BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Studi eksperimental dan epidemiologis menyatakan bahwa dislipidemia
berperan pada kejadian aterosklerosis. Aterosklerosis merupakan dasar penyakit
kardiovaskular yang merupakan penyebab kematian utama di negara maju
sedangkan di negara berkembang, seperti Indonesia, prevalensi penyakit
kardiovaskuler semakin meningkat terutama di perkotaan. Kejadian penyakit
kardiovaskuler dapat dicegah dengan melakukan tindakan pencegahan terhadap
faktor risikonya. Faktor risiko utama aterosklerosis salah satunya adalah
dislipidemia.1,2
Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan
peningkatan maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi lipid
yang utama adalah kenaikan kadar kolestrol total, kolestrol LDL, trigliserida serta
penurunan kadar kolestrol HDL. Dislipidemia dibedakan atas dislipidemia primer
dan sekunder. Sebagian besar dislipidemia adalah dislipidemia primer, dan
berkaitan dengan gen yang mengatur enzim dan apoprotein yang terlibat dalam
metabolisme lipoprotein maupun reseptor lipoprotein. Dislipidemia sekunder
adalah dislipidemia akibat dari suatu penyakit atau karena efek samping obat.1,3
Diharapkan dislipidemia dapat dicegah kejadiannya oleh semua pihak yang
berperan. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka dalam referat ini akan dibahas
mengenai dislipidemia.

1

C. 2 . D.B. Tujuan Penulisan Tinjauan kepustakaan ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai dislipidemia yang berpengaruh terhadap timbulnya berbagai macam komplikasi. Rumusan Masalah Dislipidemia merupakan suatu masalah klinis di unit perawatan jantung yang insidennya dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi. Manfaat penulisan Tinjauan pustaka ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada peserta kepaniteraan klinik di bagian jantung RSUD Ulin Banjarmasin mengenai dislipidemia sehingga diharapkan dapat menegakkan diagnosis dan terapi yang adekuat.