TA B L O I D R E P U B L I K A

DIALOG

Pengalaman Rohani
Dalam tugas kemanusiaan, Joserizal Jurnalis menemukan dirinya; makhluk lemah yang sangat bergantung pada Allah SWT.

JUMAT

Hlm. 14

Muhibah
Keberadaan Pesantren Darul Hidayah, sangat berarti untuk masyarakat di sekitar Jalan 17 Agustus, Gemuruh, Bandung.

Hlm. 13

J U M AT, 4 A P R I L 2 0 0 8 / 2 7 R A B I U L A W A L 1 4 2 9 H

Adalah film Fitna yang dibuat politisi ultra kanan Belanda, Geert Wilders, yang menyulut kontroversi. Cuplikan ayat ditafsirkan sepihak untuk membenarkan asumsinya bahwa Islam adalah agama kekerasan. Namun, haruskah kita menjawabnya dengan sikap reaktif dan anarkis?

AFP

CMYK

JUMAT, 4 APRIL 2008

DIALOG JUMAT

TABLOID REPUBLIKA

3

LAPORAN UTAMA
AFP

menciptakan ketegangan baru bagi peradaban dunia, termasuk di antara para pemeluk agama. ”Dengan pertimbangan ini kami berharap Pemerintah Kerajaan Belanda dapat berusaha secara maksimal untuk mencegah pemutaran film dan penyebarannya,” kata Situmorang, membacakan pernyataan bersama tersebut. Komunitas Umat Beragama Indonesia juga meminta Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas dalam mencegah penyebaran film tersebut di Tanah Air. Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan KWI, Romo Benny Susetyo, menyatakan dampak film Fitna akan jauh lebih berat dari kasus karikatur Nabi Muhammad di Denmark. Dikatakannya, ketegangan dunia Islam dengan Barat kini mulai mencair, dan keberadaan film Fitna bisa menumbuhkan ketegangan baru yang tentunya akan menguras energi.
Jangan anarkis Film Fitna, meskipun berisi hujatan terhadap Islam, tidak akan mengurangi keyakinan umat Islam terhadap agamanya. Menurut Ketua Umum PP Muhamadiyyah Prof Dr Din Syamsuddin, umat makin dewasa dan tak gampang diprovokasi. Karenanya menurut Din, memprotes film itu juga tidak perlu dilakukan secara berlebihan dan emosional. ”Harkat umat Islam tidak akan berkurang hanya gara-gara film itu,” tambahnya. Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Kholil Ridwan menilai pembuatan film itu sebagai bentuk rasa benci Wilders terhadap Islam. ”Pemerintah sebaiknya tidak tinggal diam,” katanya. Ia mengatakan film tersebut dapat diakses melalui internet dan pemerintah harus mencegah hal itu dengan mengeluarkan kebijakan publik mencegah akses internet ke film itu. Ridwan menyerukan umat Islam Indonesia bersikap tegas dengan memboikot produk Belanda. ”Boikot, tetapi tidak anarki,” katanya. Jadi, silakan memprotes dengan cara Anda, tapi jangan anarkis. Tunjukkan kita umat yang bermartabat dan anti kekerasan! tri/ant/islamonline

MENGHADANG FITNA
Memprotes film itu tidak perlu dilakukan secara berlebihan dan emosional. Harkat umat Islam tidak akan berkurang hanya gara-gara film itu.
Ia menambahkan bahwa agenda aksinya juga ditujukan untuk menutup kesempatan bagi para musuh Islam untuk mewujudkan apa yang mereka inginkan, yakni menekan minoritas Muslim dengan aksi-aksi teror dan kekerasan. ”Mereka ingin menjadikan film itu sebagai sarana untuk lebih menekan umat Islam, mempersempit ruang kaum Muslimin sebagaimana yang telah terjadi atas minoritas Muslim di Eropa, ” ujar Ahmad.
Anti Islam Film berdurasi 15 menit itu sudah menjadi perbincangan sejak awal tahun ini. Dalam film itu, cuplikan beberapa ayat Alquran diilustrasikan dengan cupikan-cuplikan adegan kekerasan dan teror. Tanpa melihat sosok pembuatnya, orang akan segera tahu bahwa orang itu pastilah anti Islam. Benar saja, Wilders selain antiIslam juga dikenal sebagai tokoh yang anti-imigran. Di banyak kesempatan, ia sering mengkritik makin bertumpuknya jumlah imigran di Eropa. Perkembangan Islam yang pesat juga merisaukannya. Film Wilders sejak jauh-jauh hari sudah memicu kemarahan bukan hanya di Belanda tapi juga di luar Belanda. Pemerintah Belanda sudah menghimbau Wilders untuk tidak membuat dan menayangkan film yang melecehkan Alquran itu, karena yang akan menanggung konsekuensinya adalah negeri Belanda sendiri. Menlu Belanda Maxime Verhagen

T

unggu dulu! Sebelum memutuskan untuk bergabung dengan demonstrasi di jalanan menentang pemuatan film Fitna, sebaiknya lihat dulu apa yang dilakukan umat Islam di Belanda. Sehari setelah politisi ekstrim Belanda Geert Wilders, mempublikasikan film Fitna yang melecehkan Islam, di Amsterdam, kaum Muslim membagi-bagikan buku tentang islam secara gratis. Mereka memilih buku-buku dai terkenal dari Selatan Afrika, Syekh Ahmad Deedat, yang terkenal kuat argumentasinya menghadapi tuduhan dan fitnah yang dilancarkan musuhmusuh Islam terhadap Alquran. ”Target kampanye yang kami lakukan terfokus pada bentuk reaksi besar terhadap serangan terhadap Alquranul Karim. Karena itu, kami melakukan aksi damai ini guna memperbaiki pengertian publik terhadap risalah Islam,” ujar tokoh perbandingan agama asal Saudi, Asham Ahmad yang turut menggagas aksi itu.

sampai menggelar pertemuan khusus dengan pada duta besar dari 30 negara Muslim untuk menjelaskan posisi pemerintah Belanda atas film tersebut. Belanda memang sangat mengkhawatirkan negaranya akan menjadi sasaran serangan ‘teroris’ atau boikot jika film tersebut disebarluaskan. Warga Muslim di Indonesia, Mesir, Iran dan Pakistan sudah mengingatkan Belanda akan konsekuensi yang akan ditanggungnya jika membiarkan film tersebut beredar. PBB, NATO dan Uni Eropa juga telah menyatakan keprihatinan yang sama dan mengingatkan akan resiko aksi protes besar-besaran atas film Wilders. Komunitas Umat Beragama Indonesia di Jakarta, Kamis pekan lalu menolak film Fitna. Penolakan tersebut dituangkan dalam pernyataan bersama yang ditandatangani Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsudin, Ketua Konferensi Wali-gereja Indonesia (KWI), Mgr MD Situmorang, dan Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Pdt AA Yewangoe. Pernyataan tersebut ditujukan kepada Perdana Menteri Kerajaan Belanda, Jan Peter Balkenende, dengan tembusan pada Presiden RI, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, serta Duta Besar Kerajaan Belanda di Jakarta. Komunitas Umat Beragama Indonesia menyatakan, pemutaran film itu pastinya akan sangat menyakitkan perasaan umat Islam dan dapat

R A L AT
Pada Dialog Jumat Republika edisi Jumat, 28 Maret 28 Maret 2008, halaman 11, dalam rubrik Wawancara dengan Ketua Baznas Prof Dr Didin Hafidhuddin judul yang terpampang adalah Sebaiknya Zakat Melalui LAZ. Seharusnya Sebaiknya Zakat Melalui Amil Zakat. Atas kesalahan tersebut, kami mohon maaf.

4

DIALOG JUMAT

TABLOID REPUBLIKA

JUMAT, 4 APRIL 2008

JUMAT, 4 APRIL 2008

DIALOG JUMAT

TABLOID REPUBLIKA

5

LAPORAN UTAMA

LAPORAN UTAMA
AFP

PANEN KECAMAN DAN BOIKOT
‘’Jika Muslim bersatu maka akan lebih mudah untuk melakukan aksi. Jika Muslim serempak untuk tidak membeli produk-produk Belanda maka aksi boikot ini akan berjalan dengan efektif,’ ’ (Mahathir Muhammad)
nilai universal yang mesti ditegakkan. ‘’Kami yakin bahwa tindakan seperti pembuatan film semacam itu tak memiliki tujuan kecuali memunculkan kebencian.’’ Pernyataan ini juga diperkuat dengan keluarnya pernyataan para menteri luar negeri Uni Eropa. Pada Sabtu (29/3) 27 menteri luar negeri menandatangani sebuah pernyataan terkait film itu. ‘’Kami menolak opini Wilders soal Islam,’’tegas pernyataan itu. Dalam pernyataan itu, para menlu Uni Eropa itu mengatakan film buatan Wilders tersebut menyamakan Islam dengan kekerasan dan pandangan seperti ini ditolak. ‘’Mayoritas Muslim menolak ekstremisme dan kekerasan,’’ demikian pernyataan menlu Uni Eropa. Para menlu yang melakukan pertemuan dua hari di Brdo, dekat ibukota Slovenia, Ljubljana, menyatakan Muslim, Kristen, dan semua pemeluk keyakinan harus hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati satu sama lain. ‘’Yang menjadi masalah bukalah agama namun menyalahgunakan agama untuk melakukan tindakan yang penuh kebencian dan intoleransi. Kami memang memegang prinsip kebebasan berekspresi namun penggunaan prinsip itu harus dilandasi semangat saling menghormati,’’ tegas pernyatan itu. Pemerintah Indonesia juga mengecam film tersebut. Juru Bicara Deplu, Kristiarto Legowo mengatakan film itu menyesatkan dan akan menciderai upaya dialog antarkeyakinan. ‘’Pembuatan film itu merupakan tindakan tak bertanggung jawab yang dibungkus kebebasan berekspresi,’’ katanya. Sementara, Deputi Perdana Menteri Singapura, Wong Kan Seng mengatakan kebebasan berekspresi tak mengizinkan siapapun untuk menghina agama atau ras lain. Menlu Malaysia, Rais Yatim juga menegaskan Wilders bertanggung jawab penuh atas publikasi film tersebut dan konsekuensinya. Gugatan di pengadilan juga menanti Wilders. Ancaman muncul dari para pengusaha Belanda yang bernaung dalam organisasi bernama VNO-NCW. Gugatan akan diajukan bila protes yang merebak di dunia Islam atas Fitna pada akhirnya melahirkan aksi boikot atas produk-produk Belanda.

BUKAN YANG PERTAMA
U
AFP

Demo anti Fitna di Malaysia.
Mereka pantas khawatir. Boikot akan menyebabkan kerugian secara ekonomis bagi mereka. ‘’Saya tidak tahu apakah Wilders orang kaya atau mengasuransikan dirinya. Bila akhirnya terjadi boikot akan membuat dia memikul tanggung jawab,’’ kata Ketua VNO-NCW, Bernard Wientjes. Wientjes yang dikutip surat kabar Het Financial Dagblad mengatakan boikot akan mengakibatkan dampak buruk bagi kegiatan ekspor Belanda. Ia juga menyatakan bahwa Shell, Philips, dan Unilevers sangat mudah diidentifikasikan sebagai perusahaanperusahaan Belanda. Seruan lantang memang telah dikumandangkan. Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad menyeru kepada Muslim di seluruh dunia yang berjumlah 1,3 miliar jiwa secara bersama-sama memboikot produk-produk Belanda. ‘’Jika Muslim bersatu maka akan lebih mudah untuk melakukan aksi. Jika Muslim serempak untuk tidak membeli produk-produk Belanda maka aksi boikot ini akan berjalan dengan efektif,’’ kata Mahathir seperti dikutip surat kabar berbahasa Melayu, Utusan Malaysia, Sabtu (29/3). Bak gayung bersambut. Sebuah jaringan supermarket milik Muslim di Malaysia, Mydn Mohamed Holdings, menyerukan boikot produk-produk Belanda. Mereka menempelkan label merah pada produk Belanda untuk mengingatkan para konsumennya. Mydn juga memasang poster-poster yang mengingatkan konsumennya untuk menjauhi produk-produk Belanda. ‘’Kami menyeru kepada para konsumen, baik Muslim maupun non-Muslim secara bersama memboikot produk Belanda,’’ kata Ameer Ali, Managing Director Mydn Mohamed Holdings. Ameer yang dikutip kantor berita Malaysia, Bernama mengatakan tak seorang pun memiliki hak untuk mengecam agama lain. Sebelumnya, jaringan supermarket ini menarik produk-produk Belanda dari rak-rak namun langkah ini dihentikan demi menghormati kebebasan konsumen untuk memilih. Kelompok masyarakat di Malaysia termasuk Muslim Consumers Association of Malaysia dan Partai Islam SeMalaysia (PAS) juga mendesak Muslim di seluruh dunia untuk memboikot produk-produk Belanda. Ini sebagai bentuk protes terhadap film itu. Pada Rabu (2/4), produsen susu Malaysia, Dutch Lady Milk Industries, memasang iklan di surat kabar mengutuk film anti-Islam, Fitna. Sebuah upaya mengajak Muslim di Malaysia khususnya, untuk tidak memboikot produk susu tersebut. Dutch Lady Milk Industries yang merupakan anak perusahaan multinasional dari Belanda, Royal Friesland Foods dan 50 sahamnya dimiliki pengusaha Malaysia ini memasang iklan satu halaman penuh di surat kabar terkemuka di Malaysia, mengecam film tersebut. Dalam situsnya, Dutch Lady juga menyatakan kecaman terhadap film buatan Wilders itu. ‘’Kami adalah bagian dari komunitas Malaysia dan menghormati semua kultur yang ada di dalamnya,’’ kata Pemimpin Dutch Lady Milk Industries, Kamarul Ariffin Mohammad Yassin dalam iklan itu. Kamarul menyatakan pihaknya ingin masyarakat Muslim di Malaysia terus memberikan dukungan kepada perusahaan tersebut. Ia juga menegaskan akan terus menghargai nilainilai yang ada. Apalagi, kata dia, Dutch Lady merupakan perusahaan publik yang mempekerjakan 660 warga Malaysia. Diketahui pula bahwa Badan Penanaman Modal Malaysia, Permodalan Nasional Berhad menjadi pemegang saham terbesar kedua di Dutch Lady. Di antara merek produk susu yang dihasilkan Dutch Lady adalah Dutch Lady, Frisian Flag, Frisolac, Calcimex, dan Joy. ap/afp/fer

G

eert Wilders, menyulut api. Pada Kamis (27/3), melalui situs www.LiveLeak.com anggota parlemen Belanda dari partai sayap kanan, Freedom Party itu menayangkan film berdurasi 17 menit yang membakar perasaan umat Islam di seluruh dunia. Dengan film berjudul Fitna itu, Wilders menggambarkan Alquran sebagai kita suci yang mendorong kekerasan dan bersifat rasis. Ia juga menyamakan Alquran dengan Mein Kampf yang ditulis oleh Adolf Hitler. Maka serangkaian kecaman muncul merepons film yang mengusik itu. Pemerintah Belanda sejak awal menolak film tersebut. Perdana Menteri Jan-Peter Balkenende mengatakan tidak melihat manfaat dari film ini kecuali hanya untuk menyinggung perasaan. ‘’Film itu menyamakan Islam dengan kekerasan. Kami menolaknya,’’ katanya tak lama setelah penayangan film Fitna. Lebih luas lagi, Uni Eropa pun mengecam. Dalam pernyatannya, Uni Eropa mengatakan mendukung sikap pemerintah Belanda dan menegaskan film itu tak bernilai bagi dialog antaragama. Uni Eropa dan negara anggotanya memang memegang prinsip kebebasan berekspresi. Kebebasan berekspresi, merupakan nilai dan tradisi Uni Eropa. ‘’Namun kebebasan ini harus didasari semangat untuk menghormati agama dan keyakinan lain,’’ demikian pernyataan yang dikeluarkan Uni Eropa merespons Fitna. Dalam pernyataan tersebut, Uni Eropa menegaskan toleransi dan sikap saling menghormati merupakan nilai-

lah Geert Wilders menodai Islam bukan kali yang pertama. Tahun lalu, anggota parlemen yang juga ketua partai kiri, Partai Kebebasan, ini melontarkan ide provokatif agar pemerintah Belanda melarang Alquran. Ia melontarkan idenya itu dalam sebuah surat yang dimuat di harian lokal De Volksrant. Dalam suratnya Wilders menulis, ”Larang buku (Alquran) yang buruk ini, seperti Mein Kampf juga dilarang.” Mein Kampf adalah buku yang berisi pemikiran-pemikiran dan ideologi pemimpin Nazi, Adolf Hitler. Belanda melarang buku ini sejak berakhirnya Perang Dunia II. ”Alquran tidak boleh digunakan di Belanda sebagai sumber inspirasi atau alasan untuk tindakan kekerasan, ” tulis Wilders, yang partainya memiliki sembilan kursi dari 150 kursi parlemen Negeri Kincir Angin itu. Ia menyatakan bahwa kitab suci umat Islam itu tidak diatur dalam konstitusi negara Belanda. Wilders menuding Alquran telah mengajarkan umat Islam untuk menghukum atau membunuh orang-orang non-Muslim dan mengajarkan untuk membentuk sebuah negara Islam dengan cara paksa. Kebencian Wilders terhadap keberadaan Islam dan Muslim di Belanda memang sudah lama. Awal tahun 2006, ia mengusulkan mosi tidak percaya terhadap dua menteri Muslim, Ahmed Aboutaleb dan Nebahat Albayrak. Wilders mempertanyakan loyalitas kedua menteri itu pada Belanda.

Satanic Verses
auh sebelum Fitna , The Satanic Verses pernah menyulut kontroversi serupa. Buku itu adalah novel keempat karya Salman Rushdie, yang diterbitkan pada tahun 1988, dan sebagian terinspirasikan dari kisah hidup Muhammad. Dalam novel ini, sang tokoh utama yang bernama Mahound, yang merujuk pada Rasulullah SAW. Dua sequence pendek lainnya memperkuat dugaan itu: ada tokoh Ayesha, yang diceritakan merupakan anak perempuan muda yang menjadi istri Mahound, dan menjadi awal mula sistem poligami dalam kepercayaan yang disebarkan oleh Mahound. Sequence ketiga mengisahkan tentang seorang pengikut Mahound, yaitu juru tulisnya dari Turki, yang mencatat semua syair yang diutarakan oleh Mahound; juru tulis tersebut menjadi benci dengan Mahound karena ia beberapa kali menyelamatkan Mahound dan pengikutnya namun tidak pernah diakui jasanya. Kemudian bibit ketidakpercayaannya membuatnya menguji dan hasilnya ternyata wahyu tersebut tidak lain adalah hasil rekaan Mahound sendiri. Novel ini menghasilkan kontroversi yang luar biasa. Buku ini tidak boleh beredar di India, dan banyak dibakar di berbagai belahan dunia. Novel ini juga menyulutkan kerusuhan di Pakistan pada tahun 1989. Kini Salman Rushdie hidup di Inggris dan hukuman mati atasnya belum dicabut oleh pemerintah Iran.

J

DISKUSI: Para tokoh lintas agama di Amsterdam, Belanda tengah menyaksikan kliping pemberitaan mengenai kontroversi film Fitna di sebuah gereja di kota itu. Mereka sepakat menolah penyebaran secara luas film itu.
Ia juga menggalang kampanye larangan pembangunan masjid-masjid baru dan melarang masuknya imigran Muslim. Padahal jumlah warga Muslim di Belanda saat ini hanya sekitar satu juta, dari 16 juta total jumlah penduduk Belanda. Di Belanda sendiri, Wilders tidak diberi tempat. Sebuah polling yang dilakukan Maurice de Hond menunjukkan mayoritas masyarakat Belanda tanpa melihat latar belakang agama dan etniknya — menentang wacana pelarangan Alquran di Negeri Kincir Angin itu. Sekitar 75 persen responden menyatakan, Belanda tidak perlu melarang Alquran. Pemerintah Belanda juga mengecam pernyataan-pernyataan antiMuslim yang kerap dilontarkan Wilders. Dalam pernyataannya, Menteri Integrasi Ella Vogelaar mengatakan, Belanda menghargai kebebasan beragama dan pemerintah tidak akan melayani seruan untuk melarang kitab suci Alquran, sekarang maupun di masa depan. Sedang seorang pengamat menyebut, upata Wilders adalah cara murahan untuk mencari dukungan. Jumlah imigran yang semakin banyak, sehingga dikhawatirkan meminggirkan warga asli Belanda, adalah komoditas yang dijual Wilders untuk mengeruk suara dalam pemilu. Begitukah?
tri/islamonline

K

Karikatur Nabi
tangannya, dan barulah kontroversi ini menghangat di dunia. Sebagian dari karikatur tersebut diterbitkan di surat kabar Norwegia, Magazinet, pada tanggal 10 Januari 2006. Koran Jerman, Die Welt, surat kabar Perancis France Soir dan banyak surat kabar lain di Eropa dan juga surat kabar di Selandia Baru dan Yordania kemudian memuatnya. Meskipun Jyllands-Posten mengatakan penerbitan gambar-gambar ini ditujukan untuk menunjukkan bahwa kebebasan berbicara berlaku bagi siapapun, sebagian orang (baik Muslim dan non-Muslim) menganggap gambar-gambar tersebut adalah penghinaan terhadap Islam dan menunjukan fobia Islam di Denmark. Peneribitan kartun ini memancing reaksi yang luas di kalangan Muslim dan dunia Islam. Sebagai reaksi atas artikel itu, dua kartunis telah menerima ancaman pembunuhan sehingga mereka terpaksa bersembunyi. Guru besar ilmu politik dari Universitas Paris VIII di Perancis kelahiran Lebanon, Gilbert Achcar sangat tidak mengherankan tentang pecahnya kemarahan di berbagai dunia Islam. Menurut pendapat Achcar kemarahan itu sebenarnya tidak pada kartun itu sendiri, tapi dikarenakan sikap munafik dari dunia Barat dengan ikut campurnya pembuatan model demokrasi dan hak asasi manusia di Timur Tengah.

ontroversi mengenai karikatur Nabi Muhammad pertama dimulai setelah dua belas karikatur Nabi Muhammad, nabi terakhir dalam agama Islam, diterbitkan di surat kabar Jyllands-Posten edisi 30 September 2005. Jyllands Posten adalah surat kabar terbesar di Denmark. Enam dari kedua belas karikatur tersebut diterbitkan ulang di surat kabar Mesir, El Faqr, pada 30 Oktober 2005 untuk mendampingi sebuah artikel yang mengkritik keras tindakan Posten. Namun saat itu karikatur-karikatur ini belum mendapat perhatian yang besar di luar Denmark. Pada Desember 2005, saat Organisasi Konferensi Islam mulai menyatakan penen-

Salman Rushdie

CMYK

6
IQRA

DIALOG JUMAT

TABLOID REPUBLIKA

JUMAT, 4 APRIL 2008

KEAJAIBAN ALQURAN

ASTRONOMI

JAUH LEBIH HEBAT DARI TANGAN ROBOT
Allah menciptakan tangan dengan amat sempurna. Namun sedikit manusia yang mensyukurinya.

BIOLOGI

C

iri terpenting tangan adalah kemampuannya bekerja sebaik-baiknya dalam beragam kegiatan. Dengan dilengkapi otot dan saraf yang sangat banyak, lengan membantu tangan kita memegang benda dengan erat atau longgar sesuai dengan keadaannya. Misalnya, tangan manusia yang terkepal dapat memukul dengan pukulan seberat 45 kg. Sebaliknya, melalui ibu jari dan jari telunjuk, tangan kita juga dapat merasakan sehelai kertas berketebalan sepersepuluh milimeter. Jelas, kedua tindakan ini sangat berbeda sifatnya. Yang satu memerlukan kepekaan, sedang yang lain memerlukan kekuatan besar. Namun, kita tak perlu sedetik pun memikirkan apa yang perlu kita lakukan saat kita akan mengambil sehelai kertas dengan kedua jari atau memukul dengan kepalan. Kita pun tak perlu memikirkan cara menyesuaikan kekuatan tangan kita bagi kedua tindakan ini. Kita tak pernah berkata, ”Sekarang saya hendak memungut sehelai kertas. Saya akan menerapkan kekuatan sebesar 500 g. Sekarang saya akan mengangkat seember air. Saya akan menerapkan kekuatan sebesar 40 kg.” Kita tidak pernah repot-repot memikirkannya. Tangan-tangan robot yang dihasilkan memiliki kekuatan yang sama dengan tangan manusia, tetapi tidak memiliki kepekaan sentuhan, kesempurnaan

daya gerak, dan kemampuan melakukan beragam pekerjaan. Alasannya adalah tangan manusia dirancang untuk melakukan semua tindakan ini secara bersamaan. Tangan diciptakan sekaligus dengan keseluruhan fungsi dan keseluruhan rancangan terkaitnya.Semua jari tangan memiliki panjang, letak, dan kesesuaian yang pas satu sama lain. Contohnya, kekuatan kepalan yang dibentuk tangan dengan ibu jari normal itu lebih besar daripada kekuatan kepalan yang dibentuk tangan dengan ibu jari pendek. Ini karena, dengan panjang yang sesuai, ibu jari dapat menutupi jarijari lainnya dan membantu menambah kekuatan dengan mendukung jari-jari yang lain. Ada banyak seluk-beluk terperinci pada rancangan tangan: misalnya, tangan memiliki bagian-bagian pembentuk

yang lebih kecil di samping otot dan saraf. Kuku pada ujung jari bukanlah hiasan sepele yang tidak memiliki kegunaan. Ketika memungut jarum dari lantai, kita menggunakan kuku maupun jari. Permukaan kasar pada ujung jari dan kuku membantu kita memungut benda kecil. Kuku memiliki peranan sangat penting dalam mengatur tekanan amat lemah yang dikerahkan jari pada benda yang dipegangnya. Keistimewaan khusus tangan lainnya adalah tangan tidak pernah kelelahan. Dunia kedokteran dan ilmu pengetahuan bersusah-payah berusaha membuat tangan tiruan. Sejauh ini, tangan-tangan robot yang dihasilkan memiliki kekuatan yang sama dengan tangan manusia, tetapi tidak memiliki kepekaan sentuhan, kesempurnaan daya gerak, dan kemampuan melakukan

Insinyur Hans J Schneebeli yang merancang tangan robot, yang dikenal sebagai ”Tangan Karlsruhe”, menyatakan bahwa semakin lama dia membuat tangan robot, semakin dia mengagumi tangan manusia. Dia menambahkan bahwa masih perlu waktu lama sampai kita dapat membuat tangan robot yang mampu melakukan sejumlah kecil saja pekerjaan yang dapat dilakukan tangan manusia.

beragam pekerjaan. Banyak pakar setuju kita tidak bisa membuat tangan robot yang memiliki fungsi tangan lengkap. Insinyur Hans J Schneebeli yang merancang tangan robot, yang dikenal sebagai ”Tangan Karlsruhe”, menyatakan bahwa semakin lama dia membuat tangan robot, semakin dia mengagumi tangan manusia. Dia menambahkan bahwa masih perlu waktu lama sampai kita dapat membuat tangan robot yang mampu melakukan sejumlah kecil saja pekerjaan yang dapat dilakukan tangan manusia. Biasanya, tangan manusia bekerja bersama-sama dengan mata. Sinyal yang sampai ke mata diteruskan ke otak dan tangan bergerak menurut perintah yang diberikan otak. Tentu saja, ini berlangsung dalam waktu sangat singkat dan tidak diperlukan usaha khusus untuk melakukannya. Di lain pihak, tangan robot tidak dapat bergantung pada penglihatan dan sentuhan. Untuk setiap gerakan diperlukan perintah yang berbeda-beda. Selain itu, tangan robot tidak mampu melakukan bermacam fungsi. Contohnya, tangan robot untuk bermain piano tidak dapat memegang palu, dan tangan robot untuk memegang palu tidak dapat memegang telur tanpa memecahkannya. Beberapa tangan robot yang terakhir dibuat hanya mampu melakukan 2-3 gerakan bersamaan, tetapi ini masih sangat sederhana jika dibandingkan dengan kemampuan tangan manusia. Ketika Anda memikirkan kedua tangan yang bekerja sama secara selaras, kesempurnaan tangan ini akan lebih gamblang lagi. Allah merancang tangan sebagai alat tubuh khusus bagi manusia. Dengan segala bagiannya, tangan manusia memperlihatkan kesempurnaan dan keunikan mahakarya ciptaan Allah.

FISIKA GEOGRAFI KEDOKTERAN

8

DIALOG JUMAT

TABLOID REPUBLIKA

JUMAT, 4 APRIL 2008

JUMAT, 4 APRIL 2008

DIALOG JUMAT

9

SILATURAHIM
FOTO-FOTO: DIAN METHA/REPUBLIKA

SILATURAHIM

FOTO-FOTO: DIAN METHA/REPUBLIKA

Menristek Kusmayanto Kadiman dan Istri

Risa R

Susi Chodlory

Ulul, Ratih Sang, Mira, Irma Tida Noor, Zawawi Imron

Lantunan Cinta Untuk Rasulullah

Hari Ganie

Hj Nani Wijaya

Oni Eka

B
IdaLeman Okky Asokawati

KH A Mustofa Bisri

Bu Bagyo

Am Fatwa

anyak cara yang dapat dilakukan untuk menunjukkan rasa cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW. Salah satunya dengan mengucapkan syukur dan meneladani perilaku dan tindakannya. Namun ada pula yang mengekspresikan rasa syukur dan kagum itu melalui rangkaian baitbait puisi yang dibacakan dengan lantang di depan ratusan orang dengan tujuan sebagai pengingat akan nilai-nilai mulia yang diajarkan oleh Rasul. Seperti yang dilakukan oleh Ratih Sanggarwati dan teman-temannya dalam acara Lantunan Cinta, Aku Merindukanmu, O, Muhammadku untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 20 Maret 2008 lalu. Ratih menggandeng KH Ahmad Mustofa Bisri, Slamet Gundono, Zawawi Imron dan penyanyi Heidy Yunus. Mereka berkolaborasi membacakan puisi-puisi cinta untuk baginda rasul. ‘’Ini adalah cara kami mencintai Rasulullah. Semakin kita cinta, akan semakin tebal pula iman kita dan melakukan apa yang diajarkan oleh Nabi dengan rasa ikhlas,’’ ungkap Ratih Sanggarwati ketika ditemui seusai pagelaran di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (25/3) malam. Acara tersebut dihadiri pula oleh Menristek Kusmayanto Kadiman dan istri, AM Fatwa, Okky Asokawati, Ida Leman, dan jajaran artis lainnya. Ratih Sanggarwati mengawali penampilannya dengan pembacaan puisi, yang dilanjutkan oleh Zawawi Imron. Laki-laki yang dijuluki ‘’Si Celurit Emas’’ itu mambawakan empat buah puisi. Puisi pertama tentang masa anak-anak, lalu Bumi Indonesia, Istigfar dan Ibu. Puisi tentang Ibu dibacakan berduet dengan Ratih Sanggarwati secara bergantian. Zawawi memerankan sebagai anak sementara Ratih sebagai ibu. Tak kalah memukau adalah penampilan Slamet Gundono. Malam itu, dalang wayang suket ini tampil minus wayangnya dan hanya membawa gitar kecil yang digunakan untuk mendendangkan Syair Barzanji. Meskipun demikian, suaranya yang merdu dan kemampuan berinteraksi, membuatnya mampu menghidupkan ruangan yang dihadiri ratusan penonton dari berbagai kalangan. Puncaknya adalah penampilan KH A. Mustofa Bisri yang membacakan puisi Aku Merindukanmu Oh, Muhammadku. Puisi ini mengajak penonton untuk mengevaluasi diri. Apakah sudah hidup sesuai dengan ajaran Allah SWT dan Sunnah Rasul. Sementara penyanyi Heidy Yunus tampil di sela-sela pembacaan puisi dengan melantunkan lagu-lagu religius bertema Rasulullah. mth

Tabligh Akbar Az-Zahra

J
KH Abdullah Gymnastiar

Ade Namnung

Yolanda Yusuf

Slamet Gundono

Heidy Yunus

alan Siliwangi di Permukiman Sentul City, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/3) dipadati ribuan jamaah. Kepadatan ini dikarenakan adanya acara Tabligh Akbar bersama KH Abdullah Gymnastiar yang diadakan oleh Majelis Taklim Az-Zahra. Acara yang mengambil tema Bersama Merajut Keteladanan Rasulullah dalam Kehidupan itu digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Jamaah tak hanya berasal dari lingkungan permukiman Sentul City saja, tapi juga dari daerah sekitarnya. Misalnya, Jakarta, Citeureup, Cibinong, Bogor, Ciawi dan Sukabumi. Acara ini juga dihadiri oleh kalangan artis yang tinggal di kawasan yang sama. Pembacaan saritilawah oleh Hj. Nani Wijaya, puisi oleh Teddy Syah dan Selfi KDI yang menyumbang suara dengan bernyanyi. Masih ada Rina Gunawan dan Ade Namnung yang didaulat sebagai pembaca acara. Dalam tausyiahnya, Aa Gym membahas tentang cara menghadapi permasalahan diri. Kuncinya, kata dia, ada lima, yaitu siap dan ridho serta berupaya untuk jangan mempersulit diri. Lalu mengevaluasi diri dan menyadari bahwa tak ada kejadian yang sia-sia serta jangan menyelesaikan masalah sendiri namun berbagi dengan yang punya kehidupan (Allah SWT). Rina Gunawan Ketua MT Az-Zahra, Asri Murokhamah mengatakan, acara tabligh akbar itu merupakan kali kedua yang dilakukan oleh kelompok pengajiannya yang terbentuk sejak tahun 2001. Acara yang mendapat dukungan penuh dari manajemen Sentul City itu merupakan upaya untuk lebih membuka diri dan bersilaturahmi dengan para penduduk sekitar. ‘’Biasanya kita mengadakan di masjid, namun tahun ini kami memanfaatkan jalan raya sebagai tempat untuk melakukan tabligh akbar untuk mempererat tali silaturahmi,’’ katanya. Direktur Sentul City, Hari Ganie, yang berdomisili di Tebet, Jakarta, menyambut baik adanya acara tabligh akbar tersebut. Menurutnya, acara seperti ini harus sering diadakan karena mampu meniupkan ruh religius ke tempat yang identik dengan lokasi permukiman dan tempat kerja. Tabligh akbar ini, lanjutnya, juga mampu mempertemukan sesama penghuni Sentul City yang selama ini tidak saling mengenal. mth

Artika Arisanti

Astri Murokhamah

Deni A

Wiwik R

10

DIALOG JUMAT

TABLOID REPUBLIKA

JUMAT, 4 APRIL 2008

JUMAT, 5 MEI 2006

DIALOG JUMAT

TABLOID REPUBLIKA

11

HAJI & UMRAH

MENYIKAPI ‘DAFTAR TUNGGU HAJI’
DOK REP

Masa menunggu berangkat haji, sebaiknya dipergunakan untuk mempertebal keimanan dengan memperbanyak memahami ajaran-ajaran Islam, termasuk haji.

R

ibuan calon jamaah haji harus bersabar. Mereka tidak bisa berangkat tahun ini, karena kuota sudah penuh. Khusus calon jamaah haji ONH Plus, tak kurang dari lima ribu orang masuk daftar tunggu (waiting list). Jatah yang tersedia hanya untuk 16 ribu calon jamaah haji, namun yang mendaftar 21 ribu calon jamaah haji. Calon jamaah haji ONH biasa, sudah pasti lebih banyak lagi jumlahnya. Apakah seorang calon jamaah haji (khususnya ONH Plus) harus kecewa ketika ternyata tidak bisa berangkat tahun ini? Apakah mereka pasif saja dalam belajar mengenai ibadah haji, ataukah harus proaktif? Menurut da’i kondang Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS, kenyataan tersebut (waiting list) harus bisa diterima dengan ikhlas. Jangan ngambek, apalagi marah kepada Allah. ‘’Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat mulia. Mereka yang termasuk waiting list justru berkesempatan untuk bertanya lebih banyak kepada orangorang yang sudah lebih dulu berangkat haji. Di samping itu, memperbanyak doa dan zikir, sehingga pada saatnya tiba nanti bisa

ESENSI HAJI: Trainer QLM, M K Sutrisna Suryadilaga (berdiri) tengah memberikan pembekalan kepada calon jamaah haji dan umrah RH Travel di Jakarta pekan lalu. Ia menegaskan pentingnya para calon jamaah haji dan umrah memahami esensi haji dan umrah.
berangkat haji dengan penuh ketenangan,’’ tandas KH Didin Hafidhuddin yang juga pakar ekonomi Islam dan Ketua Umum BAZNAS. Hal yang sama diungkapkan Ketua Umum Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (FK-KBIH), Prof Dr H Abdul Madjid. ‘’Sebaiknya mereka (calon jamaah haji waiting list mempersiapkan diri dengan mendalami berbagai keperluan selama musim haji. Utamanya mengenai tata cara beribadah haji yang baik dan benar serta makna filosofis yang terkandung di dalam setiap proses ibadah,’’ ujarnya. Menurut Madjid, selama ini banyak calon jamaah haji yang tidak (kurang) memanfaatkan waktu menunggu itu untuk mendalami masalah ibadah haji. ‘’Menjelang keberangkatan barulah mereka sibuk mempersiapkan diri, termasuk mendalami manasik haji,’’ ujarnya. Padahal, kata Guru Besar Ilmu Pendidikan Islam di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini, seyogianya calon jamaah haji mempelajari secara seksama dalam memantapkan niat menjalankan ibadah haji. ‘’Memperdalam ilmu manasik tidak cukup hanya dua atau tiga bulan saja. Seharusnya, begitu menabung dan mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk berangkat haji, saat itulah niat memperdalam Islam dan masalah haji lebih ditingkatkan. Sehingga, saat berhaji bisa melaksanakan dengan tenang dan menggapai predikat haji mabrur, tanpa khawatir melakukan kesalahan apapun,’’ terangnya. Menurut Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr H Komaruddin Hidayat, perjalanan haji bagaikan seorang mahasiswa yang akan meraih gelar sarjana. ‘’Karenanya, mereka

harus memperlajari tata cara berhaji yang baik dan benar serta maknamakna yang terkandung di dalamnya secara matang, sehingga saat ujian bisa mengerjakannya dengan lancar dan benar,’’ ujarnya. Ia menambahkan, setelah meraih gelar ‘sarjana’, lanjutnya, jamaah haji bisa mengabdikan diri untuk pribadi, keluarga dan masyarakatnya. ‘’Mereka yang meraih titel haji hendaknya lebih giat mendalami ilmu keislaman dan meningkatkan amal salehnya. Hal itu penting agar kualitas hajinya tetap terpelihara dan selalu meningkat,’’ terangnya. Komaruddin menyesalkan banyaknya jamaah haji yang tidak mengetahui makna yang terkandung di dalam setiap prosesi ibadah haji. Menurutnya, banyak jamaah yang hanya mementingkan diri bisa berangkat haji dan mengikuti petunjuk dari pembimbing haji selama melaksanakan ibadah haji. Sementara, pemahaman tentang apa yang dilaksanakan tidak diketahui secara pasti. ‘’Hal seperti ini sangat disayangkan. Harusnya mereka mengetahui dan memahami setiap tempat, gerakan dan makna yang terkandung didalam proses ibadah haji seperti sai, tawaf, dan wukuf. Sebab, gerakan yang dilaksanakan merepresentasikan dan pesan tentang kehidupan manusia akan sikap tulus dan ikhlas,’’ jelasnya. Komaruddin sangat berharap, calon jamaah haji yang menunggu keberangkatan (baik yang akan maupun masih dalam daftar tunggu untuk tahun-tahun berikutnya), mau mempelajari tata cara beribadah haji yang baik dan benar, serta setiap makna yang terkandung didalamnya. ‘’Gunakan waktu yang ada dengan sebaikbaiknya dalam mempertebal keimanan kepada Allah,’’ paparnya. sya/ika

Travel
I

RH Wisata Gelar Pembekalan Calon Jamaah Haji dan Umrah
baik,’’ kata Direktur RH Wisata Nur Hafida. Pembekalan bulan Maret 2008 diberikan oleh pendiri dan trainer QLM, K Sutrisna Suryadilaga. ‘’Selama ini, kalau kita bicara manasik haji atau umrah, kita lebih banyak bicara manasik secara fisik. Sedangkan esensi atau ruh yang ingin dicapai dari ibadah haji atau umrah tersebut kurang digali,’’ kata M. K. Sutrisna Suryadilaga pada pembekalan yang diadakan di Jakarta, Sabtu (29/3). Menurutnya, ada dimensi utama ibadah haji/umrah. Pertama, dimensi gerak. Kesuksesan seseorang sangat tergantung kepada gerak. Gerak sangat terkait kepada hijrah atau perpindahan. Selama menunaikan ibadah haji kita melakukan berbagai macam gerak atau perpindahan, misalnya dari Arafah ke Mina, lalu ke Makkah dan sebagainya. ‘’Ibadah haji dan umrah itu sarat dengan gerak. Karena itu, seharusnya ibadah haji/umrah itu membawa perubahan bagi dirinya sendiri maupun masyarakatnya,’’ tegas penulis buku The Balance Ways itu. Kedua, kata praktisi pengembangan sumberdaya manusia itu, menanamkan kesadaran bahwa Allah itu senang gerak dan manusia itu Allah yang menggerakkan. ‘’Intinya, seperti hadits qudsi, ‘Siapa orang yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal tuhannya.’ Kalau orang yang melakukan haji/umrah itu memahami betul esensi atau ruh ibadah haji/umrah, maka dia akan berusaha sebaik mungkin meraih kesempurnaan ibadah haji/umrah,’’ tandasnya. Ia menjelaskan, apa yang dilakukan oleh jamaah haji/umrah adalah simbol. ‘’Intinya dalam seluruh kehidupan ini kita harus ‘tawaf’, yakni mengikuti ajaran Allah SWT,’’ tandasnya. Nur Hafida menyebutkan pembekalan yang diadakan bekerja sama dengan Menan Express itu diikuti sekitar 70 calon jamaah umrah dan haji RH Wisata. ‘’Kami juga sengaja mengundang calon jamaah haji RH Wisata mengikuti pembekalan tersebut. Kalau calon jamaah haji mengikuti manasik jauh lebih awal, insya Allah mereka akan lebih memahami ritual maupun makna ibadah haji, sehingga bisa melaksanakan ibadah haji dengan sebaik mungkin,’’ tutur Nur Hafida. ika

badah haji dan umrah bukan sekadar gerakan fisik atau ritual saja. Tidak kalah pentingnya adalah memahami esensi haji maupun umrah dengan sebaik mungkin. Berkait dengan hal itu, RH Wisata tidak sekadar memberikan pelatihan manasik haji dan umrah kepada calon jamaah haji dan umrahnya. Perusahaan travel haji dan umrah itu membekali calon jamaahnya dengan pemahaman mengenai esensi ibadah haji dan umrah. ‘’Umrah dan haji bukan sekadar tawaf dan sa’i. Begitu pula haji, bukan sekadar wakaf, tawaf dan sa’i. Tidak kalah pentingnya memahami esensi ibadah haji dan umrah dengan sebaik mungkin, agar setelah pulang haji dan umrah menjadi pribadi Muslim yang lebih

JUMAT, 4 APRIL 2008

DIALOG JUMAT

TABLOID REPUBLIKA

11

MUHIBAH

PESANTREN DARUL HIDAYAH

BINA MASYARAKAT KURANG MAMPU K
eberadaan Pesantren Darul Hidayah, sangat berarti untuk masyarakat di sekitar Jalan 17 Agustus, Gemuruh, Bandung. Selain terlibat dalam pembinaan masyarakat di sekitar masjid, keberadaan pesantren bisa menolong masyarakat tidak mampu yang ingin bersekolah formal. Pasalnya, di madrasah MI/MTS/MI Darul Hidayah, murid tidak membayar iuran. Meskipun menunggak iuran sekolah, mereka masih tetap bisa belajar. Kebijakan itu dibuat karena hampir 90 persen murid di sekolah itu berasal dari siswa yang tidak mampu. Bahkan, banyak siswa yang berprofesi sebagai pengamen dan anak jalanan. Awalnya, kata Sekretaris Yayasan Darul Hidayah, Fahmi Tubagus Ridwan, kegiatan di Darul Hidayah hanya berupa pengajian terbatas untuk anak-anak tingkat sekolah dasar. Namun, sekitar 1970-an pesantren dibuka untuk semua umur. Pola pengajaran yang diterapkan di pesantren, sambung dia, adalah pola pengajaran salafiyah yaitu pengajian dengan menggunakan sistem kitab kuning. Hal itu membuat Pesantren Darul Hidayah memiliki keunikan tersendiri bila dibandingkan pesantren lain yang berada di kota besar karena masih mengajarkan kitab kuning. Keunikan lain yang dimiliki pesantren Darul Hidayah adalah, mengajarkan kitab kuning dengan menggunakan bahasa Indonesia. Padahal, selama ini kitab kuning hanya di pesantren mana pun hanya diterjemahkan oleh dua bahasa, yaitu bahasa Sunda dan Jawa. ”Jadi wajar saja kalau banyak santri yang berasal dari luar pulau jawa belajar di sini karena kitab kuningnya diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Santri itu, misalnya ada yang berasal dari Lampung, Sumatra dan lain-lain,” ujarnya. Fahmi mengaku, pesantren

Keunikan pesantren Darul Hidayah yang lain adalah, semua pengurus dan guru pengajian tidak boleh menerima honor. Semua murid yang mengaji tidak membayar alias gratis.

Darul Hidayah memang tidak menggunakan sistem mondok di asrama. Kalau pun ada yang mondok, kata dia, hanya bisa untuk santri laki-laki yang tidak memiliki tempat tinggal. Jumlah santri yang mondok di pesantren saat ini, kata dia, hanya 25 orang. Hal itu sengaja dilakukan, agar masyarakat awam tidak segan belajar di darul Hidayah jadi pola pembelajarannya dibuat untuk menarik simpati. Kalau menggunakan sistem asrama, pendidikan dan peraturan yang ditetapkan akan lebih ketat. Kegiatan di pesantren Darul Hidayah, kata dia, dimulai sejak pukul 7.00 WIB untuk pendidikan formal TK, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madra-

sah Aliyah (MA). Semua kegiatan pendidikan formal itu, akan berakhir pada pukul 15.00 WIB kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pengajian umum sampai pukul 23.00 WIB. ”Keunikan pesantren Darul Hidayah yang lain adalah, semua pengurus dan guru pengajian tidak boleh menerima honor jadi semua murid yang mengaji tidak membayar atau gratis,” katanya. Namun, lanjut dia, karena gratis semua pengurus yayasan harus berusaha keras untuk mencari dana agar semua kebutuhan operasional bisa terbayar. Menurut Fahmi, jumlah santrinya akhir-akhir ini memang semakin berkurang. Karena, pada zaman ini ba-

nyak sekali pengajian yang menggunakan sistem instan. Sementara, Darul Hidayah masih menggunakan pola pembelajaran yang agak kuno. Tapi, bagaimana pun juga semakin berkurangnya santri Darul Hidayah menjadi tantangan Darul Hidayah untuk mengembangkan diri dan berinovasi terus. Sedangkan menurut Ketua Harian Yayasan, Drs H Asep Hermawan MH, untuk menarik minat masyarakat mencari ilmu sekaligus agar pesantren bisa membiayai kebutuhan secara mandiri, maka orientasi arah pendidikan pesantren dirombak. Selain itu, pesantren pun mendirikan berbagai unit usaha misalnya, perdagangan, koperasi, warnet dan lain-lain. ”Mendirikan unit usaha merupakan salah satu upaya dari pesantren untuk memperkuat perekonomian,” tegas Asep. Perubahan lain yang dilakukan Darul Hidayah untuk menjawab tantangan zaman, sambung Asep, adalah mengubah paradigma pendidikan formal yang tadinya asal menjadi lebih tertata. Yaitu, dengan meningkatkan bimbingan, asuhan dan kualitas pendidikan. Kedua, sentralisasi keuangan diperketat serta yang tidak kalah pentingnya, menjadikan perencanaan pembangunan sarana fisik sebagai isu sentral untuk pengurus. Karena, kondisi sarana dan

prasarana pendidikan saat ini sudah banyak yang rusak dan tidak layak pakai.
Masjid bersejarah Masjid Darul Hidayah itu dibangun ulang tahun 1968. Sebelumnya, sejak zaman Belanda, masjid itu menjadi masjid satu-satunya di wilayah itu, dengan nama Masjid Jami Desa Gumuruh. Ukurannya hanya 5 meter x 7 meter dengan bangunan semi permanen dan tidak memiliki tempat berwudhu. Pada tahun 1965, dibawah prakarsa Mayor RA Syahdi, masjid Jami Desa Gumuruh itu direnovasi dan diberi nama Masjid Darul Hidayah. íTiga orang tokoh penting pendiri pesantren Darul Hidayah adalah RA Syahdi, RD A Memed, dan AJ E Hambari Mukhsin Selain memiliki tempat berwudhu, bangunan masjid dibuat permanen dengan ukuran 10 meter x 17 meter. Di sebelah utara masjid pun bangunannya ditingkatkan dan di sebelah selatan dibangun ruangan untuk belajar. ”Pada zaman Belanda, daerah 17 Agustus yang disebut daerah Cibangkong adalah daerah yang termasuk lampu merah dan terkenal karena kejahatan serta prostitusinya,” ujar Fahm. Oleh karena itu, sambung Fahmi, keberadaan pesantren Darul Hidayah sangat penting untuk membina umat Islam di sekitar Jalan 17 Agustus. kie
FOTO-FOTO: ARIE LUKIHARDI

12

DIALOG JUMAT

TABLOID REPUBLIKA

JUMAT, 4 APRIL 2008

JUMAT, 4 APRIL 2008

DIALOG JUMAT

TABLOID REPUBLIKA

13

KOMUNITAS
FOTO-FOTO: DOK AL AZHAR

KOMUNITAS
FOTO-FOTO: IRWAN KELANA/REPUBLIKA

100 TAHUN BUYA HAMKA
T
aufik Ismail yang begitu memukau membaca puisi karya ulama besar Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), semangat Adhyaksa Dault melepas 3.000 lebih peserta jalan santai, haru Ratih Sang saat menyerahkan bantuan 100 buah kaki palsu untuk mantan penderita kusta di Rumah Sakit Kusta Sitanala, Tangerang, adalah refleksi kecil kepribadian Hamka. Tak cukup hanya melukiskan kembali sketsa wajah pendiri Al-Azhar Indonesia untuk mengenang 100 tahun perjuangannya menegakkan Islam. Tak pupus rindu pada sosok istikamah nan romantis walau dengan dendang nasyid menggetar sukma. Sebagai sebuah tengara, rangkaian kegiatan peringatan 100 Tahun Buya Hamka adalah upaya menyegarkan kembali, upaya mereaktualisasi pemikiranpemikirannya. Demikian juga berdirinya Hamka Center, situs, dan buku mengenang 100 Tahun Hamka, bukan semata monumen tanpa makna. Maka, Yayasan Masjid Al Azhar menyuguhkan rangkaian acara maraton mengenang sosok ulama agung itu dalam dua bulan ini.

PEMBERANTASAN BUTA HURUF ALQURAN

S

alah satu musuh terbesar bagi masyarakat Indonesia adalah kemiskinan dan kebodohan. Bicara kebodohan, masih banyak masyarakat Indonesia yang buta huruf. Tidak hanya buta huruf Latin, terlebih bahaya lagi adalah buta huruf Alquran. Hal itu mendapat perhatian serius Pemkot Depok, Jawa Barat. ‘’Salah satu agenda terpenting Pemkot Depok adalah memberantas buta huruf, baik Latin maupun Arab,’’ kata Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail saat memberikan tausiyah pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan oleh Pengajian Ittihadul Ummah di MI Sirajul Atfhal, Parungbingung, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Ahad (23/3).

Terkait dengan pemberantasan buta huruf Alquran itu, Walikota menantang para pengurus Ittihadul Ummah — yang merupakan gabungan 27 pengajian di Parungbingung — untuk bersama-sama aktif melakukan pemberantasan buta huruf Alquran. ‘’Tiga bulan lagi saya akan datang ke Parungbingung untuk mengecek apakah masih ada yang buta huruf Alquran atau tidak. Saya datang tidak bilang terlebih dahulu. Saya akan sidak (inspeksi mendadak),’’ kata Nur Mahmudi pada acara yang dihadiri anggota DPRD Depok Madzhab, Camat Pancoran Mas Rd Sudrajat, Lurah Rangkapan Jaya Baru Mukri Sudana dan ratusan jamaah. Ketua Pengajian Ittihadul Ummah Jayati mengatakan selama ini Pengajian tersebut aktif membina para wanita di kampung tersebut dengan bekal ilmu agama maupun membaca Alquran. ‘’Insya Allah, masyarakat di

Para jamaah asyik mendengarkan siraman rohani.
Parungbingung, khususnya kaum wanitanya, sebagian besar sudah lancar membaca Alquran,’’ tutur Jayati. Sementara itu, penceramah kedua, Ustadzah Suryani Kodir mengingatkan para jamaah pentingnya menerapkan hikmah mengikuti pengajian maupun melaksanakan shalat dalam kehidupan sehari-hari. Apa saja hikmah tersebut? ‘’Wanita Muslimah harus mengenakan pakaian yang islami, selalu menjaga lisan dan tidak suka ngomongin orang, hidup bertetangga dengan baik, senang bersedekah, dan mengurus rumah tangga dengan baik,’’ papar Suryani Kodir. ika

Gebyar Maulid di Mushala Nurrurahman

FOTO-FOTO: M AKBAR/REPUBLIKA

B

anyak cara untuk menyambut Hari Raya Maulid Nabi Muhammad SAW. Mushala Nurrurrahman yang berada di Kavling Pelita Air Service, Sawangan, Depok, menggelar beragam kegiatan. Mulai dari lomba untuk anakanak, bazar sampai tabligh akbar. Semua kegiatan dilakukan Ahad (30/3). Verus Hardian, ketua Badan Kemakmuran Mushala (BKM) Nururrahman, menjelaskan kegiatan ini dilakukan untuk menjalin silahturahim serta memperkokoh ukhuwah warga yang berada di Kavling Pelita Air Service. ‘’Kegiatan ini merupakan salah satu aktifitas syiar dari BKM kepada masyarakat sekitar,’’ katanya. Dalam gebyar Maulid Nabi tahun ini, kegiatan lomba terbagi dalam dua jenis, yakni lomba mewarnai dan gambar serta lomba menghafal doa. Kegiatan ini berhasil melibatkan hampir seratus anak-anak tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Selanjutnya untuk kegiatan bazaar yang dilakukan sepanjang Ahad (30/3) pagi hingga siang diikuti oleh 24 stand. Sedangkan sebagai penutup dari rangkaian menyambut Maulid Nabi Muhammad dihadirkan Ustad Abdul Hakim SSi, salah satu tim dari Darut Tauhid. akb

Punya Acara Keagamaan?
Anda mempunyai acara bernapaskan keislaman? Melalui rubrik ini, Anda bisa berbagi cerita dengan sidang pembaca Dialog Jumat Republika. Kirimkan naskah kegiatan Anda beserta foto (dalam format jpg atau JPEG melalui alamat email: Dialog.Jumat@gmail.com. Atau: Kirimkan reportase Anda berikut foto acara melalui pos ke alamat Jl Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510.

14

DIALOG JUMAT

TABLOID REPUBLIKA

JUMAT, 4 APRIL 2008

JUMAT, 4 APRIL 2008

DIALOG JUMAT

TABLOID REPUBLIKA

15

PENGALAMAN ROHANI

TELAAH

DR JOSERIZAL JURNALIS

Shalatlah, Maka Tubuh Menjadi Sehat

Hidup Bahagia dengan Tahajud dan Subuh

I

T

ak ada kata diam dalam kamus dr Joserizal Jurnalis, salah satu penggagas organisasi nirlaba MER-C. Hampir di setiap kejadian bencana, ia turun sendiri memimpin aksi kemanusiaan organisasinya. Saat ditemui Republika akhir pekan lalu, dia tengah menunggu visa dari pemerintah Amerika Serikat untuk bersama tim MER-C berangkat ke Guantanamo. Setelah itu ia akan Mali di Afrika yang kini dilanda perang saudara dan kelaparan. ”Panggilan kemanusiaan harus dijawab,” ujarnya singkat. Di luar negeri, tugas kemanusiaan telah dilakukan beberapa kali, antara lain di Mindanau (Pilipina Selatan) dan Patani (Thailand Selatan) yang dilanda konflik. Demikian juga saat gempa di Iran, dokter yang selalu prihatin akan nasib umat memimpin langsung tugas kemanusiaan. Dia juga pergi ke Libanon saat gerilyawan Hizbullah baku hantam dengan Israel, sekalipun dia dan rekan-rekannya menyadari harus menghadapi risiko maut. Di dalam negeri, kegiatannya sudah tak terbilang. Berdiri Agustus 1999, MER-C memulai langkah dengan mengirimkan tim ke Maluku yang saat itu dilanda pertikaian berdarah yang berkepanjangan. Demikian juga pada saat terjadi gempa dan tsunami di Aceh dan Nias, dan gempa di Bengkulu, dan bencana alam lainnya, MER-C mengirimkan tim terdiri dari tenaga kesehatan maupun non-medis. Apa yang mendorongnya melakukan tugas kemanusiaan dengan segala risikonya? ”Misi kemanusiaan akan dilakukan dengan segala risikonya bila ada sesama manusia yang terjepit, terutama dalam kondisi perang, tanpa ada yang peduli dan diabaikan,” ujar pria kelahiran tahun 1963 ini. Melalui misinya itu, MER-C ingin menyiarkan keantero dunia nilai-nilai Islam yang elegan. ”Bahwa dalam memberikan pertolongan apa yang kita berikan berdasarkan urgensi. Tidak lihat latar belakang agama, etnik, dan politik,” ujarnya. ”Tak jarang yang kita tolong sebenarnya adalah musuh Islam. Tapi saat musuh Islam tergeletak di depan kita, kita menolongnya tanpa membedakan agama dan statusnya.” Menurut dia, Rasulullah Muhammad SAW juga mencontohkan hal demikian. Ia berbuat baik pada siapa saja, termasuk musuhnya. Juga sahabat Ali bin Abhi Thalib yang tidak mau membunuh musuhnya karena musuh ini meludahinya. ––Menantu dan kemenakan Nabi ini takut kalau dia membunuh musuhnya itu kare-

na didasarkan pada balas dendam terhadap dirinya. Demikian pula nilai-nilai yang agung itu telah ditunjukkan oleh Salahudin Al-Ayubi dalam Perang Salib.–– Banyak hikmah di balik kerja sosialnya. Ia mengaku menjadi lebih dekat dengan Allah. Di sisi lain, ia banyak ––memotret–– kondisi umat yang menurut dia memprihatinkan. ‘’Saya sungguh sedih karena dalam berbagai konflik, korbannya di mana-mana umat Islam. Dan lebih menyedihkan lagi saya menyaksikan umat Islam terpecah belah, bahkan saling membunuh akibat perselisihan sektarian. Kerja sosial, kata dia, juga menempa dirinya. Selama melaksanakan misi kemanusiaan, ia harus berpisah sementara dengan orang-orang yang dicintainya. Bila tugas di dalam negeri biasanya memakan waktu dua pekan, maka bila ke luar negeri bisa sampai satu atau dua bulan. Kita mengencangkan ikat pinggang bersama,–– sambil tersenyum dia mengungkapkan. Maksudnya, selama dia pergi, maka ia harus rela penghasilannya berkurang karena tidak berpraktik. Sedang di tempat tugas, ia mendedikasikan seluruh waktunya dan tanpa mendapat imbalan. Ia menceritakan pengalamannya saat di Afghanistan. Bersama dengan kawan-kawan yang umumnya dokter dan tenaga muda, ia bekerja siang malam dan nyaris tidak pernah beristirahat secara cukup. ”Namun Alhamdulillah, kita selalu diberi kekuatan dan kesehatan,” tambahnya. Bagi dr Joserizal dan kawan-kawan seperjuangannya penderitaan ini membawa hikmah. ‘’Kita merasa makin dekat kepada Allah dan yakin akan pertolongan-Nya. Kita merasa ikut memberikan syiar Islam pada mereka,” tambahnya. as

badah shalat yang dilaksanakan umat Islam di berbagai belahan dunia, memiliki gerakan yang sama, gerakan yang khusus yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Dalam kaitan ini, Rasulullah SAW telah mengingatkan umatnya untuk melakukan shalat seperti yang dilakukannya. ‘’Shalluu kamaa ra-aitumuuni ushalli (Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat).’’ Shalat yang dilakukan Nabi Muhammad SAW sesuai dengan petunjuk yang beliau terima dari Allah SWT, demikian pula cara melaksanakan wudlu. Oleh karenanya, sikap tubuh yang dipraktikkan dalam shalat bukanlah gerakan-gerakan sembarangan. Semua muslim harus melaksanakan shalat semirip mungkin dengan shalat Nabi Muhammad SAW. Buku yang ditulis Lukman Hakim Saktiawan yang sejak usia 10 tahun mempelajari kungfu shaolin langsung di China, mengupas hubungan ibadah shalat dengan kesehatan jasmani dari perspektif kesehatan cina. Bahkan dengan amat fasih, Lukman mengupas manfaat waktu-waktu shalat yang memang telah ditentukan oleh Allah SWT seperti yang termaktub dalam Alquran surat an-Nisa (4) ayat 103: ‘’Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.’’ Pada bab 4 tentang rahasia-rahasia waktu shalat (halaman 148), Lukman mengungkapkan kalau kita telaah lebih mendalam, waktuwaktu shalat sangat sesuai dengan sistem sirkulasi yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Waktu subuh misalnya, merupakan

A

Judul Buku : Keajaiban Shalat Menurut Ilmu Kesehatan Cina Penulis : Lukman Hakim Saktiawan Penerbit : Mizania Cetakan I : Juni 2007 Tebal : 205 halaman plus indeks

waktu yang sangat tepat untuk proses terapi sistem pernapasan dalam paru-paru. Ini sesuai dengan waktu pagi hari karena pada saat itu udara masih bersih. Zuhur, merupakan waktu untuk terapi jantung dan usus kecil; Ashar merupakan terapi untuk kandung kemih dan Maghrib terapi ginjal. Jadi, shalat memang benar-benar membikin tubuh jadi sehat. Lantas, apa yang menghalangi kita untuk tak bersemangat melaksanakan ibadah shalat? dam

da tujuh sunnah harian yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW. Dua di antaranya adalah shalat Tahajud dan shalat fardhu berjamaah, khususnya shalat Shubuh. Kedua ibadah tersebut, bila dilaksanakan secara konsisten (istikamah), akan berdampak luar biasa dalam kehidupan seorang Muslim. Yakni, berupa kesuksesan dan kebahagiaan hidup tidak hanya di akhirat, tapi juga di dunia. Shalat Tahajud dan Shubuh berjamaah, selain berbuah pahala dan kemuliaan secara spiritual, juga berdampak terhadap kesehatan fisik, jiwa, peneguhan iman, dan kesuksesan karir. Buku yang ditulis oleh Yusni A Ghazali ini menggabungkan dua ibadah utama tersebut sekaligus. Bagian pertama, tentang shalat Tahajud. Bagian ini mengupas hikmah shalat Tahajud, sifat-sifat orang yang shalat Tahajud, tisp agar mudah bangun malam, waktu shalat Tahajud, bacaan shalat Tahajud, dan doa Rasulullah usai Tahajud. Selain itu, dampak Tahajud bagi kesehatan jasmani, yakni meningkatkan imunitas, menjadikan tubuh bugar, mengandung aspek meditasi dan relaksasi, serta menumbuhkan persepsi dan motivasi positif. ‘’Beberapa pernyataan medis mengenai keutamaan shalat malam merupakan bukti bahwasanya syariat Islam tidak menyalahi kaedahkaedah kesehatan.’’ (hlm 77) Bagian kedua bicara mengenai keajaiban shalat Shubuh, dimulai dari keutamaan shalat Shubuh (ada 20 keutamaannya!), cara shalat Shubuh Rasulullah, surah yang dibaca dalam shalat Shubuh, serta doa dan dzikir sesudah shalat Shubuh. Selain itu, manfaat shalat Shubuh bagi kesehatan jasmani, terutama menormalkan kinerja syaraf pusat dan menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh.

Judul buku Penulis Penerbit Cetakan Tebal

: Mukjizat Tahajud & Shubuh : Yusni A. Ghazali : Grafindo Khazanah Ilmu : VI, Maret 2008 : 186 hlm

Bagian terakhir membahas pengaruh shalat bagi jiwa. Penulis menjelaskan hal ruhaniah yang memudahkan Tahajud dan Shubuh berjamaah. Termasuk di antaranya tobat, ingat mati, hidup sederhana, dan istighfar. Buku ini sangat perlu dibaca oleh setiap Muslim. Lebih dari itu, diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga meraih hidup sukses dan bahagia dunia dan akhirat. ika

Islam di Ibu Kota

KODI
rang profesional. Dalam memelihara dan memakmurkan masjid misalnya banyak yang melakukannya secara tidak terorganisir. Namun dari yang sedikit tersebut diharapkan muncul masjidmasjid yang memiliki kapabilitas dan keunggulan tertentu sehingga berdaya di tengah umat. Pada 1 Juli 2006, telah terbentuk Forum Silaturahmi dan Kemakmuran Masjid se ASEAN (FSKMA) di Aceh yang mempertemukan pimpinan masjid-masjid terkemuka di Indonesia dan ASEAN. Dalam forum inilah masjid-masjid di ASEAN bisa saling bersilaturahim dan berbagi pengalaman tentang keunggulan pengelolaan masing-masing masjid. Selanjutnya, pertemuan kedua dilakukan di Sabah - Malaysia, 16 Agustus 2007, dimana sebagai tindak lanjut dari acara tersebut Jakarta Islamic Centre mendapatkan amanah dalam program Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Atas dasar inilah Jakarta Islamic Centre mengadakan acara Semiloka Masjid Serantau pada tanggal 20-22 Maret 2008 di Hotel Sofyan Betawi, Cikini. Acara yang diikuti 50 orang perwakilan dari Malaysia, Thailand dan beberapa masjid besar di Indonesia ini bertujuan untuk merumuskan format Manajemen Masjid yang baku sehingga dapat diterapkan di Masjid-masjid di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya khususnya fungsi masjid dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi. Dengan adanya acara ini diharapkan bisa menjadi satu tempat untuk saling berbagi, tukar pikiran dan ada satu keputusan bersama mengenai model manajemen masjid yang bisa diterapkan oleh masjid-masjid di Indonesia dan ASEAN. Semoga pertemuan ini mampu membangkitkan semangat pengurus masjid untuk tetap memaksimalkan peran dan fungsinya dalam upaya membangun peradaban Islam di masa depan. Mekanisme kegiatan acara semiloka ini dirancang dalam tiga model, yaitu sharing idea dari masing-masing masjid unggulan, pandangan para pakar dan focus group discussion dalam tiga komisi sehingga melahirkan beberapa rekomendasi strategis bagi pengembangan masjid di kawasan Asia Tenggara. Salah satu keputusan penting yang dihasilkan semiloka ini adalah kesepakatan forum terhadap identitas diri forum yaitu dengan nama Forum Silaturahmi dan Kemakmuran Masjid Serantau (FSKMS). Hal ini ditetapkan dalam rangka memperluas keanggotaan dan jaringan kerja forum, mengingat banyak negara-negara muslim lainnya yang berkeinginan kuat untuk bergabung dalam forum tersebut. Kini peran masjid diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat melaksanakan ibadah ritual saja tapi juga berperan dalam aspek lainnya dalam pengertiannya yang lebih luas. Sehingga masjid juga memiliki kemampuan dan peranan efektif dalam bagian dari pembangunan umat yang mampu melahirkan generasi berkualitas.

Catatan Semiloka Manajemen Masjid Serantau

Joserizal Jurnalis
Lahir Pendidikan : Padang, 11 Mei 1963. : SD PPSP IKIP Padang SMP PPSP IKIP Padang SMA 2 Padang : Prof Ir Jurnalis Kamil PhD : Prof Zahara Idris MA : Ketua Umum Forum Studi Islam FKUI : Juara I Siswa Teladan tingkat SLTP se Sumatera Barat Ahli bedah ortopedi dan frumatologi FKUI.

K

Ayah Ibu Pengalaman Organisasi Prestasi

ALWI SAHAB/REPUBLIKA

etika berbicara mengenai masjid, semua orang tentu sepakat bahwa masjid adalah sarana melakukan ibadah ritual, namun lebih dari itu masjid ternyata tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah mahdah, ibadah yang langsung kepada Allah SWT seperti shalat, mengaji dan sebagainya, namun juga juga berfungsi sebagai sarana ibadah yang sifatnya sosial seperti mengelola zakat, wakaf, peningkatan ekonomi ummat dan membangun ukhuwah Islamiah. Di sisi lain masjid juga ternyata bisa juga berfungsi sebagai pusat pengembangan masyarakat. Yang terpenting dari itu semua adalah fungsi masjid sebagai pusat pembinaan persatuan umat. Jumlah masjid di Indonesia memang sangat banyak dan terus bertambah namun sayangnya baru sedikit dari jumlah masjid itu yang mampu mengelola dan memanfaatkan secara optimal sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen modern, bahkan kebanyakan justru cenderung ku-

Related Interests