritim bersamaan dengan kawasan Galesong Utara yang berbatasan dengan Kota Makassar. Hal yang sama juga terlihat dari arah Palleko (Polombangkeng Utara) hingga ke Pattalasang yang merupakan konsentrasi utama permukiman penduduk di Kabupaten Takalar. Bulukunyi (Galesong Selatan). Pembangunan permukiman perdesaan di Kabupaten Takalar memang belum padat dan menimbulkan masalah. efektif. Secara fungsional kawasan perkotaan Pattalasang adalah sebagai pusat pemerintahan. KDB rendah. Hanya saja perlu dikuatkan keyakinan masyarakat bahwa rumah panggung yang ada saat ini adalah rumah tahan gempa dan sesuai untuk daerah tropis. pendidikan. Umumnya ciri permukiman perdesaan adalah berupa bangunan rumah tradisional. Permukiman Perdesaan. alam.

64 Pengembangan Sub Jumlah 43.23 Kec.38 5.4 Rencana Pola Ruang Berdasarkan Klasifikasi Ruang Kabupaten Takalar 2030 Jenis Penggunaan Luas (Ha) Kawasan Lindung: Hutan Lindung 2.651.68 Permukiman dan 1.406.86 Tersebar diseluruh kecamatan pesisir 22.637.344.961.37 Tersebar diseluruh kecamatan 77. Berdasarkan rencana pola ruang di atas.368.00 % Lokasi 4.15 Kec.00 Sempadan Sungai 6. Polombangkeng Utara 3.00 Suaka Alam Margasatwa 1. Polombangkeng Utara 11. yaitu : Rencana Pola Ruang Kawasan Lindung Rencana Pola Ruang Kawasan Budiddaya Diantara kedua jenis rencana pola ruang terebut juga dipetakan beberapa kawasan potensial sebagai kawasan pengembangan baru dan kawasan yang harus dilindungi. Polombangkeng Utara dan Polsel 2.32 .71 Sungai besar dan sungai kecil 0. Polombangkeng Utara 32.970.58 Pertanian Lahan Kering 20.03 Tersebar diseluruh kecamatan 2.Master Plan Kawasan Industri Takalar dan sehat serta tersedia fasilitas umum/sosial yang menjadi kebutuhan masyarakat lokal.48 Kec.99 Tersebar diseluruh kecamatan 37.00 Sub Jumlah 12.00 Sempadan Pantai 487.00 Taman Buru Ko’mara 1.62 100.00 Sumber: RTRW Kabupaten Takalar 2010-2030 Laporan Akhir III .10 Pertanian Lahan Basah 18.17 Kec.783. pola ruang Takalar dibedakan menjadi dua bagian.681. yaitu : Rencana pengembangan kawasan Industri Takalar di Galesong Utara Rencana pengembangan kawasan Agropolitan Malolo Rencana pengembangan kawasan Terpadu Mandiri Bahari (KTM) Punaga Rencana pengembangan kawasan pelabuhan dan pergudangan Galesong Rencana pengembangan kawasan PPI Be’ba Kawasan Suaka Margasatwa dan Taman Buru Ko’mara Kawasan perlindungan pantai dan sungai Pappa dan Gamanti Tabel 3.00 Jumlah 56.976.687.00 Kawasan Budidaya: Hutan Produksi 2.

33 .Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.5 Rencana Pola Ruang Kabupaten Takalar Laporan Akhir III .

Laporan Akhir III . yaitu mencapai 601. Jaringan Jalan Kabupaten Takalar. Sanrobone (Sanrobone).18 km. Pembangunan jembatan Garassi (sepanjang 180 m).3. selebihnya adalah jalan kabupaten sepanjang 1. adalah jalan yang menghubungkan PKN Mamminasata dan PKW (Jeneponto dan Bulukumba) – PKL Takalar.038. selain ruas jalan nasional dan provinsi di atas.2. Bantaeng. Cilallang (Mappakasunggu) sampai ke Pattalasang. Rencana Pengembangan Jaringan Jalan Sebelum merumuskan rencana pengembangan jaringan jalan. sedang.51 km dengan permukaan jalan baik.34 . Pembangunan ruas jalan Palekko Malolo – Borong Ramisi – Gowa (sepanjang 22 km) dan dan pembangunan ruas Palleko – Lassang – Towata – Gowa (sepanjang 14 km).Master Plan Kawasan Industri Takalar 3. yaitu : PPK Palleko (Polombangkeng Utara) PKL Pattalasang (Pattalasang) PPL Bulukunyi (Polombangkeng Selatan) PPK Mangadu (Mangarabombang) Jaringan Jalan Provinsi Sulsel. Jeneponto. Jenis permukaan berupa aspal merupakan jenis permukaan jalan terbesar di Kabupaten Takalar. rusak hingga rusak berat.6 km). Sistem jaringan jalan kolektor sekunder (poros Sungguminasa.1 Rencana Sistem Jaringan Transportasi 1. Rencana pengembangan jaringan jalan untuk meningkatkan aksesibilitas wilayah/kawasan dan membuka keterisolasian daerah adalah ruas Tanjung Bunga – Galesong – Mangulabbe – Cikoang – Buludoang – Jeneponto (sepanjang 54. perlu kiranya disampaikan terlebih dahulu sistem jaringan yang ada dan dikaitkan dengan rencana sistem pusat-pusat perkotaan.76 km) yang melintas dari Utara (Kecamatan Polombangkeng Utara) ke Selatan (Kecamatan Mangarabombang) dan jalan kolektor sekunder yang melintasi wilayah pesisir Timur Bontolebang (Kecamatan Galesong Utara) ke TimurSelatan melintasi Kecamatan Galesong Kota dan Bulukunyi Kecamatan Galesong Selatan. sebagaimana yang akan dijelaskan di bawah ini. Jaringan Jalan Nasional. Bulukumba sepanjang 142. Dengan demikian jalan nasional yang juga merupakanLintas Selatan Sulsel menghubungkan beberapa pusat perkotaan. Takalar.

38 Tahun 2004 tentang jalan pengelompokan jalan adalah sebagai berikut. Jalan yang menghubungkan Kabupaten Takalar dengan Kabupaten Jeneponto (Kecamatan Bangkala Barat ). yang menghubungkan PKW dengan PKL Jalan Lokal Primer 1. dan PPK dengan PPL. yang menghubungkan PKN dengan PKN Jalan Arteri Primer 2.Master Plan Kawasan Industri Takalar Sistem Jaringan Jalan. yang menghubungkan PKL dengan PPK Jalan Lingkungan Primer. yang menghubungkan PKW dengan PKW Jalan Kolektor 2. Laporan Akhir III . berdasarkan UU No.Gowa. Jalan Arteri Primer 1. Jalan yang menghubungkan Kabupaten Takalar dengan Kabupaten Gowa : ruas jalan Palleko – Lassang – Towata – Gowa dan ruas jalan Palleko-MaloloBorong Ramisi . yang menghubungkan PPK dengan PPK. Berdasarkan pertimbangan di atas maka rencana pengembangan jaringan jalan di Kabupaten Takalar adalah sebagai berikut: Jalan Kolektor Primer yang berstatus jalan lintas nasional dan jalan provinsi yaitu yang menghubungkan simpul-simpul : Kota Makassar (PKN) – Pattalassang/Takalar (PKN) Trans Sulawesi Mamminasata Ruas Tanjung Bunga (PKN) – Jeneponto (PKW) melewati Galesong – Mangulabbe – Cikoang – Buludoang (PKL Takalar) Jalan Lokal Primer yang bersatus sebagai jalan kabupaten menghubungkan simpul – simpul Pattalasang/Takalar (PKL) – Palleko (PPK) Pattalasang/Takalar (PKL) – Galesong Kota (PPK) Pattalasang/Takalar (PKL) – Mangadu (PPK) Jalan Lingkungan Primer yang bersatus sebagai jalan kabupaten menghubungkan simpul PPL – PPL (pusat pengembangan antardesa di luar PPK) Jalan Khusus yang menghubungkan Kota Jawa (PPK) dengan Way Haru melalui peningkatan jalan desa yang ada. yang menghubungkan PKL dengan PKL Jalan Lokal Primer 2. yang menghubungkan PKN dengan PKW Jalan Kolektor 1.35 .

Pelabuhan Pengumpan. Pelabuhan Pengumpul. Tempat kegiatan alih moda transportasi. pelabuhan yang fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri dan internasional. Tempat distribusi. Rencana Pengembangan Pelabuhan Laut dan Penyeberangan Rencana pengembangan pelabuhan laut dilakukan dengan pertimbangan untuk meningkatkan aksesibilitas. 3. Mengingat kegiatan ekonomi masyarakat yang bersifat primer dan membutuhkan angkutan barang. provinsi. rencana pengembangan terminal angkutan penumpang untuk Takalar adalah terimianl Tipe C Pattalasang (PKL). dan Mewujudkan wawasan nusantara dan kedaulatan negara. rencana zonasi kawasan pesisir. rencana pengembangan sistem jaringan jalan dan keberadaan terminal yang ada (eksisting). produksi. dan konsolidasi muatan atau barang. Rencana Pengembangan Terminal Dengan memperhatikan rencana struktur ruang yang telah dirumuskan.Master Plan Kawasan Industri Takalar 2. Pelabuhan memiliki peran sebagai: Simpul dalam jaringan transportasi sesuai dengan hierarkinya. dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/atau barang. pelabuhan yang fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri. jenis dan kelas pelayanannya. alih muat angkutan laut dalam negeri dan internasional dalam jumlah besar. pelabuhan yang fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri. Pintu gerbang kegiatan perekonomian. alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah menengah. maka fungsi terminal penumpang sebagaimana dimaksud di atas sebaiknya digabung menjadi satu kesatuan. Penunjang kegiatan industri dan/atau perdagangan. Untuk rencana kawasan Agropolitan Malolo dapat saja dikembangkan sub terminal agribisnis yang diintegrasikan sebagai terminal penumpang untuk pelayani PPK Palekko (Polombangkeng Utara). serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan antar provinsi. kebijakan pembangunan daerah. skala pelayanan dan keberadaan pelabuhan yang ada.36 . fungsi. alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah Laporan Akhir III . Pelabuhan Utama. serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan antar provinsi. mendukung kegiatan ekonomi dan pengembangan kawasan dan dengan memperhatikan kebijakan struktur ruang nasional. dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/atau barang.

2. Pengembangan jaringan energi listrik di Kabupaten Takalar dilakukan dengan meningkatkan prasarana jaringan dan peningkatan kapasitas daya terpasang. Di wilayah ini terdapat 1 ranting dan 4 sub ranting yang berada dalam pengelolaan PLN Cabang Makassar. antara lain disuplai dari PLTD Takalar.3. 3. Sedangkan pelabuhan pengumpan lokal yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan dalam 1 (satu) kabupaten/kota. Pengembangan jaringan listrik dengan menggunakan tiang beton dan dialokasikan area utilitas agar tidak menggangu kapling bangunan serta pemasangan tiang berjarak. danau dan penyeberangan ditujukan untuk menunjang kegiatan pariwisata pada kawasan ekowisata terpadu Pulau Tanakeke. PLTU (Punaga dan Lakatong). Mengingat akan terjadinya perubahan struktur ekonomi wilayah yang saat ini didominasi sektor tersier akan bergeser ke kegiatan sekunder dan tersier. Adapun rencana pengembangan dan peningkatan peran pelabuhan laut Kabupaten Takalar adalah pelabuhan Galesong sebagai pelabuhan penyeberangan lintas antar provinsi dengan eksternal Pulau Sulawesi di dalam wilayah Pulau Sulawesi. Peningkatan jaringan transportasi angkutan sungai. merupakan pengumpan bagi pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpul. Suplai energi kelistrikan di wilayah ini merupakan koneksi sistem lintas regional provinsi. Berdasarkan intensitas kegiatan maka diestimasikan kebutuhan energi listrik di Kabupaten Takalar hingga tahun 2030 mencapai sekitar 67. dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/atau barang.816 KVA. Jaringan transmisi tenaga listrik PLTA Bakaru sebagai salah satu sumber energi listrik Kabupaten Takalar (RTRW Provinsi Sulsel). serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan dalam provinsi. Pelabuhan pengumpan terdiri dari pelabuhan pengumpan regional dan pelabuhan pengumpan lokal.2 Rencana Sistem Jaringan Listrik Kondisi faktual saat ini adalah suplai listrik untuk Kabupaten Takalar berada dalam kondisi yang terbatas.37 . Pelabuhan pengumpan regional yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan antar kabupaten/ kota dalam 1 (satu) provinsi. maka untuk kegiatan sekunder (industri) diperlukan adanya pasokan listrik yang memadai Laporan Akhir III .Master Plan Kawasan Industri Takalar terbatas.

baik secara internal maupun eksternal. Efisiensi ini tidak saja akan mengurangi biaya masing-masing provider tapi juga akan menciptakan estetika permukiman dan pengurangan dampak negatif dari sistem BTS tersebut. 3. kawasan perkebunan. seperti pengurangan sebaran (radius) radiasi dari pancaran elektromagnetik BTS tersebut. pariwisata. angin. hidrogen di daerah pantai. Laporan Akhir III . terutama hasil pertanian.38 . perkebunan.2. Pemanfaatan teknologi informasi juga akan meningkatkan profesionalitas. pelayaran dan kawasan wisata.3.Master Plan Kawasan Industri Takalar dan stabil. maka pengelolaan infrastruktur telekomunikasi yang cenderung berteknologi tinggi ini perlu lebih baik lagi. Optimalisasi pemanfaatan berbagai potensi sumberdaya energi baik matahari. ombak. seperti perlunya penggunaan bersama BTS (join provider). tingkat aksesibilitas yang tinggi dan mempunyai potensi sumber daya alam yang sangat besar. industri. Oleh karena itu pengembangan prasarana telekomunikasi diarahkan sebagai berikut : Pengembangan sistem terestrial yang terdiri dari sistem kabel. Satu BTS dapat digunakan secara bersama dari 3-7 provider. kawasan pesisir dan laut. sistem seluler. perikanan dan kalautan serta pariwisata. Hal ini menjadi tantangan bagi Kabupaten Takalar karena kondisi pasokan listrik saat ini mengalami kekurangan suplai (defisit). maka pengembangan komunikasi melalui internet menjadi sangat penting dikembangkan. efisiensi. Mengingat daerah Takalar yang berada pada jalur lintas perdagangan. Pengembangan teknologi informasi untuk menunjang kegiatan pelayanan sosial dan ekonomi wilayah seperti kegiatan pemerintahan. dan sistem satelit sebagai penghubung antara pusat kegiatan dan atau dengan pusat pelayanan. agropolitan. Pengembangan jaringan internet ke seluruh kantor kecamatan dan lembaga pelayanan publik lainnya.3 Rencana Pengembangan Jaringan Telekomunikasi Mengingat besarnya peran telekomunikasi memerlukan dukungan dari teknologi informasi seperti telepon nirkabel dan internet. minapolitan. laut dan pulau-pulau kecil di wilayah ini memungkinkan dilakukan. Pengembangan prasarana telekomunikasi dilakukan hingga ke kawasan perdesaan yang belum terjangkau sarana prasarana telekomunikasi. efektifitas dan akuntabilitas kerja pemerintahan.

Rencana DI kewenangan pusat utuh kabupaten/kota yang berada di wilayah ini adalah DI Pammukulu (Kabupaten Takalar).907 m3/hari.24 persen) dengan nilai penjulan air minum Rp.5 km2 dengan rasio cakupan 9.50 liter/hari. Kebutuhan air besih hingga tahun 2030 di wilayah ini adalah 21. Laporan Akhir III . fasilitas peribadatan sebesar 1. (Persero) Perusahaan Air Minum (PAM) Kabupaten Takalar (IPA Bajeng dan IPA Palleko) dengan kapasitas 23 liter/detik (direncanakan peningkatan 50-100 liter/detik). Sampai saat ini pemanfaatan air untuk irigasi pertanian lahan basah di wilayah ini mencapai 32.368.Master Plan Kawasan Industri Takalar 3. Rencana sistem jaringan sumberdaya air Provinsi Sulawesi Selatan adalah DI Jenemarung (Kabupaten Takalar).4 Rencana Pengembangan Sistem Sumber Daya Air Rencana sistem jaringan sumberdaya air nasional yang terkait dengan wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Takalar adalah DAS Pamukulu. Banyaknya air minum yang disalurkan setiap tahun mengalami peningkatan mencapai 373 ribu kubik (rata-rata peningkatan per tahun sebesar 37. 53 ha. sumber air berasal dari beberapa sungai besar (Sungai Pappa dan Sungai Gamanti) dan sungai kecil yang merupakan bagian dari satuan wilayah sungai (SWS) Jeneberang. luas total daerah layanan mencapai 566. Rencana DI kewenangan pusat lintas kabupaten adalah DI Kampili/Bisua (Kabupaten Gowa dan Takalar).53.80 m3/hari. Je’netallasa. Rencana pengembangan sumber daya air ke depan untuk Kabupaten Takalar adalah pengembangan bendungan dan embung.5 Km2 (luas daerah layanan 55. 848 juta rupiah (meningkat 72. (2) kebutuhan fasilitas sosial dan ekonomi penduduk.546.10 m3/hari.98 m3/hari dengan perincian berikut: (1) kebutuhan air bersih untuk penduduk berdasarkan tipe perumahan 17. meliputi fasilitas pendidikan sebesar 8.442.39 .8%).2. (3) kebutuhan fasilitas pelayanan umum dan pemerintahan sebesar 65.40 persen pertahun). Sejauh ini telah dibangun 5 buah bendungan yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian. Je’nemaeja. Potensi sumberdaya air di wilayah ini (air permukaan dan air tanah) dimanfaatkan untuk irigasi. Pammukkulu.3. Je’nemarrung.74 m3/hari. industri dan rumah tangga. fasilitas kesehatan sebesar 378. fasilitas perdagangan sebesar 617.83 m3/hari. Sedangkan pemanfaatan air untuk sosial dan industri disalurkan PT. Potensi pengembangan sistem irigasi ini tersebar di beberapa wilayah kecamatan. yakni bendungan Kampili Bissua.

Mengurangi tingkat kebocoran air bersih pada pipa distribusi 25%. dilakukan pengomposan untuk sampah organik dan dilakukan prinsip 3R (reduce. penyediaan dan lokasi pembuangan sampah merupakan kebutuhan bagi wilayah kabupaten. efesiensi pemanfaatan. sistem jaringan dan distribusi air bersih yang optimal. Pengembangan sistem persampahan secara intensif diarahkan pada pusatpusat pelayanan. Polombangkeng Utara dan Mangarabombang). serta dampak yang ditimbulkannya apabila tidak ditangani secara tepat terhadap kota itu sendiri.2.5 Rencana Sistem Pengelolaan Sampah Penanganan terhadap sampah memerlukan perhatian yang cukup besar mengingat jumlahsampah yang akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk perkotaan. dari sumber/asal sampah telah dilakukan pemisahan antara sampah organik dengan sampah anorganik sebelum dibuang ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS). sehingga potensinya tidak termanfaatkan secara keseluruhan agar tetap lestari dan berkelanjutan. Laporan Akhir III . merupakan langka terbaik mengatasi permasalahan air bersih di wilayah ini.Master Plan Kawasan Industri Takalar Optimalisai embung perlu ditingkatkan agar memperoleh suplai air baku melalui penyiapan area peresapan air melalui kegiatan penghijauan di sekitar bangun embung (Polombangkeng Selatan. Untuk mengetahui tingkat produksi timbulan sampah yang dihasilkan di Kabupaten Takalar dengan berdasarkan pada hasil proyeksi jumlah penduduk. diperkirakan jumlah timbulan sampah mencapai 746. Pemanfaatan air bersumber dari mata air dilakukan secara bijaksana. Upaya lain yang harus dilakukan adalah : Pemanfaatan air tanah sebagai sumber air baku untuk penyediaan air minum Kabupaten Takalar melalui peningkatan kapasitas produksi serta mencari upaya alternative pengembangan potensi air tanah dan pengembangan bendung di Kabupaten Takalar. TPS hingga TPA Balang. sedangkan bagian-bagian wilayah lebih diarahkan pada cara pengelolaan sampah yang ramah terhadap lingkungan.3.125 Liter/hari. 3. Sistem pengolahan. Rencana sistem pengelolaan sampah di wilayah ini di rinci sebagai berikut : Sistem pemilahan. reuse dan recycle) untuk penanganan sampah anorganik berawal dari rumah tangga.40 . Selain pengangkutan dan pengelolaan sampah.

sampah dari produsen (rumah tangga) diangkut ke tempat pengumpulan sementara (TPS) dengan menggunakan gerobak dorong/ tarik. Untuk TPA direkomendasikan menggunakan TPA yang sudah ada dengan meningkatkan sistem pengelolaanya yang terpadu dengan sistem TPA Pattalasang metropolitan Mamminasata dengan sistem sanitari landfill yang berlokasi di Balang Kecamatan Galesong Selatan. Sanrobone. yaitu kawasan pesisir (Galesong Utara. kawasan perkotaan Pattalasang sekitarnya (Pattalasang. motor gerobak yang tersebar di setiap desa/kelurahan. Mappakasunggu) dan kawasan pertanian/perkebunan (Polombangkeng Utara. truk. Hal ini terkait dengan efisiensi transportasi dan karakteristik kawasan relatif berbeda.8 ha. briket dan gas metan (bahan bakar) serta bahan bangunan. Palombangkeng Selatan dan Mangarabombang). Sistem pembuangan akhir. Setiap kab. Galesong Selatan).41 . dari TPS diangkat dengan truk menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Balang di Kecamatan Polombangkeng Selatan seluas 2. Penyediaan TPS direncanakan 1 unit untuk setiap kecamatan. sampah dari TPS dikumpulkan dan di bawa ke TPST.Master Plan Kawasan Industri Takalar Sistem pengumpulan. Berikut beberapa asumsi dan pendekatan yang digunakan untuk menghitung timbulan sampah dan kebutuhan TPS serta TPA (TPST) : Timbulan sampah domestik: 2 liter/orang/hari Domestik. di mana nantinya sampah-sampah organik akan di olah menjadi kompos. Sistem pengangkutan. Secara teknis pengolahan sampah dilakukan dengan pendekatan sanitary landfill. Galesong Kota. Laporan Akhir III ./kota membutuhkan minimal 1 TPA (TPST) Setiap kecamatan membutuhkan minimal 1 TPS (25 m³) Rencana pengelolaan sampah untuk wilayah ini dibedakan menjadi 3 kawasan penanganan.

Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.42 .6 Rencana Jaringan Transportasi Laporan Akhir III .

7 Rencana Jaringan Listrik Laporan Akhir III .43 .Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.

44 .Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.8 Rencana Jaringan Telekomunikasi Laporan Akhir III .

45 .Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.9 Rencana Sistem Sumberdaya air Laporan Akhir III .

Master Plan Kawasan Industri Takalar

Peta 3.10 Rencana Jaringan Persampahan

Laporan Akhir

III - 46

Master Plan Kawasan Industri Takalar

3.3

Gambaran Umum Wilayah Perencanaan

3.3.1 Kondisi Fisik Dasar Wilayah
3.3.1.1 Batasan Geografis dan Administrasi
Kabupaten Takalar merupakan salah satu wilayah kabupaten di Provinsi
Sulawesi Selatan yang terletak pada bagian selatan dan dibagian pesisir barat
Sulawesi Selatan. Letak astronomis Kabupaten Takalar berada pada posisi 5,3 05,380Lintang Selatan dan 119,020 – 119,390 Bujur Timur, dengan luas wilayah
kurang lebih 566,51 Km2. Secara adminitrasi Kabupaten Takalar memiliki batasan
sebagai berikut:
Sebelah Utara

: Kabupaten Gowa

Sebelah Timur

: Kabupaten Gowa dan Kabupaten Jeneponto

Sebelah Selatan : Selat Makassar
Sebelah Barat

: Laut Flores

Wilayah administrasi Kabupaten Takalar hingga Tahun 2012 terdiri atas 9
kecamatan dan enam diantaranya merupakan wilayah pesisir. Berdasarkan sumber
data dari BPS Kabupaten Takalar, menunjukkan wilayah kecamatan terluas adalah
Kecamatan Polombangkeng Utara dengan luas kurang lebih 212,25 Km2, atau
sekitar 37,47% dari luas wilayah Kabupaten Takalar, sedangkan kecamatan yang
memiliki luasan terkecil adalah Kecamatan Galesong Utara dengan luas wilayah
kurang lebih 15,11 Km2 atau sekitar 2,67% dari luas Kabupaten Takalar.
Tabel 3.5 Luas Wilayah Kabupaten Takalar Berdasarkan Jumlah Kecamatan
Prosentase
Jumlah
Ibukota
(%)
Desa/Kelurahan
1 Mangarabombang
100,50
17,74
12
Mangadu
2 Mappakasunggu
45,27
7,99
8
Cilallang
3 Sanrobone
29,36
5,18
6
Sanrobone
4 Polobamkeng Selatan
88,07
15,55
10
Bulukunyi
5 Pattalassang
25,31
4,47
9
Pattalassang
6 Polobamkeng Utara
212,25
37,47
15
Palleko
7 Galesong
25,93
4,58
14
Galesong Kota
8 Galesong Selatan
24,71
4,36
11
Bonto Kassi
9 Galesong Utara
15,11
2,67
8
Bonto Lebang
Jumlah
566,51
100,00
93
Sumber: BPS, Kabupaten dalam Angka 2012

No

Kecamatan

Laporan Akhir

Luas (Km2)

III - 47

Master Plan Kawasan Industri Takalar

Gambar 3.2 Luas Wilayah Kabupaten Takalar Berdasarkan Jumlah Kecamatan

Berdasarkan letaknya, jarak antara Kabupaten Takalar dengan kabupatenkabupaten lain disekitarnya tidak terlalu jauh dan masih dapat dijangkau dengan
beberapa angkutan umum yang ada.
Tabel 3.6 Jarak Kabupaten Takalar dengan kebupaten-kabupaten lain disekitarnya
No
1
2
3
4
5

Nama Kabupaten
Kota Makasar
Kabupaten Gowa
Kabupaten Jeneponto
Kabupaten Bantaeng
Kabupaten Maros
Kabupaten Pangkajene dan
6
Kepulauan
Sumber: RTRW Kabupaten Takalar tahun 2010-2030

Jarak
60 Km
40 Km
60 Km
85 Km
75 Km
120 Km

3.3.1.2 Kondisi Topografi dan Kemiringan Lereng
Wilayah Kabupaten Takalar berada pada ketinggian 0–1.000 meter diatas
permukaan laut (mdpl), dengan bentuk permukaan lahan relatif datar, bergelombang
hingga perbukitan. Sebagian besar wilayah Kabupaten Takalar merupakan daerah
dataran dan wilayah pesisir dengan ketinggian 0–100 mdpl, yaitu sekitar 86,10%
atau ±48,778 km2. Sedangkan selebihnya merupakan daerah perbukitan dan
berada pada ketinggian diatas 100 mdpl, yaitu sekitar 78,73 km 2, kondisi sebagian
besar terdapat pada Kecamatan Polobangkeng Utara dan Polombangkeng Selatan.
Sumber data yang diperoleh dan hasil analis GIS, menunjukkan keadaan topografi
dan kelerengan Kabupaten Takalar sangat bervariasi, yang secara umum berada
pada kisaran 0 - 2%, 2 - 15%, 15 - 30%, 30 – 40% dan > 40%.

Laporan Akhir

III - 48

Karakteristik tiap kemiringan lereng diuraikan sebagai berikut : Laporan Akhir III .088 42. Wilayah Kecamatan Polombangkeng Utaran dan Wilayah Kecamatan Polombangkeng Selatan selain memiliki wilayah dataran dan sebagian kecil wilayahnya perbukitan. peruntukan lahan permukiman dan sarana prasarana sosial ekonomi lainnya. ladang dan kawasan terbangun membutuhkan lahan dengan kemiringan di bawah 15%.471 2.22 - 2.904 Utara 7 Galesong Selatan 2. perkebunan.593 9 Galesong Utara 1.050 4.52 Kemiringan lereng dan garis kontur merupakan kondisi fisik topografi suatu wilayah yang sangat berpengaruh dalam kesesuaian lahan dan banyak mempengaruhi penataan lingkungan alami. Untuk kawasan terbangun.225 122 0.778 7.49 .531 122 21.960 847 Selatan 5 Pattallassang 2.531 6 Polombangkeng 14.10 13.199 6. Penggunaan lahan untuk kawasan fungsional seperti persawahan.527 2.68 Luas Wilayah Pesisir/Pulau 24.807 - 2.7 Luas Wilayah Berdasarkan Ketinggian dari Permukaan Air Laut di Kabupaten Takalar No Kecamatan 1 2 3 4 Luas (Ha) Menurut Ketinggian 0-100 mdpl 100-500 mdpl >500 mdpl 10.651 100 24. untuk diarahkan sebagai kawasan lindung atau kawasan budidaya.Master Plan Kawasan Industri Takalar Kondisi topografi tersebut memiliki potensi untuk pengembangan beberpa kegiatan perkeonomian masyarakat seperti pertanian.527 2.088 Persentase (%0 42. pertanian tanaman keras dan hutan.511 Luas Wilayah Kab Takalar 48. Tabel 3. kondisi tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk perkembangan perkebunan. Wilayah ini memiliki lereng dengan kemiringan 15-40% yang luasnya kurang lebih 78.936 - 8.511 56.936 - Mangarabombang Mappakasunggu Sanrobone Polombangkeng 7.050 4.751 Persentase (%) 86. sedangkan lahan dengan kemiringan diatas 40% akan sangat sesuai untuk penggunaan perkebunan. perikanan.52 Sumber: Kabupaten Takalar Dalam Angka Tahun 2012 Jumlah (Ha) 10.593 1.471 8 Galesong 2. Kemiringan lereng merupakan salah satu faktor utama yang menentukan fungsi kawasan.73 Km2 atau 13% dari luas wilayah kabupaten. kondisi topografi berpengaruh terhadap terjadinya longsor dan terhadap konstruksi bangunan.

lempung.Master Plan Kawasan Industri Takalar Kelerengan 0% . terbentuk atas kerikil. terutama bila tumbuhan pada permukaannya ditebang.50 . antara lain : Formasi Terobosan. Apabila terjadi penebangan hutan akan membawa akibat terhadap lingkungan yang lebih luas.5% dapat digunakan secara intensif dengan pengelolaan kecil. pasir.3. 3.1. sebagian besar batu kapur terbentang sepanjang pantai perbatasan Takalar dengan Jeneponto. namun bila terjadi kesalahan dalam pengelolaannya masih mungkin terjadi erosi. daerah ini masih dapat dibudidayakan namun dengan usaha lebih. terbentuk atas batuan lava-breksi-tufa- konglomerat dan terutama lava Formasi Camba terbentuk atas sendimen laut berselingan Formasi Tonasa terbentuk atas batuan gamping Endapan alivium dan pantai. gabbro hingga diabase. Batuan instrusif terdiri atas batuan basal mulai dari dolerit.10% dapat digunakan untuk kegiatan perkotaan dan pertanian. Gunung Api Baturape – Cindako merupakan batuan vulkanik basal yang terdiri dari lava dan batuan piroklastik yang bersilangan dengan tufa dan batu pasir. diorit.3 Kondisi Struktur Geologi Struktur geologi Kabupaten Takalar dipengaruhi oleh formasi camba. formasi tonasa dan endapan aluvium. dan kegiatan di atasnya harus bersifat non budidaya. Kelerengan 5% . Lapisan batuan ini memiliki porositas dan permeabilitas yang rendah. Batuan ini merupakan batuan tertua yang telah mengalami perubahan. terobosan. Masing masing formasi batuan tersebut memiliki karakteristik yang membentuk struktur tanah dan batuan. dan lumpur Jenis batuan atau geologi Kabupaten Takalar terdiri dari Vulcanic (batuan vulkanik). Laporan Akhir III . gunung api cindako. Keadaan jenis tanah Kabupaten Takalar secara umum termasuk dalam golongan stadium dewasa dengan tekstur permukaan halus. Kelerengan 10% . Batuan ini tersebar luas di wilayah pegunungan dan daerah dataran. terbentuk atas batuan basal Formasi Gunung Api–Cindako.30% merupakan daerah yang sangat mungkin mengalami erosi. umunya kondisi tanah tersebut dipengaruhi formasi pada pegunungan Bawakaraeng dan Lompobattang. Kelerengan > 30% merupakan daerah yang sangat peka terhadap bahaya erosi.

pasir.869. Berdasarkan hasil pengamatan stasiun hujan di Kabupaten Takalar. Tabel 3. kondisi ini berdampak pada putaran angin yang dapat berubah setiap waktu.92 7 Galesong 2.34 Sumber: RTR Mamminasata Tahun 2007 dan Analisis GIS Tahun 2011 No Kecamatan Entisol 1. Sedangkan morfologi perbukitan dengan ketinggian ± 50 – 200 meter dari permukaan laut yang berada pada bagian tengah ke arah Timur dan Selatan pada umumnya wilayah perbukitan yang berpotensi untuk pengembangan perkebunan.Master Plan Kawasan Industri Takalar Struktur geologi wilayah pesisir dan pulau dibentuk oleh dua formasi batuan yakni formasi Tonasa yang terbentuk atas batuan gamping yang sebarannya berada dibagian selatan tepatnya di Kecamatan Mangarabombang.76 4 Polobamkeng Selatan 6.27 8 Galesong Selatan 1.83 3 Sanrobone 1. lempung dan lumpur merupakan formasi geologi terluas yang tersebar dari utara (Kecamatan Galesong Utara) ke selatan (sebagian Kecamatan Mangarabombang).896.970.24 451. sehingga pada beberapa kawasan di wilayah ini mengalami kekeringan terutama pada musim kemarau.705.83 Morfologi dataran rendah dan pantai terdapat di sebelah barat.2OC hingga 20.25 847.24 6 Polobamkeng Utara 14.4OC pada bulan Laporan Akhir III .74 3. menunjukkan suhu udara minimum rata-rata 22.4 Klimatologi Kondisi iklim wilayah Kabupaten Takalar dan sekitarnya secara umum ditandai dengan jumlah hari hujan dan curah hujan yang relatif tinggi dan sangat dipengaruhi oleh angin musim.29 73. hal terutama terjadi pada Kecamatan Mangarabombang.029. Pada dasarnya angin musim di Kabupaten Takalar dipengaruhi oleh letak geografis wilayah yang merupakan pertemuan Selat Makassar dan Laut Flores.154.48 Jumlah 39. sedangkan endapan aluvium dan pantai yang terbentuk atas kerikil.62 5 Pattalassang 1.79 451.23 9 Galesong Utara 2.686.975.814.239. memanjang dari utara ke selatan dan pada umumnya diisi oleh endapan sedimen Sungai dan pantai berpotensi pengembangan pertanian dan perikanan (tambak).8 Klasifikasi Jenis Tanah di Kabupaten Takalar di Rinci Menurut Kecamatan Luas Jenis Tanah (Ha) Inceptiol Ultisol Molisol 1 Mangarabombang 6.3.581.62 5.910.1.525.320.05 7.31 2. 3.18 86.085.42 11.041.51 .34 2 Mappakasunggu 1.

terumbu karang. Sedangkan berdasarkan sifatnya.5 Karakteristik Fisik Pantai Dalam suatu wilayah pesisir terdapat satu atau lebih ekosistem dan sumberdaya pesisir.1.3.6 Hidro-Oseonografi Kabupaten Takalar ditinjau dari sudut oceanografi memiliki daerah perairan atau atau laut. kawasan industri dan kawasan pemukiman. pantai berbatu.3. Hal ini dapat dilihat pada daerah bagian barat dan selatan.9 Perkembangan Jumlah Hari Hujan dan Intensitas Curah Hujan Kabupaten Takalar Tahun 2009 Tahun 2010 HH CH HH CH 1 Januari 24 896 27 1. Tabel 3. padang lamun.124 2 Februari 16 500 13 129 3 Maret 3 68 11 177 4 April 15 103 14 171 5 Mei 1 11 16 260 6 Juni 9 38 13 120 7 Juli 7 35 12 160 8 Agustus 10 92 9 September 1 32 13 107 10 Oktober 2 17 15 131 11 November 7 66 11 122 12 Desember 15 391 15 295 Sumber: BPS.5 OC hingga 33. serta wilayah pulau-pulau terhampar pesisir pantai sepanjang kurang lebih 95. 2012 No Bulan Tahun 2011 HH CH 17 485 13 315 14 321 13 261 4 66 2 24 2 12 1 1 3 6 41 14 173 18 385 3. Yang termasuk dalam ekosistem alamiah adalah hutan mangrove. 3.1. Tingkat curah hujan dan jumlah hari hujan dalam periode empat tahun terakhir mengalami perubahan intensitas curah hujan setiap tahunnya.9OC pada bulan September – Januari. Kabupaten Takalar dalam Angka. kawasan pariwisata. pantai berpasir. Secara rinci jumlah hari hujan dan intensitas curah hujan tiga tahun terakhir.Master Plan Kawasan Industri Takalar Februari – Agustus dan suhu udara maksimum mencapai 30.52 . Panjang pantai Daerah pesisir pantai tersebut cukup potensial bila dimanfaatkan sebagai wilayah pengembangan perikanan laut karena memiliki bermacam-macam Laporan Akhir III . sawah pasang surut. diuraikan pada tabel berikut:. estuaria.8 Km. Ekosistem pesisir ada yang secara terus menerus tergenangi air dan ada pula yang tergenangi air sesaat. Sedangkan ekosistem buatan terdiri dari tambak. ekosistem pesisir dapat dibedakan atas ekosistem yang bersifat alamiah dan ekosistem buatan.

Hasil pengukuran arus pada wilayah survey yaitu berkisar antara 0. Hal ini disebabkan karena adanya gelombang yang kuat sehingga dapat membawa sedimen yang berukuran besar hingga ke daerah pantai.Master Plan Kawasan Industri Takalar hasil laut. seperti udang. letusan gunung api bawah laut. Dari hasil hasil dan pengamatan yang dilakukan. Gelombang sebagai parameter yang sangat penting dalam suatu survey pantai dimana penyebab pembentuknya adalah akibat angin. yaitu tipe diurnal dan semidiurnal. Data hasil pengukuran di lokasi survey pada wilayah pesisir Kabupaten Takalar yaitu berkisar antara 5. kepiting dan hasil-hasil laut lainnya seperti rumput laut yang dewasa ini telah diusahakan oleh para nelayan. Pasang Surut Analisis pasang surut dimaksudkan untuk mengatahui tipe pasang surut yang terjadi dalam suatu lokasi tertentu dalam sehari semalam. Dari hasil pengamatan pasang surut yang dilakukan menunjukkan bahwa daerah survey memiliki tipe pasang surut campuran. Dinamika Proses Pantai Secara umum material dasar sedimen yang mendominasi daerah survey adalah jenis sedimen pasir. Laporan Akhir III . Di samping itu untuk mengetahui kemungkinan arus turbulensi dan pola arus menyebabkan proses sedimentasi pada daerah tersebut. peristiwa tsunami dan akibat pergerakan tata surya.3 % – 60% ini menunjukkan bahwa daerah survey memiliki pantai yang terjal.25 m/det. kelandaian pantai pada wilayah Kabupaten Takalar secara umum untuk lokasi survey adalah kelandaian kerkisar antara 43.63 m/det – 20. ikan cakalang. Bathimetri Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui kemiringan pantai terhadap lautan.93 m/det dengan arah 200 – 310. Arus Pantai Pengukuran arah dan kecepatan arus pada daerah survey pantai dimaksudkan untuk memperoleh informasi lebih jauh tentang dampak hembusan angin dan diasumsikan arah arus mengikuti (searah) dengan pola sebaran angin. sedangkan arus yang terjadi dipantai umumnya adalah arus susur pantai.53 .13 – 0. Tinggi Gelombang Gelombang merupakan salah satu parameter oceanografi fisika yang sangat mempengaruhi kondisi pantai.

54 . 3. Terumbu karang mempunyai produktivitas organik yang tinggi dan kaya dengan berbagai jenis ikan karang. terumbu karang mempunyai fungsi dan manfaat sebagai berikut : Sebagai pelindung pantai dari hempasan ombak dan arus kuat yang berasal dari laut (terumbu karang tepi dan penghalang) Sebagai habitat (tempat tinggal) Sebagai tempat mencari makan (feeding ground) Laporan Akhir III . dimana hampir seluruh wilayah pantai tersebut jarang sekali ditumbuhi mangrove. kondisi sepanjang pantai Kabupaten Takalar mempunyai karakteristik yang khas.8 km kenampakan garis muka pantainya umumnya adalah laut terbuka.Master Plan Kawasan Industri Takalar Wilayah pesisir pantai Kabupaten Takalar yang panjangnya sekitar 95. ordo Scleractinia yang hidup bersimbiosis dengan zooxantellae dan sedikit tambahan dari algae berkapur serta organisme lain yang menyekresi kalsium karbonat.3. sehingga di sepanjang pantai Kabupaten Takalar secara signifikan mengalami abrasi pantai yaitu berkurangnya luas daratan ditandai dengan majunya laut ke arah daratan. kuatnya hempasan gelombang pada lokasi survey disebabkan karena wilayah tersebut adalah merupakan laut lepas. Hal ini disebabkan karena kurangnya sungai besar yang bermuara disepanjang pantai yang ada di Kabupaten Takalar yang dapat memuntahkan jenis sedimen lumpur. Akibat dari kurangnya spesies mangrove di sekitar pantai tersebut.1. Secara ekologis. Selain itu kuatnya hempasan gelombang yang sampai ke daerah pantai yang menyebabkan beberapa jenis mangrove tidak dapat hidup pada kondisi tersebut. Kondisi kenampakan garis muka pantai Kabupaten Takalar sangat dipengaruhi oleh besarnya arus ombak dan gelombang dimana keberadaanya dipengaruhi oleh laut lepas (Laut Flores) serta pengaruh sendimentasi di sekitar muara sungai. Pada dasarnya terumbu karang terbentuk dari endapan-endapan massif kalsium karbonat (CaCO3). Berdasakan pengamatan yang dilakukan dilokasi survey.7 Kondisi Ekosistem Perairan Terumbu Karang Terumbu karang merupakan ekosistem yang khas yang terdapat di daerah tropis. utamanya di Kecamatan Mangarabombang. namun ada beberapa kawasan yang berbentuk teluk. yang dihasilkan oleh organisme karang pembentuk terumbu (karang hermatipik) dari filum Cnidaria.

Mangrove banyak dijumpai di wilayah pesisir daerah landai yang terlindung dari gempuran gelombang dan pasang surut yang kuat. Fungsi ekologis dari ekosistem mangrove adalah: Sebagai peredam gelombang dan angin badai. daerah mencari makanan (feeding ground) dan daerah pemijahan (spawning ground) bermacam biota perairan (ikan. Mangrove Hutan mangrove merupakan tipe hutan tropika yang khas tumbuh di sepanjang pantai atau muara sungai dipengaruhi oleh pasut air laut. Sebagai penghasil sejumlah besar detritus terutama yang berasal dari daun dan dahan pohon mangrove yang rontok. delta dan daerah pantai yang terlindung.55 . Galesong. Sebagian dari detritus ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan bagi para pemakan detritus. udang dan kerang-kerangan) baik yang hidup di perairan pantai maupun lepas pantai. menunjukkan bahwa sub sektor perikanan di Kabupaten Takalar untuk jenis yang memiliki potensi yang cukup besar. Laporan Akhir III . Lokasi hutan mangrove di Kabupaten Takalar terletak di Kecamatan Mangarabombang. estuaria. Sebagai daerah asuhan (nursery ground). Sanrobone. Galesong Utara dan Galesong Selatan. Pada umumnya hutan mangrove banyak ditemukan di pantai-pantai teluk yang dangkal. dengan sektor yang tingkat spesialisasinya lebih tinggi dari tingkat kabupaten. pelindung pantai dari abrasi. dan sebagian lagi diuraikan secara bacterial menjadi mineral-mineral hara yang berperan dalam penyuburan perairan. penahan lumpur dan perangkap sedimen yang diangkut oleh aliran air permukaan.Master Plan Kawasan Industri Takalar Sebagai tempat asuhan dan pembesaran (nursery ground) Sebagai tempat pemijahan (spawning ground) Sebagai tempat penangkapan berbagai jenis biota laut konsumsi dan berbagai jenis ikan hias Sebagai bahan konstruksi bangunan dan pembuatan kapur Sebagai bahan perhiasan Sebagai bahan baku farmasi Sebagai daerah wisata Ikan Karang Berdasarkan hasil analisis.

254.1.3. Potensi air tanah yang terdapat di Kabupaten Takalar ditunjang oleh keberadaan aliran sungai.82 Ha (28. memanjang dari utara ke selatan dan pada umumnya diisi oleh endapan sedimen sungai dan pantai berpotensi pengembangan pertanian dan perikanan (tambak). Selain itu dengan terbatasnya aliran sungai para petani mengandalkan air hujan untuk mengairi sawah pertanian mereka. dan ultisol. Endapan Aluvium terdiri dari lempung. maka sungai yang ada ini mutlak dijadikan kawasan lindung sebagai sumber air tawar atau air baku dan berfungsi sebagai mata rantai sumber makanan biota laut. Endapan ini berasal dari hasil desintegrasi batuan yang lebih tua. Wilayah pesisir dan pulau tersebar jenis tanah dengan komposisi terbanyak adalah jenis tanah inceptiol 16. Laporan Akhir III .3. sedangkan jenis tanah lainnya sebarannya relatif lebih kecil dan khusus untuk wilayah pulau hanya tersebar oleh jenis tanah entisol. Sungai Pamakkulu dan Sungai Sungai Jenemarrung. Untuk itu pemasukan lahan di DAS perlu direncanakan dengan seksama agar keseimbangan ekosistem DAS dan ekosistem pantai/laut dapat berlangsung dengan baik.84%). Tatanan statigrafi pada umumnya terdiri dari endapan Aluvium. lumpur.9 Kondisi Morfologi Morfologi dataran rendah dan pantai terdapat di sebelah barat. Sungai Jenetallasa. baik untuk kebutuhan konsumsi maupun untuk menunjang kegiatan ekonomi mayarakat.Master Plan Kawasan Industri Takalar 3. Terbatasnya aliran sungai yang ada di Wilayah Kabupaten Takalar. kerikil dan bongkah batuan yang tidak padu (lepas). molisol.10 Hidrologi Kabupaten Takalar dilewati oleh 4 buah sungai yaitu Sungai Jeneberang. 3.1. Potensi air tanah dapat dimanfaatkan sebagai air baku untuk berbagai kepentingan kegiatan masyarakat. Selain itu potensi air di Kabupaten Takalar juga dipengaruhi oleh Wilayah Aliran Sungai (WAS) Jeneberang.1. umunya kondisi tanah tersebut dipengaruhi fromasi pada pegunungan Bawakaraeng dan Lompobattang. pasir.3.8 Kondisi Jenis Tanah Keadaan jenis tanah Kabupaten Takalar secara umum termasuk dalam golongan stadium dewasa dengan tekstur permukaan halus. inceptisol.56 . Struktur tanah yang terbentuk meliputi jenis tanah entisol. 3. Miosen tengah-akhir serta Eosen akhir-Miosen tengah dengan sedikit terobosan Andesit.

Je’nemarrung. Salah satu upaya pengelolaan sumberdaya air di Kabupaten Takalar adalah pengembangan bendungan dan embung. sehingga pada kondisi tertentu tidak dapat berfungsi dengan baik. yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air baku pada Desa Laikang dan sekitarnya. Pammukkulu. memerlukan penanganan untuk memperoleh suplai air baku. Hal tersebut. Sejauh ini telah dibangun 5 buah bendungan yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian. Untuk kebutuhan cadangan air. tersedia bangunan embung di Kecamatan Mangarabombang. yakni bendungan Kampili Bissua. Je’netallasa. Je’maeja.57 . olah karena hanya berfungsi untuk menampung air hujan. salah satu diantaranya diperlukan area peresapan air melalui kegiatan penghijauan disekitar bangun embung.Master Plan Kawasan Industri Takalar yang sebagian besar dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan sumber air bersih (DAM Bili-Bili). Laporan Akhir III . Namun demikian bangunan embung tersebut masih kurang berfungsi optimal.

11 Orientasi Kabupaten Takalar Laporan Akhir III .58 .Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.

Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.59 .12 Administrasi Kabupaten Takalar Laporan Akhir III .

Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.13 Topografi Kabupaten Takalar Laporan Akhir III .60 .

61 .Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.14 Geologi Kabupaten Takalar Laporan Akhir III .

62 .Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.15 Batimetri Kabupaten Takalar Laporan Akhir III .

Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.16 Jenis Tanah Laporan Akhir III .63 .

17 Hidrologi Kabupaten Takalar Laporan Akhir III .Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.64 .

Dominasi pemanfaatan lahan pertanian lahan basah mencapai sekitar 32. klimatologi wilayah.3.45 1.79 32.916.78 11. Pada dasarnya pembentukan pola pemanfaatan lahan dipengaruhi oleh faktor fisik lahan seperti letak geografis.Master Plan Kawasan Industri Takalar 3.00 Prosentase 0.97 0. sehingga untuk melakukan identifikasi struktur pemanfaatan lahan dilakukan pendekatan analisis GIS.53 903.208. Sumberdaya Lahan Sumberdaya lahan di Kabupaten Takalar dapat terlihat dari kondisi tutupan lahan atau pemanfaatan lahan yang terbentuk.27 1.66 0.38 2. Selanjutnya peta unit lahan dijadikan dasar Laporan Akhir III .442.70 467.96 5.00 Sumber: Perhitungan Peta 2.651.49 100.65 .3.15 20.27% dari total luas wilayah Kabupaten Takalar.24 6. dan sektor kegiatan ekonomi masyarakat. Analisis Pembatas Kesesuaian Lahan Faktor Pembatas Kemampuan Lahan Karakteristik suatu lahan dapat menjadi pembatas untuk komoditas tertentu tetapi bagi komoditas yang lain tidak menjadi pembatas.442.53 Ha atau sekitar 57. pada rumput/alangalang dan lain sebagainya.26 276.83 57.59 0. Penentuan jenis lahan (tanah unit) adalah hasil overlay beberapa peta dasar yang mempunyai peta yang sama. Sumber data yang diperoleh tidak menguraikan kondisi pemanfaatan lahan di Kabupaten Takalar. Untuk itu analisis pembatas kesesuaian lahan didasarkan pada jenis komoditi pertanian yang akan dikembangkan pada setiap unit lahan yang telah ditetapkan sebelumnya.67 56.506. perkebunan rakyat.10 Penggunaan Lahan di Kabupaten Takalar No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jenis Penggunaan Lahan Tubuh Air (Embung) Lahan Terbuka Tambak Semak Belukar Rawa Pertanian Lahan Basah Permukiman Perkebunan Hutan Lainnya Jumlah Luas (Ha) 33. struktur geologi dan tanah.1 Potensi Sumberdaya Lahan 1.06 10. Pemanfaatan lahan yang terbentuk hingga saat ini di Kabupaten Takalar terdiri atas lahan hutan. persawahan. permukiman.2.03 2.19 15.2 Pola Ruang Eksiting 3.880. Tabel 3. tambak.

B.4 ³2 1 0 4 3 1.1 4 5.4.5 > 1500 1200-1500 800-1200 Kondisi Perakaran 2 . Hidrologi b.6 0 -1 3 0 > 8.5 < 800 5. Klasisfikasi Tanah c.7 4. K2O Salinitas Laporan Akhir Kelas Kesesuaian Lahan P1 P2 P3 30 -32 18 -21 25 -29 22 -24 30 -32 Ketersediaan air 0 -3 3 -9 9 -9. Efektifitas a.5 .1 1. Kelas KTK b. Curah Hujan a. Bulan Kering b. pH Tanah c. Dari penilaian indikator fisik lahan Wilayah Kabupaten Takalar dengan melalui tahapan analisis diperoleh gambaran tentang faktor pembatas terhadap pengembangan wilayah.4 4 – 4. terutama di sekitar Kecamatan Mangarabombang.Master Plan Kawasan Industri Takalar penentuan tingkat kesesuaian lahan aktual dan potensial serta peta rekomendasi pengembangan dan penggunaan lahan.8 3.3 0.3 III .1 1 Q < 18 > 35 > 9. yaitu: Lahan dengan tingkat kemiringan 15 – 40% dengan bobot memiliki kontur yang berbukit hingga agak curam dan pada kemiringan 40% ke atas dengan kontur curam hingga sangat curam Klasifikasi tanah dengan kondisi kasar (pasir berlempung) dengan bobot kelas 5 tersebar pada tersebar pada beberapa bagian wilayah kecamatan Terdapat beberapa bagian yang mengalami pergerakan tanah (erosi).A.5 – 5.5 <4 0 0 0 2.C 2.6.9. dapat disimpulkan beberapa kategori lahan potensial dengan ketentuan sebagai berikut: Tabel 3.2 ³2 1 0 0 0.5 5.11 Klasifikasi Kesesuaian Lahan Potensial dan Aktual Kabupaten Takalar Karakteristik Lahan Suhu Tahunan Rata-Rata a. Jumlah N d. Polombangkeng Utara dan Polobangkeng Selatan Tingkat efektifitas tanah pada kedalaman 30-50 Cm memiliki faktor pembatasan yang relatif kecil Keadaan drainase pada kondisi tergenang memerlukan penanganan untuk tata guna air Kesesuaian Lahan Potensial Berdasarkan penilaian terhadap kemampuan dan kesesuaian lahan di Wilayah Kabupaten Takalar.7.66 .D 0. P2O5 e.2 2 Unsur Hara ³2 1 0 7–8 8 – 8.

Untuk usaha peningkatan kesesuaian dibutuhkan tindakan terhadap usaha perbaikan guna peningkatan nilai lahan pasca produksi seperti pemupukan dan usaha pelestarian lingkungan. Pada kondisi lahan dengan kelas ini tidak sesuai untuk tanaman semusim dan sebaiknya peruntukan tanaman vegetasi tetap Laporan Akhir III .Master Plan Kawasan Industri Takalar Kelas Kesesuaian Lahan P1 P2 P3 Permukaan a. Kesesuaian Lahan Aktual (Q) Kesesuaian lahan aktual yang telah diidentifikasi di Wilayah Kabupaten Takalar disimpulkan sebagai berikut : Lahan Aktual 1. usaha perbaikan drainase dan pengaturan pengairan serta menghindari kerusakan lingkungan. maka kesesuaian lahan potensial di Wilayah Kabupaten Takalar dibedakan dalam : Lahan Potensial 1 (P1). penggiliran tanaman penutup. Dapat digunakan untuk tanaman semusim dengan pembuatan teras. Pemanfaatan lahan ini sangat potensial untuk berbagai kegiatan usaha pertanian yang intensif. B. Permukaan 0 c. Kelerengan 0 1 1 b. Kesesuaian lahan aktual ini diarahkan pada usaha tanaman semusim sehingga usaha pertanian diperlukan perlakuan yang sangat khusus.6 >1 >2 Dengan ketentuan seperti pada tabel. Guna usaha peningkatan kelas lahan perlu diusahakan penutupan vegetasi untuk mencegah terjadinya erosi atau pergerakan tanah. Untuk pemanfaatan lahan dibutuhkan tindakan seperti pengawetan khusus. Jika lahan ini dimanfaatkan perlu tindakan pengolahan khusus yang relatif agak sulit. pengolahan menurut kontur.5. B. Lahan Potensial 3 (P3). Pada lahan terdapat cukup pengambat sehingga penggunaan jenis tanaman cukup terbatas harus disesuaikan dengan kelas lahan yang dimiliki. drainase atau penggiliran dengan tanaman penutup yang disertai dengan perbaikan lingkungan. Singkapan 0 1 Sumber: Profil Kabupaten dan Analisis Tim Tahun 2013 Karakteristik Lahan Q 4. Lahan Potensial penghambat 2 (P2).67 . yang dapat Pemanfaatan lahan mengurangi pilihan ini memiliki sedikit penggunaan atau membutuhkan perlakuan sedang atau tindakan pengawetan. Lahan Aktual 2.

1.764. Kecamatan Luas Wilayah (Ha) 10.050 4. Sedangkan pada areal Kawasan Lindung.593 Galesong Utara 1. cagar alam atau kegiatan rekreasi.511 Jumlah 56. 8. 3.12 Kawasan Hutan di Kabupaten Takalar No.531 Polombangkeng 21.460 4. 5.225 3.58 1. 3.21 36.67 - 4. didominasi oleh penutupan lahan semak belukar dan pertanian lahan kering campur semak.482 Sumber: Kabupaten Takalar Dalam Angka 2012 Laporan Akhir Jumlah Prosentase 500 960 499.79 4.Master Plan Kawasan Industri Takalar seperti padang rumput hutan. sehingga sektor kehutanan mempunyai peranan strategis bagi pembangunan di kabupaten ini secara sinergis.2 Sumberdaya Hutan Berdasarkan data dari Kabupaten Takalar Dala Angka Tahun 2012.724 17. Kawasan hutan Kabupaten Takalar memiliki potensi dan fungsi yang multi guna untuk kemaslahatan masyarakat baik ekologis maupun sosial ekonomi dan budaya.696 9.98 21. atau 17. Pada tingkatan kesesuaian dan kemampuan lahan ini sangat disarankan peruntukan kawasan lindung.16 III . Kawasan hutan lindung didominasi oleh tutupan lahan pertanian lahan kering campur semak dan semak belukar.3. 7.282. 4.482 Utara Galesong Selatan 2.651 86 3.471 Galesong 2.724 ha.21 5.936 8.527 2.2. 6. Kawasan hutan konservasi serta kawasan hutan produksi. Agar seluruh kawasan hutan tersebut berfungsi secara optimal sesuai dengan fungsi yang seharusnya dibebankan kepadanya.68 .79 Mangarabombang Mappaksunggu Sanrobone Polombangkeng Selatan Pattalassang 2. maka diperlukan perencanaan yang holistik dan terpadu agar masing-masing wilayah hutan dan fungsi hutan dapat saling menunjang sehingga penyelenggaraan dan pengelolaan masing-masing daerah otonom dapat dioptimalkan dan kelemahankelemahannya dapat diminimalkan.21 7. Luas kawasan hutan di Kabupaten Takalar mencapai 9. didominosai oleh tutupan lahan pertanian lahan kering campur semak. 9.16 % dari luas wilayah Kabupaten Takalar. 2. Tabel 3.807 Hutan Lindung 86 Luas Kawasan Hutan Hutan Hutan Hutan Produksi Mangrove Konservasi 500 960 413.

023 35.562 15.966 Jumlah 255.404 jiwa/km2 dan kecamatan dengan kepadatan penduduk terendah berada di Kecamatan Polombangkeng Utara dengan angka kepadatan 218 jiwa/km2.903 jiwa berjenis kelamin lakilaki dan 141. Tidak menutup kemungkinan kegiatan commuting banyak terjadi di Kecamatan Galesong Utara.689 Mappakasunggu 14.413 jiwa berjenis kelamin perempuan. Struktur Penduduk Menurut Jenis kelamin Struktur penduduk menurut jenis kelamin merupakan perbandingan ya ang memperlihatkan selisih antara jumlah penduduk laki-laki dan perempuan.875 12.139 Sanrobone 12.887 35.819 33.046 35.328 272.154 257.291 13. Kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi berada di Kecamatan Galesong Utara dengan tingkat kepadatan mencapai 2.692 26.57 dapat diartikan bahwa setiap 100 orang berjenis kelamin perempuan terdapat 93 orang berjenis kelamin laki-laki.754 Pattallassang 31.854 Galesong 34.603 Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Takalar.747 36.347 43.825 Galesong Selatan 22. yakni 46.3.094 37.276 Polombangkeng Selatan 25.3 Kependudukan Penduduk Kabupaten Takalar berdasarkan hasil Penghitungan Dana Alokasi Umum 2011 (DAU) berjumlah 272. Kepadatan penduduk di Kabupaten Takalar pada Tahun 2011 mencapai 481 jiwa/km2.13 Persebaran Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Takalar pada Tahun 2008-2011 Kecamatan 2008 2009 2010 Mangarabombang 36. Dengan angka rasio jenis kelamin 92. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi adalah kedekatan Kecamatan Galesong Utara dengan Kabupaten Gowa yang mendapatkan pengaruh hubungan timbal balik dari Kota Makassar.237 36.69 . Laporan Akhir III .729 Polombangkeng Utara 43. Tabel 3.549 22.726 13. dimana 130.286 jiwa. 2012 Diketahui bahwa Kecamatan Polombangkeng 2011 37.811 23.079 46.177 34.371 Galesong Utara 33. Rasio jumlah penduduk berjenis kelamin perempuan lebih banyak dari penduduk yang berjenis kelamin laki-laki.410 27.974 269.316 Selatan merupakan kabupaten dengan peningkatan penduduk terkecil dan Kecamatan Galesong Utara mengalami peningkatan terbesar dari Tahun 2008-2011.302 35.615 14.629 45.469 34.058 15.838 37.316 jiwa yang tersebar di 9 kecamatan.547 25. dengan jumlah penduduk terbesar berada di Kecamatan Polombangkeng Utara.Master Plan Kawasan Industri Takalar 3.286 24.

Sedangkan penduduk usia produktif atau angkatan kerja sebanyak 195.525 60-64 3.581 10-14 12.078 26.039 8. Sejalan dengan hal tersebut.14 Persebaran Penduduk Kabupaten Takalar Menurut Umur dan Jenis Kelamin Kelompok Umur Laki-laki Perempuan 0-4 12.413 Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Takalar.898 15-19 11.268 6.041 10.618 11. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia di wilayah ini memerlukan Laporan Akhir III .98 81 jiwa.635 13.709 8.354 11.841 45-49 7.653 11. dan Usia Angkatan kerja.110 9. sedangkan selebihnya adalah usia non produktif.771 55-59 4. yaitu: Usia Balita a (0-4) tahun. usia kerja. terutama kelompok umur yang berkaitan dengan usia sekolah.Master Plan Kawasan Industri Takalar Berdasarkan sumber data yang diperoleh.115 jiwa. Jumlah penduduk angkatan kerja di Kabupaten Takalar ini menunjukkan bahwa tingkat produktivitas angkatan kerja di wilayah relatif tinggi.865 13.763 jiwa.089 21.316 Struktur penduduk menurut kelompok usia sekolah di Kabupaten Takalar kurang lebih 26.516 8.932 12.508 25-29 10.848 40-44 9.763 24. 2012 Jumlah 26.889 18.539 20.850 65+ 7.161 22.497 14.414 16.185 28.821 22.189 4. Tabel 3.70 . dapat diuraikan bahwa jumlah penduduk di Kabupaten Takalar terdiri dari laki-laki kurang lebih 123. yang implikasinya adalah kebutuhan lapangan kerja yang akan terus meningkat. dan usia produktif atau usia angkatan kerja.185 35-39 10.598 5-9 13.714 7.119 50-54 6.564 3. Struktur Usia Kajian tentang struktur penduduk menurut usia dimaksudkan untuk mengetahui jumlah pada setiap kelompok umur tertentu.903 141. maka diperlukan peningkatan kualitas sumberdaya manusia untuk memperoleh tenaga kerja yang lebih produktif dan dan berdaya saing.328 Jumlah 130. Usia Sekolah.037 272.173 jiwa dan jumlah penduduk perempuan 131. hal ini terkait dengan sistem penyediaan sarana pendidikan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di Kabupaten Takalar.890 20-24 10. Pengelompokan penduduk menurut umur di Kabupaten Takalar pada tahun 2012 dibagi atas 3 kelompok utama.587 13.951 15.471 30-34 10.

Master Plan Kawasan Industri Takalar

peningkatan dalam hal peningkatan kemampuan (skill) agar dapat memiliki
daya saing dengan wilayah lainnya dalam membangun wilayahnya sendiri. Hal
tersebut dapat dilakukan dengan penyediaan sarana pendidikan yang
memadai, baik secara formal maupun non formal berupa wadah pelatihan dan
pengembangan bakat.
Struktur Ketenagakerjaan
Struktur ketenagakerjaan dapat dibedakan atas angkatan kerja atau usia kerja
dan pencari kerja. Penduduk angkatan kerja adalah penduduk usia produktif
yaitu usia 15-54 tahun, sedangkan pencari kerja penduduk angkatan kerja yang
terdaftar sebagai pencari kerja.
Penduduk angkatan kerja di Kabupaten Takalar sebanyak 145.412 jiwa
sedangkan pencari kerja yang terdaftar sebanyak 3.287 jiwa yang terdiri atas
laki-laki 1.449 jiwa dan perempuan sebanyak 1.838 jiwa. Hal tersebut
memperlihatkan nilai prosentase yang sangat minim dibandingkan dengan
jumlah angkatan kerja. Sumber data yang diperoleh menunjukkan sturktur
pencari kerja pada tahun 2008 didominasi oleh pencari kerja dengan jenjang
pendidikan SLTA, yaitu sebanyak 1.366 jiwa. Hal tersebut mengindikasikan
minimnya kualitas pencari kerja Kabupaten Takalar, sehingga dibutuhkan
peningkatan kualitas pendidikan dan ketrampilan.
Tabel 3.15 Penduduk Pencari Kerja Menurut Pendidikan Tertinggi dan Jenis Kelamin di
Kabupaten Takalar
Pendidikan Tertinggi
Laki-laki
Perempuan
SLTP
9
14
SLTA
162
69
Diploma 1-2
7
10
Diploma 3
7
47
Diploma 4/Sarjana
46
68
Jumlah
231
208
Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Takalar, 2012

Jumlah
23
231
17
54
114
439

Agama dan Aliran Kepercayaan
Struktur penduduk agama dan kepercayaan di Kabupaten Takalar didominiasi
oleh pemeluk Agama Islam yaitu sebanyak 272.027 jiwa atau sekitar 99.92%
dari total jumlah penduduk Kabupaten Takalar. Sedangkan pemeluk agama
lainnya terdiri atas pemeluk Agama Kristen sebanyak 119 jiwa, pemeluk Agama
Hindu dan Budha masing-masing sebanyak 20 jiwa dan 5 jiwa.

Laporan Akhir

III - 71

Master Plan Kawasan Industri Takalar

Tabel 3.16 Struktur Penduduk Menurut Agama di Kabupaten Takalar Tahun 2011
Jumlah Penduduk (Jiwa)
Islam
Kristen
Hindu
Budha
1 Mangarabombang
36.724
7
2 Mappakasunggu
15.170
7
3 Sanrobone
13.263
4 Polobamkeng Selatan
27.117
15
5 Pattalassang
34.525
42
6
5
6 Polobamkeng Utara
45.943
28
8
7 Galesong
40.018
20
6
8 Galesong Selatan
23.684
9 Galesong Utara
35.583
Jumlah
272.027
119
20
5
Sumber: BPS, Kabupaten Takalar Dalam Angka Tahun 2012
No

Kecamatan

Sebaran penduduk pemeluk Agama Islam tersebar merata di seluruh
kecamatan, sedangkan pemeluk agama Kristen hanya tersebar pada 6
kecamatan, sedangkan pemeluk Agama Hindu dan Budha, masing-maing
hanya berjumlah 20 jiwa dan 5 jiwa, yang tersebar pada 3 kecamatan.
Budaya dan Adat Istiadat
Terjadinya perubahan kultur dan sosial budaya masyarakat merupakan proses
transformasi global akibat tidak homogenisitasnya kultur budaya pada suatu
daerah. Terjadinya dinamika perkembangan akan tidak lagi memandang kultur
budaya dan adat istiadat sebagai hukum masyarakat (norma etika) yang
berlaku, akan tetapi tergantikan oleh sifat individualistis dan kepentingan sosial
ekonomi akan menjadi dominan. Perubahan proses tersebut sulit dihindari
karena dipengaruhi oleh masuknya budaya lain dan perkembangan teknologi
menjadi orientasi masyarakat untuk mengaktualisasikan diri.
Perubahan karakter dan kultur budaya sebagai ciri khas suatu komunitas tidak
perlu terjadi, jika masyarakat memegang teguh dan menjunjung tinggi nilai
budaya yang secara turun-temurun dianutnya. Salah satu kekuatan masyarakat
di Kabupaten Takalar adalah pembauran nilai religius keagamaan dalam suatu
kebudayaan yang masih melekat hingga kini. Faktor lain yang mempengaruhi
adalah komunitas masyarakat di Kabupaten Takalar sebagian besar masih
dalam satu ikatan rumpun keluarga, sehingga konflik sosial tidak menjadi
pemisah, tetapi dapat terselesaikan secara kebersamaan dan kekeluargaan.
Kultur budaya masyarakat di Kabupaten Takalar maih dipengaruhi oleh etnis
budaya Bugis-Makassar. Keragaman kultur sosial budaya yang terdapat di
Kabupaten Takalar, merupakan pembentukan etnis dan budaya lokal, secara

Laporan Akhir

III - 72

Master Plan Kawasan Industri Takalar

umum masih tergolong dalam Suku Makassar. Perbedaan dalam hal budaya
umunya terletak pada dialeg, dan sistem upacara adat dan ritual keagamaan,
dan bentuk bangunan. Salah satu ciri khsas budaya masyarakat di Kabupaten
Takalar yang masih melekat sampai sekarang adalah pembauran antara ritual
keagamaan dan ritual budaya “Maudu Lompoa” di terdapat di Desa Cikoang
Kecamatan Mangarabombang. Upacara keagamaan ini masih berlangsung
hingga sekarang untuk merayakan “Maulid” (perayaan bagi pemeluk agama
Islam, kegiatan ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang sering
dikunjungi.

Laporan Akhir

III - 73

18 Pola Ruang Kabupaten Takalar Laporan Akhir III .Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.74 .

94 131. Jalan arteri di Kabupaten Takalar terbentang mulai dari Kecamatan Polombangkeng Utara.33 48.06 91. dan Mangarabombang yang menghubungkan ke wilayah Selatan Provinsi Sulawesi Selatan.49 Panjang Jalan 2009 2010 360.68 118. Pattalassang.621 truk dan 25.75 .38 856.07 34.49 km.76 39.08 3 Tanah 66. 1.47 124.724 unit.49 Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Takalar Tabel 3.33 38.28 91.670 678 192 259 9.33 723.07 475.76 107.4 Karakteristik Transportasi Berdasarkan klasifikasi fungsi jaringan jalan. Tabel 3. Mappakkasunggu.49 711.68 15. terdiri dari 433 mobil penumpang.20 834.670 sepeda motor.38 63.453 III .98 301.49 2011 520. Kabupaten Takalar dilalui oleh jalan arteri sebagai jalur penghubung utama.76 123.50 556.98 155.49 Baik Sedang Rusak Rusak Berat Jumlah No Jenis Permukaan Jalan 1 Aspal 723.40 66.17 Kondisi dan Permukaan Jalan di Kabupaten Takalar Tahun 2008-2011 No Kondisi Jalan 1 2 3 4 2008 306.90 33.503 Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Takalar Laporan Akhir 2011 433 1.49 856.48 726.621 25.72 834.18 Banyaknya Kendaraan Bermotor Menurut Jenisnya Di Kabupaten Takalar Tahun 2008-2011 Jenis Kendaraan 2010 Kendaraan Bermotor Mobil Penumpang 909 Mobil Beban/Truck 733 Mobil Bus 47 Sepeda Motor 22.Master Plan Kawasan Industri Takalar 3.33 2 Kerikil 51. sedangkan penghubung antar kawasan dan lingkungan permukiman dilalui oleh jalan kolektor sekunder dan jalan lokal.54 50.40 18.49 856. Untuk panjang jalan pada Kabupaten Takalar Tahun 2011 yaitu 834. Polombangken Selatan.28 856.3.48 km. Jumlah kendaraan bermotor Tahun 2011 sebanyak 27.40 4 Beton 15. Kondisi jalan tersebut menunjukkan adanya penurunan dibandingkan dengan Tahun sebelumnya yaitu 856.08 51.16 121.68 Jumlah 856.115 Kendaraan Tidak Bermotor Becak 703 Dokar 30 Gerobak 259 Sepeda 10.

Moda transportasi laut untuk kegiatan perikanan di Kabupaten Takalar ditunjang oleh beberapa pelabuhan rakyat dan pelabuhan pendaratan ikan. sehingga untuk pengembangannya dimasa yang akan datang dapat diarahkan untuk pengembangan pelabuhan regional. Salah satu pelabuhan yang menunjang kegiatan perikanan di Kabupaten Takalar adalah Pelabuhan Galesong yang terdapat di Kecamatan Galesong. Sedangkan untuk prasarana penghubung yang berfungsi sebagai sebagai jalur pergerakan penumpang dan barang sebagai pelabuhan lokal. Jumlah mobil beban/truck yang terus meningkat dapat menimbulkan masalah yaitu rusaknya perkerasan jalan terutama pada jalan-jalan lingkungan. Panjang jalan dengan kondisi baik semakin meningkat. namun kondisi tersebut hanya ada pada jalan arteri sekunder saja.76 . Berdasarkan data karakteristik transportasi di atas dapat di simpulkan potensi dan masalah yang ada sebagai berikut.Master Plan Kawasan Industri Takalar Transportasi laut di Kabupaten Takalar. Laporan Akhir III . Kondisi tersebut mengakibatkan masih adanya jalanan yang rusak pada jalan-jalan lingkungan. hanya berfungsi untuk menunjang kegiatan perikanan. Secara umum kondisi jalan dan perkerasan jalan sudah baik sehingga dapat memudahkan proses pemasaran. Keberadaan pelabuhan tersebut memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian wilayah.

Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.77 .19 Jaringan Transportasi Kabupaten Takalar Laporan Akhir III .

Je’maeja. Sejauh ini telah dibangun 5 buah bendungan yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian. sedangkan pada daerah perbukitan berkisar antara 7 – 10 meter.3. 3.3. Laporan Akhir III . Potensi air tanah sebagian besar yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga (konsumsi dan MCK) diperoleh dari pemanfaatan sumur tanah dangkal dan sumur bor. Selain itu potensi air di Kabupaten Takalar juga dipengaruhi oleh Wilayah Aliran Sungai (WAS) Jeneberang. Pammukkulu. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Takalar dan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memenuhi kebutuhan air baku. sistem jaringan irigasi dan sistem jaringan air bersih.1 Potensi Air tanah Potensi air tanah dapat dimanfaatkan sebagai air baku untuk berbagai kepentingan kegiatan masyarakat. baik untuk kebutuhan konsumsi maupun untuk menunjang kegiatan ekonomi mayarakat. sehingga untuk kebutuhan konsumsi diperlukan pengolahan sesuai dengan standar kesehatan untuk memperoleh air bersih yang higienis. juga dipengaruhi oleh beberapa aliran sungai yang melintas pada beberapa kawasan. Je’netallasa. Potensi air tanah yang terdapat di Kabupaten Takalar ditunjang oleh keberadaan aliran sungai. yakni bendungan Kampili Bissua. juga dipengaruhi oleh beberapa aliran sungai yang melintas pada beberapa kawasan.78 . pertanian dan untuk kebutuhan lainnya. Kedalaman air tanah di Kabupaten Takalar cukup bervariasi. pada wilayah pesisir sebagian besar kedalaman air tanah berkisar antara 3 – 5 meter. Kondisi tersebut memiliki filtrasi air tanah yang rendah sampai sedang.Master Plan Kawasan Industri Takalar 3. Potensi sumberdaya air tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan pertanian dan sumber air baku untuk kebutuhan lainnya.5. Potensi sumberdaya air di Kabupaten Takalar selain dipengaruhi oleh kondisi klimatologi wilayah. diantaranya pengendalian sumberdaya air melalui pembuatan bendungan/ DAM/embung. yang sebagian besar dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan sumber air bersih (DAM Bili-Bili). Potensi sumberdaya air tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan pertanian dan sumber air baku. Je’nemarrung.5 Sumber Daya Air Potensi sumberdaya air di Kabupaten Takalar selain dipengaruhi oleh kondisi klimatologi wilayah.

3. Untuk pemenuhan air bersih pada kawasan perkotaan.5. Kabupaten Takalar memiliki beberapa sumber air yang dapat digunakan untuk air baku. Prasarana air bersih dibutuhkan tidak hanya untuk konsumsi. memerlukan penanganan untuk memperoleh suplai air baku.440 pelanggan. hal disebabkan oleh kurang optimalnya sistem pengedalian air di kawasan ini.Master Plan Kawasan Industri Takalar Untuk kebutuhan cadangan air. Sedangkan jumlah volume air bersih yang dapat terdistribusi juga mengalami peningkatan. sebagai sumber air baku. akan tetapi juga untuk keperluan MCK. dan sungai. Pada sumber data yang diperoleh. tersedia bangunan embung di Kecamatan Mangarabombang.126 pelanggan. kebutuhan kegiatan industri dan kegiatan lainnya. diantaranya mata air. air tanah. sehingga mengalami kesulitan dalam hal penyediaan air baku secara gravitasi.3. hal ini mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan data jumlah pelanggan pada tahun 2011 yaitu sebanyak 7. tercatat pada tahun 2008 PDAM Kabupaten Takalar memiliki pelanggan sebanyak 3. masyarakat lebih cenderung memanfaatkan air bersih suplay dari PDAM Kabupaten Takalar. seperti standar sanitasi dan kesehatan untuk layak konsumsi. yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air baku pada Desa Laikang dan sekitarnya. Peningkatan pembangunan sarana air bersih untuk memenuhi kebutuhan pelayanan 80% penduduk perkotaan dan 60% penduduk pedesaan. Untuk pemenuhan air bersih dibutuhkan beberapa persyaratan teknis. olah karena hanya berfungsi untuk menampung air hujan. Namun demikian bangunan embung tersebut masih kurang berfungsi optimal. Hal tersebut. salah satu diantaranya diperlukan area peresapan air melalui kegiatan penghijauan disekitar bangun embung. Beberapa hal mendasar menjadi permasalahan potensi air adalah terjadinya kekurangan air pada beberapa kawasan seperti di Kecamatan Mangarabombang. seangkan pada kawasan perdesaan masyarakat lebih cenderung memanfaatkan air tanah melalui penggunaan sumur tanah dangkal dan sumur bor. pada tahun 2008 Laporan Akhir III .79 . Hal tersebut selain dipengaruhi oleh putaran musim dan iklim juga dipengaruhi oleh kondisi topografi yang bergelombang. sehingga pada kondisi tertentu tidak dapat berfungsi dengan baik.2 Air Bersih Air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia untuk kelangsungan hidupnya. sehingga pada musim kemarau mengalami kekurangan air.

Tabel 3.19 Jumlah Pengguna dan Pelanggan Air Bersih di Kabupaten Takalar No Jenis Penggunaan 1 2 3 2008 3.528 6. Laporan Akhir III .811 107.126 Tabel 3.883 40.20 Volume Air Bersih Yang Terdistribusidi Kabupaten Takalar (M3) Tahun Perkembangan 2008 2009 2010 2011 1 Rumah Tangga 559.312.097 8 Lainnya 6.379 40.950 655.378 1.833 1.977 6.110 6.685 60.085.419 2.943 62.678 35 51 100 Rumah Tangga Hotel dan Obyek Wisata Badan Sosial dan Rumah Sakit 4 Fasilitas Peribadatan 5 Pelayanan Umum 20 49 6 Perdagangan dan Industri 61 77 7 Instansi Pemerintah 94 39 8 Lainnya 134 Jumlah 3.777 Sumber: BPS.300 63 153 132 7.80 .977 4.440 4.110 875.989 9.201 93.Master Plan Kawasan Industri Takalar tercatat volume air bersih yang terjual sekitar 759.777 m3 pada tahun 2011.620 6 Perdagangan dan Industri 36.722 m3.080.177 Sumber: BPS. Pengelolaan air bersih dan lokasi instalasi pengolahan air bersih harus memenuhi kriteria yang dipersyaratkan ditentukan.225 1.722 816. Kabupaten Dalam Angka Takalar 2012 73 92 107 5.727 7 Instansi Pemerintah 89.097 1. Kabupaten Dalam Angka Takalar 2012 No Jenis Penggunaan Peningkatan pelayanan air bersih di Kabupaten Takalar diharapkan dapat memberikan pelayanan 80% penduduk perkotaan dan 60% penduduk pedesaan.656 52. meningkat menjadi 1.839 54.802 53. Penyediaan air bersih di Kabupaten Takalar dapat memanfaatkan mata air dan sungai terdekat disekitarnya dengan menggunakan sistem perpipaan dan penggunaan pilar hidrant.312.966 Sakit 4 Fasilitas Peribadatan 5 Pelayanan Umum 5.802 Jumlah 759.092 39 Tahun Perkembangan 2009 2010 2011 3.565 2 Hotel dan Obyek Wisata 3 Badan Sosial dan Rumah 61.

81 .20 Sumber Daya Air Kabupaten Takalar Laporan Akhir III .Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.

yang didistribusikan untuk berbagai kegiatan. mencapai 49. bila dilihat kemampuan daya pasang. kegiatan industri dan lain-lain sebagainya.907.476 Jumlah 48. Hal ini mengingat terjadinya krisis listrik yang berkepanjangan sebagai Laporan Akhir akibat ketidakmampuan PLN dalam pembiayaan III .769. Sedangkan untuk pelayanan terdapat beberapa ranting dan sub ranting yang memberikan pelayanan kepada 48.546.172 5 Pemerintah 272 3.194 34.584 3 Pelayanan Bisnis 495 2.Master Plan Kawasan Industri Takalar 3. Hal ini cukup beralasan. terutama dengan bertambahnya pelanggan dan berkembangnya aktivitas kegiatan penduduk.3.460. Energi listrik yang terpakai di Kabupaten Takalar berdasarkan kondisi jumlah pelanggan tahun 2011. Energi kelistrikan di Kabupaten Takalar saat ini dilayani oleh PLN Cabang Kabupaten Takalar. antara lain rumah tangga.769. Sedangkan wilayah lain yang belum terlayani jaringan listrik masih menggunakan energi listrik lain atau sumber penerangan lainnya. Kabupaten Takalar Dalam Angka Tahun 2012 No Jenis Tarif Tingkat kebutuhan energi listrik sebagai energi utama yang dimanfaatkan untuk berbagai jenis aktivitas diantaranya untuk alat penerangan dari waktu ke waktu mengalami peningkatan permintaan sedangkan suplay dari sumber relatif terbatas. sosial. maka ke depan Kabupaten Takalar sudah harus memikirkan dan mengembangkan sumber-sumber energy listrik yang baru atau penambahan daya terpasang.045 4 Industri 101 7. industri dan bangunan pemerintah.280. Mengingat ketersediaan prasarana ini merupakan suatu hal yang mutlak untuk mendorong perkembangan wilayah dan memperhatikan rasio ketercukupan.575.6 Energi Kelistrikan Prasarana kelistrikan dibutuhkan untuk menunjang berbagai aktivitas dan kegiatan seperti penerangan. Adapun uraian data tentang jumlah pelanggan jaringan listrik dan kapasitas daya terjual pada tahun 2011 di Kabupaten Takalar dapat dilihat pada tabel berikut.002 pelanggan. bisnis.648 Kwh.82 . Tabel 3.21 Jumlah Pelanggan Jaringan Listrik dan KWH Terpasang Menurut Jenis Tarif di Kabupaten Takalar Tahun 2011 Jumlah Pelanggan Daya Terpasang (Unit) KWH) 1 Pelayanan Sosial 940 1.648 Sumber: BPS. beban puncak. kapasitas dan produksi yang ada saat ini sudah tidak mampu lagi melayani kebutuhan.371 2 Rumah Tangga 46.002 49.

Master Plan Kawasan Industri Takalar operasional dan banyaknya permintaan energy listrik. TPS dan container untuk menangani timbulan sampah yang diproduksi. Selain itu diperlukan upaya pemenuhan prasarana persampahan yang terdiri dari gerobak.8 Persampahan Jumlah produksi sampah berdasarkan kecamatan. relatif lebih banyak dihasilkan di Kecamatan Polombangkeng Utara dan Galesong dengan jumlah timbulan sampah sekitar 123.83 . Ini terbukti dengan terjadinya pemadaman bergilir yang berdampak pada roda perekonomian menjadi terhambat. 3. Telkomsel. Saat ini telekomunikasi nirkabel sudah bertumbuh kembang di Kanupaten Takalar. Esia dan Indosat.407 liter/hari dan 105. 3. dimana sampai tahun 2009 sudah beroperasi 5 operator telekomunikasi nirkabel yaitu Telkom. Laporan Akhir III .161 liter/hari.3.3.7 Telekomunikasi Salah meningkatkan satu modal daerah perekonomian untuk wilayah menarik adalah investasi tersedianya dan sekaligus infrastruktur telekomunikasi yang memadai. Di Kabupaten Takalar tersedia 1 TPA di Balang Kecamatan Galesong Selatan. Excelindo.

84 .21 Jaringan listrik Kabupaten Takalar Laporan Akhir III .Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.

22 Jaringan telekomunikasi Kabupaten Takalar Laporan Akhir III .85 .Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.

23 Persampahan Kabupaten Takalar Laporan Akhir III .86 .Master Plan Kawasan Industri Takalar Peta 3.

046.106.602.050.279.23 139.51 16.368. Perkembangan ekonomi Kabupaten Takalar dari tahun ke tahun terus meningkat.62 134.306.84 8. dan perikanan.78 87.54 193.950.59 146. serta upaya untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki.148.71 555. Nilai PDRB Kabupaten Takalar pada tahun 2011 mencapai Rp.091.036.047.43 Estate & Jasa Perusahaan 9 Jasa-Jasa 239.3. Hal ini ditunjukkan dengan angka PDRB yang selalu mengalami peningkatan.08 Bersih 5 Konstruksi 52. Nilai PDRB merupakan ciri perekonomian suatu wilayah yang ditunjukkan oleh kontribusi masing-masing sektor kegiatan sebagai gambaran dari struktur ekonomi suatu wilayah.455. Nilai PDRB merupakan ciri perekonomian suatu wilayah yang ditunjukkan oleh kontribusi masingmasing sektor kegiatan sebagai gambaran dari struktur ekonomi suatu wilayah.30 479. Tabel 3.50.057.23 2.66 11. serta upaya untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki.57 94.40 438.60 51.212.087.716.534.107.76 338. 2.025.807.527.989. Tingginya peranan sektor pertanian ditunjang oleh sub sektor pertanian tanaman pangan.012.504. perkebunan. Struktur kegiatan ekonomi Kabupaten Takalar didominasi oleh sektor kegiatan pertanian. hotel & 120.36 78.150.53 Restoran 7 Angkutan & 53.737. Hal ini ditunjukkan dengan angka PDRB yang selalu mengalami peningkatan.71 18.20 124.70 843.676.858.07 108.826.744.37 14.43 722.39 10. Sektor kegiatan lainnya yang memiliki kontribusi cukup besar adalah sektor jasa.837.45 20.762.096.30 1.974.35 125.672. Gas dan Air 11.584.612.22 Pertumbuhan Nilai PDRB Kabupaten Takalar.368.53 57.86 Komunikasi 8 Keuangan.64 1.42 226.766. Perkembangan ekonomi Kabupaten Takalar dari tahun ke tahun terus meningkat.9 Aspek Perekonomian dan Kegiatan Usaha Kondisi perekonomian suatu wilayah sangat tergantung pada potensi dan sumberdaya yang dimiliki. Tahun 2007-2011 Nilai PDRB (000) No Sektor Kegiatan 2007 2008 2009 2010 1 Pertanian 613.69 Penggalian 3 Industri Pengolahan 99.860.375.493.313.82 60.Master Plan Kawasan Industri Takalar 3.760.09 2 Pertambangan & 7.50 40.51 145.65 45.792.878.485.106.21 2.51 7. Sedangkan sektor pertambangan dan penggalian memberikan kontribusi relatif kecil.864.840.47 113.055.51 6 Perdagangan.57 4 Listrik. kemudian perdagangan dan sektor industri.29 939.109.963.50 III .5550.62 Jumlah 1.94 66.87 Laporan Akhir 2011 1.87 .95 162. Kondisi perekonomian suatu wilayah sangat tergantung pada potensi dan sumberdaya yang dimiliki.079.662.941. Real 80.

364 4 2010 7.922 12.80 6 Perdagangan. 2011 No Tahun 3.669. hotel & 9.84 3.43 9.20 3.13 3. 2.87 0.09 5.94 0.23 Pertumbuhan Struktur Ekonomi Kabupaten Takalar Tahun 2007-2011 No Sektor Kegiatan 2007 47.88 5 Konstruksi 4.00 8.907.07 Jasa Perusahaan 9 Jasa-Jasa 18.32 6.65 6.47 6.3.83 23. Dukungan kebijakan dimana dengan masuknya Takalar sebagai bagian dari Mamminasata yang merupakan kawasan strategis nasional menjadikan kawasan ini sebagai salah satu pusat pengembangan di wilayah timur indonesia. Posisi Kabupaten Takalar yang berada di tengah (center of indonesia) sehingga pengembangan wilayah ini nantinya dalam skala besar tidak Laporan Akhir III .42 Restoran 7 Angkutan & Komunikasi 4.33 Sumber: Perhitungan PDRB Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Selatan.34 6.89 45.46 PDRB perkapita Kabupaten Takalar mengalami peningkatan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.47 0.88 .64 3.567.57 4 Listrik.Master Plan Kawasan Industri Takalar Sumber: Perhitungan PDRB Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Selatan.88 6.91 0.69 21. Pada tahun 2007 tercatat nilai PDRB mencapai Rp.88 3.258 2 2008 5. Gas dan Air Bersih 0.696.929.329 8. Tabel 3. Jika dibandingkan dengan PDRB perkapita Sulawesi Selatan.89 23.71 0.24 Pertumbuhan Struktur Ekonomi Kabupaten Takalar Tahun 2007-2011 PDRB Perkapita Kab.71 9.825.885.890.93 0. PDRB Kabupaten Takalar masih tergolong rendah.10 Isu dan Permasalahan Takalar Beberapa isu strategis dan permasalahan pengembangan di Kabupaten Takalar adalah sebagai berikut: Potensi 1.678 14. 2011 2011 45.907.92 3.010 5 2011 8.92 0.14 23.622.84 6.425 3 2009 6.56 45.83 9.17 0. 2011 Tabel 3. 16.49 Pertanian Pertambangan & Penggalian 3 Industri Pengolahan 7.73 8 Keuangan.68 3.433 10. Real Estate & 6.59 1 2 Pertumbuhan Ekonomi (%) 2008 2009 2010 46.58 3.929.030 Sumber: Perhitungan PDRB Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Selatan.030.914.51 0. 8.80 7.171 16.258 dan pada tahun 2011 mengalami pertambahan hingga mencapai Rp. Takalar PDRB Perkapita Sulawesi (Rp) Selatan (Rp) 1 2007 4.

Pertumbuhan ekonomi yang relatif masih rendah. pengembangan pelabuhan dan pergudangan Galesong dapat menjadi sentra ekonomi baru di wilayah ini yang didukung ketersediaan infrastruktur dan prasarana yang memadai.70 %. namun tetap harus ditingkatkan dengan upaya perbaikan irigasi teknis. 6. 4. 5. Angkatan kerja produktif yang berpendidikan sekolah menengah dan setaraf serjana cukup besar 67. Produktivitas lahan yang relatif tinggi (pertanian dan perkebunan). Hal ini menjadi penting untuk menangkap peluang dan berkontribusi signifikan dalam perkembangan kawasan metropolitan Mamminasata. Jumlah angkatan kerja yang masih tinggi dan kualitas SDM. 3. proses produksi dan pasca produksi. Pergerakan pertumbuhan yang terus meningkat di sektor tersier secara langsung berdampak positif dan negatif di wilayah ini. Pergerakan ekonomi yang dipicu oleh kegiatan sektor pertanian dan perikanan (sektor primer) ke depan sudah harus memperhitungkan geliat ekonomi dalam bidang tersier dalam bidang jasa dan industri produktif. Peningkatan jenjang pendidikan penduduk melalui sekolah formal dan non formal perlu terus ditingkatkan. Lahan-lahan produktif pertanian dan beririgasi harus tetap dipertahankan untuk keberlanjutan ketahanan pangan berkelanjutan di wilayah ini (40.000 ha direncanakan dalam RTRW Provinsi Sulsel). kawasan Agropoltan Malolo dan kawasan KTM Bahari Punaga. Potensi sektor ekonomi tersier yang besar. Upaya ini nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang relatih masih rendah. salah Laporan Akhir III .89 . Walaupun tidak terlalu signifikan pertumbuhannya pertahun. Sehingga struktur ekonomi berbasis pertanian di wilayah ini tetap dipertahankan sesuai dengan visi dan misi pembangunan dan penataan ruang Kabupaten Takalar. Beberapa pemusatan kegiatan ekonomi tersier di wilayah ini seperti pembangunan KITA. seluruh wilayah kabupaten merupakan KSN metropolitan Mamminasata yang diorientasikan untuk pertumbuhan ekonomi dan sosial yang tinggi di Sulsel dan di kawasan Timur Indonesia. yang diarahkan dengan pembukaan dan pendirian pusat pendidikan maritim dan balai latihan kerja internasional yang mampu menyerap angkatan kerja di wilayah ini dan wilayah sekitarnya.Master Plan Kawasan Industri Takalar hanya untuk wilayah timur indonesia tetapi juga untuk wilayah tengah dan barat.

pariwisata. Dampaknya adalah lahan-lahan pertanian produktif rusak dan jaringan jalan yang hancur diakibatkannya. 3.90 . Delineasi kawasan dan kesepakatan batas pemilikan lahan harus menjadi Laporan Akhir III .Master Plan Kawasan Industri Takalar satunya adalah alih fungsi lahan dan penetrasi wilayah seperti Kota Makassar terhadap Kabupaten Takalar. 7. Beberapa konflik kepentingan antara masyarakat dan pelaku usaha perkebunan tebu masih sering terjadi. Lembaga-lembaga kemasyarakatan tumbuh dan memberikan andil menggembirakan dalam pembangunan yang direncanakan dan termasuk dalam pengawasannya. 8.4 km (sisi sungai) 2. industri dan pertanian. industri perikanan dan pelabuhan. Pengoptimalan dalam sektor pariwisata. Bertumbuhnya pola pembangunan partisipatif. Konflik pemanfaatan lahan hutan. Dua sungai besar. Penetapan status lahan dan fungsi lahan belum direncanakan dengan baik. Panjang garis pantai di wilayah ini adalah 74 km dan keberadaan pulaupulau terluarnya (Pulat Tanakeke dan Pulau Sanrobengi) yang persis berhadapan dengan Selat Makassar merupakan potensi alam yang sangat bernilai. yakni Sungai Pappa dan Sungai Gamanti yang setiap tahun mengalami peluapan air dan menggenangi kawasan Pattalassang sekitarnya. 9. perikanan tangkap dan budidaya ikan. Permasalahan 1. Potensi kelautan yang besar namun belum dimanfaatkan secara optimal. diharapkan dapat dilakukan normalisasi sungai tersebut dan pembuatan tanggul penahan sepanjang 7. Blok Minyak Karaengta. Peran Kabupaten Takalar harus memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dalam bidang perikanan. Luasnya sebaran kawasan rawan bencana banjir. Terjadinya kerusakan kawasan pesisir. Peran masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pembangunan di wilayah ini sudah sangat baik. Kabupaten Takalar dilewati oleh jalur ALKI 2 sehingga memudahkan aksesbilitas apabila dikembangkan pelabuhan di wilayah ini. jasa-jasa yang bersifat maritim dan kelautan harus segera dilaksanakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah Takalar. Kawasan pesisir Kecamatan Mangarabombang dan kecamatan pesisir sekitarnya yang berhadapan langsung dengan Selat Makassar merupakan daerah yang sering mengalami abrasi tiap tahunnya.

Sanrobone. dan Mangarabombang). Luas lahan pertanian juga mengalami penurunan akibat alih fungsi lahan ke kegiatan tersier yang sifatnya urbanism. PLTG Sengkang. Laporan Akhir III . bantara sungai-sungai (Pattalasang dan Mangarabombang) dan pada lahan perbukitan di Polombangkeng Utara dan Polombangkeng Selatan tanpa memperhitungkan syarat-syarat batas sempadan dan kelayakan lereng untuk kegiatan budidaya. juga dipengaruhi nilai tambah dari hasil produksi pertanian itu sendiri. 6. 5. Galesong Selatan. Aksesibilitas wilayah ini denga wilayah sekitar cukup bagus. Penyebabnya selain kondisi alam yang tidak menentu yang mempengaruhi musim tanam dan waktu panen. Pembukaan dan pembangunan jalan dan jembatan ini untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antarkawasan di Kabupaten Takalar sekitarnya. Mappakasunggu. Rasio kelistrikan di wilayah ini relatif cukup besar dan antisipasinya diupayakan dengan peningtan gardu PLTD Takalar. Keterbatasan investasi terkait pengembangan infrastruktur (listrik dan transportasi). masyarakat setempat dan pelaku usaha (PTP Nusantara) 4. Kabupaten yang termasuk dalam wilayah Kota Metropolitan Mamminasata masih merasa dianaktirikan. namun perlu ditingkatkan (kolektor sekunder ke kolektor primer) dari arah Kota Makassar dan pembangunan jalan baru untuk membuka dan pembangunan kawasan ekonomi baru (Agropolitan Malolo dan KTM Bahari Punaga) yang menghuungkan ke kecamatan Polombangkeng Utara dan Kabupaten Jeneponto. 7. Sistem perencanaan dan pembangunan energi listrik di wilayah ini adalah sistem koneksitas wilayah dengan memanfaatkan potensi PLTA Bakaru. dan berikutnya PLT Jeneponto yang sering mengalami over supply. Konflik pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Pemanfaatan lahan di sepanjang pesisir pantai (Gelesong Uatara. Hampir semua wilayah di Indonesia menglami persoalan utama dalam bidang energi listrik dan daya hubung aksesibilitas antar kawasan dan wilayah.Master Plan Kawasan Industri Takalar prioritas penanganan oleh pemerintah. Penurunan lahan tanaman pangan (beririgasi teknis dan tadah hujan). sehingga nampak cenderung untuk mengabaikan program pembangunan yang merupakan kebijakan ruang Mamminasata.91 .

Laporan Akhir III .Master Plan Kawasan Industri Takalar 8.92 . nampak cenderung tidak direspon dengan baik oleh pihak Kabupaten. Fungsi-fungsi ruang yang ditetapkan dalam RTRW Mamminasata. sehingga pada daerah perbatasan secara administratif sarana dan prasarana tidak terjadi sinkronisasi program. Kota Makassar nampaknya belum rela. 9. memberikan fungsinya terhadap kota-kota yang ada disekitarnya. terminal. seperti. Program-program Kabupaten/ Kota nampak belum mengarah untuk mendukung pengembangan Kota Mertopolitan Mamminasata. 10.