You are on page 1of 47

PERAN PRASARANA DAN SARANA DASAR

PERKOTAAN DALAM PERENCANAN KOTA

OLEH :
DR. IR. LA ODE MUH. MAGRIBI

Pengertian Perencanaan Kota
( Urban Planning )
Merupakan kegiatan meng-alokasi-kan penggunaan
tanah dan pendirian bangunan serta jaringan jalan
dengan tujuan untuk mencapai keseimbangan antara
kenyamanan, keindahan dan biaya.
(Hobbs and Doling, 1991)

Pengertian Perencanaan Kota
( Urban Planning )
Merupakan rumusan kebijaksanaan pemanfaatan
muka bumi wilayah kota termasuk ruang di atas dan
di bawahnya serta pedoman pengarahan dan
pengendalian bagi pelaksanaan pembangunan kota
untuk mencapai tujuan tertentu
( Per. Mendagri No. 2 Th 1987 Pasal 1 )

Pengertian Perencanaan
( Menurut Willson )
• Analisis, yaitu kupasan data, proyeksi / perkiraan untuk
masa depan yang bertitik tolak dari keadaan masa kini
• Kebijaksanaan (policy), yakni pemilihan rencana yang
baik untuk pelaksanaan, meliputi pengetahuan
mengenai maksud dan kriteria untuk menelaah
alternatif-alternatif rencana
• Rancangan atau desain, yaitu rumusan dan sajian
rencana

Komponen-Komponen Batasan Perencanaan Kota • Berorientasi ke masa depan • Bersifat terus menerus. bahagia dan berkecukupan . berkelanjutan • Tergantung pemahaman fakta baik primer maupun sekunder • Bersifat komprehensif (menyeluruh dan terpadu) • Memberi kesempatan tindakan koordinasi • Memaksimalkan peluang bagi setiap orang untuk hidup layak.

(Per. melalui : 1. lancar dan sehat.Tujuan Perencanaan Kota Supaya kehidupan dan penghidupan warga kota aman. Pasal 3) . Mendagri No 2 tahun 1987. Perwujudan pemanfaatan ruang kota yang serasi dan seimbang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daya dukung pertumbuhan dan perkembangan kota 2. Perwujudan Pemanfaatan ruang kota yang sejalan dengan tujuan serta kebijaksanaan pembangunan nasional dan daerah. tertib.

Perbandingan Model Proses Perencanaan Kota Versi Mc Loughlin Versi Hobbs dan Dolling Versi Catanese dan Snyder Keputusan untuk melakukan perencanaan Versi Perencana kota di Indonesia Keputusan untuk melakukan perencanaan Pengumpulan informasi Pengumpulan dan pengolahan data Diagnosa problem Analisis Perumusan tujuan Perumusan tujuan Perumusan tujuan Perumusan tujuan Penyusunan alternatif Penyusunan alternatif Penetapan prediksi dan proyeksi Penyusunan dan pemilihan alternatif Pembandingan dan evaluasi alternatif Pembandingan dan evaluasi alternatif Analisis kelayakan dan evaluasi Pengembangan rencana dan penyusunan dokumen rencana Pelaksanaan Pelaksanaan Pelaksanaan Perumusan strategi dan pelaksanaan rencana Pemantauan pelaksanaan Peninjauan kembali Peninjauan kembali (tiap 5 – 10 tahun) .

Karakteristik Komponen Prasarana dasar Perkotaan 3. Hubungan pembangunan Prasarana dasar perkotaan dengan pengembangan kota .Perencanaan Prasarana Kota Berkaitan dengan : 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kota 2.

Prasarana Dasar Kota ‘The Underlying foundation or basic framework of a system ‘Kerangka Dasar sistem Perkotaan’ 2 (dua) Tipe Infrastruktur : • Social Infrastructure • Economic Infrastructure .

SOCIAL INRASTRUCTURE .

ECONOMIC INFRASTRUCTURE .

. dan lingkungan buatan yang secara hirarkis dan struktural berhubungan satu sama lain membentuk tata ruang. • Tata ruang merupakan wujud struktural dan pola pemanfaatan ruang. sistem jarinngan serta sistem prasarana maupun sarana. • Wujud struktural pemanfaatan ruang adalah susunan unsurunsur pembentuk rona lingkungan alam. lingkungan sosial.PENGERTIAN STRUKTUR RUANG • Struktur ruang adalah susunan pusat – pusat permukiman. baik yang direncanakan maupun tidak. • Semua hal itu berfungsi sebagai pendukung sosialekonomi yang secara hirarki berhubungan fungsional.

Pendekatan Ekonomi (Economic Approach). Pendekatan Ekologi Faktoral (Factoral Ecology Approach). Pendekatan Ekologikal (Ecological Approach). Pendekatan Ekonomi oleh Cooley (1894) dan Weber (1895) mengemukakan bahwa jalur transportasi dan titik simpul (pertemuan beberapa jalur transportasi) dalam suatu sistem transportasi mempunyai peran yang cukup besar terhadap perkembangan kota. 5. selektif.KATEGORI PENGGUNAAN LAHAN KOTA (Yunus. 3. . Pendekatan Sistem Kegiatan (Activity Systems Approach). dan akomodatif dari lingkungan. 4. Pendekatan Ekologikal oleh McKenzie (1925) Diartikannya sebagai suatu studi hubungan spatial dan temporal dari manusia yang dipengaruhi oleh kekuatan. distributif. 2000) 1. Pendekatan Morfologikal (Urban Morphological Approach). 2.

. Pendekatan Ekologi Faktoral hal ini digunakan untuk menganalisis struktur keruangan kota (urban spatial structure) dengan menggunakan analisis faktor sebagai tekniknya. blok-blok bangunan. lembaga – lembaga dan firma – firma yang mengakibatkan terciptanya pola – pola keruangan di dalam kota. 1973) mengemukakan bahwa tinjauan terhadap morfologi kota ditekankan pada bentukbentuk fisikal dari lingkungan kekotaan dan hal ini dapat diamati dari kenampakan kota secara fisikal yang tercermin pada sistem jalan-jalan yang ada. 1965) suatu upaya untuk memahami pola-pola perilaku dari perorangan.KATEGORI PENGGUNAAN LAHAN KOTA (Yunus. baik daerah hunian maupun bukan (perdagangan/ Industri) dan juga bangunan-bangunan individual. Pendekatan Sistem Kegiatan (Chapin. 2000) Pendekatan Morfologi Kota (Hebert.

jaringan (network). .STRUKTUR PEMBENTUK TATA RUANG KOTA • • Doxiadis Perkotaan atau permukiman kota merupakan totalitas lingkungan yang terbent uk oleh 5 unsur. 2. masyarakat (society). individu manusia (antropos). place (tempat tinggal). folk (tempat bermasyarakat). Patrick Geddes Karakteristik permukiman sebagai suatu kawasan memiliki unsur yaitu: 1. ruang kehidupan (shells). work (tempat kerja). alam (nature). 2. yakni 1. dan 5. 3. 4. 3.

Penyempurna. Wisma. 5. Marga. tempatr ekreasi/hiburan. Suka. 2.STRUKTUR PEMBENTUK TATA RUANG KOTA Kus Hadinoto (1970 – an) mengadaptasinya menjadi 5 unsur pokok. Karya: tempat bekerja (kegiatan usaha). prasarana dan sarana. . 3. yaitu: 1. tempat tinggal(perumahan). 4. jaringan pergerakan jalan jaringan .

dokter. juga ahli meteorologi dan filsuf dan dianggap sebagai "ayah" dari perencanaan kota.408 SM) adalah seorang arsitek. Dia lahir di Miletus dan hidup pada abad ke-5 SM Menurutnya : dalam perencanaan kota secara fisik dimana suatu kota harus tertata secara rectangular street system (gridiron pattern) yang membuat kota terbentuk secara geometris. matematikawan Yunani. perencana kota.Filsuf Tentang Pola Ruang POLA GRID Hippodamus (498 SM . Selain itu ia juga mengembangkan konsep pusat perdagangan kota di tengah rectangular area tersebut . Dengan membuat rencana Hippodamian plan of city layout (rencana jaringan).

Oleh karena semua bagianbagiannya berkembang ke segala arah. Masing-masing zona tumbuh sedikit demi sedikit ke arah luar. Burgess Pada Tahun 1923 atas dasar study kasusnya mengenai morfologi kota Chicago.TEORI KONSENTRIS (THE CONSENTRIC THEORY) Dikemukakan oleh E. dengan daerah pusat kegiatan sebagai intinya.  Menurutnya : kota yang besar mempunyai kecenderungan berkembang ke arah luar di semua bagianbagiannya.  .W. maka pola keruangan yang dihasilkan akan berbentuk seperti lingkaran yang berlapis-lapis.

Model Pola Konsentris CBD (central Business District) Daerah Peralihan Daerah Permukiman Kelas Proletar Daerah Permukiman Kelas Menengah Zona Penglaju .

Contoh Kota Konsentris MADINAH adalah sebuah kota modern di Hijaz wilayah barat Arab Saudi . dan ibukota Provinsi Al Madinah CBD Ciri kota Konsentris ditandai dengan adanya CBD yang menjadi pengaruh pembentukan pola yang memusat .

CBD FACTORIES/ INDUSTRY LOW CLASS RESIDENTIAL MIDLE CLASS RESIDENTIAL HIGH CLASS RESIDENTIAL . Hoyt berkesimpulan bahwa proses pertumbuhan kota lebih berdasarkan sektor-sektor daripada sistem gelang atau melingkar sebagaimana yang dikemukakan dalam teori Burgess.TEORI SEKTOR Teori ini muncul berdasarkan penelitian Homer Hoyt pada tahun 1930-an.

TEORI SEKTOR .

Contoh Kota Sektoral CBD Kota Newcastle adalah kota yang terletak di Tyne & wear Ingris Timur CBD Pabrik Ciri kota Sektoral adalah Daerah industri berkembang sepanjang lembah sungai dan jalur lintasan kereta api. Dan beragamnya jenis kegiatan S. Pendidikan Taman Kota Perdagangan Permukiman Rel Kereta .

Teori ni juga beranggapan bahwa tidak ada urutan-urutan yang teratur dari zonezone seperti yang dianggap oleh teori konsentris .1945 Dalam teori ini pola keruangannya tidak konsentris dan seolah olah merupakan inti yang berdiri sendiri.Teori Inti Ganda (Multiple Nucleus Theory) Dikemukakan oleh Harris dan Ullman.

• Polycentric City Perkembangan kota mengakibatkan pelayanan oleh satu pusat pelayanan tidak efisien lagi. dan hanya mempunyai satu pusat pelayanan yang sekaligus berfungsi sebagai Central Bussines District(CBD). Fungsi pelayanan CBD diambil alih oleh pusat pelayanan baru yang dinamakan sub pusat kota (regional centre) atau pusat bagian wilayah kota. Kota – kota yang bertambah besar membutuhkan lebih dari satu pusat pelayanan yang jumlahnya tergantung pada jumlah penduduk kota.angsur berubah dari pusat pelayanan retail (eceran) menjadi komplek perkantoran komersial yang daya jangkauan pelayanannya dapat mencakup bukan hanya wilayah kota saja. . Sementara itu secara berangsur. 2005:103-105) • Monocentric City adalah kota yang belum berkembang pesat. jumlah penduduknya belum banyak.BENTUK STRUKTUR RUANG KOTA (Sinulingga. tetapi wilayah sekeliling kota yang disebut juga wilayah pengaruh kota.

yaitu bagian kota yang tadinya dilayani oleh CBD waktu kota belum berkembang dan setelah berkembang sebagian masih dilayani oleh CBD tetapi sebagian lagi dilayani oleh sub pusat kota.BENTUK STRUKTUR RUANG KOTA (Sinulingga. 2. Urban fringe (kawasan perbatasan kota). 3. yaitu pinggiran kota yang secara berangsurangsur tidak menunjukkan kota lagi. yaitu pusat kota lama yang telah menjadi kompleks perkantoran. 4. Sub pusat kota. yaitu bagian yang merupakan perluasan wilayah kegiatan kota dan dilayani sepenuhnya oleh sub pusat kota. 5. Inner suburb (kawasan sekeliling CBD). melainkan mengarah ke bentuk pedesaan (rural area). 2005:103-105) CBD dan beberapa sub pusat kota atau pusat bagian wilayah kota (regional cenre) akan membentuk kota menjadi polycentric city atau cenderung seperti multiple nuclei city yang terdiri dari: 1. CBD. yaitu pusat pelayanan yang kemudian tumbuh sesuai perkembangan kota. . Outer suburb (pinggiran kota).

4. Sub-sub pusat selain terhubung langsung dengan sub pusat juga terhubung langsung dengan pusat. tetapi semuanya membentuk satu kesatuan sistem dalam pelayanan penduduk wilayah metropolitan.BENTUK STRUKTUR RUANG KOTA (Sinulingga. Non Centered . Multi Centered Terdiri dari beberapa pusat dan sub pusat yang saling terhubung satu sama lain. 3. • Model struktur ruang : 1. Multi Nodal Terdiri dari satu pusat dan beberapa sub pusat dan sub-sub pusat yang saling terhubung satu sama lain. Mono Centered Terdiri dari satu pusat dan beberapa sub pusat yang tidak hubung antara sub pusat yang satu dengan sub pusat yang lain. 2005:103-105) • Kota Metropolitan Kota besar yang dikelilingi oleh kota-kota satelit yang terpisah cukup jauh dengan urban fringe dari kota tersebut. 2.

MODEL STRUKTUR RUANG KOTA Sumber: Sinulingga (2005) Sumber: Wiegen (2005) .

2. Bentuk Stellar atau Radial (stellar or radial plans). kota berkembang di sepanjang jalan utama yang melingkar. 3. Bentuk Cincin (circuit linier or ring plans). tiap lidah dibentuk pusat kegiatan kedua yang berfungsi memberi pelayanan pada areal perkotaan yang menjorok ke dalam direncanakan sebagai jalur hijau dan berfungsi sebagai paru-paru kota. . Bentuk Satelit dan Pusatt – Pusat Baru (Satelite and Neighbour Plans) kota utama dengan kota-kota kecil akan dijalin hubungan pertalian fungsional yang efektif dan efisien. tempat rekreasi dan olahraga bagi penduduk kota. di bagian tengah wilayah dipertahankan sebagai daerah hijau terbuka.POLA PERKEMBANGAN KOTA Hudson dalam Yunus (1999) 1.

Bentuk Kota Bawah Tanah (underground city plans). di pinggir jalan biasanya ditempati bangunan komersial dan di belakangnya ditempati permukiman penduduk. struktur perkotaannya dibangun di bawah permukaan bumi sehingga kenampakan morfologinya tidak dapat diamati pada permukaan bumi. perkembangan kota biasanya lebih didominasi oleh perkembangan vertikal sehingga memungkinkan terciptanya konsentrasi banyak bangunan pada areal kecil. 6. . Bentuk Linier Bermanik (bealded linier plans). di daerah atasnya berfungsi sebagai jalur hijau atau daerah pertanian yang tetap hijau. pusat perkotaan yang lebih kecil tumbuh di bagian kanan – kiri pusat perkotaan utamanya. pertumbuhan perkotaan hanya terbatas di sepanjang jalan utama maka pola umumnya linier.POLA PERKEMBANGAN KOTA Hudson dalam Yunus (1999) 4. 5. Bentuk Inti/Kompak (the core or compact plans).

POLA PERKEMBANGAN KOTA Bentuk satelit dan pusat-pusat baru (satelite and neighbourhood plans) Bentuk stellar atau radial (stellar or radial plans) Bentuk cincin (circuit linier or ring plans) Bentuk linier bermanik (bealded linier plans) Bentuk inti/kompak (the core or compact plans) Bentuk memencar (dispersed city plans) .

misal : Kota sebagai simpul distribusi. dan lainnya 2.Faktor-faktor yang mempengaruhi Perkembangan Kota Meliputi : 1. pelayanan sosial dan lainnya . Fungsi Kota. Tapak / Site / Topografi 3. Keadaan Geografis yang mempengaruhi fungsi dan bentuk fisik kota. Unsur-unsur umum : bentuk pemerintahan dan organisasi administratif. perekonomian lebih kuat 4. Sejarah dan Kebudayaan 5. kota pelabuhan. Kota dengan banyak fungsi.

sebaliknya penduduk yang tinggal di daerah rawa. kebutuhan akses jalan menjadi yang terpenting (Trade Follow the Trip) 2.harga tanah akan naik !!!! . Penduduk dapat tinggal sebelum prasarana ada (Trip Follow the Trade). Penarik perkembangan kota adalah jalan. Adanya Tuntutan kebutuhan yang berbeda. air bersih dan listrik --.Hubungan Pembangunan Prasarana Kota dengan Pengembangan Kota 1.

Dampak Infrastruktur terhadap Pembangunan Ekonomi Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Mempengaruhi marginal productivity of private capital • Investasi publik komplementer terhadap investasi swasta Kontribusi terhadap peningkatan Kualitas Hidup • Menciptakan amenities dalam lingkungan fisik • Dampak Kesejahteraan Masyarakat .

proses dan output. produktif dan berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan keseimbangan antar wilayah. Propinsi maupun Kabupaten/Kota sehingga menghasilkan output berupa Rencana Tata Ruang yang menyeluruh . sosial budaya seperti demografi sebaran penduduk. • Proses perencanaan tata ruang dapat dijelaskan dengan pendekatan sistem yang melibatkan input. • Input yang digunakan adalah keadaan fisik seperti kondisi alam dan geografis. ekonomi seperti lokasi pusat kegiatan perdagangan yang ada maupun yang potensial dan aspek strategis nasional lainnya.PERAN TATA RUANG DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR • Rencana Tata Ruang merupakan bentuk intervensi yang dilakukan agar terwujud alokasi ruang yang nyaman. • Keseluruhan input ini diproses dengan menganalisis input tersebut secara integral baik kondisi saat ini maupun kedepan untuk masingmasing hirarki tata ruang Nasional.

.

.

• Rencana tata ruang yang ada dapat diwujudkan dalam bentuk pemanfaatan ruang yang sesuai dengan karakteristik wilayah yang ada. .PERAN TATA RUANG DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR • Pembangunan infrastruktur merupakan kebutuhan turunan sebagai konsekuensi logis dari perencanaan tata ruang. agar tidak terjadi penyalahgunaan lahaninfrastruktur juga dapat berfungsi sebagai alat dalam pengendalian pemanfaatan ruang maupun pengembangan yang tidak sesuai dengan rencana. dimana infrastuktur merupakan unsur pembentuk struktur ruang wilayah. • Dalam hal ini. • Dengan demikian kawasan yang dalam rencana diperuntukkan sebagai kawasan lindung tidak dapat dimanfaatkan sebagai kawasan budidaya. karena infrastruktur yang dibutuhkan tidak tersedia.

Papua dan seluruh NTT .PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR NASIONAL Pembangunan infrastruktur berbasis kondisi tingkat perkembangan wilayah dikelompokkan dalam tiga kategori :  Kawasan Telah Berkembang yang secara ekonomi telah berkembang meliputi pulau Jawa. Bali dan Sumatera  Kawasan Sedang Berkembang dengan wilayah meliputi pulau Kalimantan. Sulawesi dan NTB  Kawasan Pengembangan Baru meliputi kepulauan Maluku.

.

Ketersediaan air. 3. Pasokan serta distribusi listrik. 2. berdasarkan pada: 1. pusat-pusat kegiatan yang membentuk kota membutuhkan jaringan infrastruktur yang dapat memberikan pelayanan terhadap aktivitas ekonomi yang ada dan menjadi kekuatan pembentuk struktur ruang pada kawasan tersebut Kota-kota dunia dengan infrastruktur terbaik. Kemacetan lalu lintas dan 5. 4. Frekuensi penerbangan internasional dari bandar udara lokal. Transportasi publik. telepon dan layanan surat. .PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KOTA Dalam pengembangan kawasan yang berorientasi ekonomi.

MTR (Mass Transit Railway) bisa dikatakan sebagai yang terbaik di dunia. Sebuah laporan menyatakan bahwa sebanyak 90 persen perjalanan di Hong Kong dilakukan pada MTR. Sistem Metro di Hong Kong.PERINGKAT NEGARA-NEGARA DENGAN INFRASTRUKTUR TERBAIK Fasilitas Penelitian dan Demonstrasi Bioenergi pada University of British Columbia (UBC) disebut sebagai 1 dari 100 proyek infrastruktur perkotaan paling inovatif dan inspiratif oleh KPMG. Infrastruktur yang paling menonjol di Singapore tentu saja adalah bandar udaranya. bahkan bandar udara ini memiliki kolam renang sendiri!! . Proyek energi bersih dari UBC akan menjadi sistem pembangkit panas dan energi berbahan bakar biomassa yang beroperasi pada skala masyarakat pertama di dunia.

PERINGKAT NEGARA-NEGARA DENGAN INFRASTRUKTUR TERBAIK CHANGI AIRPORT (SWIMMING POOL) .

PERINGKAT NEGARA-NEGARA DENGAN INFRASTRUKTUR TERBAIK SOEKARNO-HATTA AIRPORT (MASTER PLAN) .

telepon dan layanan surat Jumlah Pelanggan PDAM Per Total Jumlah Rumah Rasio Telepon Seluler Per Jumlah Penduduk Jumlah Pelanggan PDAM Per Luas Wilayah Jumlah Rumah Pengguna Sumber Air Baku selain PDAM Jumlah Surat Per bulan yang didistribusikan oleh Kantor Pos 3 Transportasi Publik Jenis dan Jumlah Angkutan Publik Yang Melayani Kota Persentase Luas Wilayah Yang Terakses dengan angkutan publik Panjang Jalan Terakses Angkutan Publik Per Luas Wilayah Panjang Jalan Terakses Angkutan Publik Per Jumlah Penduduk 4 Kemacetan Lalu Lintas Panjang Jalan Rawan Kemacetan Per Total Panjang Jalan Kota Jumlah Titik Rawan Kemacetan Ketersediaan Fasilitas Non Motorized Transportation Panjang Jalan dengan kategori Berkeselamatan 5 Frekuensi Penerbangan dari bandara lokal Rata-Rata Jumlah Penumpang Per bulan Per Jumlah Penduduk Frekuensi penerbangan Per hari Rata-Rata Berat Barang yang Ditangani Per bulan .PENILAIAN INFRASTRUKTUR KOTA NO VARIABEL INDIKATOR 1 Pasokan dan distribusi Listrik Jumlah SR Per Jumlah Penduduk Total KWH Per Jumlah Penduduk Jumlah SR Per Luas Wilayah Total KWH Per Luas Wilayah 2 Ketersediaan air.

TUGAS KELOMPOK • • • • SATU KELOMPOK TERDIRI DARI 4 ORANG MASING-MASING KELOPOK MENGEVALUASI PERINGKAT KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR WILAYAH PADA MASING-MASING KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA (GUNAKAN STANDAR PENILAIAN YANG SAMA DAN BERSIFAT OBYEKTIF) HASIL TEMUAN (PEMBOBOTAN PERINGKAT INFRASTRUKTUR) KELOPOK YANG SATU DIDISKUSIKAN DENGAN KELOMPOK YANG LAIN UNTUK MEMPEROLEH PERINGKAT RELATIF DARI MASINGMASING KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA. . HASIL TEMUAN INI DIBUATKAN PROPOSAL INISIATIF DARI KELAS INI KEPADA PIHAK PASCA SARJANA (CQ PRODI PPW) DENGAN TUJUAN UNTUK MEMBERIKAN REWARD KHUSUS KEPADA MASING-MASING KOTA/KABUPATEN DENGAN PERINGKAT TERBAIK PADA SAAT DIES NATALIS UNHALU.

Yogyakarta: Geography Faculty of Gadjah Mada University Yunus. Program Pasca sarjana. Subject Matter dan Metode Penelitian Geografi Permukiman Kota . 2006. 2008. Dinamika Area Peri Urban: Faktor Penentu Masa Depan Kota. Universitas Hasanuddin. Yunus. Prodi Manajemen Perkotaan. Hadi Sabari . 2005. Peran Prasarana dan Sarana Dasar Perkotaan Dalam Perencanaan Kota (Materi Kuliah Perencanaan Prasarana Wilayah dan Perkotaan). Struktur Spasial Perkotaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Yunus. Teori Pola Keruangan (Tugas mata kuliah Filsafat Ilmu). Manajemen Kota : Perspektif Spasial. Hadi Sabari . Yogyakarta: Pustaka Pelajar Yunus. Yogyakarta: Pustaka Pelajar . Fuad AR. Hadi Sabari. 2007. Hadi Sabari.REFERENSI Anonim. Hasanuddin.