You are on page 1of 26

Felicia Ananda Baeha Waruwu-102011410

NKB-KMK-BBLR-RDS

Skenario 15

Seorang ibu hamil 33 minggu (G1P0A0) berusia
30 tahun datang dengan keluhan perdarahan
pervaginam. Ibu telah diketahui menderita
plasenta previa totalis. Bayi dilahirkan via SC
dengan berat 1200 gr dan ketuban jernih. Bayi
meringis dengan ekstremitas sedikit flexi dan
tampak biru, denyut jantung 130x/menit dengan
nafas iregular. Setelah distimulasi, bayi menangis
kuat dan aktif. Satu jam setelah lahir, bayi
menangis lemah dengan badan tampak kebiruan,
(+) mendengkur dengan sedikit retraksi dada
sehingg bayi harus dirawat.

Anamnesis Cairan ketuban (jernih/terca mpur mekonium) Cukup bulan / tidak Sebelum dilahirkan .

Anamnesis Menangis/tida k/ benafas/mega p-megap Tonus otot bayi Setelah dilahirkan .

waktu. tempat. dan kondisi saat melahirkan  Tindakan kepada bayi  Frekuensi menyusui  Riwayat BAB dan BAK  Kekuatan menghisap bayi .Anamnesis  Keluhan yang ibu lihat pada bayinya  Riwayat kesehatan ibu  Riwayat penyakit keluarga  Cara.

Pemeriksaan Fisik  Postur. dan aktivitas  Kulit  Pernafasan dan  Denyut jantung retraksi dada dengan meletakkan stetoskop di dada kiri setinggi apeks kordis  Pengukuran suhu ketiak dengan termometer  Lihat dan raba bagian kepala  Mata . tonus.

Pemeriksaan Fisik  Inspeksi dan Palpasi abdomen dan lihat tali pusat  Inspeksi Punggung dan raba tulang belakang  Ekstremitas  Lubang anus  Genitalia eksterna  BB Bayi  PB dan Lingkar Kepala Bayi .

APGAR SCORE .

BALLARD SCORE .

BALLARD SCORE .

BALLARD SCORE .

BALLARD SCORE .

BALLARD SCORE KULIT .

BALLARD SCORE .

Lubchenco SCORE .

DD  keterlambatan pembersihan cairan paru  Asfiksia Neonatus  kegagalan bernafas  TTNB .

WD  NKB-KMK-BBLR-RDS .

. bukan akibat gannguan pernfasan (anemia.  Tidak umum Hipoplasi paru. pneumonia.Etiologi  Umum RDS e. asidosis metabolik). dan penjakit jantung kongenital. dan transient takipneu of the newborn. pneumothoraks.c defisiensi surfaktan. sepsis. hiptermia.  Jarang Hernia diafragmatika.

Epidemiologi  Tahun terakhir mulai turun  Bayi laki-laki lebih sering  Bayi berkulit putih lebih sering .

retraksi dada (retraksi sternal dan ICS). pernafasan cuping hidung suara nafas grunting sianosis (lebih berat). .Manifestasi Klinik  Muncul • • • • • dalam 4 jam setelah persalinan : takepnue (>60 kali/menit).

Patofisiologi  Defisiensi kolaps surfaktan  paru kaku  .

Penatalaksanaan  CPAP  HFOV  Kortikosteroid pascanatal  Inhalasi nitrit oksida (masih dalam penelitian) .

Komplikasi  infeksi atau kolaps paru  kebocoran udara  patent ductus arterosus  perdarahan paru  perdarahan intraventrikular  displasia bronkopulmoner (penyakit paru kronis) .

Pada awalnya akan terlihat edema jaringan akibat transudasi cairan kedalam alveoli dan jaringan subkutan.Prognosis  Perjalanan alami bagi penyakit ini adalah menjadi buruk selama 24-72 jam pertama dan kemudian membaik setelah beberapa hari. . Secara bermakna akan hilang dengan pemberian kortikosteroid antenatal dan profilaksis surfaktan. yang menghilang dengan perbaikan dari penyakit.

Pencegahan Surfaktan  menurunkan mortilitas bayi  + kortikosteroid  angka kematian menurun signifikan  Profilaksis .

sehingga paru menjadi kaku. Pemberian kortikosteroid juga dianjurkan pada neonatus yang tidak bisa terlepas dari pemakaian ventilator mekanik. Bayi akan mengalami kolaps pernafasan karena tidak adanya surfaktan untuk melenturkan paru. Dengan adanya profilaksis surfaktan angka kematian bayi dapat ditekan saat ini sehingga prognosis kehidupan bayi akan lebih terjamin.Kesimpulan  RDS adalah suatu penyakit yang sering terjadi pada NKB disebabkan karena belum maksimalnya produksi dan fungsi surfaktan. . Pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan CPAP atau HFOV.