Herpes simplex

 Etiologi HSV -1 dan HSV- 2
 Double stranded DNA virus
 Viral entry mucosal surfaces
and abraded skin

Clinical spectrum
 Incubation period for primary
infection 1 – 26 days
 Reactivation depend on anatomic
site and virus type
 HSV2 genital 2x HSV1, recurs 8-10
x
 Oral labial HSV1 > oral labial HSV2

ulserasi mucasa oral atau vili lidah  Pasien dg ekstraksi gigi dapat terjadi herpes labialis 3 hari tindakan  Compromised pts dpt tjd infeksi berat pada mukosa dan kulit .reaktivasi  Reaktivasi laten virus pada ganglia trigeminal => dalam saliva.

Terapi : Terapi aniviral dan steroid dapat menolong . Eksema herpetikum : ifeksi berat oral facial  Eritema multiforme : 75 % dipresipitasi HSV  Bell’s palsy : paralisis nervus facialis .

anorectal pain.cervisitis dan uretritis  Reaktivasi . uretyritis dg disuria.discgarge . sering subklinik. lesi genital.  Lesi perianal  Proctitis.Genital infection  HSV1 ringan  15 % dg sindroma klinik lain spt aseptic meningitis .

conjunctivitis.Infeksi mata  Sering menyebabkan kebutaan  Keratitis: nyeri akut. chemosis. lesi dendrit kornea  Chorioretinitis  Acute necrotizing retinitis . pemandanmgan kabur.

impotensi  Jarang : transverse myelitis. demam. konstipasi. GBS .Central and peripheral nervus sistem infection  Encephalitis. USA 10-20 % HSV sporadic viral enchephalitis  Aseptic meningitis: sakit kepala. photopobia  Autonomic dysfunction : urinari retensi.

berat badan menurun. substernal pain.Visceral infection  Viremia => multi organ failure  Esophagitis : odynophagia. dysphagia. Ulkus pada distal esophagus  pneumonitis .

diagnosis  Tzank preparation/ pewarnaan giemsa untuk mendeteksi Giant cell  Kultur : positif 48-96 jam setelah inokulasi  PCR mendeteksi DNA HSV  Serologi assay dapat membedakan HSV 1 dan HSV2 .

5 kali/hari .Pengobatan  Mucocutaneus infection :  Acyclovir 400 mg qid. famiclovir 500mg bid/tid. Pengobatn 7 – 14 hari  Genital herpes : Acyclovir200.400 mg 3 . valacyclovir 500 mg bid.

feces.dan urin  Transmisi kontak lama dan berulang  Pada dewasa STD  Virus semen dan cairan cervics . saliva.Cytomegalovirus  Etiologi : herpes virus  Wold wide  Virus dapat ditemukan di ASI.

CMV  Infeksi primer respon T lymphocyte  Infeksi laten pada brapa type sel dan organ  Reaktivasi CMV terjadi pada keadaan imunosupresi( kondisi transplantasi) dan pemakaian imunosupresan  Infeksi CMV meningkatkan resiko infeksi oportunistik patogen .

prematur. Ptekie. chorioretinitis. peningkatan proptein CSF. intra uterin growth retardation. hepatosplenomegali. jaundice. trombositopenia. hemolisis. Lab : LFT. mikrosefali.Gambaran klinik  Infeksi kongenital CMV : 5 % pada ibu terinfeksi CMV selama kehamilan. Mortality rate 20-30 % .

Simptom 2-6 minggu terakhir.splenomegali. interstisial pneumonitis dan infeksi oportunistik lainnya  CMV mononucleosis : masa inkubasi 20 – 60 hari. myalgia. simptom.demam.Perinatal infection  Didapat melaui cairan ASI yang terinfeksi. fatik. . asymtomatik. sakit kepala.

transaminase meningkat dan Alkalin phospatase .laboratorium  Limfositosi .

Pencegahan .terapi o Imun globulin CMV o Penggunaan profilaksis asiklovir mengurangi resiko infeksi pada pasien transplantasi o gansiklovir .

penggembungan. sel raksasa multinuklear o Infeksi melibatkan pembuluh darah lokal dari kulit .VIRUS VARISELLA ZOOSTER o DUA KESATUAN KLINIS : varisella ( Cacar air) dan Herpes Zooster ( Ruam Shingles) o etiologi : keluarga virus herpes o Penularan : paling mungkin melalui pernafasan. replikasi nasofaring => viremia o Vesikel melibatkan korium dan dermis.

o Infeksi kambuhan : tidak diketahui. diduga virus menginfeksi radiks ganglia dorsalis selama cacar air o Replikasi virus dapat terjadi pada organ lain seperti otak .

lelah o Lesi dijumpai pada badan dan muka dan cepat melibatkan bagian lainnya o Lesi dapat dijumpai di mukosa faring dan vagina .Gambaran klinis o Cacar air sangat menular o Masa inkubasi 10 – 20 hari o Vesikel terbentuk 4 – 5 hari setelah infeksi o Demam.

artritis. hemoptisis o Komplikasi lain : miokarditis. timbul 3-5 hari lama penyakit ditandai dengan takipnea. lesi kornea.GNA.o Komplikasi paling umum superinfeksi kulit bakterial sekunder biasa streeptococus pyogenes atau streptococcus aureus o Pneumonia varisella : komplikasi paling sering. nyeri dada.hepatitis . . diatesis perdarahan. batuk. nefritis. sianosis. dispnea dan demam.

orang tua lebih sering o Erupsi vaskuler unilateral dalam satu dermatom o Nyeri yang hebat o Dermatom T3-4 dan L3 paling sering terlibat .Herpes zooster o Penyakit sporadis o Reaktivasi virus yang laten dari radiks dorsalis ganglion o Pada semua umur.

 Nyeri sering mendahului lesi. cacar . tetapi dapat 2 – 4 minggu  Diagnosa banding : herpes simpleks dg dermatitis atopik Virus coxsackie. disusul ruam makulopapular erimatosa  Lama penyakit biasanya 7 – 10 hari. virus echo.

imunofluoresensi Tes antibodi fluoresensi Profilaksis :  ZIG ( zooster immune globuline VZIG ( Varicella zooster immune globuline) .laboratorium Isolasi virus pada jaringan kultur Metode tzank.

Terapi  Asiklovir 5 x 800 mg 5-7 hari  Asiklovir intravena 500 mg/8 jam selama 7 hari  Untuk nyeri : amitriptilin HCl. Flufenazin Hcl .

Gondongan Parotitis adalah penyakit virus akut yang dapat menular yang ditandai dengan pembesaran kelenjar liur yang nyeri dan kadang mengenai gonad. meningen. pankreas dan organ lain .

kamp tentara. atau sekolah . terbatas pada kelompok yang tinggal berdekatan spt panti asuhan.Etiologi Etiologi : Paramyxovirus Manusia satu satunya pejamu Distribusi seluruh dunia terutama perkotaan Epidemi jarang.

mamae. pankreas.25 hari Replikasi di saluran nafas atas dan limfonodus servikalis. menyebar kejaringan sasaran seperti kelenjar parotis dan meningen => Viremia skunder = > terkena organ lain spt gonad. hati. tiroid. jantung dan ginjal .Patogenese Virus masuk melalui sal nafas Masa inkubasi 12.

hampir semua mononuklear . hiperglikemia dan glukosuria Cairan CSFmengandung > 2000 sel/ Ul.laboratorium Lekosit normal. lekopenia ringan dg limfo sitosis Pada orkitis => lekositosis LED normal atau meningkat bila melibatkan testis atau pankreas Pankreatitis = > lipase meningkat.

Diagnosis  Isolasi virus dari dari darah. perawatan mulut. Glukokortikoid dapat menolong . analgesik dan makanan yang dihaluskan . cairan serebrospinal atau urin  Imunofluoresensi mendeteksi antigen virus dari sel oropharingeal  Terapi : tak ada spesifik. apusan tenggorokan.