PANDUAN PELAKSANAAN

SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT
KABUPATEN/KOTA DAN TINGKAT PROVINSI
TAHUN 2015

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
1

2

KATA PENGANTAR

Salah satu program yang setiap tahun diselenggarakan oleh
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah, Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan adalah Olimpiade Sains Nasional (OSN). Tujuan
dilaksanakannya OSN adalah untuk untuk menumbuhkembangkan
minat, bakat, dan kecintaan para siswa akan ilmu pengetahuan dan
teknologi. OSN juga diselenggarakan dengan tujuan untuk memilih
para kandidat terbaik yang akan diikutsertakan pada berbagai ajang
lomba sains tingkat internasional yang secara konsisten diikuti oleh
Indonesia.
OSN diselenggarakan melalui serangkaian proses seleksi yang
dilakukan secara berjenjang dari mulai tingkat sekolah, kabupaten/
kota, tingkat porvinsi hingga tingkat nasional. Pada tahun 2015,
bidang keilmuan yang dilombakan dalam ajang OSN meliputi:
matematika, fisika, kimia, informatika/komputer, biologi, Kebumian,
Geografi, Astronomi, dan Ekonomi. Agar penyelenggaraan olimpiade
sains yang berjenjang tersebut dapat terjaga integritas dan mutunya,
maka diperlukan sebuah panduan pelaksanaan olimpiade yang
memuat seluruh norma, kriteria dan aturan pelaksanaan seleksi di
tingkat daerah.
Untuk itu maka disusun Panduan Pelaksanaan Seleksi OSN
kabupaten/kota dan provinsi sebagai acuan bagi panitia seleksi di
tingkat kabupaten/kota dan provinsi dalam melakukan seleksi calon
peserta OSN di daerahnya masing-masing. Melalui panduan ini
diharapkan penyelenggaraan proses seleksi di daerah dapat lebih

3i

Dengan dukungan seluruh pihak terkait dan seluruh masyarakat baik di daerah maupun di tingkat pusat.terjaga dan lebih berkualitas sehingga akan terus lahir generasi emas bangsa yang kita harapkan bersama. SH. Direktur Pembinaan SMA.196106161990021001 ii4 . MM NIP. Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH Suharlan.n. Jakarta. Terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu menyusun panduan ini dan membina program OSN untuk lebih baik lagi di masa yang akan datang. Desember 2014 a. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun untuk penyelenggaraan OSN yang lebih baik dan berkualitas akan senantiasa kami harapkan. semua harapan itu dapat tercapai.

........................................................ 2 D.. Panitia Pusat.......... 9 C.............................. Jadwal Pelaksanaan Tes................ 2 E.......................................iii BAB I PENDAHULUAN A........................................ Tujuan.................. 13 B................................. 2 C...11 E................... Tim Juri.. 3 G.................................................................... Pelaksanaan Seleksi................. 1 B.............................................................. 3 F....... Kriteria Peserta Seleksi............................................................................................................... 3 H.................................................................................................................. 5 B...........................................11 BAB III TUGAS DAN WEWENANG A.......... i Daftar Isi..... 4 BAB II MEKANISME SELEKSI PESERTA OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA DAN TINGKAT PROVINSI A.................. Hasil yang diharapkan...... Bidang Keilmuan yang Dilombakan............... Tempat Pelaksanaan Olimpiade Sains Tingkat Internasional Tahun 2016 ................11 D.. Latar Belakang....................................... Tanggungjawab Pembiayaan..................... Tahapan Seleksi.................................................................. Biaya Penyelenggaraan..................................................................... 13 iii 5 ............................ Seleksi Tingkat Nasional........................................................ Panitia Daerah OSK.......................DAFTAR ISI Kata Pengantar..............................................................................

...................... Tabel Konversi Nilai Lampiran 2........................ Format Biodata Peserta 6 iv .. Panitia Daerah OSP................................. 15 BAB IV PENUTUP............. Format Daftar Hadir Lampiran 4......C...... 18 Lampiran-lampiran: Lampiran 1....................... Tata Tertib Dan Panduan Seleksi Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten/Kota Lampiran 3........

Latar Belakang Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas. dan budi pekerti yang baik. Hasil seleksi tingkat nasional akan dipanggil untuk mengikuti pembinaan nasional dan diseleksi dalam rangka menyiapkan tim yang akan mewakili Indonesia dalam olimpiade internasional.BAB I PENDAHULUAN A. serta dapat membina sikap perilaku. provinsi sampai nasional. Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah. kabupaten/kota. khususnya siswa SMP/MTS (kelas IX). SMA/MA (kelas X dan XI) mulai dari tingkat sekolah. perlu dilakukan penjaringan siswa unggul dan berbakat. Kegiatan tersebut dilakukan dalam berbagai lomba baik nasional maupun internasional. 1 . Berdasarkan hasil yang telah diperoleh peserta Indonesia dalam mengikuti olimpiade internasional serta tingkat kesukaran soal yang dilombakan dalam olimpiade tersebut. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka pengembangan bakat dan minat siswa SMA dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Upaya kegiatan lomba ini diharapkan dapat meningkatkan mutu siswa dan menguasai ilmu-ilmu dasar. pembinaan yang lebih intensif.

Fisika. Terjaringnya peserta olimpiade bidang Matematika. Terseleksinya pemenang Olimpiade tingkat kabupaten/kota untuk diikutsertakan ke tingkat provinsi. Menyeleksi calon yang dapat diandalkan dan diharapkan oleh Kabupaten/Kota untuk mewakili daerahnya pada seleksi pada tingkat provinsi sampai ke tingkat nasional. Kimia 4. Kebumian. Informatika/ Komputer. Informatika/Komputer. Menjaring siswa yang mempunyai kompetensi/kemampuan terbaik dalam bidang Matematika. Kimia.B. C. dan Ekonomi. 3. Tujuan 1. Hasil yang Diharapkan 1. Terseleksinya pemenang olimpiade tingkat provinsi untuk diikutsertakan ke tingkat nasional. Biologi 6. Informatika/Komputer 5. yaitu: 1. Astronomi. 2. Matematika 2. Kebumian 2 . Fisika. Bidang Keilmuan yang Dilombakan Bidang keilmuan yang dilombakan pada seleksi olimpiade sains tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Biologi. Geografi. Fisika 3. Geografi. Astronomi dan Ekonomi. Kebumian. 2. D. Biologi. Kimia.

Provinsi Provinsi. Pelaksanaan Seleksi No Tahap Seleksi Peserta Tempat Penanggung Jawab Waktu 1. lokasi ditentukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Geografi 8.d. 24 Mei 2015 di D. Seleksi Tingkat Nasional Seleksi Tingkat Nasional rencananya akan berlangsung tanggal 18 s. Astronomi 9. Tingkat Sekolah Sekolah Kepala Sekolah Januari 2015 2. Yogyakarta. Ekonomi E. Tempat Pelaksanaan Olimpiade Sains Tingkat Internasional Tahun 2016 1.7.I. International Mathematics Olympiad (IMO) : Brazil 2./ Kota Dinas 11 Pebruari 2015 Pendidikan Kabupaten/Kota 3. G. International Physics Olympiad (IPhO) : Swiss 3 . Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota lokasi ditentukan oleh dinas pendidikan Kab. Dinas Pendidikan Provinsi 17 s/d 19 Maret 2015 F.

Biaya Penyelenggaraan Biaya pelaksanaan seleksi olimpiade sains tingkat kabupaten/ kota dan tingkat provinsi bersumber dari APBD. sponsor. International Chemistry Olympiad (IChO) : Kazan. Vietnam 6.3. atau dana lain yang tidak mengikat. International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) : India H. International Biology Olympiad (IBO) : Hanoi. International Geography Olympiad (IGeO) : China 8. 4 . International Olympiad in Informatics (IOI) : Rusia 5. International Earth Science Olympiad (IESO) : Jepang 7. Rusia Federation Republic 4.

Matematika 1) Siswa SMP/MTs kelas IX. mengacu kepada Kurikulum 2013 atau Kurikulum 2006 sesuai dengan kebijakan implementasi kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014/2015 2.BAB II MEKANISME SELEKSI PESERTA OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA DAN TINGKAT PROVINSI A. SMA/MA kelas X dan XI 2) Memiliki nilai Matematika (wajib dan peminatan) tidak kurang dari 3. Kriteria Peserta Seleksi 1.66 atau Baik) dan sikap (minimal Baik). Kriteria Umum 1) Warga Negara Indonesia 2) Berminat terhadap bidang keilmuan yang dipilih 3) Setiap siswa hanya dapat mengikuti salah satu bidang keilmuan dan diusulkan oleh kepala sekolah berdasarkan hasil seleksi tingkat sekolah 4) Belum pernah meraih medali emas OSN tingkat SMA di bidang keilmuan apapun 5) Wajib mengikuti pembinaan pasca OSN 6) Tuntas pada semua mata pelajaran (pengetahuan dan keterampilan minimal 2.0 5 . Kriteria Khusus a.

0 3) Belum pernah mengikuti pembinaan nasional tahap ke-2 4) Belum pernah mengikuti olimpiade Fisika tingkat Regional atau Internasional c.3) Belum pernah mengikuti pembinaan nasional tahap ke-3 b. Fisika tidak kurang dari 3. Informatika/Komputer 1) Siswa SMP/MTs kelas IX. d. SMA/MA kelas X dan XI 2) Memiliki nilai IPA untuk SMP/MTs.0 3) Mampu mengoperasikan perangkat komputer 6 . SMA/MA kelas X dan XI 2) Memiliki nilai Matematika (wajib dan peminatan) tidak kurang dari 3. Fisika 1) Siswa SMP/MTS kelas IX.0 3) Belum pernah mengikuti pembinaan nasional tahap ke-2 4) Belum pernah mengikuti olimpiade Kimia tingkat Regional atau Internasional 5) Tidak Buta Warna dibuktikan dengan surat keterangan bebas buta warna dari dokter. Kimia 1) Siswa SMP/MTs kelas IX. SMA/MA kelas X dan XI 2) Memiliki nilai IPA. Kimia tidak kurang dari 3.

SMA/MA kelas X dan XI 2) Memiliki nilai IPA atau IPS untuk SMP/MTs. Geografi 1) Siswa SMP/MTs kelas IX. f. Kebumian 1) Siswa SMP/MTS kelas IX. tidak kurang dari 3.0 3) Memiliki nilai Matematika. Bahasa Inggris dan Fisika atau Geografi minimal 3.0 3) Memiliki nilai Biologi tidak kurang dari 3.0 4) Belum pernah mengikuti pembinaan nasional tahap ke-2 5) Tidak Buta Warna dibuktikan dengan surat keterangan bebas buta warna dari dokter 6) Mampu melakukan kegiatan praktek di lapangan g.0 4) Belum pernah mengikuti pembinaan nasional tahap ke-2 5) Tidak Buta Warna dibuktikan dengan surat keterangan bebas buta warna dari dokter. SMA/MA kelas X dan XI 2) Memiliki nilai IPA untuk SMP/MTs.0 7 . Biologi 1) Siswa SMP/MTs kelas IX. SMA/MA kelas X dan XI 2) Siswa SMP/MTs Memiliki nilai IPS tidak kurang dari 3.3 dan memiliki nilai Matematika. tidak kurang dari 3.e. Kimia dan Bahasa Inggris tidak kurang dari 3.

6) Mampu melakukan kegiatan praktek di lapangan h. tidak kurang dari 3.3) Memiliki nilai Matematika atau Geografi dan Bahasa Inggris minimal 3. Astronomi 1) Siswa SMP/MTs kelas IX dan siswa SMA/MA kelas X dan XI 2) Memiliki nilai IPA untuk SMP/MTs.0 3) Mampu mengoperasikan perangkat komputer 8 .0 4) Belum pernah mengikuti pembinaan nasional tahap ke-2 5) Tidak Buta Warna dibuktikan dengan surat keterangan bebas buta warna dari dokter.0 4) Belum pernah mengikuti pembinaan nasional tahap ke-2 5) Tidak Buta Warna dibuktikan dengan surat keterangan bebas buta warna dari dokter 6) Mampu melakukan kegiatan praktek di lapangan 7) Mampu mengoperasikan perangkat komputer i. Matematika dan Bahasa Inggris masing-masing tidak kurang dari 3. Ekonomi 1) Siswa SMA/MA kelas X dan XI 2) Memiliki nilai Ekonomi dan Bahasa Inggris tidak kurang dari 3.0 3) Memiliki nilai Fisika.

Tahapan Seleksi Masing-masing daerah melakukan seleksi peserta Olimpiade Sains secara berjenjang untuk tingkat SMA/MA. Kriteria Peserta Seleksi Tingkat Nasional adalah peserta yang sudah lulus seleksi tingkat Provinsi dan ditetapkan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas. 4. Mengacu pada Kalender Pendidikan b. Mengikuti Standar Prosedur Operasional secara ketat 2. B. dengan urutan sebagai berikut : 1) Seleksi Peserta Olimpiade Sains Tingkat Sekolah (OSS) Sekolah menjaring/menyeleksi (berdasarkan kriteria yang berlaku) dan mengajukan peserta seleksi Olimpiade Sains pada masing-masing lomba untuk diseleksi di kabupaten/ kota.Keterangan : 1. 2) Seleksi Peserta Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten/Kota (OSK) a. Kriteria peserta seleksi tingkat Kabupaten/Kota adalah peserta yang telah lulus seleksi tingkat sekolah. 3. Penanggungjawab seleksi tingkat sekolah adalah Kepala Sekolah. Kriteria Peserta Seleksi Tingkat Provinsi adalah peserta yang sudah lulus seleksi tingkat Kabupaten/Kota dan ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. Siswa peserta OSK maksimum kelas XI 9 . Pelaksanaan Seleksi pada Tingkat Daerah : a.

Total peserta maksimal setiap provinsi adalah banyaknya Kabupaten/Kota dikalikan 3. d. Hal ini untuk mendorong minat kompetisi siswa. total peserta maksimum 75 per bidang. Data peserta dan hasilnya dilaporkan dan diumumkan ke publik untuk menjaga akuntabilitas. 3) Seleksi Peserta Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSP) a. Setiap kabupaten/kota dapat mengirimkan minimal 1 siswa per bidang. e. Koreksi dilakukan oleh Tim Koreksi yang melibatkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota. Jumlah maksimal peserta per bidang per sekolah disesuaikan dengan kemampuan masing-masing kabupaten/kota. di bawah supervisi Dinas Pendidikan Provinsi. Penyusunan soal dan koreksi hasil jawaban peserta menjadi tanggungjawab Juri dan Direktorat Pembinaan SMA.b. Pelaksanaan seleksi Peserta olimpiade sains tingkat kabupaten/kota dilakukan dalam waktu yang bersamaan. b. Setiap sekolah dapat mengirimkan siswa terbaik hasil seleksi sekolah (Olimpiade Sains Sekolah (OSS) atau sejenisnya) untuk seleksi OSK. d. Jumlah maksimal peserta tiap sekolah yang dikirimkan ke seleksi OSP 3 siswa per bidang. 10 . c./Kota kurang dari 10. Provinsi yang memiliki jumlah Kab. Soal disusun oleh Tim Juri Pusat f. c. mendorong dilakukannya seleksi dan terjaminnya proses penjaringan siswa berbakat.

sponsor. Tim Juri Tim Juri Olimpiade Sains tingkat kabupaten/kota ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan/atau oleh Dinas Pendidikan Provinsi dengan kriteria sebagai berikut: 11 . C. f. Pelaksanaan Tes Tahap I (tergantung pada jenis tes) e./Kota Sumber dana : APBD kabupaten/kota. Seleksi Tingkat Sekolah Sumber dana : Komite Sekolah.00 – 8.30 – 8.30 – 13. dan dana lain yang tidak mengikat 2. sponsor.30 c.15 f. Tanggungjawab Pembiayaan 1. dan dana lain yang tidak mengikat 3. Istirahat shalat/makan siang pukul: 12. Data peserta beserta hasilnya dilaporkan dan diumumkan ke publik untuk menjamin akuntabilitas. Jadwal Pelaksanaan Tes a.00 (atau disesuaikan dengan kondisi daerah setempat) b. dan dana lain yang tidak mengikat E. Penjelasan tes oleh pengawas pukul: 8. Pelaksanaan Tes Tahap II (tergantung pada jenis tes) D. Pengarahan pejabat setempat pukul: 8. Seleksi Tingkat Provinsi Sumber dana : APBD Provinsi. Pelaksanaan Seleksi Peserta Olimpiade Sains tingkat Provinsi dilakukan dalam waktu yang bersamaan . Pengisian daftar hadir dan pengaturan tempat duduk pukul: 7.30 – 8. sponsor. Seleksi Tingkat Kab.45 d.e.

bertanggungjawab. teliti dan bisa menjaga kerahasiaan. 2. 12 . dan memiliki integritas. Memiliki sikap jujur. Berasal dari unsur perguruan tinggi. keahlian dan kemampuan sesuai dengan bidangnya. disiplin. tekun. 3.1. guru/instruktur atau tenaga ahli di bidangnya. Penilaian hasil pelaksanaan olimpiade sains tingkat provinsi dilakukan oleh Tim Juri Olimpiade Pusat. Memiliki latar belakang pendidikan.

kebersihan ruangan.BAB III TUGAS DAN WEWENANG A. job deskripsi petugas 3. dan keamanan. Panitia Daerah OSK Pelaksanaan OSK dilaksanakan sepenuhnya oleh panitia daerah. Sosialisasi kegiatan - Mensosialisasikan panduan OSK pada sekolah-sekolah. 2. - Provinsi melakukan sosialisasi ke Dinas Kota/Kabupaten pada awal trisemester ketiga agar Dinas Kota/Kabupaten bisa menyusun anggaran kegiatan yang sesuai dan relevan dengan agenda OSK. soal. dan pelaksanaan kegiatan. petugas. Menentukan tanggal. penggandaan. Panitia Pusat 1. Peserta - Panitia wajib memeriksa keabsahan peserta sesuai panduan OSK. pembinaan. Memantau dan mengevaluasi pelaksana OSK/OSP B. 3. Ruangan - Memastikan kenyamanan ruangan tes meliputi pencahayaan. 13 . 1. Melaksanakan OSK/OSP. berkoordinasi dengan panitia daerah 4. Menyusun Panduan Pelaksanaan 2. ketenangan. sirkulasi udara. yakni meliputi sosialisasi.

- Panitia Daerah bertanggung jawab memperbanyak soal OSK dan menjaga keamanan dan kerahasiaan soal. tes memerlukan setidaknya dua - Peserta dari sekolah yang sama tidak duduk berdekatan - Memasang nomor peserta pada bangku dan nomor ruangan pada tiap ruangan. - Panitia wajib memastikan bahwa jumlah soal sesuai dengan banyaknya peserta OSK. - Panitia wajib memastikan bahwa soal tiba di lokasi tes setidaknya 1 jam sebelum tes dimulai. - Mensterilkan ruangan tes dari interupsi misal kunjungan orang tua/keluarga. guru. mengemas soal dan menyegel soal dalam amplop tertutup untuk siap dikirimkan ke daerah. - Soal OSK disimpan oleh Disdik Kota/Kabupaten dan wajib dibagikan pada para peserta OSK setelahnya. pejabat.- Pengaturan jarak antar peserta minimum 1 meter atau maksimum 20 siswa perkelas. atau wartawan. - Tanggung jawab panitia penanggung jawab soal meliputi memperbanyak soal. 5. 14 . Pelaksanaan tes - Menyiapkan lembar kertas buram. Soal - Soal OSK disusun oleh Panitia Pusat. - Setiap ruangan pengawas. - Amplop soal yang tersegel baru boleh dibuka di kelas di depan peserta pada pelaksanaan OSK. 4.

- Panitia memastikan bahwa penyelenggaraan tes sesuai dengan komitmen waktu. guru. pejabat.- Menyiapkan jam dinding dengan waktu yang tepat sama pada setiap kelas atau bel/sound system terpadu paralel lintas kelas untuk memastikan bahwa jam mulai dan selesai tes satu bidang diselenggarakan serentak. 7. Konsumsi dan akomodasi - Panitia menyediakan konsumsi dan akomodasi peserta. atau wartawan. komitmen. - Panitia menyediakan petugas kesehatan di setiap Kota/ Kabupaten tempat penyelenggaraan OSK. - Memastikan keberlangsungan tes dengan baik bahwa tidak ada interupsi dari kunjungan orang tua/keluarga. - Mengumpulkan seluruh hasil kerja siswa sesuai dengan panduan pelaksanaan OSK. dan kejujuran. - Menetapkan peserta OSP yang dikuatkan oleh SK Kabupaten/Kota atau Dinas Provinsi. 6. 15 . C. Pemeriksaan berkas tes - Menunjuk tim pemeriksa tes yang memiliki kompetensi. Panitia Daerah OSP OSP dilaksanakan oleh panitia daerah berkoordinasi dengan panitia pusat. - Mengumpulkan seluruh berkas soal dan memastikan bahwa tidak ada berkas soal yang hilang atau terbawa peserta/guru.

2. Ruangan - Memastikan kenyamanan ruangan tes meliputi pencahayaan. dan keamanan. - Panitia Pusat bertanggung jawab memperbanyak soal.1. guru. Peserta - Panitia wajib memeriksa keabsahan peserta sesuai SK Kabupaten/Kota. pejabat. ketenangan. tes memerlukan setidaknya dua - Peserta dari sekolah yang sama tidak duduk berdekatan - Memasang nomor peserta pada bangku dan nomor ruangan pada tiap ruangan. sirkulasi udara. mengemas soal dan menyegel soal dalam amplop tertutup serta membawanya ke daerah. Soal - Soal OSP disusun oleh Panitia Pusat. 3. - Mensterilkan ruangan tes dari interupsi misal kunjungan orang tua/keluarga. 16 . - Setiap ruangan pengawas. - Panitia wajib memastikan bahwa jumlah soal sesuai dengan banyaknya peserta OSP. atau wartawan. kebersihan ruangan. - Panitia wajib memastikan bahwa soal tiba di lokasi tes setidaknya 1 jam sebelum tes dimulai. - Kursi antar peserta berjarak minimum 1 meter atau maksimum 20 peserta perkelas. - Amplop soal yang tersegel baru boleh dibuka di kelas di depan peserta pada pelaksanaan OSP.

- Soal OSP disimpan oleh Disdik Provinsi dan wajib dibagikan pada para peserta OSP setelahnya. guru. 5. dengan mengeluarkan SK Direktur Pembinaan SMA. 17 . - Memastikan keberlangsungan tes dengan baik bahwa tidak ada interupsi dari kunjungan orang tua/keluarga. pejabat. - Mengumpulkan seluruh hasil kerja siswa sesuai dengan panduan pelaksanaan OSP. Pemeriksaan berkas tes dan Penetapan Pemenang - Berkas tes OSP diperiksa oleh Tim Juri dari Pusat. - Mengumpulkan seluruh berkas soal dan memastikan bahwa tidak ada berkas soal yang hilang atau terbawa peserta/guru. Pelaksanaan tes - Menyiapkan lembar kertas buram. - Panitia memastikan bahwa penyelenggaraan tes sesuai dengan komitmen waktu. sesuai dengan bidang uji. - Panitia menyediakan petugas kesehatan di setiap Provinsi tempat penyelenggaraan OSP. - Menyiapkan jam dinding dengan waktu yang tepat sama pada setiap kelas atau bel/sound system terpadu paralel lintas kelas untuk memastikan bahwa jam mulai dan selesai tes satu bidang diselenggarakan serentak. 6. 4. - Penetapan pemenang OSP oleh Direktur Pembinaan SMA. Konsumsi dan akomodasi - Panitia menyediakan konsumsi dan akomodasi peserta. atau wartawan.

18 .BAB IV PENUTUP Keberhasilan penyelenggaraan seleksi olimpiade tingkat kabupaten/kota dan tingkat provinsi tahun 2015 ditentukan oleh semua unsur yang berkepentingan dalam melaksanakan kegiatan seleksi secara tertib. teratur. efektif dan efisien. kritik dan saran kami harapkan sebagai bahan masukan bagi penyelenggaraan seleksi di tahun-tahun mendatang. Menyadari masih banyak kekurangan dalam panduan ini. Dengan memahami panduan ini diharapkan panitia dan semua pihak yang terkait dapat melaksanakan tugas dengan sebaikbaiknya. disiplin dan penuh tanggungjawab. sehingga tercapai hasil secara optimal. Semoga panduan ini dapat dijadikan acuan sehingga kegiatan seleksi ini dapat terlaksana dengan baik.

LAMPIRAN 19 .LAMPIRAN .

66 C- 55 – 59 1.00 C 60 – 64 1.00 A 91 .33 D+ < 54 20 1.33 C+ 65 – 69 2.100 4.90 3.95 3.00 D .66 A- 85 .TABEL KONVERSI NILAI INTERVAL HASIL KONVERSI PREDIKAT 96 .66 B- 70 – 74 2.33 B+ 80 – 84 3.00 B 75 – 79 2.

semua peserta memulai dan mengakhiri tes bersama-sama. 10) Peserta mengerjakan soal setelah tanda mulai tes dibunyikan. 2) Peserta wajib membawa identitas. Tata tertib Peserta seleksi olimpiade sains tingkat Kabupaten/ Kota: 1) Peserta wajib hadir 30 menit sebelum pelaksanaan tes dimulai. kalkulator (kecuali Bidang Keilmuan tertentu). 4) Peserta yang terlambat masuk dapat mengikuti tes setelah mendapat izin dari panitia/pengawas dengan tidak ada tambahan waktu (sesuai dengan jadwal yang berlaku). dan kertas buram. Peserta yang sudah selesai sebelum waktunya dilarang meninggalkan ruangan. 9) Peserta menerima satu set soal. 3) Peserta menempati tempat duduk yang telah disediakan sesuai dengan nomor peserta masing-masing. susunan berkala atau alat bantu lainnya. 7) Peserta mengisi dan menandatangani daftar hadir yang telah disediakan.Lampiran 1 TATA TERTIB DAN PANDUAN SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 1. lembar jawaban. 21 . kamus. 6) Peserta dilarang menggunakan buku catatan. 8) Peserta menuliskan isian biodata dan nomor peserta pada lembar jawaban. 5) Peserta membawa alat-alat tulis yang diperlukan dan dilarang untuk saling meminjam di antara peserta.

Oleh karena itu. 20) Peserta dilarang berjalan memberikan hasil jawaban dan soalnya ke pengawas. Jika terpaksa. pengawas memberitahukan bila ada peserta yang hendak ke toilet sebaiknya sebelum tes berlangsung.Lampiran 2 11) Peserta memeriksa kelengkapan halaman lembar soal. selama tes berlangsung ada peserta yang hendak ke toilet harus seizin pengawas. mulai dari halaman pertama sampai terakhir dan mengerjakan tes sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. sebelum tes berlangsung. 22 . Pengawas akan mengambil lembar soal dan lembar jawaban siswa dari setiap meja peserta. tidak boleh bekerjasama/ berdiskusi atau melakukan kecurangan atau hal-hal lain yang dapat mencurigakan atau diduga melakukan kerjasama. 18) Peserta harus menulis jawaban tes dengan jelas. 12) Seluruh peserta berdoa sesuai keyakinan masing-masing sebelum mengerjakan soal. 16) Peserta yang melakukan kecurangan akan didiskualifikasi (mendapat sanksi dan mendapat nilai 0 (nol)). 14) Peserta dilarang menyampaikan pertanyaan yang mengarah pada jawaban butir soal. 19) Peserta dilarang berbicara atau melakukan hal-hal lain yang dapat mengganggu konsentrasi peserta lain. Peserta tidak boleh mencoret-coret lembar soal. 13) Peserta dapat bertanya pada pengawas dengan mengangkat tangan jika ada hal-hal yang tidak jelas. 15) Peserta harus bekerja sendiri. 17) Peserta tidak boleh meninggalkan ruangan sampai batas akhir waktu tes.

asal sekolah. dan sebagainya. 2) Pengawas memberitahu Bidang Keilmuan yang akan diujikan kepada peserta.Lampiran 2 2. 10) Pengawas dilarang merokok atau berbicara atau hal-hal lain yang dapat mengganggu konsentrasi peserta. Pengawas juga membagikan kertas buram untuk digunakan peserta dalam menghitung/memecahkan soal. 4) Pengawas membagikan lembar jawaban terlebih dahulu dan peserta diminta mengisi nama. 23 . 6) Setelah seluruh peserta selesai menuliskan isian pada lembar jawaban. 5) Pengawas menanyakan kepada peserta apabila ada yang tidak membawa alat tulis yang diperlukan. 8) Pengawas meminta peserta untuk memeriksa kelengkapan halaman lembar soal. pengawas membagikan lembar soal. Petunjuk Bagi Pengawas 1) Pengawas memperkenalkan diri dahulu sebelum tes dimulai. nomor peserta. mulai dari halaman pertama sampai terakhir dan melaporkan kepada pengawas apabila terdapat ketidaklengkapan soal. 9) Pengawas mencatat peserta yang melakukan kecurangan pada lembar berita acara. 7) Lembar soal dan lembar jawaban yang berlebih/cadangan tetap berada dalam amplop atau disimpan oleh pengawas. tanggal pelaksanaan tes. dan dilarang untuk didiskusikan dengan pengawas lain atau peserta. Selanjutnya pengawas meminjamkan alat tulis tersebut kepada peserta yang tidak membawanya. 3) Pengawas mempersilakan berdoa sebelum mengerjakan soal.

Kemudian mengurutkan masing-masing lembar soal dan lembar jawaban sesuai dengan nomor peserta pada Daftar Hadir. 12) Pengawas mengingatkan sisa waktu yang tersedia. Petunjuk Bagi Panitia Seleksi Kabupaten/Kota 1) Pelaksanaan Seleksi Olimpiade Sains tingkat Kabupaten/ Kota pada tanggal 11 Pebruari 2015 2) Pelaksanaan koreksi pada minggu ketiga Pebruari 2015 oleh Kabupaten/Kota. 3) Pengiriman daftar pemenang dilengkapi biodata peserta dan berita acara pemenang serta laporan pelaksanaan seleksi Kabupaten/Kota ke Provinsi paling lambat akhir Pebruari 2015. Pengawas mengingatkan agar tidak ada lagi peserta yang mengerjakan soal setelah waktu habis. 13) Pengawas menghitung kembali lembar soal dan lembar jawaban.Lampiran 2 11) Selama tes berlangsung. 3. Pastikan tidak ada yang tertinggal. dan memeriksa identitas peserta. 24 . misal masih 15 menit lagi atau 5 menit lagi. pengawas mengedarkan daftar hadir.

1 PROVINSI NAMA ASAL SEKOLAH KLS TANDA TANGAN 1 …………………………… 2 3 2 ………………………… 3 …………………………… 4 5 4 ………………………… 5 …………………………… 6 7 6 ………………………… 7 …………………………… 8 9 8 ………………………… 9 …………………………… 10 11 10 ………………………… 11 …………………………… 12 13 12 ………………………… 13 …………………………… 14 15 14 ………………………… 15 …………………………… 16 17 16 ………………………… 17 …………………………… 18 19 20 18 ………………………… 19 …………………………… 20 ………………………… dst 25 ...Lampiran 3 (Logo Kab/Kota) DAFTAR HADIR Agenda : Seleksi Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten/Kota Hari/Tanggal Tempat : Pukul : : Bidang : ………………………………………………………………………….…………… NO.

Nomor Ponsel Siswa : ………………………………………… 12. Provinsi : ………………………………………………… 6. Nomor Telepon Sekolah : …………………………………………………………………………………………… 8. Asal Sekolah : ……………………………………………………… Kelas : 5. Provinsi : …………………………………………………………………………………………… 10. ( ………………………………………… ) *) Coret yang tidak perlu 26 . Alamat Rumah : Jalan …………………………………………………………………………….…………………… 3. Email Sekolah : …………………………………………………………………………………………… 7.. Kab/Kota : ……………………………………………………………………………………………. Nomor Faksimili Sekolah : …………………………………………………………………………………………… 9. Nomor Telepon Rumah : …………………………………………………………………………………………… 11. Nama Lengkap : …………………………………………………………………………………… 2.. Jenis Kelamin: L / P *) ………….. Tempat/Tanggal Lahir : …………………………………………….Lampiran 4 BIODATA PESERTA SELEKSI LOGO KAB/KOTA OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA BIDANG : …………………………………………………………… Diisi dengan huruf KAPITAL 1. Agama : ……………………………… 4.… 2012 Peserta. Alamat Sekolah : Jalan ……………………………………………………………………………………. E-mail Siswa : ………………………………………… ……………………………………….……… …………………………………………………………………………………………… Kab/Kota : …………………………………………………………………………………………….