 Petrogenesa

Mineral Biotite merupakan mineral utama yang terdapat dalam berbagai tipe batuan
baku yang terbentuk pada temperatur 800 ℃−900 ℃ dengan komposisi 50−60 SI O2 .
Mineral biotik pada deret bowen termasuk deret discontinue yang bisa saja akan berubah
menjadi mineral lain pada temperatur tertentu umumnya mineral biotik memiliki belahan 3
arah, bentuk mineralnya Euhedral dan merupakan sistim kristal monoklin, berwarna Hijau
Kehitaman, memiliki pecahan tidak rata dan termasuk Golongan Membral Silikat dengan

rumus kimia

OH ¿2 ( ALSi 3 O10) .
mg , fe ¿2 ¿
K2 ¿

umumnya memiliki belahan 1 arah dengan bentuk mineral Subhedral. memiliki Pleokrisme Dwikroik dan mempunyai rumus kimia ( K . Na ) ALS i 2 O8 . . Petrogenesa Mineral Orthoclase merupakan mineral Kontinue pada deret bowen yang terbentuk pada temperatur 700−850 ℃ . komposisi > 60 % Si O2 mineral ini termasuk kelompok Feldspor dengan dimana proses pembentukan mineralnya yaitu melalui pembekuan Magma yang bersifat asam. sehingga warnanya mineralnya lebih terang.

umumnya batuan yang meiliki mineral olivin yaitu Gabro dan Basalt. Dan sistim kristalnya Orthorombik. . fe ¿2 SiO 4 ¿ . di mana proses pembentukan mineralnya melalui pembekuan magma yang bersifat basa pada temperatur tinggi. mempunyai rumus kimia mg . pecahannya konkoidol – rapuh. Petrogenesa Mineral Olivine merupakan mineral diskontinue pada reaksi deret bowen yang terbentuk pada temperatur komposisi < 50 % 1100−1200℃ . merupakan kelompok Ultramafik dan Si O2 . berwarna Hjau Kehitaman.

di mana proses pembentukan mineralnya yaitu melalui pembekuan magma yang bersifat asam. Mineral Quartz merupakan mineral silikat yang disusun oleh oksigen. umumnya terdapat dalam berbagai tipe batuan. Si O2 dan . berkomposisi memiliki warna yang bervariasi tergantung pada proses waktu pembentukannya. Petrogenesa Mineral Quartz merupakan mineral yang terbentuk terakhir pada Deret Bowen Kontinue . terbentuk pada temperatur 600 ℃−650 ℃ . sebagai mineral utama. mempunyai belahan dan pecahan.