You are on page 1of 15

HEPATOMA

I.

DEFINISI (1)

Kanker hati (hepatocellular carcinoma) adalah suatu kanker yang timbul dari hati.Ia juga
dikenal sebagai kanker hati primer atau hepatoma. Hati terbentuk dari tipe-tipe sel yang
berbeda (contohnya, pembuluh-pembuluh empedu, pembuluh-pembuluh darah, dan sel-sel
penyimpan lemak).Bagaimanapun, sel-sel hati (hepatocytes) membentuk sampai 80% dari
jaringan hati. Jadi, mayoritas dari kanker-kanker hati primer (lebih dari 90 sampai 95%)
timbul dari sel-sel hati dan disebut kanker hepatoselular

II.

EPIDEMIOLOGI(2)

Hepatocellularkarsinoma(HCC) adalah jenis kanker penyebab kematian ketiga didunia.
Dimana insidennya lebih tinggi pada pria dibanding wanita dan lebih sering terjadi di
Asia.Frekwensi kanker hati di Asia Tenggara dan Afrika Sub-Sahara adalah lebih besar dari
20 kasus-kasus per 100,000 populasi. Frekwensi kanker hati tinggi diantara orang-orang Asia
karena kanker hati dihubungkan sangat dekat dengan infeksi hepatitis B kronis. Berbeda
dengan frekwensi kanker hati di Amerika Utara dan Eropa Barat adalah jauh lebih rendah,
kurang dari lima per 100,000 populasi. Lebih jauh, data terakhir menunjukan bahwa
frekwensi kanker hati di Amerika secara keseluruhannya meningkat.Peningkatan ini
disebabkan terutama oleh hepatitis C kronis, suatu infeksi hati yang menyebabkan kanker
hati. Frekwensi kanker hati tinggi diantara orang-orang Asia karena kanker hati dihubungkan
sangat dekat dengan infeksi hepatitis B kronis.

III.

PENYEBAB(3)

1. Sirosis hati
2. Infeksi kronis dengan virus hepatitis B dan virus hepatitis C
Hepatitis B didapatkan dari lahir pada sebagian penderita hepatoma di China, sedang
hepatitis C banyak terjadi di barat.
3. Penggunaan alkohol yang tinggi
Yaitu konsumsi alkohol yang lebih dari 80 gr/hari lebih dari 10 tahun akan
meningkatkan resiko hepatoma
4. Paparan aflatoksin
Suatu mikotoksin yang mengkontaminasi kacang tanah dan kedelai, dan
menyebabkan mutasi pada p53 tumor penekan gen.

1

muntah. dan lain-lain. yaitu: 1. Diagnosa KHS didapatkan bila ada dua atau lebih dari lima kriteria atau hanya satu yaitu kriteria empat atau lima. STADIUM PENYAKIT(1. GEJALA KLINIS(2) Pada permulaannya penyakit ini berjalan perlahan. berat badan menurun. muntah darah. bengkak kaki. Ultrasonography (USG). Keluhan lain terjadinya perut membesar karena asites.IV. dan rasa lemas. VI.3) Untuk stadium penyakit dapat diklasifikasikan berdasarkan : 2 . ataupun Positron Emission Tomography (PET) yang menunjukkan adanya KHS. 4. Ada penderita yang sudah ada kanker yang besar sampai 10 cm pun tidak merasakan apa-apa. demam. melena. AFP (Alphafetoprotein) yang meningkat lebih dari 500 mg per ml. 2.4) Kriteria diagnosa Kanker Hati Selular (KHS) menurut PPHI (Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia). Magnetic Resonance Imaging (MRI). Hati membesar berbenjol-benjol dengan/tanpa disertai bising arteri. kuning. Keluhan utama yang sering adalah keluhan sakit perut atau rasa penuh ataupun ada rasa bengkak di perut kanan atas dan nafsu makan berkurang. Angiography. Hasil biopsi atau aspirasi biopsi jarum halus menunjukkan KHS. Nuclear Medicine. V. mual. 5.Lebih dari 75% tidak memberikan gejala-gejala khas. 3. nyeri otot. DIAGNOSIS(2. Computed Tomography Scann (CT Scann). gatal. Peritoneoscopy dan biopsi menunjukkan adanya KHS. dan banyak tanpa keluhan. tidak bisa tidur.

Stadium IV : Multi-fokal atau diffuse tumor yang mengenai lobus kanan dan lobus kiri hati. PEMERIKSAAN PENUNJANG(2.• Tumor Node Metastasis (TNM) • Okuda • CLIP (The Cancer of the Liver Italian Program) • BCLC (Barcelona Clinic Liver Cancer) • The French Prognostic Classification Berdasarkan TNM dapat diklasifikasikan menjadi : Stadium I : Satu fokal tumor berdiameter < 3cm yang terbatas hanya pada salah satu segment tetapi bukan di segment I hati Stadium II : Satu fokal tumor berdiameter > 3 cm. VII.  atau tumor dengan invasi ke dalam pembuluh darah hati (intra hepaticvaskuler) ataupun pembuluh empedu (biliary duct)  atau tumor dengan invasi ke pembuluh darah di luar hati (extra hepatic vessel) seperti pembuluh darah vena limpa (vena lienalis)  atau vena cava inferior  atau adanya metastase keluar dari hati (extra hepatic metastase).5) 3 . Tumor terbatas pada segment I atau multi-fokal terbatas pada lobus kanan/kiri Stadium III : Tumor pada segment I meluas ke lobus kiri (segment IV) atas ke lobus kanan segment V dan VIII atau tumor dengan invasi peripheral ke sistem pembuluh darah (vascular) atau pembuluh empedu (billiary duct) tetapi hanya terbatas pada lobus kanan atau lobus kiri hati.

atau kanker sudah merata pada seluruh hati. c. belum bisa dipastikan hanya mempunyai kanker hati ini sebab AFP juga dapat meninggi pada keadaan bukan kanker hati seperti pada sirrhosis hati dan hepatitis kronik. PENGOBATAN(3) Pemilihan terapi kanker hati ini sangat tergantung pada hasil pemeriksaan radiologi. apakah lesinya tunggal (soliter) atau banyak. serta ada tidaknya metastasis ke tempat lain di dalam tubuh penderita ataukah sudah ada tumor thrombus di dalam vena porta dan apakah sudah ada sirrhosis hati(7). b. Scintigraphy dan Positron Emission Tomography (PET) yang menggunakan radio isotop. dan terratoma(5).a. 1. Tindakan Bedah Hati Digabung dengan Tindakan Radiologi 4 . AJH (aspirasi jarum halus) Biopsi aspirasi dengan jarum halus (fine needle aspiration biopsy) terutama ditujukan untuk menilai apakah suatu lesi yang ditemukan pada pemeriksaan radiologi imaging dan laboratorium AFP itu benar pasti suatu hepatoma. yaitu tindakan bedah hati digabung dengan tindakan radiologi dan tindakan non-bedah dan tindakan transplantasi hati. sedangkan pada 30% – 40% penderita nilai AFP nya normal. kanker testis. Tahap tindakan pengobatan terbagi tiga. Angiography. Computerized Tomography Scann (CT Scann). Magnetic Resonance Imaging (MRI). Gambaran Radiologi Radiologi mempunyai banyak peralatanan seperti Ultrasonography (USG). Pemilihan alat mana saja yang akan digunakan apakah dengan satu alat sudah cukup atau memang perlu digunakan beberapa alat yang dipilih dari sederetan alat-alat ini dapat disesuaikan dengan kondisi penderita(6). Alphafetoprotein Sensitivitas Alphafetoprotein (AFP) untuk mendiagnosa Hepatoma 60% – 70%. atau merupakan satu kanker yang sangat besar berkapsul. lokasi kanker di bahagian hati yang mana. artinya hanya pada 60% – 70% saja dari penderita kanker hati ini menunjukkan peninggian nilai AFP. Spesifitas AFP hanya berkisar 60% artinya bila ada pasien yang diperiksa darahnya dijumpai AFP yang tinggi. Sebelum ditentukan pilihan terapi hendaklah dipastikan besarnya ukuran kanker. VIII. Color Doppler Flow Imaging Ultrasonography.

Selain itu TAE ini juga untuk tujuan supportif yaitu mengurangi perdarahan pada saat operasi dan juga untuk mengecilkan ukuran kanker dengan demikian memudahkan dokter ahli bedah. Termasuk dalam tindakan non-bedah ini adalah: a. Trans Arterial Chemoembolisation (TACE) f. Sesudah itu barulah dilakukan tindakan radiologi Trans Arterial Embolisasi (TAE) yaitu suatu tindakan memasukkan suatu zat yang dapat menyumbat pembuluh darah (feeding artery) itu sehingga menyetop suplai makanan ke sel-sel kanker dan dengan demikian kemampuan hidup (viability) dari sel-sel kanker akan sangat menurun sampai menghilang. Infus Sitostatika Intra-arterial.Tindakan non-bedah dilakukan oleh dokter ahli radiologi.Cryosurgery 5 . Sebelum dilakukan TAE dilakukan dulu tindakan Trans Arterial Chemotherapy (TAC). Embolisasi Arteri Hepatika (Trans Arterial Embolisasi = TAE) b.Tindakan TAE digabung dengan tindakan TAC yang dilakukan oleh dokter spesialis radiologi disebut tindakan Trans Arterial Chemoembolisation (TACE).Terapi yang paling ideal untuk kanker hati stadium dini adalah tindakan bedah yaitu reseksi (pemotongan) bahagian hati yang terkena kanker dan juga reseksi daerah sekitarnya.Dilakukan CT angiography sekaligus membuat peta pembuluh darah kanker sehingga jelas terlihat pembuluh darah mana yang bertanggung jawab memberikan makanan (feeding artery) yang diperlukan kanker untuk dapat tumbuh subur. 2.Bila benar pinggir sayatan bebas kanker artinya sudahlah pasti tidak ada lagi jaringan kanker yang masih tertinggal di dalam hati penderita.Setelah kanker disayat. Injeksi Etanol Perkutan (Percutaneus Etanol Injeksi = PEI) d. Tindakan Non-bedah Hati Tindakan non-bedah merupakan pilihan untuk pasien yang datang pada stadium lanjut. Trans Arterial Embolisasi (TAE) e. Three Dimentional Conformal Radiotherapy (3DCRT) i. c. Radio Frequency Ablation Therapy (RFA) g.Proton Beam Therapy h. seluruh jaringan kanker itu harus diperiksakan pada dokter ahli patologi yaitu satu-satunya dokter yang berkompentensi dan yang dapat menentukan dan memberikan kata pasti apakah benar pinggir sayatan sudah bebas kanker.

Mereka yang mempunyai keluhan biasanya berupa keluhan yang tidak khas. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemrikksaan endoscopi dan histopatologi 5. 6 . GASTRITIS 1. Transplantasi hati adalah tindakan pemasangan organ hati dari orang lain ke dalam tubuh seseorang. Keluhan-keluhan tersebut sebenarnya tidak berkolerasi baik dengan Gastritis. Keluhan yang sering dihubung-hubungkan dengan Gastritisadalah nyeri panas dan pedih di ulu hati disertai mual kadang-kadang sampai muntah. Etiologi Infeksi kuman Helicobacter pylori merupakan kausa Gastritis yang paling banyak di negara berkembang. 4. Dilakukan dengan kombinasi antara bebagai antibiotik dan proton-pump inhibitor(8). 2. Langkah ini ditempuh bila langkah lain seperti operasi dan tindakan radiologi seperti yang disebut di atas tidak mampu lagi menolong pasien (6). Pembagian Gastritis Update Sydney System membagi Gastritis berdasarkan pada topografi. Tindakan Transplantasi Hati Bila kanker hati ini ditemukan pada pasien yang sudah ada sirrhosis hati dan ditemukan kerusakan hati yang berkelanjutan atau sudah hampir seluruh hati terkena kanker atau sudah ada sel-sel kanker yang masuk ke vena porta (thrombus vena porta) maka tidak ada jalan terapi yang lebih baik lagi dari transplantasi hati. morfologi. dan etiologi. Definisi Gastritis Gastritis adalah proses inflamasi pada mukosa dan submukosa lambung. Keluhan-keluhan tersebut juga tidak dapat digunakan sebagai alat evaluasi keberhasilan pengobatan. Pemeriksaan fisis juga tidak dapat memberikan informasi yang dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis. Secara garis besar Gastritis dibagi menjadi 3 tipe yaitu:  Monahopik  Atropik  Bentuk khusus 3. Pengobatan Pengobatan Gastritis akibat infeksi kuman Helicobacter pylori bertujuaan untuk melakukan radikasi pada kuman tersebut.3. Diagnosis Kebanyakan Gastritis tanpa gejala.

nyeri hilang timbul. pasien juga dikenal suka mengkonsumsi makanan pedas. M. umur 28 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam RSUP dr. - Mata kuning sejak 2 bulan yang lalu. frekuensi 1 – 2/hari. - Gatal-gatal di badan tidak ada. sosial ekonomi. Riwayat Penyakit Dahulu: - Riwayat sakit kuning tidak ada - Riwayat penyakit maag sejak 6 bulan yang lalu Riwayat Penyakit Keluarga : - Riwayat keluarga yang menderita sakit kuning tidak ada - Riwayat keluarga yang sakit kanker tidak ada Riwayat pekerjaan. tidak menjalar. - Riwayat muntah darah tidak ada. - Batuk tidak ada. 7 . nyeri bertambah apabila di isi makanan dan perut kosong. kejiwaan dan kebiasaan :  Pendidikan pasien tamat Sarjana Keperawatan. - Penurunan berat badan sejak 2 bulan ini. - Buang air kecil seperti teh pekat sejak 2 bulan yang lalu. - Riwayat BAB hitam tidak ada. BAB warna kuning. - Nyeri ulu hati. pasien berobat ke dokter dan dikatakan bahwa pasien mengalami gangguan hati. isi apa yang dimakan atau yang diminum. Djamil Padang sejak tanggal 23 Juli 2011 dengan : Keluhan utama: Perut kanan atas membengkak sejak 3 bulan yang lalu Riwayat Penyakit Sekarang : - Perut kanan atas membengkak sejak 3 bulan yang lalu.lebih kurang 8kg. - Mual dan muntah ada sejak 3 bulan yang lalu.ILUSTRASI KASUS Telah dirawat seorang pasien laki-laki. sesak nafas tidak ada. - Nyeri perut kanan atas (+). konsistensi lunak. sering terlambat makan. darah tidak ada. demam tidak ada. tidak dipengaruhi posisi atau aktivitas.

½ . Pemeriksaan umum : Kesadaran : CMC Tekanan Darah : 120/80 mmHg Nadi : 76 x/mnt Suhu : 36. ginekomasti (-) : : : : Simetris kiri = kanan Fremitus normal kiri = kanan Sonor Suara nafas Vesikuler normal. sklera ikterik (+/+). Pasien seorang PNS. Wheezing (-) : Iktus tidak terlihat : Iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V : Kiri : 1 jari medial LMCS RIC V sinistra Kanan : LSD Atas : RIC II : Bunyi murni.5oC Pernafasan : 18 x/mnt Sianosis : (-) Kulit Kelenjar Getah Bening Rambut Mata Telinga Hidung Tenggorokan Gigi dan mulut Leher Dada : PARU Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi JANTUNG Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : : : : : : : : : Keadaan umum Keadaan gizi Tinggi Badan Berat Badan Edema Anemis Ikterik BB Ideal BB Relatif BMI : : : : : : : : : : Sedang Sedang 163 cm 50 kg (-) (-) (+) 56.81kg/m2 Spider nevi (-) Tidak ada pembesaran Hitam. sampai umur 25 tahun.1 gelas. irama reguler.7kg 88% 18. Spider nevi (-). Ronkhi (-). bising (-) 8 . tidak mudah dicabut Konjungtiva anemis(-/-).  Riwayat merokok ada. kurang lebih 20 batang perhari  Riwayat minum alkohol sejak umur 18 tahun.  Riwayat transfusi darah tidak ada  Sering terlambat makan. sering konsumsi makanan pedas  Riwayat sering makan kacang-kacangan tidak ada. JVP 5-2 cmH2O Kelenjar tiroid tidak membesar. jarang. sekali sebulan. P2>A2. Tidak ditemukan kelainan Tidak ditemukan kelainan Tidak ditemukan kelainan Caries (+). M1>M2.

pinggir tumpul.Fis (+/+) R. nyeri tekan (+). 5 jari bpx. permukaantidak rata.4 gr% 9.Pat (-/-) edema pretibia (-/-) Flapping tremor (-). shifting dullnes (+) : Bising usus (+) N Punggung Alat Kelamin Anus Anggota Gerak : : : : Laboratorium Hemoglobin Leukosit Hematokrit Trombosit Hitung Jenis Urinalisis: : : : : : Nyeri tekan CVA (-). kolateral (+). : Tympani.1 % 207000/mm3 0/2/2/70/24/2 Leukosit Eritrosit Silinder Kristal Epitel : : : : : 0-2/ lpb 0-1/lpb (-) negatif (-) negatif Gepeng Feses: Makroskopis: Warna Konsistensi Darah Lendir : : : : Kuning Lunak (-) negatif (-) negatif Protein Glukosa Bilirubin Urobilin Mikrokopis: Leukosit Eritrosit Amuba Telur cacing : : : : : : : : (-) negatif (-) negatif (+) positif (+) positif 1-2/lpb 0-1/lpb (-) negative (-) negative Daftar masalah : - Hepatosplenomegali Nyeri ulu hati Diagnosis Kerja: o Diagnosa Primer : Sirosis hepatis post nekrotik stadium decompensata +Hepatoma o Diagnosa Sekunder : Dispepsia Sindrom tipe like ulcer 9 . fluktuasi (-). bruit (-) dan lien S2. keras. palmar eritema (+/+) 13. lingkar perut 88 cm : Hepar teraba 8 jari bac.PERUT Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Tampak membuncit. Rambut pubis N Tidak ada kelainan R.500 /mm3 40. Nyeri ketok CVA (-) Atrofi testis (-).

globulin. bilirubin direct indirect.Nyeri perut kanan atas (+) kadang-kadang. SGPT.50 C Laboratorium : Total kolesterol:180mg/dl SGOT : 230mg/dl HDL : 50mg/dl SGPT : 50mg/dl LDL : 135mg/dl ALP TG Ureum : 130 mg/dl : 30 mg/dl : 220 mg/dl LDH : 560 mg/dl Natrium : 140mEq/l 10 . elektrolit o HBsAg dan Anti HCV o AFP o USG Abdomen o Gastroscopy FOLLOW UP : 26/07/2011 S/An/: . LDH o Ureum. kreatinin. demam (-) O/: Pf / KU: sedang Ksdrn : CMC Nafas : 18 x/mnt Nadi : 74 x/mnt TD : 110/70mmHg Suhu : 36. ALP. bilirubin total. SGOT.Diagnosa Banding : o Diagnosa Primer : Hepatoma dengan sirosis hepatis post nekrotik stadium dekompensata o Diagnosa Sekunder : Ulkus peptikum Terapi : - Istirahat/Diet Hepar II - Curcuma 3 x 200 mg - Lansoprazole 1 x 30 mg - Sucralfat syrup 3 x 1 gr - Spironolakton 1 x 100 mg Pemeriksaan anjuran: o Albumin.

permukaan tidak rata.Nyeri perut kanan atas (-).000 Rontgen foto thorak PA :cor dan pulmo dalam batas normal USG Abdomen : Hati : Membesar. parenkim heterogen.50 C Lingkar perut 87.5 cm. tumor (-). ulkus (-) Duodenum: mukosa normal Kesan: gastritis kronis Konsul konsulen gastroenterohepatologi : Kesan: o Hepatoma dengan sirosis hepatis 11 .5 mg/dl Bilirubin direct : 1. erosi (-). berat badan 49.6 g/dl Klorida : 101 mEq/l Albumin : 3.0 mg/dl 28/07/2011 S/An/: . tumor (-).6 g/dl AntiHCV : (-) Bilirubin total : 2. ulkus (-) Esofagus: varises (+) Lambung: mukosa hiperemis. demam (-) O/: Pf / KU: sedang Ksdrn : CMC Nafas : 18 x/mnt Nadi TD : 76 x/mnt : 120/80mmHg Suhu : 36.0 g/dl HbsAg : (+) Globulin : 3.8 mg/dl Kalium :5.5 kg Keluar hasil AFP : >200. pinggir tumpul.Kreatinin : 0. Duktus biliaris tidak melebar. Kandung empedu : Normal Pankreas : Normal Lien : Membesar Ginjal : Tidak membesar Kesan : Hepatoma Sirosis Hepatis Gastroscopy: Mukosa normal. vena tidak melebar.0 mEq/l Total protein : 6. erosi (-). kasar.5 mg/dl Bilirubin indirect : 1.

Massa (-) Tampak pembesaran limfonodi paraaorta (+) Lien membesar. Batu (-). Tampak gambaran ascites (+) Vesica felea: dinding tampak menebal. ukuran. Ductus biliaris dan sistema vaskuler intra hepatal tak melebar. differensiasi kortek dan medula normal. demam (-) O/: Pf / KU: sedang Ksdrn : CMC TD : 120/80mmHg 12 . densitas normal. Anjuran : TACE 2/agust/2011 S/An/: . Massa (-) Vena lienalis tidak melebar Renal dekstra dan sinistra : bentuk ukuran densitas normal. massa (-). densitas normal. CBD tak melebar Pancreas: terdorong ke kiri.50 C : 76 x/mnt : 120/80mmHg Lingkar perut 86 cm. demam (-) O/: Pf / KU: sedang Nafas : 18 x/mnt Ksdrn : CMC TD Nadi Suhu : 36. massa (-). Vesika urinaria : dinding tidak menebal.Nyeri perut kanan atas (-).o Gastritis kronis Anjuran : CT Scan Abdomen 30/juli/2011 S/An/: . sudut tumpul. berat badan 49 kg Keluar Hasil CT Scan Hepar: ukuran membesar. batu (-) Kesan Hepatoma dengan lymphadenopati paraaorta Konsul Konsulen Gastroenterohepatologi: Kesan : Hepatoma dengan lymphadenopati paraaorta. berat badan 48 kg 4/agust/2011 S/An/: . batu (-). Sistem pelvikokalik tidak melebar.Nyeri perut kanan atas (-). bentuk. permukaan irreguler.Nyeri perut kanan atas (-). Echostruktur inhomogen dengan multiple nodul hypodens di lobus kanan dan kiri hepar.50 C : 74 x/mnt : 120/80mmHg Lingkar perut 87 cm. demam (-) O/: Pf / KU: sedang Nafas : 18 x/mnt Ksdrn : CMC TD Nadi Suhu : 36.

Nyeri perut kanan atas (-). berat badan 47 kg 6/agust/2011 S/An/: . berat badan 46 kg 9/agust/2011 S/An/: .50 C : 76 x/mnt : 120/80mmHg Lingkar perut 84 cm. demam (-) O/: Pf / KU: sedang Nafas : 18 x/mnt Ksdrn : CMC TD Nadi Suhu : 36. berat badan 45 kg 13 .Nafas : 18 x/mnt Nadi : 76 x/mnt Suhu : 36.50 C : 76 x/mnt : 120/80mmHg Lingkar perut 82 cm. demam (-) O/: Pf / KU: sedang Nafas : 18 x/mnt Ksdrn : CMC TD Nadi Suhu : 36.Nyeri perut kanan atas (-).50 C Lingkar perut 85 cm.

Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar AFP seum > 200. Begitu juga dengan pemeriksaan CT Scan ditemukan adanya nodul multipel dengan tepi yang irreguler dilobus kanan dan kiri hepar. dan pasien merasa sakit saat ditekan. Pada pemeriksaan abdomen terlihat perut tegang dan teraba hepar 6 jari dibawah arcus costarum dan 5 jari dibawah procesus xyphoideus. dengan demikian terjadi banyak pembuluh darah baru yang merupakan cabang-cabang dari pembuluh darah yang sudah ada disebut pembuluh darah pemberi makanan (feeding artery) Tindakan TAE ini menyumbat feeding artery. Penurunan nafsu makan karena merasa cepat kenyang dan adanya mual dan muntah.Pada prinsipnya sel yang hidup membutuhkan makanan dan oksigen yang datangnya bersama aliran darah yang menyuplai sel tersebut. Juga pada pasien ini terjadi penurunan berat badan yang cukup drastis yaitu 8 kg dalam 2 bulan terakhir. Pada pemeriksaan USG didapatkan pembesaran hati dengan parenkim yang heterogen dan kasar yang diduga sebagai hepatoma.DISKUSI Telah dilaporkan suatu kasus seorang pasien laki – laki umur 28 tahun dengan diagnosa akhir : Hepatoma Hepatoma ditegakkan berdasarkan keluhan pasien perut kanan atas membengkak sejak 3 bulan yang lalu. 14 .Caranya dimasukkan kateter melalui pembuluh darah di paha (arteri femoralis) yang seterusnya masuk ke pembuluh nadi besar di perut (aorta abdominalis) dan seterusnya dimasukkan ke pembuluh darah hati (artery hepatica) dan seterusnya masuk ke dalam feeding artery. Namun bruit tidak kita dengarkan pada pasien ini. Untuk terapi Hepatoma pada pasien ini pilihan utamanya adalah TACE. tidak rata.000 IU/ml. hepar teraba keras.Lalu feeding artery ini disumbat (diembolisasi) dengan suatu bahan seperti gel foam sehingga aliran darah ke kanker dihentikan dan dengan demikian suplai makanan dan oksigen ke selsel kanker akan terhenti dan sel-sel kanker ini akan mati. Berdasarkan kriteria diagnosa Hepatoma olehEuropean Association for the Study of Liver Disease sebenarnya dengan 2 pemeriksaan imaging diatas kita sudah dapat menegakkan diagnosa hepatomatanpa diperlukan biopsi hepar. Namun biopsi hati tetap dapat dilakukan untuk staging histopatologis.Pada kanker timbul banyak sel-sel baru sehingga diperlukan banyak makanan dan oksigen. Bila kedua cara ini digabung maka sel-sel kanker benar-benar terjamin mati dan tak berkembang lagi. Angka harapan hidup penderita dengan cara ini per lima tahunnya bisa mencapai sampai 70% dan per sepuluh tahunnya bisa mencapai 50%. Apalagi sebelum dilakukan embolisasi dilakukan tindakan trans arterial chemotherapy yaitu memberikan obat kemoterapi melalui feeding artery itu maka sel-sel kanker jadi diracuni dengan obat yang mematikan.

2006. 2005. dalam Soeparman (ed). FKUI..K. Radiologi Diagnostik.blogspot. 2008. Bangfad. Diakses dari http://emedicine. Gastritis dalamIlmu Penyakit Dalam Jilid 1 edisiV. dalam Sulaiman A dkk (ed). Tumor Hati. Jakarta : Balai Penerbit FK UI. Hepatocelluler Carcinoma. 2007. 8. Hirlan.html 7. 6. Budihusudo U. 2009. 2007. Heatocellular Cancer : A Guide for the Internist. Hepatoma..DAFTAR PUSTAKA 1. Diakses dari the American Journal of Medicine.. Ilmu Penyakit Hati edisi 1. Jakarta. 4. Karsinoma Hati.medscape.com/2008/11/hepatoma-karsinoma-hepatoseluler. Jacobson R. Parikh S. Budihusodo U. Consensus and controversy in the management of Hepatocellular Carcinoma 3. Robin D.com/article/369226-overview 5. 2. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. Ilmu Penyakit Dalam Jilid 1 edisiIV.D.. 2007. 15 . Rasad S. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.. 2009.. Diakses dari http://info- medis.