You are on page 1of 24

PENYULUHAN DAN KONSULTASI GIZI LANJUT

OLEH : NOVELASARI, SKM.M.KES

KOMPETENSI
• • • • PENGERTIAN KONSELING GIZI TUJUAN KONSELING AZAS-AZAS KONSELING LANGKAH-LANGKAH KONSELING

• PENGERTIAN KONSELING GIZI
– BAHASA LATIN YAITU CONSILIUM  DENGAN / BERSAMA YANG DIRANGKAI DENGAN MENERIMA / MEMAHAMI – BAHASA ANGLO-SAXON YAITU SELLAN  MENYERAHKAN / MENYAMPAIKAN – CONSELING (COUNSEL)  ADVICE / MEMBERI

• KONSELING ADALAH SUATU PROSES YANG TERJADI DALAM HUBUNGAN TATAP MUKA ANTARA SEORANG INDIVIDU YANG TERGANGGU OLEH MASALAH-MASALAH YANG TIDAK DAPAT DIATASINYA SENDIRI DENGAN PEKERJA YANG PROFESIONAL YAITU ORANG YANG TERLATIH DAN BERPENGALAMAN MEMBANTU ORANG LAIN MENCAPAI PEMECAHAN TERHADAP BERBAGAI JENIS KESULITAN PRIBADI (MACLEAN DLM SHERTZER, STONE)

• Konseling gizi adalah suatu proses komunikasi interpersonal / dua arah antara konselor dan klien untuk membantu klien mengenali, mengatasi dan membuat keputusan yang benar dalam mengatasi masalah gizi yang dihadapinya • Konseling gizi dilakukan oleh ahli gizi yaitu lulusan program d iii gizi/ d iv gizi yang disebut nutritionist atau dietetion

• Konselor gizi adalah ahli gizi yang bekerja untuk membantu orang lain (klien) mengenali, mengatasi masalah gizi yang dihadapi dan mendorong klien untuk mencari dan memilih cara pemecahan masalah gizi secara mudah sehingga dapat dilaksanakan oleh klien secara efektif dan efisien. • Klien adalah sasaran konseling yang terdiri dari pasien/orang sakit dan keluarganya, mereka yang sedang menjalani rawat jalan di puskesmas atau mereka yang datang karena membutuhkan informasi tentang masalah kesehatan dan gizi yang sedang dihadapi

• konseling sebagai teknik dan metoda yang dapat digunakan dalam membantu klien memahami dirinya secara lebih baik dan lebih efektif (munro) • Konseling sebagai suatu bentuk wawancara untuk membantu klien memahami dirinya sendiri dengan lebih sempurna, sehingga ia dapat memperbaiki kesulitan lingkungan dan penyesuaian (walberg)

• Karakteristik konseling : – KONSELING MELIBATKAN DUA ORANG YANG SALING BERINTERAKSI DENGAN JALAN MENGADAKAN KOMUNIKASI LANGSUNG – MODEL INTERAKSI TERBATAS PADA DIMENSI VERBAL YAITU KONSELOR DAN KLIEN SALING BERBICARA. – INTERAKSI ANTARA KONSELOR DAN KLIEN BERLANGSUNG DALAM WAKTU YANG RELATIF LAMA DAN TERARAH KEPADA PENCAPAIAN TUJUAN.

• Tujuan konseling :
– MENGIKUTI KEMAUAN / SARAN KONSELOR – MENGADAKAN PERUBAHAN PERILAKU SECARA POSITIF – MELAKUKAN PEMECAHAN MASALAH – MELAKUKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN, PENGEMBANGAN KESADARAN DAN PENGEMBANGAN PRIBADI – MENGEMBANGKAN PENERIMAAN DIRI – MEMBERIKAN PENGUKUHAN

ASAS-ASAS KONSELING
– – – – – – ASAS KERAHASIAAN ASAS KESUKARELAAN ASAS KETERBUKAAN ASAS KEKINIAN ASAS KEMANDIRIAN ASAS KEGIATAN – – – – – – ASAS KEDINAMISAN ASAS KETERPADUAN ASAS KENORMATIFAN ASAS KEAHLIAN ASAS ALIH TANGAN ASAS TUTWURI HANDAYANI

• LANGKAH-LANGKAH KONSELING GIZI
– PERSIAPAN KONSELING GIZI – PERENCANAAN KONSELING GIZI – PELAKSANAAN KONSELING GIZI – EVALUASI KONSELING GIZI

• PERSIAPAN KONSELING GIZI
– PENGUMPULAN DATA
• DATA SOSBUD :
– SUKU, AGAMA, PENDIDIKAN, KEADAAN EKONOMI

• DATA RIWAYAT :
– DATA KELUARGA DAN DATA RIWAYAT KESEHATAN – DATA RIWAYAT GIZI (ANAMNESIS GIZI) : POLA DAN KEBIASAAN MAKAN  PERKIRAAN JUMLAH ASUPAN ZAT GIZI DALAM PERIODE WAKTU TERTENTU, JENIS DAN JUMLAH BAHAN MAKANAN YANG SERING DIKONSUMSI, MAKANAN PANTANGAN, ALERGI, KEBIASAAN MENGOLAH ATAU MEMBELI MAKANAN – PENGAMBILAN DATA RIWAYAT GIZI (ANAMNESIS GIZI) DENGAN CARA RECALL MAKANAN 24 JAM DILENGKAPI DENGAN DATA FOOD FREKWENSI DAN FOOD RECORD

– PENGETAHUAN TENTANG GIZI, SIKAP TERHADAP MAKANAN, AKTIVITAS FISIK, PENGGUNAAN OBAT-OBATAN, PENGGUNAAN SUPLEMEN ZAT GIZI – DATA RIWAYAT MEDIK : KEMUNGKINAN PENGARUH PENYAKIT YANG LALU, TERAPI, PEMBEDAHAN, RADIASI, KEMOTERAPI ATAU TINDAKAN LAIN TERHADAP KEBUTUHAN, ASUPAN, PENCERNAAN, ABSORPSI DAN METABOLISME ZAT GIZI.

• DATA ANTROPOMETRI
– TINGGI BADAN, BERAT BADAN – IMT, LILA – UNTUK ANAK-ANAK TB, BB DIBANDINGKAN DENGAN UMUR BERDASARKAN STANDAR BAKU WHO-NCHS. – UNTUK ORANG DEWASA DENGAN IMT, LILA

• DATA KLINIS
– TANDA-TANDA ADANYA RETENSI CAIRAN : OEDEMA, ASCITES, PENINGKATAN TEKANAN DARAH, PENAMBAHAN BB, MENINGKATNYA JUMLAH URINE – TANDA-TANDA ADANYA DEHIDRASI : MATA DAN PIPI CEKUNG, KULIT KERIPUT, KURUS, MENURUNNYA JUMLAH URINE, TEKANAN DARAH, DETAK JANTUNG, PERNAFASAN BERKURANG, KONDISI LEMAH, CENGENG, MUDAH REWEL (BAGI ANAK-ANAK), TANGAN DAN KAKI TERASA DINGIN, HAUS (MULUT KERING)

• DATA BIOKIMIA
– HB, GULA DARAH, ALBUMIN, SGOT, SGPT, URINE, KOLESTEROL DARAH, HATI, JANTUNG, GINJAL, DSB

– PENGKAJIAN DAN IDENTIFIKASI DATA
• GAMBARAN STATUS GIZI, SIKAP TERHADAP MAKANAN DAN LINGKUNGANNYA, RIWAYAT SOSIAL, MEDIS DAN GIZI. KEBUTUHAN AKAN PENDIDIKAN GIZI, KEBUTUHAN AKAN MOTIVASI

– KESIMPULAN HASIL IDENTIFIKASI MASALAH KLIEN
• CONTOH : ASUPAN MAKANAN MELEBIHI DARI KEBUTUHAN  ENERGI 1 ½ AKG, TINGGI LEMAK JENUH DSB • LINGKUNGAN KLIEN KURANG MEMADAI YAITU PENGETAHUAN GIZI DAN MOTIVASI UNTUK MELAKUKAN KEBIASAAN POLA MAKAN HIDUP SEHAT MASIH RENDAH

• MEMBUAT PERENCANAAN KONSELING
– PENGKAJIAN KEBUTUHAN ZAT GIZI KLIEN – MENETAPKAN TUJUAN • TUJUAN HARUS JELAS, RASIONAL, MENYESUAIKAN KEBUTUHAN KLIEN, DIBUAT BERDASARKAN PERUBAHAN PERILAKU DAN SESUAI DENGAN TARGET WAKTU – SASARAN • SASARAN ADALAH KLIEN DAN KELUARGANYA – MATERI • MATERI DISESUAIKAN DENGAN PERMASALAHAN KLIEN, DIAWALI DENGAN PENJELASAN TENTANG HAL-HAL YANG MUDAH SAMPAI KE YANG RUMIT

– METODE
• METODE YANG DIGUNAKAN DENGAN MENGGABUNGKAN BERBAGAI METODE BELAJAR SPT : DISKUSI DAN TANYA JAWAB, DEMONSTRASI, DSB

– MEDIA
• SEBAIKNYA MENGGUNAKAN LEBIH DARI SATU MEDIA SPT : LEAFLET, FOOD MODEL, CONTOH MENU, NUTRICLEAN DSB

CONTOH KASUS : • DATA DIKUMPULKAN DARI CATATAN MEDIK DAN WAWANCARA DENGAN KLIEN
– PARAMITA, UMUR 3 TAHUN. BERAT BADAN 6,9 KG, SATU MINGGU BUANG AIR (BAB) LEBIH DARI 4 KALI/HARI. DIRAWAT DI PUSKESMAS RAWAT INAP. – AYAHNYA BEKERJA SEBAGAI BURUH HARIAN LEPAS, IBUNYA BERJUALAN GADO-GADO DAN MAKANAN KECIL DI RUMAH. PENDIDIKAN IBU TAMAT SD. KELUARGA TINGGAL DI RUMAH KONTRAKAN DI LINGKUNGAN YANG PADAT BERUKURAN 5X5 M. PARAMITA ADALAH ANAK BUNGSU DARI TIGA BERSAUDARA DAN MASIH DIBERI ASI.

– KEADAAN FISIK PADA SAAT MASUK RUMAH SAKIT SANGAT KURUS, MUKA SEPERTI ORANG TUA, KULIT KERIPUT DAN CENGENG. SETELAH 1 MINGGU DIRAWAT DI RUMAH SAKIT, BERAT BADANNYA NAIK MENJADI 7,1 KG. – HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM : HB 9 mg% (NORMAL = 11 mg%), ALBUMIN 2,9 g% (NORMAL = 3,5 – 5,5 gr%), ASCARIS FAECES (+) DAN GULA FAECES (+).

MENGGALI DATA RIWAYAT GIZI
– PARAMITA MEMPUNYAI KEBIASAAN MAKAN 3 KALI SEHARI DENGAN POLA NASI, SAYUR, TAHU, TEMPE DENGAN PORSI SEDIKIT. SUMBER MAKANAN HEWANI DIBERIKAN 2 KALI SEMINGGU.

IDENTIFIKASI MASALAH – ANTROPOMETRI : 3 TAHUN, BB 7,1 KG, GIZI BURUK – BIOKIMIA : ANEMIA, CACINGAN, STATUS GIZI KURANG, SEDIKIT MALABSORBSI CHO. – KLINIS : ADA TANDA-TANDA DEHIDRASI / DIARE – RIWAYAT GIZI : ASUPAN RENDAH (ENERGI : 420 Kkal, PROTEIN : 12 Gr, LEMAK : 15 Gr, CHO 60 Gr, FE : 4,35Gr). ANAK MASIH DIBERIKAN ASI, SUKA MINUM JAMU CEKOK, TIDAK SUKA SAYUR YANG BERWARNA. – RIWAYAT LAIN : SOSIAL EKONOMI LEMAH, LINGKUNGAN RUMAH RENTAN KONTAMINASI. – KESIMPULAN : ANAK MENDERITA BURUK / MARASMUS, ANEMIA, MALABSORBSI / DIARE, CACINGAN. SALAH SATU PENYEBABNYA ASUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI KURANG, KEBIASAAN DAN PERILAKU KESEHATAN KURANG BAIK.

RENCANA KONSELING – TUJUAN UMUM :
• MENINGKATKAN STATUS GIZI ANAK SEHINGGA DAPAT TERCAPAI KONDISI PERTUMBUHAN ANAK SECARA NORMAL

– TUJUAN KHUSUS JANGKA PENDEK / TINGKAT AWAL :
• MEMBERIKAN MAKANAN DENGAN KANDUNGAN GIZI YANG MENCUKUPI : ENERGI 1100 Kkal, PROTEIN 36 Gram (DIPEROLEH DENGAN CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN ZAT GIZI) • MEMBERIKAN MAKANAN YANG MEMPUNYAI RESIKO RENDAH TERHADAP TERJADINYA DIARE. • MENDISKUSIKAN MANFAAT MEMBERIKAN DENGAN GIZI YANG MENCUKUPI DAN CARA MENYIAPKAN MAKANAN TSB.

• MEMBERIKAN JADWAL MAKAN DAN POLA MENU ORANG SAKIT DALAM SEHARI – MATERI : • KEBUTUHAN GIZI UNTUK TUMBUH BERKEMBANG. • HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN ASUPAN MAKAN :
– – – – BAHAN MAKANAN YANG DIANJURKAN BAHAN MAKANAN YANG DIBATASI BAHAN MAKANAN YANG DIHINDARKAN CARA PENGENCERAN SUSU FORMULA MODIFIKASI (PERAGAAN). – POLA MENU SESUAI KEBUTUHAN KLIEN.

• PERANAN MAKANAN UNTUK TUMBUH BERKEMBANG.

– METODE : • DISKUSI, TANYA JAWAB • PERAGAAN – MEDIA : • LEAFLET, BROSUR • FOOD MODEL • DAFTAR BAHAN MAKANAN PENUKAR

– SASARAN :
• ORANG TUA PARAMITA (IBU) • NAMA ......................................