PENGARUH INFORMASI, DUKUNGAN KELUARGA, DAN

LINGKUNGAN SEKOLAH REMAJA PUTRI TERHADAP
PERSONAL HYGIENE PADA SAAT MENSTRUASI
DI SMP NEGERI 9 TAKENGON

Skripsi
Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan
Program Studi D-IV Kebidanan U’Budiyah Banda Aceh

Oleh :
ISMAH RASYID
NIM : 121010210089

SEKOLAH TINGGI KESEHATAN U’BUDIYAH INDONESIA
PROGRAM D-IV KEBIDANAN
BANDA ACEH
2013

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan HidayahNya kepada peneliti, sehingga atas berkat dan karunia-Nya penulis dapat
menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Informasi, Dukungan Keluarga, dan
Lingkungan Sekolah Remaja Putri Terhadap Personal Hygiene Pada Saat Menstruasi
di SMP Negri 9 Takengon”, untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan
pendidikan di Stikes U’Budiyah Jurusan DIV Kebidanan.
Shalawat dan salam peneliti sanjungkan kepangkuan Nabi Besar Muhammad
SAW dan kepada para sahabat beliau sekalian yang telah membawa risalah dengan
mengorbankan harta, jiwa dan tenaga, sehingga dapat menciptakan Islam yang megah
dimana hasilnya dapat kita rasakan sampai saat sekarang ini.
Selesainya Skripsi ini tidak terlepas dari dukungan serta doa Ine (Nilawati)
dan Ama (Drs.M.Rasyid) kedua orang tua yang luar biasa hebatnya, yang tidak
pernah putus memberikan cinta dan semangat dari saya terjatuh, tertatih, dan bangun
seperti saat sekarang ini, serta bantuan dari berbagai pihak, untuk ini peneliti
mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada:
1. Bapak Dedy Zefrizal, ST selaku ketua Yayasan Stikes U’Budiyah Banda Aceh.
2. Ibu Marniati, M.Kes selaku ketua Stikes U’Budiyah Banda Aceh.
3. Ibu Cut Rosmawar, SST selaku Ketua Prodi D-IV Kebidanan Stikes U’Budiyah
Banda Aceh.

iii

4. Bapak Iswahyudi Haryono, SKM, M.Kes selaku dosen pembimbing yang telah
meluangkan waktunya untuk membimbing dan membantu penyusunan proposal.
5. Bapak Jamalluddin, S.Ag selaku kepala sekolah SMP Negeri 9 Takengon.
6. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan
bantu dalam penyusunan peelitian ini.

Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan baik
dari segi penampilan, penulisan dan pembahasannya, akhirnya peneliti menyadari
akan segala keterbatasan, kemampuan dan kekurangan dalam penulisan skripsi ini,
dengan ini peneliti mengharapkan saran dan kritikan yang bersifat membangun agar
skripsi ini menjadi lebih baik dan demi kemajuan dimasa yang akan datang.

Banda Aceh,

Maret 2013

(Peneliti)

iv

DAFTAR ISI

LEMBARAN PERSETUJUAN ................................................................... i
LEMBARAN PENGESAHAN.................................................................... ii
KATA PENGANTAR ................................................................................. iii
DAFTAR ISI ................................................................................................. v
BAB I

PENDAHULUAN ........................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ....................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................. 5
1.3 Tujuan Penelitian ................................................................... 5
1.4 Manfaat Penelitian ................................................................. 6
1.5 Keaslian Penelitian ................................................................. 6

BAB II

TINJAUAN TEORITIS .............................................................. 8
2.1 Menstruasi .............................................................................. 8
2.1.1 Pengertian .................................................................... 8
2.1.2 Siklus Menstruasi ........................................................ 8
2.1.3 Pembalut .................................................................... 10
2.2 Personal Hygiene Saat Menstruasi ....................................... 11
2.2.1 Pengertian................................................................... 11
2.2.2 Tujuan Kebersihan Alat Kelamin .............................. 12
2.2.3 Waktu Perawatan Kebersihan Alat Kelamin ............. 12
2.2.4 Langkah-langkah Melakukan Vulva Hygiene ........... 13
2.3 Remaja ................................................................................. 13
2.3.1 Pengertian................................................................... 13
2.3.2 Perkembangan Remaja Putri ...................................... 15
2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Remaja Putri
Dalam Menjaga Personal Hygiene ....................................... 17
2.4.1 Informasi .................................................................... 17

v

2.4.2 Dukungan Keluarga ................................................... 18
2.4.3 Lingkungan Sekolah .................................................. 20
2.5 Kerangka Konsep ................................................................. 20
2.6 Definisi Operasional ............................................................ 22
2.7 Hipotesis............................................................................... 24
BAB III METODOLOGI PENELITIAN............................................... 25
3.1 Desain Penelitian.................................................................. 25
3.2 Populasi dan Sampel ............................................................ 25
3.3 Tempat dan Waktu Penelitian .............................................. 26
3.4 Cara Pengumpulan Data....................................................... 26
3.5 Instrumen Penelitian ............................................................ 26
3.6 Pengolahan dan Analisa Data .............................................. 27
BAB IV HASIL PENELITIAN ................................................................. 31
4.1 Gambaran Umum Tempat Penelitian ................................... 31
4.2 Hasil Penelitian .................................................................... 31
4.2.1 Analisa Univariat ........................................................ 32
4.2.2 Analisa Bivariat........................................................... 33
4.3 Pembahasan .......................................................................... 35
BAB V

PENUTUP .................................................................................. 41
5.1 Kesimpulan .......................................................................... 41
5.2 Saran..................................................................................... 41

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

vi

...........................5 Kerangka Konsep ....20 vii ......DAFTAR GAMBAR Halaman 2..........................................................

..................................35 4........36 viii ...............................6 Tabel Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Personal Hygiene Remaja Putri Saat Menstruasi .............2 Tabel Distribusi Frekuensi Informasi Terhadap Personal Hygiene Remaja Putri Saat Menstruasi .....................34 4...........................................33 4...................................32 4.......................7 Tabel Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Personal Hygiene Remaja Putri Saat Menstruasi .....................................................................................................................................DAFTAR TABEL Halaman 2..............................3 Tabel Distribusi Frekuensi Dukungan Keluarga Terhadap Personal Hygiene Remaja Putri Saat Menstruasi ...........................33 4.5 Tabel Pengaruh Informasi Terhadap Personal Hygiene Remaja Putri Saat Menstruasi ..............................................1 Tabel Distribusi Frekuensi Personal Hygiene Remaja Putri Saat Menstruasi ....................................................................4 Tabel Distribusi Frekuensi Lingkungan Sekolah Terhadap Personal Hygiene Remaja Putri Saat Menstruasi ...6 Tabel Defenisi Operasional .......................................................................................................32 4.......22 4...............

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lembar Permohonan Menjadi Responden Lampiran 2 Lembar Persetujuan Menjadi Responden Lampiran 3 Kuesioner Lampiran 4 Lembar Konsul Lampiran 5 Master Tabel Lampiran 6 SPSS Lampiran 7 Surat Izin Penelitian Lampiran 8 Surat Selesai Penelitian Lampiran 9 Biodata ix .

Pengaruh Dukungan Keluarga. dan lingkungan sekolah remaja putri terhadap personal hygiene pada saat menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon. Kesimpulan: Ada pengaruh Informasi. dukungan keluarga memiliki pengaruh terhadap personal hygiene dengan nilai P Value 0. dukungan keluarga. Hasil Penelitian: Informasi memiliki pengaruh terhadap personal hygiene dengan nilai P Value 0. Pengambilan sampel ini menggunakan teknik total sampling.000. dan lingkungan sekolah remaja putri terhadap personal hygiene pada saat menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon. M.Kes 3 X + 45 Halaman + 1 Gambar + 8 Tabel + 9 Lampiran Latar Belakang: Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 9 Takengon. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh informasi. Jenis penelitian: Penelitian ini menggunakan survey yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. terdapat 8 (80%) orang siswi yang tidak rutin mengganti pembalutnya lebih dari 4 kali sehari dikarenakan jam belajar dari pagi hingga sore. dukungan keluarga. DAN LINGKUNGAN SEKOLAH REMAJA PUTRI TERHADAP PERSONAL HYGIENE PADA SAAT MENSTRUASI DI SMP NEGERI 9 TAKENGON 1 Ismah Rasyid 2. Iswahyudi Haryono. Menstruasi.000. tanggal 3 Desember 2012 dengan teknik wawancara pada 10 orang remaja putri.000. Kata Kunci Daftar Buku Bacaan : Personal Hygiene. DUKUNGAN KELUARGA. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas 1 dan kelas 2 SMP Negeri 9 Takengon Tahun 2013 sebanyak 83 orang. dan lingkungan sekolah memiliki pengaruh terhadap personal hygiene dengan nilai P Value 0. 2 (20%) orang siswi diantaranya pernah mendapatkan informasi dan mengetahui tentang pentingnya menjaga kebersihan saat menstruasi dan 6 (60%) orang siswi yang tidak pernah diingatkan keluarga tentang pentingnya menjaga kebersihan saat menstruasi karena sebagian besar siswi mendapatkan dilingkungan sekolah. Pengaruh Informasi. Pengaruh Lingkungan : 22 Buku + 16 Internet (2003-2013) Keterangan : 1 Judul Skripsi 2 Mahasiswi Diploma IV Kebidanan STIKes U’Budiyah Banda Aceh 3 Dosen Pembimbing Skripsi . SKM.ABSTRAK PENGARUH INFORMASI.

SKM. family support have influence to hygiene personal with P Value value 0. Research type: This Research use survey having the character of analytic with approach of sectional cross. AND ADOLESCENT ENVIRONMENT SCHOOL OF PUTRI TO PERSONAL HYGIENE AT MOMENT MENSTRUATE IN SMP COUNTRY 9 TAKENGON 1 Ismah Rasyid 2. there are 8 (80%) illegitimate school girl people change its bandage more than 4 times one day because of hour learn from morning till evening.ABSTRACTION INFLUENCE INFORMATION. Target of Research: To know information influence.000 Conclusion: There is Information influence. Iswahyudi Haryono. and adolescent school environment of putri to hygiene personal at the time of menstruating in SMP Country 9 Takengon. 2 (20%) school girl people among others have got information and know about importantly of moment keep cleaning nya menstruate and 6 (60%) school girl people which have never been reminded by family about is important of moment keep cleaning nya menstruate because most school girl get school environment. Menstruate. and adolescent school environment of girl to hygiene personal at the time of menstruating in SMP Country 9 Takengon. SUPPORT FAMILY. Result of Research: Information have influence to hygiene personal with P Value value 0.Kes 3 X + 45 Page + 1 Picture + 8 Tables + 9 Enclosure Background: Pursuant to result of conducted by antecedent study is researcher in SMP Country 9 Takengon. Population in this research is all is adolescent of class putri 1 and class 2 SMP Country 9 Takengon Year 2013 counted 83 people intake of this Sampel use total technique of sampling. Influence Support Family. family support. and school environment have influence to hygiene personal with P Value value 0. Influence Information. Environmental Influence : 22 Book + 16 Internet (2003-2013) Boldness : 1 Title Skripsi 2 Coed Diploma IV Midwifery STIKES U'Budiyah Banda Acheh 3 Lecturer Counsellor Skripsi . date of 3 December 2012 with technique interview at 10 adolescent people of putri.000.000. Keyword List Reading Book : Personal Hygiene. family support. M.

82 %) dari seluruh penduduk Indonesia (Sarwono.316. akan tetapi World Health Organization (WHO) menetapkan batas usia 10-20 tahun sebagai batasan usia remaja.BAB I PENDAHULUAN 1. sebaliknya ada yang baru memperolehnya pada usia 17 tahun. seseorang yang tidak memiliki pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang cukup.375. ada anak perempuan yang sudah haid pada usia 10 tahun atau bahkan 9 tahun. jumlah penduduk Indonesia tahun 2009 adalah 213. jadi masa pubertas sangat bervariasi. Pemahaman seseorang terhadap sistem maupun fungsi reproduksinya sangatlah penting.287. namun masa puber ini sulit ditetapkan kapan dimulai karena cepat lambatnya menstruasi sangat tergantung pada kondisi tubuh masing-masing individu. akan cenderung mengabaikan kesehatan reproduksinya dan pada akhirnya ia akan melakukan tindakan yang membahayakan bagi dirinya sendiri.900 (19. 2011).1 Latar Belakang Di Indonesia batasan remaja yang mendekati batasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang usia muda adalah kurun usia 15-24 tahun. sedangkan jumlah penduduk yang tergolong remaja adalah 42. sesuai dengan data kependudukan. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi 1 . Yahya (2011) menyatakan bahwa masa pubertas pada remaja putri berawal dari menstruasi.

siklus menstruasi bervariasi pada tiap wanita dan hampir 90% wanita memiiki siklus 25-35 hari dan 10-15 % yang memiliki siklus 28 hari. Panjang siklus menstruasi dihitung dari hari pertama periode menstruasi. namun beberapa wanita memiliki siklus yang tidak teratur dan hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah kesuburan. hari dimana pendarahan dimulai disebut sebagai hari pertama yang kemudian dihitung . 2011). Biasanya masa haid antara 3-7 hari. sehingga akan memungkinkan perempuan tidak berperilaku higienis pada saat menstruasi (Malike. di Indonesia jumlah remaja yang berusia antara 15-24 tahun sangat besar yaitu kurang lebih 44 juta orang. jumlah tersebut hampir 25% total 220 juta penduduk Indonesia (Sarwono. Menstruasi merupakan peristiwa pendarahan secara periodik dan bulanan dari rahim disertai pelepasan selaput endometrium melalui vagina pada wanita. Manuaba (2008) menyatakan bahwa kesehatan reproduksi adalah kemampuan seorang wanita untuk memanfaatkan alat reproduksinya dan mengatur kesuburannya sehingga dapat menjalani kehamilan dan persalinan secara aman serta mendapatkan bayi tanpa resiko apapun atau well mother dan well born baby dan selanjutnya mengembalikan kesehatan dalam batas normal. 2010). keadaan seperti ini biasanya terjadi sebulan sekali dan mulai pada usia 12-15 tahun.2 merupakan faktor penting dalam menentukan perilaku higienis perempuan pada saat menstruasi. rendahnya pengetahuan dan faktor lingkungannya tentang kesehatan reproduki.

7%) responden yang bersikap positif terhadap personal hygiene saat menstruasi.1%) remaja putri yang bersikap baik tentang personal hygiene remaja putri saat menstruasi (Anggrain. menunjukan bahwa (63. 2009). 2012). menunjukan bahwa dari hasil penelitian terdapat (20. tetapi merupakan sebuah proses yang dipelajari karena individu mengerti dampak positif atau negative suatu prilaku yang terkait dengan keadaan menstruasi (Widyastuti. dan (19. namun prilaku higienis pada saat menstruasi tidak akan terjadi begitu saja.5%) responden yang berpengetahuan baik terhadap personal hygiene saat menstruasi (Muna. dan (45. Penelitian lain tentang Hubungan Sikap dan Pengetahuan Remaja Putri terhadap Personal Hygiene saat Menstruasi di SMA Negeri 3 Banda Aceh. 2011). Penelitian tentang Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Pada saat Menstruasi Terhadap Tindakan Personal Hygiene Remaja Putri di SMP Negeri 8 Bandung. Hal tersebut menyatakan bahwa remaja sering sekali kekurangan informasi dasar mengenai kesehatan reproduksi ataupun mengenai personal .2%) remaja putri yang berpengetahuan baik tentang personal hygiene saat menstruasi.3 sampai dengan hari terakhir. yaitu 1 hari sebelum pendarahan menstruasi bulan berikutnya dimulai (Yahya. 2011) Personal hygiene (kebersihan perorangan) saat menstruasi merupakan komponen hygiene yang memegang peranan penting untuk menghindari adanya gangguan pada fungsi alat reproduksi.

terdapat 8 (80%) orang siswi yang tidak rutin mengganti pembalutnya lebih dari 4 kali sehari dikarenakan jam belajar dari pagi hingga sore. maka peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian mengenai “Pengaruh Informasi. 2011). 2 (20%) orang siswi diantaranya pernah mendapatkan informasi dan mengetahui tentang pentingnya menjaga kebersihan saat menstruasi dan 6 (60%) orang siswi yang tidak pernah diingatkan keluarga tentang pentingnya menjaga kebersihan saat menstruasi karena sebagian besar siswi mendapatkan dilingkungan sekolah. khususnya remaja putri sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya kesehatan reproduksi agar remaja memiliki sikap dan prilaku yang lebih bertanggung jawab. Berdasarkan fenomena tersebut.4 hygine saat menstruasi. dan Lingkungan Sekolah Remaja Putri Terhadap Personal Hygiene Pada Saat Menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon”. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 9 Takengon. . Widyastuti (2009). menyatakan bahwa peranan komunikasi. Dukungan Keluarga. tanggal 3 Desember 2012 dengan teknik wawancara pada 10 orang remaja putri. sehingga para remaja mencari sumber informasi (Liliweri. padahal pada masa remaja rasa ingin tahu tersebut sangat tinggi. informasi dan edukasi kesehatan reproduksi remaja yang langsung diberikan oleh tenaga kesehatan kepada sasaran yaitu remaja.

Mengetahui Pengaruh Informasi Remaja putri Terhadap Personal Hygiene Pada saat Menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon. Mengetahui Pengaruh Dukungan Keluarga Remaja Putri Terhadap Personal Hygiene Pada Saat Menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon. Mengetahui Pengaruh Lingkungan Sekolah Remaja Putri Terhadap Personal Hygiene Pada Saat Menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon. Dukungan Keluarga. adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah ada Pengaruh Informasi.2 Tujuan Khusus 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas. 3.3 Tujuan Penelitian 1. Dukungan Keluarga.3.5 1.3. 2. dan Lingkungan Sekolah Remaja Putri Terhadap Personal Hygiene Pada Saat Menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon? 1. 1.1 Tujuan Umum Untuk mengetahui Pengaruh Informasi. dan Lingkungan Sekolah Remaja Putri Terhadap Personal Hygiene Pada Saat Menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon. .

5 Keaslian Penelitian Sejauh penulusuran penulis adapun penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian ini adalah: 1.4. 1.6 1. Risna (2008). 1.4.4.2 Bagi SMP Negeri 9 Takengon Sebagai bahan masukan bagi tempat penelitian yang dapat digunakan sebagai pengetahuan yang menjadi tolak ukur atas permasalahan pentingnya menjaga personal hygiene saat menstruasi terhadap remaja putri. meneliti tentang “Hubungan Pengetahuan Terhadap Kebersihan Pada Saat Menstruasi di SMA Negeri 14 Pekanbaru. hasil .3 Bagi Institusi Pendidikan Untuk menambah literatur atau bahan bacaan di perpustakaan sebagai bahan kajian serta sebagai dasar untuk pengembangan penelitian selanjutnya. 1.4 Manfaat Penelitian 1. sehingga dapat di ambil suatu kebijakan guna peningkatan kualitas hidup remaja putri.1 Bagi Peneliti Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan dalam penulisan karya tulis ilmiah di Jurusan DIV Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan U’Budiyah Banda Aceh.

5%). yang berpengetahuan sedang 15 responden (44. yang berpengetahuan rendah 9 responden (26.7 penelitian menunjukan bahwa dari 34 responden remaja putri yang berpengetahuan baik terdapat 10 responden (29. dan (45%) remaja bersikap positif dalam upaya menjaga personal hygiene. Budiman (2010). variabel yang berbeda.4%). hasil penelitian diperoleh bahwa (70%) remaja diberikan dukungan oleh keluarga. 2. Kesamaan penelitian di atas dengan yang dilakukan oleh penulis adalah sama-sama menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. tahun penelitian. .1%). Perbedaan yang sangat mendasar antara penelitian di atas dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah adanya perbedaan pada tempat penelitian. meneliti tentang “Hubungan Dukungan Keluarga dan Sikap Remaja Putri terhadap menjaga Personal hygiene Pada Saat Menstruasi di Desa Timur Boyolali”.

Estrogen yang dihasilkan kandung telur. seperti: 1. kelenjar tiroid. alat-alat kandungan. LH/luteinizing hormone yang dihasilkan otak.1 Pengertian Malike (2010) mengatakan menstruasi atau haid adalah proses keluarnya cairan yang bercampur darah yang keluar dari vagina perempuan. 8 .2 Siklus Menstruasi Maryanti (2009) menyatakan bahwa perubahan pada lapisan endometrium terdiri atas beberapa siklus yang sangat mempengaruhi setiap perubahan pada endometrium wanita saat menstruasi. Progesteron yang dihasilkan kandung telur. dan beberapa kelenjar lainnya. FSH/follicle stimulating hormone yang dikeluarkan oleh otak.1.1. 2.1 Menstruasi. sedangkan Nadjibah Yahya (2011) menyatakan bahwa menstruasi adalah sebuah perubahan-perubahan yang kompleks dan harmonis yang dipengaruhi oleh hormon-hormon tertentu yang diatur oleh otak. 3.8 BAB II TINJAUAN TEORITIS 2. 2. 2. 4.

Fase ini lamanya kurang lebih 9 hari (dari hari kelima sampai dengan hari keempat belas). Hari pertama dari fase menstruasi ini adalah permulaan dari siklus menstruasi. Progestron yang dihasilkan oleh korpus luteum menginduksi kelenjar-kelenjar endometrium menjadi lebih lebar. Endometrium mulai terjadi regenerasi epitel. Kelenjar-kelenjar endometrium memanjang. b. d. Fase ini lamanya 3-5 hari. 2) Fase proliferasi/folikuler a. kelok-kelok dan membuat secret disamping jaringan ikat endometriumnya membengkak (edema). c. Jumlah sel-sel jaringan ikat bertambah. 3) Fase sekresi/luteum a. b. . yaitu terlepasnya lapisan fungsional dari endometrium bersama eritrosit. dan atau tanpa sel telur yang keluar per vagina secara spontan. kelenjar. kuman. leukosit.9 Siklus tersebut dapat dibagi dalam beberapa fase. b. yaitu: 1) Fase menstruasi a. Fase ini berlangsung pada hari ke-14 sampai 27.

Fase ini berlangsung dari hari ke-27 sampai 28. perangkat ini juga digunakan setelah melahirkan atau masa nifas (Ibrahim.1. ketika pada folikel-folikel yang ini dihasilkan hormone estrogen. Darvill (2003) menyatakan bahwa pembalut wanita berbentuk persegi panjang dan terdiri dari bahan yang bersifat menyerap. Bila sel telur tidak dibuahi. c. Estrogen merangsang pertumbuhan regenerasi dari endometrium.3 Pembalut Pembalut wanita adalah sebuah perangkat yang digunakan oleh wanita disaat menstruasi yang berfungsi untuk menyerap darah dari vagina supaya tidak meleleh kemana-mana. FSH yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis menginduksi ovarium dan folikel-folikel yang lebih muda akan berkembang. Bila tidak terjadi kehamilan maka siklus-siklus ini berlangsung terus menerus. korpus luteum akan mengalami degenerasi. seperti . akibatnya terjadi vasokonstriksi pada pembuluh darah endometrium. d. 2001). 2. lapisan endometrium mengerut dan berwarna pucat. dengan demikian terjadi siklus ovarium. Dari fase iskemik ini selanjutnya diikuti oleh fase menstruasi lagi.10 4) Fase iskemik a. produksi progestron menurun. f. e. selain saat menstruasi. b.

pembalut wanita menggunakan plastik sebagai lapisan dasar luar dan bahan yang empuk sebagai penyerap dibagian atasnya. Pemilihan pembalut tanpa mempertimbangkan kualitas pembalut. termasuk menghindari adanya gangguan pada fungsi alat reproduksi.11 kapas mentah. d. c. oleh karena .2. apapun jenis pembalut yang dipaki harus menggantinya paling sedikit setiap 4 jam sekali dan lebih sering jika menstruasi banyak. Ketebalan pembalut wanita bermacam-macam dan disiapkan pada saat menstruasi. Adapun kesalahan yang sering dilakukan saat penggunaan pembalut menurut (Sujarwati. 2002) yaitu: a. Membuka dan memasang pembalut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. dibagian dasar ada strip pelekat yang dapat menahan pembalut wanita dicelana dalam. Menggunakan pembalut yang telah kadaluarsa.1 Pengertian Personal Hygiene saat menstruasi merupakan komponen kebersihan perorangan yang memegang peranan penting dalam status prilaku kesehatan individu. Pemakaian pembalut yang terlalu lama 2. Menyimpan pembalut ditempat lembab seperti kamar mandi. b. e. karena pada saat menstruasi pembuluh darah dalam rahim sangat mudah terinfeksi.2 Personal Hygiene Saat Menstruasi 2.

b. Untuk mencegah terjadinya infeksi pada vulva dan menjaga kebersihan vulva.3 Untuk kebersihan perineum dan vulva.2. 2010). adalah sebagai berikut: a. . dengan interval waktu dilakukan tiga sampai empat jam (Ibrahim.2 Tujuan Kebersihan Alat Kelamin (Vulva hygiene) Adapun tujuan dalam menjaga kebersihan alat kelamin khususnya pada saat menstruasi menurut Hidayat (2008). 2. Kebersihan alat kelamin (Vulva hygiene) merupakan salah satu menjaga kebersihan vagina dengan membilas bagian-bagian tersebut dengan air matang dan sabun setelah buang air kecil dan buang air besar (Rahmawati.12 itu kebersihan alat kelamin harus lebih dijaga karena kuman mudah sekali masuk dan dapat menimbulkan insfeksi saluran reproduksi. Setelah bung air kecil atau buang air besar dan bila merasa tidak nyaman. 2001). Waktu Perawatan Kebersihan Alat Kelamin Sewajarnya remaja putri mengganti pembalutnya minimal 2-3 kali sehari. 2.2.

ini dikarenakan darah bisa menjadi media yang sesuai untuk kuman berkembang biak. c.1 Pengertian Menurut WHO. untuk mempermudah penyerapan keringat. Mengganti celana dalam sehari dua kali. . adalah sebagai berikut: a. Menggunakan air yang bersih untuk membersihkan organ reproduksi. remaja adalah suatu masa dimana individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual. b. Segera mungkin mengganti pembalut dan celana dalam jika merasa tidak nyaman atau mulai terasa lembab terutama pada hari-hari yang banyak mengeluarkan darah (hari pertama sampai ketiga).4 Langkah-langkah melakukan Vulva Hygiene Adapun langkah-langkah melakukan vulva hygiene yang benar saat menstruasi menurut Charles (2002).3.3 Remaja 2. d.13 2. Membersihkan bagian luar organ seksual dengan sabun kulit setiap buang air kecil atau pun air besar membasuh dari arah depan ke belakang.2. 2. memakai pakaian dalam berbahan katun.

dari segi umur remaja dapat dibagi menjadi remaja awal (early adolescenceusia1013 tahun). Masa remaja adalah masa yang penuh dengan gejolak. psikologi dan aspek fungsional. remaja menengah (middle adolescence usi 14-16 tahun) dan remaja akhir (late adolescence usia 17-20 tahun). yang merupakan masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa muda (Depkes RI. 2007). dan pengalaman emosi yang mendalam. Masa remaja menggambarkan dampak perubahan fisik. . 2005). dan ditandai dengan perubahan dalam bentuk dan ukuran tubuh. Masa remaja merupakan suatu proses tumbuh kembang yang berkesinambungan. Masa remaja atau adolescence diartikan sebagai perubahan emosi dan perubahan sosial pada masa remaja. masa yang penuh dengan berbagai pengenalan dan petualangan akan hal-hal yang baru termasuk pengalaman berinteraksi dengan lawan jenis sebagai bekal manusia untuk mengisi kehidupan mereka kelak (Nugraha.14 mengalami perkembangan psikolgis dan pola identifikasi dari kanakkanak menjadi dewasa. fungsi tubuh. Menurut Moeliono (2005). kriteria remaja adalah mereka yang berusia 1020 tahun. remaja adalah aset sumber daya manusia yang merupakan tulang punggung penerus generasi bangsa di masa mendatang.

sehingga menyebabkan remaja awal ini sulit mengerti dan dimengerti orang dewasa. 2. Salah satu penulis Indonesia Latifah (2008) berpendapat bahwa remaja adalah suatu masa transisi dari masa anak ke dewasa. psikologis. ada tiga tahap perkembangan remaja menurut Sarwono (2011). . moral. yang ditandai dengan perkembangan biologis. mereka mengembangkan pikiran-pikiran baru. kognitif dan sosial. mental. dan agama.3. emosional dan sosial yang berlangsung pada dekade kedua kehidupan.15 Sarwono (2011).2 Perkembangan Remaja Putri Dalam proses penyesuain diri menuju kedewasaan. yaitu sebagai berikut: a. Remaja awal (early adolescence) Seorang remaja pada tahap ini masih terheran-heran akan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan-dorongan yang menyertai perubahan-perubahan itu. Masa ini merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik. cepat tertarik pada lawan jenis. berpendapat bahwa masa remaja merupakan suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. dan mudah terangsang secarab erotis.

tidak perduli. yaitu: 1. 3. ada kecendrungan mencintai diri sendiri.16 b. Remaja madya (middle adolescence) Pada tahap ini remaja sangat membutuhkan kawankawan. ia senang kalau banyak teman yang menyukainya. 2. c. dengan menyukai temanteman yang memiliki sifat sama dengannya. materiaslis. sendiri. Tumbuh dinding yang memisahkan diri pribadinya (private self) dan masyarakat umum (the public). Remaja akhir (late adolescence) Tahap ini adalah masa konsolidasi menuju priode dewasa dan ditandai dengan pencapaian lima hal. Minat yang makin mantap terhadap fungsi-fungsi intelek. pesimis. Egosentrisme (terlalu memusatkan perhatian pada diri sendiri) diganti dengan keseimbangan antara kepentingan diri sendiri dengan orang lain. selain itu berada dalam kondisi kebingungan karena ia tidak tahu harus memilih yang mana peka. idealis. Terbentuk identitas seksual yang tidak akan berubah lagi. 4. . optimis. 5. ramai-ramai. Egonya mencari kesempatan untuk bersatu dengan orangorang lain dan dalam pengalaman-pengalaman baru.

pendekatan ini biasanya digunakan untuk menggugah kesadaran masyarakat terhadap suatu inovasi yang berpengaruh terhadap perilaku. meskipun seseorang memiliki pendidikan yang rendah tapi mendapatkan informasi yang baik dari berbagai . dengan memberikan pendidikan dan dukungan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan perempuan.17 2. 2011). yang dilakukan oleh tenaga kesehatan berguna untuk membantu remaja agar memahami dan menyadari ilmu yang diberikan. Informasi juga akan memberikan pengaruh pada pengetahuan seseorang. biasanya melalui media massa (Lileweri. Selain itu. biasanya dilakukan oleh tenaga kesehatan. 2009).1 Informasi Informasi dapat diartikan sebagai pemberitahuan seseorang.4. Tyastuti (2009) menyatakan bahwa peran bidan sangat penting dalam memberikan informasi untuk mendorong perempuan dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan dirinya. sehingga memiliki sikap dan prilaku sehat dan tentunya bertanggung jawab (Widyastuti.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi remaja putri dalam menjaga personal hygiene 2. Upaya penyampaian informasi dengan konsling dan promosi kesehatan sangat memberikan dukungan positif pada remaja.

ataupun perubahan tingkah laku serta sikap dalam lingkup pelayanan kebidanan. khususnya remaja putri terdiri dari dua pihak. . karna pengambilan keputusan dalam dipengaruhi oleh peran keluarga didalamnya. tabloid. 2.4. dan usaha bersama antar konselor (bidan) dengan klien untuk mencapai tujuan konsling yang dapat berupa pemecahan masalah atau pemenuhan kebutuhan. majalah. 2010).2 Dukungan Keluarga Miriam (2009) menjelaskan bahwa dukungan sosial yang didapatkan oleh remaja. atau situs di internet dan televisi (Dewi. Tetapi pengaruh dukungan yang paling besar adalah dukungan dari keluarga. Peran fungsi kompetensi bidan sebagai pelaksana menurut Kusmiyati (2009) salah satunya ialah memberikan Asuhan kesehatan reproduksi. yaitu keluarga dan tenaga kesehatan. seperti dari buku. Sesuai dengan Deklarasi Barselona yang menyatakan bahwa sudah hak wanita untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. koran. interaksi yang mendalam. salah satunya ialah memberikan konseling dalam bentuk wawancara yang menuntut adanya komunikasi.18 media. seperti halnya Konselor (bidan) dengan klien harus mengetahui arah tujuan konsling yang dapat berupa pemecahan masalah salah satunya yang berkaitan dengan pendidikan seputar permasalahan tentang kesehatan reproduksi.

penghargaan. Keluarga khususnya orang tua adalah peran terpenting yang mempunyai pengaruh besar pada remaja dalam mengingatkan dan menganjurkan untuk hidup bersih agar terhindar dari penyakit dan infeksi. persahabatan. baik itu kebersihan saat menstruasi maupun tidak menstruasi (Karlo. jika dipahami oleh orang terdekatnya yaitu keluarga sehingga mempengaruhi remaja dalam melakukan upaya kebersihan pada saat menstruasi (Asmawati. sehingga orang tua dengan berkala memahami kebutuhan remaja putri baik itu saat menstruasi maupun tidak. Niven (2002) menjelaskan bahwa keluarga merupakan donatur terbesar dalam dukungan sosial.2007). yang meliputi dukungan sosial emosional. karena remaja putri akan merasa tenang dan bahagia. 2008). bantuan tersebut akan menempatkan individu-individu yang terlibat dalam sistem sosial yang pada akhirnya akan dapat memberikan cinta.19 Dukungan keluarga merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang didalamnya terdapat hubungan yang saling memberi dan menerima bantuan yang bersifat nyata. 2004). dan material atau instrumental. Pengetahuan orang tua tentang pentingnya seorang remaja putri menjaga personal hygiene saat menstruasi dapat mengasah rasa empatinya. informasi. perhatian (Ingela. .

3 Lingkungan Sekolah Lingkungan sekolah adalah seluruh kondisi yang ada disekitar siswa dan siswi yang dapat mempengaruhi perkembangan dan perilaku siswa dan siswi (Nirban. 2007). Asmawati (2004) mengatakan bahwa peran teman yang berada di lingkungan sekolah mempengaruhi prilaku remaja khususnya remaja putri dalam menjaga kebersihan diri pada saat menstruasi maupun tidak menstruasi dikarenakan faktor peralihan. 2008). Lingkungan sekolah menggambarkan dampak perubahan sikap dan tingkah laku.20 2.5 Kerangka Konsep Informasi kesehatan reproduksi remaja yang langsung diberikan oleh tenaga kesehatan kepada sasaran khususnya remaja putri yang sudah menstruasi sangat penting untuk meningkatkan pengetahuannya dalam menjaga personal hygiene. 2. agar remaja memiliki upaya yang lebih bertanggung jawab tentang pentingnya menjaga kebersihan pada saat . dan pengalaman emosi yang mendalam dengan berbagai pengenalan dan petualangan akan hal-hal yang baru termasuk pengalaman berbagi informasi bersama teman maupun guru yang mengajar di sekolah tentang pentingnya menjaga personal hygiene saat menstruasi (Nugraha.4.

yang terdapat dalam tinjauan teoritis. hal ini sesuai menurut (Widyastuti. 2009). (Tyastuti.21 menstruasi. Selain itu. (Kusmiyati. maka dapat digambarkan suatu skema yang menjadi kerangka konsep dalam penelitian ini yaitu : Variabel Independen Variabel Dependen Informasi Personal Dukungan Keluarga Hygiene Pada Saat Menstruasi Lingkungan Sekolah . 2004). Dari landasan teori diatas. karena remaja putri akan merasa tenang dan bahagia jika dipahami oleh orang terdekatnya (Asmawati. 2009). 2005). dukungan keluarga dan lingkungan sekolah juga mempengaruhi remaja putri terhadap personal hygiene saat menstruasi.

Tidak. .22 2. bila remaja putri saat menstruasi melakukan pemeliharaan kebersihan diri apabila mendapat skor nilai ≥ 6 b. dan elektronik dalam 1 bulan kebelakang. media cetak. bila remaja putri mendapat skor nilai < 6 Variabel Independen Informasi Segala pesan berupa Info atau Kuesioner Menyebarkan kuesioner dengan kriteria : berita yang didapatkan oleh remaja putri mengenai kebersihan diri saat menstruasi Ordinal a. bila remaja putri mendapatkan informasi personal hygiene saat menstruasi dari tenaga kesehatan. Ya. Tidak oleh remaja putri a. Sering. b. Ya b. Tidak Sering. orang terdekat. bila remaja putri tidak mendapatkan informasi personal hygiene saat menstruasi dari manapun dalam 3 bulan kebelakng. Serin b. TidakSering a.6 Defenisi Operasional Variabel Penelitian Definisi Operasional Alat Ukur Cara Ukur Skala Ukur Hasil Ukur Variabel Dependen Personal Pemeliharaan hygiene kebersihan diri Kuesioner Menyebarkan kuesioner dengan Ordinal kriteria: a.

Ya b. Tidak.7.7 Hipotesis 2. b. bila keluarga tidak saat menstruasi mendukung remaja putri terhadap kebersihan diri saat menstruasi.2 Ada pengaruh antara dukungan keluarga remaja putri terhadap personal hygiene pada saat menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon. bila lingkungan sekolah tidak mempengaruhi remaja putri terhadap kebersihan diri saat menstruasi. Tidak. kebersihan diri b.7. Ya. 2.23 Dukungan Keikutsertaan keluarga keluarga dalam Kuesioner Menyebarkan kuesioner dengan Ordinal kriteria : a. Ya b.1 Ada pengaruh antara informasi remaja putri terhadap personal hygiene pada saat menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon. Lingkungan Seluruh kondisi sekolah yang ada Kuesioner Menyebarkan kuesioner dengan kriteria : Ordinal a. Tidak disekitar remaja putri yang dapat mempengaruhi perkembangan dan perilaku remaja putri mengenai kebersihan diri saat menstruasi a. 2. . bila lingkungan sekolah mempengaruhi remaja putri terhadap kebersihan diri saat menstruasi. Ya. Tidak memahami dan a. bila keluarga berempati mendukung remaja putri terhadap remaja terhadap kebersihan diri saat putri mengenai menstruasi.

3 Ada pengaruh antara lingkungan sekolah remaja putri terhadap personal hygiene pada saat menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon.24 2.7. .

Sudah pernah mengalami menstruasi. 25 . Kriteria untuk sampel dalam penelitian ini adalah: a. b. 3. dimana pengambilan variabel dependent (terikat). 3. Remaja putri kelas 1 dan 2 SMP Negeri 9 Takengon Tahun 2013.2 Populasi dan Sampel 3.1 Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas 1 dan kelas 2 SMP Negeri 9 Takengon Tahun 2013 sebanyak 83 orang.2. c.25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Berada saat penelitian berlangsung. dan independent (bebas) dilakukan secara bersamaan (Notoatmodjo. 2005).2.1 Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian survey yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional.2 Sampel Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik Total Sampling yang mana seluruh populasi dijadikan sebagai responden.

.5 Instrumen Penelitian Alat yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti sendiri yang berjumlah 34 pertanyaan.26 3. 3. peneliti memberikan penjelasan tentang petunjuk dalam pengisian kuesioner.1 Sekunder Data skunder dalam penelitian ini adalah data yang berasal dari SMP Negeri 9 Takengon. untuk menghindari kesalahan teknis yang dilakukan responden dalam memberikan jawaban. 3.4.4 Cara Pengumpulan Data 3. 3.3 Tempat dan Waktu Penelitian 3.4.3.3.2 Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22 s/d 23 Mei Tahun 2013. 3.1 Tempat Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 9 Takengon.2 Primer Data primer dalam penelitian ini adalah data yang langsung didapatkan dari responden dengan cara penyebaran kuesioner.

Personal hygiene saat menstruasi terdiri dari 10 item pertanyaan. Dukungan keluarga terdiri dari 8 item pertanyaan. dibuat berdasarkan skala Gutman dengan kriteria jawaban yaitu jika menjawab ya diberikan nilai 1 dan jika menjawab tidak diberikan nilai 0. Lingkungan sekolah terdiri dari 8 item pertanyaan. dibuat berdasarkan skala Gutman dengan kriteria jawaban yaitu jika menjawab ya diberikan nilai 1 dan jika menjawab tidak diberikan nilai 0. Editing Editing adalah seluruh kuesioner yang telah diisi responden dengan teliti.27 Pertanyaan yang terdiri dari: 1. 3. . dibuat berdasarkan skala Gutman dengan kriteria jawaban yaitu jika menjawab sering diberikan nilai 1 dan jika menjawab tidak sering diberikan nilai 0. 3. data yang telah didapat akan diolah dengan tahap-tahap sebagai berikut: a.6 Pengolahan dan Analisa Data 3. 4. Informasi terdiri dari 8 item pertanyaan. 2.1 Pengolahan Data Menurut Arikunto (2004). apabila terdapat kekeliruan segera di perbaiki sehingga tidak menganggu pengolahan data.6. dibuat berdasarkan skala Gutman dengan kriteria jawaban yaitu jika menjawab ya diberikan nilai 1 dan jika menjawab tidak diberikan nilai 0.

28 b. kemudian dimasukkan kedalam tabel. Transfering Transfering yaitu data yang telah diberikan kode di susun secara berurutan. Analisa Univariat Analisa univariat yaitu untuk mengetahui distribusi frekuensi rata-rata. Coding Coding yaitu memberikan kode berupa nomor dengan teliti pada setiap kuesioner yang telah diisi oleh responden untuk mempermudah proses pengolahan data. Tabulating Tabulating adalah data yang telah tersedia kemudian dijumlah. disusun dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi.6.2 Analisa Data a. Untuk data demografi atau kriteria sampel dilakukan perhitungan presentase: 𝑓 P = 𝑛 x 100% . 3. c. d. Selanjutnya analisa ini akan ditampilkan distribusi frekuensi dalam bentuk tabel. Hasil dari analisa ini berupa distribusi frekuensi dan presentase dari variabel.

2 : Jumlah nilai responden yang teramati : Jumlah responden yang teramati (Riduwan. Data masing-masing subvariabel dimasukkan kedalam Contigency 2x2 kemudian tabel-tabel Contigency tersebut di analisa untuk membandingkan antara P value dengan nilai alpha (0.29 Keterangan: P : Presentase f : Jumlah frekuensi n : Jumlah responden Setelah diketahui katagori untuk setiap variabel/subvariabel.6.05). 2009).05) dan diolah dengan komputerisasi. . maka peneliti menghitung nilai rata-rata (x) berdasarkan rumus: 𝑥= 𝑥 𝑛 Keterangan: 𝑥 : Nilai rata-rata 𝑥 n 3. Analisa Bivariat Analisa bivariat untuk menguji hipotesis adanya hubungan antara variabel independen dan variabel dependen yang menggunakan uji statistik Chi-Square dengan Confident Interval(CI) =95% dengan batas kemaknaan (α = 0.

30 Dengan ketentuan: 1. yang artinya ada pengaruh antara variabel independent dengan variabel dependent. 2. Ha diterima dan Ho ditolak : Jika P value ≤ 0. Ha ditolak dan Ho diterima : Jika P value > 0. . yang artinya tidak ada pengaruh antara variabel independent dengan variabel dependent.05.05.

dan 3 masing-masing terdiri empat kelas. Sebelah Utara berbatasan dengan Dusun Pulo. Jarak antara Desa Bintang ke kota Takengon lebih kurang 21 km. c. SMP Negeri 9 Takengon memiliki fasilitas 1 ruang tata usaha. Sebelah Timur berbatasan dengan Min Bintang. dan 12 ruang belajar untuk kelas 1.1 Gambaran Umum Tempat Penelitian SMP Negeri 9 Takengon merupakan salah satu sekolah menengah pertama yang terletak di jalan Takengon Bintang Desa Pulo Kuala Dua Kecamatan Bintang dengan luas kurang lebih kurang 1 Ha.31 BAB IV HASIL PENELITIAN 4. Sebelah Selatan berbatasan dengan Puskesmas Bintang. Hasil Penelitian Berdasarkan pengumpulan data hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti tanggal 22 s/d 23 Mei 2013 di SMP Negeri 9 Takengon dengan 31 . SMP Negeri 9 Takengon dipimpin oleh seorang kepala sekolah dan memiliki 30 dewan guru. 1 ruang perpustakaan. Sebelah Barat berbatasan dengan Kantor Camat. d. 2 kantin. b.2 a. serta 245 siswa. Kemudian ditinjau dari segi geografisnya. 2. SMP Negeri 9 Takengon dibatasi oleh : 4. 1 ruang dewan guru.

32 menyebarkan kuesioner kepada 72 remaja putri. Ya 65 90.28%). Tidak 7 9.33 Total 72 100 Sumber : Data Primer (Diolah Tahun 2013) Tabel 4.72 72 100 Total Sumber : Data Primer (Diolah Tahun 2013) Tabel 4.1 diatas menunjukan bahwa dari 72 siswi sebagian besar melakukan personal hygiene saat menstruasi sebanyak 65 siswi (90.28 2. Sering 48 66.2.67 2. Tabel 4.67%). sehingga diperoleh hasil sebagai berikut: 4.1 Analisa Univariat Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Informasi Terhadap Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon No Kategori Informasi Persentase (%) 1. . Tidak Sering 24 33.1 Distribusi Frekuensi Personal Hygiene Remaja Putri Saat Menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon No Kategori Personal Hygiene Persentase (%) 1.2 diatas menunjukan bahwa dari 72 siswi sebagian besar mendapatkan informasi tentang personal hygiene saat menstruasi sebanyak 48 siswi (66.

Ya 2.4 diatas menunjukan bahwa dari 72 siswi sebagian besar lingkungan sekolah mempengaruhi siswi untuk melakukan personal hygiene saat menstruasi sebanyak 52 siswi (72. .73%). Tabel 4. Tidak Total Dukungan Keluarga 61 Persentase (%) 11 15.22 Sumber : Data Primer (Diolah Tahun 2013) Tabel 4.3 diatas menunjukan bahwa dari 72 siswi sebagian besar mendapatkan dukungan keluarga tentang personal hygiene saat menstruasi sebanyak 61 siswi (84.22%).33 Tabel 4. Tidak Total Lingkungan Sekolah 52 Persentase (%) 20 27.4 Distribusi Frekuensi Lingkungan Sekolah Terhadap Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon No Kategori 1.73 Sumber : Data Primer (Diolah Tahun 2013) Tabel 4. Ya 2.3 Distribusi Frekuensi Dukungan KeluargaTerhadap Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon No Kategori 1.27 72 100 84.77 72 100 72.

sedangkan dari 24 siswi yang tidak sering mendapatkan informasi tentang personal hygiene saat menstruasi terdapat 13 siswi (54.000 2. Tidak sering 17 70.1%) yang melakukan personal hygiene.5 Pengaruh Informasi Terhadap Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon No 1.34 4. .5 diatas menunjukan bahwa dari 48 siswi yang sering mendapatkan informasi tentang personal hygiene saat menstruasi terdapat 25 siswi (52.2 24 100 Sumber : Data Primer (Diolah Tahun 2013) Tabel 4. Tabel 4.2%) yang melakukan personal hygiene.2 Analisa Bivariat a. Informasi Sering Personal Hygiene Ya Tidak F % F % 48 100 0 0 Total F 48 P Value % 100 0.8 7 29. Pengaruh Informasi Terhadap Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon.2.

1%) yang melakukan personal hygiene. 000 2. sedangkan dari 23 responden yang tidak mendapatkan dukungan keluarga tentang personal hygiene saat menstruasi terdapat 12 siswi (52. Tabel 4.2%) yang melakukan personal hygiene. Dukungan Keluarga Ya Personal Hygiene Melakukan Tidak Melakukan F % F % 61 100 0 0 Total F 61 P Value % 100 0. Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon. Tidak 4 36.6 Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon No 1.35 b.6 11 100 Sumber : Data Primer (Diolah Tahun 2013) Tabel 4.4 7 63. .6 diatas menunjukan bahwa dari 49 siswi yang mendapatkan dukungan keluarga tentang personal hygiene saat menstruasi terdapat 26 siswi (53.

4. Tabel 4. Lingkungan Sekolah Ya Personal Hygiene Melakukan Tidak Melakukan F % F % 52 100 0 0 Total F 52 P Value % 100 0. Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 48 siswi yang sering mendapatkan informasi tentang personal hygiene saat menstruasi terdapat 25 siswi (52.2%) yang melakukan personal hygiene. Tidak 13 65.3.000 2.0%) yang melakukan personal hygiene.1 Pengaruh Informasi Terhadap Personal Hygiene Saat Menstruasi. sedangkan dari 24 siswi yang tidak sering mendapatkan informasi tentang personal .7 Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMP Negeri 9 Takengon No 1.0 7 35. sedangkan dari 13 siswi yang lingkungan sekolah tidak mempengaruhi personal hygiene saat menstruasi terdapat 13 responden (52.3 Pembahasan 4.7 diatas menunjukan bahwa dari 47 siswi yang lingkungan sekolah mempengaruhi personal hygiene saat menstruasi terdapat 25 siswi (53.0 20 100 Sumber : Data Primer (Diolah Tahun 2013) Tabel 4.1%) yang melakukan personal hygiene.36 c.

dengan memberikan pendidikan dan dukungan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan perempuan khususnya masa remaja.2%) yang melakukan personal hygiene. Tyastuti (2009) menyatakan bahwa peran bidan sangat penting dalam memberikan informasi untuk mendorong perempuan dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan dirinya. tenaga kesehatan.028 (p<0. Hasil analisa statistik menunjukan uji Chi square memperoleh nilai P Value 0.05). Menurut asumsi peneliti. ini berarti hipotesa menyatakan bahwa ada pengaruh informasi terhadap personal hygiene pada saat menstruasi. responden hanya cukup mengetahui dan hal ini diutarakan . Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Mahyana (2010) di SMA Kertha Wisata Denpasar yang mengatakan ada hubungan informasi terhadap personal hygiene yang dilakukan oleh remaja putri saat menstruasi. media elektronik. meskipun responden sering mendapatkan informasi mengenai personal hygiene pada saat menstruasi. hasil penelitian menunjukan bahwa siswi SMP Negeri 9 takengon sering mendapatkan informasi personal hygiene baik dari media cetak.37 hygiene saat menstruasi terdapat 13 siswi (54. namun ada beberapa responden yang mengatakan tidak menerapkan pada kehidupannya sehari-hari.

untuk itu diperlukan sikap yang positif dari remaja putri untuk tetap menjaga kebersihan diri khususnya saat menstruasi (Karlo. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 49 siswi yang mendapatkan dukungan keluarga tentang personal hygiene saat menstruasi terdapat 26 siswi (53.2 Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Personal Hygiene Saat Menstruasi. Hasil analisa statistik menunjukan uji Chi square memperoleh nilai P Value 0.005 (p<0. baik itu kebersihan saat menstruasi maupun tidak menstruasi.05). 2008). salah satunya kepadatan jam pelajaran sekolah dari pagi hingga sore hari. ini berarti hipotesa menyatakan bahwa ada pengaruh dukungan keluarga terhadap personal hygiene pada saat menstruasi.2%) yang melakukan personal hygiene. sedangkan dari 23 responden yang tidak mendapatkan dukungan keluarga tentang personal hygiene saat menstruasi terdapat 12 siswi (52.3. Keluarga khususnya orang tua mempunyai pengaruh besar pada remaja dalam mengingatkan dan menganjurkan untuk hidup bersih agar terhindar dari penyakit dan infeksi.38 responden dengan bermacam-macam alasan. 4. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Marwanto (2010) di SMA Cenderawasih Jakarta yang mengatakan ada .1%) yang melakukan personal hygiene.

3 Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Personal Hygiene Saat Menstruasi.009 (p<0.2%) yang melakukan personal hygiene. ini berarti hipotesa menyatakan bahwa ada pengaruh lingkungan sekolah terhadap personal hygiene pada saat menstruasi. Menurut asumsi peneliti. 4.3. hasil penelitian menunjukan bahwa dukungan keluarga sangat mempengaruhi remaja putri untuk melakukan personal hygiene saat menstruasi. Hasil analisa statistik menunjukan uji Chi square memperoleh nilai P Value 0. seperti mengajarkan serta mengingatkan untuk mengganti pembalut sesering mungkin serta mandi bersih. .0%) yang melakukan personal hygiene.39 hubungan dukungan keluarga terhadap personal hygiene yang dilakukan oleh remaja putri saat menstruasi.05). siswi dengan mandiri menabung sendiri. akan tetapi tidak semua siswi mendapatkan bentuk dukungan materil seperti memberikan uang khusus untuk membeli pembalut saat menstruasi. sedangkan dari 13 siswi yang lingkungan sekolah tidak mempengaruhi personal hygiene saat menstruasi terdapat 13 responden (52. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 47 siswi yang lingkungan sekolah mempengaruhi personal hygiene saat menstruasi terdapat 25 siswi (53.

.dkk (2011) di SMP Marie Joseph Kelapa Gading Jakarta yang mengatakan bahwa ada pengaruh lingkungan sekolah terhadap personal hygiene yang dilakukan oleh remaja putri saat menstruasi. responden lebih menyenangi apa yang disenangi teman sekolahnya. bahkan terkadang remaja sulit membedakan naehat yang mengarah kea rah positif maupun negatif. hal ini dikarenakan masa remaja yang sedang mengalami faktor peralihan. hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh lingkungan sekolah terhadap personal hygiene saat menstruasi. Sebagian besar siswi yang di teliti mengutarakan bahwa sesama mereka saling mengingatkan betapa pentingnya menjaga kesehatan reproduksi khususnya menjaga kebersihan diri selama menstruasi. Menurut asumsi peneliti. dan akan mengikuti apa yang dinasehatkan oleh kerabat dekatnya.40 Asmawati (2004) juga mengatakan bahwa peran teman yang berada di lingkungan sekolah mempengaruhi prilaku remaja khususnya remaja putri dalam menjaga kebersihan diri pada saat menstruasi maupun tidak menstruasi dikarenakan faktor peralihan. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Marli.

dan juga diharapkan kepada pihak sekolah agar penelitian yang sudah dilakukan dapat menjadi bahan masukan yang dapat digunakan sebagai pengetahuan yang menjadi tolak ukur pentingnya 41 . 5.2 Dukungan keluarga ternyata mempunyai pengaruh terhadap personal hygiene siswi saat menstruasi. 5.41 BAB V PENUTUP 5. 5.1 Informasi ternyata mempunyai pengaruh terhadap personal hygiene siswi saat menstruasi.2. Diharapkan kepada remaja putri untuk meningkatkan pengetahuan dalam berbagai informasi yang didapat serta mengadakan tanya jawab ke tenaga kesehatan atau guru yang ada disekolah untuk diberikan gambaran tentang pentingnya menjaga personal hygiene khususnya saat menstruasi.1.1 Bagi Tempat Penelitian.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tanggal 22 s/d 23 Mei 2013 maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 5.2 Saran 5.1.1.3 Lingkungan sekolah ternyata mempunyai pengaruh terhadap personal hygiene siswi saat menstruasi.

2. dan keterampilan serta pengalaman dalam penulisan serta penyusunan Skripsi pada Jurusan DIV Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan U’Budiyah Banda Aceh. 5.2 Bagi Peneliti Bagi peneliti sendiri agar dapat menambah pengetahuan khususnya mengenai personal hygiene saat menstruasi. .42 menjaga personal hygiene saat menstruasi guna peningkatan kualitas hidup khususnya remaja putri.

Jakarta utara: Rajagrafindo Hidayat. 2011. 2008. Yogyakarta: ISBN . Sutanto. diakses tanggal 22 Januari 2013 Liliweri. diakses tanggal 28 Maret 2013 Dewi. 2005. Komunikasi dan Konseling Dalam Pelayanan Kebidanan. Dukungan Sosial Remaja Putri Terhadap Kebersihan Diri Pada Saat Menstruasi. Yuliza. diakses tanggal 20 februari 2013 Kusmiyati. diakses tanggal 30 April 2013 Charles. diakses tanggal 14 Maret 2013 Darvill. diakses tanggal 4 Maret 2013 Hastono. Langkah-langkah Melakukan Vulva-Hygiene. Kesehatan Remaja. Peran Keluarga bagi Remaja. diakses tanggal 8 Februari 2013 Ingela. Jakarta: Salemba Medika Ibrahim. 2011. Informasi Seputar Kesehatan Remaja. 2011.43 DAFTAR PUSTAKA Anggrain. 2008. 2009. Kebersihan Diri Saat Menstruasi. 2010. 2007. Metode Penelitiam Kebidanan dan Teknik Analisa Data. Yogyakarta: Fitramaya Latifah. diakses tanggal 4 Maret 2013 Asmawati. 2010. Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Pada saat Menstruasi Terhadap Tindakan Personal Hygiene Remaja Putri. The Puberty Book. dkk. Waktu Perawatan Kebersihan Alat Kelamin. 2003. Statistik Kesehatan. Masa Transisi Remaja. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Depkes RI. diakses tanggal 30 April 2013 Karlo. 2001. 2002. Dasar-dasar Komunikasi Kesehatan. 2004.

diakses tanggal 20 Juli 2013 Malike. 2008. diakses tanggal 30 April 2013 . 2002. Pengaruh Lingkungan Sekolah dan Sikap Remaja Putri Terhadap Personal Hygiene Saat Menstruasi do SMP Marie Joseph Jakarta. Jakarta: Rineka Cipta Miriam. Hubungan Sikap dan Pengetahuan Remaja Putri Terhadap Personal Hygiene saat Menstruasi di SMA Negeri 3 Banda Aceh. 2011. 2010. diakses tanggal 25 Januari 2013 Nadjibah. Haid Membawa Berkah. Buku Ajar Kesehatan Reproduksi Teori dan Pratikum. Proses belajar Aktif Kesehatan Reproduksi Remaja. Gawat Darurat Obstetri Ginekologi dan Obstetri Ginekologi Sosial untuk Profesi Bidan. 2009. Dukungan Sosial. diakses tanggal 22 Juli 2013 Maryanti. Solo: Metagraf Niven. 2010.44 Mahyana. Yogyakarta: ISBN Moeliono. Dukungan Sosial Yang di Dapatkan Remaja Putri. Hubungan Pengetahuan dan Informasi Terhadap Personal Hygiene Siswi SMA Kertha Wisata Denpasar. diakses tanggal 30 April 2013 Munawarah. 2012. 2011. Hubungan Dukungan Keluarga dan Sikap Remaja Putri Dengan Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMA Cenderawasih Jakarta. Jakarta: EGC Marli. dkk. 2005. 2009. Jakarta: ISBN Manuaba. Kesehatan reproduksi Pranikah. 2010. diakses tanggal 2 Agustus 2013 Marwanto.

Metodologi Penelitian Kesehatan. Konseling Pelayanan Kebidanan. Kesehatan reproduksi. Jakarta: PT. 2009. Kesehatan reproduksi Pranikah. Prilaku Kesehatan. 2008. Yogyakarta: Fitramaya Yahya.Jakarta: Rineka Cipta _______. Kesehatan Reproduksi. 2005. 2002. Yogyakarta: Fitramaya Sarwono. 2007. Jakarta: PT. Jakarta: Rajagrafindo Sujarwati.45 Nugraha. Jakarta: PT. Pendidikan dan Prilaku Kesehatan. 2010. 2011. 2003. Rineka Cipta _______. 2009. Promosi kesehatan dan Ilmu Prilaku. 2011. Solo: Metagraf . Rineka Cipta _______. Rineka Cipta _______. Adolescence Dalam Masa Perubahan Remaja. diakses tanggal 24 Maret 2013 Nirban. Psikologi Remaja. 2003. Jakarta: PT. Yogyakarta: Fitramaya Widyastuti. 2009. Komunitas Tentang Menstruasi dan Hygiene.S. Metodologi Penelitian. 2007. Rineka Cipta Rahmawati. Semarang: Metagraf Tyastuti. Jakarta: Rajagrafindo Notoadmodjo. Ilmu Prilaku Kesehatan.

Rasyid Thalib Pekerjaan : Pensiun PNS Nama Ibu : Nilawati Pekerjaan : PNS Nama Suami : Sarwedi Pekerjaan : Polri Nama Adik : Saslina Fitri Rasyid Pekerjaan : Mahasiswi Fakultas MIPA Unsiyah Adik : Syukurdiara Rasyid Pekerjaan : Siswa SMA Negeri 1 Takengon . 03 Maret 1991 Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Islam Suku / Bangsa : Gayo / Indonesia Anak Ke : Pertama (3 Bersaudara) Pekerjaan : Honorer Puskesmas Ratawali Aceh Tengah Alamat : Kebayakan Aceh Tengah Riwayat Pendidikan TK Buntul Siri Takengon : Tamat tahun 1997 SD Negeri 1 Takengon : Tamat tahun 2003 SMP Negeri 1 Takengon : Tamat tahun 2006 SMA Negeri 1 Takengon : Tamat tahun 2009 DIII Kebidanan Poltekes Kemenkes Banda Aceh : Tamat tahun 2012 Riwayat Keluarga Nama Ayah : Drs. M.BIODATA Nama : Ismah Rasyid Tempat / tanggal Lahir : Takengon.