You are on page 1of 4

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Diabates melitus (DM) merupakan penyakit yang ditandai dengan
peningkatan kadar glukosa dalam darah yang melebihi batas normal.
Penyakit DM disebabkan oleh ada gangguan pada metabolisme insulin,
yang berperan penting sebagai media transfer glukosa ke dalam sel. Bila
metabolisme insulin terganggu maka glukosa tidak dapat masuk kedalam sel
akibatnya glukosa akan tetap tinggi didalam darah (Irfannuddin, 2008:186).
Diabetes melitus merupakan sekelompok
penyakit metabolik dengan
karakteristik terjadinya peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemi), yang
terjai akibat kelainan sekresi insulin, aktivitas insulin dan keduanya (Smeltzer
& Bare, 2008). Lebih lanjut, DM didefinisikan sebagai kelompok penyakit
metabolik dengan ciri hiperglikemia

yang diakibatkan kelainan sekresi

insulin, kerja insulin, atau kedua duanya (American Diabetes Association


(ADA), 2010).
Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa diabetes melitus
merupakan kumpulan gejala yang timbul akibat kadar glukosa darah yang
tinggi.
Kondisi hiperglikemi yang terjadi secara terus menerus dan dalam
jangka waktu lama (kronik) dapat menimbulkan komplikasi. Komplikaso DM
kronik bisa mengenai makrovaskuler (rusaknya pembuluh darah besar) dan
mikrovaskuler (rusaknya pembuluh darah kecil). Komplikasi makrovaskuler
meliputi penyakit seperti serangan jantug, stroke dan insufisiensi aliran darah
ke tungkai. Sedangkan komplikasi mikrovaskuler meliputi kerusakan pada
mata (retinopati) yang menyebabkab kebutaan, kerusakan pada ginjal
(nefropati) yang berakhir pada gagal ginjal, dan juga kerusakan pada syaraf

(neuropati)

yang

berakibat

pada

gangguan

kaki

diabetes

sampai

kemungkinan terjadinya amputasi pada tungkai (WHO, 2012 ; Ignatavicius &


Workman, 2010).
Diabetes melitus yang tidak terkontrol dengan baik dapat menimbulkan
berbagai komplikasi salah satunya yaitu ulkus diabetikum. Ulkus diabetikum
merupakan luka terbuka pada lapisan kulit sampai ke dalam dermis.
Komplikasi ini dapat terjadi karena adanya hiperglikemia dan neuropati yang
mengakibatkan berbagai perubahan pada kulit dan otot, sehingga terjadi
ketidakseimbangan distribusi tekanan pada telapak kaki dan selanjutnya
akan mempermudah terjadinya ulkus (Waspadji, 2006).
Ulkus diabetik adalah salah satu komplikasi DM yang berupa lesi
terbuka pada permukaan kulit yang disebabkan oleh beberapa faktor dan
dapat memberikan dampak negatif pada kualitas hidup pasien DM (Kirsner
et.al., 2010). Menurut Frykberg (2002), luka diabetik adalah luka atau lesi
pada pasien DM yang dapat mengakibatkan ulserasi aktif dan merupakan
penyebab utama amputasi kaki. Ulkus diabetik merupakan salah satu
komplikasi DM yang paling menimbulkan kecemasan pada pasien DM
karena kejadian ulkus diabetik selalu dikaitkan dengan amputasi kaki (Adam,
2005 dalam Arief, 2008).
SIKAP KELUARGA????
Untuk mencegah terjadinya komplikasi dari diabetes melitus, maka
keluarga sangat berperan penting dalam upaya pencegahan tersebut.
Keluarga berperan sebagai support system bagi pasien DM. Salah satu
bentuk support system keluarga adalah membantu dalam perawatan luka
ulus pada pasien DM.
Diabetes melitus ( DM ) merupakan salah satu penyakit kronik yang
terjadi di seluruh negara di dunia, dan terus menerus mengalami

peningkatan jumlah yang signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011
terdapat 366 juta orang penderita DM (diabetisi) di dunia dan jumlah ini
diperkirakan akan meningkat menjadi 552 juta orang di tahun 2030.
Sebagian besar diabetisi ini hidup di negara berpenghasilan rendah dan
sedang. Indonesia sendiri dengan jumlah populasi diabetisi 7,292 juta di
tahun 2011, diprediksi akan meningkat menjadi 11,802 juta di tahun 2030
(Whiting, Guariguata, Weil & Shaw, 2011).
Indonesia masuk dalam sepuluh besar negara dengan jumlah
penderita DM terbanyak yaitu berada pada peringkat tujuh dengan jumlah
penderita sebesar 7.551.940 jiwa dengan prevalensi 4.81% (IDF, 2012).
Diabetes Mellitus biasanya mulai terjadi saat usia dewasa yaitu diatas usia
20 tahun. Berdasarkan pola pertambahan penduduk, penduduk di Indonesia
yang berusia diatas 20 tahun diperkirakan pada tahun 2030 nanti akan ada
194 juta dengan asumsi prevalensi diabetes pada daerah urban (14,7%) dan
rural ( 7,2%) maka diperkirakan terdapat 12 juta penyandang diabetes di
daerah urban dan 8,1 juta di daerah rural (PERKENI, 2006).
Lebih dari 80% kematian akibat diabetes terjadi pada negara
berpenghasilan menengah kebawah (WHO, 2012). Indonesia termasuk
negara dengan penghasilan menengah ke bawah. Menurut data Riskesdas
tahun 2007 DM merupakan penyebab kematian nomor 5 dengan proporsi
kematian sebesar 5,7%. Total kematian karena diabetes akan mengalami
peningkatan 50% pada sepuluh tahun ke depan. Diabetes Mellitus
diprediksikan akan menjadi penyebab kematian nomor tujuh di dunia pada
tahun 2030 nanti (WHO, 2012).
DATA DM DI DIY,BANTUL,SEWON???
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dibuat rumusan


masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Sikap Keluarga Terkait
Perawatan Luka Ulkus Pada Pasien Diabetes Melitus?.
C. Tujuan Penelitian
1. Tujan Umum
Untuk mengetahui gambaran sikap keluarga terkait perawatan luka
ulkus pada pasien diabetes melitus.
2. Tujuan Khusus
a. Diketahuinya pengetahuan keluarga tentang perawatan luka ulkus
diabetes melitus.
b. Diketahuinya ...................................................
D. Manfaat Penelitian
1. Secara Teoritis
2. Secara Praktis
E. Ruang Lingkup
1. Keilmuan
Penelitian ini termasuk dalam ruang lingkup keilmuan keperawatan
keluarga yaitu keluarga pasien diabetes melitus.????
2. Mata Ajar
Penelitian ini termasuk dalam ruang lingkup mata ajar Keperawatan
Komunitas
F. Keaslian Penelitian