PHARMACOLOGY OF

UTEROTONIC AND TOCOLYTIC
AGENT

BAGIAN FARMAKOLOGI & TERAPI
FAKULTAS KEDOKTERAN UISU
2010

OXYTOCIC / UTEROTONIC
AGENTS

UTEROTONIKA / OKSITOSIK
 Uterotonika / Oksitosik  Obat yg
dapat me↑ kan kontraksi uterus
 Digunakan dalam penatalaksanaan
medis persalinan khususnya utk me↑
kan kontraktilitas uterus

Kontraktilitas uterus dipengaruhi oleh :







Oksitosin
Sistem saraf simpatik
Hormon steroid
Relaksin
Prostaglandin
Serotonin
Peregangan uterus
Stimulasi mekanis

Oksitosik banyak digunakan untuk :  Induksi serta pengguatan persalinan  Pencegahan serta penanganan perdarahan postpartum  Pengendalian perdarahan akibat abortus inkompletus  Penanganan aktif pada kala tiga persalinan .

Obat-obat Oksitosik a.l.:  Derivat prostaglandin  Oksitosin  Alkaloid ergot .

Penggunaan pada partus C. Dysmenorhea .Derivat prostaglandin Farmakologi klinik A. Aborsi B.

ABORSI & PENGGUNAAN PADA PARTUS  PGE2 dan PGF2α  oksitosik  Digunakan utk aborsi trimester 1.2 serta mematangkan servix sblm aborsi .

bronkokontriksi. hipertermia.ABORSI & PENGGUNAAN PADA PARTUS  Efek samping : muntah. intravagina dan intra-amniotik (PGF2α) . IM. diare.kolaps kardiovaskuler  Cara pemberian : IV.

Prostaglandin sintetik Dinoproston(PGE2)  mempengaruhi kolagenase serviks & merangsang kontraksi uterus  diberikan sebagai supositoria vaginal  dapat diberikan IV pada kasus missed abortion atau mola hidatidosa .

6mg)  Mengatasi perdarahan postpartum (bila preparat lain gagal menghenti-kan perdarahan. & obat pilihan jika pasien menderita hipertensi) .Prostaglandin sintetik Carboprost (15 metil PGF2α) Suntikan IM untuk:  menginduksi abortus (diberikan berulang sampai dosis total 2.

jalur pemberian dan keamanannya dlm bidang obstetri . Misoprostol (analog PGE1) telah digunakan untuk  induksi serta penguatan persalinan  penatalaksanaan kala tiga persalinan  Masih diperdebatkan sehubungan dengan takaran optimumnya.

DYSMENORHEA  Dysmenorhea primer disebabkan oleh pe ↑ sintesis PGE2 & PGF2α endometrium slm masa menstruasi  Dengan kontraksi uterus  iskemia & rasa nyeri  Obat AINS menghambat pembentukan prostaglandin  efektif mengatasi dysmenorhea .

sikatriks yang vertikal. .Kontraindikasi & kewaspadaan  Induksi persalinan jika sudah terdapat ruptura membran amnion  Pemberiannya harus hati-hati pada  Adanya riwayat sikatriks pd uterus.

Interaksi  Jika diberikan bersama oksitosin  dapat terjadi hiperstimulasi  Krn itu oksitosin biasanya baru diberikan 6 – 12 jam setelah pemberian prostaglandin yg terakhir .

 Aspirin dan obat-obat AINS lainnya merupakan antagonis PG  Pemberiannya memperlambat atau memperpanjang proses persalinan  Parasetamol tidak berinteraksi dgn prostaglandin  Alkohol mrp zat antagonis yg melawan kerja dinopsroston .

memelihara persalinan .Oksitosin  Suatu peptida yang disekresi hipofise posterior  Menyebabkan ejeksi susu pada wanita menyusui  Pd dosis farmakologi : digunakan utk induksi kontraksi uterus.

Absorpsi. metabolisme. hati  waktu paruh 5 menit . ekskresi  Tidak efektif pemberian per oral (rusak dlm lambung. usus halus)  Biasa diberikan IV. utk induksi persalinan  Tidak terikat protein plasma  Dikatabolisme oleh ginjal.

anestesi inhalasi .farmakodinamik  Oksitosin mengubah arus ion transmembran dlm sel otot polos miometrium  kontraksi uterus yang terus menerus  Juga menyebabkan kontraksi sel mioepitel yang mengelilingi alveoli mammary  ejeksi susu  Oksitosin dpt dihambat agonis adrenoseptor β. magnesium sulfat.

Penggunaan terapi  Induksi persalinan : Inersia uteri. Penggunaan diagnostik  Tes tantangan oksitosin  Infus oksitosin pd akhir kehamilan  kontraksi uterus pe suplai darah janin  Respon abnormal DJJ  IUGR B.Farmakologi klinik A. Abortus tak lengkap  Mengontrol PPH  Gangguan keluarnya ASI .

dosis  Induksi persalinan  Infus IV awal 1mU/menit pelan-pelan dinaikkan 5-20 mU/menit sampai terjadi pola kontraksi fisiologi  Perdarahan uterus pasca persalinan  10-40 unit ditambah sampai 1L dextrose 5%. dlm posisi duduk. atur kecepatan infus  Sbg pilihan lain : 10 unit oksitosin IM setelah plasenta lahir  Induksi keluarnya ASI  Spray nasal. 2-3 menit sblm menyusui .

tapi pernah dilaporkan : hipertensi.Toksisitas & kontraindikasi  Jarang. ruptur uterus. diberikan bersama obat simpatomimetik . bayi abnormal. afibrinogenemia  KI : fetal distress. ketidakseimbangan sefalopelvik. kelatian janin. prematuritas.

Alkaloid ergot  Alkaloid asam amino dgn prototip ergotamin  Derivat dihidro alkaloid asam amino dgn prototip dihidro ergotamin  Alkaloid amin dgn prototip ergonovin .

diabsorpsi lambat & tdk sempurna melalui sal.Alkaloid ergot Farmakokinetik  Ergotamin. me kecepatan absorpsi .cerna  Mengalami metabolisme lintas pertama  kadar dlm darah rendah  Kadar puncak dlm plasma dicapai dlm 2 jam  Pemberian bersama kafein.

respon uterus setelah 5 menit  90% metabolit diekskresi melalui empedu . ½ dosis IM.Farmakokinetik  Dosis IM 1/10 dosis oral. tapi respon uterus setelah 20 menit  Dosis IV.

2mg per oral  kontraksi uterus (pasca persalinan)  Metabolisme. absorpsi cepat & sempurna per oral  Kadar puncak plasma stlh 60-90 menit. 10x > ergotamin  10 menit stlh pemberian 0.Farmakokinetik  Ergonovin. ekskresi lebih cepat dari ergotamin .

Farmakodinamik  Semua alkaloid ergot meningkatkan kontraksi uterus  ergonovin dan turunannya (drug of choice : obstetric application) .

 Kepekaan uterus thd alkaloid ergot bergantung pada maturitas dan usia kehamilan  Penggunaan klinis : mengontrol PPH .

gangren  hipertensi . nyeri otot  Vasospasme berat. muntah.Efek samping  Ergotamin paling toksik. tidak sadar. shg yg byk dipakai ergonovin dan turunannya  Mual. gatal. bingung. diare. gangguan sirkulasi.

fenitiazin kalsium glukonat . Bila terjadi toksisitas berat :  Hentikan pengobatan  Terapi simtomatis     antikoagulan vasodilator kuat(natrium nitroprusid) antiemetik gol.

kontraindikasi  Penderita penyakit pembuluh darah      arteritis sifilika arteriosklerosis pykt pembuluh darah koroner tromboflebitis buerger disease  Penyakit hati dan ginjal  Wanita hamil .

Tocolytic agent .

menunda persalinan . memperlambat.Obat tokolitik menekan Kontraksi uterus Menghambat.

ritodrine)  Calcium Channel blockers(verapamil. nifedipine)  Prostaglandin synthetase inhibitor (indomethacin) .Tocolytic agent  Magnesium sulphate(MgSO4)   Adrenergic agents (terbutaline.

Magnesium sulphate(MgSO4)  Bekerja sebagai calsium antagonis dan membrane stabilizer (menurunkan kekuatan kontraksi)  Profilaksis preeklampsia (1st line therapy)  Mencegah kejang lanjutan untuk 12-24jam pasca persalinan .

Magnesium sulphate(MgSO4)  Rute pemberian: oral. berkeringat. letargi. mual. IV  EFEK SAMPING :  Perasaan hangat yang ekstrim.  penglihatan kabur. nyeri dada (bila diberikan bersama tocolytic lain) .lesu. flushing. muntah. sembelit.

henti jantung  Kontraindikasi :  Blok jantung. penurunan fungsi ginjal . Myasthenia gravis.Magnesium sulphate(MgSO4)  Toksisitas:  Hipoksia. infark miokard. depresi pernafasan.

Magnesium sulphate(MgSO4)  Efek pada bayi baru lahir:  denyut jantung. mengisap kurang  Pemantauan yang ketat untuk ibu & bayi baru lahir . menangis lemah. mengantuk.

 Adrenergic agents (terbutaline. ritodrine)  Me  kan level cAMP melalui adenilat siklase  Me  level ion calsium bebas  Relaksasi otot polos Terbutaline & ritodrine   atau menghentikan kontraksi uterus  Mencegah persalinan prematur .

denyut jantung cepat. hiperglikemia. napas pendek. insomnia. edema paru. IV. hipokalemia.Terbutaline & ritodrine  Rute pemberian : oral. mual. utk memberikan continuous low dose of terbutaline  Efek samping :Gugup. nyeri dada . sakit kepala. gelisah. SC  Kontrol infus.

terbutaline  Efek pada bayi baru lahir:  Denyut jantung cepat.  tinggi atau rendah KGD pasca kelahiran  Pemantauan yang ketat untuk ibu & bayi baru lahir .

nifedipine)  Ion calsium tidak dapat masuk ke dlm sel otot polos   kekuatan kontraksi otot polos  atau menghentikan kontraksi uterus  Menunda persalinan (for occasional uterus irritability) .Calcium Channel blockers (verapamil.

mual. palpitasi  Efek pada bayi baru lahir : Tidak ada efek samping serius yg pernah dilaporkan .Calcium Channel blockers (verapamil. sakit kepala. nifedipine)  Rute pemberian : oral  Efek samping : wajah kemerahan.

Prostaglandin synthetase inhibitor (indomethacin)  Menghambat sintesa prostaglandin  frekuensi & kekuatan kontraksi uterus .

depresi & pusing . suppositoria  Efek samping : Abdominal discomfort. muntah. mual.indomethacin  Direkomendasi sebagai tocolytic pada persalinan prematur <<32 minggu usia kehamilan  Rute pemberian : oral.

sensitif aspirin dan gangguan ginjal  Mempunyai efek samping terhadap bayi baru lahir .indomethacin  Hati-hati pemberian pada wanita hamil yang punya riwayat gangguan perdarahan.