You are on page 1of 3

"PERKEMBANGAN ANTROPOLOGI HUKUM

"
 Awal pemikiran antropologis tentang hukum dimulai dengan studi-studi yang
dilakukan oleh kalangan ahli antropologi, bukan dari kalangan sarjana hukum.
 Awal kelahiran antropologi hukum biasanya diakitkan dengan karya klasik, Sir Henry
Maine yang bertajuk The Ancient Law, yang diterbitkan pertama kali pada tahun
1861.
Secara umum, tema jakian atau teori-teori antropologi hukum dapat dikelompokkan menjadi
3 fase, yaitu :
1. Teori Evolusionisme
2. Teori Fungsionalisme
3. Teori Pluralisme
1. Teori Evolusionisme
 Merupakan awal erkembangnya antropologi hukum
 Tema-tema kajian yang dominan pada fase in adalah berkisar pada eksistensi hukum
 Perspektif pada fase ini adalah adanya anggapan bahwa hukum berevolusi atau
berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakatnya
 Sir Henry Maine dalam bukunya The Ancient Law, perkembangan hukum
enyesuaikan perkembangan masyarakat
 Dimulai pada zaman purba, masyarakat suku dan masyarakat wilayah bersama.
 Masyarakat purba adalah masyarakat yang:
1. Masih disibukkan sengan urusan makanan dan melangsungkan keturunan
2. Belum ada hukum
 Masyarakat Suku, mempunyai ciri :
1. Menyadari bahwa mereka berasal dari keturunan yang sama
2. Membentuk ikatan hubungan darah yang disebut masyarakat suku atau tribal
society
3. Belum ada hukum, namun dikatakan ada hukum jika hukum tersebut berlau
secara kontinyu bukan secara insidental
Pada masyarakat suku kemudian timbul kesadaran baru bahwa suku-suku yang ada bertempat
tinggal pada teritorial bersama. sehingga terbentuk masyarakat sedaerah atau masyarakat
yang timbul pada suatu daerah yang sama.
pada fase ini, sudah terbentuk pemerintahan baik yang monarkhi ataupun republik.
Dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
 Masyarakat wilayah bersama yang statis, memiliki hukum yang masih sederhana.
 Masyarakat wilayah bersama yang dinamis, memiliki hukum dengan bentuj yang
sudah kompleks dan modern.
JJ. Bachoften - Das Mutterecht (1861)


Perkembangan masyarakat dimulai dari Gemeinschaft menuju Gesselschaft
Gemeinschaft adalah suatu masyarakat yang masih menjunjung tinggi semangat
kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong -royong.
Bentuk hukum dari masyarakat gemeinschaft adalah mengikuti masyarakatnya,
artinya hukum yang terbentuk masih mengutamakan hal-hal yang sifatnya komunal.

Hukum yang terbentuk menempatkan kepentingan pribadi. namun hukum harus diberi pengertian yang luas. maka hal tersebut dikarenakan adanya sikap taat adat yang spontan dan otomatis. "Apakah ada masyarakat yang tidak dalam bingkai Negara?" Secara de facto atau faktanya ada. Masyarakat dinamsi FASE FUNGSIONALISME  "Apakah hukum itu?"  "Apakah setiap masyarakat memunyai hukum?" 1. karena Negaralah yang mempunyai pranata-pranata hukum. Dan untuk masyarakat yang tidak bernegara dapat dikatakan tidak ada hukum. Menurut Bronislaw Malinowski  Crime and Punishment in Ssavage Society 1926. individualisme dan ekonomis dalam kehidupannya. Masyarakat teritorial statis (berada di wilayah Eropa dan Amerika Utara) Masyarakat Tradisional 2. yaitu sebagai suatu sistem pengendalian sosial (legal order system) yang didasarkan pada prinsip timbal balik principle of reprocity) dan publisitas (principle of publicity) yang secara empiris berlangsung dalam kehidupan masyarakat. (Automatic spontaneus submission to tradition) Adat bukanlah hukum. bahwa hukum suatu Negara tidak mencapai keseluruhan wilayahnya. bukan karena adanya hukum. dan terjadi dalam kenyataan. Jikapun masyarakat bisa tertib. yang mutlak digunakan untuk menjaga keteraturan masyarakat. . rasionali dan ekonomis diatas kepentingan bersama. Menurut Radcliffe Brown  Hukum adalah suatu sistem pengendalian sosial yang muncul dalam kehidupan masyarakat yang berada didalam suatu pembangunan Negara. namun hanya bersifat kebiasaan-kebiasaan. Materi Tanggal 12 November 2013 Masyarakat Teritorial dapat dibagi menjadi dua. yaitu : 1. sehingga hukum hanya ada pada masyarakat yang bernegara.  Hal itu disebabkan karena hanya dalam suatu organisasi sosial seerti Negara terdapat pranata hukum. 2. penjara dan lainnya. adalah suatu masyarakat yang lebih mengutamakan rasionalisme. seperti polisi.  Gesselschaft. "Hukum hanya ada pada masyarakat yang bernegara" Hal itu disebabkan karena hanya negara yang memiliki pranata-pranata hukumnya. pengadilan.  Hukum ditaati bukan karena adanya tradisi ketaatan yang bersifat otomatis.

ang telah menegakkan ualng menjasi institusi hukum untuk mencapai tujuan agar kehidupan masyarakat berfungsi dan teratur. Studies in The Antropology of Confflict. Dikatakan bahwa resiprositas berada pada basis kebiasaan. hal ini bertentangan dengan pendapat Radcliffe Brown. Prinsip Publisitas (Prinsip bahwa hukum harus diketahui oleh semua orang) Masyarakat bisa tertib bukan disebabkan karena adanya taat adat secara otomatis. Mekanisme resiprositas dan publisitas sebagai kriteria untuk mengatur hak dan kewajiban dalam masyarakat. Pronsipil menganggap bahwa hukum adalah suatu aktivitas kebudayaan yang berfungsi ebagai alat untuk mengendalikan sosial. yang mencangkup kebiasaan. 3. melalui tahapanyang disebut sebaga double institunationalization of norm / kelembagaan kembali hukum. hal tersebut merupakan azas timbal balik yang terdapat dalam hukum. dan pihak lain harus memenuhi kewajiban. dimana salah satu pihak mendapat hak. yaitu hak dan kewajiban. 4.  Hukum harus dibedakan dengan tradisi / tradition / kebiasaan Pengertian hukum yaitu : Peraturan yang emencerminkan tingkah yang seharusnya (ought) dilajukan daam hubunganya dengan individu. Leopard Prospisil Berpendapat bahwa pengertian hukum menurut Malinowski terlalu luas. Prinsip Reciprositas (Prinsip timbal balik) 2. Kebiasaan dapat sejalan dengan hukum. .. Hukum menciptakan dua hal. yang pada dasarnya bukanlah hukum. namun hanya merupakan kebiasaan (custom) untuk menjaga keteraturan sosial. kewajiban mengenai aspek religi dan kewajiban yang bersifat moral dalam kehidupan masyarakat. tetapi kebiasaan yang telah dilembagakan sebagai norma hukum. namun dapat juga bertentangan dengan hukum.  Pengertian hukum menurut Paul Bohan Nan Hukum adalah seperangkat kewajiban yang dipandang sebagai hak warga masyarakat dan kewajiban bagi warga masyarakat lain. yaitu prinsip-prinsip sebagai berikut: 1.Sebenarnya hukum ada disetiap masyarakat. ditemukan prinsip-prinsip yang ada didalam hukum. Paul Boha Nan  Law and Warfare. Kebiasaan yaitu seperangkat norma yang diwujudkan dalam tingkah laku dan berlangsung dalam kurun waktu yang lama.