You are on page 1of 10

Virus Herpes

1. Penyakit herpes
Penyakit herpes adalah radang kulit yang ditandai dengan pembentukan gelembung
gelembung berkelompok. Gelembung gelembung ini berisi air pada dasar peradangan.
Professor george kinghom, genitourinary, medicine consultant di royal hallamshire hospital
mengatakan bahwa semua orang dewasa berpotensi untuk terinfeksi virus herpes, ada yang
disertai dengan beberapa gejala dan ada juga tanpa menunjukkan gejala.
Berbicara tentang penyakit herpes tak terlepas dari virus yang merupakan mahluk
setengah hidup dan berkembang biak dari bahan bahan sel mahluk hidup lainnya. Untuk
menghindari serbuan dari sistem kekebalan tubuh, dia akan masuk keserabut syaraf dan
membuat dirinya dalam keadaan tidak aktif. Akibatnya sistem kekebalan tubuh akan suli
untuk mendeteksinya.
Meski ada obatnya akan tetapi akan sulit untuk menyembuhkannya karena herpes
berpotensi mengalami reaktivasi (kembali membelah). Terdapat beberapa kondisi yang bisa
memicu terjadinya reaktivasi herpes diantaranya adalah : stress, kelelahan yang berlebihan
dan menstrulasi. Penyakit herpes pun sangat bervariasi. Bila dalam keadaan akut bisa
menyebabkan perasaan kulit sangat nyeri dan terbakar atau sebaliknya pasien tidak tahu sama
sekali bila dirinya telah terjangkit virus herpes karena dalam beberapa kondisi bersifat silent.
Penyakit herpes simpleks dapat muncul dalam berbagai cara sehingga cara terbaik
untuk memastikan jika seseorang menderita penyakit herpes maka dapat melakukan sebuah
test yang test TORCH (Toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simpleks tipe 2)
atau dengan mendatangi klinik untuk kesehatan sexual dengan melakukan test laboratorium
dari sampel darah karena jika seseorang telah terinfeksi dengan mikroorganisme tertentu
maka didalam darah akan terdapat antibodi dimana memiliki kemampuan untuk mendeteksi
antigen asing yang berasal dari mikroorganisme sehinggan dengan menjalani tes laboratorium
tersebut seseorang dapat mengetahui jenis herpes apa yang dialami.
2. Test Penyakit Herpes
Herpes test dilakukan untuk menemukan virus herpes yang disebut Herpes Simplex
Virus (HSV). HSV 2 ini juga bisa menginfeksi bayi yang baru lahir jika dia dilahirkan secara
normal dari ibu penderita herpes. Virus ini juga sesekali muncul di mulut. Dalam kasus yang
langka, HSV dapat menimbulkan infeksi di bagian tubuh lainnya seperti di mata dan otak.
Test HSV sebagian besar dilakukan hanya untuk mereka yang menderita HSV-2.
Untuk mengetahui apakah luka yang diderita akibat HSV, maka tes yang lain perlu dilakukan.
Cara ini adalah cara yang paling populer ditempuh untuk menemukan jenis virus herpes
genital.

Tes ini menemukan tanda-tanda pada permukaan sel yang terinfeksi oleh virus
herpes.Tes ini dilakukan bersamaan dengan tes kultur jaringan. Tes ini bisa mengungkap
perbedaan antara HSV-1 dan HSV-2. Dalam kasus yang langka, herpes ini juga menginfeksi
jaringan otak.
Tes antibodi, tes darah dapat menemukan antibodi yang berasal dari sistem
kekebalan tubuh untuk menghajar infeksi penyakit herpes. Gejala ini datang dan pergi untuk
beberapa waktu. Saat ini FDA sudah meluncurkan obat yang aman digunakan.
3. Cara Menghindari Penyakit Herpes
Untuk menghindari terjangkitnya penyakit herpes maka sebaiknya anda melakukan
beberapa hal berikut:
a. Menjaga kebersihan organ genetalia atau alat kelamin pria dan wanita
b. Melakukan vaksinasi/imunisasi. Pada anak sehat usia 1 12 tahundiberikan
satu kali. Imunisasi dapat diberikan satu kali lagi pada masa pubertas untuk memantapkan
kekebalan menjadi 60 persen 80 persen. Setelah itu, untuk menyempurnakannya, berikan
imunisasi sekali lagi saat dewasa. Kekebalan yang didapat ini bisa bertahan sampai 10 tahun
c.
gunakan jarum suntik yang baru jika anda sdang dalam proses yang
mengharuskan menggunakan jarum suntik
d. Hindari kontak langsung dengan penderita PMS
e. Hindari sex bebas atau bergonta-ganti pasangan
4. Macam-macam Penyakit Herpes
a. Penyakit Cacar (Herpes)
Penyakit Cacar atau yang disebut sebagai 'Herpes' oleh kalangan medis adalah
penyakit radang kulit yang ditandai dengan pembentukan gelembung-gelembung berisi air
secara berkelompok. Penyakit Cacar atau Herpes ini ada 2 macam golongan, Herpes
Genetalis dan Herpes Zoster.
Herpes Genetalis adalah infeksi atau peradangan (gelembung lecet) pada kulit
terutama dibagian kelamin (vagina, penis, termasuk dipintu dubur/anus serta pantat dan
pangkal paha/selangkangan) yang disebabkan virus herpes simplex (VHS), Sedangkan
Herpes Zoster atau dengan nama lain 'shingles' adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh
virus varicella-zoster yang menimbulkan gelembung cairan hampir pada bagian seluruh
tubuh.
Herpes zoster juga dikatakan penyakit infeksi pada kulit yang merupakan lanjutan
dari pada chickenpox (cacar air) karena virus yang menyerang adalah sama, Hanya terdapat
perbedaan dengan cacar air. Herpes zoster memiliki ciri cacar gelembung yang lebih besar
dan berkelompok pada bagian tertentu di badan, bisa di bagian punggung, dahi atau dada.

a.1. Cara Penularan Penyakit Cacar (Herpes)


Secara umum, seluruh jenis penyakit herpes dapat menular melalui kontak
langsung. Namun pada herpes zoster, seperti yang terjadi pada penyakit cacar (chickenpox),
proses penularan bisa melalui bersin, batuk, pakaian yang tercemar dan sentuhan ke atas
gelembung/lepuh yang pecah. Pada penyakit Herpes Genitalis (genetalia), penularan terjadi
melalui prilaku sex. Sehingga penyakit Herpes genetalis ini kadang diderita dibagian mulut
akibat oral sex. Gejalanya akan timbul dalam masa 7-21 hari setelah seseorang mengalami
kontak (terserang) virus varicella-zoster.
Seseorang yang pernah mengalami cacar air dan kemudian sembuh, sebenarnya
virus tidak 100% hilang dari dalam tubuhnya, melainkan bersembunyi di dalam sel ganglion
dorsalis sistem saraf sensoris penderita. Ketika daya tahan tubuh (Immun) melemah, virus
akan kembali menyerang dalam bentuk Herpes zoster dimana gejala yang ditimbulkan sama
dengan penyakit cacar air (chickenpox). Bagi seseorang yang belum pernah mengalami cacar
air, apabila terserang virus varicella-zoster maka tidak langsung mengalami penyakit herpes
zoster akan tetapi mengalami cacar air terlebih dahulu.
a.2. Tanda dan Gejala Penyakit Cacar (Herpes)
Tanda dan gejala yang timbul akibat serangan virus herpes secara umum adalah
demam, menggigil, sesak napas, nyeri dipersendian atau pegal di satu bagian rubuh,
munculnya bintik kemerahan pada kulit yang akhirnya membentuk sebuah gelembung cair.
Keluhan lain yang kadang dirasakan penderita adalah sakit perut.
a.3. Penanganan dan Pengobatan Penyakit Cacar (Herpes)
Pada penderita penyakit cacar hal yang terpenting adalah menjaga gelembung
cairan tidak pecah agar tidak meninggalkan bekas dan menjadi jalan masuk bagi kuman lain
(infeksi sekunder), antara lain dengan pemberian bedak talek yang membantu melicinkan
kulit. Penderita apabila tidak tahan dengan kondisi hawa dingin dianjurkan untuk tidak
mandi, karena bisa menimbulkan shock.
Obat-obatan yang diberikan pada penderita penyakit cacar ditujukan untuk
mengurangi keluhan gejala yang ada seperti nyeri dan demam, misalnya diberikan
paracetamol. Pemberian Acyclovir tablet (Desciclovir, famciclovir, valacyclovir, dan
penciclovir) sebagai antiviral bertujuan untuk mengurangi demam, nyeri, komplikasi serta

melindungi seseorang dari ketidakmampuan daya tahan tubuh melawan virus herpes.
Sebaiknya pemberian obat Acyclovir saat timbulnya rasa nyeri atau rasa panas membakar
pada kulit, tidak perlu menunggu munculnya gelembung cairan (blisters).
Pada kondisi serius dimana daya tahan tubuh sesorang sangat lemah, penderita
penyakit cacar (herpes) sebaiknya mendapatkan pengobatan terapy infus (IV) Acyclovir.
Sebagai upaya pencegahan sebaiknya seseorang mendapatkan imunisasi vaksin varisela
zoster. Pada anak sehat usia 1 - 12 tahun diberikan satu kali. Imunasasi dapat diberikan satu
kali lagi pada masa pubertas untuk memantapkan kekebalan menjadi 60% - 80%. Setelah itu,
untuk menyempurnakannya, berikan imunisasi sekali lagi saat dewasa. Kekebalan yang
didapat ini bisa bertahan sampai 10 tahun.
b. Herpes Mulut
Infeksi Herpes Mulut Primer (Gingivostomatitis Herpetik Primer, Herpes Labialis)
adalah suatu infeksi awal oleh virus herpes simpleks yang dengan segera bisa menyebabkan
terbentuknya luka yang terasa nyeri di gusi dan bagian mulut lainnya. Herpes Sekunder
(Herpes Labialis Berulang) adalah suatu reaktivasi (pengaktivan kembali) virus lokal yang
menyebabkan terbentuknya cold sore (luka di dekat mulut akibat demam). Ini semua karena
disebabkan oleh virus herpes simpleks.
b.1. Gejala Herpes Mulut
Secara khusus, seorang bayi mendapatkan virus herpes simpleks dari orang dewasa
yang memiliki cold sore. Infeksi awal pada bayi ini (herpes primer) menyebabkan
peradangan gusi biasa dan sakit mulut yang luar biasa. Bisa terjadi demam, pembengkakan
kelenjar getah bening di leher dan tidak enak badan; sehingga anak menjadi rewel.
Sebagian besar kasus bersifat ringan dan menghilang dengan sendirinya. Orang tua
seringkali menduganya sebagai akibat dari pertumbuhan gigi atau penyakit lainnya.
Dalam 2-3 hari, timbul lepuhan yang sangat kecil (vesikel) di mulut. Vesikel ini
mungkin tidak disadari karena mereka segera pecah dan meninggalkan luka terbuka di mulut.
Rasa sakit dirasakan di seluruh mulut, terutama gusi. Seminggu kemudian anak akan
membaik, tetapi virus herpes simpleks tetap berada dalam tubuhnya, dan infeksi sering
berulang di kemudian hari (herpes sekunder). Infeksi awal menyebabkan sakit yang
menyebar di mulut, tetapi infeksi ulangan biasanya menyebabkan timbulnya cold sore (fever
blister, lepuhan yang timbul karena demam). Infeksi ulangan biasanya dipicu oleh:
Sengatan matahari pada bibir

Demam
Cuaca dingin
Alergi makanan
Cedera di mulut
Pengobatan gigi
Kecemasan
1-2 hari sebelum timbulnya lepuhan, penderita merasakan kesemutan atau rasa
tidak nyaman (gejala prodroma) pada daerah dimana lepuhan akan muncul. Perasaan ini sulit
untuk diungkapkan, tetapi mudah dikenali pada seseorang yang sebelumnya menderita
herpes.
Luka terbuka bisa timbul di bibir bagian luar dan kemudian terbentuk keropeng. Di
dalam mulut, luka ini paling sering ditemukan di langit-langit (palatum). Luka di mulut
berawal sebagai lepuhan-lepuhan kecil yang dengan segera akan bergabung dan membentuk
luka merah yang menimbulkan nyeri.
Pada sebagian besar penderita, infeksi ulangan dari herpes simpleks labialis
mungkin hanya menimbulkan sedikit gangguan nyeri, tetapi hal ini bisa berakibat fatal pada:
Penderita kelainan sistem kekebalan (misalnya AIDS)
Penderita yang menjalani kemoterapi
Penderita yang menjalani terapi penyinaran

Penderita
yang
menjalani
pencangkokan
sumsum
tulang.
Pada orang-orang tersebut, luka terbuka di mulut yang berukuran besar bisa mengganggu
makan dan penyebaran virus ke otak bisa berakibat fatal.
b.2. Diagnosa Herpes Mulut
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan hasil biakan dari
luka. Pemeriksaan fisik juga bisa menunjukkan adanya pembesaran kelenjar getah bening di
leher atau selangkangan. Tes Tzanck atau biakan virus dari luka di kulit bisa menunjukkan
adanya virus herpes.
b.3. Pengobatan Herpes Mulut
Tujuan pengobatan pada herpes primer adalah untuk mengurangi rasa sakit,
sehingga penderita bisa tidur, makan dan minum secara normal. Rasa nyeri bisa
menyebabkan anak tidak mau makan dan tidak mau minum; bila disertai demam, hal ini bisa
dengan segera menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Karena itu anak yang sakit
harus minum cairan sebanyak mungkin.
Untuk mengurangi nyeri pada penderita dewasa atau anak yang lebih besar, bisa
digunakan obat kumur anestetik (misalnya lidokain). Atau bisa juga digunakan obat kumur
yang mengandung baking soda. Pengobatan pada herpes sekunder akan efektif bila dilakukan

sebelum munculnya luka, yaitu segera setelah penderita mengalami gejala prodroma.
Mengkonsumsi vitamin C selama masa prodroma bisa mempercepat hilangnya cold sore.
Melindungi bibir dari sinar matahari secara kangsung dengan menggunakan topi
lebar atau dengan mengoleskan balsam bibir yang mengandung tabir surya, bisa mengurangi
kemungkinan timbulnya cold sore. Sebaiknya penderita juga menghindari kegiatan dan
makanan yang bisa memicu terjadinya infeksi ulangan. Penderita yang sering mengalami
infeksi ulangan bisa mengkonsumsi lisin.
Salep asiklovir bisa mengurangi beratnya serangan dan menghilangkan cold sore
lebih cepat. Balsam bibir seperti jelly petroleum dapat menghindari bibir pecah-pecah dan
mengurangi resiko tersebarnya virus ke daerah di sekitarnya.
Untuk mencegah terjadinya infeksi oleh bakteri, maka antibiotik diberikan kepada
penderita dewasa yang memiliki luka hebat. Untuk kasus-kasus yang berat dan untuk
penderita

yang

memiliki

kelainan

sistem

kekebalan,

bisa

diberikan

kapsul

asiklovir.Kortikosteroid tidak digunakan untuk mengobati herpes simpleks karena bisa


menyebabkan perluasan infeksi.
b.4. Pencegahan Herpes Mulut
Tindakan berikut bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya herpes labialis:
a) Menghindari kontak langsung dengan cold sore atau luka herpes lainnya.
b) Memperkecil kemungkinan terjadinya penularan secara tidak langsung dengan
cara mencuci benda-benda yang telah digunakan oleh penderita dengan air panas (lebih baik
direbus)
c)

Tidak memakai benda bersama-sama dengan penderita herpes, terutama ketika

lukanya sedang aktif


d) Menghindari faktor pencetus (misalnya sinar matahari).
c. Herpes Kelamin
Herpes kelamin adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh virud herpes
simpleks, herpes virus hominis, ada dua macam galur virus ini yang berkerabat dekat,
dinamakan tipe 1 dan tipe 2. Tipe 1 dikenal sebagai penyebab lepuh demam dibibir. Tipe 2
menyerang alat kelamin.
Infeksi kelamin oleh herpes yang pertama atau primer ditularkan lewat hubungan
kelamin. Setelah masa inkubasi selama 10 hari sampai 20 hari, situs yang terserang terasa
gatal atau panas dan terbentuklah lepuh. Lepuh ini terdapat pada batang pelir, bibir, alat
kelamin wanita, vagina, dan bagian-bagian kontak lainnya. Lepuh itu segera pecah dan
meninggalkan borok dangkal yang terasa pedih. Sindrom klinisnya meliputi demam dan
infeksi tubuh umum lainnya. Lepuh biasanya sembuh sendiri dalam waktu 10 sampai 14 hari.

Walaupun demikian, gejala-gejala herpes kelamin primer dapat kambuh kembali


tanpa adanya hubungan kelamin, frekuensi kambuhnya infeksi herpes berfariasi untuk
periode waktu tak tentu, infeksi ini cenderung lebih melumpuhkan dibandingkan dengan
infeksi primer.
Komplikasi herpes kelamin yang paling berbahaya ialah infeksi pada bayi yang
baru lahir selama proses persalinan. Pada umunya infeksi pada bayi sangat berbahaya dan
bahkan dapat mematikan. Adapun yang bertahan hidup mungkin hanya menderita kerusakan
pada sistem saraf pusat atau mata. Jika seorang ibu menderita herpes kelamin pada waktu
melahirkan, pembedahan perut untuk melahirkan anaknya dapat mempengaruhi kemungkinan
infeksi neonatal.
Telah dipertunjukkan adanya hubungan antara infeksi herpes kelamin dan kanker
leher rahim, walaupun belum dibuktikan bahwa kanker itu disebabkan oleh virus herpes.
Telah diperkirakan bahwa ada 300.000 kasus baru herpes kelamin setiap tahunnya diamerika
serikat.

Penyakit Herpes Pada Kelamin gejalanya ditandai munculnya gelembung kecil


berisi air, berkelompok,nyeri, dan pegal. Penyebabnya adalah virus.
Ada 2 macam herpes :
1. Herpes zoster, penyebabnya virus varisela zaoster. Virus ini dikenal sebagai
penyebab cacar air. Lokasi herpes jenis ini pada bagian tubuh tertentu dan
Sebelah saja. Dapat timbul pada kelamin, yang disebabkan penderita pernah
terkena cacar air sebelumnya.
2. Herpes simplek, disebabkan virus simplek, kalau tanpa mendapat pengobatan
biasanya menjadi sering
kambuh kambuhan. Timbul bisanya pada kondisi tubuh lemah akibat stres
emosi, kelelahan, kurang tidur, kurang makanan bergizi.
Semua penyekit herpes bersifat menular. Untuk herpes pada kelamin
penularannya terutama melalui hubungan seksual, dan bisa dengan sentuhan
atau air di wc yang mengandung virus. Oleh karena itu apabila ke wc terutama
wc umum siram sampai bersih baru digunakan.
Penderita herpes dalam kondisi hamil, apabila terjadi pada awal masa
kehamilan ( sebelum 4 bulan ) maka kemungkinan bayi yang dikandung akan
mengalami cacat atau keguguran, sedang penyakit herpes yang diketahui
munculnya pada saat menjelang kelahiran, kemungkinan dapat menular pada
bayi yang dilahirkan.
Penyakit herpes begitu muncul harus segera dikonsultasikan kepada dokter dan
minum obat yang diberikan sebelum 36 jam sejak munculnya gelembung yang pertama.

Pengobatan yang dilakukan setelah 36 jam sejak timbulnya gelembung pertama tidak akan
efektif, karena virus sudah tidak berada dalam darah, tetapi sdudah bersembunyi dalam sel
kulit, dan tidak terjangkau efek obat. Penderita herpes disarankan :
1. Tidak melakukan hubungan suami isteri saat sedang terkena atau kambuh
herpes.
2. Agar tidak kambuh harus mencegah stres emosional. fisik, jangan kelelahan.
3.
olah
raga
teratur
dan
istirahat
yang
cukup.

5. Obat Tradisional Untuk Penyakit Herpes


Obat tradisional tersebut ada di sekitar kita. Gratis dan sangat mudah diperoleh,
Obat penyakit herpes tradisional bernama daun sangjo.

Gambar 2. Daun Sangjo Obat Penyakit Herpes


Penggunaannya tumbuk saja daun sangjo sampai halus kemudian oleskan pada
bagian yang terserang herpes.
6. Perawatan dan Obat Modern
Bagaimana Herpes Diobati? Perawatan setempat untuk herpes zoster sebaiknya
termasuk membersihkan lukanya dengan air garam dan menjaganya tetap kering. Gentian
violet dapat dioleskan pada luka. Pengobatan baku untuk herpes simpleks adalah asiklovir
dalam bentuk pil dua kali sehari. Ada versi asiklovir lain dengan nama valasiklovir.
Valasiklovir dapat diminum sekali sehari, tetapi harganya jauh lebih mahal dibandingkan
asiklovir.
Obat baru sedang di uji coba. Uji coba fase II terhadap ME609 dari Medivir untuk
herpes mulut hampir selesai. PCL016 dari Novactyl untuk herpes oral dan kelamin sedang
dalam uji coba fase II. Obat ini tidak benar bisa menyembuhkan infeks herpes simpleks
hanya sedikit virus dapat diberantas dari tubuh kita oleh obat. Namun obat ini dapat

mengurangi lama dan parahnya jangkitan yang terjadi. Dokter mungkin meresepkan terapi
maintenance terapi antiherpes harian untuk orang dengan HIV yang mengalami HSV
kambuhan. Terapi ini dapat mencegah sebagian besar jangkitan kambuh.
Penyakit herpes dapat menyebabkan rasa nyeri (sakit) yang amat sangat. Rasa sakit
ini harus ditangani dengan baik, dengan memakai analgesik yang cukup untuk
menawarkannya. Apakah Herpes Dapat Dicegah? Penyebaran herpes sulit dicegah. Hal ini
sebagian karena sebenarnya banyak penderita herpes yang tidak tahu dirinya terinfeksi dan
dapat menularkannya. Orang yang tahu dirinya terinfeksi-pun mungkin tidak mengetahui
mereka dapat menularkan infeksi walaupun mereka tidak mempunyai luka herpes yang
terbuka.
Angka penularan dapat dikurangi dengan penggunaan kondom. Namun kondom
tidak dapat mencegah semua penularan. Infeksi dapat menulari dan ditulari dari daerah
kelamin yang agak luas lebih luas daripada yang ditutup oleh celana dalamdan juga di
daerah mulut. Bila orang dengan herpes minum valasiklovir setiap hari, mereka dapat
mengurangi risiko menulari herpes pada orang lain. Para peneliti sekarang mencari vaksin
untuk mencegah HSV. Satu calon vaksin menujukkan hasil yang baik terhadap HSV-2 pada
perempuan, tetapi tidak pada laki-laki. Belum ada vaksin yang disetujui untuk mencegah
infeksi HSV, tetapi penelitian terhadap vaksin untuk HSV berlanjut terus. EPILOG / GARIS
BESAR Herpes simpleks adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan herpes kelamin atau
luka demam di sekitar mulut.
Sebagian besar orang yang terinfeksi tidak mengetahui dirinya terinfeksi. Herpes
mudah menular dari orang ke orang waktu hubungan seks atau hubungan langsung yang lain
dengan daerah infeksi herpes. Herpes dapat menular walaupun luka terbuka tidak terlihat.
Belum ada obat penyembuhan untuk herpes. Sekali kita terinfeksi, kita tetap terinfeksi, secara
terus-menerus. Orang dengan herpes dapat sekali-kali mengalami jangkitan kulit melepuh
yang sakit. Setelah setiap jangkitan selesai, infeksi sementara menjadi laten atau tidak aktif.
Orang dengan HIV mengalami jangkitan herpers yang lebih sering dan lebih parah.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa virus adalah
mikroorganisme yang merugikan makhluk hidup. Selain merugikan, ternyata virus juga dapat
bermanfaat. Salah satu dampak yang disebabkan oleh virus adalah herpes. Yang ternyata

dapat menyerang makhluk hidup sehingga menyebabkan suatu penyakit yang cukup serius.
Virus herpes ini menyerang pada bagian kulit dengan secara cepat bila tidak segera ditangani.
B. Saran
Perlu dibahas lebih lanjut mengenai virus yang membahayakan bagi makhluk
hidup.

DAFTAR PUSTAKA
Drs. irianto koes. 2008. Mikrobiologi menguak dunia mikroorganisme. Bandung:
Cv Yrama Widya
Priadi arif, 2006. Biologi 1. Jakarta: Yudisthira
http://www.infopenyakit.com
http://www.infopenyakit.com
http://www.spesialis.info
http://www.news-medical.net
http://www.virus.wikipedia
http://www.id.shvoong.com