You are on page 1of 3

Fungsi dan Efek dari Kreatin pada Sistem Saraf Pusat

Abstrak

Kreatin kinase (CK) mengkatalisis keratin transfosforilasi reversibel dengan ATP. Di
dalam sel, isoenzim CK secara spesifik melokalisasi tempat tertentu dari konsumsi ATP
mengefisiensi regenersi ATP insitu melalui fosfokreatin (PCr) membentuk suatu kolam
(pool) PCr. Dengan demikian, sistem CK/PCr memainkan peran penting dalam menyangga
energi sel dan transport energi, khususnya pada sel yang membutuhkan enerfi yang banyak
dan flukuatif seperti sel saraf. CK diekspresikan pada orang dewasa dan pada otak yang
sedang berkembangdan tulang belakang, menyimpulkan bahwa sistem CK/PCr memainkan
peran signifikan pada system saraf pusat. Gangguan fungsi pada sistem ini mengarah pada
penurunan metabolisme energi yang mana secara fenotip pada penyakit neurodegenerative
dan penyakit yang berhubungan dengan usia. Suplementasi kreatin dari luar telah
menunjukkan pengurangan kehilangan sel saraf dari penyakit neurologis akut dan kronik.
Tambahan dari itu, dengan penemuan ini, pada paradigma percobaan klinis pertama telah
menunjukkan manfaat dari terapi suplementasi kreatin. Selain itu, kreatin telah dilaporkan
mempromosi diferensiasi sel prekusor saraf yang mana bisa menjadi sesuatu yang penting
untuk meningkatkan strategi pemindahan sel saraf. Berdasarkan observasi ini, muncul sesuatu
yang menarik mengenai efek dan fungsi dari senyawa ini pada system saraf pusat. Review ii
mengarahkan kita kepada dasar dari sistem CK/PCr dan mengarahkan pada hasil dan konsep
dari peranan CK dan kreatin pada sistem saraf pusat dengan menekankan pada kondisi
patologik dan efek postif dari suplementasi kreatin.

Isi
1. Pendahuluan
1.1 Sistem CK/PCr
1.2 Mikrokompartemen CK dan saluran fosfat energy tinggi
1.3 Ekspresi dari isoenzim CK
1.4 Sistem CK dan fungsi otak
1.5 Energi otak
1.6 Sintesis keratin otak dan pengambilanya
1.7 Efek keratin non-energi
2. Efek keratin pada proses fungsi kognitif dan gangguan psikiatrik
3. Gangguan bawaan lahir dari metabolisme
3.1 Mitokondrial Encephalomyopati
3.2 Sistem defisiensi kreatin dengan defek pada sintesis kreatin dan transport
3.3 Hiperammonemia
4. Kreatin dan gangguan neurologis akut
4.1 Iskemik serebral dan stroke

dan metionin. Kreatin bisa didapatkan dari daging dan ikan segar. secara endogen kreatin disintesis oleh hati. Mekanisme ini dapat dijelaskan dengan aksi cepat. Dari review ini mengarahkan fungsi dan peran system CK/PCr pada otak dan tulang belakang. Kreatin dan strategi pemindahan sel 7. yang mana merupakan ezim mayor dari eukariotik tingkat tinggi dan kebutuhan energy fluktuasi untuk mengatur homeostasis energy sel dan menjamin tetap stabil. System CK/PCr menarik perhatian. dan system back-up yang menghubungkan tempat konsumsi energy dan produksi energy melalui jaringan transfer fosforil. maka semakin cepat dan banyak juga ATP dihasilkan.5 Parkinson 6. Kreatin dan penyakit neurodegenerative 5. atau kondisi stress tiba-tiba. Selain itu.4 Huntington 5. glisi. bantuan energy cepat dan efisiensi.1 Sistem CK/PCr Kreatin (N-Aminoiminomthyl-N-Methylglycine) adalah senyawa guanidin yang disintesis oleh asam amino arginin. Kesimpulan dan saran 1.4. Sel dengan kebutuhan energy tinggi dan fluktuatif seperti sel saraf. Menunjukkan beberapa peran dari dalam homeostasis energy sel. dan beberapa bagian otak. CK mengkatalisis transfer reversibel dari grup Nfosforil dari PCr menjadi ADP untuk menghasilkan ATP. ginjal. hubungan antara cytosolic dan isoenzim CK mitokondria. 1. semakin cepat dan banyak PCr. . pancreas.2 Amyotropi Lateral Sklerosis 5. Kedua isoezim berkontribusi membangun PCr pool yang merepresentasi energy alternatif efisien dan mencegah penurunan mendadak dari konsentrasi ATP semasa aktivasi sel. Pendahuluan Kebutuhan dan suplai energy sel diseimbangkan dan diregulasi secara ketat untuk efisiensi penggunaan energy. tapi pada tingkat ATP intrasel secara mengejutkan hasil konstan. banyak dilaporkan metabolisme CK/PCr mempunyai peran penting dalam menormalkan fungsi otak. ketika CK cytosolic menyeimbangkan dengan rasio ATP/ADPcytosolic keseluruhan.3 Cedera saraf perifer 5. Karena lokalisasi spesifik dari mitokondria dan isoenzim CK dan cytosolic.2 Trauma otak dan cedera tulang belakang 4.3 Charcot-Marie Tooth 5.1 Alzheimer 5. dapat meningkatkan laju hidrolisis ATP dalam beberapa detik tergantung banyaknya kebutuhan.

sel rambut telinga dalam.1. Pada semua kasus. bagian cytosolic CK dihubungkan dengan enzim glikolisis. dan banyak komplek proteolipid mitokondria yang mengandung CK mitokondrial yang dipasangkan dengan produksi ATP oksidatif. sel fotoreseptor retina. Dengan alternative. PCr digunakan pada regenerasi initu local ATP.ATPaseATPase ini termasuk : (i) perbedaan pompa ion dalam membran plasma. yang mana secara langsung terhubung dari CK ke tempat konsumsi ATP. Sebagai contoh. (ii) aktivasi aktin dan myosin ATPase dari apparatus otot kontraktil. (iii) pompa kalsium dari reticulum sarkoplasma otot. otot halus. Kebanyakan jaringan pada vertebra mengekspresikan kombinasi 2 CK isoenzim. sel saraf. otot tipe MM-CK bersama dengan oktamerik sarkomerik mitokondrial SMt-CK. spermatozoa. sel endothelial. CK isoform sudah ditujukan---- . dan kulit. otak tipe BB-CK. ginjal. dimana CK terletak pada pita M sarkomer dan pita I di myofibril. sebuah fraksi dari cytosolic CK secara struktural dan fungsional berhubungan atau perbedaan co-local dalam mengikat ATPase. cytosolic.3 Ekspresi isoenzim CK Jaringan dan kompartemen spesifk isoezim CK menunjukkan keberadaannya dimana fungsi krusialnya dalam metabolism energy sel. dimerik.2 Mikrokompartemen CK dan saluran fosfat energy tinggi Untuk memahami fugsi jalur CK/PCr. bersamaan dengan uMt-CK secara jelas tampak diekspresikan pada otak. 1. Di tempat penghasil ATP. peran kompartemen CK subselular sangat penting.