Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit febril akut ditemukan pertama kali terjadi

pada tahun 1780-an secara bersamaan di Asia, Afrika, danAmerika Utara dan mempunyai 4 jenis
serotype , DEN-1, DEN-2, DEN-3,DEN-4. Penyakit ini kemudian dikenali dan dinamai pada
tahun 1779. Wabah besar global dimulai di Asia Tenggara pada Tahun 1950-an dan hingga
tahun1975 demam berdarah ini telah menjadi penyebab kematian utama diantaranyayang terjadi
pada anak-anak di daerah tersebut. (Depkes, 2006).Menurut WHO (2004) dan Depkes (2005)
menyebutkan bahwa penyakit DBDtelah endemis lebih dari 100 negara di Afrika, Amerika, Asia
Tenggara, dan dikepulauan Samudera Pasifik. Sebelum tahun 1970 hanya sembilan negara
yangmengalami epidemi DBD namun terjadi peningkatan pada tahun berikutnya.Terdapat 2500
juta penduduk atau 2/5 dari penduduk dunia mengalami risikountuk terserang DBD. WHO
memperkirakan ada 50.000.000 kasus DBD yangterjadi setiap tahunnya.
3
Kasus Dengue yang dilaporkan di Amerika pada tahun 2001 terdapat lebihdari 609.000 kasus
dimana 15.000 kasus adalah DBD. Kasus DBD di Indonesiamenempati urutan kedua tertinggi di
dunia setelah Thailand. Hal itu disebabkan populasi yang besar, mobilitas penduduk yang tinggi
dan 90 % wilayah diIndonesia mempunyai kasus DBD. Dari tahun ke tahun disebagian wilayah
diIndonesia angka kejadian dan daerah terjangkit terus meningkat serta seringmenyebabkan KLB
(Depkes, 2005).Di Indonesia pada tahun 1968 dilaporkan ada 58 kasus dan meninggalsebanyak
28 orang atau CFR 41,3 % dan pada tahun 1988 meningkat menjadi47.573 kasus dengan Insiden
Rate 27,98/100.000 penduduk dengan Case FatalityRate (CFR) sebesar 3,2% (Chain, 2000).
Pada tahun 2002 jumlah kasus sebanyak 40.377 (IR : 19,24/100.000 penduduk) dengan 533
kematian ( CFR : 1,3 % )dan sampai dengan bulan November 2007, kasus telah mencapai
124.811( IR : 57,52/100.000 penduduk ) dengan 1.277 kematian ( CFR : 1.02 % )(Modul
“Communication Fo
r Behavioral Im
pact” Ditjen P2PL Kemenkes RI
2008).Jumlah kasus DBD di Indonesian terus mengalami peningkatan dari awaltahun 2011
hingga bulan oktober 2011 kasus sebanyak 49.486 dengan 403kematian ( IR : 20,83/100.000
penduduk ) CFR 0,81% (Dirjen P2PL Kemenkes RI )

Sumber : Laporan Tahunan Tahun 2013 Edisi 2014 .