You are on page 1of 32

MAKALAHPENDIDIKAN PANCASILA

DEMOKRASI

Era Pengakuan Kedaulatan Rakyat Dalam Pemilihan Kepala DesaTanggeung


Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur

ASEP SUNANDAR
NPM :

SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK


STISIP GUNA NUSANTARA
Jl. Raya Cibinong Kp. Warungtilu RT 15 RW 01 Sukajadi Cibinong - Cianjur
43271

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin,
banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yangkita ingat. Segala puji
hanya layak untuk Allah SWT atas segala berkat, rahmat, taufik,serta hidayah-Nya
yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikanmakalah Demokrasi ini
dengan judul Era Pengakuan Kedaulatan Rakyat DalamPemilihan Kepala Desa Tanggeung
Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur . Dalam penyusunannya, penulis memperoleh
banyak bantuan dari berbagai pihak, karenaitu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada: Kedua orang tua,Para Dosen, Aparatul Pemerintah Desa Tanggeung dan
segenap Rekan Mahasiswa yangtelah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu
besar. Dari sanalahsemua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit
kebahagiaandan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.Meskipun penulis berharap
isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan,namun selalu ada yang kurang. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saranyang membangun agar makalah ini dapat
lebih baik lagi.Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Cianjur, Februari 2014Penyusun

ASEP SUNANDAR

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB I LATAR BELAKANG ........................................................................ 1
BAB II TUJUAN PUSTAKA ............................................................................... 4
A. Pengertian Demokrasi ...................................................................... 4
B.Kedaulatan Rakyat ........................................................................... 9
BAB III TINJAUAN TERHADAP PEMILIHAN KEPALA DESATANGGEUNG
KECAMATAN TANGGEUNG KABUPATENCIANJUR.................................. 13
A. Kondisi Geografis dan Demografis .................................................. 13
B. Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa ................................................ 16
BABIV PENUTUP .......................................................................................... 22
A. Kesimpulan ...................................................................................... 22
B. Saran ................................................................................................. 23

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
LATAR BELAKANG

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur
danmengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadatsetempat
yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di daerahkabupaten. Desa juga
memiliki kekuasaan untuk menyelenggarakan pemerintahannyasendiri dalam Ikatan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penyelenggaraan pemerintah desa merupakan sub sistem dari sistem penyelenggaraa
n pemerintahan,sehingga desa memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus
kepentinganmasyarakatnya.Begitu pula dalam penyelenggaraan pemerintah desa harus sesuai
dengan UU No.32Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Penyelenggaraan pemerintah desa
tidak dapatlepas dari jabatan Kepala Desa. Pemerintah desa dipimpin oleh seorang Kepala
Desayang dipilih masyarakat desa yang sudah mempunyai hak memilih.
Selanjutnya syaratdan tata cara pemilihan kepala desa di Kabupaten Cianjur diatur dengan
Peraturan DaerahKabupaten Cianjurg No. 05 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pemilihan,
Pencalonan,Pengangkatan,

Pemberhentian

dan

Pelantikan

Kepala

Desa

beserta

petunjuk pelaksanaannya yang berpedoman pada Peraturan Pemerintah No. 72


Tahun 2005 tentangDesa. Kepala Desa ditetapkan melalui perolehan suara
terbanyak, kecuali calon tunggalyang harus mendapat suara 50% + 1 dari pemilih yang
menggunakan hak memilih
dalam pemilihan yang nantinya dilantik oleh Bupati paling lama 30 hari setelah pe
mungutansuara.Desa dibentuk atas prakarsa masyarakat dengan memperhatikan asal usul desa
dankondisi sosial budaya masyarakat setempat. Pembentukan desa harus memenuhi persyaratan
diantaranya jumlah penduduk, luas wilayah, bagian wilayah kerja, perangkat,dan
sarana dan prasarana pemerintahan. Pembentukan desa dapat berupa
penggabungan beberapa desa, atau bagian desa yang bersandingan, atau pemekaran
dari satu desamenjadi dua desa atau lebih, atau pembentukan desa di luar desa yang telah
ada.Pemekaran dari satu desa menjadi dua desa atau lebih ini dapat dilakukan setelahmencapai
paling sedikit 5 (lima) tahun penyelenggaraan pemerintah desa. Desa yangkondisi masyarakat dan
wilayahnya tidak lagi memenuhi persyaratan dapat dihapus ataudigabung. Salah satu persyaratan

pembentukan desa yaitu adanya pemerintah desa, pemerintah desa terdiri dari kepala desa
dan perangkat desa.Kepala desa mempunyai tugas penyelenggaraan urusan pemerintahan,
pembangunan, dankemasyarakatan dan dipilih langsung oleh dan dari penduduk desa Warga
NegaraRepublik Indonesia yang memenuhi persyaratan, dengan masa jabatan 6 tahun dan
dapatdipilih kembali hanya untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Kemudian
dalammenjalankan tugasnya, Kepala Desa pada dasarnya bertanggung jawab kepada rakyat,
yang prosedur pertanggungjawabannya dilaksanakan kepada Bupati melalu Camat. Dankepada
BPD, Kepala Desa wajib menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawabanserta desa
menyampaikan informasi mengenai pokok-pokok pertanggungjawabannya.Kepala Desa
mempunya tugas, kewajiban, wewenang, dan berhak atas gaji dantunjangan, jaminan kesehatan,
bantuan hukum, cuti dan mendapat penghargaan
atas prestasi kerjanya, selanjutnya dalam rangka penguatan Pemerintah Desa, Pem
erintahKabupaten, dan Pemerintah Kecamatan wajib melaksanakan pembinaan kepada
KepalaDesa dan penyelenggara pemerintah desa lainnya.Kepala Desa dipilih langsung oleh
penduduk desa dari calon yang memenuhi syarat.Pemilihan Kepala Desa bersifat
langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.Pemilihan Kepala Desa
dilaksanakan melalui tahap pencalonan dan tahap pemilihan.Pemilihan Kepala Desa
dalam kesatuan masyarakat hukum adat beserta haktradisionalnya sepanjang masih hidup
dan diakui keberadaannya berlaku ketentuanhukum adat setempat, yang diterapkan dalam
Peraturan Daerah dengan berpedoman padaPeraturan Pemerintah yang terdiri atas
pemilih dalam pemilihan di Kecamatan Cisalak,hak pilih dalam pemilihan di Kecamatan
Cisalak, adanya tempat pemungutan suara,kampanye pemilihan kepala desa dimana kampanye ini
adalah kegiatan Calon KepalaDesa dalam rangka meyakinkan para pemilih dengan menawarkan
visi, misi,
dan program, selanjutnya dalam pemilihan Kepala Desa ini ditunjang dengan adan
ya TimPelaksana

Kampanye

yang

bertanggung

jawab

atas

pelaksanaan

teknis

penyelenggaraankampanye, kemudian ada pengawas pemilihan Kepala Desa, penjaringan


yangkegiatannya dilakukan oleh panitia pemilihan untuk menjaring bakal calon dari
wargamasyarakat desasetempat, setelah adanya penjaringan, selanjutnya adanya penyaringan,
dimana penyaringan

ini adalah

proses seleksi

terhadap Bakal

Calon yang

dilakukan oleh panitia pemilihan. Dari penjelasan di atas, maka muncullah

pertanyaan, apakah pemilihan KepalaDesa ini sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku atau tidak?Pemilihan diawali dengan adanya persiapan yang
matang, dimana BPD memberitahukansecara tertulis kepada Kepala Desa mengenai akan
berakhirnya masa jabatan kepala Desa4 (empat) bulan sebelum berakhir masa jabatan Kepala Desa
yang bersangkutan. KepalaDesa menyampaikan laporan akhir masa jabatan penyelenggaraan
pemerintah desakepada Bupati melalui Camat dan laporan keterangan pertanggungjawaban akhir
masa jabatan Kepala Desa kepada BPD serta menginformasikan laporan penyeleng
garaanPemerintah Desa kepada masyarakat. Dalam hal ini, apakah BPD mampu
mengawasi jalannya pemilihan Kepala Desa?
1.1.Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat diketahui rumusan masalah
sebagai berikut.
1) Apa yang dimaksud dengan demokrasi ?
2) Bagaimana pengertian demokrasi ?
3) Apasajakah ciri-ciri demokrasi ?
4) Apa saja jenis-jenis dan prinsip demokrasi di Indonesia ?
5) Bagaimana perkembangan serta pelaksanaan demokrasi di Indonesia ?
6) Pengertian kedaulatan rakyat ?
7) Tahapan-tahapan pemilihan kepala desa?

1.2.Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah diatas maka dapat diketahui tujuan dari pembuatan makalah
ini adalah sebagai berikut.
1) Untuk mengetahui yang dimaksud dengan demokrasi.
2) Untuk mengetahui pengertian demokrasi.
3) Untuk mengetahui ciri-ciri demokrasi.
4) Untuk mengetahui jenis-jenis dan prinsip demokrasi di Indonesia.
5) Untuk mengetahui perkembangan serta pelaksanaan demokrasi di Indonesia.
6) Untuk mengetahui proses-proses atau tahapan-tahapan pemilihan kepala
desa.
7) Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.

8) Sebagai sarana atau media pembelajaran bagi mahasiswa pada umumnya.


1.3.Manfaat
Adapun manfaat dari makalah ini adalah agar dapat dimanfaatkan sebaik mungkinsehingga dapat
memenuhi tugas pendidikan kewarganegaraan yang diberikan dansebagai sarana media
pembelajaran serta menambah wawasan pengetahuan.

BAB IITUJUAN PUSTAKA

A. Pengertian Demokrasi
Demokrasi berasal dari kata Yunani demos dan kratos. Demos artinya rakyat. katakratos berarti
pemerintahan. Jadi, demokrasi berarti pemerintahan rakyat,yaitu pemerintahan
yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menenentukan.Kata demokrasi
merujuk kepada konsep kehidupan negara atau masyarakat,dimana warga negara dewasa turut
berpartisipasi dalam pemerintahan melaluiwakilnya yang diplih melalui pemilu. Pemerintahan di
Negara demokrasi jugamendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara, beragarna,
berpendapat, berserikat setiap warga Negara, menegakan rule of law, adanya pemeri
ntahanmenghormati hak-hak kelompok minoritas; dan masyarakat warga Negara
memberi peluang yang sama untuk mendapatkan kehidupan yang layak.Pengertian
demokrasi menurut para ahli adalah sebagai berikut.

Abraham Lincoln
, Demokrasi adalah pemerintahan dari, oleh dan untukrakyat.

Kranemburg,
Demokrasi berasal dari kata Yunani demos dan kratos. Demos(rakyat) dan kratos
(pemerintahan). Jadi, demokrasi berarti cara memerintahdari rakyat.

Charles Costello,
Demokrasi adalah sistem social dan politik pemerintahandiri dengan kekuasaankekuasaan emerintah yang dibatasi hukum dankebiasaan untuk melindungi hak-hak perorangan
warga negara.

Koentjoro Poerbopranoto

, Demokrasi adalah negara yang pemerintahannyadipegang oleh rakyat. Hal ini


berarti suatu sistem dimana rakyat diikutsertakan dalam pemerintahan negara.

Harris Soche,
Demokrasi adalah pemerintahan rakyat karena itu kekuasaanmelekat pada rakyat.Dapat
disimpulkan bahwa
pengertian demokrasi adalah
bentuk pemerintahanyang berasal dari rakyat, dilakukan oleh rakyat, dan
dipergunakan untukkepentingan rakyat.Dalam Negara demokrasi, kata demokrasi pada
hakekatnya mengandung makna
(Masoed, 1997) adalah partisipasi rakyat dalam penyelenggar
aan . (partisipasi politik), yaitu;a)

Penduduk ikut pemilu; b)

Penduduk hadir dalam rapat selama 5 tahun terakhir;


c)

Penduduk ikut kampanye pemilu;d)

Penduduk jadi anggota parpol dan ormas;e)

Penduduk komunikasi langsung dengan pejabat pemerintah


1.

Manfaat Demokrasi
Demokrasi dapat memberi manfaat dalam kehidupan masyarakat yangdemokratis, yaitu:a)

Kesetaraan sebagai warga Negara. Disini demokrasi memperlakukansemua orang adalah sama
dan

sederajat.

Prinsip

kesetaraan

menuntut perlakuan sama terhadap pandangan-

pandangan atau pendapat dan pilihan setiap warga Negara. b)

Memenuhi kebutuhan-kebutuhan umum. Kebijakan dapat mencerminkankeinginan rakyatnya.


Semakin besar suara rakyat dalam menentukansemakin besar pula kemungkinan
kebijakan itu menceminkan keinginandan aspirasi rakyat.c)

Pluralisme dan kompromi. Demokrasi mengisyaratkan kebhinekaan dankemajemukan dalam


masyarakat

maupun

kesamaan

kedudukan

diantara para warga Negara. Dalam demokrasi untuk mengatasi perbedaanperbedaan


adalah lewat diskusi, persuasi, kompromi, dan bukan dengan paksanaan atau
pameran kekuasaan.d)

Menjamin hak-hak dasar. Demokrasi menjamin kebebasan-kebebasandasar tentang hak-hak


sipil

dan

politis;

hak

kebebasan

berbicara

dan berekspresi, hak berserikat dan berkumpul, hak bergerak, dsb. Hak-hakitu
memungkinkan

pengembangan

diri

setiap

individu

danmemungkinkan

terwujudnya keputusan-keputusan kolektif yang lebih baik.e)

Pembaruan

kehidupan

social.

Demokrasi

memungkinkan

terjadinya pembawan kehidupan social. Penghapusan kebijakan-kebijakan yangtelah


usang secara rutin dan pergantian para politisi dilakukan dengancara yang santun, dan damai.
Demokrasi memuluskan proses alihgenerasi tanpa pergolakan.
2.

Ciri-Ciri Sistem Demokrasi


Ciri-ciri

sistem

demokrasi

dimaksudkan

untuk

penyelenggaraan pemerintahan Negara yang demokratis, yaitu:a)

membedakan

Memungkinkan adanya pergantian pemerintahan secara berkala;

b)

Anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama menempatikedudukan dalam pemerintahan


untuk masa jabatan tertentu, seperti; presiden, menteri, gubemur dsb;c)

Adanya pengakuan dan anggota masyarakat terhadap kehadiran tokoh-tokoh yang sah yang
berjuang

mendapatkan

kedudukan

dalam pemerintahan; sekaligus

sebagai

tandingan bagi pemerintah yang sedang berkuasa;d)

Dilakukan pemilihan lain untuk memilih pejabat-pejabat pemerintahtertentu yang


diharapkan dapat mewakili kepentingan rakyat tertentu;e)

Agar kehendak masing-masing golongan dapat diketahui oleh pemenntahatau anggota masyarakat
lain,

maka

harus

diakui

adanya

hak

menyatakan pendapat (lisan, tertulis, pertemuan, media elektronik dan media cetak,
dsb);f)

Pengakuan terhadap anggota masyarakat yang tidak ikut serta dalam pemilihan umum.Ciriciri kepribadian yang demokratis:(1) Menerima orang lain;(2) terbuka terhadap
pengalaman

dan

ide-ide

kekuasaan;(5) Toleransi

baru;(3) bertanggungjawab;(4)

terhadap

Waspada

terhadap

perbedaan-perbedaan;(6) Emosi-emosinya

terkendali;(7) Menaruh kepercayaan terhadap lingkungan


3.

Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia


Dalam

perjalanan

sejarah

bangsa,

ada

empat

macam

demokrasi

di

bidang politik yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan Indonesia,y


aitu:1.

Demokrasi Parlementer (liberal)Demokrasi ini dipraktikan pada masa berlakunya


UUD

1945

periode pertama (1945-

1949) kemudian dilanjutkan pada bertakunya KonstitusiRepublik Indonesia Serikat


(UUD RIS) 1949 dan UUDS 1950. Demokrasiini secara yuridis resmi berakhir pada
tanggal 5 Juti 1959 bersamaandengan pemberlakuan kembal UUD 1945.

Pada

masa

berlakunya

demokrasi

parlementer

(1945-1959),

kehidupan politik dan pemerintahan tidak stabil, sehingga program dari suatu pem
erintahan

tidak dapat dijalankan dengan baik dan berkesinambungan.Timbulnya

perbedaan pendapat yang sangat mendasar diantara partai politik yang ada pada saat itu.2.

Demokrasi TerpimpinMengapa lahir demokrasi terpimpin?, yaitu lahir dari


keinsyafan,kesadaran,

dan

keyakinan

terhadap

keburukan

yang

diakibatkan

oleh praktik demokrasi parlementer (liberal) yang melahirikan terpecahnyamasyara


kat,

baik

dalam

kehidupan

politik

maupun

dalam

tatanankehidupan

ekonomi.Secara konsepsional, demokrasi terpimpin memiliki kelebihan yang dapatmengatasi


permasalahan yang dihadapi masyarakat. Hal itu dapat dilihatdan ungkapan Presiden
Soekarno ketika memberikan amanat kepadakonstituante tanggal 22 April 1959 tentang
pokok-pokok demokrasiterpimpin, antara lain;a)

Demokrasi terpimpin bukanlah dictator b)

Demokrasi terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengankepribadian dan dasar hidup
bangsa Indonesiac)

Demokrasi terpimpin adalah demokrasi disegala soal kenegaraan dankemasyarakatan yang


meliputi bidang politik, ekonomi, dan sociald)

Inti daripada pimpinan dalam demokrasi terpimpin adalah permusyawaratan yang


dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan.e)

Oposisi dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yangmembangun diharuskan
dalam demokrasi terpimpin.Berdasarkan pokok pikiran tersebut demokrasi terpimpin
tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 serta budaya bangsaIndoesia.
Namun dalam praktiknya, konsep-konsep tersebut tidakdirealisasikan sebagaimana
mestinya, sehingga seringkali menyimpang dannilai-riilai Pancasila, UUD 1945, dan budaya
bangsa. Penyebabnya adalahselain terletak pada presiden, juga karena kelemahan
legislative
sebagai patner dan pengontrol eksekutiI serta situasi social poltik yang tidakmene
ntu saat itu.3.

Demokrasi Pancasila Pada Era Orde BaruDemokrasi Pancasila mengandung arti bahwa dalam
menggunakan hak-hak demokrasi haruslah disertai rasa tanggung jawab kepada Tuhan YangMaha
Esa menurut agama dan kepercayaan masing-masing, menjunjungtinggi nilal-nilal
kemanusiaan sesuai dengan martabat dan harkat manusia,
haruslah menjamin persatuan dan kesatuan bangsa, mengutamakanmusyawarah dalam
menyelesaian masalah bangsa, dan harus dimanfaatkanuntuk mewujudkan keadilan social.
Demokrasi Pancasila berpangkal darikekeluargaan dan gotong royong. Semangat
kekeluargaan itu sendiri sudahlama dianut dan berkembang dalam masyarakat Indonesia,
khususnya dimasyarakat pedesaan.Mengapa lahir demokrasi Pancasila? Munculnya demokrsi
Pancasilaadalah adanya berbagai penyelewengan dan permasalahan yang di alamioleh bangsa
Indonesia pada berlakunya demokrsi parlementer dandemokrasi terpimpin. Kedua jenis
demokrasi tersebut tidak cocokdoterapkan diindonesia yang bernapaskan
kekeluargaan dan gotongroyong.Sejak lahirnya orde baru di Indonesia
diberlakukan demokrasi Pancasilasampai saat ini. Meskipun demojrasi ini tidak
bertentangan dengan prinsipdemokrasi konstitusional, namun praktik demokrasi
yang dijalankan padamasa orde baru masih terdapat berbagai peyimpangan yang tidak
ejalandengan ciri dan prinsip demokrasi pancasila, diantaranya:a)

Penyelenggaraan pemilu yang tidak jujur dan adil b)

Penegakkan kebebasan berpolitik bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS)c)

Kekuasaan kehakiman (yudikatif) yang tidak mandiri karena para hakimadalah


anggota PNS Departemen Kehakimand)

Kurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapate)

System kepartaian yang tidak otonom dan berat sebelahf)

Maraknya praktik kolusi, korupsi, dan nepotismeg)

Menteri-menteri dan Gubernur di angkat menjadi anggota MPR4.

Demokrasi Pancasila Pada Era Orde ReformasiDemokrasi yang dijalankan pada masa reformasi
ini

masih

tetap

demokrasi pancasila. Namun perbedaanya terletak pada aturan pelaksanaan.Berdasar


kan peraturan perundang-undangan dan praktik pelaksanaandemokrasi, terdapat beberapa
perubahan pelaksanaan demokrasi pancasiladari masa orde baru pelaksanaan demokrasi pada
masa orde reformasisekarang ini yaitu :a)

Pemilihan umum lebih demokratis b)

Partai politik lebih mandiric)

Lembaga demokrasi lebih berfungsid)

Konsep trias politika (3 Pilar Kekuasaan Negara) masing-masing bersifat


otonom penuh

Adanya kehidupan yang demokratis, melalui hukum dan peraturan yangdibuat


be\rdasarkan kehendak rakyat, ketentraman dan ketertiban akanlebih mudah
diwujudkan. Tata cara pelaksanaan demokrasi Pancasiladilandaskan atas mekanisme
konstitusional

karena

penyelenggaraan pemeritah

Negara

Republik Indonesia

berdasarkan konstitusi.Demokrasi pancasila hanya akan dapat dilaksanakandengan baik


apabilanilai-nilai yang terkandung didalamnya dapat dipahami dan dihayatisebagai
nilai-nilai

budaya

politik

yang

mempengaruhi

sikap

hidup

politik pendukungnya.Catatan penting :

kegagalan

Demokrasi

Pancasila

pada

zaman

orde

baru, bukan berasal dari konsep dasar demokrasi pancasila, melainkan lebihkepada
praktik atau pelaksanaanya yang mengingkari keberadaanDemokrasi Pancasila.
B.

KEDAULATAN RAKYAT
Kedaulatan berasal dari bahasa Arab (daulah), yang berarti kekuasaan tertinggi.Menurut Jean
Bodin (tokoh ilmu negara), kedaulatan dalam negara ialah kekuasaantertinggi dalam negara yang
tidak berasal dari kekuasaan lain. Berdasarkan pengertian tersebut maka kedaulatan
memiliki sifat :a.

asli, tidak terbagi bagi, mutlak, dan permanen. Karena kekuasaan yangtertinggi itu
tidak berasal dari pemberian kekuasaan yang lebih tinggi. b.

tidak terbagi-bagi artinya utuh dimiliki oleh pemegang kedaulatan itu tanpadibagi
kepada pihak lain.c.

Permanen / abadi, artinya kedaulatan itu tetap, tidak berubah berada


dalamkekuasaan pemegang kedaulatan tersebut.d.

Tunggal berarti hanya ada satu kekuasaan tertinggi, sehingga kekuasaan itutidak
dapat dibagi-bagi. Dengan demikian, kedaulatan sebagai kekuasaantertinggi.Pengertian

kedaulatan rakyat berhubungan erat dengan pengertian perjanjianmasyarakat dalam


pembentukan

asal

mula

negara.

Negara

terbentuk

karena

adanya perjanjian masyarakat. Perjanjian masyarakat disebut juga dengan istilah ko


ntraksosial. Ada beberapa ahli yang telah mempelajari kontrak sosial, antara
lainThomas Hobbes, John Locke, dan Jean Jaques Rousseau. Kedaulatan adalah suatuhak
eksklusif untuk menguasai suatu wilayah pemerintahan, masyarakat, atau atasdiri sendiri
terdapat penganut dalam dua teori yaitu berdasarkan pemberian dariTuhan
atau Masyarakat.Beberapa pemikiran mengenai kedaulatan dan pemegang kedaulatan suatu
negarasetelah revolusi Perancis dikemukakan oleh Jean-Jacques Rousseau dalamkaryanya Du
Contrat Social Ou Principes Du Droit Politique (Mengenai Kontrak Sosial atau
Prinsip-prinsip Hak Politik) membagi tingkat kedaulatan menjadi duayaitu de
facto dan de jure.
Teori Kedaulatan yang Dianut oleh Negara Republik Indonesia
Berdasarkan uraian tentang jenis kedaulatan seperti yang telah di jelaskan,
BangsaIndonesia diketahui menganut
kedaulatan rakyat
. Dasar dari penjelasan tersebut,dapat dilihat di dalam
Pancasila sila ke-4
. Isinya adalah
Kerakyatan yangdipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan
.Bukti lain bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dapat kita temukan di dalamisi Pembukaan
UUD 1945 pada alinea ke-4, yang perumusannya sebagai berikut:
.. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu
Undang-undang Dasar negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan
Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
dengan

berdasar

kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatu
an Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam pe
rmusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan bagi

seluruh rakyat Indonesia.


Bagaimana di dalam pasal-pasal UUD 1945? Dalam UUD 1945 pasal 1 ayat 2,ditegaskan bahwa
kedaulatan

adalah

ditangan

rakyat

dan

dilaksanakan

menurutUndang-undang

Dasar.Berdasarkan uraian tentang kedaulatan rakyat tersebut, jelaslah bahwa


negara kitatermasuk penganut teori kedaulatan rakyat. Rakyat memiliki kekuasaan
yangtertinggi dalam negara, tetapi pelaksanaanya diatur oleh undang-undang
dasar.Selain dari penganut jenis kedaulatan rakyat, ternyata UUD Negara RI Tahun1945, juga
menganut jenis kedaulatan hukum. Hal tersebut dapat ditemukan didalam
pasal 1 ayat 3 UUD 1945
, isinya adalah
negara Indonesia adalah negarahukum
.

Artinya

negara

kita

bukan

negara

kekuasaan.

Bahwa

segala

sesuatu

yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diaturm


enurut hukum yang berlaku. Misalnya peraturan berlalu lintas di jalan raya
diaturoleh peraturan lalu lintas. Menebang pohoh dihutan diatur oleh peraturan,
supayatidak terjadi penggundulan hutan yang berakibat banjir, dan contoh
lainnya.Pasal 27 ayat 1 UUD 1945 juga merupakan dasar bahwa negara kita
menganutkedaulatan

hukum

isi

lengkapnya

adalah

segala

warga

negara

bersamaankedudukkanya dalam hukum dan pemerintahan serta wajib menjunjung


hukum dan pemerintahan dengan tidak ada kecualinya. Maknanya bahwa
setiap warga negarayang ada di wilayah negara kita kedudukan sama di dalam hukum, jika
melanggarhukum siapapun akan mendapat sanksi. Misalnya rakyat biasa, atau anak pejabat jika
mereka

melanggar

harus

diberikan

sanksi,

(penjara)atau dikenakan denda.


MACAM

MACAM KEDAULATAN RAKYAT


Kedaulatan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

mungkin

berupa

kurungan

a.

Kedaulatan ke dalam (internal sovereignity), yaitu negara berhak mengatursegala


kepentingan rakyat melalui berbagai lembaga Negara dan perangkatlainnya tanpa campur
tangan negara lain. b.

Kedaulatan ke luar (external sovereignity) yaitu negara berhak untukmengadakan


hubungan atau kerjasama dengan negara-negara lain, untukkepentingan bangsa dan negara.
CARA PANDANG TENTANG KEDAULATAN
Ada dua ajaran atau faham yang memberikan pengertian tentang kedaulatan
ini,yaitu :1.

Monisme, yang menyatakan bahwa kedaulatan adalah tunggal, tidak dapatdibagi-bagi, dan
pemegang kedaulatan adalah pemegang wewenang tertinggidalam negara (baik yang berwujud
persoon atau lembaga). Jadi wewenangtertinggi yang menentukan wewenang-wewenang yang
ada dalam negaratersebut (Kompetenz-Kompetenz).2.

Pluralisme, ajaran yang menyatakan bahwa negara bukanlah satu-satunyaorganisasi yang


memiliki kedaulatan (Harold J Laski). Banyak organisasiorganisasi lain yang berdaulat terhadap orang
-orang

dalam

(koordineren)

masyarakat.Sehingga,

tugas

organisasi

negara

hanyalah mengkoordinir

yang berdaulat di bidangnya masing-

masing. Keadaan ini oleh Baker disebutkan


sebagai Polyarchisme. Di lingkungan ajaran Katholik dikenal dengan
namasubsidiaristeit beginsel (prinsip subsidiaritas). Ajaran Pluralisme ini lahir
karena ajaran Monisme terlalu menekankan soal kekuatan atau menekankan(force) hukum dalam
melihat masyarakat negara, dan kurang menekankan soalkehendak (will) dari rakyat
seperti yang diajarkan Rousseau.
KEDAULATAN MENURUT UUD 1945

1.

Kedaulatan Menurut UUD 1945 Sebelum Perubahan


Indonesia adalah salah satu negara yang menganut teori kedaulatan rakyat.Hal itu
terlihat dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi: .....susunannegara
Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat...... selanjutnya
dijelaskan pula dalam pasal 1 ayat (2) UUD 1945 hasil dekrit 5 juli 1959
atau sebelum perubahan yang berbunyi: Kedaulatan
adalah ditangan
rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Menurut pasal tersebut maka MPR adalah penjelmaan rakyat indonesiasebagai satusatunya lembaga yang memegang kedaulatan rakyatsepenuhnya.
2.

Kedaulatan Menurut UUD 1945 Setelah Perubahan


Perubahan UUD 1945 ketiga tahun 2001 yang diantaranya mengubah
rumusan pasal 2 ayat (2) UUD 1945 yang bunyinya menjadi: Kedaulatan
adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut UndangUndang Dasar.
Perubahan rumusan pasal 2 ayat (2) UUD 1945 tersebut membawakosekuensi dan implikasi
yang signifikan terhadap fungsi dan kewenangandari lembaga negara, terutama pada
lembaga MPR sebagai pelaksanakedaulatan rakyat sepenuhnya. Dengan demikian
MPR tidak lagi sebagaisatu-satunya lembaga yang melakukan kedaulatan rakyat. Kedaulatan
tetapdipegang oleh rakyat, namun pelaksanaanya dilakukan oleh beberpalembaga
negara yang memperoleh amanat dari rakyat dalammenyelenggarakan pemerintahan negara.

BAB

IIITINJAUAN

TERHADAP

PEMILIHAN

KEPALA

DESA

TANGGEUNGKECAMATAN TANGGEUNG KABUPATEN CIANJUR


A.

Kondisi Geografis dan Demografis Desa Tanggeung


a.

Bidang Pemerintahan1.

Umum
1.

Luas

dan

Batas

Wilayaha. luas Desa : 337 Ha b. Batas

Wilayah1. Sebelah Utara : Cilongsong2. Sebelah Selatan : Sukajaya3. Sebelah Barat :


Margaluyu4. Sebelah Timur : Kertajaya2.
Kondisi Geografisa. Ketinggian Tanah dari Pemukaan Laut : + 400 dpl b. Banyak
Curah Hujan : + 300 mm/Thc. Topografi (Dataran Rendah / Tinggi Pantai) : c. Suhu Udara Rata-Rata : 40
0
C3.

Orbitasi

(Jarak

dari

Pusat

Pemerintahan

)a. Jarak dari Pusat Pemerintahan Kecamatan : 0,2 Km b. Jarak dari Pusat Pemerintahan
KotaAdministratif: Kmc. Jarak dari Ibu Kota Kabupaten : 80 Kmd. Jarak dari Ibu Kota Provinsi : 149
Kme. Jarak dari Ibu Kota Negara : 300 Km
2.

Pertanahan
1. Tanah Kas Desa : 32 Ha
2. Tanah Bersertifikat : 8 Ha
3. Tanah yang belum Bersertifikat : 24 Ha

3. Kependudukan
1. Jumlah Penduduk Menuruta. Jenis Kelamin1. Laki laki : 2046 Org

2. Perempuan : 2075 Org

b. Kepala

Keluarga : 1121 KKc.

Kewarganegaraan1. WNI : 4121 Org2. WNA : Org2. Jumlah Penduduk Menurut Agamaa.
Islam : 4121 Org b. Kristen : Orgc. Katholik : Orgd. Hindu : Orge. Budha : Org3. Jumlah
Penduduk Menurut Usiaa. Menurut Kelompok Pendidikan1. Usia 04

06 Tahun : 102 Org2. Usia 07

12 Tahun : 153 Org3. Usia 13

15 Tahun : 136 Org4. Usia 16

19 Tahun : 170 Org b. Kelompok Kerja1. 20

26 Tahun : 60 Org2. 27

40 Tahun : 15 Org4. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikana. Lulus Pend


idikan Umum : 53 Org b. Lulus

Pendidikan

Kejuruan : 11 Org5. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencahariana. Karyawan : 119


Org b. Wiraswasta : 153 Orgc. Tani : 850 Orgd. Pertukangan : 51 Orge. Pensiunan : 45 Orgf.
Nelayan : Orgg. Pemulung : 30 Orgh. Jasa : 68 Orgi. Buruh Tani : Org6. Jumlah Penduduk
Menurut Mobilitas/Mutasi Penduduka. Lahir : 66 Org b. Mati : 27 Orgc. Datang : 9
Orgd. Pindah : 30 Org
4.

Jumlah Perangkat Desa

a. Kepala Urusan : 5 Org b. Kepala Dusun : 4 Orgc. Staff : 7 Org


5.

Pembinaan RT/RW
1. Jumlah RT : 17 Org2. Jumlah RW : 5 Org
6.

Jumlah Pelayanan Masyarakat


1. Pelayanan Umum : 5 Org2. Pelayanan Kependudukan : 1 Org3. Pelayanan Legalisasi 1 Org
b.

Bidang Pembangunan1.

Agama
Sarana

Peribadatana. Jumlah Masjid : 7 Bh b. Jumlah

Mushola : 34 Bhc. Jumlah Gereja : - Bhd. Jumlah Vihara : - Bhe. Jumlah Pura : - Bh2.

Pendidikana.

Kelompok Bermain : Gedung Guru

Murid b.

TK : 1 Gedung 2 Guru 20 Muridc.

Sekolah Dasar Negeri / MI : 3 Gedung 21 Guru 408 Muridd.

SMPN/MTSN : 2 Gedung 48 Guru 1379 Muride.

SMA : 2 Gedung 58 Guru 1125 Muridf.

Pendidikan Khusus Pondok Pesantren : 5 Gedung 10 Guru 300 Muridg.

Madrasah : 10 Gedung 250 Guru Muridh.

Sekolah Luar Biasa : - Gedung

Guru

Muridi.

Non Formal : 1 Gedung

Guru

Murid

B.

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Di Desa Tanggeung Kecamatan TanggeungKabupaten


Cianjur.Desa memiliki pemerintah desa yang terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desauntuk
menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.Menurut
Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang otonomi Daerah, pasal 203,Kepala
Desa

dipilih

langsung

oleh

dan

dari

penduduk

desa

warga

negara

RepublikIndonesia yang syarat selanjutnya dan tata cara pemilihannya diatur denganPeraturan
Daerah yang berpedoman dengan Peraturan pemerintah. Selain itu jugaKepala Desa mempunyai
wewenang, kewajiban, dan hak kepala desa.Pemilihan Kepala Desa dalam kesatuan masyarakat
hukum adat beserta haktradisionalnya sepanjang masih hidup dan yang diakui keberadaannya
berlakuketentuan hukum adat setempat yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah
dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah.Dalam Peraturan Pemeritah Republik
Indonesia Nomor 72 Tahun 2005 tentangDesa, menyebutkan bahwa Pemilihan Kepala Desa
dipilih langsung oleh pendudukdesa dari calon yang memenuhi syarat, pemilihan
Kepala Desa bersifat langsung,umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil yang

dilaksanakan

melalui

tahap pencalonan dan tahap pemilihan. Untuk pencalonan dan pemilihan Kepala
Desa,Badan Permusyawaratan Desa (BPD) membentuk panitia pemilihan yang terdiri dariunsur
perangkat desa, pengurus lembaga kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat.Menurut
Peraturan Daerah Kabupaten
Cianjur Nomor 05 Tahun 2006
tentang TataCara
Pencalonan,
Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Desa,
danKeputusan

Panitia

Pemilihan

Kepala

Desa

Nomor

01/KPTS/Pan.Pilkades/2013Tentang
Tata Tertib Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Tanggeung Tahun 2013

adalah :1.

Persiapan pemilihanBPD memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Desa mengenai


akan berakhirnya masa jabatan kepala Desa 4 (empat) bulan sebelum berakhir mas
a jabatan Kepala Desa yang bersangkutan.2.

Pembentukan Panitia PemilihanBPD membentuk paanitia pemilihan, dalam rapat


lengkap BPD yang dihadirioleh Perangkat Desa, Pengurus Lembaga Kemasyarakatan di
Desa dan TokohMasyarakat3.

Susuna

Organisasi,

Tugas

Pokok

dan

Fungsi Panitia

PemilihanSetelah

dilaksanakan pelantikan anggota panitia pemilihan, anggota PanitiaPemilihan


menyusun kelengkapan panitia pemilihan.
PANITIA PEMILIHAN KEPALA DESADESA TANGGEUNG KECAMATAN
TANGGEUNGKABUPATEN CIANJUR
1.

Iip Sarip, SP Ketua merangkap anggota2.

Kusnadi, S.KM Wakil Ketua merangkap anggota3.

Pria Supriatna, S.Pd Sekretaris 1 merangkap anggota4.

Mahpudin Sekretaris 2 merangkap anggota5.

Ida Nur Fajar Bendahara merangkap anggota6.

Drs. Ahmad Anggota7.

Ledi Ginanjar, S.Pd Anggota8.

Watini, S.Pd Anggota9.

Densyu SP, S.Sos Anggota10.

H. Dimyati, A.Ma Anggota11.

Agus Darmawan, S.Pd Anggota12.

Bunyamin Anggota
13.

Yadi Supriadi Anggota

4.

Pendaftaran PemilihPanitia pemilihan mengumumkan waktu pendaftaran calon


pemilih selambat-lambatnya 10 hari sebelum pendaftaran calon pemilih
dilaksanakan.5.

Penyusunan Daftar Pemilih SementaraHasil Pendaftaran calon pemilih ditetapkan


sebagai daftar pemilih sementara.

REKAPITULASI HAK PILIH SEMENTARAPEMILIHAN KEPALA


DESADESA TANGGEUNG KECAMATAN TANGGEUNG KABUPATEN
CIANJURTAHUN 2013NO RTJUMLAHJUMLAH HAKPILIHLAKI-LAKI
PEREMPUAN
12345
1 PASANGGRAHAN I 65 65 1302 PADANG 94 97 1913 WANGUNSARI 73 6
5 1384 WANGUN 108 119 2275 BOJONGNANGKA
88 79 1676 BOJONGSARI 99 101 2007 BOJONGSIRNA 87 83 1708 SUKAMU
LYA 67 63 1309 KAUM 82 74 15610 SIRNAGALIH 61 76 13711 PASANGGR
AHAN II 89 95 18412 PEUNDEUY 54 59 11313 ANGGUYUN 83 74 157

6. Penyusunan Daftar Pemilih Tetap


Panitia menetapkan daftar pemilih sementara menjadi daftar pemilih tetap dalamRapat
Panitia dan dapat dihadiri oleh Calon Kepala Desa atau saksi yang ditunjukoleh
Calon Kepala Desa yang bersangkutan, selambat-lambatnya 2 (dua) harisetelah berakhirnya
kurun pengumuman daftar pemilih sementara.

7.

Penyusunan Daftar pemilih TambahanPenduduk desa yang memenuhi persyaratan dan


belum terdaftar pada saat penetapan daftar pemilih tetap, panitia dapat menerima
pendaftaran susulan yangkemudian dituangkan dalam daftar pemilih tambahan sementara.8.

Penjaringan Bakal CalonPanitia pemilihan mengumumkan masa penjaringan dan atau


pendaftaran bakalcalon kepada penduduk desa secara terbuka dan seluas-luasnya melalui
berbagaimedia informasi yang ada di desa.9.

Persyaratan Calon Kepala DesaCalon Kepala Desa adalah penduduk desa setempat Warga Negara
RepublikIndonesia yang memenuhi persyaratan.10.

Penyaringan dan Penetapan Bakal Calon menjadi Calon Kepala DesaPanitia pemilihan
melakukan

penelitian

terhadap

surat

pendaftaran

bakal

calon beserta

lampirannya.Dengan demikian setelah tahapan penyaringan di Desa Tanggeung ada 4Pendaftar


atau Bakal Calon Kepala Desa yang telah memenuhi persyaratan yangsudah ditentukan yang
sesuai

dengan

peraturan

dan perundang-undangan.

Yaitu

:1.

Asep

Suherlan, S.Pd.I2. Asep Koswara3. H. Jojon Hendarsah4. Nanang Barkah11.

Penetapan Calon Kepala DesaPanitia pemilihan menetapkan bakal calon menjadi Calon Kepala
Desa, dalamrapat lengkap panitia pemilihan, untuk menetapkan nomor urut dan
warna bendera calon disertai poto setiap calon dengan dilengkapi berita
acara.Photo, Nomor Urut dan Warna Bendera Calon Kepala Desa Tanggeung Tahun2013 :
1Nanang Barkah2H. Jojon H3Asep Koswara4Asep Suherlan

Pelaksanaan Kampanye Pemilihan Kepala DesaKampanye pemilihan Kepala Desa dilaksanakan


sebagai bagian dari penyelenggaraan pemilihan.13.

Bentuk KampanyeKampanye dapat dilaksanakan melalui pertemuan terbatas, tatap muka


dandialog, melalui media cetak dan media elektronik, penyebaran bahan kampanyekepada umum,
pemasangan alat peraga di tempat umum, dan rapat umum.14.

Larangan KampanyeBerdasarkan Keputusan Panitia Pemilihan Kepala Desa


Tanggeung Nomor01/KPTS/Pan.Pilkades/2013 Tentang Tata Tertib Pelaksanaan
Pemilihan KepalaDesa Tanggeung Tahun 2013.Dalam pelaksanaan kampanye
Pemilihan Kepala Desa, calon Kepala Desa atauTim kampanye calon Kepala Desa dilarang
Melakukan

kampanye

dalam

bentuk pawai atau arak-

arakan, Memberikan uang atau materi lainnya untukmempengaruhi

pemilih,

Menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan daricalon lain, Memasang


gambar calon di tempat pendidikan, tempat ibadah, dangedung-gedung pemerintahan,
dan Mengganggu keamanan, ketentraman, danketertiban umum.15.

Pemungutan dan Penghitungan SuaraPengadaan perlengkapan pemungutan suara dilaksanakan


oleh panitia pemilihanmelalui penunjukan langsung kepada pengusaha yang bergerak
dibidang dan ataumampu melaksanakan pengadaan perlengkapan pemungutan suara dalam
wilayahKabupaten Cianjur.16.

Penetapan calon terpilih, pengesahan pengangkatan dan pelantikanCalon Kepala


Desa yang dinyatakan terpilih adalah calon Kepala Desa yangmendapatkan dukungan suara
terbanyak, Pengesahan pengangkatan calon KepalaDesa terpilih dilakukan oleh
Bupati,Untuk Desa Tanggeung sendiri yang mendapatkan suara terbanyak adalah nomorurut 4
Warna Abu-abu atas nama Asep Suherlan, S.Pd.I yang di mana calonkepala desa terpilih
ini adalah yang menjabat Kepala Desa sebelumnya.17.

Pengawasan pemilihanPengawasan pelaksanaan proses pemilihan Kepala Desa dilaksanakan oleh


BadanPermusyawaratan Desa.18.

Biaya pemilihan Kepala DesaBiaya pemilihan Kepala Desa bersumber dari Anggaran Pendapatan
dan BelanjaDesa (APB Desa), Bantuan pemerintah Kabupaten (APBD Kabupaten), danBantuan
pihak ketiga yang sah dan tidak mengikat

Tindak kecurangan dalam PILKADES Tanggeung Kecamatan Tanggeung


Biasanya dalam pemilihan Kepala Desa (PILKADES). Para calon Kades selalumenghalalkan
segala cara agar bisa duduk di kursi pemerintahan. Hal seperti ituadalah tindak kecurangan
yang tidak boleh dilakukan contoh tindak kecurangandalam PILKADES antara lain :
Serangan fajar
Menurut hukum bahkan agama serangan fajar itu adalah dosa besar karena
bersifatmemaksa. Mengapa dikatakan memaksa karena bersifat, menyuap. Yang
jadi pertanyaan Apa maksud dari serangan fajar yang dilakukan para calon kades.A
pakah ingin benar-benar memajukan dosa atau untuk memperkaya harta benda.
Beberapa pendapat tentang serangan fajar
Serangan fajar itu adalah untuk memperkaya harta bukan untuk memajukan
dosa.Pendapat ini jelas sekali, coba kalau kita pikir secara sehat. Belum tentu
denganserangan fajar sebuah dosa tersebut akan maju dalam arti jangan di lihat
dari besarkecilnya serangan fajar, tapi bukti maupun rencana yang akan
dilaksanakan untukmensejahterakan masyarakat.
Upaya panitia dalam menyikapi hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh
paracalon.
1.

Panitia seharusnya memberikan peringatan / sanksi kepada pendukung calon


yangmenyalahi aturan yang sudah ditentukan: seperti : para pendukung yang
bersifatarogan dan yang mengusik ketentraman calon yang lain.2.

Panitia

seharusnya

menggugurkan

sudahmenyalahi aturan yang berlebihan.

atau

mengeliminasi

calon

yang

BAB IVPENUTUPA.

Kesimpulan
Dari uraian di atas saya dapat menyimpulkan bahwa : Dalam pemilihan kepala desa(khususnya
Desa Tanggeung). Panitia seharusnya bertindak secara tegas agarPILKADES berlangsung secara
aman peraturan yang dilanggar oleh para calonataupun para pencoblos sebaiknya panitia segera
memberikan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilanggarnya. Karena itu semua
dimaksudkan maju atau tidaknyasuatu desa.Partisipasi politik masyarakat desa akan berjalan
dengan

lancar

apabila

ada

perilaku politik dari masyarakat desa dan sosialisasi politik serta komunikasi politik
yang baik dari para bakal calon kepala desa mengenai visi dan misi atau program
kerjayang akan dilaksanakan. Pelaksanaan sosialisasi politik yang dilakukan oleh para bakal
calon

kepala

desa

biasanya

dilakukan

jauh-jauh

hari

sebelum

penyelenggaraan pemilihan kepala desa berlangsung, dengan berbagai cara yang s


eringkalimengabaikan etika politik, seperti adanya intrik-intrik teror dan politik
uang. Padaumumnya para calon kepala desa memiliki jaringan kekeluargaan yang sangat
kuat,solid dan kompak serta bagi yang memiliki modal uang besar, paling
memiliki potensi besar pula untuk memenangkan pemilihan kepala desa. Para bak
al calon biasanya orang yang kuat secara politik dan ekonomi di desanya.Selain
menjalani

aktivitas

dalam

Pilkades,

masyarakat

desa

dapat

juga

menjadi partisipan dalam Pilkades dengan cara ikut menjadi


juru kampaye (Jurkam) dalammensosialisasikan program-program yang akan
dicapai dari salah satu calon kades,ikut menjadi anggota aktif dari kelompok kepentingan
seperti menjadi tim suksesatau mendukung salah satu calon kades, aktif dalam proyek-proyek
sosial atau program-program sosial desa seperti mempromosikan program-program
yang akandicapai dari salah satu calon kades tersebut, misalnya calon kades
tersebut inginmembangun sarana air bersih bagi masyarakat desa yang belum mendapatkan
saranaair bersih.Masyarakat desa yang ikut dalam aktivitas Pilkades, menjadi
partisipan dalamPilkades ada juga yang menjadi pengamat mengenai jalannya Pilkades baik
daritahap pencalonan sampai pada tahap pelaksanaan, seperti menghadiri rapat-rapatumum atau
diskusi-diskusi mengenai siapa saja yang akan mencalonkan menjadikades, mengamati siapa-siapa

saja yang menjadi tim sukses dari masing-masingcalon kades, mengikuti perkembangan
politik

dari

masing-masing

calon

kades, pengamat tersebut juga memberikan suaranya dalam Pilkades setelah melih
at danmengamati secara langsung dari masing-masing calon kades.

B.

Saran
Dari uraian di atas maka saya sebagai penulis memberikan saran sebagai berikut :1.

Panitia PILKADES seharusnya bertindak seadil

adilnya, dalam arti tidakmemihak.2.

Panitia PILKADES harus mbertindak dengan tegas kepada siapa saja yangmenghambat jalannya
PILKADES.3.

Panitia harus melakukan pembagian tugas/kerja bagi anggotanya. Tugas-tugasyang


harus dilaksanakan agar dibagi habis kepada masing-masing posisi/jabatandalam
kepanitiaan.4.

Untuk

mewujudkan

kewenangan

yang

jelas

perlu

disusun

struktur

organisasiPanitia Pemilihan Kepala Desa.5.

Pembentukan panitia dan penggantian anggota Panitia agar mematuhi


prosedurdan peraturan perundang-undangan.6.

Panitia harus menyusun semua Tata Cara yang mengatur mengenai tahapanPemilihan Kepala
Desa secara rinci, implementatif dan efektif.7.

Dalam melaksanakan tugas, anggota Panitia harus melakukan koordinasi dengananggota


Panitia yang lain karena pelaksanaan tugas Panitia bersifat kolektif.Demikian
makalah ini penulis buat dengan kemampuan penulis yang ada, dan apabiladalam makalah ini ada
yang kurang dimengerti penulis mengucapkan mohon maaf yangsebesar-besarnya.
Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangandan kesalahan,
namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkankritik dan saran yang
membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA
1.

Keputusan Panitia Pemilihan Kepala Desa Tanggeung Kecamatan TanggeungKabupaten


Cianjur Nomor : 01/KPTS/Pan.Pilkades/2013 Tentang Tata TertibPelaksanaan
Pemilihan Kepala Desa Tanggeung Tahun 20132.

Data Monografi Desa Tanggeung Tahun 20133.

Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 05 Tahun 2006 tentang Tata CaraPencalonan,
Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Desa4.

http://www.google.com5.

http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi6.

http://id.wikipedia.org/wiki/Kedaulatan_Rakyat7.

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemilihan_kepala_desa8.

http://abuvanzablog.wordpress.com/artikel-makalah-2/panitia-pemilihan-kepaladesa-yang-efektifstrategi-pelaksanaan/