You are on page 1of 3

8 Makanan Anti Kanker Kolorektal

KOMPAS.com - Kanker kolorektal atau usus besar adalah suatu bentuk keganasan yang
terjadi pada kolon, rektum, dan appendix (usus buntu). Para ahli menerangkan bahwa dengan
membuat perubahan gaya hidup dapat mencegah sekitar 70 persen berkembangnya kanker
usus besar.
Untuk melindungi diri Anda dari ancaman kanker tersebut, sudah saatnya Anda membuat
rencana dan program diet yang tepat, khususnya dengan mengonsumsi beberapa makanan
berikut, yang dipercaya menjadi musuh utama kanker kolon :
1. Kacang, lentil, kacang polong dan makanan lain tinggi kadar folat
Perbanyak makanan seperti yang telah disebutkan di atas jika salah satu anggota keluarga
Anda mengidap kanker kolorektal. Selain kaya dengan serat, makanan tersebut juga tinggi
kandungan folat, vitamin B yang melindungi sel DNA dari kerusakan. Menurut sebuah studi
dari Harvard University melibatkan hampir 89.000 wanita diketahui bahwa mereka - yang
memiliki riwayat keluarga dengan kanker kolorektal - yang mengonsumsi lebih dari 400 mcg
(mikrogram) folat setiap hari, berisiko 52 persen lebih rendah mengidap kanker kolorektal
ketimbang wanita yang mengkonsumsi hanya 200 mcg folat sehari . Anda bisa mendapatkan
sekitar 100 sampai 150 mcg hanya dengan makan secangkir buncis atau bayam matang. Satu
buah jeruk berukuran sedang juga mengandung sekitar 50 mcg.
2. Susu
Susu memiliki peran sangat vital dalam membangun pertumbuhan tulang yang kuat. Tapi
tidak banyak yang tahu bahwa susu juga dapat membantu melindungi Anda dari kanker usus
besar. Riset yang melibatkan lebih dari setengah juta orang menunjukkan bahwa minum
setidaknya secangkir susu setiap hari dapat menurunkan risiko kanker usus besar dan rektum
sekitar 15 persen. Sementara, mereka yang minum lebih dua gelas sehari, risikonya menurun
12 persen.
Sebuah rekomendasi menganjurkan, seseorang harus memenuhi setidaknya 250 mililiter susu
sehari. Mengingat lemak jenuh terkait dengan pertumbuhan tumor, maka akan lebih baik jika
Anda memilih susu rendah lemak atau susu skim.
3. Sayuran dari keluarga Cruciferous
Jenis sayuran yang dimaksud antara lain brokoli, kubis, kembang kol, lobak. Sayuran
kelompok ini merupakan pelawan kanker paling kuat karena mengandung berbagai senyawa
yang mampu mengusir kanker, yang merusak sel DNA. Penelitian secara konsisten
menunjukkan bahwa orang yang makan sayuran 50 persen memiliki risiko lebih rendah
mengidap kanker usus besar ketimbang mereka yang makan dalam jumlah sedikit. Anda
harus memenuhi setidaknya empat setengah cangkir (125 mililiter) porsi setiap minggu.
4. Gandum, buah-buahan dan sayuran tinggi serat
Meski tidak ada penelitian yang secara pasti dapat membuktikan manfaat serat untuk

mencegah kanker kolon, tetapi para ahli masih mendorong agar seseorang makan lebih dari
15 gram serat setiap harinya. Mengapa? Karena serat dapat dengan cepat membantu makanan
melewati sistem pencernaan, sehingga bila ada makanan yang bersifat karsinogen, makanan
itu tidak berlama-lama tinggal di saluran pencernaan.
Sebuah riset berskala besar European Prospective Investigation of Cancer and Nutrition
(EPIC) menunjukkan bahwa orang yang makan banyak serat, 40 persen lebih kecil
kemungkinan mengembangkan kanker usus besar.
5. Kunyit
Kunyit adalah jenis rempah-rempah yang cukup banyak dikenal dan sering digunakan
sebagai bumbu masakan. Warna kuning alami dalam kunyit yang disebut curcumin, dipercaya
sebagai agen anti kanker dan memiliki efek anti-inflamasi (meredam peradangan yang yang
dianggap berkontribusi untuk pertumbuhan tumor). Curcumin juga dapat membantu
membersihkan karsinogen dalam tubuh sebelum merusak sel DNA dan membantu
memperbaiki kerusakan sudah terjadi.
Penelitian di laboratorium menunjukkan rempah-rempah ini juga membantu menghentikan
pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Tidak ada rekomendasi yang dianjurkan, namun
Anda hanya perlu untuk menggunakannya lebih sering dalam campuran masakan Anda.
6. Ikan dan ayam
Berbagai riset menunjukkan bukti hubungan antara konsumsi daging merah dan risiko kanker
usus besar. Tapi Anda tidak perlu takut untuk mengonsumsi daging, karena daging ayam dan
ikan bisa menjadi pilhan alternatif.
Hasil dari penelitian dari EPIC menunjukkan bahwa makan sedikitnya 300 g ikan (dua atau
tiga porsi) seminggu dapat menurunkan risiko kanker usus sebesar 30 persen. Temuan ini
tidak begitu mengejutkan. Jika Anda memilih ikan berlemak seperti salmon atau makarel,
secara langsung Anda akan mendapatkan asam lemak omega-3 lebih banyak yang membantu
mengurangi peradangan pada usus.
Jika Anda tidak terlalu suka makan ikan, coba ayam. Studi menunjukkan bahwa konsumsi
daging ayam tidak seperti daging merah, karena tidak secara aktif memicu kanker usus besar.
Ingat, sebagian besar lemak ayam terdapat di kulit, sehingga sangat disarankan untuk
membuang kulit ayam sebelum dimasak.
7. Bawang putih dan bawang merah
Bawang putih mungkin tidak dapat melindungi Anda dari vampir, tetapi bisa membantu
mengusir kanker usus besar. Baik bawang putih dan bawang merah mengandung sulfida,
yang membantu untuk membersihkan zat karsinogen dan sel kanker. Riset menunjukkan,
wanita yang mengkonsumsi 1-2 siung bawang putih per minggu memiliki risiko 32 persen
lebih rendah terkena kanker usus besar ketimbang wanita yang jarang makan bawang putih.
Dan menurut sebuah studi yang meneliti konsumsi buah dan sayur di antara lebih dari 650
orang di Australia Selatan menunjukkan bahwa peserta yang sering makan bawang risiko
mengidap kanker kolon berkurang menjadi 52 persen. Makan beberapa siung bawang putih

dan sekitar setengah cangkir (125 mL) bawang setidaknya beberapa kali seminggu dapat
membantu menurunkan risiko kanker Anda.
8. Teh hitam dan teh hijau
Penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa senyawa dalam teh membantu menonaktifkan
agen penyebab kanker. Bahkan senyawa tersebut juga mampu menghalangi pertumbuhan sel
kanker. Di antara lebih dari 35.000 perempuan yang terlibat dalam Lowa Women Health
Study menunjukkan, mereka yang minum dua cangkir atau lebih teh setiap hari hampir 30
persen lebih rendah terserang kanker usus ketimbang mereka yang jarang minum teh.
Dan sementara mereka terutama minum teh hitam, itu perlu dicatat bahwa teh hijau
mengandung lebih dari senyawa antioksidan yang disebut catechin, yang muncul untuk
bekerja keajaiban.