PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Menurut Kamus Kedokteran (Ramali dan Pamuncak, 1987), etika adalah
pengetahuan tentang perilaku yang benar dalam satu profesi. Profesi kedokteran
merupakan profesi yang tertua dan dikenal sebagai profesi yang mulia karena ia
berhadapan dengan hal yang paling berharga dalam hidup seseorang yaitu masalah
kesehatan dan kehidupan.1 Oleh karena itu, dalam kesehariannya seorang dokter
tidak dapat terlepas dari etika. Etika merupakan refleksi atas moralitas. Berbeda
dengan etika, bioetika merupakan pemeriksaan kritis tentang dimensi-dimensi
moral dari pengambilan keputusan dalam konteks yang menyangkut kesehatan
dan konteks yang melibatkan ilmu pengetahuan biologis. 2 Bioetika berasal dari
kata bios yang berarti kehidupan dan kata ethos yang berarti norma-norma atau
nilai-nilai moral. Bioetika atau bioetika medis merupakan studi interdisipliner
tentang masalah yang ditimbulkan oleh perkembangan di bidang biologi dan ilmu
kedokteran baik skala mikro maupun makro, masa kini dan mendatang (Bertens,
2001). Jadi jelas bahwa bioetika menerangkan etika dalam bidang kedokteran.
Bioetika dalam kedokteran memiliki 4 prinsip kaidah dasar yaitu beneficence,
non-maleficence, autonomy dan justice. Keempat hal ini merupakan prinsip dasar
yang harus dimiliki oleh seorang dokter. Seperti dalam kasus dr. Bagus, dari kasus
tersebut kita dapat melihat apakah dr. Bagus telah menerapkan kaidah dasar
bioetika dengan baik atau belum.
II. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang terdapat dalam kasus dr. Bagus adalah sbb :
1.

Kekurangan sarana dan tenaga kesehatan.

2.

Pasien dr. Bagus sangat banyak.

3.

Pasien kurang mampu dari segi ekonomi.

4.

Daerah kerja dr. Bagus terpencil.

1

Selain itu sebagai sarana berlatih karena dapat memposisikan diri di dalam kasus tersebut untuk melatih diri sendiri ketika terlibat dalam kejadian yang sesungguhnya 2 .III. V.Manfaat Mengkaji prinsip-prinsip bioetika dan penerapannya dalam studi kasus atau realitas yang terjadi di masyarakat sehingga mendapat pemahaman lebih mendalam sehingga nantinya dapat mengamalkan ilmu tersebut sesuai dengan ketentuan yang seharusnya. IV. Tujuan Tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai bahan pembelajaran dan untuk mengetahui apa saja kaidah-kaidah bioetika serta contoh penerapannya dalam suatu kasus. Hipotesis Dokter Bagus telah menerapkan prinsip-prinsip bioetik.

Bioethics should embrace the ritual function of the media in bringing issue to the public attention and in reinforcing bioethics as a field. bersikap dan bertindak sesuai dengan kondisi atau situasi lingkungan.ISI PEMBAHASAN Etika adalah pemikiran sistematis tentang kelakuan baik (benar). Hal ini membuat etika dapat diklasifikasikan menjadi berbagai macam jenis. Menurut F. Bioetika adalah studi interdisipliner tentang problem yang ditimbulkan oleh perkembangan di bidang biologi dan ilmu kedokteran. sebagai contoh etika Kristen yang merupakan etika yang mengandung nilai-nilai Kristiani dan lain-lain. Bioetika. non maleficence. kita dapat menarik kesimpulan bahwa etika merupakan suatu batasan tak kasat mata tentang bagaimana seseorang harus berlaku. autonomy dan justice. Istilah bioetika mula-mula ditemukan sebagai perwujudan dari perlunya ada tanggung jawab para ahli biologi dalam menjamin kelangsungan kehidupan di bumi ini dalam menciptakan syarat-syarat untuk meningkatkan kualitas kehidupan.(1) Berdasarkan kutipan di atas. Bioetika juga harus mampu untuk memperkuat bioetika sendiri sebagai sebuah ilmu. GAMBARAN MIND MAPPING Masalah-masalah yang dihadapi Dr. Masing-masing kaidah tersebut memiliki nilai-nilai yang berbeda namun bersifat kesatuan membentuk bioetika. Abel. dapat didefinisikan sebagai salah satu cabang dari etika itu sendiri yang mempelajari atau membahas tentang masalah-masalah yang terutama terjadi di ruang lingkup dunia kesehatan dan praktik biologi. pada skala mikro maupun makro.(3) Bioetika sebagai ilmu tentunya memiliki kaidah-kaidah dasar yang merupakan esensi-esensi yang utama dalam bioetika. yaitu beneficence. kini dan masa mendatang. Bagus dalam praktek sehari-hari 3 . peranannya di masyarakat serta keadaan seorang individu itu sendiri. Kaidah-kaidah tersebut dibagi menjadi empat. termasuk dampaknya terhadap masyarakat luas serta sistem nilainya. buruk (salah) dan apa yang mendasarinya termasuk norma-norma sedangkan moral adalah perilaku baik atau buruk yang lahiriah. seperti yang telah dibahas pada bagian sebelumnya.(2) Hal ini menandakan keberadaan bioetika pada saat itu merupakan kebutuhan melihat akan adanya kondisi yang harus ditangani sebagai perwujudan tanggung jawab profesi di bidang biologi dan kesehatan.

Paternalisme bertanggung jawab/berkasih sayang 4 . Mengusahakan agar kebaikan/manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan keburukannya 5. Prinsip ini mengutamakan kepentingan pasien demi menjamin harkat dan martabat manusia. Memandang pasien/keluarga/sesuati tidak hanya sejauh menguntungkan dokter 4. rela berkorban untuk kepentingan orang lain) 2.5) Poin-poin Beneficence: 1. terutama dengan mencegah atau menghapus kerugian yang mungkin terjadi. Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia 3. Mengutamakan altruism (menolong tanpa pamrih.Beneficence Beneficence adalah prinsip mempromosikan tujuan sah dan penting dan kepentingan orang lain. Dalam prinsip ini dokter mengusahakan agar meminimalisir kerugian yang dialami oleh pasien.(4.BIOETIKA BENEFICE NON MALEFICENCE JUSTICE AUTONOMY 1.

Memberikan obat berkhasiat namun murah 16. Tidak menghina/mencaci maki/memanfaatkan pasien 6. Maksimalisasi kepuasan tertinggi secara keseluruhan 14.6. Pembatasan “goal based” 8. Poin-poin Non-Maleficence: 1. Non. Tidak membunuh pasien (tidak melakukan euthanasia) 5. Dokter sanggup mencegah bahaya atau kehilangan tersebut c. Tidak menarik honorarium di luar kepantasan 13. Menghargai hak-hak pasien secara keseluruhan 12. Maksimalisasi pemuasan kebahagiaan/preferensi pasien 9. Kewajiban menolong pasien gawat darurat 11. Mengobati pasien yang luka 4. Mencegah pasien dari bahaya 9. Mengobati secara tidak proporsional 8. Tidak melindungi pasien dari serangan 13. Minimalisasi akibat buruk 10. Menjamin kehidupan-baik-minimal manusia 7. Menolong pasien emergensi 2. Pasien dalam keadaan amat berbahaya (darurat) atau berisiko hilangnya sesuatu yang penting (gawat) b. Kondisi untuk menggambarkan kriteria ini adalah: a. Menerapkan Golden Rules Principle 2. Autonomy 5 . Menghindari misrepresentasi dari pasien 10. Mengembangkan profesi secara terus menerus 15. Manfaat bagi pasien lebih banyak daripada kerugian dokter (hanya mengalami risiko minimal) 3. Tidak memandang pasien hanya sebagai obyek 7. Tidak membahayakan kehidupan pasien karena kelalaian 11. Tidak memberikan semangat hidup 12.Maleficence Non-Maleficence adalah prinsip etik tidak melakukan sesuatuyang membahayakan orang lain. Tindakan kedokteran terbukti efektif d. Tidak melakukan white collar crime dalam bidang kesehatan/kerumah-sakitan yang merugikan pihak pasien/keluarganya 3.(6) Prinsip ini menekankan pada minimalisasi akibat buruk dan digunakan dalam keadaan darurat.

Tidak mengintervensi pasien dalam membuat keputusan (pada kondisi elektif) 3. volunteeriness (pemberian keputusan secara sukarela). Sikap Autonomy 1. Menjaga hubungan (kontrak) 4. Berterus terang 4. Mencegah pihak lain mengintervensi pasien dalam membuat keputusan. Menghargai hak menentukan nasib sendiri. dan authorization. termasuk keluarga pasien sendiri 11. Menghargai privasi 5. Menghargai rasionalitas pasien 7. (7) Dalam informed concent ada beberapa elemen yang harus dipedulikan yaitu competence (sudah bisakah pasien mengambil keputusan). pada prinsip ini. disclosure of information (ungkapkan informasi yang sesungguhnya pada pasien). Membiarkan pasien dewasa dan kompeten mengambil keputusan sendiri 9. Melaksanakan informed consent 8. Menjaga rahasia pasien 6. Sabar menunggu keputusan yang akan diambil pasien pada kasus non emergensi 12. seorang dokter diwajibkan untuk dapat menghargai pendapat dan pemikiran rasional dari pasien yang ditanganinya namun dengan catatan pasien tidak dalam keadaan emergensi. Tidak berbohong kepada pasien meskipun demi kebaikan pasien 13. Informed concent is appropriate for planned procedures but is usually impossible during resuscitation due to the urgency of treatment and the impaired patient autonomy.Autonomy atau self determination alias otonomi adalah prinsip dasar bioetika dimana kedudukan pasien sangatlah diperhatikan artinya. Informed consent menandakan suatu keharusan dimana tindakan dokter terhadap pasien sudah setuju mendapat persetujuan (otorisasi) dari pasien tersebut dan memahaminya. Prinsip autonomy memiliki kaitan yang erat dengan informed concent. understanding of information (pasien mengerti akan penjelasan yang diberikan). Tidak mengintervensi atau menghalangi autonomi pasien 10. Justice 6 . menghargai martabat pasien 2.

dapat dianalisa kaidah-kaidah bioetika apa saja yang diterapkan dr. quality) o Mengahargai hak hukum pasien o Menjaga kelompok rentan o Tidak membedakan pelayanan pasien atas dasar SARA( Suku Agama Ras). Bagus Dari skenario kasus dr. anggaran. equality. dana) Penerapan Bioetika Dalam Kasus dr.Bagus dalam tugas kedokterannya. Prinsip ini meliputi konsep adil dan merata. atau pemerataan dalam penyebaran sumber. accesbility. availability. Tidak melakukan penyalahgunaan Memberiikan kontribusi yang relatif sama dengan kebutuhan pasien Meminta partisipasi pasien sesuai kemampuannya Kewajiban mendistribusi keuntungan dan kerugian (biaya.(8) Ciri-ciri dari justice adalah: o o o o Memberilakukan segala sesuatu secara universal Mengambil porsi terakhir dari proses membagi yang telah ia lakukan Memberii kesempatan yang sama terhadap pribadi dalam posisi yang sama Menghargai hak sehat pasien (affordability.” 7 . Keadilan dideskripsikan sebagai bekerja di dalam satu kumpulan hukum moral menghormati pandangan dan hak orang lain.dll. sanksi) secara adil o Mengembalikan hak kepada pemiliknya pada saat yang tepat dan kompeten o Tidak memberii beban berat secara tidak merata tanpa alasan sah/tepat o Menghormati hak populasi yang sama-sama rentan penyakit/gangguan kesehatan o Bijak dalam makloalokasi (sarana. beban. Bagus. o o o o status sosial.Justice (keadilan) adalah prinsip etik berdasarkan asumsi hak asasi manusia. Bukti dalam kasus :  Paragraf 1 baris 5-6 “Dokter Bagus bertugas dari pagi hari sampai sore hari tetapi tidak menutup kemungkinan ia harus mengobati pasien dimalam hari bila ada warga desa yang membutuhkan pertolongannya.

Bagus memenuhi aspek beneficence poin nomor 1 (mengutamakan altruisme yaitu menolong tanpa pamrih. . Kalimat ini juga mengandung prinsip beneficence poin ke 11 (menghargai hak-hak pasien secara keseluruhan) dan 15 (memberii obat berkhasiat namun murah). status sosial. Bagus memenuhi aspek autonomy poin 1 (menghargai hak menentukan nasib sendiri. Bagus memenuhi aspek autonomy poin 7 (melaksanakan informed consent) dan aspek beneficence poin ke 3 (memandang pasien/keluarga/sesuatu tidak hanya sejauh menguntungkan dokter) dan poin nomor 4 8 . dll)  Paragraf 2 baris 4-5 “Setelah memeriksa pasien tersebut dr. Bagus memenuhi aspek beneficence poin nomor 5 (paternalisme bertanggung jawab/berkasihsayang).Bagus menyarankan agar anak tersebut dirawat di rumah sakit yang berada di kota.Kalimat tersebut membuktikan bahwa dr. Namun ibu tersebut menolak karena tidak mempunyai uang untuk berobat.  Paragraf 4 baris 5-7. Dokter Bagus memeriksa pasien sesuai dengan nomor urut pendaftaran…” Kalimat tersebut membuktikan bahwa dr.Dokter Bagus menjelaskan kepada orang tua pasien bahwa kondisi anaknya kurang baik dan kemungkinan untuk sembuh sangat kecil walaupun diberikan obat-obat kemoterapeutik. ‘baiklah kalau begitu saya akan memberii ibu obat dan ORALIT untuk anak ibu…’” Kalimat tersebut membuktikan bahwa dr. 4 (menghargai privasi)..dr. Bagus memberiikan beberapa macam obat dan vitamin serta nasihat agar istirahat yang cukup” Kalimat tersebut membuktikan bahwa dr. 8 (membiarkan pasien dewasa dan kompeten mengambil keputusan sendiri). menghargai martabat pasien). 9 (tidak mengintervensi atau menghalangi autonomy pasien).” Kalimat tersebut membuktikan bahwa dr. 8 (maksimalisasi pemuasan kebahagiaan/preferensi pasien) dan 16 (menerapkan Golden Rule Principle)  Paragraf 3 baris 3-5 “. rela berkorban untuk kepentingan orang lain)  Paragraf 2 baris 1-2 “…ketika ia datang ke Puskemas sudah ada 4 orang pasien yang sedang mengantri. 10-12 “Dokter Bagus menjelaskan kepada orang tuanya bahwa kondisi anaknya tidak dapat ditingkatkan dan sangat sulit bagi mereka untuk membeli obat-obatan mahal tersebut….. Bagus memenuhi aspek justice poin nomor 1 (memberilakukan segala sesuatu secara universal) dan 8 (tidak membedakan pelayanan pasien atas dasar SARA.

Bagus memenuhi aspek beneficence poin nomor 1 (mengutamakan altruisme yaitu menolong tanpa pamrih.” Kalimat tersebut membuktikan bahwa dr. Bagus memenuhi aspek nonmaleficence poin nomor 1 (menolong pasien emergensi).  Paragraf 6 baris 3-5 “Dokter Bagus curiga pasien tersebut menderita penyakit jantung sehingga ia membuat surat rujukan ke rumah sakit yang berada di kota. Bagus memenuhi aspek autonomy poin ke 7 (melaksanakan informed concern).” Kalimat tersebut membuktikan bahwa dr.” Kalimat tersebut membuktikan bahwa dr. Melihat kondisi pasien yang baik dan stabil.(mengusahakan agar kebaikan/manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan keburukannya). Bagus memenuhi aspek beneficence poin ke 5 (paternalism bertanggung jawab/berkasih sayang) dan 13 (maksimalisasi pemuasan kebahagiaan/preferensi pasien). akhirnya pasien diperbolehkan pulang dengan diberi beberapa macam obat dan anjuran agar besok datag kembali untuk kontrol. dokter Bagus akhirnya menyelesaikan tindakan amputasi telapak tangan pemuda yang mengalami kecelakaan tersebut.  Paragraf 5 baris 3-4 “Dokter Bagus meminta kesediaan pasien keempat untuk menunggu di luar karena ia akan terlebih dahulu memberi pertolongan pada pemuda tersebut.” Kalimat tersebut membuktikan bahwa dr.  Paragraf 5 baris 12-14 “Dokter Bagus menjelaskan keadaan telapak tangan kanan suaminya dan tindakan yang harus dilakukan adalah amputasi.  Paragraf 7 baris 6 “…yang ada hanya bagaimana mengobati pasien pasiennya. 2c (tindakan kedokteran tadi terbukti efektif). 2d (manfaat bagi pasien lebih banyak daripada kerugian dokter) dan 3 (mengobati pasien yang luka).” Kalimat tersebut membuktikan bahwa dr. rela berkorban untuk kepentingan orang lain) 9 .  Paragraf 5 baris 15-17 “Sambil bersimbah peluh. Bagus memenuhi aspek nonmaleficence poin 2b (dokter sanggup mencegah bahaya atau kehilangan tersebut).

Bioetika memiliki empat prinsip dasar yaitu beneficence.PENUTUP I. dan justice. non maleficence. Kesimpulan Bioetika adalah sebuah ilmu yang mengkaji atau membahas tentang masalah-masalah atau problematika di seputar lingkup dunia kesehatan dan biologi. autonomy. Berdasarkan analisis-analisis yang telah dilakukan penulis pada studi kasus “dokter Bagus” dapat disimpulkan bahwa dokter Bagus adalah dokter yang sangat berdedikasi tinggi di 10 .

Potter VR. 1971. Bioethic and the rituals of media. The Hastings Center Report. Pengambilan Keputusan Etis dan Faktor-Faktor di dalamnya. 1991 2. (HIPOTESIS TERBUKTI) Daftar Pustaka 1. Bioethics. 2002 Jan/Feb.32(1):32-9 11 . II. Peter. 3. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Rumusan Pembuktian Hipotesis Dokter Bagus dalam melakukan tugasnya telah melaksanakan prinsip-prinsip bioetika efektif dan tepat sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada. Brownlee M. bright for the future.pekerjaannya dan telah menjalankan semua prinsip-prinsip dasar bioetika secara tepat sesuai ketentuan yang berlaku dan kondisi atau situasi yang sesuai. New Jersey: Prentice Hall. Simonson.

Janice E. Ardagh. Journal of Medical Ethics.4. Phyllis.375 8. 2010. Ensiklopedia Keperawatan. Michael. 25(1). Toronto: Broadview Press 12 . India: Department of Publications of Paurasta Vidyapitham. Kanniyakonil Scaria. 1999 Oct. 5. Jakarta: EGC..h. Ressurecting Autonomy during resuscitation-the concept of professional substituted judgement. USA: Cengage Learning 6. Chris Brooker. E.The Fundamentals of Bioethics. 2009. Thomas. 7. Concepts and Cases in Nursing Ethics. 2007. Yeo. A. Sue. 2003. Michael. Hitchcock. Schubert. Community Health Nursing. 124.