Salmonela

Arnold Amba (0661 12 063)

Dede Mardiyana (0661 12 069)

Desta Rissani (0661 12 065)
Dini Damayanti (0661 12 067)
Indra Surya (0661 12 066)

Pungky Umi S. (0661 12 070)
Putri Siti Sahara (0661 12 071)
Rismayanti (0661 12 064)

Syarah D.A.B. (0661 12 068)
Vina Ramdiani (0661 12 072)

Salmonela
Suatu genus bakteri
enterobakteri gram-negatif
berbentuk tongkat yang
menyebabkan tifoid, para
tifoid dan penyakit foodborne

Penemu

Theobald Smith
(1885),
pada tubuh babi

Kingdom

• Bacteria

Phylum

• Proteobacteria

Class

Ordo
Family

• Gamma Proteobacteria
• Enterobacteriales, Salmonella sp

• Enterobacteriaceae

Genus

• Salmonella

Spesies

• e. g. S. enteric

Ukuran

:2μ – 4μ

Habitat

: saluran pencernaan manusia dan

hewan
Suhu optimum

: 37˚C

pH

:6–8

Memiliki flagel (kecuali
S. gallinarum dan S. pollorum)
Tidak berspora






Usus halus manusia dan hewan
Daging yang dimasak tidak
matang
Air yang belum matang
Es dari air yang belum dimasak
Debu
Sampah kering
Alat makan yang dicuci dengan
air yang tidak diganti

Tyfus
Penyebab penyakit tyfus adalah baketri
Salmonella thypi. Penyekit ini juga sering disebut
demam tifoid.
demam tifoid merupakan penyakit sistemik,
bersifat endemik dan merupakan problema
kesehatan di negara-negara berkembang.

Ciri-ciri DemamTyfus
1. Demam lebih dari seminggu
2. Lidah kotor
3. Mual berat sampai muntah
4. Diare atau mencret
5. Lemas, pusing dan sakit perut
6. Pingsan (tak sadarkan diri)






Menyediakan tempat pembuangan yang sehat dan
higienis.
Mencuci tangan sebelum mengkonsumsi jajanan.
Menghindari jajanan ditempat yang kurang terjamin
kebersihan dan kesehatannya.
Menjaga agar air yang digunakan tidak
terkontaminasi oleh bakteri salmonella.
Jangan menggunakan air yang sudah tercemar.
Melakukan vaksinasi untuk memberi kekebalan
tubuh.

Cara mengobati penyakit yang disebabkan oleh salmonella
salah satunya adalah dengan antibiotik
Antibiotik yang seri diberikan antara lain:
 Kloramfenikol : Dosis : 4 x 500mg/hari . Diberikan
sampai dengan 7 hari bebas panas.
 Tiamfenikol: Dosis ; 4×500 mg.
 Kotrimoksazol : Dosis : 2 x 2 tablet (1 tablet
mengandung sulfametoksazol 400 mg dan 80 mg
trimetoprim) diberikan selama 2 minggu.
 Ampisilin dan amoksisilin : dosis : 50-150 mg/kgBB dan
digunakan selama 2 minggu.
 Sefalosporin generasi ketiga : dosis 3-4 gram dalam
dektrosa 100 cc diberikan selama ½ jam perinfus sekali
sehari, diberikan selama 3 hingga 5 hari.

Detail Hasil Pencarian
Judul
: Seleksi Fragmen DNA Spesifik
Sebagai
Pelacak Untuk Deteksi
salmonella.
Pengarang
: Ambar Pertiwiningrum, Ag.
Yuswanto,
Widya Asmara
Jurnal
: Buletin Peternakan 1999, XXIII(3)
Tahun
:
1999
Summary : INTISARI

Salmonella sp. merupakan organisme patogen pada bahan pangan.
Penelitian irri dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan Fragmen DNA
spesifik dari Salmonella typhimurium yang dapat digunakan sebagai pelacak
dalam pengujian terhadap Salmonella sp.
Salah satunya adalah teknologi hibridisasi dengan menggunakan
pelacak berlabel non radioaktif yang mempunyai keuntungan yang lebih
dibandingkan dengan pelacak berlabel radioaktif yang berbahaya. Dalam
penelitian ini digunakan pelacak berlabel non radioaktif untuk deteksi terhadap
Salmonella sp. Pelacak dibuat dan fragmen DNA spesifik dengan berdasarkan
pada konstruksi pustaka genom Salmonella typhimurium, rnelalui strategi
kloning dengan E coli DH5-a sebagai inang dan pUC19 sebagai vektor.
Hasil klon yang positif diseleksi untuk dibuat pelacak. Seleksi terhadap
fragmen DNA yang akan dibuat pelacak dengan cara melabel fragmenfragmen DNA dan dihibridisasikan dengan beberapa isolat Salmonella sp. dan
beberapa isolat patogen yang lain. Pelacak yang terpilih adalah pelacak yang
melakukan hibridisasi terhadap Salmonella sp. saja dan tidak terhadap bakteri
patogen yang lain. Metode hibridisasi yang digunakan adalah hibridisasi
kotoni.
Basil penelitian ini menunjukkan fragmen DNA yang melakukan
hibridisasi dengan Salmonella sp. saja dan tidak dengan yang lainnya adalah
fragmen dengan ukuran 580 bp. Fragmen DNA yang melakukan hibridisasi
dengan Salmonella sp. dan E. coil yaitu fragmen DNA dengan ukuran 310 bp,
700 bp, 3020 by dan 3250 bp.

Sekian dan Terima Kasih….

Related Interests