You are on page 1of 22

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada tubuh orang sakit kita
harus terlebih dahulu mengetahui struktur dan fungsi tiap alat dari susunan tubuh
manusia yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya struktur sistem
pendengaran.
Sistem pendengaran merupakan salah satu alat pancaindra untuk
mendengar.

Reseptor

untuk

dua

modalitas

sensorik,

pendengaran

dan

keseimbangan, berada di telinga. Teinga luar, telinga tengah, dan koklea telinga
dalam berperan dalam pendengaran. Kanalis semisirkularis,utrikulus, dan sakulus
telinga dalam berperan dalam keseimbangan. Reseptor di kanalis semisirkularis
mendeteksi percepatan rotasi, reseptor di utrikulus mendeteksi percepatan linier
dalam arah vertikal. Reseptor untuk pendengaran dan keseimbangan adalah sel
rambut, dan terdapat enam kelompok sel rambut di setiap telinga dalam; satu
masing-masing dari tiga kanalis semisirkularis, satu di utrikulus, satu di sakulus,
dan satu di koklea.1
1.2. Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk memahami aspek teori
tentang anatomi dan fisiologi sistem pendengaran, sekaligus untuk memenuhi
persyaratan kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) di Departemen
Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
1.3. Manfaat
a. Sebagai informasi bagi penulis dan pembaca tentang anatomi dan fisiologi
sistem pendengaran.
b. Untuk menambah wawasan serta ilmu bagi penulis dan pembaca tentang
anatomi dan fisiologi sistem pendengaran.

1

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Anatomi Telinga
2.1.1.Telinga Luar
Telinga luar terdiri dari daun telinga dan liang telinga sampai membran
timpani. Daun telinga terdiri dari tulang rawan elastin dan kulit. Liang telinga
berbentuk huruf S, dengan rangka tulang rawan pada sepertiga bagian luar,
sedangkan dua pertiga bagian dalam rangkanya terdiri dari tulang. Panjangnya
kira-kira 2 1/2 - 3 cm. Pada sepertiga bagian luar kulit telinga terdapat banyak
kelenjar serumen (modifikasi kelenjar keringat) dan rambut.2
Telinga luar menyalurkan gelombang suara ke meatus auditorius
eksternus.pada beberapa hewan, telinga dapat bergeraj seperti antena radar yang
mencari suara. Dari meatus, kanalis auditorius eksternus berjalan ke dalam
menuju membrane timpani (gendang telinga). 1

Gambar 1. Pembagian telinga

2

yaitu maleus. 2 Di dalam telinga tengah terdapat tulang-tulang pendengaran yang tersusun dari luar ke dalam.batas atas : tegmen timpani (meningen / otak) . Telinga Tengah Telinga tengah berbentuk kubus dengan :2 . Dari umbo bermula suatu refleks cahaya (cone of light) ke arah bawah yaitu pada pukul 7 untuk membran timpani kiri dan pukul 5 untuk membran timpani kanan.batas depan : tuba Eustachius .batas dalam : kanalis semisirkularis horizontal. Terdapat dua macam serabut di membran timpani. dengan menarik garis searah dengan prosesus longus maeus dan garis tegaklrus pada garis itu di umbo. inkus dan stapes.1.batas belakang : aditus ad antrum. berarti terdapat gangguan pada tuba eustachius. sedangkan bagian bawah pars tensa (membran propria). atas-belakang. Bagian atas disebut pars flaksida (membran Shrapnell). tingkap lonjong (oval window). Tulang pendengaran di dalam telinga tengah saling berhubungan. 2 Bayangan penonjolan bagian bawah maleus pada membran timpani disebut sebagai umbo.batas bawah : vena jugularis (bulbus jugularis) . Secara klinis reflek cahaya ini dinilai. Pars flaksida hanya berlapis dua. sirkular dan radier.2. 2 Membran timpani dibagi dalam 4 kuadran. untuk menyatakan letak perforasi membrane timpani. Membran timpani berbentuk bundar dan cekung bila dilihat dari arah liang telinga dan terlihat oblik terhadap sumbu liang telinga. bawah-depan serta bawahbelakang. Prosesus longus maleus melekat pada 3 . Serabut inilah yang menyebabkan timbulnya refleks cahaya yang berupa kerucut itu. kanalis fasialis pars vertikalis . tingkap bundar (round window) dan promontorium. yaitu bagian luar ialah lanjutan epitel kulit liang telinga dan bagian dalam dilapisi oleh sel kubus bersilia.batas luar : membran timpani .2. misalnya bila letak reflek cahaya mendatar. yaitu lapisan yang terdiri dari serat kolagen dan sedikit serat elastin yang berjalan secara radier di bagian luar dan sirkular pada bagian dalam. Pars tensa mempunyai satu lapis lagi di tengah. kanalis fasialis. seperti epitel saluran nafas. sehingga didapatkan bagian atas-depan.

Stapes terletak pada tingkap lonjong yang berhubungan dengan koklea. dan inkus melekat pada stapes.4. yang membentuk organ Corti. Di tempat ini terdapat aditus ad antrum.3. Pada irisan melintang koklea tampak skala vestibuli sebelah atas. maleus melekat pada inkus. Koklea Kokhlea merupakan suatu system tabung-tabung bergelung. Pada membran ini terletak organ Corti. Karena seraut ini kaku 4 . Membrane basilaris mengandung sekitar 20. Telinga Dalam Telinga dalam terdiri dari koklea yang berupa dua setengah lingkaran dan vestibular yang terdiri dari 3 buah kanalis semisirkularis. Skala vestibuli dan skala timpani berisi perilimfa.1. yaitu lubang yang menghubungkan telinga tengah dengan mastoid. sel rambut luar dan kanalis Corti. menghubungkan perilimfa skala timpani dengan skala vestibuli.000 serabut basilaris atau lebih yang menonjol dari tengah tulang koklea.membran timpani. Dan kearah dinding luar serabut-serabut ini merupakan struktur yang kaku elastic menyerupai buluh yang bebas pada ujung distalnya kecuali yang terikat pada membrane basilaris. Hubungan antara tulang-tulang pendengaran merupakan persendian. dan pada membran basal melekat sel rambut yang terdiri dari sel rambut dalam. Pada skala media terdapat bagian yang berbentuk lidahyang disebut membran tektoria.1. modiolus. dengan bersebelahan yang bergelung skala vestibule dan skala media. Skala vestibule. 2 2. Kanalis semisirkularis saling berhubungan secara tidak lengkap dan membentuk lingkaran yang tidak lengkap. Ujung atau puncak koklea disebut helikotrema. Tuba Eustachius termasuk dalam telinga tengah yang menghubungkan daerah nasofaring dengan telinga tengah. Ion dan garam yang terdapat di perilimfa berbeda dengan endolimfa. 2 Dasar skala vestibuli disebut sebagai membran vestibuli (Reissner’s membrane) sedangkan dasar skala media adalah membran basalis. 2 2. sedangkan skala media berisi endolimfa. dan skala timpani. Membrane basilaris dan resonansi pada koklea. skala timpani di sebelah bawah dan skala media (duktus koklearis). 2 Pada pars flaksida terdapat daerah yang disebut atik.

Vestibulum Vestibulum merupakan bagian tengah labirintus osseous pada vestibulum ini membuka fenestra ovale dan fenestra rotundum dan pada bagian belakang atas menerima muara kanalis semisirkularis. dan akibatnya. dan satu baris sel rambut dalam medial terowongan. membran retikuler yang didukung Rod of Corti. Seagai akibatnya serabut yang kaku pendek dekat basis koklea mempunyai kecenderungan bergetar pada frekuensi tinggi. 3 2. kental. 3 Pada koklea terdapat sambungan yang erat di antara sel-sel rambut dan selsel phalangeal berdekatan. sebaliknya berkurang dari basis ke helikotrena. yaitu endolymph dibagian tengah. 3 Panjang serabut basilaris secara progresif bertambahdari basis koklea ke hlikotrema. Ujung dari sel-sel rambut menembus lamina. peningkatan panjang 12 kali. membran basilaris relatif permeabel untuk perilymph dalam skala timpani.000 sel rambut luar dan sel-sel rambut 3500 masing-masing bagian dalam koklea manusia. Organ ini memanjang dari puncak ke dasar koklea dan memiliki bentuk spiral. terowongan dari organ Corti dan dasar sel-sel rambut bermandikan perilymph.04 mm. Garis tengah serabut. pada basis sampai 0. Meliputi sel rambut adalah membran tectorial tipis. hal ini juga sama dengan sel-sel rambut di bagian lain dari telinga bagian dalam. Karena sambungan ketat yang serupa.1. Ada 20. sedangkan basis mereka bermandikan perilymph. Sel-sel rambut yang diatur dalam empat baris: tiga baris sel rambut luar lateral ke terowongan dibentuk oleh Rod of Corti. pada helikoterna.5. dari kira-kira pada 0. Sedangkan serabut-serabutnya yang panjang lentur dekat helikotrema mempunyuai kecenderungan bergetar pada frekuensi rendah. tapi elastis di mana ujung rambut luar tertanam. 3 2. Organ Corti Organ korti yang terletak di membran basilaris.1. merupakan struktur yang berisi sel-sel rambut yang merupakan reseptor pendengaran.dan bebas pada salah saru ujungnya ia tidak dapat bergetar menyerupai buluhbuluh harminika. sehingga secarakeseluruhan kekakunnya rurun lebih dari 100 kali.6.5 mm. Sambungan ini mencegah endolymph dari mencapai dasar sel. Vestibulum telinga dalam dibentuk oleh 5 . Namun.

kanal-kanal semisirkularis tegak lurus satu sama lain. 3 2. Pada manusia. tetapi ada juga strip dari sel-sel yang dirangsang oleh masukan dari telinga kontralateral dan dihambat oleh masukan dari telinga ipsilateral.Kanalis Semisirkularis Di setiap sisi kepala. Ada beberapa tambahan daerah menerima pendengaran. seperti ada daerah menerima beberapa sensasi kutan. adalah di bagian superior lobus temporal. Korteks pendengaran primer. Yang menutupi sel – sel rambut ini adalah suatu lapisan gelatinosa yang ditembus oleh silia. pusat refleks pendengaran.1. dan pada semua tingkat yang lebih tinggi sebagian besar neuron menanggapi input dari kedua belah pihak.8. Struktur reseptor. Proses dari sel-sel rambut 6 . Jalur Saraf Dari inti koklea. dan pada lapisan ini terdapat pula otolit yang mengandung lapisa kalsium dan dengan berat jenis yang lebih besar daripada endolimfe. 3 2. daerah Brodmann's 41. sehingga mereka berorientasi pada tiga ruang.1. crista Masing-masing terdiri dari sel-sel rambut dan sel sustentacular diatasi oleh sebuah partisi agar-agar (cupula) yang menutup dari ampula. Dalam korteks pendengaran primer.7. utrikulus. Karena pengaruh gravitasi maka gaya dari otolit akan membengkokan silia sel – sel rambut dan menimbulkan rangsangan pada reseptor.sakulus. Informasi dari kedua telinga menyatu. Di dalam tulang kanal. Bundel olivocochlear adalah bundel serat eferen terkemuka di setiap saraf pendengaran yang timbul dari kedua ipsilateral dan kompleks olivary kontralateral unggul dan berakhir terutama di sekitar basis dari luar sel-sel rambut organ Corti. itu terletak di celah sylvian dan tidak terlihat pada permukaan otak. dan kanalis semisirkularis. Daerah asosiasi pendengaran berdekatan dengan area penerima primer pendengaran yang luas. neuron yang paling menanggapi masukan dari kedua telinga. yang ampullaris crista. dan melalui corpus geniculate medial di thalamus ke korteks pendengaran. terletak di ujung diperluas (ampula) dari masing-masing kanal selaput. impuls pendengaran keluar melalui berbagai jalur ke colliculi inferior. kanal-kanal membran tersuspensi dalam perilymph. Utrikulus dan sakulus mengandung macula yang yang diliputi oleh sel – sel rambut.

di lantai utricle. Mereka memiliki inti yang terdiri dari filamen aktin paralel. Ketika bundel proses didorong dalam arah yang berlawanan. mempunyai panjang berkisar 3 . Memproyeksikan dari ujung apikal adalah proses 30-150 berbentuk batang. 3 2. Setiap tertanam dalam epitel terdiri dari pendukung atau sel sustentacular.1.19 μ.9. Namun. Serat saraf dari sel-sel rambut bergabung yang berasal dari krista di divisi vestibular dari syaraf vestibulocochlear.1. adalah silia benar tetapi nonmotile dengan sembilan pasang mikrotubulus keliling lingkaran dan sepasang pusat mikrotubulus (lihat Bab 1). peningkatan stereocilia semakin tinggi. Ini adalah salah satu proses terbesar dan memiliki dipukuli akhir. ada organ otolithic (makula). Macula mengandung sel-sel sustentacular dan sel rambut. kinocilium ini hilang dalam sel-sel rambut dalam koklea pada mamalia dewasa. Sel Rambut Sel-sel rambut yang di telinga bagian dalam memiliki struktur umum. kinocilium. Utrikulus dan Sakulus Dalam setiap labirin membran. yang hadir di semua sel-sel rambut. Sepanjang sumbu terhadap kinocilium itu. ada struktur yang teratur. Ketika stereocilia didorong ke arah kinocilium. yang juga disebut otoconia atau telinga debu. sepanjang sumbu tegak lurus. dengan bagian akhirnya berhubungan dengan neuron aferen. Menggusur proses dalam arah tegak lurus terhadap sumbu ini tidak memberikan 7 . aktin ini dilapisi dengan berbagai isoform myosin. Prosesus dari sel-sel rambut yang tertanam di dalam membran. atau rambut. sel hyperpolarized. Dalam rumpun proses pada setiap sel.yang tertanam di cupula. proses lainnya. Otoliths. 3 2. Kecuali dalam koklea.10.Elektrik Potensi selaput sel-sel rambut adalah sekitar -60 mV. salah satu. Makula lain terletak pada dinding saccule dalam posisi semivertical. otoliths.11. yang disebut stereocilia. dan dasar sel-sel rambut dalam kontak dekat dengan serat-serat aferen dari divisi vestibular dari syaraf vestibulocochlear. 3 2. potensi membran menurun menjadi sekitar -50 mV. semua stereocilia adalah ketinggian yang sama.1. diatasi oleh membran otolithic di mana tertanam kristal karbonat kalsium.

rambut proses menyediakan mekanisme untuk menghasilkan perubahan potensial membran yang proporsional dengan arah dan jarak bergerak rambut. yang menjelaskan kenyataan bahwa media skala yang elektrik positif sebesar 85 mV relatif terhadap vestibule skala dan skala timpani. Masih ada ketidakpastian yang cukup tentang peristiwa berikutnya. Ini menyebabkan saluran untuk menutup dan memungkinkan pemulihan keadaan istirahat. Pengaturan ini diperlukan untuk produksi normal potensi generator. Dengan demikian.12. perilymph ini terbentuk terutama dari plasma. satu hipotesis adalah bahwa motor molekul di tetangga yang lebih tinggi langkah berikutnya saluran menuju dasar. mungkin glutamin. melepaskan ketegangan di link ujung. Sel di vascularis stria memiliki konsentrasi tinggi Na +-K + ATPase. dan di persimpangan di sana tampaknya saluran kation mekanis sensitif dalam proses yang lebih tinggi. waktu buka dari kenaikan saluran. K+ yang masuk ke sel-sel rambut melalui saluran kation mekanis sensitif didaur ulang. Ketika stereocilia pendek didorong ke arah yang lebih tinggi.perubahan potensial membran. yang memulai depolarisasi dari tetangga neuron aferen. Motor ternyata adalah berbasis myosin. K+ kation yang paling berlimpah di endolymph-dan Ca2+ masuk melalui saluran tersebut dan menghasilkan depolarisasi. Pembentukan Potensial Aksi pada Serabut Saraf Aferen Seperti disebutkan di atas. endolymph terbentuk di media skala oleh vascularis stria dan memiliki konsentrasi tinggi K + dan konsentrasi rendah Na +. Di sisi lain. proses proyeksi sel-sel rambut ke endolymph sedangkan basis bermandikan perilymph. 3 Depolarisasi sel rambut menyebabkan mereka untuk merilis neurotransmitter.1. 3 Sangat halus proses yang disebut link ujung mengikat ujung stereocilium setiap sisi tetangga yang lebih tinggi. 3 2. Selain itu. tampak bahwa ada K electrogenic unik + pompa di vascularis stria. Memasuki sel sustentacular dan kemudian melewati ke sel 8 . dan menggusur proses dalam arah yang pertengahan antara kedua arah menghasilkan depolarisasi atau hyperpolarization yang proporsional dengan sejauh mana arah yang menuju atau jauh dari kinocilium. Namun.

tetapi skala relatif lebih nyaman.1 bel. Namun. intensitas suara adalah sebanding dengan kuadrat tekanan suara. Intensitas suara dalam satuan bels adalah logaritma rasio intensitas suara itu dan suara standar. Sebuah desibel (dB) adalah 0. Lebih jauh lagi. karena ambang pendengaran lebih rendah di beberapa frekuensi dari yang lain. namun musisi yang terlatih 9 . 3 Frekuensi suara yang dapat didengar untuk manusia berkisar antara 20 sampai maksimal 20.000 siklus per detik (cps. nilai 0 desibel tidak berarti tidak adanya suara tapi tingkat intensitas suara yang sama dengan yang standar. Ambang telinga manusia bervariasi dengan nada suara. Fisiologi Telinga 2. sensitivitas terbesar berada antara 1000 . Hz). Semakin besar amplitudo. dan semakin besar frekuensi.1.000204 × dyne/cm2. Pada koklea. Jumlah frekuensi yang dapat dibedakan dengan individu rata-rata sekitar 2000. Oleh karena itu. pitch juga ditentukan oleh faktor-faktor kurang dipahami lain selain frekuensi. 3 Amplitudo dari gelombang suara dapat dinyatakan dalam perubahan tekanan maksimum pada gendang telinga. Oleh karena itu. Frekuensi dari suara pria rata-rata dalam percakapan adalah sekitar 120 Hz dan bahwa dari suara wanita rata-rata sekitar 250 Hz. makin keras suara. 0 – 140 decibel dari ambang tekanan sampai tekanan yang berpotensi merusak organ Corti sebenarnya merupakan 107 (10 juta) kali lipat tekanan suara. Skala desibel adalah skala tertentu. Penting untuk diingat bahwa skala desibel adalah skala log.2. Pendengaran Secara umum. semakin tinggi nada suaranya. 3 Tingkat referensi standar suara yang diadopsi oleh Acoustical Society of America sesuai dengan 0 desibel pada tingkat tekanan 0. nilai yang hanya di ambang pendengaran bagi manusia rata-rata.sustentacular lain dengan cara sambungan ketat.4000-Hz. kenyaringan suara berhubungan dengan amplitudo gelombang suara dan nada suara dengan berhubungan frekuensi (jumlah gelombang per unit waktu). melengkapi siklus.2. 3 2. akhirnya mencapai vascularis stria dan dikeluarkan kembali ke endolymph. dan frekuensi mempengaruhi kenyaringan.

Transmisi Suara Telinga mengubah gelombang suara pada lingkungan luar menjadi potensial aksi pada saraf-saraf pendengaran. Inkus bergerak sedemikian rupa sehingga getaran ditransmisikan ke kepala stapes. Pembedaan dari frekuensi suara yang terbaik berkisar antara 1000 . 3 2.dapat memperbaiki angka ini cukup.2.2. Gerakan dari membran timpani yang diteruskan kepada manubrium maleus. Membran akan berhenti bergetar segera ketika berhenti gelombang suara. Fungsi dari Membran Timpani dan Tulang-tulang Pendengaran Dalam menanggapi perubahan tekanan yang dihasilkan oleh gelombang suara pada permukaan eksternal. Pergerakan dari kepala stapes mengakibatkan ayunan ke sana kemari seperti pintu berengsel di pinggir posterior dari jendela oval. membran timpani bergerak masuk dan keluar. Sistem ini meningkatkan tekanan suara yang tiba di jendela oval. Getaran diubah oleh gendang telinga dan tulang-tulang pendengaran menjadi energi gerak yang menggerakkan kaki dari stapes.4. 3 2.2. Tingkat dimana nada memberikan efek masking terhadap nada lain tergantung dari frekuensinya. 3 2. Getaran pada organ korti akan menghasilkan potensial aksi di saraf-saraf pendengaran.3. sehingga mentransmisikan getaran manubrium ke inkus. karena tindakan tuas dari maleus dan inkus mengalikan gaya 1. Hal ini diyakini karena perangsangan reseptor pendengaran baik secara relatif ataupun secara absolut terhadap rangsangan lain. Membran itu berfungsi sebagai resonator yang mereproduksi getaran dari sumber suara. Fenomena ini dikenal sebagai masking. Maleus bergerak pada sumbu yang melalui prosesus brevis dab longusnya.3 kali dan luas membran timpani jauh lebih 10 . Pergerakan ini akan memberikan gelombang pada cairan di telinga dalam. Ossicles pendengaran berfungsi sebagai sistem tuas yang mengubah getaran resonansi membran timpani menjadi gerakan stapes terhadap skala vestibuli yang berisi perilymph di koklea.2. Masking Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa kehadiran satu suara menurunkan kemampuan individu untuk mendengar suara lain.3000-Hz dan lebih buruk pada frekuensi yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Jarak dari stapes ke titik ketinggian maksimum bervariasi dengan frekuensi getaran memulai gelombang. Suara keras akan menginisiasi refleks kontraksi dari otot-otot ini yang dinamakan refleks tympani.tensor tympani dan m.stapedius).2. Refleks Timpani Saat otot-otot telinga tengah berkontraksi (m.7. yang akan memproteksi dari suara keras agar tidak menghasilkan stimulasi yang berlebihan dari reseptor auditori. konduksi tulang yang cukup besar terjadi ketika garpu tala atau benda bergetar lainnya diterapkan langsung ke tengkorak.besar daripada luas kaki stapes dari stapes. Proses ini. refleks ini memiliki waktu reaksi untuk menghasilkan refleks selama 40-160 ms. suara bernada tinggi menghasilkan gelombang yang mencapai ketinggian maksimum dekat pangkal koklea. Konduksi Tulang dan Konduksi Udara Konduksi gelombang suara ke cairan di telinga bagian dalam melalui membran timpani dan tulang pendengaran. Sebagai gelombang bergerak naik koklea. suara bernada rendah menghasilkan 11 .2. sebagai jalur utama untuk pendengaran normal. 3 2.2. sehingga tidak akan memberikan perlindungan pada stimulasi yang cepat seperti tembakan senjata. Fungsinya adalah protektif. Perjalanan Gelombang Pergerakan dari kaki stapes menghasilkan serangkaian perjalanan gelombang di perilymph pada skala vestibuli. yang tinggi meningkat menjadi maksimum dan kemudian turun dari cepat. 60% dari insiden energi suara pada membran timpani diteruskan ke cairan di dalam koklea. Jenis ketiga konduksi. mereka akan menarik manubrium mallei kedalam dan kaki-kaki dari stapes keluar. adalah transmisi getaran tulang tengkorak dengan cairan dari telinga bagian dalam.5. Hal ini akan menurukan transmisi suara. Terdapat kehilangan energi suara sebagai akibat dari resistensi tulang pendengaran. disebut konduksi tulang pendengaran. 3 2. disebut sebagai konduksi udara.6. konduksi tulang. Gelombang suara juga memulai getaran dari membran timpani sekunder yang menutup jendela bulat. Tapi. penting dalam pendengaran normal. tetapi dalam penelitian didapatkan bahwa pada frekuensi di bawah 3000 Hz. Rute ini juga memainkan peranan dalam transmisi suara yang sangat keras. 3 2.

suara menghasilkan distorsi pada membran basilaris. dan asetilkolin hyperpolarizes sel. Membran basilaris tidak di bawah ketegangan. fungsi fisiologis dari persarafan ini tidak diketahui. sel-sel sensoris primer yang menghasilkan potensial aksi pada saraf pendengaran. tetapi mereka bergantung pada sumbu yang berbeda. Dinding tulang dari skala vestibule yang kaku. dan rambut dari sel-sel rambut luar tertanam dalam membran tectorial. Rambut dari sel-sel rambut batin tidak melekat pada membran tectorial. 3 Sel-sel rambut luar menerima persarafan kolinergik melalui komponen eferen dari saraf pendengaran. Pada intensitas suara 12 . Perpindahan dari cairan dalam skala timpani yang hilang ke udara pada jendela bundar. tetapi mereka tampaknya dibengkokkan oleh fluida bergerak antara membran tectorial dan sel-sel rambut yang mendasarinya. dan situs di mana distorsi ini maksimum ditentukan oleh frekuensi gelombang suara. seperti sel-sel rambut dalam. memiliki fungsi yang berbeda. Oleh karena itu.gelombang yang puncak dekat puncak. di sisi lain. sehingga ada gerakan geser yang lengkungan bulu. dan juga siap tertekan ke dalam skala timpani oleh puncak gelombang dalam skala vestibule.7. Ini menanggapi suara. 3 2. Bagian atas sel-sel rambut pada organ Corti diadakan kaku oleh lamina retikuler.2.8. Potensial Aksi pada Saraf-saraf Pendengaran Frekuensi potensial aksi dalam satu serat saraf pendengaran adalah proporsional dengan kenyaringan dari rangsangan suara. Mereka melakukan ini lebih dari bagian yang sangat fleksibel dari membran basal. Namun. Perubahan pada sel rambut luar terjadi secara paralel dengan perubahan prestin. tapi depolarisasi membuat mereka mempersingkat dan hiperpolarisasi membuat mereka memperpanjang. kedua membran bergerak ke arah yang sama. dan tindakan ini entah bagaimana meningkatkan amplitudo dan kejelasan suara. dirangsang oleh pergerakan cairan pada telinga dalam. 3 2. dan protein ini mungkin menjadi protein motor sel-sel rambut luar. Sel-sel rambut luar. tapi membran Reissner adalah fleksibel. protein membran.2. Fungsi dari Sel Rambut Sel-sel rambut dalam. Ketika bergerak stapes.

nada suara kompleks yang mencakup harmonisa dari frekuensi yang diberikan masih dirasakan bahkan ketika frekuensi primer (hilang pokok) tidak ada. 3 Penentu utama dari pitch yang dirasakan ketika sebuah gelombang suara pemogokan telinga adalah tempat di organ Corti yang maksimal dirangsang. Jalur dari berbagai bagian koklea ke otak yang berbeda. dan stimulasi reseptor akibatnya maksimal. Ketika frekuensi cukup rendah. 3 2. naik pitch dengan meningkatnya durasi. Frekuensi dengan intensitas rendah 13 .01 s. Jangka waktu juga mempengaruhi pitch sampai tingkat kecil. 3 Walaupun pitch suara tergantung terutama pada frekuensi gelombang suara. adalah terbatas. nada rendah menghasilkan stimulasi maksimal pada puncak koklea dan nada tinggi memproduksi stimulasi maksimal di pangkalan. bukan lapangan.01 dan 0.9.2. Pentingnya efek volley. dan frekuensi ini bervariasi dari akson ke akson tergantung pada bagian dari koklea dari serat yang berasal. dari suara. bagaimanapun.yang rendah. debit akson individu untuk spektrum yang lebih luas dari frekuensi suara khususnya untuk frekuensi rendah dari yang di mana simulasi ambang terjadi. Pada intensitas suara yang lebih tinggi. seratserat saraf mulai merespon dengan dorongan untuk setiap siklus gelombang suara. Seperti disebutkan di atas. Gelombang perjalanan yang didirikan oleh nada menghasilkan depresi puncak membran basilaris. frekuensi potensial aksi dalam serabut saraf diberikan pendengaran menentukan terutama kenyaringan. Pitch dari nada tidak dapat dirasakan kecuali itu berlangsung selama lebih dari 0.1 s. melepaskan setiap akson suara hanya satu frekuensi. pada satu titik. nada rendah (di bawah 500 Hz) tampaknya nada rendah dan tinggi (di atas 4000 Hz) tampak lebih tinggi dengan meningkatnya kekerasan mereka. Respon Saraf-saraf Pendengaran di Medula Oblongata Respon dari neuron kedua dalam inti koklea terhadap suara rangsangan adalah seperti pada serat saraf pendengaran. kenyaringan juga memainkan bagian. Akhirnya. dan dengan jangka waktu antara 0. Sebuah faktor tambahan yang terlibat dalam persepsi pitch pada frekuensi suara kurang dari 2000 Hz mungkin pola potensi aksi pada saraf pendengaran. jarak antara titik dan stapes berbanding terbalik dengan nada suara.

ada peningkatan ukuran daerah pendengaran diaktifkan oleh nada 14 . nada rendah yang di arahkan pada daerah anterolateral dan nada tinggi pada posteromedial di korteks pendengaran. jauh lebih aktif di sisi kiri daripada sisi kanan. Sebagai contoh.membangkitkan tanggapan yang bervariasi dari unit ke unit. Perbedaan utama antara respon dari neuron pertama dan kedua adalah adanya "cut off" lebih tajam di sisi frekuensi rendah di neuron meduler. seperti jalur visual dan somastatik. Area 22 di sisi kanan lebih peduli dengan melodi. Korteks Pendengaran Primer Jalur impuls naik dari nukleus koklea bagian dorsal dan ventral melalui kompleks yang unilateral maupun kontralateral. dan intensitas suara. nada. tapi bagaimana hal itu dicapai tidak diketahui. dengan peningkatan intensitas suara. mereka dimodifikasi oleh pengalaman. 3 2. Area Lain yang Berhubungan dengan Pendengaran Meningkatnya ketersediaan PET scanning dan MRI menyebabkan peningkatan pesat dalam pengetahuan tentang daerah asosiasi auditori pada manusia.2. Ada juga plastisitas besar dalam jalur pendengaran.11. Kekhususan ini lebih besar dari neuron orde kedua mungkin karena semacam proses penghambatan di batang otak. Sebaliknya. Hal yang menarik adalah bahwa meskipun daerah pendengaran terlihat sangat sama pada kedua sisi otak. dan frekuensi yang respon terjadi menjadi lebih luas. daerah Brodmann's 22 berkaitan dengan pemrosesan sinyal pendengaran yang berkaitan dengan pembicaraan. Pada manusia.2. 3 Musisi memberikan contoh-contoh tambahan plastisitas pada kortikal. Jalur pendengaran di korteks menyerupai jalur visual bahwa semakin kompleks pengolahan informasi pendengaran bersama mereka. Selama pemrosesan bahasa. melihat bahasa isyarat mengaktifkan daerah asosiasi pendengaran. ada pola yang terorganisasi pada lokalisasi tonal dalam korteks pendengaran primer (area 41). orang yang menjadi buta dalam awal hidup akan menunjukkan lokalisasi suara yang lebih baik dibandingkan orang dengan penglihatan normal. Pada hewan.10. 3 2. dan. tetapi ada spesialisasi pada masing-masing hemisfer. Contoh plastisitas pendengaran pada manusia adalah bahwa pada individu-individu yang menjadi tuli sebelum kemampuan bahasa sepenuhnya dikembangkan. Pada individu.

2. mungkin karena belajar dalam gerakan jari yang tepat.2. Pada tempat ini. Diskriminasi Arah Asal Suara Seseorang menentukan arah asal suara paling sedikit dengan 2 mekanisme: (1) dengan selisih waktu antara masuknya suara ke dalam satu telinga dan ke telinga sisi lainnya dan (2) dengan membedakan antara intensitas suara dalam kedua telinga. Musisi juga memiliki cerebellums lebih besar dari nonmusicians. semua serabut bersinaps. Kemudian sebagian isyarat dihantar ke atas ke batang otak sisi yang sama.musik. kolikulus inferior dan nucleus genikulatum mediale. 3 Kedua. Mekanisme Pusat Pendengaran Di perlihatkan bahwa serabut saraf dari ganglion spiralis organ Corti masuk ke nuklei koklearis yang terletak pada bagian atas medula oblongata.12. 3 2. implus dari masing – masing telinga dihantarkan melalui lintasan pendengaran kedua sisi batang otak hanya dengan sedikit lebih banyak penghantaran pada lintasan kontralateral. orientasi ruang derajat tinggi dipertahankan dalam serabut traktus yang berasal dari koklea yang semuanya menuju korteks.3 Beberapa tempat penting harus dicatat dalam hubungannya dengan lintasan pendengaran. pemain biola telah merubah somatosensori representasi dari wilayah yang jari-jari mereka gunakan dalam memainkan instrumen mereka. Pertama. akhirnya berakhir di dalam korteks pendengaran yang terletak di dalam girus superior lobus temporalis. Sehingga bunyi dapat mengaktifkan keseluruhan otak. terdapat tiga representasi ruang frekuensi suara pada kolikulus inferior. Ketiga. 3 2. tetapi sebagian besar menuju sisi yang berlawanan dan dihantarkan ke atas melalui rangkaian neuron di dalam nukleus olivaris superior. Selain itu. banyak serabut kolateral dari traktus auditorius berjalan langsung ke dalam sistem retikularis batang otak. satu representasi sangat tepat bagi frekuensi suara diskret pada korteks pendengaran dan beberapa representasi yang kurang tepat pada daerah asosiasi pendengaran. Ternyata. dan mekanisme intensitas bekerja paling baik pada frekuensi yang lebih tinggi karena kepala bekerja sebagai sawar suara dengan 15 .13. Mekanisme pertama berfungsi paling baik bagi frekuensi di bawah 3000 siklus per detik.

Jadi. suara mencapai kedua telinga tepat pada saat yang sama. karena mekanisme selisih waktu tidak tergantung pada faktor – faktor luar tetapi hanya tergantung pada interval waktu yang sebenarnya antara dua isyarat pendengaran. dan penghambatan ini berlangsung selama kurang dari satu milidetik. lintasan untuk isyarat eksitasi dari telinga sisi yang lain berada dalam keadaan terhambat. mekanisme untuk deteksi ini berlangsung mulai pada nuklei ovaris superior. beberapa saat setelah suara mencapai telinga pertama. Dan neuron tertentu tempat isyarat lewat ditentukan oleh selisih waktu suara antar kedua teling. bila isyarat suara dari telinga yang lain masuk ke nukleus olivaris superior yang dihambat. walaupun memerlukan semua lintasan saraf dari nuklei ini ke korteks untuk interpretasi isyarat. dengan suara yang selisihnya pendek merangsang satu set neuron secara maksimum dan suara dengan selisih lama merangsang kelompok neuron lainnya secara maksimum. isyarat dari telinga pertama menghambat neuron – neuron pada nukleus olivaris superior ipsilateral. Bila seseorang melihat langsung pada suara.frekuensi tersebut. isyarat tidak dapat mendaki lintasan pendengaran melalui beberapa neuron tetapi tidak melalui neuron lainnya. Mekanisme ini diduga sebagai berikut : 3 Bila suara masuk satu telinga segera sebelum ia masuk telinga lainnya.14. Namun. sedangkan bila telinga kanan lebih dekat ke suara daripada telinga kiri. 3 16 . Oleh karena itu. Mekanisme Saraf untuk Deteksi Arah Suara Destruksi korteks pendengaran pada kedua sisi otak baik pada manusia atau pada mamalia yang lebih rendah menyebabkan kehilangan sebagian besar kemampuannya mendeteksi arah asal suara. neuron – neuron tertentu dari nuklei olivaris superior medialis mempunyai waktu penghambatan yang lebih lama daripada neuron lainnya. isyarat suara dari telinga kanan dirasakan lebih dahulu daripada isyarat suara dari telinga kiri. Orientasi ruang isyarat ini kemudian dihantarkan semua ke korteks pendengaran tempat arah suara ditentukan oleh tempat dalam korteks yang dirangsang maksimum.2. Mekanisme selisih waktu membedakan arah yang jauh yang lebih tepat daripada mekanisme intensitas. 3 2. Oleh karena itu. Selanjutnya. timbul corak ruang perangsangan saraf.

2. intensitas ambang ditentukan dan diplot pada sebuah grafik sebagai persentase dari pendengaran normal. 2.2. Perangkat ini menyajikan subjek dengan nada murni dari berbagai frekuensi melalui earphone. Lokalisasi suara yang terganggu secara mencolok diakibatkan oleh lesi pada korteks pendengaran.15. dikatakan menjadi faktor yang paling penting pada frekuensi di bawah 3000 Hz dan perbedaan kenyaringan yang paling penting pada frekuensi di atas 3000 Hz. Ini memberikan pengukuran yang objektif derajat ketulian dan gambar dari berbagai tone yang paling terpengaruh. Periode ini tetap bervariasi dari neuron ke neuron.16. dan juga tergantung pada kenyataan bahwa suara itu lebih keras di sisi paling dekat dengan sumbernya. 3 17 . dan perubahan dalam gelombang suara merupakan faktor utama dalam mencari suara di bidang vertikal. yang dapat lebih kecil dari 20 μs.Mekanisme deteksi arah suara ini sekali lagi menunjukkan bagaimana informasi dalam isyarat sensoris dipisahkan sebagai isyarat yang melalui berbagai tingkat aktivitas neuron. Neuron di korteks pendengaran yang menerima masukan dari kedua telinga merespon maksimal atau minimal ketika waktu kedatangan stimulus pada satu telinga tertunda oleh periode tertentu relatif terhadap waktu kedatangan di telinga yang lain. Pada masing-masing frekuensi. “ kualitas” arah suara dipisahkan dari “ kualitas” nada suara pada tingkat nuklei olivaris superior. pantulan dari gelombang suara akibat tidak ratanya permukaan pinna sebagai suara bergerak ke atas atau bawah. 3 2. Dalam hal ini. Perbedaan terdeteksinya waktu tiba suara. Selain itu. Audiometri Ketajaman pendengaran biasanya diukur dengan sebuah audiometer. Lokalisasi Suara Penentuan arah dari mana suara berasal di bidang horizontal tergantung dari pendeteksian perbedaan waktu antara datangnya stimulus dalam dua telinga dan perbedaan konsekuensi dalam tahap gelombang suara pada kedua sisi. 3 Suara yang datang dari langsung di depan individu berbeda dalam kualitas dari mereka yang datang dari belakang karena masing-masing pinna dihadapkan sedikit ke depan.

Presbycusis. Kedua dapat dibedakan oleh sejumlah tes sederhana dengan garpu tala. kedua . 3. dan kerusakan pembuluh darah dalam medula. pertama. Akan tetapi. serta kekakuan abnormal dari stapes yang berhubungan dengan jendela oval. menghasilkan tuli saraf dan abnormalitas fungsi vestibular. kerusakan tulang pendengaran. gelombang suara tetap dapat dihantarkan ke koklea dengan cara konduksi tulang ( seperti penghantaran bunyi dari ujung garpu tala yang bergetar. 3 Tuli klinis mungkin disebabkan gangguan transmisi suara di telinga eksternal atau tengah (tuli konduksi) atau kerusakan pada sel-sel rambut atau jalur saraf (tuli saraf). seperti streptomisin dan gentamisin menghambat saluran mechanosensitive di stereocilia sel rambut dan dapat menyebabkan sel berdegenerasi. Penyebab lainnya termasuk tumor dari saraf vestibulocochlear dan sudut cerebellopontine (CPA). bila koklea atau saraf pendengaran dirusak total.2. bila koklea dan saraf masih utuh tetapi sistem osikular rusak atau mengalami ankilosis (“ kaku” karena fibrosis atau kalsifikasi ). Kerusakan pada sel rambut luar akibat kontak yang terlalu lama dengan kebisingan juga berhubungan dengan gangguan pendengaran. Sebenarnya.2. penebalan gendang telinga dan juga infeksi telinga tengah berulang. yang disebabkan oleh gangguan koklea atau saraf pendengaran.yang disebabkan oleh gangguan mekanisme telinga tengah untuk menghantarkan suara ke koklea. yang biasanya dimasukkan dalam “ tuli saraf “ dan. Di antara penyebab tuli konduksi adalah penyumbatan pada saluran pendengaran eksternal akibat serumen atau benda asing. Antibiotik golongan aminoglikosida. Orang dengan beberapa jenis tuli konduksi dapat dibuat mendengar lagi yang hamper normal dengan operasi untuk membuang stapes dan menggantikannya dengan protesa logam atau Teflon kecil dapat menghantarkan suara dari inkus ke foramen ovale.17. Tes ini dinamakan sesuai dengan nama untuk individu yang mengembangkannya. yang biasanya dinamakan “ tuli hantaran “. orang tuli total. gangguan 18 . Pada tes Weber dan tes Schwabach menunjukkan pentingnya efek masking dari kebisingan lingkungan pada ambang pendengaran. yang ditempelkan langsung pada tengkorak . Tuli Tuli biasanya dibagi dalam dua jenis .

3 Contoh menarik gen yang bemutasi pada kasus tuli adalah connexon 26.1% dan diperkirakan 16% dari seluruh orang dewasa yang memiliki gangguan pendengaran signifikan. dan di jantung membantu mempertahankan interval QT yang normal. Sekarang diperkirakan sekitat 100 atau lebih gen yang penting untuk pendengaran normal. Hal ini tidak hanya telah menambah pengetahuan tentang patofisiologi dari ketulian. 3 Contoh tuli sindromik adalah sindrom Pendred.1% dari bayi yang baru lahir. Contoh lain adalah salah satu bentuk dari sindrom QT yang panjang dimana ada mutasi dari salah satu protein pengatur channel K+. Ada bukti bahwa ketulian nonsyndromic karena beberapa mutasi dapat muncul lebih sering pada orang dewasa daripada anak-anak. yang diperkirankan mencegah daur ulang normal dari ion K+ melalui sel-sel sustenacular. di mana protein transport sulfat mutan menyebabkan tuli dan gondok. Dalam striae vascularis. tetapi dalam 70% sisanya itu adalah kelainan-satunya yang jelas (tuli nonsyndromic). Dalam 30% kasus. bentuk normal dari protein ini sangat penting untuk menjaga K+ konsentrasi tinggi di endolymph. 3 Tuli karena mutasi genetik terjadi pada sekitar 0.pendengaran yang berkaitan dengan penuaan. Tuli juga berhubungan dengan bentuk mutan dari α-tectin. sejumlah besar mutasi yang menyebabkan tuli telah diuraikan. sehingga insiden lebih tinggi dari 0. terkait dengan aktin dalam proses rambut sel. dan myosin-VI. Mutasi dalam tiga miosin nonmuscle menyebabkan ketulian. yang mungkin bagian dari "adaptasi motor" yang menyesuaikan ketegangan pada ujung sel rambut. Individu yang homozigot 19 . yang penting dalam pembentukan silia normal. mempengaruhi lebih dari sepertiga dari orang-orang yang berusia lebih dari 75 dan mungkin karena kehilangan kumulatif bertahap dari sel-sel rambut dan neuron. myosin-Ib. KVLQT1. Miosin yang dimaksud adalah adalah myosinVIIA. dan lokus dari ketulian telah ditemukan dalam semua kecuali lima dari 24 kromosom manusia. Defek ini mempengaruhi fungsi connexons. salah satu protein utama dalam membran tectorial. Dalam beberapa tahun terakhir. dikaitkan dengan adanya kelainan pada sistem lainnya (tuli sindromik). namun karakterisasi produk normal dari gen telah memberikan informasi berharga tentang fisiologi pendengaran.

Membran protein yang baru ditemukan. 3 2. Mekanisme Pendengaran Mekanisme sampainya suara pendengaran dapat melalui 2 cara yaitu dengan air condaction dan bone condaction. 3 1. makin tambah usia makin berkurang daya tangkap suara atau bunyi yang dinyatakan antara 30 – 20.untuk KVLQT1 mutan akan tuli dan cenderung mengalami aritmia ventrikel dan kematian mendadak yang menjadi ciri dari sindrom QT yang memanjang. stapes. 3 Penghantaran melalui tulang dapat dilakukan dengan percobaaan rine. Getaran yang sampai ke koklea akan menghasilkan gelombang sehingga rambut sel di koklea bergerak. incus ) yang secara mekanis getaran dari gendang telinga akan disalurkan menuju cairan yang ada di koklea. 3 20 . Kecepatan penghantaran suara terbatas. kemudian akan menggetarkan perylimph pada skala vestibuli dan skala tympani dan akhirnya getaran itu dikirim dalam bentuk impuls saraf ke saraf-saraf pendengaran. menuju gendang telinga dan kemudian gendang telinga bergetar untuk merespon gelombang suara yang menghantamnya “kemudian” getaran ini mengakibatkan 3 tulang pendengaran (malleus. Air conduction. Gelombang suara dikumpulkan oleh telinga luar.3. Bone conduction Getaran suara berjalan melalui penghantar tulang yang menggetarkan tulang kepala. membran Barttin yang bermutasi dapat menyebabkan tuli dan kelainan pada ginjal sebagai manifestasi sindrom Bartter's. sedangkan penghantaran bunyi melalui tulang kemudian dilan-jutkan melalui udara dapat dilakukan dengan percobaan weber. saraf VIII ( saraf akustikus ) yang nantinya akan menuju ke pusat pendengaran di otak bagian lobus temporal sehingga diterjemahkan menjadi suara yang dapat dikenal di otak. Gerakan ini merubah energy mekanik menjadi energy elektrik ke saraf pendengaran (auditory nerve. 3 2. lalu disalurkan ke liang telinga .000 siklus/detik.

3 21 .Secara singkat proses pendengaran dapat dijelaskan sebagai berikut: Proses mendengar diawali dengan ditangkapnya energy bunyi oleh daun telinga dalambentuk gelombang yang dialirkan melalui udara atau tulang kekoklea. Getaran diteruskan melalui membrane Reissner yang mendorong endolimfa. Getaran tersebutmenggetarkan membran timpani diteruskan ketelinga tengah melalui rangkaian tulang pendengaran yang akan mengimplikasi getaran melalui daya ungkit tulang pendengaran dan perkalian perbandingan luas membran timpani dan tingkap lonjong. Proses ini merupakan rangsang mekanik yang menyebabkan terjadinya defleksi stereosilia sel-sel rambut. sehingga kanal ion terbuka dan terjadi penglepasan ion bermuatan listrik dari badan sel. sehingga melepaskan neurotransmiter ke dalam sinapsis yang akan menimbulkan potensial aksi pada saraf auditorius. Energi getar yang telah diamplifikasi ini akan diteruskan ke stapes yang menggerakkan tingkap lonjong sehingga perilimfa pada skala vestibule bergerak. lalu dilanjutkan ke nucleus auditorius sampai ke korteks pendengaran (area 39-40) di lobus temporalis. Keadaan ini menimbulkan proses depolarisasi sel rambut. sehingga akan menimbulkan gerak relative antara membran basilaris dan membran tektoria.

Bashiruddin. S. H. 22 . Guyton. 6th ed. ed. Ganong. Hendarmin. R. Bashiruddin. I. 1990. J.. Gangguan Pendengaran dan Kelainan Telinga. 3. 22.A. 2. W..Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit Ed 3.. Jakarta: EGC. Hidung. Kepala dan Leher. 2007. 10-22.DAFTAR PUSTAKA 1. 2008.. E. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga. Soetirto. In: Soepardi. N.D.. Jakarta : Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Tenggorok. Iskandar.. Arthur C.F. Restuti. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran ed.. Jakarta : EGC.