You are on page 1of 28

PEMILIHAN LOKASI PABRIK BAIK PABRIK BARU

MAUPUN PERLUASAN (EKSPANSI)


DIMAKSUDKAN UNTUK MEMPEROLEH LOKASI
YANG MAMPU MEMBERIKAN UNIT COST DARI
PROSES PRODUKSI DAN DISTRIBUSI YANG
RENDAH ATAU MAMPU MEMBERIKAN
EFISIENSI YANG MAKSIMUM

TAHAPAN-TAHAPANNYA:
MENENTUKAN DAERAH
MENENTUKAN LINGKUNGAN MASYARAKAT
YANG AKAN DITELITI
MEMILIH LOKASI YANG TERBAIK (KOTA BESAR,
DI PINGGIR KOTA, DI LUAR KOTA)

LOKASI PASAR
SUMBER BAHAN BAKU
TRANSPORTASI
SUMBER ENERGI ATAU TENAGA LISTRIK
IKLIM
BURUH ATAU TINGKAT UPAH
UNDANG-UNDANG DAN SISTEM PERPAJAKAN
SIKAP MASYARAKAT
AIR DAN LIMBAH INDUSTRI

1.
2.
3.
4.
5.
6.

METODE
METODE
METODE
METODE
METODE
METODE

BEBAN SKOR
PERBANDINGAN BIAYA
BREAK EVEN POINT (BEP)
TRANSPORTASI
LOAD DISTANCE
CENTRE OF GRAVITY

ADALAH PENENTUAN LOKASI PABRIK SECARA KUALITATIF.


METODE INI SANGAT MUDAH DIGUNAKAN TETAPI
PENILAIANNYA SANGAT SUBYEKTIF, SEHINGGA JARANG
DIGUNAKAN.

LANGKAH-LANGKAHNYA:

1. MENENTUKAN FAKTOR-FAKTOR YANG AKAN DINILAI


2. MEMBERIKAN SKOR UNTUK SETIAP FAKTOR YANG
DINILAI
3. MEMBERIKAN BOBOT BERDASARKAN TINGKAT
KEPENTINGAN MASING-MASING FAKTOR.
4. MENGALIKAN SKOR X BOBOT SETIAP FAKTOR
5. MENENTUKAN LOKASI DENGAN MENDASARKAN PADA
NILAI BEBAN SKOR TERTINGGI

CONTOH:
SEORANG INVESTOR MERENCANAKAN AKAN MENDIRIKAN
PERUSAHAAN BERUPA RUMAH PEMOTONGAN AYAM (RPA).
DARI SURVEY AWAL TELAH DITENTUKAN 3 ALTERNATIF
LOKASI YAITU WILAYAH SLEMAN, BANTUL DAN KOTA
YOGYAKARTA.
SEDANGKAN FAKTOR-FAKTOR YANG AKAN DINILAI TERKAIT
DENGAN RENCANA PENDIRIAN RPA TERSEBUT MELIPUTI:
SUMBER BAHAN BAKU,
SEWA TEMPAT,
SARANA TRANSPORTASI,
KETERSEDIAAN TENAGA KERJA,
ASPEK LINGKUNGAN TERKAIT DENGAN DAMPAK
LINGKUNGAN

1.

MENENTUKAN SKOR FAKTOR YANG DINILAI

Keterangan Skor:
1 = Kurang
2 = Sedang
3 = Baik
4 = Baik Sekali
2.

MENENTUKAN BOBOT FAKTOR YANG DINILAI:

Sumber bahan baku


Sewa Tempat
Sarana transportasi
Tenaga Kerja
Limbah

= 30

=
=
=
=

20
25
10
15

HASIL SKORING YANG DIBUAT OLEH INVESTOR SBB:


LOKASI POTENSIAL

FAKTOR YANG DINILAI


SLEMAN

BANTUL

KOTA

Sumber Bahan Baku

Sewa Tempat

Sarana Transportasi

Tenaga Kerja

Limbah

LANGKAH BERIKUT ADALAH MENGHITUNG BEBAN SKOR


SETIAP LOKASI:
FAKTOR
YANG
DINILAI

BOBOT

SLEMAN

SKOR
BANTUL

KOTA

BOBOT X SKOR
SLEMAN
BANTUL
KOTA

Sumber
Bahan Baku

20

60

80

60

Sewa Tempat

25

50

100

25

Sarana
Transportasi

10

40

30

40

Tenaga Kerja

15

45

60

30

Limbah

30

3
Jumlah Beban Skor

90
285

120
390

30
185

DARI HASIL ANALISIS TERSEBUT ALTERNATIF LOKASI YANG


DIPILIH ADALAH LOKASI YANG MEMBERIKAN NILAI BOBOT
SKOR YANG TERTINGGI YAITU BANTUL

METODE INI DILAKUKAN DENGAN


MEMBANDINGKAN TOTAL BIAYA MASINGMASING ALTERNATIF LOKASI.

SEBUAH PERUSAHAAN SEDANG MENILAI PENDIRIAN PABRIK BARU.


TERDAPAT 3 ALTERNATIF LOKASI YANG TERSEDIA (SLEMAN,
BANTUL, KOTA YOGYAKARTA).
PERHITUNGAN BESARNYA BIAYA TETAP DAN VARIABEL PADA
MASING-MASING LOKASI TAMPAK PADA TABEL BERIKUT:
LOKASI

FAKTOR YANG DINILAI

SLEMAN

BANTUL

KOTA

BIAYA TETAP (FC)

Rp 600.000

Rp 900.000

Rp 1.200.000

BIAYA VARIABEL
(VC)/UNIT

Rp 1.600

Rp 1.200

Rp 800

HARGA JUAL/UNIT

Rp 3.200

Rp 3.200

Rp 3.200

RENCANA PRODUKSI DITETAPKAN PADA JUMLAH 500 UNIT DAN


1.200 UNIT UNTUK SETIAP LOKASI.
PERMASALAHAN: TENTUKAN LOKASI YANG SEBAIKNYA DIPILIH
DENGAN MEMPERTIMBANGKAN TOTAL BIAYANYA.

a. MENENTUKAN FUNGSI BIAYA PADA MASING-MASING LOKASI


TC = a + bx

a = BIAYA TETAP
b = BIAYA VARIABEL PER UNIT
x = RENCANA UNIT PRODUKSI
b. FUNGSI BIAYA PADA MASING-MASING LOKASI:
SLEMAN = 600.000 + 1.600 X
BANTUL = 900.000 + 1.200X
KOTA
= 1.200.000 + 800 X
TOTAL BIAYA PADA KAPASITAS PRODUKSI 500 UNIT:
SLEMAN
= 600.000 + 1.600 ( 500)
= 1.400.000
BANTUL
= 900.000 + 1.200 (500)
= 1.500.000
KOTA
= 1.200.000 + 800 ( 500 )
= 1.600.000

TOTAL BIAYA PADA KAPASITAS PRODUKSI 1.200 UNIT:


SLEMAN = 600.000 + 1.600 ( 1.200 )
= 2.520.000
BANTUL
= 900.000 + 1.200 ( 1.200 )
= 2.340.000
KOTA
= 1.200.000 + 800 ( 1.200 )
= 2.160.000
LANGKAH SELANJUTNYA ADALAH MENGHITUNG JUMLAH UNIT PRODUKSI YANG
MENGHASILKAN TOTAL BIAYA YANG SAMA UNTUK SETIAP LOKASI.

600.000 + 1.600 X = 900.000 + 1.200 X


1.600 X 1.200 X = 900.000 600.000
400 X = 300.000
X = 750 UNIT

600.000 + 1.600 X = 1.200.000 + 800 X

1.600 X 800 X
= 1.200.000 600.000
800 X
= 600.000
X
= 750 UNIT

900.000 + 1.200 X = 1.200.000 + 800 X

1.200 X 800 X
400 X

= 1.200.000 900.000
= 300.000
X
= 750 UNIT.

SLEMAN

BIAYA
BANTUL

KOTA

1.800
1.200
900
600

500

750

1.250

UNIT

KESIMPULAN:
JIKA KAPASITAS PRODUKSI ANTARA 500 750
UNIT, MAKA ALTERNATIF SLEMAN YANG
TERBAIK (TOTAL BIAYA TERENDAH)
JIKA KAPASITAS PRODUKSI DIPERKIRAKAN
ANTARA 750 1.200 UNIT, MAKA LOKASI
KOTA YANG DIPILIH
JIKA KAPASITAS PRODUKSI SEBESAR 750 UNIT,
MAKA KETIGA ALTERNATIF LOKASI SAMA
BAIKNYA (INDEFERENCE)

BEP MERUPAKAN SALAH SATU METODE YANG


DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENGANALISA
ALTERNATIF PEMILIHAN LOKASI PABRIK YANG
OPTIMUM.
BEP ADALAH TITIK DIMANA
TOTAL PENDAPATAN = TOTAL BIAYA.

SECARA MATEMATIK RUMUSAN BEP ADALAH:


BEP FC = MARGINAL INCOME
BEP FC/MARGINAL INCOME PER UNIT
BEP =

BEP =
BEP =

FC
P VC
FC
1 VCR
FC
1 VC / S

DARI CONTOH DI ATAS, MAKA DAPAT DIHITUNG


BESARNYA BEP PADA MASING-MASING LOKASI
LOKASI

KETERANGAN
SLEMAN

BANTUL

KOTA

600.000

900.000

1.200.000

HARGA JUAL/UNIT

3.200

3.200

3.200

BIAYA VARIABEL/UNIT

1.600

1.200

800

MARGINAL INCOME/UNIT
(P-VC)

1.600

2.000

2.400

FIXED COST

BEP LOKASI SLEMAN =


BEP LOKASI BANTUL =
BEP LOKASI KOTA
=

600.000
1.600
900.000
2.000
1.200.000
2.400

= 375 UNIT
= 450 UNIT
= 500 UNIT

Rp

TR

BIAYA
&PENJ

TC
SLEMAN

TC
BANTUL
TC
KOTA
C
B
A

375 450

500

750

1000

UNIT

JIKA KAPASITAS PRODUKSI YANG


DIRENCANAKAN DIATAS 750 UNIT, MAKA
BERDASARKAN PERHITUNGAN BEP TERSEBUT
LOKASI YANG TERBAIK ADALAH KOTA (KARENA
DAPAT MENGHASILKAN KEUNTUNGAN YANG
TERBESAR)

METODE TRANSPORTASI MERUPAKAN SUATU METODE YANG


DIGUNAKAN UNTUK MENGATUR DISTRIBUSI DARI SUMBERSUMBER YANG MENYEDIAKAN PRODUK YANG SAMA, KE
TEMPAT-TEMPAT YANG MEMBUTUHKAN SECARA OPTIMAL.
FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM
PENGGUNAAN METODE TRANSPORTASI ADALAH:

KAPASITAS PABRIK SEBAGAI SUMBER


KAPASITAS PERMINTAAN DI WILAYAH PEMASARAN ATAU GUDANG
SEBAGAI TUJUAN
BIAYA PRODUKSI MASING-MASING PABRIK
BIAYA DISTRIBUSI DARI TEMPAT ASAL KE TEMPAT TUJUAN.

BEBERAPA METODE TRANSPORTASI YANG DAPAT


DIGUNAKAN:
1.
2.
3.

METODE STEPPING-STONE
METODE MODI
METODE VOGELS

Suatu perusahaan akan mendirikan pabrik yang akan melayani 3


daerah pemasaran. Gudang penjualan terletak di X,Y dan Z.
Kota-kota yang memenuhi syarat untuk didirikan pabrik adalah:
A,B,C dan D. Akan dipilih dua diantara keempat kota yang ada
untuk lokasi pabrik. Biaya produksi setiap barang di A Rp231,di B Rp234,- di C Rp229,- dan di D Rp227,- Biaya distribusi dari
setiap pabrik ke gudang-gudang pemasaran seperti pada tabel:
Dari
Ke

15

13

11

10

14

12

1.

2.

3.

4.
5.

Tambahkan biaya produksi pada setiap biaya


transportasi. Biaya ini akan digunakan sebagai biaya
transportasi pada kotak biaya dalam tabel
transportasi
Tentukan alternatif lokasi pabrik. Setiap alternatif
merupakan kombinasi yang terdiri atas tiga pabrik
diantara empat yang ada. Disini ada 4 alternatif
(kombinasi 3 anggota dari 4 obyek yang ada).
Alternatif-alternatif itu adalah: A,B,C; A,B,D; A,C,D
dan B,C,D
Buat tabel transportasi untuk setiap alternatif. Isikan
jumlah biaya produksi dan transportasi (dalam
langkah 1) dalam kotak biaya
Setiap alternatif dialokasikan secara optimal dengan
metode transportasi
Lokasi yang dipilih adalah lokasi yang menghasilkan
biaya transportasi yang paling murah

Metode Load Distance adalah metode yang


mempertimbangkan beban pekerja (load)
serta jarak (distance). Lokasi yang dipilih
adalah tempat yang meminimumkan jumlah
perkalian antara load dan distance. Apabila
load distance terkecil berarti dapat
mendekatkan tempat-tempat yang loadnya
besar.

Perhitungan Jarak (Distance)


1.
Jarak Rectiliner
Adalah jumlah dari harga mutlak selisih koordinat X
dengan harga mutlak selisih koordinat Y
dr = XA XB + YA YB
2.
Jarak Euclideance
Adalah akar dari jumlah selisih koordinat X
dikuadratkan dan selisih koordinat Y dikuadratkan
de = (XA XB)2 + (YA YB)2
3.
Jarak Riil
Jarak diukur dari jumlah jalan yang menghubungkan
letak antara dua buah titik.
Perhitungan Beban (Load)
Beban atau load yang digunakan dalam metode ini
dapat dipilih variabel yang sesuai dengan aktivitas
lembaga yang akan didirikan

Suatu perusahaan memiliki pabrik di empat tempat, yaitu Gresik


(G), Sidoarjo (Sd), Mojokerto (M) dan Lamongan (L). Untuk
melayani keempat pabrik itu akan dibangun suatu laboratorium
yang akan diletakkan di salah satu kota diantara ke empat letak
pabrik itu. Koordinat serta jumlah hasil produksi tahunan setiap
pabrik terlihat pada tabel berikut:
Koordinat
Kota

Hasil
Produksi

Per tahun

Gresik (G)

69

68

1.600

Sidoarjo (Sd)

76

38

1.800

Mojokerto
(M)

44

37

1.400

Lamongan
(L)

42

75

1.200

Dalam metode center of gravity akan dicari koordinat X dan Y


dari lokasi pabrik/perusahaan yang direncanakan dengan
menggunakan rata-rata hitung.
Koordinat X sebesar rata-rata tertimbang dari koordinat X
semua titik. Timbangan menggunakan load atau beban kerja
masing-masing tempat pabrik/perusahaan.
Rumus:

X* =
Y* =