LAPORAN OPERASI SC

Nama Pasien
Hari/Tanggal
Alamat
Med. Rec/Reg
Jenis Anestesi

: Ny. Masnona/37tahun
: Kamis, 6 Sept 2014
: Metro
: 246133/9533
: Spinal Anesthesia

Operator
Asisten I
Asisten II
Anestesi
Instrumen

: dr. Trestyawaty, Sp. OG
: Arya
: Yuli
: dr. Hartawan, Sp. An.
:

Pukul 10.15 WIB Operasi Dimulai
Penderita terlentang dalam keadaan narkosis spinal, dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik
pada daerah perut dan sekitarnya. Lapangan operasi dipersempit dengan duk steril. Dilakukan
insisi Pfanensteil dua jari di atas simphisis sepanjang 10 cm. Insisi diperdalam secara tajam
dan tumpul sampai menembus peritoneum. Setelah peritoneum dibuka, tampak uterus
gravidarum, terdapat perlekatan antara omentum dan peritoneum. Diputuskan untuk
melakukan Seksio Sesaria Transperitonealis Profunda dengan cara sebagai berikut:

Insisi SBR semilunar sepanjang ± 6 cm secara tajam, didapatkan cairan ketuban jernih

Bayi dilahirkan dengan cara meluksir kepala

Pukul 10.35 WIB. Lahir neonatus hidup laki-laki dengan BB 2600 g, PB 48 cm, AS 8/9,
FTAGA, anus (+).
Ke dalam cairan infuse dimasukkan oksitosin 20 IU. Plasenta dilahirkan dengan tarikan
ringan pada tali pusat.
Pukul 10.45 WIB. Lahir plasenta lengkap dengan berat ± 480 g, panjang tali pusat ± 50 cm
dengan ukuran 17 x 18 cm. Selanjutnya dilakukan pembersihan cavum uteri dengan kassa.
Kemudian dilakukan tubektomi dengan memotong tuba palofii, kemudian dilakukan
pemasangan drainase. Dilakukan penutupan dinding uteri dengan cara sebagai berikut:

Dilakukan penjahitan pada kedua sudut luka insisi SBR secara figure of eight dengan
benang chromic catgut No. 1

Dilajukan penjahitan SBR satu lapis jelujur festoon dengan benang chromic catgut
No. 1

Perdarahan diperlakukan sebagaimana mestinya.

Sp.0  Kutis dijahit secara jelujur subkutikuler dengan chromic catgut nomor 2. OG . Trestyawaty.0 Luka operasi dibersihkan lalu ditutup dengan sofratule.Dilanjutkan penutupan dinding abdomen lapis demi lapis dengan cara sebagai berikut:  Peritoneum dijahit jelujur dengan plain nomor 2. OG dr. Sp. Sp. kassa dan hypafix.15 WIB Operasi Selesai Diagnosis Pra Bedah : G3P2A0 37 tahun hamil 38 minggu Janin Tunggal Hidup intrauterine presentasi bokong-kaki (incomplete breech) Inpartu Kala I fase laten Diagnosis Pasca Bedah : P3A0 Post SSTP ai letak janin sungsang (incomplete breech) Tindakan : SSTP + MOW Konsulen Operator dr. Trestyawaty.0  Fascia dijahit secara jelujur festoon dengan PGA nomor 1.0  Subkutis dijahit secara satu-satu dengan plain catgut nomor 2. OG LAPORAN OPERASI SC Nama Pasien : Ny. Pukul 11.0  Otot dijahit secara satu-satu dengan catgut nomor 2. Trestyawaty. Sri Riswana/37tahun Operator : dr.

Lahir plasenta lengkap dengan berat ± 620 g. Hartawan.45 WIB.Hari/Tanggal Alamat Med. Rec/Reg Jenis Anestesi : Jumat. AS 8/9.15 WIB Operasi Dimulai Penderita terlentang dalam keadaan narkosis spinal. panjang tali pusat ± 50 cm dengan ukuran 17 x 18 cm. : Yuli Pukul 11. Selanjutnya dilakukan pembersihan cavum uteri dengan kassa. Plasenta dilahirkan dengan tarikan ringan pada tali pusat. Kemudian dilakukan tubektomi dengan memotong tuba palofii. tampak uterus gravidarum. 1  Perdarahan diperlakukan sebagaimana mestinya. kemudian dilakukan pemasangan drainase. Sp. Lahir neonatus hidup laki-laki dengan BB 3400 g. An.35 WIB. Lapangan operasi dipersempit dengan duk steril. terdapat perlekatan antara omentum dan peritoneum. FTAGA. Pukul 11. Dilakukan penutupan dinding uteri dengan cara sebagai berikut:  Dilakukan penjahitan pada kedua sudut luka insisi SBR secara figure of eight dengan benang chromic catgut No.0 . didapatkan cairan ketuban jernih  Bayi dilahirkan dengan cara meluksir kepala Pukul 11. PB 47 cm. anus (+). Dilanjutkan penutupan dinding abdomen lapis demi lapis dengan cara sebagai berikut:  Peritoneum dijahit jelujur dengan plain nomor 2. dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada daerah perut dan sekitarnya. Ke dalam cairan infuse dimasukkan oksitosin 20 IU. 7 Sept 2014 : Metro : 246110/9550 : Spinal Anesthesia Asisten I Asisten II Anestesi Instrumen : Arya : Faddly : dr. Dilakukan insisi Pfanensteil dua jari di atas simphisis sepanjang 10 cm. Diputuskan untuk melakukan Seksio Sesaria Transperitonealis Profunda dengan cara sebagai berikut:  Insisi SBR semilunar sepanjang ± 6 cm secara tajam. Insisi diperdalam secara tajam dan tumpul sampai menembus peritoneum. 1  Dilajukan penjahitan SBR satu lapis jelujur festoon dengan benang chromic catgut No. Setelah peritoneum dibuka.

Sp. Pukul 12.0  Subkutis dijahit secara satu-satu dengan plain catgut nomor 2. Sp.0  Kutis dijahit secara jelujur subkutikuler dengan chromic catgut nomor 2. kassa dan hypafix. Trestyawaty. Otot dijahit secara satu-satu dengan catgut nomor 2.0 Luka operasi dibersihkan lalu ditutup dengan sofratule. Trestyawaty.15 WIB Operasi Selesai Diagnosis Pra Bedah : G3P2A0 37 tahun hamil 38 minggu Janin Tunggal Hidup intrauterine presentasi kepala Inpartu Kala I fase aktif memanjang Diagnosis Pasca Bedah : P3A0 Post SSTP ai Kala I fase aktif memanjang Tindakan : SSTP + MOW Konsulen dr. OG Operator dr. OG .0  Fascia dijahit secara jelujur festoon dengan PGA nomor 1.