Aku Rindu Ayah

**Sosok ayah tidak kalah pentingnya dengan sosok seorang ibu, karena pada
dasarnya seseorang anak bisa terlahir ke dunia di karenakan adanya seorang ibu dan
ayah. Jadi kitapun wajib menghormatinya karena seorang ayah dan ibu adalah orang
tua yang telah mendidik, membesarkan dan berkorban tanpa pamrih untuk buah
hatinya yang sangat mereka sayangi dan kasihi.
**Dalam hal ini, antara ayah dan ibu memiliki peran yang berbeda tapi memiliki
tujuan yang sama. seorang ayah yang menjadi pimpinan keluarga tidaklah mudah
karena seorang ayah harus mampum menafkahi, mendidik, dan melindungi
keluarganya dengan penuh rasa tanggung jawab yang sangat besar. Sedangkan peran
seorang ibu yaitu ta’at dan patuh terhadap suaminya dan mendidik, merawat buah
hatinya agar menjadi sosok manusia yang berbakti terhadap diri, orang tua, Agama
dan negaranya.
**“Andai darah yang bercucuran dari tubuh seorang anak ketika membela
keluarganya, maka hal itu belum mampu untuk membayar Keringat seorang ayah
yang bercucuran demi menghidupi keluarganya.
**Ayah,.. masih lekat dalam ingatan ku, waktu kecil dulu kau selalu
menceritakan dongeng untuk ku setiap mau tidur. Walaupun hanya cerita dongeng
sederhana kancil mencuri mentimun namun hal itu begitu menghibur ku waktu itu.
**Ayah,.. aku rindu saat-saat bersama mu,.. bercanda bersama,.. main bersama,..
Ayah,.. dulu pagi-pagi sekali kau mulai berangkat kerja,... menganyuh sepeda dari
rumah ke kota sejauh tujuh kilometer. Dan hal itu kau lakukan setiap hari demi
keluarga,...
Semangat dan tanggung jawab mu sungguh luar biasa ayah,..
Setiap sarapan pagi sebelum berangkat kerja, kau selalu menyisakan minuman teh
hangat yang dibuatkan oleh ibu. Dan setelah ayah meninggalkan rumah, aku selalu
yang meminum sisa teh hangat tersebut.

??? Dan ibu yang selalu menjaga ku di rumah sakit.. Ayah. Ayah. meninggalkan ku di saat aku masih kecil.... **Ayah. di saat ayah sakit dan harus berulang kali keluar masuk rumah sakit..??? Masih lekat dalam ingatan ku.. dulu setiap ada event karnaval di kota kau pasti selalu mengajak ku. Terkadang sudah malam ayah belum juga pulang dan aku selalu berharap ayah cepat pulang. Padahal di saat aku sakit ayah tidak bekerja karena sepenuhnya untuk merawat ku..... keliling-keliling lalu mampir ke warung untuk jajan.. .. sehingga rumah kita selalu ramai oleh tetangga yang ikut menonton TV.. aku masih ingat semua itu. Dan aku yang selalu membukakan pintu untuk mu ayah. menonton becak hias bersama... Ayah... Lalu uang dari mana yang digunakan untuk membiayai rumah sakit. aku minta baju baru dan mainan ini itu kau selalu belikan. harus pergi kesana kemari membeli obat dan lainnya.. berharap mendapat sisa teh hangat yang ditinggalkan. di kala aku sakit kau dan ibu yang selalu mengurusi ku. aku masih ingat setiap ayah pulang kerja membawa makanan aku pasti sangat senang sekali.. masih bisa kurasakan begitu besar kasih sayang mu dan pengorbanan mu di kala aku sedang sakit dulu.....? karena memang itu yang selalu aku tunggu-tunggu setiap pagi.... menonton TV bersama. **Pengorbanan mu sungguh sangat berarti untuk ku ayah. walau dulu TV kita hitam putih namun saat itu masih jarang sekali orang yang mempunyai TV. aku rindu kamu... Sore hari menjelang petang engkau baru pulang dari bekerja... Di saat aku sakit kau selalu menuruti permintaan ku. Ayah..**Taukah kau ayah. aku kangen saat-saat dulu kita bersama keluarga waktu malam hari.. Terkadang saat musim hujan tiba kau selalu pulang malam kehujanan.. Namun kenapa ayah begitu cepat meninggalkan kami.. Terkadang kalau pas hari libur kau selalu mengajak ku bersepeda di kala sore... Terkadang kalau musim hujan kau selalu pulang kehujanan.

.. aku takut kala itu....... karena waktu itu aku masih terlalu kecil.. Aku hanya terdiam namun juga tidak terlalu merasakan kesedihan. bermain dan seolah melupakan kalau ayah sedang terbaring sakit di rumah.... Akupun terbangun dari tidur ku kala itu ketika mendengar tangisan ibu ku dan beberapa kerabat ku yang menunggu sakaratul maut ayah... aku masih ingat dan terlihat jelas di mataku kala jasad di mandikan. aku takut. meninggalkan kami untuk selama-lamanya.Masih jelas terlihat di mata ku di saat ayah menangis menahan rasa sakit yang kau rasakan saat itu.... . Namun saat giliran ayah jatuh sakit aku tidak bisa berbuat banyak untuk ayah... kau pasti sangat menderita waktu itu. hanya bisa menahan kesedihan melihat ayah menahan rasa sakit yang di deritanya. Seperti layaknya pada harihari di saat ayah sedang pergi bekerja.. Ayah... Waktu awal-awal di tinggal ayah untuk selama-lamanya. **Ayah.... aku belum bisa mengerti kondisi ayah waktu itu. dulu waktu aku sakit.. Keluar masuk rumah sakit namun sang dokter pun tidak tahu penyakit apa yang di derita ayah kala itu. Hingga pada akhirnya kau pasrah dengan keadaan dan cuma bisa terbaring di tempat tidur. Dan aku pun belum ngeh kala itu melihat kenyataan ayah telah tiada... sepertinya aku hanya merasakan kalau ayah itu hanya tidak ada di rumah saja. aku pun melakukannya dan aku pijat pelan-pelan.. Di kala itu waktu aku masih kelas enam SD aku dan keluarga harus merelakan ayah pergi untuk selama-lamanya. Aku terbangun namun aku tidak berani mendekati ayah yang telah meninggal.. merawat ku.. **Kemudian tibalah saatnya Allah memanggil ayah.. dan memenuhi apa yang aku minta..... menahan sakit sampai berbulan-bulan. Aku cuma bisa terdiam dan tidak tahu apa yang harus aku lakukan dan tidak bisa berbuat bayak. malam dini hari. kau selalu ada untuk ku. Sampai pernah suatu ketika ayah meminta ku untuk memijat kepala ayah yang saat itu ayah mengeluh pusing. Bahkan aku malah sibuk dengan masa kecil ku saat itu.. Maafkan aku ayah. Ayah.

tahun telah berlalu. menit. Kini aku baru mulai merasakan kehilangan ayah. namun aku harus rela meninggalkannya di rumah karena aku harus pergi jauh ke luar kota. Aku merindukan kehadiran mu.. Semoga tahun depan segera dapat jodoh.. aku teringat oleh mu ayah. Semoga ibu yang di rumah sana tetap di beri kesehatan oleh Allah.Aku masih ingin bekerja dulu untuk bisa membuat bangga dan membahagiakan ibu. Terimakasih ayah atas perhatian dan pengorbanan mu yang telah sepenuhnya engkau berikan kepada ku dulu.. Dan selamanya aku akan tetap merindukan ayah.. Kini orang tua ku tinggal ibu seorang. maafkan aku dulu waktu kecil.. **Di kala saat aku teringat ayah..Kalau aku belum punya anak.. aku ingin berbicara dengan ayah.kini aku hidup bersama ibu tercinta adalah arti dalam kehidupanku dalam mendamping aku sejak kecil hingga sekarang. dan merasakan kesedihan menerima kenyataan ayah telah tiada dan aku belum bisa berbuat yang berarti untuk ayah kala itu. Ayah telah pergi meninggalkan kami sekeluarga dan ibu yang harus bekerja keras membesarkan kami kala itu.**Namun di saat malam datang...... amin. terkadang aku membuat jengkel ayah. Aku merindukan ayah.. sudah sering mengeluh tidak kuat lagi kalau harus bekerja keras. hari. Namun dengan keterbatasan ku ini aku juga masih belum bisa membahagiakan orang tua.. memberi yang berarti untuk orang tua. setiap ayah pulang kerja aku yang selalu membukakan pintu kini tidak kurasakan lagi... aku menginginkan kehadiran ayah. namun ayah telah tiada dan hanya doa yang bisa aku berikan untuk ayah semoga Allah mengampuni dosadosa ayah dan menempatkan ayah di surga.. terkadang tanpa ku sadari air mata ini menetes.. Terkadang di saat kesunyian malam dan kesendirian ku.. belum dapat jodoh yah. Suka menangis kalau minta tidak dituruti. **aku telah kehilangan seorang ayah sejak aku masih duduk bangku sekolah dasar....bila besar nanti aku ingin sekali menjadi dia bekerja tanpa putus asa dan demi pengorbanan ku. Aku ingin bisa membahagiakan orang tua.... jam. amin. Ayah.. Aku ingin kau hadir di setiap mimpi malam ku.. minggu. Detik. bulan. . Kini usia ibu juga sudah menua.

aku ingin bicara… Tiap hari kulihat kelelahan di kerut wajahmu Semua hanya demi aku. anakmu Ayah. aku hanya ingin bicara satu kalimat Ya. kau tahu apa yang kuingin Semua kau penuhi dengan balutan kasihmu untukku Ayah. aku ingin bicara… Meski aku hanya diam. aku ingin bicara… Sepanjang hidup kau berharap dapat mendengar suaraku Segala upaya kau lakukan Kini aku hanya bisa mengusap nisanmu Masih diam tanpa suara Ayah. “Alhamdulillah” Ayah. aku ingin bicara… Kurasakan begitu berat hatimu jauh meninggalkanku Tiap jam kau menelponku Meski kau tahu.Puisi untuk ayah. satu kalimat saja “Aku mencintaimu. aku ingin bicara… Sungguh aku ingin bicara Andai aku bisa. aku ingin bicara… Dan semoga kau mendengarnya… . Ayah. tak kan bisa mendengar suaraku Hanya ketukan jariku sebagai isyarat Dan kau selalu mengakhiri dari ujung telepon dengan kata yang sama. . ayah…” Hanya itu yang ingin aku bicarakan padamu Tapi hingga kini hanya hatiku yang mampu bicara Belum dengan lisanku Ayah. .

main bersama.... Tema: kesedihan di tinggal ayah 2. 3. aku rindu saat-saat bersama mu... Amanat: jangan lah melanggar pelaturan ayah dan kita harus sayang serta mematuhi perintahnya menjaganya dan paling penting buat dia tersenyum dan bangga sama kita. Kerangka – karangnya: Bab 1: Sosok ayah tidak kalah pentingnya dengan sosok seorang ibu. Nama pengarang: Anggi Andaraini 6. malam dini hari... Tokoh: ayah... Bab 7: aku telah kehilangan seorang ayah sejak aku masih duduk bangku sekolah dasar. berharap mendapat sisa teh hangat yang ditinggalkan.Judul: aku rindu ayah 1. aku 4. bercanda bersama.. antara ayah dan ibu memiliki peran yang berbeda tapi memiliki tujuan yang sama. Bab 3: Ayah. Bab 5: Pengorbanan mu sungguh sangat berarti untuk ku ayah. ibu. Bab 6: Kemudian tibalah saatnya Allah memanggil ayah.? karena memang itu yang selalu aku tunggu-tunggu setiap pagi.. Alur: maju 5.. . Bab 2: Dalam hal ini. Bab 4: Taukah kau ayah.....

Tugas bahasa indonesia Cerpen D I S U S U N Oleh: Nama: anggi andaraini Kelas: XII ipa 1 Sma nurul iman tahun ajaran 2014/2015 .