You are on page 1of 6

Disusun oleh :

Nama : M. ARFAN DIKA


Kelas

: V

SD N 02 DADIREJO
TAHUN AJARAN 2014/2015

RUMAH ADAT JAWA BARAT

Rumah Kasepuhan atau Keraton Kasepuhan (Cirebon) ditilik dari


namanya (Keraton Kasepuhan), rumah ini memang bukan hunian
biasa, melainkan tempat bermukim Raja/Sultan Cirebon, sekaligus
pusat pemerintahan. Arsitektur bangunan (-bangunan) bersejarah
ini merupakan perpaduan unsur budaya Islam, Hindu-Budhha,
Kristen (Barat), dan Konfusianisme (China).

Bangunan utama keraton terbagi atas empat ruangan. Pendapa


atau jinem pengrawit untuk ruang pengawal, pringgondani ruang
tamu, prabayaksa untuk ruang tamu penting dan panembahan
sebagai ruang pribadi sultan.

Di Taman Mini, ketiga bangunan

pertama dipakai untuk memamerkan alat musik tradisional Sunda


seperti angklung, wayang golek, dan pakaian adat Jawa Barat.

Sedangkan ruang panembahan memamerkan replika peninggalan


sejarah Jawa Barat.

TARIAN JAWA BARAT

Tari Jaipong atau dikenal sebagai Jaipongan adalah tarian yang


diciptakan pada tahun 1961 oleh Gugum Gumbira. Pada masa itu,
ketika Presiden Soekarno melarang musik rock and roll dan musik
barat lainnya diperdengarkan di Indonesia, seniman lokal tertantang
untuk

mengimbangi

menghidupkan

kembali

aturan
seni

pelarangan
tradisi.

Tari

tersebut
Jaipong

dengan

merupakan

perpaduan gerakan ketuk tilu, tari topeng banjet, dan pencak silat
(bela diri).
Ketuk tilu sangat populer di desa, tetapi pada saat itu dianggap
buruk di kalangan perkotaan, karena gerakannya yang sensual,
bahkan erotis. Tak jarang penari ketuk tilu merangkap juga sebagai
pelacur. Dalam karyanya, Gugum Gumbira pada saat itu berusaha
melestarikan bentuk dasar ketuk tilu, tetapi dengan tempo musik
yang dipercepat. Sehingga membuat penari menjadi lebih aktif. Ia
juga mempertahankan bentuk tradisioanl ketuk tilu, di mana penari
merangkap sebagai penyanyi, tetepi dipadukan dengan gamelan
urban dengan ditambah suara kendang. Nama jaipong adalah
onomatope dari suara kendang yang sering terdengar di antara
tarian ini. Mulut penonton dan pemain musik biasanya meneriakan

aksen tiruan dari suara kendang: ja-i-pong, ja-ki-nem, atau ja-i-nem.


Ada juga yang mengatakan bahwa nama jaipong mengacu pada
bunyi kendang: plak, ping, pong.

LAGU DAERAH JAWA BARAT


Lagu daerah Jawa Barat cukup banyak dan dikenal baik oleh
masyarakat Jawa Barat maupun di luar Jawa Barat dari masa ke
masa dan yang biasa sering dinyanyikan oleh masyarakat umum di
Indonesia di antaranya ialah : Manuk Dadali, Es Lilin, Borondong
Garing, Panon Hideung, Bubuy Bulan, Badminton, Karatagan
Pahlawan, Sabilulungan,
Pileuleuyan, Sorban Palid, Tongtolang
Nangka, Mojang Priangan.

Contoh syair lagu daerah :


Bubuy Bulan

Bubuy bulan.bubuy bulan sangray bentang


Panon poe..panon poe disasate
Unggal bulan.unggal bulan abdi teang
Unggal poeunggal poe oge hade
Reff : Situ Ciburuy laukna hese dipancing
Nyeredet hate ningali ngeplak caina
Tuh itu saha nu ngalangkung unggal enjing
Nyeredet hate ningali sorot socana