Kelarutan protein dalam pelbagai pelarut (air, alcohol, dan

garam encer) berlainan. Protein yang kaya akan radikalradikal nonpolar bebas lebih mudah larut dalam campuran
alcohol-air dari pada dalam air. Protein yang miskin akan
radikal-radikal polar bebas cenderung untuk mengendap
dengan penambahan sedikit alcohol atau aseton. Protein
tidak larut dalam air, tetapi kaya akan radikal-radikal yang
bermuatan, dan mudah larut dalam garam-garam netral
(Sumardjo, 2008).
Tinggi rendahnya suhu dapat memengaruhi kelarutan protein
dalam larutan garam. Dalam larutan garamfosfat misalnya
karboksi hemoglobin kuda pada suhu 0oC mempunyai
kelarutan sepuluh kali lebih besar dari pada suhu 25oC.
Protein yang terdapat pada biji-biji tanaman lebih mudah
larut dalam larutan garam pada suhu tinggi dibandingkan
dengan suhu rendah. Namun, kenaikan suhu tidak banyak
memengaruhi kelarutan albumin telur dalam larutan garam
(Sumardjo, 2008).