PERHITUNGAN EFISIENSI BOILER

PERHITUNGAN EFISIENSI BOILER
Efisiensi adalah suatu tingkatan kemampuan kerja dari suatu alat. Sedangkan efisiensi
pada boiler adalah prestasi kerja atau tingkat unjuk kerja boiler atau ketel uap yang
didapatkan dari perbandingan antara energi yang dipindahkan ke atau diserap oleh fluida
kerja didalam ketel dengan masukan energi kimia dari bahan bakar. Untuk tingkat efisiensi
pada boiler atau ketel uap tingkat efisiensinya berkisar antara 70% hingga 90%.(Agung.N,
2007)
Terdapat dua metode pengkajian efisiensi boiler :
-

Metode Langsung :energi yang didapat dari fluida kerja (air dan steam)

dibandingkan dengan energi yang terkandung dalam bahan bakar boiler.
-

Metode tak Langsung :efisiensi merupakan perbedaan antara kehilangan

dan energi yang masuk

Pembakaran
Pembakaran terjadi secara proses kimia antara bahan-bahan yang mudah terbakar
dengan oksigen dari udara untuk menghasilkan energi panas yang dapat digunakan untuk
keperluan lain. Komponen utama bahan-bahan yang mudah terbakar adalah carbon, hidrogen,
dan campuran lainnya. Dalam proses pembakaran komponen ini terbakar menjadi
karbondioksida dan uap air. Sejumlah sulfur juga terdapat pada sebagian besar bahan bakar.
(Singer, 1991).
Pada proses pembakaran jumlah oksigen yang digunakan dapat mempengaruhi
kualitas pembakaran. Oksigen merupakan salah satu elemen udara yang jumlahnya mencapai
20.9% seluruh komponen dari udara. Bahan bakar akan erbakar pada keadaan normal jika

Uji efisiensi boiler dapat membantu dalam menemukan penyimpangan efisiensi boiler dari efisiensi terbaik dan target area permasalahan untuk tindakan perbaikan. (UNEP. 2008). Neraca panas dapat membantu dalam mengidentifikasi kehilangan panas yang dapat atau tidak dapat dihindari. berkurang terhadap waktu disebabkan buruknya pembakaran. seperti efisiensi dan rasio penguapan. Panah tebal menunjukan jumlah energi yang dikandung dalam aliran masingmasing.terdapat udara yang cukup. Bahkan untuk boiler yang baru sekalipun. Proses pembakaran dalam boiler dapat digambarkan dalam bentuk diagram alir energi. kotornya permukaan penukar panas dan buruknya operasi dan pemeliharaan. alasan seperti buruknya kualitas bahan bakar dan kualitas air dapat mengakibatkan buruknya kinerja boiler. Diagram ini menggambarkan secara grafis tentang bagaimana energi masuk dari bahan bakar diubah menjadi aliran energi dengan berbagai kegunaan dan menjadi aliran kehilangan panas dan energi. Neraca Kalor Parameter kinerja boiler. .

berbahan kehilangan yang Kehilangan terjadi panas bakar untuk pembangkitan panas pada batu Heat steam. .Gambar. baik penurunan maupun kenaikan temperatur. boiler bara Exchanger Heat exchanger adalah alat untuk memindahkan energi panas dari suatu fluida ke fluida lain. Gambar berikut memberikan gambaran berbagai Gambar. Fluida panas memberikan panasnya ke fluida dingin melalui suatu media atau secara langsung sehingga akan terjadi perubahan sesuai dengan yang dikehendaki. Pada umumnya perpindahan panas ini terjadi secara kombinasi antara konduksi dan konveksi. Neraca panas merupakan keseimbangan energi total yang masuk boiler terhadap yang meninggalkan boiler dalam bentuk yang berbeda. Diagram neraca energi boiler.

Jika keadaan masuk fluida panas diidentifikasikan kondisi 1dan keadaan keluar fluida diidentifikasikan sesuai Untuk aliran diidentifikasikan Untuk Klasifikasi 2. bertekanan desain pada superheater 9. bila temperatur masuk dan keluar fluida pada heat exchanger diketahui. bisa menggunakan bahan bakar berupa minyak. baik untuk fluida panas maupun dingin. temperature pada primary air heater 150 ° C. Persamaan untuk menghitung ÄTlmtd pada aliran sejajar. temperature exhaust gas 150 ° C. temperature pada secondary air heater 150 ° C. memiliki kapasitas uap sebesar 130 ton per jam (210.000 kg/jam). berlawanan dan aliran silang (cross flow) dijelaskan dalam penjelasan berikut.8 MPa (bertekanan desain 104 kg/cm2. tekanan desain outlet superheater 91 kg/cm2). temperature pada feedwater 215 ° C.Beda temperatur rata-rata logaritmik (ÄTlmtd) Besarnya ÄTlmtd dapat dihitung berdasarkan jenis susunan aliran yang diterapkan dalam penukar kalor. dengan perakitannya dilakukan di PLTU Jeranjang dimana boiler tersebut akan digunakan. berlawanan arah aliran Boiler PLTU Taman dingin searah Jeranjang 1X25 MW Lombok Berdasarkan pada tujuan dan konstruksinya boiler di PLTU Jeranjang. temperatur desain outlet superheater 540 ° C (513 0C). termasuk kategori industrial boiler karena memiliki spesifikasi antara lain boiler digunakan untuk menggerakkan turbin. sedang dengan keadaan fluida point-point tersebut. . Metode beda temperatur rata-rata logaritmik digunakan sebagai langkah awal dalam analisa heat exchanger. sehingga dapat menentukan beda temperatur rata-rata logaritmik.

Berdasarkan daerah yang mengalami pemanasan.46 wt% = 11. turbulensi yang kuat. Berdasarkan jenisnya boiler PLTU Jeranjang termasuk boiler FBC (Fluidized Bed Combustion). - pada saat = komisioning adalah: 85. Disitu terlihat jelas bahwa air sirkulasi pada boiler masuk melalui pipa-pipa dan panas hasil pembakaran dilewatkan melalui permukaan luar pipa tersebut. O = 0. Dengan kenaikan kecepatan udara selanjutnya. Bed partikel padat menampilkan sifat cairan mendidih dan terlihat seperti fluida . N = 0. Begitu kecepatan udaranya berangsur-angsur naik. boiler di PLTU Jeranjang termasuk tipe water tube boiler. terbentuklah suatu keadaan dimana partikel tersuspensi dalam aliran udara – bed tersebut disebut “terfluidisasikan”. Untuk melakukan analisa lebih lanjut. terjadi pembentukan gelembung.24 wt% Nitrogen. batubara akan terbakar dengan cepat dan bed mencapai suhu yang seragam dan disangga oleh saringan halus. Boiler yang.68 wt% S = 2. pencampuran cepat dan pembentukan permukaan bed yang rapat.07 wt% Oxygen. H - Sulphur. Data yang didapat dari hasil fuel analysis yang digunakan - Carbon.“bed gelembung fluida/bubbling fluidized bed”. maka perlu dilakukan perhitungan untuk mendapatkan rumus empiris maupun rumus molekul dari bahan bakar tersebut. partikel tidak akan terganggu pada kecepatan yang rendah. Analisa Kondisi Komisioning PLTU Jeranjang dalam rencana pengoperasian normalnya menggunakan bahan bakar coal.20 wt% . C - Hydrogen. udara atau gas yang terdistribusi secara merata dilewatkan keatas melalui bed partikel padat seperti pasir dalam keadaan terfluidisasikan dipanaskan hingga ke suhu nyala batubara dan batubara diinjeksikan secara terus menerus ke bed.

- Ash.77 kg/s feed = = water 183.86 yang diterima joule/kg oleh air .82 kg/s dari boiler steam outlet 817.9 = panas boiler = = ~Energi water kcal/kg 3421337.04 = wt% - Moisture 0.31 - HHV = 10473 kcal/kg - LHV = 9840 kcal/kg - Spesific gravity Beban wt% = 0. a = 0.19 kcal/kg 766315.9475 25 MW Boiler Input ~Laju : aliran massa dari = = ~Entalpi dari feed (139580 kg/h) 38.04 joule/kg Output ~Laju ~Entalpi : aliran massa dari steam outlet 139760 kg/h = 38.

64 panas hasil buang kg/h kg/s buang joule/kg pembakaran .86 dari = ~Energi gas gas 341819.84 aliran massa joule/kg udara pembakaran = 136836 kg/h = 38.50 joule/kg Output: *Flue ~Laju gas aliran massa = 139912.57 kg/s ~Heating value bahan = bakar 9840 = ~Laju bahan kcal/kg 41161467.01 kg/s ~Entalpi dari udara = pembakaran 324426.77 kg/s x joule/kg 103112201.86 joule/kg - 766315.69 joule/s Furnace Input ~Laju : aliran massa bakar = 9246 kg/h = 2.04 = 38.= 38.2 = ~Entalphi 38.82 kg/s x 3421337.

- C 85.69 1650970.77 energi = joule/kg) yang 104763171.65 wt% Oxygen.9816 MW Boiler Input ~Laju : aliran massa dari feed water .09 wt% S = 2.84 joule/kg + 38. - = a = Moisture = 0. O = 2. - Hydrogen.86 kg/s x 341819.64 = ~Kerugian 104763171.08 Analisa yang joule/s joule/s Kondisi Data air Sekarang didapat dari hasil analysis fuel adalah: - Carbon. H - Sulphur.5 wt% wt% - HHV = 18497 Btu/Lb - LHV = 17619 Btu/Lb - Spesific Beban gravity = 25 0.50 joule/kg) .01 kg/s x 324426.01 0.77 tidak joule/s = joule/s ditransfer - ke 103112201.= (2.13 wt% Ash.57 kg/s x 41161467.(38. N = 0.12 wt% = 12.04 wt% Nitrogen.

54 = aliran bakar = = ~Laju bahan kcal/kg 41105163.98 = kcal/kg 1028941.43.06 kg/s dari boiler = steam outlet 813.24 kg/s x 1028941.13 joule/kg .68 kg/s value bahan 9826.92 joule/kg = 102046249.24 kg/s ~Entalpi dari feed = water 245.64 massa bakar udara joule/kg pembakaran .= 155667 kg/h = 43.13 panas yang joule/kg diterima oleh air = 43.06 kg/s x 3403476.63 = ~Energi steam kcal/kg 3403476.35 joule/s Furnace Input ~Laju : aliran ~Heating massa 9634 kg/h = 2.92 joule/kg Output ~Laju ~Entalpi : aliran massa dari boiler outlet = 155000 kg/h = 43.

14 kcal/kg 736816.63 = joule/kg) 118694157.90 kg/s x 736816.18 joule/kg) .64 joule/kg + 39.23 = ~Kerugian = energi 118694157.29 102046249.63 yang tidak joule/s joule/s ditransfer - 16647908.= 143640 kg/h = 39.(42.23 panas joule/kg hasil pembakaran = (2.18 joule/kg = = Output: *Flue gas ~Laju aliran massa gas buang = 153090 kg/h = 42.35 ke air joule/s joule/s .90 kg/s ~Entalpi dari udara pembakaran 176.53 kg/s x 486932.53 kg/s ~Entalphi dari gas = ~Energi buang 486932.68 kg/s x 41105163.

.

14 bahan diff x bakar / (1+a) % CO = Dry gas at AH inlet x CO wt% at AH inlet x 24.11 gas % buang kering = Dry gas at AH inlet x 0.24 x (Uncorrected gas temp at AH outlet .003 pembakaran from % dalam = Kerugian (1+a) hydrogen hidrogen x % dalam Entalphy 1.Temp dry bulb) x / = Kerugian = adanya Moisture 11. Perhitungan Heat Perhitungan Loss efisiensi boiler komisioning Perhitungan efisiensi ini menggunakan metode kehilangan panas (heat loss).2 x / (1+a) .Gambar. Dari perhitungan ini kita bisa mendapatkan adanya penurunan efisiensi boiler yang diakibatkan oleh kehilangan panas dari sistem yang ada di boiler. Kerugian panas tersebut meliputi : Kerugian koreksi = ÄHac harga / HHV / = Kerugian asam (1+a) x 0.25 air in fuel = untuk Moisture x = Kerugian bahan Entalphy diff bakar x / (1+a) 0.

07 x Feed % panas (American Boiler dan Manufacturer aliran Association chart) = Dry gas at AH inlet x CO wt% at AH inlet x 24.= Kerugian = 0 karbon 81 x yang Solid combustible % tidak loss / terbakar HHV / (1+a) x = Kerugian = 0 uap Total sampling untuk losses / Fuel heat = Kerugian panas sample input / (1+a) 0.03 untuk pengabutan % bahan bakar minyak = Moisture from burner atomizing steam x (Saturated steam entalphy at drum water entalphy at drum inlet) = Kerugian = % / (1+a) 0.46 x Uncorrected gas temp at AH outlet .11 sample input / (1+a) x % .02 perpindahan 0.02 adanya kadar air x % didalam udara pembakaran = Moisture in air x 0.Temp dry bulb x / = Kerugian uap (1+a) 0.2 x / (1+a) = Kerugian = 0 karbon 81 x yang Solid combustible % tidak loss / HHV terbakar / (1+a) = Kerugian = 0% uap Total sampling = losses untuk / x Fuel heat 0.

24 x (Uncorrected gas temp at AH outlet .Kerugian panas untuk udara pembakaran = Moisture in air x 0.81 gas kering = Dry gas at AH inlet x 0.21 perpindahan 1. asam / (1+a) 0.14 x Feed % dalam x Entalphy bahan diff x bakar / (1+a) . % Perhitungan panas ini dan Boiler Manufacturer neraca kalor boiler efisiensi Berikut adalah ÄHac masing-masing HHV = Sekarang rugi tersebut. harga / Kerugian Association kondisi koreksi = aliran kondisi boiler persentase Kerugian (1+a) % (American Diagram / 0.35 untuk pengabutan % bahan bakar minyak = Moisture from burner atomizing steam x (Saturated steam entalphy at drum water entalphy at drum inlet) = Kerugian = Gambar.Temp dry bulb) / (1+a) = Kerugian = adanya Moisture 14.85 air in fuel x % buang x chart) komosioning.46 x Uncorrected gas temp at AH outlet .Temp dry bulb x / (1+a) = Kerugian uap 0.

33 % Kerugian CO = Dry gas at AH inlet x CO wt% at AH inlet x 24.2 x / (1+a) = Kerugian = 0 karbon 81 x yang Solid combustible % tidak loss / terbakar HHV / (1+a) x = Kerugian = 0% uap Total sampling untuk losses / Fuel heat = Kerugian panas sample input / (1+a) 0.001 pembakaran Moisture from hidrogen hydrogen x % dalam Entalphy = bahan diff x bakar / (1+a) 9.35 pengabutan % bahan bakar minyak = Moisture from burner atomizing steam x (Saturated steam entalphy at drum water entalphy at drum inlet) = Kerugian = % (American / 0.= Kerugian = untuk 0.Temp dry bulb x / = Kerugian uap untuk (1+a) 0.46 x Uncorrected gas temp at AH outlet .14 x panas Boiler Manufacturer Feed (1+a) % dan Association aliran chart) .11 untuk x % udara pembakaran = Moisture in air x 0.21 perpindahan 1.

didapat adanya penurunan efisiensi boiler yang diakibatkan oleh kehilangan panas dengan kerugian panas terbesar terjadi pada gas buang. Hal ini berarti terjadi pemborosan panas yang berdampak pada penurunan efisiensi dari boiler tersebut. komisioning Grafik Selisih dengan kerugian panas kondisi antara kondisi sekarang Dari perhitungan diatas. Semakin tinggi gas buang berarti semakin tinggi panas yang dikeluarkan dari boiler.Gambar. Penyebab naiknya temperatur gas buang boiler diantaranya kurangnya permukaan perpindahan panas dan fouling yang terjadi pada tubing-tubing perpindahan panas. Yang .

Fouling yaitu terjadinya deposit ataupun kerak pada permukaan perpindahan panas yang dapat .disebabkan oleh kerak. Tetapi udara berlebih yang terlalu banyak juga akan mengakibatkan terjadinya losses karena pengambilan panas sendiri oleh udara berlebih untuk dibawa bersama gas buang. efisiensi boiler dapat ditingkatkan sebesar 1% pada setiap kenaikan temperatur udara pembakaran sebesar 25 C. berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi boiler tersebut. Fouling merupakan faktor utama yang mempengaruhi efisiensi boiler. Pembahasan boiler Efisiensi boiler FBC mengalami penurunan panas sebesar 4. Burner yang tidak disetel dengan baik akan mengakibatkan pencampuran udara dan bahan bakar tidak sesuai dan pada setiap laju pembebanan akan meningkatkan kebutuhan udara berlebih dan memboroskan bahan bakar sehingga efisiensi boiler akan turun. Penurunan ini bisa diakibatkan oleh banyak hal. temperatur udara pembakaran dapat dinaikkan dengan memanfaatkan temperatur gas buang yang tinggi melalui air heater. Temperatur udara pembakaran juga merupakan faktor yang mempengaruhi efisiensi boiler.17%. baik yang berasal dari bahan bakar maupun feed water. Faktor laju udara bersih yang disuplai melewati air heater. Faktor burner. untuk itulah dilakukan analisa gas asap untuk menentukan kebutuhan udara actual (W udara actual). Boiler harus dioperasikan dengan laju aliran udara yang lebih dari kebutuhan udara teoritis yang dihitung berdasarkan analisa gas asap. fungsi burner adalah untuk mencampur bahan bakar dan udara dengan proporsi yang sesuai untuk terjadinya penyalaan api dan untuk menjaga kondisi pembakaran yang terus menerus berjalan dengan baik. Naiknya temperatur gas buang juga disebabkan karena turunnya performa air heater.

Kontaminasi kondensat adalah salah satu hal yang tidak memungkinkan kondensat untuk dimanfaatkan sebagai air umpan. sebagai altertnatif. hidrogen. Kandungan karbon. Endapan yang terbentuk didinding tube pada sisi air dapat mengurangi efisiensi dan bahkan kerak dapat merusak tubenkarena over heating. sebagaimana dapat kita bandingkan bahwa high heating value (nilai panas tertinggi) residu yang digunakan pada saat komisioning lebih besar 113 kcal/kg dari pada yang digunakan pada kondisi sekarang. dan ini dilakukan dengan proses blowdown. Endapan-endapan tersebut disebabkan oleh tingginya konsentrasi suspended solids dan dissolved solids. Faktor lain yang juga mempengaruhi efisiensi adalah data ultimate residu. dimana air dibuang keluar dan segera digantikan oleh air umpan boiler. panas yang diserap oleh proses umumnya adalah panas latennya. begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu konsentrasi solids harus dijaga pada kondisi tertentu. Karena blowdown adalah air yang dikeluarkan dalam keadaan temperatur tinggi. bila uap air memberikan energi termal kedalam suatu sistem proses. Hal ini jelas berpengaruh terhadap proses pembakaran yang terjadi. maka sejauh tidak terkontaminasi kondensat dapat dimanfaatkan sebagai air umpan boiler yang ideal. Faktor yang keempat adalah pemanfaatan kondensat. sedangkan kondensatnya yang masih membawa panas sensible akan meninggalkan sistem proses pada temperatur tinggi. maka hal ini merupakan pembuang panas yang mengakibatkan penurunan efisiensi. hal itu juga dapat menyebabkan terbentuknya busa (foam) sehingga menyebabkan carry over. Proses pembakaran akan menghasilkan energi panas yang lebih tinggi jika bahan bakar yang digunakan memiliki HHV yang tinggi. Blowdown juga berpengaruh terhadap efisiensi boiler. Mengingat kondensat pada dasarnya adalah air murni dengan temperatur tinggi. .mengakibatkan tidak efisiensinya hasil pembakaran sehingga mengakibatkan temperatur gas buang akan tinggi. panas yang ada pada kondensat dapat dimanfaatkan melalui heat exchanger.

moisture. Lain halnya dengan nitrogen yang akan terbakar hanya dengan temperatur pembakaran yang tinggi.blogspot. http://enginerulen. tetapi hal ini dapat mengakibatkan terjadinya polusi udara karena nitrogen akan bereaksi menjadi NOx. oksigen. Karbon. ashcontent dalam bahan bakar residu juga berpengaruh terhadap hasil dari proses pembakaran.com/2012/04/perhitungan-efisiensi-boiler.html . sulphur.nitrogen. hidrogen dan sulphur merupakan konstituen yang terbakar.